Uploaded by User97017

Paket 1 Astronomi FIX

advertisement
ASTRONOMI – PAKET 1
DAFTAR ISI
VISI ALC INDONESIA DI OSN 2016 : ALC FOR INDONESIA
Mega Proyek “PortalOSN.com” ……………………………………………………………………………………………...………..2
PELATIHAN ONLINE OSN 2016
FAQ (Frequently Asked Questions) …………………………………………………………………………………………………3
Timeline Pelatihan Online OSN 2016 .…………………………………………………………………………………….………..4
Materi Paket ……………………………………………………………………………………………………........................................5
Soal Paket……………………………………………………………………………………………………............................................12
Daftar Konstanta dan Data Astronomi ……………………………………..................................................................18
INSIGHTS
Kisah Perjalanan Mendapatkan Medali ………………………………………………………………………………………...19
Tips dan Sharing Pengalaman ……………………………………………………………………………………………………...20
1
VISI ALC INDONESIA DI OSN 2016 :
“ALC FOR INDONESIA”
Alhamdulillah, segala puja dan puji hanya milik Allah, pencipta alam semesta. Tahun 2012 adalah
awal dimana ALC Indonesia memulai perjuangan untuk menjadi bagian dari proyek pencerdasan
anak-anak bangsa.
Diawali dari sebuah komunitas sains di Kota Bandung bernama SCIENCITY, akhirnya saat ini ALC
Indonesia telah berkembang menjadi lembaga pelatihan olimpiade sains yang dikenal di seluruh
Indonesia.
Ribuan siswa dari ratusan sekolah di Indonesia dan juga beberapa Dinas Pendidikan telah menjadi
mitra ALC Indonesia. Suatu perkembangan yang bagi kami sangat pesat dan tidak kami duga.
Oleh karena itu, sebagai bentuk rasa syukur, kami bertekad pada OSN 2016 ini untuk
mendedikasikan upaya kami dalam membantu lebih banyak siswa, bahkan seluruh siswa calon
peserta OSN 2016 di Seluruh Nusantara!
Kami sadar materi OSN selama ini tidak mudah diakses apalagi dengan biaya yang umumnya sangat
mahal. Sementara di sisi lain, banyak sekali bibit-bibit siswa cerdas yang berasal dari daerah dan
memiliki potensi besar untuk sukses di Olimpiade Sains Nasional maupun tingkat Internasional.
Maka atas kondisi tersebut, segenap Tim ALC Indonesia dan SCIENCITY membulatkan tekad untuk
membantu seluruh siswa OSN di tanah air!
Pada OSN 2016 ini, ALC Indonesia telah mencanangkan program “ALC For Indonesia” dengan proyek
utama website pembelajaran OSN yang lengkap, berkualitas, dan GRATIS untuk semua pecinta sains
di tanah air. Website ini kami beri nama www.portalosn.com.
Di website ini kami akan menyediakan FREE COURSE yang berisi materi pembelajaran olimpiade
sains untuk 9 bidang olimpiade SMA, baik dari level basic hingga expert. Selain itu juga akan ada
kumpulan video pembahasan soal-soal OSN bersama dengan tutor-tutor ALC Indonesia (medalis
nasional dan internasional). Tidak kurang kami lengkapi juga website tersebut dengan informasi
event-event sains di Indonesia beserta forum diskusi yang memudahkan setiap orang untuk saling
berkenalan dan berkomunikasi.
Untuk saat ini ALC Indonesia bersama seluruh tim sedang mempersiapkan pembuatan segala materi
yg berkualitas untuk dishare di website tersebut. Mudah-mudahan website ini dapat segera kami
luncurkan sehingga segera bisa memberi manfaat. Target kami website ini dapat dilaunching pada
bulan September 2015.
Mohon doa semoga sedikit yang kami lakukan ini dapat berjalan lancar, bermanfaat bagi banyak
orang dan mendapatkan keridhoan dari Allah SWT.
Akhir kata kami ucapkan banyak terimakasih atas kepercayaan sahabat semua untuk bermitra
dengan ALC Indonesia, nantikan informasi launching www.portalosn.com di website
www.alcindonesia.com atau Fanspage FB “Pelatihan OSN ALC Indonesia”
2
FAQ (Frequently Asked Question)
Q: Apa Pelatihan Online ALC Indonesia (PO ALC) ?
A: Merupakan pelatihan Pra Olimpiade Sains yang diselenggarakan ALC Indonesia secara jarak jauh
melalui media online dengan jangkauan seluruh Indonesia
Q : Bagaimana cara kerjanya?
A : ALC Indonesia akan mengirimkan paket pelatihan online secara rutin setiap minggu ke email
peserta. Setiap paket berisi materi singkat, kumpulan soal, dan kunci pembahasan paket
sebelumnya. Peserta wajib mengerjakan soal setiap paket dan mengirimkan jawabannya ke ALC
sebelum waktu deadline yang ditentukan. Nilai peserta akan kami rekap secara nasional dan
diumumkan ranking nya kepada peserta.
Q : Kapan paket dikirimkan ke email saya?
A : Paket akan dikirimkan setiap hari Sabtu pagi, Pukul 09.00 WIB setiap minggunya.
Q : Setelah menerima paket apa yang harus saya lakukan?
A : Mempelajari materi, mengerjakan soal-soal, mengumpulkan jawaban ke email ALC Indonesia
([email protected])
Q : Kapan deadline pengiriman jawaban ke email ALC?
A : Jawaban paling lambat masuk ke email ALC setiap hari Kamis 23.59 WIB. Setelah waktu tersebut
jawaban tidak akan kami input ke ranking nasional.
Q: Siapa saja peserta yang Pelatihan Online ALC Indonesia?
A: Siswa SMP, siswa SMA dan atas juga guru mata pelajaran Olimpiade Sains
Q: Siapakah penyusun materi Pelatihan Online ALC Indonesia?
A: Mereka adalah orang-orang yang kompeten di bidangnya, yaitu Tutor ALC Indonesia peraih
medali tingkat Nasional dan Internasional yang masih aktif sebagai mahasiswa di ITB, Unpad, UI,
dan UGM, ITS dan lain-lain dengan pengawasan kualitas standar olimpiade nasional.
Q: Apa benefit yang didapatkan?
A: Konten yang lengkap disajikan dalam 15 paket selama ±4 bulan, persiapan OSK & OSP yang lebih
matang, jaminan kualitas tim penyusun (medalis), mengukur diri dari ranking nasional, serta
motivasi dan sharing perjalanan para medalis Nasional dan Internasional.
Q: Bagaimana bila ada kendala teknis (keterlambatan pengiriman, kesalahan pengiriman,
perubahan alamat email, atau migrasi sistem pelatihan online ke website pembelajaran
online ALC) saat Pelatihan Online ALC Indonesia?
A: Silahkan Hubungi Mr. Ramon Sabila 0852-7154-7177
Q: Jika teman saya ingin ikut serta, bagaimana cara mendaftar program ini ataupun program
ALC lainnya?
A: Daftarkan data : Nama, Asal Sekolah, Bidang, dan Alamat Email teman kalian via sms ke nomor :
0852-2327-3373 (Mr. Aan).
Informasi lainnya silahkan kunjungi website ALC Indonesia di www.alcindonesia.com atau Facebook
Fanspage “Pelatihan OSN ALC Indonesia”
3
TIMELINE PELATIHAN ONLINE GELOMBANG 1
4
PENGENALAN
Astronomi, sebagai cabang dari ilmu pengetahuan alam, sangat berkaitan dengan
perhitungan dan logika. Matematika dan fisika merupakan landasan yang harus dikuasai
sebelum mempelajari astronomi lebih dalam. Hal ini dikarenakan matematika dan fisika
merupakan ‘alat’ dalam mempelajari sifat-sifat fisik dalam astronomi. Oleh karena itu, sebelum
mempelajari lebih dalam tentang astronomi, alangkah baiknya bila Anda menguasi materimateri sebagai berikut:
Matematika :
-Trigonometri dasar (dalam derajat dan radian)
-Logaritma
-Lingkaran & persamaan lingkaran
-Dimensi dua dan tiga
-Grafik Y-X, Grafik Log Y-X, Grafik Y-Log X, Grafik Log Y – Log X
Fisika :
-Mekanika Dasar
-Gerak Parabola dan jatuh bebas
-Gerak Melingkar
-Persamaan Energi
-Momentum dan tumbukan
Materi-materi yang akan dibahas dalam modul-modul ini lebih bersifat konsep dan
bukan menjadi sumber utama. Modul-modul ini juga bukan bersifat pengetahuan umum atau
hafalan. Pengetahuan umum dapat anda pelajari dengan literatur dan internet. Untuk olimpiade
astronomi tingkat kota/kabupaten, penguasaan materi tentang fisika dan matematika sangatlah
penting, sebab soal-soal murni matematika dan fisika sering diujikan dalam olimpiade
astronomi tingkat kota/kabupaten. Selain pengusaan materi astronomi, penguasaan bahasa
inggris juga perlu dipersiapkan. Hal ini menjadi penting sebab sering kali soal-soal olimpiade
menggunakan bahasa inggris.
5
ASTRONOMI DASAR
1. ASTRONOMI DAN ASTROLOGI
Saat ini, sering kali masyarakat rancu akan astronomi dan astrologi. Terkadang
kita bingung apa perbedaan dari kedua studi tersebut. Di bawah ini akan disajikan tabel
yang membedakan antara kedua studi tersebut:
Astronomy
Secara bahasa: penamaan bintang
Astrologi
Secara bahasa: ilmu tentang bintang
Fakta di lapangan : pengetahuan tentang
bintang secara scientific
Fakta di lapangan: Mystical Pseudoscience¸
kepercayaan bahwa bintang dapat secara
langsung mempengaruhi hidup seseorang
2. BOLA LANGIT
Untuk memudahkan pemetaan posisi bintang bagi pengamat di Bumi, semuanya
diasumsikan berada pada jarak yang sama jauhnya seolah-olah bintang-bintang
ditempatkan pada suatu bola khayalan mahabesar yang meyelubungi bumi dan
bintang-bintang tersebut melekat pada permukaan bola tersebut, yang disebut bola
langit. Dalam bola langit kita memperhitungkan arah dari suatu bintang tanpa
memperdulikan jaraknya.
Bola langit terdiri dari beberapa macam, salah satunya adalah bola langit sistem ekuatorial.
Bola langit memiliki bagian-bagian yang penting, yaitu ekuator langit, Kutub Langit
Utara (KLU), Kutub Langit Selatan (KLS), masing-masing adalah perpanjangan dari
garis/luasnya di bola Bumi.
Bagian lain yang penting ialah ekliptika (Bidang edar tahunan matahari), dan
titik aries dan titik libra (perpotongan ekuator langit-ekliptika). Bola langit tampak
berputar dengan arah timur ke barat atau dilihat dari arah Utara searah jarum jam,
dengan periode 23 jam 56 menit. Akibat dari putaran bola langit, semua bintang akan
nampak bergerak mengikuti lintasan harian bintang. Sementara matahari akan
mengikuti lintasan harian matahari.
Gambar: Bola langit sistem ekuatorial
6
3. BINTANG DAN RASI BINTANG
Seluruh area-area di bola langit dibagi ke dalam 88 daerah rasi bintang, yang
dinamakan berdasarkan tata penamaan Yunani. Tiga belas diantara rasi-rasi bintang itu
dilintasi oleh matahari sepanjang tahun dan 13 rasi-rasi bintang tersebut dinamakan
rasi zodiak. Idealnya, seseorang dikatakan memiliki rasi Aries bila saat dia lahir
matahari berada di rasi tersebut. Secara umum, bintang paling terang menurut mata
telanjang manusia dalam suatu rasi sering dinamakan bintang Alpha, kedua Beta,
ketiga Gamma, dan seterusnya.
Berikut tabel beberapa rasi bintang dan beberapa bintang terang dalam rasi:
7
4. DERAJAT, MENIT, DETIK
Dalam menyatakan ukuran benda langit atau jarak antara suatu benda langit
dengan benda langit lainnya pada bola langit, pengamat sering menggunakan satuan
sudut. Satu derajat (0) sama dengan 60 menit busur (‘) sama dengan 3600 detik busur
(“). Ukuran linear/asli dari suatu benda langit tidak tergantung dari besar diameter
sudut saja tetapi juga ditentukan jaraknya dari pengamat. Sebagai contoh, besar
piringan matahari dan bumi bila dilihat dari bumi adalah sekitar 30’.
5. GERAKAN BENDA LANGIT
Benda langit merupakan planet, bintang, satelit, dan sejenisnya yang menjadi
objek dalam mempelajari astronomi. Dalam pergerakannya, benda langit bergerak
dalam beberapa gerakan, yakni:
5.1. Rotasi
Rotasi adalah gerakan benda langit berputar pada porosnya sendiri. Untuk
memudahkan, gerak rotasi dalam diibaratkan gerak memutar pada gasing.
5.2. Revolusi
Revolusi adalah gerakan
benda langit mengelilingi massa
yang lebih besar yang
memperngaruhi benda langit
tersebut.
5.3. Presesi
Peristiwa perubahan
kedudukan sumbu suatu planet.
Dalam konteks Bumi, periode
Presesi Bumi
adalah 25759
tahun. Arah putaran presesi ini
sama dengan arah rotasi bumi, yakni direct. Hal ini menyebabkan titik Kutub Langit
Utara (KLU) akan berbeda dari tahun ketahun. Karena gerak semu tahunan benda langit
dari timur ke barat (retrograde), maka periode titik aries kembali ke titik aries kurang
dari 3600.
5.4. Nutasi
Peristiwa perubahan kedudukan sumbu
Bumi akibat gravitasi Bulan. Periode nutasi bumi
sekitar 18,7 tahun. Nutasi menyebabkan sumbu
rotasi bumi bergerak bergelombang. Amplitudi
gelombang ini sekitar 9”,2.
5.5. Regresi (Presesi Orbit)
Peristiwa arah bidang orbit, dalam konteks bumi
yakni berputarnya kedudukan titik perihelium (titik
terdekat antara bumi dan matahari).
8
6. PENGENALAN ELIPS
Semua benda langit berrevolusi membentuk geometri elips. Oleh karena itu,
geometri elips sangat wajib dikuasai sebelum menginjak astronomi lebih jauh.
Persamaan Elips
(
)
(
)
Keterangan :
f1 dan f2 = titik api/focus
a = setengah sumbu mayor
b = setengan sumbu minor
Sifat-sifat geometris Elips:
√
( )
(
)
(
)
Keterangan:



Eksentrisitas berkisar antara 0 (paling lingkaran) hingga 1.
Rap adalah jarak dari titik focus ke ujung terjauh
Rper adalah jarak dari titik focus ke ujung terdekat
9
7. METODE SEDERHANA PERHITUNGAN JARAK BENDA LANGIT
7.1. Paralaks Bintang
Dalam perhitungan jarak bintang dekat, sering digunakan metode paralaks,
yaitu pengamatan pergeseran posisi bintang terhadap bintang latar bila dilakukan
dengan membandingkan posisi bintang pada bulan Januari dan Juli (atau
bulan-bulan lainnya yang berselang setengah tahun).
Untuk
penghitungan
jarak bintang
dengan berbagai
sudut paralaks
dapat dicari
dengan:
Keterangan: 1 parsek =3,26 tahun cahaya = 206 265 AU
1 AU (Astronomy Unit) = 1 SA (Satuan Astronomi) = Jarak
antara bumi dan matahari = 149.597.870 km
7.2. Paralaks Geosentrik
Pada paralaks geosentrik jarak benda langit ditentukan berdasarkan
perubahan posisi pengamat di permukaan Bumi dalam mengamati benda langit
tersebut, pengamat tersebut berada di dua posisi yang bujurnya berselisih 180°.
Misalkan untuk menentukan jarak bumi matahari
Matahari, paralaks
geosentriknya adalah:
10
7.3. Radius Sudut dan Diameter Sudut
Untuk objek
dekat dan bukan
titik, radius objek
dapat
dihitung
dengan metode trigonometri. Jika jarak objek diketahui dan
sudut α dapat diukur, maka radius linier objek, R dapat dihitung
yakni:
Atau menggunakan diameter sudut, yakni δ yang
besarnya tentu saja 2α, maka diameter linier, D dapat diukur.
Keterangan : besaran sudut dalam sin, cos, atau tan harus
dalam sudut bukan menit atau detik
11
SOAL PELATIHAN PAKET 1
(Daftar Konstanta tersedia di halaman terakhir paket jika diperlukan)
1. Polaris (the Pole star) appears stationary because
A.
Earth is not moving with respect to Polaris
B.
Earth is on the axis of rotation of Polaris
C.
Polaris is almost along the axis of rotation of the Earth
D.
both Earth and Polaris have same velocity in the Milky Way
E.
None of the above is true.
2. The apparent annual path of the Sun are called
a. celestial equator
b. solar equator
c. meridian
d. ecliptic
e. hour circle
3. Diameter sudut matahari bila dilihat dengan mata telanjang dari permukaan bumi
adalah:
a. ±10
b. ±20
c. ±30”
d. ±30’
e. ±1’
4. What is constellation ?
a. the Sun
b. the Star
c. the North celestial pole
d. a pattern of stars in the the Sky
e. A galaxy
5. Matahari berada di titik aries setiap tanggal ….
a. 21 Maret
b. 22 Juni
c. 23 September
d. 22 Oktober
e. 22 Desember
6. (OSK’08 Kota Salatiga) Apa yang kita amati dari Bumi jika bumi
berevolusi terhadap Matahari dalam arah yang berlawanan (arah rotasi
Bumi tetap)?
a. Matahari akan terbit dari barat
b. Matahari akan bergerak ke arah barat relatif terhadap bintang –
bintang
c. Bulan akan terbit dari barat
d. Bintang – bintang akan terbit dari barat
e. Tidak ada efek pada gerak benda – benda langit yang diamati
12
7. Dari gambar di samping,
sebuah rasi bintang dipotret
dengan
kamera
SLR
menghasilkan jejak bintang
dengan sudut 20o. Berapa
lama penyinaran pada film
negatif
pada
gambar
tersebut….
a. 1 jam 5 menit
b. 2 jam 10 menit
c. 2 jam 15 menit
d. 1 jam 20 menit
e. 1 jam 25 meit
0
20
8. Seberapa jauh sebuah koin yang berdiameter 1,7 cm harus diletakkan
dari mata pengamat agar dapat menutupi piringan bulan?
a. 130 cm
d. 190 cm
b. 150 cm
e. 210 cm
c. 170 cm
9. Dalam perjalanan menuju Bulan seorang astronot mengamati diameter
Bulan yang besarnya 3500 kilometer dalam cakupan sudut 60. Berapakah
jarak bulan saat itu?
a. 23.392 km
b. 33.392 km
c. 43.392 km
d. 53.392 km
e. 63.392 km
10. (OSK’13) Jarak rata-rata Bumi Matahari adalah 1,496 x 106 km. Apabila dilihat dari
sebuah bintang yang berjarak 4,5 tahun cahaya dari Matahari, maka jarak sudut
Bumi-Matahari adalah:
a. 0,75 detik busur
b. 4,5 detik busur
c. 1,5 detik busur
d. 0,30 detik busur
e. 14,9 detik busur
11. Dari hasil pengukuran diperoleh diameter sudut sebuah bintik matahari sunspot)
adalah 20”. Jika pada saat itu jarak Matahari-Bumi adalah 150.000.000 km, berapakah
diameter linier bintik Matahari tersebut?
a. 1.435 km
b. 4.357 km
c. 143.570 km
d. 14.544 km
e. 1.435.700 km
13
12. Diameter linier Matahari 1.400.000 km, bila seorang astronot mengamati Matahari
dari wahana antariksa yang mengorbit planet Mars yang sedang beroposisi (berjarak
1,52 SA) terhadap planet Bumi maka diameter sudut yang diamatinya adalah
a. 30 menit busur
b. 20 menit busur
c. 10 menit busur
d. 52 menit busur
e. 12 menit busur
13. Nebula M20 yang dikenal dengan nama Nebula Trifid, mempunyai diameter sudut
sebesar 20 menit busur, jika jarak nebula ini dari Bumi 2200 Tahun cahaya, berapakah
diameter nebula ini?
a. sekitar 0,5 tahun cahaya.
b. sekitar 13 tahun cahaya.
c. sekitar 100 tahun cahaya.
d. sekitar 4 tahun cahaya.
e. tidak dapat ditentukan jaraknya, karena datanya masih kurang
14. Jarak terdekat sebuah titik pada garis elips dari salah satu fokusnya adalah 2 meter,
jarak terjauhnya dari focus yang sama adalah 4 meter. Berapa eksentrisitasnya?
a. 0,33
b. 0,55
c. 0,009
d. 0,0052
e. 0,996
15. Dari soal nomor 13, berapa luas elips tersebut?
a. √
b. √
c.
√
d. √
e. √
16. The farthest South that an observer on the Earth can see Polaris is ...
a. Arctic Circle
b. Antartic Circle
c. Equator
d. The Tropic of Cancer
e. The Tropic of Capricorn
17. Of the seven other planets, the one that encounter the closest to the Earth is
a. Mars
b. Venus
c. Mercury
d. Jupiter
e. Saturn
14
18. Momentum sudut revolusi Bumi mengelilingi Matahari :
1) Arahnya membentuk sudut 23,50 dengan momentum sudut rotasi Bumi
2) Tetap meskipun jarak Bumi-Matahari berubah-ubah karena orbit Bumi yang elips
3) Lebih besar daripada momentum sudut rotasi Bumi
4) Berlawanan arah dengan momentum sudut revolusi Mars
Untuk soal di atas pilihlah :
a. Jika 1, 2 dan 3 benar
b. Jika 1 dan 3 benar
c. Jika 2 dan 4 benar
d. Jika 4 saja benar
e. Jika semua benar
19. Titik perpotongan antara ekuator langit dengan ekliptika tempat matahari berada pada
tanggal 23 September yaitu Autumnal Equinox mempunyai koordinat (asensiorekta,
deklinasi) :
a. 00h,000
b. 06h, +230,5
c. 12h, 000
d. 18h, - 230,5
e. 12h, -230,5
20. Kedudukan satelit sebagai stasiun relay di angkasa, dikenal dengan beberapa
konfigurasi, misalnya topologi simplex, topologi point to point (p2p), topologi star dan
topologi mesh. LASO adalah sistim yang dikembangkan orang untuk ‘mengikat bumi’
dengan menempatkan tiga satelit di angkasa, ditempatkan pada jarak tertentu sehingga
seluruh permukaan Bumi bisa diamati. Jika jejari bumi adalah R, maka tinggi satelit dari
permukaan Bumi dalam topologi LASO adalah :
a. 0,25 R
b. 0,50 R
c. 0,75 R
d. 1,00 R
e. 1,25 R
15
21. Suatu observatorium besar telah menemukan 46 planet di luar Tata Surya. Planetplanet yang telah ditemukan itu kemudian dikelompokkan dalam dua kategori sebagai
planet gas dan planet berpermukaan keras, kemudian diklasifikasikan juga di dalam
kategori yang lain, planet berotasi cepat dan berotasi lambat. Jika planet gas jumlahnya
31, planet yang berotasi lambat 22, planet yang berpermukaan keras dan berotasi cepat
ada 8, maka perhatikan pernyataan-pernyataan berikut ini :
1) Planet gas dan berotasi cepat ada 16
2) Planet berpermukaan keras dan berotasi lambat ada 19
3) Planet gas dan berotasi lambat ada 15
4) Planet berpermukaan keras ada 21
Untuk pernyataan-pernyataan di atas, maka :
a. 1, 2 dan 3 benar
b. 1 dan 3 benar
c. 2 dan 4 benar
d. 4 saja benar
e. Semua benar
22. Prof. Astroitb baru saja menemukan dua exoplanet (extra-solar planets) yang masih
sangat muda. Dari kandungan hidrogen yang dimiliki dapat disimpulkan perbandingan
umur kedua planet saat ini adalah A : B = 3 : 4. Dari cara yang lain didapat kesimpulan,
enam juta tahun yang lalu perbandingannya adalah A : B = 5 : 7. Berapakah umur kedua
exoplanet tersebut?
a. Umur planet A = 36 juta tahun dan umur planet B = 48 juta tahun
b. Umur planet A = 30 juta tahun dan umur planet B = 40 juta tahun
c. Umur planet A = 24 juta tahun dan umur planet B = 32 juta tahun
d. Umur planet A = 18 juta tahun dan umur planet B = 24 juta tahun
e. Umur planet A = 12 juta tahun dan umur planet B = 16 juta tahun
16
23. (OSK 2012) Sebuah ayunan yang massa bandulnya M dinaikkan pada ketinggian H dan
kemudian dilepaskan. Pada bagian terendah dari lintasannya, bandul membentur suatu
massa m yang mula-mula diam di atas permukaan mendatar licin. Apabila setelah
bertumbukan kedua benda saling menempel, maka ketinggian h yang akan dicapai
keduanya adalah
a. (
)
b. (
)
c. (
)
d. (
)
e.
24. (OSK 2012) Sebuah balok bermassa 0,5 kg dihubungkan dengan sebuah pegas ringan
dengan konstanta 200 N/m. Kemudian sistem tersebut berosilasi harmonis. Jika
diketahui simpangan maksimumnya adalah 3 cm, maka kecepatan maksimum adalah
a. 0,1 m/s
b. 0,6 m/s
c. 1 m/s
d. 1,5 m/s
e. 2 m/s
25. (OSK 2012) Jika sebanyak 50,0 L oksigen pada suhu 27,00C dan tekanan 2,45 atm
ditekan sehingga volumnya menjadi 25,0 L dan pada saat bersamaan suhu naik menjadi
127,00C, berapakah tekanan yang diberikan tersebut?
a.
b.
c.
d.
e.
6,54 atm
8,70 atm
10,50 atm
12,65 atm
15,06 atm
Selamat Mengerjakan 
17
Daftar Konstanta dan Data Astronomi

Satu Satuan Astronomi (1 SA) = 149.597.870,691 km

Tahun cahaya, Iy = 9,46 . 1015 m = 0,307 Pc = 6,324 x 105 AU

Parseks = 3,086 x 1016 m = 206.265 AU = 3,26 ly

Satu tahun sideris = 365,2564 hari

Satu tahun tropik = 365,2422 hari

Satu tahun Gregorian = 365,22425 hari

Satu bulan Sideris = 27,3217 hari

Satu bulan Sinodis = 27,5306 hari

Satu hari Sideris rata-rata = 23j 56m 4,091 hari Matahari

Satu hari Matahari rata-rata = 24j 3m 56,555 hari Sideris

Jarak Bumi-Bulan rata-rata = 384.399 km

Massa Bumi = 5,9736 x 1024 kg

Radius Bumi = 6.371 km

Massa Bulan = 7,3490 x 1022 kg

Radius Bulan = 1.738 km

Massa Matahari = 1,9891 x 1030 kg

Radius Matahari = 6,96 x 105 km

Luminositas Matahari = LO = 3,86 x 1026 Watt

Konstanta radiasi Matahari = 1,368 x 103 W m-2

Temperatur efektif Matahari = 58000 K

Magnitudo semu Matahari = – 26,8

Magnitudo semu bolometrik Matahari = – 26,79

Magnitudo mutlak Matahari = 4,82

Magnitudo mutlak bolometrik Matahari = 4,72

Kecepatan cahaya = 2,9979 x 108 m/s

Konstanta gravitasi, G = 6,67 x 10-11 m2 kg s-2 K-1

Konst. Boltzman, k = 1,3807 x 10-23 J dt-1 m-2 K-4

Konst. Stefan Boltzman, σ = 5,67 x 10-8 J dt-1 m-2 K-4

Konst. Planck, h = 6,626 x 10-34 J.s

Percepatan gravitasi Bumi, g = 9,8 m dt-2

1 sma (satuan massa atom) = 931,5 MeV

Koordinat kutub ekliptik utara J2000,0 (αE, δE) = (18j 00m 00s ; 660 33,6′ )

Koordinat kutub utara galaktik J2000,0 (αG, δG) = (12j 51m ; 270 08′)
18
INSIGHT
PROFIL PENGAJAR
I Made Gita Narendra Kumara – Bidang Fisika
Semua dimulai ketika aku masih duduk di kelas 5 SD. Hari itu aku
berangkat ke sekolah seperti biasa, sesaat akan bel tanda masuk kelas berbunyi,
tiba-tiba guruku datang menghampiriku. Beliau menawarkanku untuk mengikuti
sebuah kompetisi mata pelajaran IPA, tanpa pikir panjang pun aku berkata mau
meskipun sebelumnya aku belum pernah mengikuti kompetisi mata pelajaran.
Guruku pun langsung menuntunku menuju lokasi kompetisi tersebut. Setelah aku
membaca cover soal, aku menyadari bahwa itu adalah sebuah seleksi tingkat
kabupaten untuk memilih wakil ke provinsi. Singkat cerita, aku pun menjadi wakil
kabupatenku.
Memang terdengar gampang mengingat kabupatenku tidak begitu terkenal
akan hebatnya di bidang pendidikan. Ketika menginjak ke seleksi provinsi, aku
dibina oleh para dosen untuk mempersiapkan seleksi nasional, akan diambil 3
orang terbaik di provinsi Bali untuk maju ke OSN 2007 di Surabaya,
beruntungnya aku tepat meraih juara ke 3 setelah melalui karantina selama
beberapa hari. Aku sangat bahagia karena itu pertama kalinya aku akan mengikuti
kompetisi setingkat nasional. Waktu pun berlalu, aku dan 2 temanku telah dibina
dan siap mengikuti OSN. Suasana olimpiade bagiku sangat berbeda dengan
suasana di kelas seperti biasanya, aku sangat gugup. Hari tes teori dan
eksperimen telah berlalu, aku mendapatkan medali perunggu, kurang puas bagiku.
Saat itu aku bertekad untuk kembali bisa mengikuti event ini saat SMP nanti.
Semester pertama duduk di bangku SMP aku telah mempersiapkan materi
untuk mengikuti OSN bidang fisika, kenapa fisika? Karena aku sangat suka
matematika, jadi saat itu aku berpikir agar ilmu IPA yang kudapat saat SD dan
kesukaanku akan matematika tetap bertahan, maka aku memilih ikut bidang
fisika. Alhasil aku kembali lolos mengikuti OSN 2009 di Jakarta, disana aku
mendapatkan medali perunggu kembali. Namun ada yang berbeda dengan OSN
kali ini, peraih semua medali akan diikutkan seleksi menuju olimpiade IPA tingkat
internasional (IJSO). 30 orang tersebut akan diseleksi kembali untuk diambil 6
besar menuju IJSO. Tidak lama kemudian, tibalah aku di Bandung untuk
19
mengikuti pembinaan dan seleksi selama satu bulan. Pada pengumuman, aku
dinyatakan berada pada peringkat 3 dan berhak mewakili Indonesia di IJSO
2010 di Nigeria. Konsekuensinya aku harus meninggalkan sekolahku yang saat itu
aku baru naik kelas 2 SMP selama delapan bulan untuk mengikuti karantina IJSO.
Masa pembinaan akhirnya berlalu, aku pun sudah siap untuk bertarung. Sepuluh
hari di Nigeria kulewati dengan penuh semangat yang membuahkan hasil medali
perak. Aku sangat bahagia dengan hasil tersebut. Sebagai kompensasi karena aku
masih SMP dan tidak bisa mengikuti OSN SMP di tahun ini, Kemendikbud
memberikan aku kesempatan mengikuti OSN tingkat SMA untuk tahun
berikutnya.
Tibalah aku dari Nigeria, disambut hangat oleh menteri pendidikan dan
jajarannya. Banyak wartawan yang meliput, pertama kalinya aku dihadapkan
suasana seperti ini (hahaha). Hari sekolah kembali tiba, aku disambut hangat oleh
teman-teman dan guru-guru atas keberhasilanku. Namun sambutan itu kujadikan
motivasi untuk mengikuti kembali OSN tingkat SMA berikutnya. Hari OSK pun
tiba, aku merupakan siswa SMP satu-satunya diruangan seleksi, sementara yang
lain berpakaian putih abu-abu, itu membuatku menjadi agak canggung. Namun
hasil berkata lain, dengan mudah aku mendapat juara 1 dengan selisih poin yang
sangat besar dengan sang juara 2. OSP kulewati kembali dengan memakai
seragam SMP, siswa-siswa SMA yang ada disana heran melihatku. Pada
pengumuman di website, aku dinyatakan lolos mengikuti OSN SMA 2011 di
Manado. Singkat cerita di OSN tersebut aku mendapatkan medali perak, dan
berhak mengikuti seleksi IPhO (International Physics Olympiad), karantina IPhO
dibagi menjadi tiga tahap. Pada tahap pertama, yaitu satu bulan di Yogyakarta,
dimana saat itu aku baru naik ke kelas 1 SMA, diambil 15 besar dari 30 orang
peraih medali di OSN, senangnya aku lolos. Pada pelatihan nasional tahap kedua,
yaitu satu bulan di Bandung, akan diambil 5 besar dari 15 orang yang lolos
ditahap satu. Aku sangat bersyukur saat itu aku masuk dalam 5 besar dan
mendapatkan peringkat kedua, dan berhak mengikuti IPhO 2012 di Estonia.
Selain di bidang fisika, saat pelatihan nasional aku juga mengikuti pelatihan untuk
mengikui ICYS (International Conference of Young Scientist) 2012 di Belanda
yang saat itu tepat juga dilaksanakan di Bandung, namun aku mengikuti kompetisi
tersebut di bidang matematika. Pelatnas tahap 3 pun tiba, pelatnas kali ini fokus
kepada latihan, latihan, dan latihan. Tidak ada lagi penyampaian materi, hanya
latihan mengerjakan soal-soal sejenis soal IPhO dan latihan eksperimen. Harihari berlalu tidak disangka aku sudah berada di Estonia, di hari pengumuma aku
20
hanya mendapatkan Honorable Mention, kurang puas bagiku. Aku bertekad tahun
depan akan mendapatkan hasil yang lebih. Di samping itu, selang beberapa bulan,
tibalah aku di Belanda untuk mengikuti ICYS, disana aku mendapatkan Special
Prize dalam kategori “The Way of Presentation”.
Tahun berikutnya, aku sudah duduk di kelas 2 SMA, aku kembali mengikut
pelatnas dan lolos kembali sebagai wakil Indonesia dalam IPhO 2013 di Denmark.
Kali ini aku lebih berusaha. Alhasil aku mendapatkan medali perunggu. Tahun
depannya aku tidak lagi bisa mengikuti IPhO mengingat aku mengambil kelas
percepatan di SMA, sekarang aku sudah menjalani tahun ketigaku di ITB jurusan
Teknik Elektro. Namun kegiatan-kegiatan berbau kompetisi belum hilang
sepenuhnya dari hidupku. Tahun 2014 aku berhasil menjadi OSTW (Outstanding
Student for The World) sebagai kelanjutan dari presentasiku saat mengikuti
ICYS saat SMA. Dan sekarang aku juga menjadi pelatih di pelatnas IPhO tahap
ke 2 di Bandung.
“Keberhasilan diperoleh
keberuntungan”
dari
80%
usaha,
15%
kecerdasan,
dan
5%
21
Download