Uploaded by rinofitraadlim

Penentuan Harga Jual

advertisement
Penentuan Harga Jual
Harga jual ( selling price) merupakan inti dari seluruh kegiatan usaha. Untuk
menentukan berapa harga jual suatu makanan , ada beberapa hal yang harus diketahui:
1. Total harga seluruh komponen bahan yang dipakai untuk membuat makanan (
materials breakdown)
2. Biaya produksi selama memproses bahan, mulai dari bahan mentah hingga
menjadi makanan matang.
3. Kebijakan harga pokok makanan (food cost) yang ditentukan oleh manajemen
sebagai faktor pembagi dalam perhitungan cost dan harga pokok penjualan.
4. Nilai tertentu yang mungkin harus ditambahkan pada harga pokok penjualan,
misalnya pajak ( government tax) dan uang service.
A. Menentukan Total Harga Bahan Baku
Untuk menentukan total harga seluruh komponen bahan baku, ada beberapa hal
yang harus disusun dan dihitung terlebih dahulu. Perangkat tersebut,antara lain :
1. Resep baku
Resep standar selain berfungsi untuk membuat produk standar setiap saat, juga
berfungsi sebagai dasar menghitung bahan yang digunakan.
2. Takaran baku
Berfungsi untuk menentukan besarnya/ banyaknya makanan per porsi ,
sehingga dari 1 resep baku dapat dihitung secara tepat jumlah porsi yang
dihasilkan. Berkaitan erat dalam menghitung bahan makanan yang digunakan
dalam setiap porsi. Alat ukur yang tepat sangat diperlukan.
3. Standar Yield
Berfungsi untuk menghitung setiap bahan makanan yang dibeli, setelah
melalui proses trimming akan kehilangan berat, yang berakibat pada harga
menjadi lebih mahal.
Contoh :
1 kg ikan segar dengan harga Rp. 10.000. setelah mengalami proses trimming
menjadi kehilangan berat 300 gr ( kepala, tulang, sisik, sayap). Artinya standar
yield tersebut = 70%. Diperoleh dari :
(100% - (300
x 100% ) = 100% - 30% = 70 %
1000
4. Cost factor
Berfungsi untuk menentukan harga suatu bahan makanan yang telah dihitung
standar yield-nya dan siap untuk diolah.
Contoh :
Ikan segar dengan harga sebelum trimming Rp. 10.000/kg , setelah proses
trimming kehilangan 300 gr, sehingga yang terpakai 700 gr. Maka harga ikan
menjadi :
10.000 x 1000 gr = Rp. 14.286 / 1000 gr.
700
Cost factor adalah suatu konstanta yang merupakan rasio antara harga pokok
bahan makanan yang telah diproses dengan harga pokok bahan makanan
sebelum diproses.
Proses untuk mendapatkan berat bersih suatu jenis bahan makanan segar lazim
disebut dengan Butcher test.
Cost factor diterapkan untuk mengubah harga pokok sebelum bahan diproses
menjadi harga pokok setelah bahan diproses dan siap untuk dimasak dan
dihidangkan.
Cost factor dibedakan menjadi :
1. Cost faktor per kilogram
2. Cost factor per porsi
Cost Factor per kilogram = Harga Pokok per kilogram setelah diproses
Harga Pokok per kilogram sebelum diproses
Contoh : untuk menghitung cost factor per kilogram, dengan ilustrasi ikan
segar diatas , adalah = 14. 286 = 1,4286 = 1,43( dibulatkan)
10.000
Cost factor per porsi = Harga pokok per kilogram setelah diproses
Harga pokok sebelum diproses perkilogram
Contoh : bila takaran baku per porsi untuk makanan yang terbuat dari ikan
segar adalah 200 gr, maka harga pokok per porsi untuk ikan segar yang siap
dimasak adalah = 1,4286 x 200 gr = Rp. 2857 ( dibulatkan)
Cost factor per porsi = 2857 = 0,29 ( dibulatkan)
10.000
Bila harga pokok ikan segar naik menjadi Rp. 12.000/ kg, maka
Harga ikan segar yang siap dimasak per-kg = 1,43 x 12.000 = Rp. 17.160
Harga pokok per- porsi = 0,29 x Rp. 12.000 = Rp. 3.480
Kesimpulan :
Oleh karena itu, Manajemen dapat menyiapkan daftar cost factor per-kg dan
per- porsi untuk setiap jenis bahan makanan. Daftar cost factor akan
mempermudah kerja manajement dalam melakukan penyesuaian atas harga
pokok makanan bilamana terjadi gejolak harga di pasar. Cost factor per porsi ,
selain dipengaruhi oleh yield , juga dipengaruhi oleh takaran baku per porsi.
Makin besar takaran baku per porsi , semakin tinggi cost factor per porsi.
B. Biaya Produksi Selama Proses Hingga Siap Disajikan
Biaya produksi : biaya yang timbul karena pemakaian energy, seperti listrik, gas,
uap,dll. Perhitungan dapat dilakukan dengan berbagai cara ,salah satu diantaranya
adalah 10% dari Grand Total Cost.
CONTROL SHEET DAN BREAKDOWN
FOOD NAME : STEAK MEXICAINE
LOCATION :
COURSE
: MAIN COURSE
FRENCH RESTAURANT
YIELD
: 10 PORTION
No.
Ingredients
Quantity
Unit Cost
Total Cost
1.
NZ. SIRLOIN
2000 GR
175.000
350.000
2.
BROWN SAUCE
5 DL
20.000
10.000
Remark
3.
ONION
59 GR
4.000
200
4.
GREEN OLIVE
50 GR
12.000
750
5.
PIMENTO
50 GR
12.000
750
6.
SALAD OIL
¼ LTR
12.000
3.000
7.
TOMATO
12 PCS
500
5000
8.
PARSLEY
20 GR
8.000
160
9.
GREEN BEANS
600 GR
4.000
2.400
10.
CARROTS
600 GR
5.500
3.300
11.
POTATOES
600 GR
6.000
3.600
379.160
Jika GTC Rp.379.160 (didapat dari jumlah total cost)
Biaya produksi 10% , maka 10 x Rp. 379.160 = Rp. 37.916
100
Grand Total Cost ( GTC) = Rp. 417.076 (didapat dari jumlah total cost + biaya
produksi 10% )
Harga per porsinya = GTC = 417.076 = Rp. 41.707
10
10
C. Menentukan Persentase Food Cost
Tinggi rendahnya persentase food cost tidak sama antara jasa yang satu dengan
jasa boga yang lain. Kebijakan manajemen berbeda. Ada yang memberikan angka
33%, 34% , atau 35% , dan dengan toleransi cost antara 1 % sampai 2%. Food cost
menjadi patokan untuk menentukan harga jual total dan harga pokok penjualan.
D. Kebijakan Pajak Makanan dan Service
Makanan di hotel atau restoran dikenakan pajak penjualan sebesar 11% dan nilai
ini ditambahkan pada harga makanan , sedangkan uang servis ditetapkan
berdasarkan kebijakan masing- masing jasa boga, untuk hotel umumnya sebesar
10% dari harga makanan. Baik pajak
ataupun uang service dibayar oleh
pelanggan. Hak masing- masing dari penjualan ini sudah jelas. Pengusaha
mendapatkan hasil jual( food sales), pemerintah daerah mendapatkan pajak, dan
pegawai mendapatkan imbalan atas servisnya. Pembagian atas uang servis untuk
setiap perusahaan tidak selalu sama karena bergantung kebijakan masing- masing
manajemen. Misalnya :
-
Yang mendapatkan uang service adalah pegawai kontrak atau tetap yang sudah
bekerja paling tidak 3 bulan.
-
Tenaga casual atau trainee tidak mendapat uang service , hanya mendapatkan
honorarium dan duty meals.
-
Besarnya uang service dibagi rata untuk seluruh karyawan , termasuk
manajemen
-
Manajemen mendapatkan uang ini sebesar profit yang dicapainya begitu juga
karyawan.
E. Menentukan Harga Jual
Selling
Total Food
Food Cost
Cost xx 100%
Selling Price
Price == Total
100%
Cost%
Cost%
Melanjutkan contoh sebelumnya :
Total food cost setelah ditambah biaya produksi Rp. 41.707 dan food cost
ditentukan 35% , maka :
Selling Price = 41.707 x 100 = Rp. 119.163 (dibulatkan Rp.120.000)
35
Jika pajak dan uang service 21 % ( 11% + 10%), maka nilainya adalah 21% x
Rp.120.000 = Rp.25.200
Jadi total Selling Price = (Rp. 120.000 + Rp.25.200 ) = Rp. 145.200
Jadi harga steak mexicaine di restoran prancis adalah Rp. 145.200
F. Break Event Point
Dalam bahasa Indonesia disebut juga dengan titik impas. Jika suatu usaha dibuka,
selama beberapa bulan perusahaan akan terus mengeluarkan biaya usaha. Selama
itu restoran akan mulai mendapat penjualan sedikit demi sedikit (dilambangkan
dengan cost & sales). Pada bulan selanjutnya mungkin akan mencapai BEP atau
titik impas di mana Total Revenue = Total cost. Setelah titik ini dilalui ,maka baru
akan didapatkan keuntungan dari usaha tersebut. Dengan kata lain pada saat itu
sudah mulai ada profiabilitas. Oleh karena , pada bulan- bulan pertama biasanya
perusahaan menggencarkan produktivitas penjualan agar titik BEP ini segera
dicapai dan kemudian segera dapat memperoleh keuntungan.
Rumus . BEP = TR = TC
BEP = Break Event Point (Titik Impas)
TR = Total revenue (Total Pendapatan)
TC = Total Cost (Total Biaya)
Jadi, untuk usaha yang baru mulai umumnya mereka berusaha dengan berbagai
strategi penjualan untuk meningkatkan penjualan, dengan harapan pendapatan
yang diperoleh akan setara dengan biaya total yang dikeluarkan. Karena setelah
BEP tercapai, minimal perusahaan tidak lagi mengeluarkan biaya usaha, karena
sudah dapat dipenuhi dari pendapatan (TR).
Langkah berikutnya adalah diupayakan untuk terus meningkatkan penjualannya
guna memperoleh keuntungan (profit) dan sedikit demi sedikit dapat
mengembalikan investasi yang sudah dikeluarkan.
Download