Uploaded by dewikaniaokt

SOAL JIWA

advertisement
Soal ggn konsep diri: body image
1. Seorang perempuan (25 th) , sedang menjalani transfusi salah satu RS, pasein adalah penderita
talasemia. Pada saat dikaji pasien sering menunduk, mengatakan kok badan saya tidak setinggi
temen seusianya, mengatakan tidak sempurna sebagai perempuan karena belum pernah
menstruasi. Apakah faktor pencetus masalah konsep diri pada kasus tersebut?
a. adanya perasaan malu
b. pasien sulit beradaptasi
c. proses tumbuh kembang
d. prosedur pengobatan
e. pengaruh teman sebaya
2. Seorang laki-laki (17 th) dirawat di ruang orthopaedi karena patah tulang femur akibat tertabrak.
Pasien baru 3 hari post amputasi, pada saat diganti balutan pasien tidak mau melihat bagian kaki
tersebut. Pasien juga mengatakan merasa nyeri pada jari kaki yang sudah di amputasi Apakah
data utama yang dibutuhkan untuk menegakkan diagnosa gangguan body image?
a. kontak mata kurang
b. menilai diri negative
c. tidak mau ketemu orang
d. mengatakan sudah cacat
e. tampak tidak dapat konsentrasi
3. Seorang laki-laki (17 th) dirawat di ruang orthopaedi karena patah tulang femur akibat tertabrak.
Pasien baru 3 hari post amputasi, pada saat diganti balutan pasien tidak mau melihat bagian kaki
tersebut. Pasien juga mengatakan merasa nyeri pada jari kaki yang sudah di amputasi. Apakah
faktor pencetus gangguan body image kasus di atas?
a. tindakan amputasi
b. patah tulang
c. kecelakaan
d. faktor usia
e. kecelakaan
4. Seorang laki-laki (17 th) dirawat di ruang orthopaedi karena patah tulang femur akibat tertabrak.
Pasien baru 3 hari post amputasi, pada saat diganti balutan pasien tidak mau melihat bagian kaki
tersebut. Pasien juga mengatakan merasa nyeri pada jari kaki yang sudah di amputasi. Apakah
Pendidikan kesehatan yang tepat pada kasus di atas ?
a. penjelasan tentang fenomena phantom pain
b. penkes tentang penggunaan alat bantu
c. menjelaskan perawatan luka
d. menjelaskan manfaat amputasi
e. menjelaskan cara atasi nyeri
5. Seorang perempuan (19 th) sudah 1 bulan dirawat di ruang luka bakar karena mengalami luka
bakar pada daerah muka,leher dan tangan. Pada saat dikaji pasien tampak murung, kadang
menunduk , mengatakan dirinya sudah cacat, tidak sempurna lagi dan takut melihat mukanya.
Apakah diagnosa keperawatan kasus tersebut?
a. Harga diri rendah situasional
b. Harga diri rendah kronik
c. gangguan body image
d. kehilangan
e. Kecemasan
6. Seorang perempuan (19 th) sudah 1 bulan dirawat di ruang luka bakar karena mengalami luka
bakar pada daerah muka,leher dan tangan. Pada saat dikaji pasien tampak murung, kadang
menunduk , mengatakan dirinya sudah cacat, tidak sempurna lagi dan takut melihat mukanya.
Apakah intervensi utama pada kasus di atas?
a. anjurkan untuk mengganti pikiran negatif dengan pikiran positif
b. anjurkan keluarga untuk memberi dukungan , sesuai kebutuhan
c. minta pasien untuk selalu menatap perawat saat bicara
d. beri cerita lucu agar pasien tidak murung
e. jelaskan tentang perawatan luka
7. Seorang perempuan (35 th) yang didiagnosa kanker serviks stadium II B sudah beberapa kali
menjalani chemoterapy. Pada saat dikaji pasien mengatakan perasaannya sedih setelah semua
rambutnya rontok . Pasein mengatakan bahwa dirinya tidak sempurna lagi sejak rambutnya
rontok. Apakah intervesi yang tepat untuk kasus di atas?
a. kaji penilain pasien tentang dirinya
b. anjurkan penggunaan protesa yang sesuai
c. dengarkan pasien dengan empati dan beri dukungan
d. jelaskan bahwa rambut yang rontok akibat chemoterapy akan tumbuh lagi
e. bantu pasien mengungkapkan rasat akut akibat perubahan struktur tubuh
8. Seorang perempuan (37 th) dirawat di ruang bedah umum, post colostomy tiga hari yang lalu.
Pada saat dikaji mengatakan dirinya sudah cacat dan kotor terutama di daerah colostomynya.
Pasien mengatakan takut keluarga menjauhi dan mengucilkannya. Apakah intervensi utama
kasus di atas?
a. kaji pendapat pasien tentang tubuhnya
b. tanyakan apa yang dilakukan saat merasa kotor
c. anjurkan pasien untuk tetap menjaga kebersihan
d. bantu pasien mengungkapkan perasaannya
e. bantu pasien untuk mengungkapkan perasaan takutnya
9. Seorang laki-kali (27 th) dirawat di ruang bedah , karena tangannya harus diamputasi akibat
kecelakaan di tempat kerjanya , ketika itu tangannya masuk ke dalam mesin pembuat benang .
Pada saat dikaji pasien tampak murung, mengatakan tidak mau dioprerasi, karena setelah
dioperasi ia akan menjadi cacat. Apakah intervensi yang tepat pada kasus tersebut?
a. kaji penilaian pasien tentang dirinya
b. bantu pasien mengungkapkan perasaan takut
c. jelaskan pentingnya tindakan operasi
d. bantu pasien untuk meningkatkan keyakinannya
e. libatkan keluarga dalam memberikan dukungan yang positif
10. Apakah kriteria evaluasi tindakan di atas ?
a. keluarga mendukung pasien untuk operasi
b. pasien mengerti manfaat operasi
c. keluarga menyetujui tindakan operasi
d. pasien mengetahui pentingnya operasi
e. pasien menyebutkan manfaat operasi
SOAL BU DEZ
11.
12.
13.
14.
15.
16.
17.
18.
19.
20.
C
E (sp 1b mengidentifikasi halusinasi)
A
C
A
C
C
A
A
D (tahap 1: comforting -> tertawa sendiri, halu menyenangkan. Berupaya penuh untuk
menenangkan diri. 2: condemning -> menjijikan dan menakutkan. Takut orang lain tau. 3:
controlling -> sudah menguasai dirinya, dan terbiasa dengan halusinasi. 4: conquering -> bisa
menyebabkan delusi/waham)
Download