Uploaded by User83380

M 5(Pancasila sbg Ideologi Negara)

advertisement
MODUL PENDIDIKAN PANCASILA
PANCASILA
SEBAGAI
IDEOLOGI
NEGARA
Fakultas
Program Studi
Ekonomi dan Bisnis
Manajemen
7
Tatap Muka
07
Kode MK
Disusun Oleh
90037
Udjiani Hatiningrum, SH., M Si
Abstract
Kompetensi
Sebagai Ideologi bangsa dan negara
Indonesia, Pancasila pada hakikatnya
suatu hasil perenungan atau pemikiran
seseorang atau sekelompok orang.
Pancasila diangkat dari nilai-nilai adatistiadat kebudayaan serta nilai religius
yang terdapat dalam pandangan hidup
masyarakat Indonesia.
Mahasiswa mampu memahami,
menjelaskan serta mengetahui
Pancasila sebagai Ideologi senantiasa
hidup, tahan uji dan fleksibel terhadap
perubahan jaman dari masa ke masa.
Karena nilai-nilai yang terkandung
dalam Pancasila merupakan nilai-nilai
yang tumbuh dan berkembang dalam
masyarakat dan bangsa Indonesia
sebagai Pandangan hidup dan
kepribadiannya maka menempatkan
Pancasila sebagai ideologi bangsa
sekaligus sebagai Ideologi Negara.
PANCASILA
SEBAGAI IDEOLOGI NEGARA
A. Pengertian Ideologi
B. Pancasila dan Ideologi Dunia.
C. Pancasila dan Agama.
A. Pengertian Ideologi
Secara etimologi istilah ideologi berasal dari kata idea yang berarti gagasan, konsep,
pengertian dasar, cita-cita, dan logos yang berarti Ilmu dan kata idea berasal dari bahasa
yunani eidos yang artinya bentuk. Di samping itu ada kata idein yang artinya melihat. Maka
secara harfiah, ideologi adalah ilmu atau pengertian-pengertian dasar. Dalam pengertian
sehari-hari, ide disamakan artinya dengan cita-cita. Cita-cita yang dimaksud adalah cita-cita
yang bersifat tetap yang harus dicapai, sehingga cita-cita yang bersifat tetap itu sekaligus
merupakan dasar, pandangan atau faham. Sedangkan secara terminologi, menurut
Soerjanto Poespowardjojo, ideologi adalah suatu pilihan yang jelas dan membawa
komitmen untuk mewujudkannya. Ideologi dapat juga diartikan suatu kumpulan konsep
bersistem yang dijadikan asas, pendapat (kejadian) yang memberikan arah tujuan untuk
kelangsungan hidup. Secara harfiah, ideologi berarti ilmu pengetahuan tentang ide-ide (the
sciene of ideas), atau ajaran tentang pengertian-pengertian dasar.
Pengertian Ideologi secara umum adalah suatu kumpulan gagasan, ide, keyakinan serta
kepercayaan yang bersifat sistematis yang mengarahkan tingkah laku seseorang dalam
berbagai bidang kehidupan seperti:
1. Bidang politik, termasuk bidang hukum, pertahanan dankeamanaan.
2. Bidang sosial
3. Bidang kebudayaan
4. Bidang keagamaan
Ideologi pada dasarnya merupakan ide atau gagasan yang dilemparkan atau ditawarkan ke
tengah-tengah arena perpolitikan. Oleh karena itu, ideologi harus disusun secara sistematis
agar dapat diterima oleh warga masyarakat secara rasional. Sebagai ide yang hendak
2015
2
PENDIDIKAN PANCASILA
Udjiani Hatiningrum
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
mengatur tertib hubungan masyarakat, maka ideologi biasanya menyajikan penjelasan dan
visi mengenai kehidupan yang hendak diwujudkan. Dari pengertian Ideologi ini, dapat ditarik
kesimpulan bahwa dalam konsep ideologi terkandung hal-hal sebagai berikut:
a. Berisi prinsip-prinsip hidup berbangsa dan bernegara.
b. Menjadi dasar hidup berbangsa dan bernegara.
c. Memberikan arah dan tujuan dalam hidup berbangsa dan bernegara.
Ideologi negara dalam arti cita-cita negara atau cita-cita yang menjadi dasar bagi suatu
sistem kenegaraan untuk seluruh rakyat dan bangsa yang bersangkutan. Ideologi dimaknai
sebagai keseluruhan pandangan, cita-cita, nilai, dan keyakinan yang ingin mereka wujudkan
dalam kenyataan hidup yang nyata. Fungsi ideologi adalah membentuk identitas atau ciri
kelompok atau bangsa. Sebagai ideologi negara, Pancasila berfungsi untuk menggerakkan
masyarakat yakni untuk membangun bangsa dengan berbagai usaha yang meliputi semua
bidang kehidupan. Pancasila tidak menentukan secara apriori sistem ekonomi dan politik,
tetapi sistem apa pun yang dipilih harus mampu menyalurkan aspirasi utama tersebut.
Pengertian ideologi Pancasila pada hakikatnya bukan hanya merupakan suatu hasil
perenungan atau pemikiran seseorang atau kelompok seperti ideologi-ideologi lain di dunia.
Pancasila diambil dari nilai-nilai luhur budaya dan nilai religius bangsa Indonesia. Pancasila
berkedudukan sebagai ideologi bangsa dan negara. Dengan demikian, Pancasila sebagai
ideologi bangsa dan negara Indonesia berakar pada pandangan hidup dan budaya bangsa
dan bukannya mengangkat atau mengambil ideologi dari negara lain. Pengertian Ideologi
Pancasila adalah kumpulan nilai/norma yang meliputi sila-sila Pancasila. Sebagai Ideologi
bangsa dan negara Indonesia, Pancasila pada hakikatnya suatu hasil perenungan atau
pemikiran seseorang atau sekelompok orang. Pancasila diangkat dari nilai-nilai adat-istiadat
kebudayaan serta nilai religius yang terdapat dalam pandangan hidup masyarakat
Indonesia.
Ideologi nasional bangsa Indonesia tercermin dan terkandung dalam Pembukaan
Undang-Undang Dasar 1945, yaitu:
a. Alinea pertama, terkandung motivasi dan dasar pembenaran perjuangan bangsa
(“…kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan
diatas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan
perikeadilan “).
b. Alinea kedua, mengandung cita-cita bangsa Indonesia (“…negara Indonesia yang
merdeka, bersatu, berdaulat adil dan makmur”).
c. Alinea ketiga, mengandung makna adanya petunjuk dan tekad mewujudkan
kehidupan bangsa yang merdeka. (“atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa dan
2015
3
PENDIDIKAN PANCASILA
Udjiani Hatiningrum
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
dengan didorongkan oleh keinginan luhur, supaya berkehidupan kebangsaan yang
bebas, maka rakyat Indonesia menyatakan dengan ini kemerdekaannya”)
d. Alinea keempat, mengandung tujuan negara, tugas negara, penyusunan UndangUndang Dasar 1945, bentuk susunan negara yang berkedaulatan rakyat, dan dasardasar Pancasila (“…Pemerintah Negara Indonesia yang dilindungi segenap bangsa
Indonesia dan …serta dengan mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat
Indonesia”)
Pancasila memenuhi persyaratan sebagai Ideologi, karena Pancasila tersebut memuat
ajaran, doktrin, teori dan atau ilmu tentang cita-cita (ide) bangsa Indonesia yang diyakini
kebenarannya dan disusun senara sistematis serta diberi petunjuk pelaksanaannya.
Berdasarkan sifatnya Ideologi, Pancasila bersifat terbuka yang berarti senantiasa
mengantisifasi
perkembangan
aspirasi
rakyat
sebagai
pendukung
ideologi
serta
menyesuaikan dengan perkembangan jaman. Ideologi Pancasila senantiasa merupakan
wahana bagi tercapainya tujuan bangsa. Meskipun Pacasila memiliki watak sebagai ideologi
terbuka, harus diakui bahwa Pancasila pernah dijadikan sebagai Ideologi Tertutup.
IDEOLOGI TERBUKA

Ciri khas

IDEOLOGI TERTUTUP
Nilai-nilai dan cita-cita digali

Nilai-nilai
dan
cita-cita
dari kekayaan adat-istiadat,
dihasilkan dari pemikiran
budaya
individu atau kelompok
dan
religius
masyarakatnya.
yang berkuasa dan
Menerima reformasi
masyarakat berkorban
demi ideologinya.

Menolak reformasi.

Masyarakat harus taat
Hubungan
Penguasa bertanggung jawab
Rakyat dan
pada masyarakat sebagai
kepada ideologi elite
Penguasa
pengemban amanah rakyat.
penguasa.

Totaliter.
Bertolak dari ciri-ciri di atas, bisa dikatakan bahwa Pancasila memenuhi semua persyaratan
sebagai Ideologi Terbuka. Hal ini dijelaskan:
1. Pancasila adalah pandangan hidup yang berakar pada kesadaran masyarakat
Indonesia.
2015
4
PENDIDIKAN PANCASILA
Udjiani Hatiningrum
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
2. Isi Pancasila tidak langsung operasional artinya kelima nilai dasar Pancasila itu
berfungsi sebagai acuan dan dapat ditafsirkan untuk mencari implikasinya dalam
kehidupan nyata.
3. Pancasila bukan ideologi yang memperkosa kebebasan dan tanggung jawab
masyarakat.
4. Pancasila juga bukan ideologi totaliter dan
5. Pancasila menghargai pluralitas.
B. Pancasila dan Ideologi Dunia
Pancasila.
Pancasila berasal dari bahasa sansekerta yaitu panca berarti lima dan sila berarti
prinsip atau asas. Lima sendi utama penyusun Pancasila adalah Ketuhanan Yang Maha
Esa, kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indonesia, kerakyatan yang dipimpin
oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, dan keadilan sosial bagi
seluruh rakyat Indonesia.
Pancasila sebagai dasar Negara, ideologi nasional , dan falsafah pandangan hidup
bangsa Indonesia ditetapkan berdasarkan Tap MPR Nomor XVII tahun 1998. Sebagai
ideologi bangsa, Pancasila harus tersosialisasi dalam bentuk ajaran atau doktrin yang
mengandung nilai-nilai dasar, nilai instrumental, dan nilai praktis. Ajaran atau doktrin ini
harus memiliki platform yang jelas mengenai ekonomi Pancasila yang rumusannya secara
ilmiah maupun kebijakan serta strateginya di strata pemerintahan sudah mengandung nilai
Pancasila. Ideologi Pancasila sangat mempengaruhi kearah mana bangsa ini diarahkan,
bagaimana diarahkan, dan apa tujuannya.
Ideologi berasal dari kata idea, yang artinya gagasan. Kata “logi” yang berasal dari
bahasa Yunani logos yang artinya pengetahuan. Jadi, Ideologi mempunyai arti pengetahuan
tentang gagasan-gagasan, pengetahuan tentang ide-ide, science of ideas atau ajaran
tentang pengertian-pengertian dasar. Dalam pengertian sehari-hari menurut Kaelan „idea‟
disamakan artinya dengan cita-cita. Istilah Ideologi pertama kali dikemukakan oleh Destutt
de Tracy seorang Perancis pada tahun 1796. Menurut Tracy ideologi yaitu „science of ideas’,
suatu program yang diharapkan dapat membawa perubahan institusional dalam masyarakat
Perancis.
Pancasila sebagai sebuah ideologi bukanlah sekedar susunan kalimat yang tersusun
dalam 5 (lima) poin. Pancasila merupakan buah pemikiran panjang dan kompleks demi
menghasilkan sebuah landasan dan dasar negara yang sederhana dan efisien serta mudah
dipahami oleh masyarakat umum. Di balik kesederhanaan itu, Pancasila memiliki tujuan
yang penting bagi stabilitas kehidupan birokrasi dan kemasyarakatan di Negara Kesatuan
2015
5
PENDIDIKAN PANCASILA
Udjiani Hatiningrum
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
Republik Indonesia (NKRI) dalam kaitanya dengan Pancasila sebagai ideologi negara.
Setiap sila dalam pancasila memiliki tujuan dan maksud. Dari 5 (lima) sila yang ada
termuat 4 tujuan utama Pancasila sebagai Ideologi Negara, yakni:
1. Mempersatukan bangsa Indonesia ditengah latar belakang bangsa ini yang majemuk
baik dalam hal suku, ras, agama, bahasa, dan budaya.
Tujuan ini tersirat di dalam sila pertama dan
dan sila ketiga. Sila pertama,
“Ketuhanan Yang Maha Esa”, secara tegas bermaksud menyatakan bahwa Keesaan
Tuhan yang di sembah oleh bangsa Indonesia, dengan jelas kita menangkap tujuan
sila ini adalah mempersatukan keberagaman Agama di bawah payung Ketuhanan
Yang Maha Esa. Sedangkan sila ke-3, “Persatuan Indonesia” bertujuan untuk
mempersatukan kebhinekaan suku, ras, dan budaya.
2. Menciptakan nuansa hukum dan peradilan yang jujur, bijaksana serta menjunjung
tinggi kemanusiaan dan keadilan sosial.
Tujuan ini tersirat di dalam sila ke-2 dan sila ke-5. Sila ke dua “Kemanusiaan yang
adil dan beradab” serta sila ke-5 “keadilan sosial bagi seluruh bangsa Indonesia”
menyiratkan bahwa pancasila secara tegas menjunjung tinggi Hak Asasi Manusia
sebagai landasan hukum di wilayah NKRI, oleh karena itu segala perundangperundangan serta peraturan-peraturan yang dikeluarkan oleh pemerintah haruslah
dilandasi oleh Pancasila.
3. Menegaskan fungsi pemerintah sebagai perwakilan rakyat sehingga segalah
kebijakan yang dibuat pemerintah harus melalui proses yang demokratis .
Hal ini termuat di dalam sila yang ke-4 “Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat
kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan ”.
4. Melandasi segala aspek kehidupan masyarakat demi menciptakan masyarakat
majemuk yang harmonis dan bertoleransi tinggi.
Tujuan ini dipertegas oleh sila ke-3 serta sila ke-5.
Ideologi Pancasila ini dijadikan sebagai pandangan hidup bagi bangsa Indonesia dalam
mengembangkan negara Indonesia dalam berbagai aspek. Dengan ideologi inilah bangsa
Indonesia bisa mencapai kemerdekaan dan bertambah maju baik dari potensi sumber daya
alam maupun sumber daya manusianya.
Pancasila sebagai ideologi memiliki karakter utama sebagai ideologi nasional. Ia adalah
cara pandang dan metode bagi seluruh bangsa Indonesia untuk mencapai cita-citanya, yaitu
masyarakat yang adil dan makmur. Pancasila adalah ideologi kebangsaan karena ia digali
dan dirumuskan untuk kepentingan membangun negara bangsa Indonesia. Permasalahan
tentang Ideologi Pancasila bukan hanya sebuah permasalahan yang berkadar kefilsafatan
2015
6
PENDIDIKAN PANCASILA
Udjiani Hatiningrum
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
karena bersifat cita-cita dan normatif namun juga
bersifat praksis karena menyangkut
operasionalisasi dan strategi. Hal ini karena ideologi Pancasila juga menyangkut hal-hal
yang mendasarkan suatu ajaran yang menyeluruh tentang makna dan nilai-nilai hidup,
ditentukan secara kongkrit bagaimana manusia harus bertindak.
Ideologi Dunia.
Pentingnya ideologi bagi suatu negara juga terlihat dari fungsi ideologi itu sendiri.
Adapun fungsi ideologi adalah membentuk identitas atau ciri kelompok atau bangsa.
Ideologi memiliki kecenderungan untuk memisahkan kita dari mereka. Ideologi berfungsi
mempersatukan sesama kita. Apabila dibandingkan dengan agama, agama berfungsi juga
mempersatukan orang dari berbagai pandangan hidup bahkan dari berbagai ideologi.
Sebaliknya ideologi mempersatukan orang dari berbagai agama. Oleh karena itu ideologi
juga berfungsi untuk mengatasi berbagai pertentangan (konflik) atau ketegangan sosial.
Dalam hal ini ideologi berfungsi sebagai pembentuk solidaritas (rasa kebersamaan) dengan
mengangkat berbagai perbedaan ke dalam tata nilai yang lebih tinggi. Fungsi pemersatu itu
dilakukan dengan menyatukan keseragaman ataupun keanekaragaman, misalnya dengan
memakai semboyan kesatuan dalam perbedaan dan perbedaan dalam kesatuan.
Semua bangsa pasti memiliki ideologi masing-masing, seperti halnya bangsa Amerika
Serikat pasti memiliki ideologi, tetapi tidak bernama. Ketika Republik Rakyat China lahir, Dr
Sun Yat Sen menamakan ideologi mereka San Min Chu I. Kemudian, Ideologi Jepang
bernama Tenno Koodo Seishin. Hitler mendirikan Jermania dengan ideologi Nasional
Sosialisme, dan Lenin mendirikan Uni Soviet dengan ideologi Marxisme Leninisme
(komunisme). Di Indonesia, pada masa Orde Baru Pancasila sangat dikeramatkan dan
disakralkan oleh pemerintah yang saat itu amat mendominasi segala aspek kehidupan
bangsa sehingga ideologi ini menjadi hegemoni. Ideologi yang menjadi hegemoni akan
lenyap bersamaan dengan jatuhnya suatu rezim. Mengamalkan ideologi seperti pada era
Orde Baru dapat membahayakan ideologi itu sendiri. Saat ini pada era reformasi, dapat
dirasakan bahwa sebagian masyarakat telah mengidentikan Pancasila dengan Orde Baru.
Dalam perkembangannya di dunia dapat kita temukan 6 prinsip dasar ideologi. 6 prinsip
ideologi tersebut adalah :
1. Paham Liberalisme
2. Paham Konservatisme
3. Paham Sosialisme
4. Paham Komunisme
5. Paham Fasisme
6. Paham Fundalisme
2015
7
PENDIDIKAN PANCASILA
Udjiani Hatiningrum
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
Paham Liberalis:
Ideologi Liberalis adalah suatu ajaran yang diyakini kebenarannya untuk mengatur
tingkah laku yang menonjolkan kebebasan individu.
Ciri-ciri
ideologi
liberalisme
(Sumber:
https://taniosutrisno.wordpress.com/2013/01/28/perbedaan-ideologi-komunis-liberal-danpancasila/, diakses: 7/4/2015):
1. Demokrasi merupakan bentuk pemerintahan yang lebih baik
2. Anggota masyarakat memiliki kebebasan intelektual penuh, termasuk kebebasan
berbicara, kebebasan beragama dan kebebasan pers.
3. Pemerintah hanya mengatur kehidupan masyarakat secara terbatas. Keputusan
yang dibuat hanya sedikit untuk rakyat sehingga rakyat dapat belajar membuat
keputusan diri sendiri.
4. Kekuasaan dari seseorang terhadap orang lain merupakan hal yang buruk.
5. Semua masyarakat dikatakan berbahagia apabila setiap individu atau sebagian
terbesar individu berbahagia.
6. Hak-hak tertentu yang tidak dapat dipindahkan dan tidak dapat dilanggar oleh
kekuasaan manapun.
Lahirnya liberalisme untuk pertama kalinya dikobarkan oleh kaum Borjuis, Prancis pada
abad ke-18 sebagai reaksi protes terhada kepincangan yang telah berakar lama di Prancis.
Sebagai akibat warisan sejarah masa lampau di Prancis yang memisahkan dan
membedakan hak dan kewajiban antar golongan. Golongan I dan II memiliki berbagai hak
tanpa kewajiban sedangkan golongan III yang tanpa hak dan penuh dengan kewajiban. Ada
tiga hal yang mendasar dari Ideologi Liberalisme yakni Kehidupan, Kebebasan dan Hak
Milik (life, liberty and property).
Di bawah ini, adalah nilai-nilai pokok yang bersumber dari tiga nilai dasar Liberalisme
tadi:
-
Kesempatan yang sama.
-
Pemerintah harus mendapat persetujuan dari yang diperintah(rakyat).
-
Fungsi Negara adalah untuk membela dan mengabdi pada rakyat.
-
Yang menjadi pemusatan kepentingan adalah individu.
-
Negara hanyalah alat. Negara itu sebagai suatu mekanisme yang digunakan untuk
tujuan-tujuan yang lebih besar dibandingkan negara itu sendiri.
-
Dalam liberalisme tidak dapat menerima ajaran dogmatism. Hal ini disebabkan
karena pandangan filsafat dari John Locke (1632 – 1704) yang menyatakan bahwa
semua pengetahuan itu didasarkan pada pengalaman. Dalam pandangan ini,
kebenaran itu adalah berubah.
2015
8
PENDIDIKAN PANCASILA
Udjiani Hatiningrum
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
Tokoh-tokoh dalam paham Liberalisme :

Marthin Luther 91517) dalam Reformasi Agama:
Pada saat itu agama dibawah kepemimpinan gereja sangat membatasi individu
bahkan dalam hal ilmu pengetahuan, membuat individu merasa terkekang.

John Locke dan Hobbes; konsep State of Nature yang berbeda:
Hobbes (1588 – 1679) berpendapat bahwa individu pada dasarnya jelek(egois),
namun karena adanya keinginan untuk hidup damai maka mereka membentuk
perjanjian dan hak-hak tertentu yang melibatkan pihak ketiga (penguasa).
John Locke (1632 – 1704) berpendapat bahwa pada dasarnya individu baik namun
karena adanya rasa kesenjangan harta menyebabkan perasaan takut haknya
terampas orang lain maka melibatkan pihak ketiga (penguasa) untuk membuat
perjanjian dan hak-hak.

Adam Simth (1723-1790):
Adam Smith berpendapat bahwa segala kekuatan ekonomi seharusnya diatur oleh
kekuatan pasar dimana kedudukan manusia sebagai individulah yang diutamakan,
begitu pula dalam politik.
Negara-negara yang menganut paham liberalism di antaranya :
Beberapa negara di Benua Amerika yang menganut ideologi liberalisme adalah Amerika
Serikat, Argentina, Bolivia, Brazil, Cili, Cuba, Kolombia, Ekuador, Honduras, Kanada,
Meksiko, Nikaragua, Panama, Paraguay, Peru, Uruguay dan Venezuela. Sekarang ini,
kurang lebih liberalisme juga danut oleh negara Aruba, Bahamas, Republik Dominika,
Greenland, Grenada, Kosta Rika, Puerto Rico dan Suriname. Masih banyak lagi negaranegara yang menganut Ideologi Liberalisme di benua lainnya.
Penerapan paham Liberalisme di Indonesia:
Penerapan paham Liberalisme di Indonesia terjadi pada era 1950-1959 saat berlakunya
Undang-Undang Sementara 1950 di bawah kepemimpinan Presiden Soekarno dengan
menganut sistem kabinet parlementer. Periode ini berlangsung dari 17 Agustus 1950 sampai
5 Juli 1959. Pada masa ini diwarnai dengan banyaknya pergantian kabinet, di antaranya :
2015

1950-1951 – Kabinet Natsir

1951-1952 – Kabinet Sukiman-Suwirjo

1952-1953 – Kabinet Wilopo

1953-1955 – Kabinet Ali Sastroamidjojo I

1955-1956 – Kabinet Burhanuddin Harahap
9
PENDIDIKAN PANCASILA
Udjiani Hatiningrum
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id

1956-1957 – Kabinet Ali Sastroamidjojo II

1957-1959 – Kabinet Djuanda
Dengan adanya ketidakstabilan kabinet hal ini menandakan bahwa paham Liberalisme tidak
sesuai dengan negara Indonesia. Hal ini terbukti dengan adanya dampak-dampak berikut :
1. Karena kabinet mengalami perubahan yang sering, maka pembangunan tidak
berjalan lancar. Pada akhirnya masing-masing partai lebih memperhatikan
kepentingan partai atau golongan.
2. Tidak memunculkan partai yang dominan, sehingga presiden bersikap di antara
banyak partai pula.
3. Dengan banyaknya partai, tidak ada badan yudikatif dan eksekutif yang kuat.
4. Memunculkan pemberontakan di berbagai daerah (APRA, RMS, DI/TII).
5. Krisis kepercayaan rakyat pada pemerintahan.
Ketidakstabilan kabinet itu terjadi tentu saja karena pada saat itu terlalu banyak suara rakyat
dalam organisasi massa yang ingin tampil karena memberlakukan negara sebagai alat saja
sebagaimana berdasarkan nilai-nilai pokok yang bersumber dari tiga nilai dasar Liberalisme
yang telah dijelaskan diatas namun mengesampingkan nilai bahwa ideologi bukan hanya
sebagai pelembagaan ide tapi sekaligus juga praktek material.
Paham Konservatisme:
Konservatisme adalah paham politik yang ingin mempertahankan tradisi dan stabilitas
sosial, melestarikan pranata yang sudah ada, menghendaki perkembangan setapak demi
setapak, serta menentang perubahan yang radikal. Singkatnya konservatisme adalah
paham yang mendukung nilai-nilai tradisional. Pada masa Revolusi Perancis pada 1789
konservatisme mulai muncul sebagai suatu sikap atau alur pemikiran yang khas. Banyak
orang yang mengusulkan bahwa bangkitnya kecenderungan konservatif sudah terjadi lebih
awal, pada masa-masa awal Reformasi.
Ciri-ciri ajaran ideologi konservatisme :

Lebih mementingkan lembaga-lembaga kerajaan atau agama.

Agama dipandang
sebagai kekuatan utama disamping upaya pelestarian tradisi
dan kebiasaan dalam tata kehidupan masyarakat.

Lembaga-lembaga yang sudah mapan seperti keluarga, gereja, dan negara
semuanya dinaggap suci.

Menentang radikalisme dan skeptisisme.
Tokoh yang sangat berpengaruh dalam paham konservatisme yaitu :

Edmund Burke (1729-1797) gigih mengajukan argumen menentang Revolusi
Perancis, juga bersimpati dengan sebagian dari tujuan-tujuan Revolusi Amerika.
2015
10
PENDIDIKAN PANCASILA
Udjiani Hatiningrum
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
Burke mengembangkan gagasan-gagasan ini sebagai reaksi terhadap gagasan
‘tercerahkan’ tentang suatu masyarakat yang dipimpin oleh nalar yang abstrak.
Negara yang pernah menganut ideologi konservatisme adalah Inggris, Kanada, Bulgaria,
Denmark, Hongaria, Belanda, Swedia.
Penerapan paham Konservatisme di Indonesia:
Indonesia
memang
belum
pernah
mengalami
masa
pemerintahan
dengan
menggunakan paham konservatisme namun paham konservatisme dapat kita cium juga
keberadaannya di Indonesia pada beberapa partai-partai politik atau organisasi masyarakat
yang ada. Beberapa dari partai politik atau ormas tersebut dilandasi oleh sebuah agama
seperti PPP, PBB, PAN, PKS, Partai Kristen Indonesia (PARKINDO), Partai Kristen
Demokrat (PKD) atau ormas seperti NU dan Muhammadiyyah adalah bentuk-bentuk contoh
bahwa paham konservatis pun berkembang di Indonesia. Orang-orang islam akan lebih
condong kepada partai-partai Islam begitupun dengan orang-orang dari agama lain.
Banyaknya aliran para mujahid juga menandakan bahwa paham konservatisme sedang
berkembang di Indonesia. Namun sejatinya Indonesia adalah negara yang kaya budaya dan
agama. Paham konservatis tidak cocok dan sangat beresiko untuk diterapkan di Indonesia.
Ada 6 agama resmi yang diakui Indonesia, belum lagi banyaknya aliran-aliran kepercayaan
yang makin berkembang menyebabkan paham konservatis hanya sebatas menjadi paham
untuk partai politik ataupun organisasi massa.
Paham Sosialis:
Sosialisme adalah paham yang menghendaki segala sesuatu harus diatur bersama dan
hasilnya dinikmati bersama-sama. Dengan kata lain sosialisme adalah paham yang
menghendaki kemakmuran bersama.
Awal sosialisme yang muncul pada bagian pertama abad ke-19 dikenal sebagai sosialis
utopia. Sosialisme ini lebih didasarkan pada pandangan kemanusiaan (humanitarian). Ini
berawal dari pergolakan kaum buruh industri dan buruh tani pada abad ke-19 hingga awal
abad ke-20 berdasarkan prinsip solidaritas. Sekalipun gerakan-gerakan yang dinamakan
sosialisme (gerakan yang memprotes terhadap kepincangan yang ada dalam masyarakat)
telah lama muncul, namun istilah sosialisme baru pertama kali dipakai tahun 1827 dalam
majalah perkoperasian oleh Robert Owen.
Ciri-ciri paham sosialisme :

Menciptakan masyarakat sosialis yang dicita-citakan dengan kejernihan dan
kejelasan argument, bukan dengan cara-cara kekerasan dan revolusi.

2015
Permasalahan seyogyanya diselesaikan dengan cara demokratis.
11
PENDIDIKAN PANCASILA
Udjiani Hatiningrum
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
Tokoh-tokoh pencetus paham sosialisme adalah :

Karl Marx (1818-1883): Pelopor utama gagasan “sosialisme ilmiah”.

FredericH Engels (1820-1895): Bersama Karl Marx menulis buku Communist
Manifesto, buku yang akhirnya menjadi bacaan dunia.
Nama-nama penting lain dalam Ideologi Sosialisme adalah C.H. Saint Simon (1760-1825),
F.M Charles Fourier (1772-1837), EtinneCabet (1788-1856), Wilhelm Weiling (1808-1871),
dan Louis Bland (1811-1882).
Negara yang menganut paham sosialisme adalah negara-negara di Eropa Barat serta Kuba
dan Venezuela.
Penerapan paham sosialisme di Indonesia:
Di tahun 1890 kekuasaan kolonial Hindia-Belanda dikejutkan dengan ajaran Kyai Samin,
alias Soeratniko yang berprofesi sebagai petani di Blora. Ajaran Kyai Samin tersebut
berdasarkan atas hak milik kolektif dan cara-cara pengolahan sawah secara kolektif, dan
gotong royong, dilengkapi dengan aturan pembagian hasil menurut keperluan dan keadilan.
Bung Karno pun pernah menciptakan sistem sosialisme di Indonesia yaitu Marhaenisme.
Marhaenisme adalah cara perjuangan yang revolusioner sesuai dengan watak kaum
marhaen pada umumnya. Menurut Bung Karno Marhaenisme cocok untuk diterapkan di
Indonesia karena merupakan jalan menuju cara perjuangan kepada hilangnya kapitalisme,
imperialisme, dan kolonialisme yang terjadi pada saat itu. Dimana tujuan tersebut
merupakan watak Pancasila.
Namun karena dalam paham sosialisme ini terdapat nilai-nilai yang merupakan dasar
pemikiran komunis maka paham ini tidak cocok dikembangkan di Indonesia. Karena akan
mengarahkan individual jauh dari kebebasan yang bertanggung jawab yang dapat merusak
rasa persatuan dan kesatuan kita sebagai bangsa yang majemuk.
Paham Komunis:
Ideologi komunis adalah suatu ajaran yang didasarkan atas paham sama rata sama rasa
dan telah diyakini kebenarannya.
Ciri-ciri ideologi komunis, adalah sebagai berikut:
-
Bidang politik: politik bersifat tertutup hanya ada satu partai yang berkuasa yaitu
partai komunis, rakyat hanya sebagai objek negara.
-
Bidang ekonomi: sistem ekonomi yang diterapkan adalah sistem ekonomi etatisme.
-
Bidang sosial budaya: tidak percaya adanya Tuhan, masyarakat hanya mengenal
satu kelas sosial.
Paham ideologi komunis adalah bentuk perkembangan dari paham sosialisme dan
merupakan sebuah koreksi terhadap paham kapitalisme di awal abad ke-19. Paham
2015
12
PENDIDIKAN PANCASILA
Udjiani Hatiningrum
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
komunisme adalah paham yang merupakan sebagai bentuk reaksi atas perkembangan
masyarakat kapitalis yang merupakan produk masyarakat liberal. Mereka itu mementingkan
individu pemilik dan mengesampingkan buruh.
Salah satu doktrin komunis adalah the permanent atau continuous revolution (revolusi terusmenerus). Komunisme memang memprogramkan tercapainya masyarakat yang makmur,
masyarakat komunis tanpa kelas, semua orang sama. Namun, untuk menuju ke sana, ada
fase diktator proletariat yaitu membersihkan kelas-kelas lawan komunisme, khususnya tuantuan tanah dan kapitalis.
Penganut paham ini berasal dari Manifest der Kommunistischen yang ditulis oleh Karl
Marxdan Friedrich Engles, sebuah manifesto politik yang pertama kali diterbitkan pada 21
Febuari 1848 teori mengenai komunis sebuah analisis pendekatan kepada perjuangan kelas
(sejarah dan masa kini) dan ekonomi kesejahteraan yang kemudian pernah menjadi salah
satu gerakan yang paling berpengaruh dalam dunia politik.
Komunisme sebagai ideologi mulai diterapkan saat meletusnya Revolusi Bolshevik di Rusia
tanggal 7 November 1917. Sejak saat itu komunisme diterapkan sebagai sebuah ideologi
dan disebarluaskan ke negara lain.
Tokoh-tokoh paham komunisme:
-
Karl Marx (1818-1883)
-
Frederich Engels (1820-1895)
Berdasarkan pemikiran dasar kedua tokoh diatas lalu munculah paham komunis yang
diciptakan oleh Karl Heinrich Marx (Trier, Jerman, 5 Mei 1818 – London, 14 Maret 1883)
adalah seorang filsuf, pakar ekonomi politik dan teori kemasyarakatan dari Prusia.
Negara-negara yang menganut paham komunisme:
Uni Soviet adalah negara yang menganut paham komunisme namun bubar pada tahun
1991. Pada tahun 2005 negara yang masih menganut paham komunisme adalah Tiongkok,
Vietnam, Korea Utara, Laos dan Kuba.
Penerapan paham komunis di Indonesia:
Indonesia pernah menjadi salah satu kekuatan besar komunisme dunia. Kelahiran PKI
pada tahun 1920an adalah kelanjutan fase awal dominasi komunisme di negara tersebut,
bahkan di Asia.
Setelah Dekrit Presiden pada 5 Juli 1959, politik luar negeri Indonesia cenderung lebih
condong ke Blok Timur (Blok Komunis). Mengapa seperti itu? Karena Indonesia lebih
banyak melakukan kerja sama dengan negara komunis seperti Uni Soviet, Kamboja,
Vietnam, RRC, maupun Korea Utara. Berikut ini adalah langkah-langkah politik luar negeri
Indonesia pada masa Demokrasi Terpimpin: Presiden Soekarno menyampaikan pandangan
2015
13
PENDIDIKAN PANCASILA
Udjiani Hatiningrum
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
politik dunia yang berlawanan, yaitu OLDEFO (Old Established Forces), dan NEFO (New
Emerging Forces), Indonesia membentuk Poros Jakarta-Peking dan Poros JakartaPhnompenh-Hanoi-Peking-Pyongyang yang membuat Indonesia termasuk dalam Negara
Blok Timur, Konfrontasi dengan Malaysia yang berujung dengan keluarnya Indonesia dari
PBB.
Di Indonesia perubuhan komunisme terjadi dengan insiden berdarah dan dilanjutkan
dengan pembantaian yang banyak menimbulkan korban jiwa. Dan tidak berakhir disana,
para tersangka pengikut komunisme juga diganjar eks-tapol oleh pemerintahan orde baru
dan mendapatkan pembatasan dalam melakukan ikhtiar hidup mereka. Hal ini menandakan
paham komunis sangat tidak cocok di Indonesia.
Paham Fasisme:
Fasisme merupakan produk ideologi-ideologi yang ingin melawan kaidah-kaidah
moralitas yang diturunkan kepada umat manusia melalui agama, dan menggantikannya
dengan budaya pagan yang rasis, haus darah dan kejam. Dalam menelaah sumbar-sumber
fasisme kita perlu melihat sejarah Eropa dimana sejarah Eropa terbagi menjadi 3 periode :

Periode pra-Kristen (periode pagan/agama poliestik) : memandang kekerasan
sebagai bentuk yang sakral dikarenakan tingginya penghormatan terhadap dewa
perang.
Penganut budaya pagan hidup dalam perang terus menerus dan membunuh
dianggap sebagai kewajiban suci. Dari budaya pagan inilah yang nantinya
melahirkan paham fasisme.

Periode ketika agama Kristen meraih dominasi budaya di Eropa.

Periode pasca-Kristen (periode matrealistis)
Disebut pasca-Kristen karena saat ini meskipun agama Kristen masih menjadi agama
mayoritas di Eropa namun bukan lagi aspek dominan dalam budaya Eropa.
Dari ketiga periode diatas fasisrme terjadi pada periode pertama dan ketiga. Fasisme
tidak berlangsung dalam periode kedua dikarenakan pada saat itu Kristen mendominasi
Eropa dengan ajaran yang penuh kedamaian, cinta kasih dan persamaan hak. Pondasi
fasisme dibangun oleh sejumlah pemikir Eropa berdasarkan budaya pagan tersebut pada
abad ke-19, dan dipraktikkan pada abad ke-20 oleh negara-negara seperti Italia dan
Jerman.
Ciri-ciri
fasisme
adalah
sebagai
berikut
(Sumber:http://sejarahnasionaldandunia.blogspot.com/2014/01/6-ciri-paham-fasisme.html,
diakses: 7/4/2015):
1. Tidak rasional
2015
14
PENDIDIKAN PANCASILA
Udjiani Hatiningrum
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
Fasisme menonjolkan sifat-sifat manusia yang tidak rasional. Dalam soal ras dan
pemimpin adalah masalah tabu untuk dipersoalkan atau didiskusikan secara kritis.
Hal ini tentu berbeda dengan prinsip-prinsip negara demokrasi yang tidak mengenal
persoalan tabu apapun, karena semua hal dapat dipersoalkan bahkan ditentang.
2. Tidak mengakui persamaan derajat manusia
Fasisme menganggap bahwa martabat manusia tidak sama, ada yang super dan
ada yang inferior. Pria dianggap melebihi kaum wanita, kelompok militer melebihi
sipil, anggota partai lebih dari yang bukan anggota partai, kebangsaan seseorang
melebihi kebangsaan yang lainnya, yang kuat mengatasi yang lemah, para
pemenang perang membawahi pihak yang kalah.
3. Tidak mengakui oposisi
Di negara-negara fasis, oposisi dianggap sebagai musuh dan harus dimusnahkan
sampai tuntas. Doktrin ini berlaku untuk musuh-musuh di dalam maupun di luar
negeri. Oleh karena itu, kaum Nazi di Jerman membuat kamp konsentrasi dan
kamar-kamar gas untuk memusnahkan musuh-musuhnya. Rezim fasis ingin
menunjukkan kepada seluruh penduduk bahwa hukuman mati akan diberlakukan
kepada mereka yang tidak mendukung penguasa.
4. Pemerintahan oleh kelompok elite
Fasis berpendapat bahwa hanya ada satu kelompok minoritas kecil penduduk yang
terpandang baik karena asal-usul penduduk maupun karena statusnya dalam
masyarakat yang mampu menjalankan pemerintahan. Oleh karena itu, pemimpin
selalu dianggap benar. Kalau ada pertentangan rakyat dan pemimpin, kehendak
yang berlaku adalah kehendak pemimpin.
5. Totaliterisme
Totaliterisme diterapkan dengan tujuan untuk mengontrol semua bidang kehidupan
manusia, dari anak-anak sampai tua. Sekolah harus menyiapkan anak laki-laki untuk
dinas militer dan anak perempuan untuk kegiatan rumah tangga.
Kaum wanita hanya boleh berurusan dengan masalah kinder (anak-anak), kuche
(dapur) dan kirche (gereja). Wanita dengan sendirinya menjadi warga negara kelas
dua dan mereka tidak dapat mengambil bagian dalam jabatan-jabatan pemerintahan
atau partai.
6. Rasionalisme
Menurut doktrin fasis dalam suatu negara, kaum elite lebih unggul daripada
kelompok massa. Oleh karena itu, mereka dapat memaksakan kehendanya dengan
kekerasan kepada rakyatnya. Dalam pergaulan di antara bangsa-bangsa, kaum elite
lebih unggul daripada bangsa-bangsa lainnya dan memiliki hak untuk memerintah
mereka.
2015
15
PENDIDIKAN PANCASILA
Udjiani Hatiningrum
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
Negara-negara yang menganut paham fasisme adalah Jerman, Italia dan Jepang.
Penerapan paham fasisme di Indonesia:
Pada bulan Agustus 1933 di Bandung, Dr Notonindito mendirikan Partai Fascist
Indonesia (PFI). Partai ini mengusung fasisme demi romantisme sejarah kejayaan budaya
dimasa lampau, fasis Eropa dan Indo yang bisa jadi dilatar belakangi oleh kepentingan
ekonomi. Pada dasarnya PFI ingin membangun kejayaan kerajaan Indonesia purba macam
Sriwijaya atau Majapahit. Gagasan dan cita-cita ini juga mengejutkan kaum pergerakan
nasional waktu itu. Notonindito yang pernah tinggal di Jerman rupanya tidak ingin mengikuti
fasisme Jerman pada tahun 1924, sebagai orang Jawa dirinya lebih mengakar pada
kebudayaan Jawa saja. Ia bukan bermaksud mendirikan Negara korporasi, melainkan
sebuah Negara yang dipimpin oleh seorang raja seperti pada masa lampau. Lebih lanjut
dibahas nasionalisme yang dibutuhkan kaum pergerakan untuk rakyat Hindia adalah
nasionalisme kerakyatan bukan nasionalisme yang dilandasi jiwa priyayi Jawa dan stelsel
kapitalisme. Panji Timoer menuduh, kaum fasis Hindia tidak ubahnya kaum fasis di Eropa,
mereka telah „membunuh aliran revolusioner‟.
Pada era kepemimpinan Soeharto mengadopsi paham fasisme, hal ini dapat dilihat dari
maraknya penculikan dan pembunuhan para aktivis yang berusaha melawan rezim
Soeharto kala itu. Hal ini terkait bahwa ideologi merupakan makna yang tidak terdapat
dalam teks dan tidak disadari dalam kehidupan sehari-hari.
Paham Fundalisme/Fundamentalisme :
Menurut kamus besar bahasa Indonesia, fundalisme adalah paham yang cenderung
memperjuangkan sesuatu secara radikal. Secara definitif istilah fundamentalisme tidak ada
bedanya antara fundamentalisme dalam agama maupun dalam politik. Fundamentalisme
keagamaan adalah paham politik yang menjadikan agama sebagai ideologi berbangsa dan
bernegara. Paham ini menjadikan agama sebagai basis ideologinya dan agama dipakai
sebagai pusat pemerintahannya dan pemimpin tertinggi negara tersebut haruslah seorang
petinggi agama. Segala kegiatan pemerintahan dan hukum-hukumnya juga diambil dari
kitab suci . Dan dasar negara sendiri memakai ideologi agama.
James Barr
yang merupakan rujukan utama dalam bidang fundamentalisme
mengatakan, kata ini bermula dari judul essay yang berjudul “Fundamentals” yang muncul di
Amerika sekitar tahun 1910-1915. Istilah ini digunakan untuk mengkategorikan teologi
ekslusif, yaitu kepercayaan mutlak terhadap wahyu, ketuhanan Al-Masih, mukjizat Maryam
yang melahirkan ketika masih perawan, serta kepercayaan lain yang masih diyakini oleh
golongan fundamentalis Kristen sampai sekarang. Pada sisi lain, makna fundamentalisme
mengalami penyempitan, terbatas pada agama dan kebudayaan dan lebih disempitkan lagi
dihubungkan dengan Islam. Maka dengan serta merta kata fundamen-talisme bagi orang
2015
16
PENDIDIKAN PANCASILA
Udjiani Hatiningrum
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
yang sudah terpengaruh oleh media massa Barat akan langsung diidentikkan dengan
golongan Islam politik.Sayangnya pemahaman ini sering dianggap sebagai bagian dari
agama. Di sini, fundamentalisme sebenarnya berfungsi sebagai pelestari pemahaman
keagamaan yang berkembang dan dianut pada zaman dulu. Kini hanya sekedar ta‟wil dan
pandangan belakang diidentikkan dengan golongan Islam politik.
Ciri-ciri paham fundalisme :

Menolak perubahan.

Intoleransi

Tertutup.

Kekakuan Madzhab.

Keras.

Tunduk kepada tradisi.

Menentang pertumbuhan dan perkembangan.
Tokoh-tokoh pemikir penting dalam paham fundalisme :

James Barr: Merupakan rujukan utama dalam bidang fundamentalisme.

Garaudy: Berpendapat bahwa fundalisme sesuai dengan kamus kecil La Rose tahun
1966 telah mendefinisikannya dengan sangat umum sekali, yaitu: “sikap orang-orang
yang menolak kondisionalisai akidah, sesuai dengan situasi dan kondisi baru”.
Negara-negara yang menganut paham fundalisme adalah :

Vatikan di Roma.

Arab Saudi : Islam.

Tibet : Budha.

India : Hindu.

Cina : Kong Ho Cu dan Taoisme.

Israel : Yahudi.

Jepang : Shinto.
Penerapan paham fundalisme di Indonesia:
Indonesia memang tidak pernah menerapkan paham fundalisme, namun sekarang ini
paham ini tumbuh subur di Indonesia dan menjadi dilema tersendiri bagi Indonesia. Paham
fundalisme yang berkembang di Indonesia lebih mengarah kepada fundalisme Islam.Yang
sekarang marak mengumandangkan fundalisme di Indonesia adalah NII yang bercita-cita
menjadikan Indonesia sebagai negara Islam. Jika kita menengok kebelakang, dinegara kita
telah bermunculan gerakan-gerakan yang bersifat fundamental, misalkan pada gerakan
fundamentalisme di parlemen (konstituante) dan gerakan fundamentalisme bersenjata
(Darul Islam/Tentara Islam Indonesia). Kedua gearakan ini ingin tegaknya syariat islam di
2015
17
PENDIDIKAN PANCASILA
Udjiani Hatiningrum
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
Indonesia. Namun gerakan fundamentalisme ini kemudian “patah”, karena mayoritas Islam
di Indonesia masih percaya dan menginginkan Pancasila sebagai dasar negara, karena
mereka masih menganggap pancasila sebagai pemersatu bagsa. Disamping itu pancasila
itu masih akomodatif terhadap agama-agama yang ada di Indonesia, termasuk juga Islam.
Saat ini berkembang dua acam gerakan fundamentalisme di Indonesia :

Golongan fundamentalisme anarkis menunjukkan solidaritas mereka dengan jalan
kekerasan, golongan fundamentalisme dengan jalan kekerasan ini dicerminkan oleh
Jamaah Islamiyah (JI) dan Al-Qaedah dengan melakukan gerakan bom bunuh diri
yang bertujuan mengobrak abrik aset Barat dan membunuh orang-orangnya.

Fundamentalis yang berjalan diatas norma-norma yang berlaku adalah Front
Pembela Islam (FPI), mereka beranggapan bahwa negara telah gagal dalam
mewujudkan cita-cita kemerdekaan. Mereka mencegah dan menghentikan semua
kegiatan yang dianggap maksiat dan kegiatan yang dianggap keluar dari konsep
Islam.
Paham ini sudah jelas tidak cocok untuk diterapkan di Indonesia karena sejatinya dari
pertama terbentuk Indonesia bukanlah negara agama dan Indonesiapun kadung memiliki 6
agama resmi yang telah berkembang. Karena dengan penerapan fundalisme tersebut
Indonesia malah akan terlibat konflik besar sesama warga negaranya yang bibitnya sudah
dapat kita rasakan sekarang ini.
C. Pancasila dan Agama
Pancasila adalah ideologi dasar bagi negara Indonesia. Pancasila adalah pedoman
luhur yang wajib di taati dan dijalankan oleh setiap warga negara Indonesia untuk menuju
kehidupan yang sejahtera tentram, adil, aman, sentosa.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, agama adalah ajaran sistem yang mengatur
tata keimanan kepada Tuhan Yang Maha kuasa serta tata kaidah yang berhubungan
dengan pergaulan manusia an manusia serta lingkungan. Kata Agama berasal dari bahasa
Sansekerta dari kata a berarti tidak dan gama berarti kacau. Kedua kata itu jika dihubungkan
berarti sesuatu yang tidak kacau. Jadi fungsi agama dalam pengertian ini memelihara
integritas dari seorang atau sekelompok orang agar hubungannya dengan Tuhan,
sesamanya, dan alam sekitarnya tidak kacau. Setiap agama mengajarkan kebaikan dan
keadilan yang patut dijalankan oleh setiap anggotanya dalam kehidupan bermasyarakat dan
bernegara. Jika dikaji lebih dalam, semua ajaran dari setiap agama sebenarnya terangkum
jelas dan tegas dalam kelima sila Pancasila. Pancasila menjamin setiap warga menjalankan
kewajiban beragama sesuai dengan keyakinan masing-masing.
2015
18
PENDIDIKAN PANCASILA
Udjiani Hatiningrum
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
Pancasila lahir dari sebuah tantangan yang perlu dijawab. Ia dilahirkan dari kenyataan
ketika bangsa ini menghadapi masalah yang amat mendesak dan menentukan, yaitu negara
macam apa yang harus dibangun atau dibentuk supaya tetap bersatu akibat adanya
kemajemukan suku, agama, ras dan lain-lain. Dengan didasarkan pada kemajemukan
tersebut bangsa Indonesia rentan terhadap perpecahan.
Sebagai sebuah negara yang mayoritas penduduknya memeluk agama Islam, maka
Pancasila sendiri sebagai dasar negara Indonesia tidak bisa lepas dari pengaruh
agama yang tertuang dalam sila pertama yang berbunyi sila “Ketuhanan yang Maha Esa”.
yang pada awalnya berbunyi “… dengan kewajiban menjalankan syariat islam bagi
pemeluknya” yang sejak saat itu dikenal sebagai Piagam Jakarta. Namun ada dua ormas
Islam terbesar saat itu yang menentang bunyi sila pertama tersebut, karena dua
ormas Islam tersebut menyadari bahwa jika syariat Islam diterapkan maka secara
tidak langsung akan menjadikan. Pancasila dan agama dapat diaplikasikan seiring
sejalan dan saling mendukung. Agama dapat mendorong aplikasi nilai-nilai Pancasila,
begitu pula Pancasila memberikan ruang gerak yang seluas-luasnya terhadap usahausaha peningkatan pemahaman, penghayatan dan pengamalan agama (Eksan, 2000).
Indonesia adalah negara Islam terbesar di dunia, dalam arti mempunyai jumlah
penduduk yang beragama Islam terbanyak. Di sisi lain Indonesia pernah mempunyai partai
komunis yang terkuat setelah Cina dan Rusia, dipihak lain di Indonesia terdapat banyak
Gereja. Namun Pancasila telah menjadi payung bagi kemajemukan bangsa Indonesia. Ia
mempunyai daya tarik emosional tersendiri, Ia menjadi ideologi, juga sebagai pandangan
hidup. Nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila adalah nilai-nilai yang digali dari budaya
bangsa, yang mencerminkan sikap dan tingkah laku bangsa Indonesia.
Pancasila sebagai Ideologi Negara memiliki makna:
1. Mempunyai derajat yang tinggi sebagai nilai hidup kebangsaan dan kenegaraan.
2. Mewujudkan satu asas kerohanian pandangan dunia, pandangan hidup yang harus
dipelihara, dikembangkan, diamalkan, dilestarikan kepada generasi penerus bangsa,
diperjuangkan dan dipertahankan dengan semangat nasionalisme.
Faktor yang mendorong pemikiran mengenai keterbukaan ideologi Pancasila adalah
(http://metro.kompasiana.com/2011/08/03/keterbukaan-ideologi-pancasila-385183.html#,
diakses pada 14/5/2014):
1. Kenyataan dalam proses pembangunan nasional dan dinamika masyarakat yang
berkembang secara cepat.
2. Kenyataan menunjukkan, bahwa hilangnya ideologi yang tertutup dan beku
dikarenakan cenderung meredupkan perkembangan dirinya.
2015
19
PENDIDIKAN PANCASILA
Udjiani Hatiningrum
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
3. Tekad untuk memperkokoh kesadaran akan nilai-nilai dasar Pancasila yang bersifat
abadi dan hasrat mengembangkan secara kreatif dan dinamis dalam rangka
mencapai tujuan nasional.
Keterbukaan ideologi Pancasila ada batas-batasnya yang tidak boleh dilanggar, yaitu
sebagai
berikut
(http://amaliadea.wordpress.com/2010/11/07/pancasila-sebagai-ideologi-
terbuka/, diakses pada 14/5/2015) :
a. Stabilitas nasional yang dinamis.
b. Larangan terhadap ideologi marxisme, leninisme dan komunisme.
c. Mencegah berkembangnya paham liberal.
d. Larangan terhadap pandangan ekstrim yang mengelisahkan kehidupan masyarakat.
e. Penciptaan norma yang baru harus melalui konsensus.
2015
20
PENDIDIKAN PANCASILA
Udjiani Hatiningrum
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
Daftar Pustaka
1. Asshiddiqie, Jimmly. “Ideologi, Pancasila dan Konstitusi”. Mahkamah Konstitusi
Republik Indonesia Tahun: 2003.
2. Azra, Azyumardi. “Multukulturalisme, Demokrasi, dan Pancasila”. Forum Komunikasi
Kemenko HukHam, Jakarta 20 Oktober 2010.
3. Bambang Rahardjo, Syamsuhadi. 1995. Garuda Emas Pancasila Sakti. Jakarta :
Yapeta Pusat.
4. Eccleshall, Robert et al. 2003. Political Ideologies: An Introduction. Ed ke 3. New
York: Routledge.
5. Feith, Herbert dan Castle, Lance. 1996. Pemikiran Politik Indonesia 1945-1965.
Jakarta: LP3ES.
6. Kaelan, Pancasila, (Yogyakarta: Liberty, 1987)
7. Kompas, Merajut Nusantara: Rindu Pancasila, Penerbit Buku Kompas, Jakarta,
Oktober 2010.
8. Moeldoko. Peranan Pancasila dalam Membangun Kewaspadaan dan Ketahanan
Nasional. (disajikan dalam TANNASDA Angkatan ke-IV tahun 2011).
9. Pancasila Hadapi Tantangan Makin Berat. Koran Suara Merdeka, terbit 2 Juni 2011.
10. Re-So-Pim (Revolusi – Sosialisme Indonesia – Pimpinan Nasional), amanat
Presiden RI pada hari ulang tahun Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia
tanggal 17 Agustus 1961.
11. Soerjanto Poespowardojo, Filsafat Pancasila, (Jakarta: Gramedia Pustaka Utama,
1994).
12. Usman, Wan dkk. 2003. Daya Tahan Bangsa. Jakarta: Program Studi Pengkajian
Ketahanan Nasional Program Pascasarjana Universitas Indonesia.
13. http://amaliadea.wordpress.com/2010/11/07/pancasila-sebagai-ideologi-terbuka/,
diakses pada 14/5/2015.
14. http://metro.kompasiana.com/2011/08/03/keterbukaan-ideologi-pancasila385183.html#, diakses pada 14/5/2014.
15. http://www.pusakaindonesia.org/pancasia-di-antara-ideologi-besar-dunia/
16. http://rijkiramdani.blogspot.com/2013/08/macam-macam-ideologi-di-dunia-dan.html
17. Seratus Tokoh Yang Paling Berpengaruh Dalam Sejarah : Michael H. Hart : 1978 :
Terjemahan H. Mahbub Djunaidi : PT. Dunia Pustaka Jaya : 1982.
18. https://taniosutrisno.wordpress.com/2013/01/28/perbedaan-ideologi-komunis-liberaldan-pancasila/
2015
21
PENDIDIKAN PANCASILA
Udjiani Hatiningrum
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
2015
22
PENDIDIKAN PANCASILA
Udjiani Hatiningrum
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
Download