Uploaded by User72754

Jurnal Optik Rio Alfa Ridho

advertisement
JURNAL PEMBELAJARAN 5
MATA KULIAH
: 56238 KONSEP DASAR IPA DI SD
WAKTU
: SENIN, 27 MARET 2020 (08.10-10.55)
TEMPAT
: RUANG 17
DOSEN
: MEITA DWI SOLVIANA, M.Pd.
OLEH
: RIO ALFA RIDHO
NPM
: 2019406405069
A. PROSES:
Sebelum memulai perkuliahan, dosen dan mahasiswa mengawali dengan doa dan
membaca al qur’an serta saritilawah yang di pimpin oleh ketua kelas, kemudian
melafadzkan basmalah. Petugas presentasi mempersiapkan peralatan untuk presentasi dan
dosen meminta petugas kegiatan presentasi pada hari itu untuk memulai kegiatan
presentasi. Moderator pada hari itu ialah Ayu Cahyaningtyas dan penyaji materi yakni,
Intan Sabilah, Ainaya Mumtaza, Riyan Pratama. Materi yang disampaikan berjudul Optik,
Setelah penyaji menyampaikan materinya, moderator mempersilakan mahasiswa untuk
melakukan sesi diskusi tanya jawab, mahasiswa yang bertanya yakni Sekar Utami, Devi
Vindia Anggreani, Reza Ratu Novrika, Efa Nurhamah, Nurul Meidianingrum, Della
Hafidz Damaini, setelah penyaji menutup sesi diskusi atau tanya jawab maka penyaji
menjawab pertanyaan dari penannya atau penyaji memberikan tanggapannya kembali
terhadap apa yang disampaikan oleh pembahas maupun peserta (audience) dan dibantu
atau disanggah oleh beberapa mahasiswa yakni Rio Alfa Ridho, Nur Kholifah, Yuliantin
Galuh Pamungkas, Delvia Putri Nata, Dheajeng Galuh Ambar A. Tobini Putri, Efa
Nurhamah. Selanjutnya, setelah diakhiri kegiatan presentasi maka dosen pengampu
mengkonfirmasi atau menambahkan penjelasan lebih rinci terhadap kegiatan presentasi
maupun makalah dari penyaji, dan diakhiri dengan penutup.
B. ISI:
1. Kesimpulan Hasil Presentasi mengenai Optik oleh Penyaji
Optika merupakan cabang ilmu fisika yang mempelajari tentang konsep cahaya,terutama
mengkaji sifat-sifat cahaya,hakikat,dan pemanfaatannya.Optika terbagi atas dua bagian yaitu
optika geometris merupakan optika yang membahas tentang pemantulan dan pembiasan
cahaya, dan optika fisis merupakan cabang studi cahaya yang membahas tentang sifat-sifat
cahay, inteferensi cahaya, hakikat cahaya dan pemanfaatan sifat-sifat cahaya.
Sifat-sifat cahaya.
Cahaya adalah gelombang elektromagnetik, sehingga cepat rambat cahaya sama
dengan cepat rambat gelombang elektromagnetik, yaitu 3.10¬8 m/s. Cahaya
merupakan pancaran elektromagnetik yang terlihat oleh mata manusia.
Cahaya mempunyai sifat-sifat tertentu antara lain,adalah :
Cahaya merambat lurus
Saat berjalan di kegelapan, kita memerlukan senter. Cahaya dari lampu senter arah
rambatannya menurut garis lurus. Atau ketika kita melihat cahaya matahari yang
menerobos masuk melalui genting. Kedua hal tersebut membuktikan bahwa cahaya
merambat lurus.
 Cahaya Dapat Menembus Benda Bening
Amatilah ketika kamu berjalan di bawah cahaya matahari. Ke mana pun kamu
berjalan, selalu diikuti oleh bayanganmu sendiri. Bayang-bayang tubuhmu akan
hilang ketika kamu masuk ke dalam rumah atau berlindung di balik pohon yang besar.
Bayangan terbentuk karena cahaya tidak dapat menembus suatu benda. Ketika cahaya
mengenai tubuhmu, cahaya tidak dapat menembus tubuhmu sehingga terbentuklah
bayangan. Begitu pula ketika cahaya mengenai rumahmu dan pohon yang besar.
Bayangan adalah daerah gelap yang terbentuk akibat cahaya tidak dapat menembus
suatu benda.
 Cahaya dapat dipantulkan
Pemantulan (refleksi) atau pencerminan adalah proses terpancarnya kembali cahaya
dari permukaan benda yang terkena cahaya. Contoh peristiwa pemantulan cahaya
adalah saat kita bercermin. Bayangan tubuh kita akan terlihat di cermin, karena
cahaya yang dipantulkan tubuh kita, saat mengenai permukaan cermin, dipantulkan,
atau dipancarkan kembali hingga masuk ke mata kita. Pemantulan pada cermin,
termasuk pemantulan teratur.
 Cahaya Dapat Dibiaskan
Pembiasan adalah pembelokan arah rambat cahaya, saat melewati dua medium yang
berbeda kerapatannya. Pembiasan cahaya dimanfaatkan manusia dalam pembuatan
berbagai alat optik. Apabila cahaya merambat dari zatyang kurang rapat ke zat
yang lebih rapat, cahaya akan dibiaskan mendekati garis normal. Misalnya cahaya
merambat dari udara ke air. Sebaliknya, apabila cahaya merambat dari zat yang lebih
rapat ke zat yang kurang rapat, cahaya akan dibiaskan menjauhi garis normal.
Misalnya cahaya merambat dari air ke udara.
 Cahaya Dapat Diuraikan
Cahaya putih seperti cahaya matahari termasuk jenis cahaya polikromatik.
Cahaya polikromatik adalah cahaya yang tersusun atas beberapa komponen warna.
Cahaya putih tersusun atas spektrum-spektrum cahaya yang berwarna merah, jingga,
kuning, hijau, biru, nila, dan ungu. Spektrum warna yang tidak dapat diuraikan lagi
disebut cahaya monokromatik. Cahaya putih dapat diuraikan. Saat melewati prisma,
cahaya putih akan mengalami dispersi (penguraian). Contoh peristiwa dispersi cahaya
yang terjadi secara alami adalah peristiwa terbentuknya pelangi. Pelangi terbentuk
dari cahaya matahari yang diuraikan oleh titik-titik air hujan di langit. Cahaya
matahari yang kita lihat berwarna putih. Namun, sebenarnya cahaya matahari tersusun
atas banyak cahaya berwarna.
 Pemantulan Cahaya (Refleksi)
Hukum pemantulan cahaya dikemukakan oleh W.Snellius, menurutnya apabila
seberkas cahaya mengenai permukaan bidang datar yang rata , maka akan berlaku
aturan-aturan sebagai berikut:
a. Sinar datang (sinar jatuh),garis normal,dan sinar pantul terletak pada
satu bidang datar.
b. Sudut sinar datang (sinar jatuh) selalu sama dengan sudut sinar pantul
(sudut i = sudut r)
c. Bayangan terbentuk karena berkas cahaya mengenai suatu benda yang
rata akan dipantulkan secara teratur.Bayangan terbentuk ada dua jenis
yaitu: Bayangan nyata (bayangan yang dapat ditangkap layar),dan
bayangan maya (bayangan yang tidak dapat ditangkap layar).
Jenis – jenis pemantulan cahaya,yaitu :
a. Pemantulan Cahaya pada Cermin Datar
Cermin datar adalah cermin yang permukaan pantulnya berupa sebuah bidang
datar.
b. Pemantulan Cahaya pada Cermin Cekung
Cermin cekung adalah cermin dimana bagian yang memantulkan cahaya
permukaannya berupa cekungan yang merupakan bagian dalam suatu bola.
c. Pemantulan Cahaya pada Cermin Cembung
Cermin cembung adalah cermin dimana bagian yang memantulkan cahaya
permukaannya berupa cembungan dan merupakan bagian luar dari suatu bola.
 Pembiasan Cahya (Refraksi)
Pembiasan cahaya adalah peristiwa penyimpangan atau pembelokan cahaya
karena melalui dua medium yang berbeda kerapatan optiknya.
Arah pembiasan cahaya dibedakan menjadi dua macam yaitu:
a. mendekati garis normal
Cahaya dibiaskan mendekati garis normal jika cahaya merambat dari medium
optik kurang rapat ke medium optik lebih rapat, contohnya cahaya merambat dari
udara ke dalam air.
b. menjauhi garis normal
Cahaya dibiaskan menjauhi garis normal jika cahaya merambat dari medium
optik lebih rapat ke medium optik kurang rapat, contohnya cahaya merambat dari
dalam air ke udar

Syarat-syarat terjadinya pembiasan:
cahaya melalui dua medium yang berbeda kerapatan optiknya;

cahaya datang tidak tegaklurus terhadap bidang batas (sudut datang lebih kecil
dari 90 derajat)

Beberapa contoh gejala pembiasan yang sering dijumpai dalam kehidupan seharihari diantaranya:
dasar kolam terlihat lebih dangkal bila dilihat dari atas kacamata minus (negatif)
atau kacamata plus (positif) dapat membuat jelas dan pandangan bagi penderita
rabun jauh atau rabun dekat karena adanya pembiasan.
 Alat optik sederhana
Mikroskop
Teropong
Kaca Mata
2. Diskusi/Tanya Jawab
a. Diskusi/Tanya Jawab oleh Peserta (Audience)
 Penanya
Pertanyaan
: Devi Vindia Anggreani
: optic geometris dan fisis, jelaskan apa yang dimaksud
keduanya
 Penanya
Pertanyaan
: Reza Ratu Novrika
: sebutkan bagaimana proses perjalanan cahaya pada mata hingga
terbentuknya bayangan
 Penanya
Pertanyaan
 Penanya
Pertanyaan
: Efa Nurhamah
: apa alat ukur optic dan cahaya
: Nurul Meidianingrum
: jelaskan terjadinya peristiwa fatamorgana kaitanya dengan
pemantulan sempurna
 Penanya
Pertanyaan
 Penanya
Pertanyaan
: Della Hafidz Damaini
: sebutkan manfaat dari cermin cembung dikehidupan sehari-hari
: Sekar utami
: kenapa saat cahaya merambat dari zat yang kurang rapat ke zat
yang lebih rapt, cahahanya akan dibiaskan mendekati garis
normal.
 Penyanggah : Rio Alfa Ridho
Nur Kholifah
Yuliantin Galuh Pamungkas
Delvia Puti Nata
Dheajeng Galuh Ambar Aris T.P.
Efa Nurhamah
b. Pembahasan Dosen
-
-
Sebelumnya dosen pengampu mata kuliah mengapresiasi atas hasil kerja
pemakalah yang sudah baik dalam memaparkan hasil diskusi/isi makalahnya, serta
mengapresiasi mahasiswa lain yang menjadi audience karena sudah membantu
bekerja sama melancarkan perkuliahan daring walau perkuliahan daring/ online
ini banyak keterbatasannya dan terkadang kurang efisien & efektif diterapkan
mengingat banyak hal yang menjadi penghambatnya.
Power Point (PPT) perlu dibuat menarik dan detail agar mampu dicerna dan
dipahami oleh audience (rekan mahasiswa lainnya). Tetapi, saya sangat
-
-
-
-
menghargai sekali usaha kelompok presentasi yang sudah berusaha semaksimal
mungkin.
Diskusi tanya jawab sudah sangat baik, mahasiswa sudah berusaha aktif dalam
bertanya, menanggapi/menjawab pertanyaan, dll). Untuk ke depannya diusahakan
bagi yang belum pernah aktif atau jarang aktif, untuk lebih aktif lagi.
Di saat sesi memahami isi makalah dan PPT sepertinya kurang dimanfaatkan
dengan baik oleh mahasiswa, tetapi tidak apa mungkin kita harus lebih
meningkatkan dan melek akan literasi ke depannya dimulai dari diri sendiri.
Dari segi format penulisan, ada beberapa hal yang perlu diperbaiki (pemakalah
tolong lihat dalam naskah yang sudah saya komentari), seperti :
1. Tanda baca
2. Pointer nya menggunakan numbering, jangan menggunakan bullets
3. Tidak disertai gambar pendukungnya, seperti gambar proses pemantulan
cahaya, gambar proses pembiasan cahaya, gambar pembentukan bayangan, dll
4. Sumber gambar tidak dicantumkan, agar terhindar dari plagiarism
5. Penulisan daftar pustaka tolong diperbaiki dengan tepat. Bagaimana cara kita
menulis daftara pustaka yang referensinya diambil dari internet, dll
Dari segi isi / content secara keseluruhan, pemakalah mengemas isi makalah
dengan cukup baik dan cukup lengkap. Namun, ada beberapa konsep yang musti
dipaparkan dalam makalah, seperti :
1. Macam-macam pemantulan (pemantulan teratur dan pemantulan baur).
2. Prinsip kerja alat-alat optik serta bagian optik & fungsinya.
3. Pertegas hukum pemantulan dan hukum pembiasaan cahaya.
4. Contoh ilustrasi di kehidupan sehari-hari / gambar proses pemantulan cahaya.
5. Contoh ilustrasi di kehidupan sehari-hari / gambar proses pembiasan cahaya.
6. Contoh ilustrasi di kehidupan sehari-hari / gambar proses pembentukan
bayangan.
7. Contoh soal perhitungan pembentukan bayangan beserta pembahasannya.
8. Contoh soal perhitungan pembiasan cahaya beserta pembahasannya.
9. Contoh soal perhitungan kekuatan lensa beserta pembahasannya.
10. Contoh soal perhitungan perbesaran bayangan pada alat optik lup, mikroskop,
dan teropong beserta pembahasannya.
11. Interferensi cahaya.
12. Manfaat cermin, lensa, dan alat optik lainnya dalam penerapannya di
kehidupan sehari-hari.
13. Istilah-istilah/simbol-simbol pada optik, misalnya : simbol f itu apa, s itu apa,
h itu apa, m itu apa, dll. Kemudian, istilah defraksi, refleksi, refraksi, interferensi,
dispersi, polarisasi, divergen, konvergen, dll.
14. Lampiran Rancangan Percobaan / Lembar Kerja Siswa Materi Optik dan
Cahaya.
15. Tabel jenis lensa, jarak benda, dan sifat bayangan.
16. Penyakit/gangguan kesehatan pada mata yang berhubungan dengan konsep
cahaya/bayangan suatu benda dan penggunaan lensa sebagai solusinya, ex : miopi,
hipermetropi, katarak, astigmatisme, dll.
-
-
Rancangan Percobaan / Lembar Kerja Siswa Materi Optik dan Cahaya tidak
dilampirkan dalam makalah. Tolong NOTICE hal ini karena dari setiap pertemuan
saya sudah ingatkan untuk membuatnya (kalau belum paham, coba lihat contoh
kelas 2A yang melampirkan rancangan percobaan / Lembar Kerja Siswa yang
disesuaikan dengan materinya masing-masing, kalian pun dapat melihat referensi
dari internat dan coba mengembangkannya sendiri dengan alat-alat yang
sederhana, yang kira-kira cocok diterapkan di SD). Agar nantinya jikalau kalian
telah menjadi seorang pendidik mampu untuk menerapkannya dalam
pembelajaran, sehingga mampu menciptakan pembelajaran yang kontekstual
antara teori maupun praktek.
Video materi tentang cahaya dan optik perlu di share link/ download-an videonya
langsung kepada rekannya guna menjadi pendukung pembelajaran.
c. Pembahasan Praktikum (apabila praktikum dilakukan)
Tidak dilakukan
C. REFLEKSI (apa yang dirasakan penulis, apa yang didapatkan penulis,
respon/tanggapan penulis, dan harapan penulis mengenai perkuliahan MK ini ke
depannya)
1. Penulis sudah cukup memahami mengenai materi Optik, hal mungkin dikarenakan isi
makalah yang disajikan penyaji makalah cukup digali, namun, analisis artikel jurnal
nya cukup dikemas dengan baik sehingga informasi-informasi yang ada dalam
artikel jurnal telah tersampaikan dengan baik walaupun belum semuanya
tersampaiakan. Namun, penyaji makalah sudah cukup mampu memaparkan isi
makalah dengan cukup baik walupun dengan cara online.
2. Penulis mendapatkan manfaat berupa beberapa pengetahuan mengenai:
 Pengertian Optik
 Sifat-sifat cahaya
 Pemantulan cahaya
 Pemantulan cahaya pada cermin cembung
 Pemantulan cahaya pada cermin cekung
 Pemantulan cahaya pada cermin datar
 Pembiasan cahaya
 Alat optic sederhana
3. Respon yang diberikan terhadap kegiatan perkuliahan cukup baik dengan dibuktikanya
mahasiswa antusias dalam mengajukan pertanyaan dan memberikan sanggahan
terhadap materi yang dibahas dan pemakalah atau penyaji telah menjelaskan
materinya pada power point yang di miliki oleh kelompok penyaji dengan power poin
yang menarik ,kemudian setelah berakhirnya presentasi dosen membantu dalam
pengklarifikasian topik yang telah dibahas atau yang sedang dibahas untuk memberi
penegasan/konfirmasi mengenai topik atau materi.
4. Harapannya, semoga di setiap pertemuan perkuliahan pemakalah atau penyaji lebih
mempersiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan untuk presentasi agar diskusi atau
presentasi dapat dilakakukan tepat waktu, untuk setiap materi di selingi dengan
menonton video sesuai dengan materi yang di pelajari untuk refrensi sambil rehat atau
istirahat sejenak agar tidak bosan dalam mengikuti mata kuliah yang sedang di
lakukan, dan akan lebih baik jika dosen pengampu memberikan motivasi kepada
mahasiswa agar mahasiswa lebih giat lagi dan lebih semangat lagi dalam mengerjakan
tugas tugas yang diberikan.
D. TUGAS TAMBAHAN:
1. Tidak ada
Pringsewu, 27 Maret 2020
Dosen Pengampu,
Penulis,
MEITA DWI SOLVIANA, M.Pd.
RIO ALFA RIDHO
Download