Uploaded by murdiantiyulia

Presentasi Penelitian Elektrolisa2003

advertisement
Pengaruh pH,
Konsentrasi Awal
Ammonia, dan Waktu
dalam Elektrolisa
Ammonia
Marta Retnoningsih L2C006069
Yulia Murdianti
L2C006115
Pembimbing:
Dr. Ir. Ratnawati, MT
Latar Belakang
• Amonia merupakan salah satu polutan yang
berbahaya.
• Pabrik pupuk, industri gasifikasi batu bara,
pertanian Limbah amonia
• Cara pengolahan limbah amoniamemiliki
keterbatasan
• Metode baruelektrolisa.
• Elektrolisa amonianitrogen dan hidrogenbahan
bakar fuel cells
Perumusan Masalah
Penelitian ini:
 Menggunakan Pt sebagai anoda dan stainless steel
sebagai katoda
 memberikan informasi tentang pengaruh waktu,
konsentrasi awal larutan amonia dan pH dalam
elektrolisa ammonia.
 digunakan larutan amonia  komposisi limbah sangat
kompleks
 Menjadi referensi untuk mengembangkan cara
pengolahan limbah amonia yang efektif.
Tujuan Penelitian
• Mengetahui pengaruh pH terhadap jumlah amonia
yang dapat dihilangkan
• Mengetahui pengaruh konsentrasi awal larutan
amonia terhadap jumlah amonia yang dapat
dihilangkan
• Mengetahui pengaruh waktu operasi terhadap
jumlah amonia yang dapat dihilangkan
Cara-cara Pengolahan Limbah
•
•
•
•
•
Air stripping
Breakpoint chlorination
Biotreatment
Ion exchange
Elektrolisa
Perbandingan Keuntungan dan Masalah Berbagai
Cara Pengolahan Limbah Ammonia
Teknologi
Denitrifikasi
Keuntungan
Masalah
Biotreatment
Dihasilkan gas nitrogen yang
tidak berbahaya, aplikasi
penggunaannya luas
Membutuhkan tempat
instalasi yang luas dan
waktu treatment lama.
Injeksi klorin pada titik
diskontinyu
Biaya konstruksi rendah dan
aplikasinya mudah.
Biaya treatment tinggi dan
menghasilkan
byproduct.
Ammonia stripping
Efektif untuk limbah dengan
konsentrasi tinggi.
Memungkinkan
penghilangan
ammonia, biaya
treatment tinggi.
Ion exchange
Efektif untuk limbah dengan
konsentrasi rendah.
Biaya konstruksi dan
treatment tinggi,
memerlukan
reprocessing larutan
limbah.
Elektrolisa Ammonia
►
Dalam unit elektrolisa, amonium diubah menjadi gas nitrogen menurut
reaksi:
Anoda : Oksidasi Amonia
2NH3 (g) + 6OH- (aq)  N2 (g) + 6H2O (l) + 6e-
Eo = -0,77 V /SHE
Katoda : Reduksi H2O
6H2O(l) + 6e-  3H2 (g) + 6OH-(aq)
Eo = -0,82 V/SHE
Reaksi Overall
2NH3 (l)  N2(g) + 3H2 (g)
Eo = 0,059 V
Dari penelitian Liang dan Liu (2008), pH yang tinggi
menyebabkan peningkatan oksidasi amonia.
Pada larutan amonia yang mengandung ion klorida, laju
penghilangan amonia lebih cepat.
Namun, dalam penelitian tersebut dihasilkan gas klorida yang
memerlukan treatment lebih lanjut.
Penelitian yang dilakukan oleh Zhou dan Cheng (2008) :
Konsentrasi amonia pada larutan >>> NH3(aq) yang
teradsorbsi pada permukaan elektroda >>>
Pada konsentrasi tertentu, adsorbsi amonia pada elektroda Pt
akan mencapai kondisi relatif jenuh.
Konsentrasi KOH >>> ammonia yang teroksidasi >>>

Menghasilkan hidrogen dengan kemurnian tinggi
yang dapat digunakan untuk fuel cell.

Alatnya mudah dioperasikan, mampu bekerja
kontinyu.

Menghemat tempat karena alat yang diperlukan
hanya memerlukan tempat minimal.

Mengurangi limbah sekunder. (Asano dkk., 2005)
Metodologi Penelitian
Bagan Rangkaian Alat
4
1
3
2
5
Keterangan :
1. Sumber arus DC
2. Tangki larutan
amonia
3. Pompa
4. Sel elektrolisa
5. Elektroda
Variabel Penelitian dan Respon
Variabel Berubah
•
pH (10, 12, 14)
•
Konsentrasi larutan NH4OH (0,01 M; 0,05 M; 0,1 M)
•
Waktu operasi (15 menit sampai 105 menit)
Variabel Tetap
•
Voltase sumber daya
=4V
•
Rapat arus
= 20 A/dm2
•
Volume reaksi total
= 1000 ml
•
Suhu reaksi
= 30oC
•
Bahan elektroda: Stainless steel (katoda), Pt (anoda)
•
Jarak antar elektroda
= 0,8 cm
•
Ukuran elektroda :
•
Panjang
= 13,7 cm
•
Lebar
= 10,7 cm
•
Tebal
=0,1 cm
Spesifikasi Pompa:
 Voltase
 Arus
 Debit
: 24 V
: 1 Ampere
: 0,25 GPM (0,95 lt/menit)
Respon yang Diamati
•
Konsentrasi NH3 sisa
Elektrolisa larutan amonia




Merangkai alat seperti pada gambar
Mencampurkan larutan amonia dengan konsentrasi
sesuai variabel percobaan sebanyak 1000 ml
dengan larutan KOH di dalam beaker glass sampai
pH tertentu.
Mengukur konsentrasi sisa NH3 dengan titrasi
dengan selang waktu 15 menit selama 105 menit.
Mencatat hasil pengukuran.
HASIL&PEMBAHASAN
Dengan semakin besar konsentrasi awal ammonia
(NH3(aq)), maka senyawa intermediet yang terbentuk juga
semakin banyak. Senyawa-senyawa intermediet ini
menempel dan mem-blocking situs aktif pada elektroda
Pt.
 Akibatnya, adsorbsi ammonia pada permukaan elektroda
akan terhambatjumlah ammonia yang hilang semakin
sedikit. (Zhou & Cheng, 2008)
Pengaruh pH
Kondisi alkali dapat menurunkan potensial oksidasi ammonia.
Hal ini ditunjukkan dalam persamaan Nernst :
Dengan menurunnya potensial oksidasi ammonia maka reaksi
oksidasi ammonia menjadi N2 semakin cepat terjadijumlah
ammonia yang hilang semakin banyak
Hasil ini sama dengan hasil penelitian sebelumnya oleh
Liang&Liu (2008) serta Zhou&Cheng (2008).
Pengaruh Waktu
Berkurangnya konsentrasi NH3 dengan bertambahnya waktu
sesuai dengan persamaan laju reaksi oksidasi NH3:
[NH3] = [NH3]o - k.t
Dari persamaan di atas , konsentrasi NH3 akan berkurang
dengan semakin besarnya waktu. Hasil ini sama dengan
hasil penelitian Khelifa dkk. (2003) serta Liang dan Liu
(2008).
 Semakin
tinggi pH larutan (semakin basa) maka
jumlah ammonia yang dapat dihilangkan
semakin besar
 Semakin
tinggi konsentrasi awal larutan
ammonia maka jumlah ammonia yang dapat
dihilangkan semakin kecil
 Semakin
lama waktu operasi elektrolisa, maka
jumlah ammonia yang dapat dihilangkan
semakin besar
Saran

Penentuan Titik Akhir Titrasi (TAT) harus
dilakukan secara teliti, agar diperoleh hasil
volume titran yang akurat

Pengaturan pH dengan menggunakan KOH
sebaiknya dilakukan secara hati-hati agar
pH larutan dapat tepat sesuai dengan
variabel
Daftar Pustaka
Asano, M., Nakamura, K., Katou, Y., Mizutani, H., and Ike, T., Decomposition System of Nitrogen Compounds in Waste
Water with Electrolysis, Mitsubishi Heacy Industries, Ltd. Technical Review, 1005, vol 42 No. 4.
Bonnin, E., Electrolysis of Ammonia Effluents: A Remediation Process with Co-generation of Hydrogen. Thesis the Fritz J.
and Dolores H. Russ College of Engineering and Technology of Ohio University, 2006, hal. 17-18.
Khelifa, A., Moulay, F., Hannane, F., Benslimene, S., Hecini, M., Application of an Experimental Design Method to Study The
Performance of Electrochlorination Cells. Desalination 160 (2004) 91-98.
Laciak, D., and Pez, G., Ammonia Separation Using Ion Exchange Polymeric Membranes and Sorbents, U.S. Patent
4,758,250, 1988.
Liang Li and Yan Liu, Ammonia Removal in Electrochemical Oxidation: Mechanism and Pseudo-kinetics, Journal of
Hazardous Materials, 2009, vol 161 hal. 1010-1016.
Matsko, T. N., Breakpoint Chlorination Control System, U.S. Patent 4,435,91, 1984.
Mulder, A., Waste Water Purification, U.S. Patent 4,384,956, 1983.
Reesema, N., Ion Exchange, U.S. Patent 3,793,193, 1974.
Rittstieg, K., Robra, K. H. and Somitsch, W., Aerobic Treatment of A Concentrated Urea Wastewater with Stimultaneous
Stripping of Ammonia, Appl Mikrobiol Biotechnol, 2001, vol 56 hal. 820-825.
Zhou, L. and Cheng, Y. F., Catalytic Electrolysis of Ammonia on Platinum in Alkaline Solution for Hydrogen Generation,
International Journal of Hydrogen Energy, 2008, vol 33 hal. 5897-5904.
Zibrida, J., Removal of Ammoia from Wastewater, U.S. Patent 4,689,156, 1987.
Download