Uploaded by linaarifatunnisa105

ASKEP ANAK KEL2 RICHA

advertisement
LAPORAN KASUS
ASUHAN KEPERAWATAN ANAK
Dosen Pembimbing :
Ns. Nopi Nur Khasanah, M.Kep., Sp.Kep.An
Di susun oleh :
Richa Amaretha
30901800145
KELOMPOK 2
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
PRODI S1 ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS ISLAM SULTAN AGUNG SEMARANG
TAHUN AJARAN 2019/2020
KASUS
Seorang anak perempuan 9 tahun menglami sesak napas sejak usia lima tahun, keluhan yang
dirasakan klien disertai batuk berdahak. Klien mengalami sesak napas ketika cuaca dingin dan
banyak debu, klien juga sering mengalami demam, demam yang dialaminya hilang timbul dan
suhu nya tidak terlalu tinggi. Ketika beraktivitas klien mudah lelah. Ayah klien memiliki riwayat
asma. Klien adalah anak ke empat dari empat bersaudara, ayah klien sudah meninggal. Ia tinggal
bersama ibu dan salah satu kakaknya. Ketika asmanya kambuh, klien menggunakan
broncodilator, sehingga asma bisa teratasi.
FORMAT PENGKAJIAN ANAK
Nama Mahasiswa : Richa Amaretha
Tempat Praktek
: Kediaman Ny. T
Tanggal Pengkajian : 1 Juli 2020
I.
II.
IDENTITAS DATA
A. Klien
Nama
Tempat/tanggal Lahir
Usia
Jenis Kelamin
Agama
Alamat
Golongan Darah
Diagnosa Medis
No. CM
Ruangan
Tanggal Masuk
Tanggal Pengkajian
: An. M
: Semarang, 5 Juli 2011
: 9 Tahun
: Perempuan
: Islam
: GENUKSARI, Karangrejo Rt 1/Rw 5
:: Asma
:: Kediaman Ny. T
:: 1 Juli 2020
B. Penanggung jawab
Nama
Umur
Agama
Golongan Darah
Pekerjaan
Pendidikan
Alamat
Hubungan dengan anak
: Ny. T
: 40 tahun
: Islam
:: Pedagang
: SD
: GENUKSARI, Karangrejo Rt 1/Rw 5
: Ibu dari An. M
KELUHAN UTAMA
Ibu klien mengatakan anaknya mengalami sesak nafas sejak umur 5 tahun.
III. RIWAYAT PENYAKIT SEKARANG
 Ibu klien mengatakan anaknya mengalami sesak nafas sejak umur 5 tahun, mudah
terserang batuk.
 Ibu klien mengatakan keluhan sesak nafas sering sering dirasakan anaknya jika
cuaca dingin, banyak debu dan udara pengap.


Ibu klien mengatakan demam yang dialami anaknya tidak terlalu tinggi dan sering
hilang timbul.
Ibu klien mengatakan batuk yang diamali anaknya berdahak.
IV. RIWAYAT MASA LAMPAU
Ibu klien mengatakan sebelumnya anaknya tidak pernah menderita penyakit asma.
V.
RIWAYAT KELUARGA (Disertai genogram)
Ibu klien mengatakan suaminya mempunyai penyakit yang sama.
X
An. M
Keterangan :
VI.
-
Perempuan :
-
Laki – laki :
-
Meninggal :
-
Tinggal satu rumah :
X
RIWAYAT SOSIAL
Ibu klien mengatakan anaknya mudah berbaur dengan teman sebayanya.
VII. PENGKAJIAN POLA FUNGSIONAL MENURUT GORDON
1. Persepsi Kesehatan/Penanganan Kesehatan
Sebelum sakit : ibu klien mengatakan kesehatan memang penting dan klien bila sakit
mudah kerjasama untuk proses penyembuhan dirinya, misalnya teratur minum obat dan
hindari pantangan.
Saat sakit : ibu klien mengatakan bahwa klien dan dirinya belum mengerti tentang asam
dan bagaiamana penanganan dirumah jika klien tiba-tiba kambuh.
2. Nutrisi/Metabolik
Sebelum sakit : ibu klien mengatakan klien susah makan, makan 3x sehari porsi sedikit
dan tidak suka sayur.
Saat sakit : ibu klien mengatakan klien semakin susah makan, makan 2x sehari dengan
porsi yang sangat sedikit.
3. Eliminasi
Sebelum sakit : ibu klien mengatakan BAB 1x sehari warna kuning, konsistensi lembek
berbau khas, BAK 4-5 kali/hari warna kuning jernih berbau khas.
Saat sakit : ibu klien mengatakan BAB 1x sehari warna kuning, konsistensi lembek
berbau khas, BAK 4-5 kali/hari warna kuning jernih berbau khas.
4. Aktivitas/Latihan
Sebelum sakit : ibu klien mengatakan klien aktif berbain dengan teman sebayanya.
Saat sakit : ibu klien mengatakan klien kurang aktif bermain karena merasa mudah
lelah jika beraktivitas terlalu banyak.
5. Tidur/Istirahat
Sebelum sakit : ibu klien mengatakan klien tidur 9 jam sehari, tidur siang kurang lebih
dua jam.
Saat sakit : ibu klien mengatakan klien susah tidur dan sering terbangun pada malam
hari.
6. Kognitif/Perseptual
Sebelum sakit : ibu klien mengatakan klien dapat melihat dengan normal dan
menedengar dengan jelas, dalam pengecapan klien tidak ada masalah, klien
mengecap makanan dengan baik.
Saat sakit : ibu klien mengatakan klien dapat melihat dengan normal dan
menedengar dengan jelas, dalam pengecapan klien tidak ada masalah, klien
mengecap makanan dengan baik.
bisa
bisa
bisa
bisa
7. Persepsi Diri/Konsep Diri
Sebelum sakit : ibu klien mengatakan klien dapat melakukan aktivitas sesuai dengan
kemampuan.
Saat sakit : ibu klien mengatakan klien dapat melakukan aktivitas sesuai dengan
kemampuan.
8. Peran/Hubungan
Sebelum sakit : ibu klien mengatakan klien mampu berkomunikasi dengan kata-kata
sederhana. Hubungan klien dengan orang tua dan keluarga baik.
Saat sakit : ibu klien mengatakan klien mampu berkomunikasi dengan kata-kata
sederhana. Hubungan klien dengan orang tua dan keluarga baik.
9. Seksualitas/Reproduksi
Klien berjenis kelamin perempuan dan ibu klien mengatakan tidak ada masalah pada
system reproduksi.
10. Koping/Toleransi Stres
Sebelum sakit : ibu klien mengatakan klien adalah anak yang periang.
Saat sakit : ibu klien mengatakan jika asmanya kambuh klien menangis dan rewel.
11. Nilai/Kepercayaan
Sebelum sakit : ibu klien mengatakan klien mulai ikut mengaji di rumah pak ustad
dekat rumahnya, klien belum mulai belajar melakukan sholat.
Saat sakit : ibu klien mengatakan klien mulai ikut mengaji di rumah pak ustad dekat
rumahnya, klien belum mulai belajar melakukan sholat.
VIII. PEMERIKSAAN FISIK
1. Kesadaran
Kompos mentis
2. Tanda vital :
TD : 90/60 mmHg
N : 80x/menit
RR : 36x/menit
Suhu : 36,5 0C
3. Antopometri
BB : 25 kg
TB : 100 cm
4. Kepala
Bentuk
Rambut
: Mesocephal
: Berwarna hitam, bersih, tidak rontok, tumbuh teratur dan merata
5. Mata
Pengelihatan normal, sklera tidak ikterik, konjungtiva tidak anemis
6. Hidung
Tidak ada polip
7. Mulut
Simetris, tidak ada kesulitan mengunyah dan menelan
8. Telinga
Simetris, pendengaran normal, tidak ada infeksi, tidak menggunakan alat bantu
9. Leher
Tidak ada pembesaran kelenjar tiroid dan kelenjar limfe
10. Dada
Jantung :
- Inspeksi : tidak ada benjolan, warna kulit coklat
- Palpasi
: tidak ada nyeri tekan
- Perkusi
: pekak
- Auskultasi : lupdup
Paru-paru :
- Inspeksi : pergerakan dada cepat
- Palpasi
: retraksi dinding dada sama kanan dan kiri
- Perkusi
: sonor
- Auskultasi : terdapat bunyi wheezing
Abdomen :
- Inspeksi : bentuk datar
- Palpasi
: tidak ada nyeri tikan
- Perkusi
: timpani
- Auskultasi : terdengar bising usus
11. Genitalia
Perempuan, tidak ada masalah pada genetalia
12. Ekstremitas atas bawah
Kuku bersih, warna kulit coklat, turgor baik, tidak ada edema
13. Kulit
Turgor kulit normal, tidak ada edema
IX. ANALISA DATA
Tanggal
1-7-2020
07.30
Data Fokus
Ds :
-
Do :
1-7-2020
08.30
Ds :
-
Do :
-
Ibu klien mengatakan
anaknya mengalami
batuk berdahak
Problem
Bersihan jalan
nafas tidak
efektif
Etilogi
penumpukan secret
Intoleransi
aktivitas
Ketidakseimbangan
antara suplai dan
kebutuhan oksigen
Klien terlihat tampak
lemas
batuk-batuk
bunyi suara napas
ronchi
napas pasien
terdengar mengi.
Ibu klien mengatakan ,
klien mudah lelah jika
beraktivitas
Klien tampak pucat
Nafas terengah-engah
saat beraktivitas
1-7-2020
09.30
Ds :
-
Do :
-
Defisit
Ibu pasien
pengetahuan
mengatakan tidak tahu
tentang penyakit asma
keluarga pasien
tampak bingung dan
tidak bisa menjawab
pertanyaan
Kurang informasi
X.
PRIORITAS MASALAH
1. Bersihan jalan napas tidak efektif d.d Penumpukan secret
2. Intoleransi aktivitas d.d Ketidakseimbangan antara suplai dan kebutuhan oksigen
3. Defisit pengetahuan d.d Kurang informasi
XI. PLANNING/ INTERVENSI
Tgl /
jam
1-72020
10.00
Diagnosa
keperawatan
Bersihan jalan
napas tidak
efektif d.d
Penumpukan
secret
Tujuan &
Kriteria Hasil
Tujuan : setelah
dilakukan
tindakan
keperawatan
selama 1 x 24
jam
diharapakan
secret dapat
berkurang
Kriteria hasil :
1. Dapat
melakuk
an batuk
efektif
2. Mampu
mengelu
arkan
sputum
3. Dapat
bernafas
dengan
mudah
tanpa
dyspnea
Planning
TTD
Observasi
Richa
- Indentifikasi kemampuan
batuk
- Monitor adanya retensi
skutum
- Minitor tanda dan gejala
infeksi saluran napas
- Mengkaji frekuensi
kedalaman nafas
- Mengauskultasi bunyi nafas
Terapiutik
- Atur posisi semi flowler
- Ajarkan batuk efektif
Edukasi
- Jelaskan tujuan dan
prosedur batuk efektif
- Anjurkan tarik napas dalam
- Anjurkan batuk kuat dengan
langsung setelah tarik napas
yang ketiga
Kolaborasi
- Pemberian mukolitik
ekspektoran jika perlu
1-72020
10.30
Intoleransi
aktivitas d.d
ketidakseimba
ngan antara
suplai dan
kebutuhan
oksigen
Tujuan : setelah
dilakukan
tindakan
keperawatan
selama 1 x 24
jam diharapkan
Kriteria hasil :
1. Pasien
tampak
segar
dan
dapat
beraktifi
tas
dengan
kemamp
uannya
Observasi
- Identifikasi gangguan
fungsi tubuh yang
mengakibatkan kekelahan
- Monitor kelelahan fisik dan
emosional
- Monitor pola dan jam tidur
Terapiutik
- Sediakan lingkungan
nyaman dan rendah
stimulus
- Berikan aktivitas distraksi
yang menenangkan
Edukasi
- Anjurkan tirah baring
- Anjurkan melakukan
aktivitas secara bertahap
Kolaborasi
- Dengan ahli gizi tentang
cara meningkatkan asupan
makanan
Richa
1-72020
11.00
Defisit
pengetahuan
d.d kurang
informasi
Tujuan : setelah
dilakukan
tindakan
keperawatan
selama 1 x 24
jam
diharapakan
klien dan
keluarga
mampu
memahami
tentang
penyakit asma
Kriteria hasil :
1. Keluarg
a klien
tidak
terlihat
bingung
mengen
ai
penyakit
asma
2. Klien
dan
keluarga
klien
tampak
tenang
Observasi
- Identifikasi kesiapan dan
kemampuan menerima
informasi
- Indentifikasi factor-faktor
yang dapat meningkatkan
dan menurunkan motivasi
perilaku hidup bersih dan
sehat
Terapiutik
- Sediakan materi dan media
pendidikan kesehatan
- Jadwalkan pendidikan
kesehatan sesuai
kesepakatan
- Berikan kesempatan untuk
bertanya
Edukasi
- Jelaskan factor resiko yang
dapat mempengaruhi
kesehatan
- Ajarkan perilaku hidup
bersih dan sehat
- Ajarkan strategi yang dapat
digunakan untuk
meningkatkan perilaku
hidup bersih dan sehat
Richa
XII.
IMPLEMENTASI
Tgl /
Diagnosa
jam keperawatan
Bersihan jalan
1-72020 napas tidak
12.30 efektif d.d
Penumpukan
secret
12.35
Implementasi
1. Memberikan posisi
fowler
Respon klien
Ds :
-
Do :
-
2. Mengajarkan pasien
batuk efektif
Ds :
-
Do :
-
12.45
3. Menkaji frekuensi
kedalaman
pernafasan
Ds :
-
Do :
-
-
12.50
4. Mengauskultasi
bunyi nafas
Ds :
-
Do :
-
-
TTD
Richa
Klien mengatakan
merasa lebih
nyaman
Pasien beristirahat
dengan posisi
fowler
Richa
Klien mengatakan
tidak dapat
bernafas dengan
lega
Klien mau
mencoba dan
berlatih batuk
efektif
Richa
Klien mengatakan
masih sering
sesak
Ekspirasi lebih
panjang dari
inspirasi
Wheezing (+)
Richa
Klien mengatakan
bernafas lebih
longgar
Ekspirasi lebih
panjang dari
inspirasi
Wheezing (+)
1-72020
13.00
Intoleransi
aktivitas d.d
ketidakseimba
ngan antara
suplai dan
kebutuhan
oksigen
1. Memberikan aktivitas
distraksi yang
menyenangkan
Do :
-
2. Memonitor kelelahan
fisik dan emosional
14.00
Ds :
-
Ds :
-
Do :
-
1-72020
14.30
Defisit
pengetahuan
d.d kurang
informasi
1. Menjelaskan factor
resiko yang dapat
mempengaruhi
kesehatan
Ds :
-
Do :
-
Richa
Klien mengatakan
mudah lelah jika
beraktivitas
Klien mau
mencoba dan
berlatih aktivitas
distraksi
Richa
Klien mengatakan
merasa lebih baik,
segar dan sedikit
tidak mudah
merasa lelah
Klien tampak
lebih segar dan
riang
Richa
Klien mengatakan
dapat memahami
apa yang
dijelaskan oleh
perawat
Klien tampak
tidak
kebingungan lagi
XIII. EVALUASI
Tgl /
jam
1-72020
15.00
Diagnosa Kep
Evaluasi
TTD
Bersihan jalan napas
tidak efektif d.d
Penumpukan secret
S : klien mengatakan tidak sesak lagi
O : RR : 24x/menit, wheezing masih
terdengar, ekspirasi tidak memanjang,
batuk dahak keluar
A : Masalah teratasi sebagian
P:
- Anjurkan pasien untuk minum air
hangat 2-3 liter/hari
- Menghindari factor pencetus
kelelahan dan debu
Richa
1-72020
15.00
Intoleransi aktivitas
d.d
ketidakseimbangan
antara suplai dan
kebutuhan oksigen
S : klien mengatakan mulai dapat
beraktifitas sesuai kemampuan
O : klien tampak lebih segar
A : Masalah teratasi
P:-
Richa
1-72020
15.00
Defisit pengetahuan
d.d Kurang
pengetahuan
S : Keluarga klien mengatakan sudah
memahami tentang penyakit asma
O : keluarga klien tampak tidak bingung
A : Masalah teratasi
P:-
Richa
Download