Uploaded by User66326

73977 LAPORAN SGD 8 LBM 4 (Autosaved)

advertisement
LEMBAR PERSETUJUAN
LAPORAN TUTORIAL SGD 8
LBM 4
Telah disetujui oleh :
Semarang, 24 Mei 2019
Tutor
…………….
Drg. Ninuk Sumaryati, M.Kes
1
DAFTAR ISI
LEMBAR PERSETUJUAN ........................................................................................ 1
DAFTAR ISI .............................................................................................................. 2
BAB 1 ....................................................................................................................... 3
PENDAHULUAN ...................................................................................................... 3
Latar Belakang....................................................................................................................... 3
Skenario ................................................................................................................................ 4
Identifikasi Masalah .............................................................................................................. 4
PETA KONSEP ........................................................................................................ 5
BAB II ....................................................................................................................... 6
TINJAUAN PUSTAKA .............................................................................................. 6
A.
Landasan Teori .............................................................................................................. 7
1.
Dasar hukum yang mengatur plagiarisme .................................................................... 6
2.
Macam-macam plagiarisme.......................................................................................... 7
3.
Ciri-ciri plagiarisme ....................................................................................................... 9
4.
Faktor-faktor yang bisa menyebabkan terjadinya plagiarisme .................................... 9
5.
Presentase maksimal kemiripan yang diperbolehkan dalam karya ilmiah................. 10
6.
Sanksi yang diberikan untuk tindakan plagiarisme..................................................... 11
7.
Pencegahan supaya tidak terjadi plagiarisme ............................................................ 13
8.
Cara melakukan paraphrase ....................................................................................... 14
9.
Pandangan atau hukum plagiarism dalam islam ........................................................ 15
BAB III .................................................................................................................... 18
KESIMPULAN ........................................................................................................ 18
DAFTAR PUSTAKA................................................................................................ 19
2
BAB 1
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Plagiarisme atau sering disebut plagiat adalah penjiplakan atau pengambilan
karangan, pendapat, dan sebagainya dari orang lain dan menjadikannya seolah
karangan dan pendapat sendiri. Plagiat dapat dianggap sebagai tindak pidana
karena mencuri hak cipta orang lain. Di dunia pendidikan, pelaku plagiarisme dapat
mendapat hukuman berat seperti dikeluarkan dari sekolah/universitas. Pelaku
plagiat disebut sebagai plagiator. Menurut Adimihardja (2005), plagiarisme adalah
pencurian dan penggunaan gagasan atau tulisan orang lain (tanpa cara-cara yang
sah) dan diakui sebagai miliknya sendiri. Plagiarisme juga didefinisikan sebagai
kegiatan dengan sengaja menyalin pemikiran atau kerja orang lain tanpa cara-cara
yang sah (Adimihardja, 2002). Pelaku plagiarisme dikenal juga dengan sebutan
plagiat (Rosyidi, 2007).
Dan ada peraturan yang mengatur plagiarism yaitu
peraturan menteri pendidikan nasional nomor 17 tahun 2010 tentang pencegahan
dan penaggulangan plagiat diperguruan tinggi.
Rasa malas membuat orang-orang melakukan tindakan plagiarisme atau
plagiat adalah karena mereka menganggap individu yang ia contek atau jiplak
memiliki karya cukup bagus sehingga ia menjiplaknya dan mengakuinya menjadi
milik sendiri agar mendapat pujian atau nilai bagus . Selain itu kesibukan dan
sempitnya waktu yang bisa diluangkan untuk menghasilkan karya yang layak atau
bagus juga dijadikan alasan para plagiat untuk membohongi hati nuraninya sendiri
karena sedikit banyak para plagiat tentu merasa berdosa atau bersalah ketika
melakukan tindakannya tersebut.
3
B. Skenario
Seorang mahasiswa terbukti melakukan plagiat dalam penyusunan
Karya Tulis Ilmiah (KTI). Ia menuliskan kutipan namun tidak disertai sumber
yang memadai. Hasil kemiripan (similarity) dalam turnitin menunjukkan angka
50%. Oleh sebab itu mahasiswa tersebut mendapatkan sanksi.
C. Identifikasi Masalah
1. Bagaimana dasar hukum yang mengatur plagiarisme?
2. Apa saja macam-macam plagiarisme?
3. Apa ciri-ciri plagiarisme?
4. Apa saja faktor-faktor yang bisa menyebabkan terjadinya plagiarisme?
5. Berapa presentase maksimal kemiripan yang diperbolehkan dalam karya
ilmiah?
6. Apa sanksi yang diberikan untuk tindakan plagiarisme?
7. Bagaimana pencegahan supaya tidak terjadi plagiarisme?
8. Bagaimana cara melakukan paraphrase?
9. Bagaimana pandangan/hukum plagiarism dalam islam?
4
PETA KONSEP
PLAGIARISME
KATA DEMI KATA
(WORD FOR WORD
PLAGIARISM)
KEPENGARANGAN
( PLAGIARISM OF
AUTHORSHIP)
ATAS SUMBER
(PLAGIARISM OF
SOURCE)
SANKSI
(PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL NOMOR
17 TAHUN 2010)
MAHASISWA:
a. TEGURAN
b. PERINGATAN TERTULIS
c. PENUNDAAN PEMBERIAN SEBAGIAN HAK
MAHAISWA
d. PEMBATALAN NILAI SATU ATAU BEBERAPA MATA
KULIAH YANG DIPEROLEH MAHASISWA
e. PEMBERHENTIAN DENGAN HORMAT DARI STATUS
SEBAGAI MAHASISWA
f. PEMBERHENTIAN TIDAK DENGAN HORMAT DARI
STATUS SEBAGAI MAHASISWA: ATAU
g. PEMBATALAN IJAZAH APABILA MAHASISWA
TELAH LULUS DARI SUATU PROGRAM
5
SELF PLAGIARISM
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. Landasan Teori
1. Dasar hukum yang mengatur plagiarisme
PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL NOMOR 17 TAHUN
2010 TENTANG PENCEGAHAN DAN PENAGGULANGAN PLAGIAT
DIPERGURUAN TINGGI
Pasal 1 ayat 1
“Plagiat adalah perbuatan secara sengaja atau tidak sengaja dalam
memperoleh atau mencoba memperoleh kredit atau nilai untuk suatu
karya,dengan mengutip sebagian atau seluruh karya ilmiah pihak lain yang
diakui sebagai karya ilmiahnya, tanpa menyatakan sumber secara tepat dan
memadai”
UNDANG UNDANG NO 20 TAHUN 2003 TENTANG SISTEM PENDIDIKAN
NASIONAL
Pasal 25 ayat 2
“ Lulusan perguruan tinggi yang karya ilmiahnya digunakan untuk
memperoleh gelar akademik, profesi, atau vokasi terbukti merupakan jiplakan
dicabut gelarnya”
Pasal 70
“Lulusan yang karya ilmiahnya yang digunakannya untuk mendapatkan gelar
akademik, profesi, atau vokasi sebagai mana dimaksud dalam pasal 25 ayat
(2) terbukti merupakan jiplakan dipidana dengan pidana penjara paling lama
2 tahun dan/atau didenda paling banyak Rp 200.000.000,00 (dua ratus juta
rupiah).
6
PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NO 1 TAHUN 1989
TENTANG
UNTUK
PENERJEMAHAN
KEPENTINGAN
DAN/ATAU
PENDIDIKAN
PERBANYAKAN
,
ILMU
CIPTAAN
PENGETAHUAN,
PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN.
Pasal 8
“Hak Cipta atas karya terjemahan diakui sebagai ciptaan tersendiri dan
mendapatkan perlindungan berdasarkan Undang-undang Hak Cipta dengan
ketentuan bahwa hak moral pemegang Hak Cipta harus diperhatikan”
UNDANG- UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 28 TAHUN 2014
TENTANG HAK CIPTA
Pasal 1 ayat 1
“ Hak Cipta adalah hak eksklusif pencipta yang timbul secara otomatis
berdasarkan prinsip dekralatif setelah suatu ciptaan diwujudkan dalam
bentuk nyata tanpa mengurangi pembatasan sesuai dengan ketentuan
peraturan perundang-undangan”
2. Macam-macam plagiarisme
Menurut Soelistyo 2011 dari buku Soelistyo, H. (2011) , Plagiarisme:
Pelanggaran Hak Cipta dan Etika. Yogyakarta: Penerbit Kanisius.
1. Palgiarisme Kata demi Kata (Word for word Plagiarism)
Penulis menggunakan kata-kata penulis lain (persis) tanpa menyebutkan
sumbernya.
2. Plagiarisme atas sumber (Plagiarism of Source)
Penulis menggunakan gagasan orang lain tanpa memberikan pengakuan
yang cukup (tanpa menyebutkan sumber yang jelas).
3. Plagiarisme Kepengarangan (Plagiarism of Authorship)
Penulis mengakui sebagai karya tulis karya tulis orang lain.
7
4. Self plagiarism
Termasuk dalam tipe ini adalah penulis mempublikasikan satu artikel
pada lebih dari satu redaksi publikasi. Dan mendaur ulang karya tulis/ karya
ilmiah. Yang penting dalam self plagiarism adalah bahwa ketika mengambil
karya sendiri, maka ciptaan karya baru yang dihasilkan harus memiliki
perubahan yang berarti. Artinya Karya lama merupakan merupakan bagian
kecil dari karya baru yang di hasilkan. Sehingga pembaca akan memperoleh
hal baru, yang benar-benar penulis tuangkan pada karya tulis yang
menggunakan karya lama.
Menurut Panjabi
1. Mosaic plagiarism
Dimana seseorang menggunakan dan menggabungkan data dari
beberapa sumber menjadi 1 tanpa menyertakan keterangan penulis.
2. Duplicate publication
Dimana seseorang memposting suatu karya disatu situs atau lebih
tanpa izin dari penulis.
a. Metaphore plagiarism
Mengkutip dan menjiplak karya tulis orng lain untuk menjelas makna tulisan
sendiri tanpa mencantumkan sumber.
b. Intentional
Plagiarisme yang dilakukan dengan sengaja
Contohnya tidak mencatumkan sumber
c. Unintentional
Tidak sengaja melakukan plagiarisme, tidak bisa melakukan paraphrase
yang baik.
8
3.
Ciri-ciri plagiarisme
a. Mengakui tulisan orang lain sebagai tulisan sendiri.
b. Mengakui gagasan orang lain sebagai pemikiran sendiri.
c. Mengakui temuan orang lain sebagai kepunyaan sendiri.
d. Mengakui karya kelompok sebagai kepunyaan sendiri.
e. Menyajikan tulisan yang sama dalam kesempatan yang berbeda tanpa
menyebutkan asal usulnya.
f. Meringkas dan memparafrasekan(mengutip tak langsung) tanpa
menyebutkan sumbernya, dan
g. Meringkas dan memparafrasekan dengan menyebut sumbernya, tetapi
rangkaian kalimat dan pilihan katanya masih terlalu sama dengan
sumbernya.
4. Faktor-faktor yang bisa menyebabkan terjadinya plagiarisme
a. Bisa dari sifat yang malas, malas untuk melakukan penelitian.
b. Tidak mahir dalam memikirkan suatu ide.
c. Beban karena dikejar deadline.
d. Demi nilai agar nilai nya bagus.
e. Kurangnya kemampuan dalam meneliti dan menulis.
f.
Kurangnya minat baca.
g. Tidak tahu cara mengutip sumber yang berasal dari internet atau dari
sumber lainnya.
h. Karena tidak tahu peraturan yang mengatur.
i.
Malas berkonsultasi kepada yang lebih ahli atau pakarnya.
j.
Penyalahgunaan tekhnologi karena zaman sekarang sangat mudah
mengakses internet.
k. Karena kurangnya perhatian dosen terhadap plagiarism.
l.
Kurangnya kesadaran masyarakat tentang pentingnya hak cipta.
9
5.
Presentase maksimal kemiripan yang diperbolehkan dalam karya ilmiah
Angka presentase yang digunakan untuk standard penentuan plagiat dikti
maksimal 30 % , diperguruan tinggi Universitas Gadjah Mada (Academic.
2017. Antisipasi Plagiarism)
Menurut sastroasmoro tahun 2007
Kategori plagiarisme:
Berdasarkan proporsi bahan yang dijiplak
1. Plagiarisme ringan
: >30% dari bahan sumber
2. Plagiarisme sedang
: 30-70 % dari bahan sumber
3. Plagiarisme berat atau total : 70-100% dari bahan sumber
Ideal nya proporsi ide atau gagasan penulis harus lebih dominan dari jumlah
kutipan yang diambil dari sumber karena jika tidak dikhawatirkan justru
bahan sumber yang mendominasi dan menghasilkan tulisan yang tidak
original.
Plagiarisme pada tingkat pustakawan
menurut institute of electrical and electronic engineer(IEEE)membagi perilaku
plagiarisme dalam 5 level:
1. Penyalinan mentah dari suatu paper tanpa menyebut sumber dan
penyalinannya 50%.
2. Penyalianan mentah dan suatu paper tanpa menyebut sumber dan
penyalinan nya 20-40%.
3. Penyalinan tulisan atau paper tetapi diubah paragraf dan kalimat
tanpa menyebut sumber.
4. Penyalinan beberapa elemen seperti gambar dan kalimat tanpa
menyebut sumber.
5. Teks yang disalin sudah menyebut sumber tetapi tidak menambahkan
tanda kutipan dalam kutipan walau seperti itu disebut tindakan
plagiarisme
10
6. Sanksi yang diberikan untuk tindakan plagiarisme
PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL NOMOR 17 TAHUN
2010 TENTANG PENCEGAHAN DAN PENAGGULANGAN PLAGIAT
DIPERGURUAN TINGGI
BAB VI SANKSI
Pasal 12
(1) Sanksi bagi mahasiwa yang terbukti melakukan plagiat sebagaimana
dimaksudkan dalam Pasal 10 ayat (4) secara berurutan dari yang paling
ringan sampai dengan yang paling berat, terdiri atas:
a. teguran;
b. peringatan tertulis;
c. penundaan pemberian sebagian hak mahasiswa;
d. pembatalan nilai satu atau beberapa mata kuliah yang diperoleh
mahasiswa;
e. pemberhentian dengan hormat dari status sebagai mahasiswa;
f. pemberhentian tidak dengan hormat dari status sebagai mahasiswa; atau
g. pembatalan ijazah apabila mahasiswa telah lulus dari suatu program.
(2) Sanksi bagi dosen/peneliti/tenaga kependidikan yang terbukti melakukan
plagiat sebagaimana dimaksudkan pada Pasal 11 ayat (6), secara berurutan
dari yang paling ringan sampaid engan yang paling berat, terdiri atas:
a. teguran;
b. peringatan tertulis;
c. penundaan pemberian hak dosen/peneliti/tenaga kependidikan;
d. penurunan pangkat dan jabatan akademik/fungsional;
e. pencabtuan hak untuk diusulkan sebagai guru besar/profesor/ahli peneliti
utama bagi yang memenuhi syarat;
11
f. pemberhentian dengan hormat dari status sebagai dosen/peneliti/tenaga
kependidikan;
g.
pemberhentian
tidak
dengan
hormat
dari
status
sebagai
dosen/peneliti/tenaga kependidikan; atau
h.
pembatalan
ijazah
yang
diperoleh
dari
perguruan
tinggi
yang
bersangkutan.
(3) Apabila dosen/peneliti/tenaga kependidikan sebagaimana dimaksud pada
ayat (2) huruf f, huru g, dan huruf h menyandang sebutan guru
besar/profesor/ahli peneliti utama, maka dosen/peneliti/tenaga kependidikan
tersebut dijatuhi sanksi tambahan berupa pemberhentian dari jabatan guru
besar/profesor/ahli peneliti utama oleh Menteri atau pejabat yang berwenang
atas usul perguruan tinggi yang diselenggarakan oleh Masyarakat melalui
Koordinator Perguruan Tinggi Swasta;
(4) Menteri atau Pejabat yang berwenang dapat menolak usul untuk
mengangkat kembali dosen/peneliti/tenaga
kependidikan dalam jabatan
guru besar/profesor/ahli peneliti utama perguruan tinggi lain, apabila
dosen/peneliti/tenaga
kependidikan
tersebut
pernah
dijatuhi
sanksi
sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf f atau huruf g serta dijatuhi
sanksi tambahan berupa pemberhentian dari jabatan guru besar/profesor.ahli
peneliti utama.
(5) Dalam hal pemimpin perguruan tinggi tidak menjatuhkan sanksi
sebagaimana dimaksud pada ayat (1), ayat (2), dan ayat (3), Menteri dapat
menjatuhkan sanksi kepada Plagiator.
(6) Sanksi kepada pemimpin perguruan tinggis ebagaimana dimaskud pada
ayat (5) berupa:
a. teguran;
b. peringatan tertulis;
12
c. pernyataan Pemerintah bahwa yang bersangkutan tidak berwenang
melakukan tindakan hukum dalam bidang akademik
7.
Pencegahan supaya tidak terjadi plagiarisme
PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL NOMOR 17 TAHUN
2010 TENTANG PENCEGAHAN DAN PENAGGULANGAN PLAGIAT
DIPERGURUAN TINGGI
BAB IV PENCEGAHAN
Pasal 6
(1)
Pimpinan Perguruan
Tinggi mengawasi pelaksanaan kode etik
mahasiswa/dosen/peneliti/tenaga kependidikan yang ditetapkan olehs enat
perguruan tinggi/organ lain yang sejenis, yang antara lain berisi kaidah
pencegahan dan pengangulangan plagiat.
(2) Pimpinan Perguruan Tinggi menetapkan dan mengawasi pelaksanaan
gaya selingkung untuk setiap bidang ilmu, teknologi, dans eni yang
dikembangkan oleh perguruan tinggi.
(3) Pimpinan Perguruan Tinggi secara berkala mendiseminasikan kode etik
mahasiswa/dosen/peneliti/tenaga kependidikan dan gaya selingkung yang
sesuai agar tercipta budaya antiplagiat.
a. Tulis informasi yang didapat (sumbernya ditulis).
b. Gunakan tanda kutip.
c. Gunakan tanda kurung untuk menulis refrensi.
d. Buatlah paraphrase/simpulan.
e. Gunakan kata-kata sendiri.
f.
Menanamkan sifat jujur dalam diri sendiri.
13
g. Pengakuan karya milik orang lain.
h. Dengan cara sosialisasi terkait UU no 28 tahun 2014 tentang hak cipta
kepada seluruh masyarakat akademik.
i.
Melampirkan karya tulis tidak melakukan plagiat.
j.
Keputusan pimpinan untuk karya tulis di upload pada jurnal yang valid di
portal garuda.
k. Harus banyak membaca , referensi nya harus banyak.
8.
Cara melakukan paraphrase
1) Bacalah kembali teks sumber sampai Anda memahami benar isi teks
tersebut
2) Singkirkan teks/naskah asli tersebut dan tulislah ulang gagasan dalam teks
tadi dalam sebuah kertas.
3) Buatlah daftar beberapa kata dibawah parafrase Anda tadi untuk
mengingatkan Anda kembali pada cara Anda memahami naskah asli
tersebut. Di atas kartu catatan tadi, tuliskan kata kunci yang menunjukkan
subjek atau tema parafrase Anda.
4) Bandingkan tulisan parafrase Anda tadi dengan naskah aslinya untuk
mengecek apakah semua gagasan, terutama gagasan yang penting telah
tercantum dalam hasil parafrase tersebut.
5) Gunakan tanda petik ganda untuk mengidentifikasi istilah-istilah khusus,
terminologi, atau frase yang Anda pinjam dari naskah asli, dan yang Anda
ambil sama pesis dengan naskah asli.
6) Tuliskan sumber (termasuk halaman) pada kertas catatan Anda sehingga ini
mempermudah Anda untuk menuliskan sumber pustaka atau referensi, bila
Anda bermaksud mengambil parafrase tersebut
14
9. Pandangan atau hukum plagiarism dalam islam
Dilihat dari sisi islampun, kegiatan plagiat adalah kegiatan yang buruk. Sisi buruk
yang timbul karena plagiat adalah:
1. Dusta dan membangga-banggakan diri sendiri terhadap sesuatu yang bukan
dimiliknya
‫ع هَ س َ ْصِ َّللاْ َُ ُس ََ ْ ا ْْق َ َا ْ ْ ََ ْ َن‬
ْ ْ ‫ََّل ُْ و ِ ََّللا سصل‬
‫مَّلُ ل‬
‫ََ سْ ل‬
‫ش َي ْ ْ ََ ْصِ ِْ َلِْ ْْ ْْ س‬
ْ ‫ِّس‬
ْ َْ‫سر‬
ْ َْ ‫شَّْ َُ َل‬
ْ َِّ
Dari Asma, Rasulullah shalallahu ’alaihi wa sallam bersabda, “Orang yang
membangga-banggakan diri dengan sesuatu yang tidak ada pada dirinya itu
bagaikan seorang yang menutupi seluruh badannya dengan dua kain kepalsuan.”
(HR. Bukhari dan Muslim).
2. Pencurian—mengakui kepemilikan orang sebagai milik kita—
Isham Al-Hadi mengatakan, “Tatkala banyak komentar tentang kelakuan sebagian
orang yang menukil suatu perkataan tanpa menyebutkan siapa yang
mengucapkannya, kutanyakan hal ini kepada guruku, Al-Albani, apakah tindakan
tersebut tergolong pencurian ataukah bukan?”
Jawaban beliau, “Betul, itu tergolong pencurian dan tentu saja tidak diperbolehkan
oleh syariat karena itu termasuk berbangga dengan sesuatu yang tidak dimiliki,
tadlis alias manipulasi dan membuat sangkaan bahwa perkataan tersebut atau
simpulan pembahasan tersebut adalah buah karyanya.” (Al-Albani Kama ‘Araftuhu,
karya Isham Musa Hadi hal. 74-75).
3. Tidak mensyukuri berkah kecerdasan yang diberikan oleh Tuhan.
Ketika menjelaskan hadis ‘Agama itu nasihat (menghendaki kebaikan untuk pihak
lain), An-Nawawi mengatakan, “Di antara bentuk menghendaki kebaikan untuk
orang lain adalah menisbatkan keterangan yang menarik kepada yang
mengatakannya. Siapa saja yang melakukan hal itu maka ilmu dan keadaannya
akan diberkahi. Sedangkan orang yang membuat image bahwa ucapan orang lain
yang dia kutip seakan-akan adalah kata-katanya itu sangat layak ilmunya tidak bisa
diambil manfaatnya dan keadaannya tidak mendapatkan limpahan berkah. Adalah di
15
antara tradisi keilmuan para ulama adalah menisbatkan keterangan ilmiah yang
menarik kepada orang yang pertama kali mengucapkannya.” (Bustanul ‘Arifin, hal. 4,
Syamilah).
Plagiat tidak boleh dilakukan karena berbagai alasan, misal suatu karya diciptakan
dengan observasi atau penelitian yang memakan biaya dan waktu yang banyak dan
dalam proses observasi atau penelitian sangat menguras tenaga. Alasan lain adalah
dapat membuat si pencipta karya merugi.
 Al quran as syura ayat 183
ْ ‫اس أ َ شْ ي َ ا ءَ ه ُ مْ َو ََل ت َ ع ْ ث َ ْو ا ف ِي‬
‫س دِ ي َن‬
َ ْ ‫َو ََل ت َب‬
ِ ْ ‫ض مُ ف‬
ِ ‫اْل َ ْر‬
َ َّ ‫خ س ُ وا ال ن‬
“Dan janganlah kamu merugikan manusia pada hak-haknya dan janganlah kamu
merajalela di muka bumi dengan membuat kerusakan”
 Surat an nisa ayat 29
‫ج ا َر ة ً ع َ ْن ت َ َر اض ِم ن ْ ك ُ مْ َو ََل‬
ِ ‫ي َ ا أ َي ُّ هَ ا ا ل َّ ذِ ي َن آ مَ ن ُ وا ََل ت َأ ْك ُ ل ُ وا أ َ ْم َو ا ل َ ك ُ مْ ب َ ي ْ ن َ ك ُ مْ ب ِ ال ْ ب َ ا‬
َ ِ ‫ط ِل إ ِ ََّل أ َ ْن ت َك ُ و َن ت‬
‫َّللا َ ك َا َن ب ِ ك ُ ْم َر ِح ي ًم ا‬
َّ ‫ت َ ق ْ ت ُل ُ و ا أ َن ْ ف ُ س َ ك ُ ْم إ ِ َّن‬
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu
dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka
sama-suka di antara kamu. Dan janganlah kamu membunuh dirimu; sesungguhnya
Allah adalah Maha Penyayang kepadamu.
Majelis Ulama Indonesia (MUI)
Menerangkan yang dimaksud dalam hak intelektual termasuk harta kekayaan maka
keberadaan nya sangat terlindungi rasulullah bersabda
“sesungguhnya darah (jiwa) dan harta mu adalh haram atau dilindungi” (HR.
Termidzi)
16
Komisi fatwa juga mengambil kaidah fiqih “ tidak boleh melakukan tindakan hukum
atas hak milik orang lain tanpa seizinya ‘’
“Rasullullah sangat mencela segala tindakan yang bisa merugikan orang lain
rasulullah bersabda tidak boleh membahayakan (merugikan) diri sendiri dan tidk
boleh pula membahayakan (merugikan) orang lain”. (HR ibnu majah dari ubadah bin
Shamit)
17
BAB III
KESIMPULAN
Banyak dasar hukum yang mengatur plagiarisme. Salah satunya Peraturan
Mnteri Pendidikan Nasional No. 17 Tahun 2010 Tentang Pencegahan dan
Penanggulangan Plagiat di Perguruan Tinggi. Kemudian plagiarisme sendiri juga
banyak
macam-macamnya.
Diantaranya
ada
plagiarisme
kata
demi
kata,
plagiarisme atas sumber, plagiarisme kepengarangan, dan self plagiarisme. Di mana
plagiarisme sendiri juga pastinya terdapat ciri-ciri.
Kemudian
terdapat
berbagai
faktor
yang
mempengaruhi
terjadinya
plagiarisme. Salah satunya karena sifat yang ada dalam diri yaitu malas. Sifat ini
tentunya dapat dihindari. Untuk persentase maksimal kemiripan dalam penulisan
karya ilmiah sendiri yaitu 30% menurut dengan DIKTI. Jika lebih dari angka tersebut,
dapat dikatakan melakukan plagiarisme yang pastinya akan mendapatkan sanksi
sesuai kadarnya. Namun plagiarisme juga dapat dicegah salah satunya dengan
membuat paraphrase dalam mengutip kalimat dari sumber lain.
Dalam islam pun juga mengaturhukum plagiarisme, di mana perbuatan
plagiarisme termasuk perbuatan yang dilarang bahkan masuk dalam kategori
haram. Oleh karena itu jangan sampai kita terjerumus ke dalam perbuatan yang
dilarang oleh Allah agar segala perbuatan yang kita lakukan mendapatkan
keridhoan-Nya.
18
DAFTAR PUSTAKA
1. Peraturan Menteri Pendidikan nasional, Nomor 17 Tahun 2010.Tentang
Pencegahan dan Penanggulangan Plagiat di Perguruan Tinggi.
2. Undang Undang Nomor 20 tahun 2003, Tentang Sistem Pendidikan
Nasional.
3. Sutiyono, Widhyastuti Purbani, dan Burhan Nurgiyanto. (2014). Panduan
Antiplagiarisme. Yogyakarta.
4. Istiana, Purwani. (2013). Perpustakaan dan Plagiarisme. Hal 8-9.
Universitas Dharma. Yogyakarta.
5. Herqutanto. (2013). Plagiarisme Runtuhnya Tembok Kejujuran Akademik.
Vol 1 No 1. Fakultas Kedokteran Indonesia. Jakarta.
6. Rizky W, Aulia. (2014). Plagiat adalah Tindakan yang Buruk.
7. Alfarisi, Usman. (2018). Studi Perbandingan Hukum Islam dan Hukum
Positif di Indonesia. Jurnal Hukum dan Syariah Vol 9 No 1. Universitas
Muhammadiyah Jakarta.
8. Riswandi, Budi dkk. (2017). Pembatasan dan Pengecualian Hak Cipta di
Era Digital. PT Citra Aditya bakti. Yogyakarta.
9. Das, N., & Panjabi, M.(2011). Plagiarism: Why is it such a big issue for
medical writers. Perspectives in Clinical Research. Hal 67-71
19
Download