Imunogen - FKUR 2011

advertisement
KOMPLEMEN
SISTEM KOMPLEMEN
 Sejumlah protein serum yang saling mengaktifkan
secara berurutan untuk membentuk molekul biologi
yang aktif seperti enzim, opsonin, anafilatoksin dan
kemotaksin.
 Diberi nomor sesuai dengan urutan ditemukan.
 Termasuk respon imun non spesifik.
 Jumlahnya tidak meningkat setelah imunisasi.
PENGAKTIFAN SISTEM KOMPLEMEN
 Melalui 2 jalur:
 Jalur klasik
 Jalur alternatif (jalur properdin)
 Kedua jalur  protein komplemen saling bereaksi 
produk dari masing-masing reaksi bertindak sebagai
enzim yang mengkatalisis reaksi berikutnya 
sampai beberapa tingkat  reaksi berjenjang
(cascade).
JALUR KLASIK
 Pengaktifan oleh: terjadinya ikatan antibodi dengan
antigen asing.
 Sekuens dari jalur klasik:



Komponen pertama yang diaktifkan adalah C1. Aktifasi C1
memerlukan ikatan C1 dengan reseptor spesifik C1 di regio Fc
sekurangnya 2 molekul Ig yang bersebelahan (IgG atau IgM).
C1 yang teraktivasi memiliki aktifitas esterolitik dan proteolitik yang
dapat memecah C4 menjadi fragmen-fragmen. C4 yang aktif
berinteraksi dengan C1 untuk memecah C2 menjadi fragmenfragmen.
Fragmen C2 dan C4membentuk enzim baru yang disebut C42 (C3
convertase) . Enzim ini memecah beratus-ratus molekul C3 menjadi
fragmen C3a dan C3b (AMPLIFIKASI). C3a dan C3b ini berperan
menyebabkan kemotaksis dan inflamasi serta berperan sebagai
opsonin.
JALUR KLASIK
 Lanjutan:
 C3b bergabung dengan fragmen C2 dan C4 membentuk enzim
C5 convertase (C423)yang memecah C5 menjadi fragmen C5a
dan C5b.
 C5b dengan C6, C7 dan beberapa molekul C9 membentuk
membrane attack complex (MAC). Yaitu lubang beberbentuk
bulat pada membran sitoplasma  cairan masuk ke dalam sel
 sel bengkak  lisis hipotonik sel.
 MAC merupakan senjata antimikrobial non spesifik yang
poten terhadap banyak bakteri dan patogen eukariotik.
JALUR ALTERNATIF
 Pengaktifan oleh:
 Patogen dan produk patogen
 Seperti:
Endotoksin bakteri (LPS bakteri Gram negatif)
 Dindding sel beberapa bakteri
 Dinding sel jamur
 IgA teragregasi
 Faktor-faktor yang terdapat pada bisa ular kobra.

JALUR ALTERNATIF
 Faktor properdin B, D dan P (faktor serum)
berinteraksi dengan endotoksin  stabilisasi
molekul C3b yang terdapat dalam jumlah sedikit
dalam darah.
 C3b stabil bergabung dengan faktor properdin B,D
dan P membentuk enzim yang memecah C3 
fragmen C3b yang lebih banyak.
 Molekul C3b bergabung dengan properdin B 
enzim  memecah C5  seperti jalur klasik.
JALUR ALTERNATIF
 Kurang efisien dibanding klasik
 Berguna pada fase awal infeksi jamur dan bakteri
Gram negatif sebelum respon imun spesifik
menghasilkan antibodi untuk mengaktifkan jalur
klasik.
 Antibody independent.
 Kedua jalur ini saling berhubungan.
ANTIGEN
DEFINISI
Antigen :
 Setiap agen atau bahan yang bila masuk kedalam tubuh dapat
berikatan secara spesifik dengan komponen respon imun
misalnya limfosit dan antibodi
 Pengikatan ini sangat spesifik, di mana komponen sistem
imun mempunyai kapasitas untuk mengenali bermacammacam senyawa.
Imunogen:
 Setiap agen atau bahan-bahan yang dapat menginduksi
respon imun.
 Semua imunogen adalah antigen, tapi tidak semua antigen
dapt menjadi imunogen
CONTOH
Contoh:
 Bakteri, virus jamur dan bagian-bagiannya
 Toksin
 Makanan
 Debu
Dapat melalui:
 Kulit yang luka
 Mukosa saluran napas, pencernaan, genitouri
 Injeksi: gigitan ular, pemberian vaksin, transfusi,
transplantasi organ dan skin graft.
DEFINISI
Antigen Determinant (Epitope):
 Satu sisi atau bagian dari antigen (bentuk 3 dimensi)
yang mempunyai sifat spesifik dan dapat berikatan
dengan bagian spesifik dari antibodi atau suatu reseptor
dari limfosit.
Hapten:
 Suatu bahan yang mempunyai berat molekul rendah
yang tidak bersifat imunogenik (menginduksi respon
imun), tapi akan dapat bersifat imunogenik bila
berikatan dengan bahan yang mempunyai berat molekul
tinggi yang carrier, seperti protein.
 Contoh: antibiotik (penisilin)
Karakteristik suatu bahan menjadi imunogenik:
 Merupakan suatu benda asing terhadap individu
 Berat molekul minimal yang bisa menginduksi
respon imun

Terbaik antara 5.000 sampai 100.000 dalton
 Struktur molekul bersifat kompleks
 Glikogen (besar tapi struktur sederhana) kurang imunogen
dibanding glikoprotein dan fosfolipid.
TIPE ANTIGEN
 EKSOGEN
 Mikroba dilura sel tubuh
Toksin dan sekresi
 Membran, flagel, pili
 DNA

 ENDOGEN
 Protozoa, jamur, bakteri dan
virus yang direprodus 
permukaan membran
sitoplasma
TIPE ANTIGEN
 AUTOANTIGEN
 Molekul antigenik pada
sel normal individu
ANTIBODI
PENDAHULUAN
 Molekul yang berikatan spesifik dengan antigen
(yang menstimulasi produksinya) yang dihasilkan
oleh sel plasma berupa protein terlarut ke dalam
darah atau cairan limfe
 Disebut juga imunoglobulin
STRUKTUR ANTIBODI
 4 rantai peptida

2 rantai panjang identik  heavy chains (BM tinggi = 25.000)


Kappa dan lambda
2 rantai pendek identik  ligaht chains (BM rendah=50.000)

5 tipe heavy chain
 Gamma  IgG
 Mu  IgM
 Alpha  IgA
 Epsilon  IgE
 Delta  IgD.
 Dihubungkan oleh ikatan disulfida  ikatan kovalen
antara atom sulfur dalam asam amino  huruf Y  arm,
stem, hinge region.
STRUKTUR ANTIBODI
 Stem = Fc region (fragmen yang bisa dikristalisasi)
 dibentuk oleh 2 bagian bawah heavy chain

Constant region  aktivitas biologik  aktivasi komplemen
dan ikatan pada permukaan sel.
 Arm  Fab (fragment, antigen binding)  dibentuk
oleh light chain dan bagian ujung amino dari heavy
chain.



Variable region  ikatan dengan antigen
Berbeda untuk masing-masing antigen
Hypervariable subregion  complementary-determining
region.
KELAS-KELAS ANTIBODI
IgG
 Dominan dalam
respon sekunder
 Penting sebagai
pertahanan thdap
bakteri dan virus
IgM
 Dihubungkan  ikatan disulfida
melingkar dan polipeptida pending joining
chain
 Berperan pada fase awal respon imun
 Terdapat pada permukaan sel B
 Lebih efisien dalam aktivasi komplemen,
netralisasi dan aglutinasi dibanding IgG
 Dapat dibentuk fetus
 IgA
 Terdapat pada sekret  air susu, saliva, air mata, sekret
traktus digestivus, intestinal dan genital
 Melindungi mukosa dari serangan bakteri dan virus
IgE
 Berikatan dengan reseptor
di sel mast dan basofil 
pencetusan pelepasan
cepat dari histamin 
inflamasi
 Ex : alergi dan infeksi
parasit
 IgD
Download