AC Central Demikianlah artikel mengenai Sistem AC Sentral yang bisa www.dinginaja.com berikan kepada pembaca sekalian. Jika anda merasa artikel ini bermanfaat, mohon share sehingga orang lain akan mendapatkan manfaat yang sama. Terimakasih atas kunjungan Anda. A. Bahan Bakar Cair(BBM) Minyak (petroleum) berasal dari kata-kata: Petro = rock (batu) dan leaum = oil (minyak) Minyak dan gas sebagian besar terdiri dari campuran molekul carbon dan hydrogen yang disebut dengan hydrocarbons. Minyak dan gas terbentuk dari siklus alami yang dimulai dari sedimentasi sisa-sisa tumbuhan dan binatang yang terperangkap selama jutaan tahun. Pada umumnya terjadi jauh dibawah dasar lautan. Material-material organik tersebut berubah menjadi minyak dan gas akibat efek combinasi temperatur dan tekanan di dalam kerak bumi. Kumpulan dari minyak dan gas tersebut membentuk reservoir-reservoir minyak dan gas. Komposisi dan sifat dari BBM ditentukan dari jenis dan kandungan minyak bumi mentah asalnya, metode penyulingan yang digunakan dan tergantung dari sifat zat-zat campuran yang ditambahkan untuk meningkatkan mutu BBM. B. Bahan bakar padat Bahan bakar padat adalah suatu materi padat yang dapat diubah menjadi energy. Contohnya adalah batubara. Sifat fisik batubara termasuk nilai panas, kadar air, bahan mudah menguap dan abu.Sifat kimia batubara tergantung dari kandungan berbagai bahan kimia seperti karbon,hidrogen, oksigen, dan sulfur.Nilai kalor batubara beraneka ragam dari tambang batubarayang satu ke yang lainnya. C. Bahan Bakar Gas Bahan bakar bentuk gas yang biasa digunakan adalah gas petroleum cair (LPG), gas alam, gas hasil produksi, gas blast furnace, gas dari pembuatan kokas, dll. Nilai panas bahan bakar gas dinyatakan dalam Kilokalori per normal meter kubik (kKal/Nm3) ditentukan pada suhu normal (20 0C) dan tekanan normal (760 mm Hg). 2. Sebutkan sifat-sifat yang ada pada bahan bakar bensin ? Jawab : Sifat yang di miliki bensin antara lain: a. Mudah menguap pada temperatur normal, b.Tidak berwarna, tembus pandang dan berbau, c.Titik nyala rendah (-10° sampai -15°C), d. Berat jenis rendah (0,60 s/d 0,78), e. Dapat melarutkan oli dan karet, f. Menghasilkan jumlah panas yang besar (9,500 s/d 10,500 kcal/kg), g. Setelah di bakar sedikit meninggalkan karbon.