Uploaded by User65214

paradigma PMIK

advertisement
PARADIGMA BARU RMIK
DAN
IMPLEMENTASI “EHR”
DI RUMAH SAKIT
Oleh:
Lily Widjaja,SKM,MM.
PARADIGMA BARU RMIK
A. REKAM MEDIS (tradisional)
•Mengelola RM
•Mengelola Data
•Menyiapkan Formulir
B. MIK (Paradigma baru):
Manajemen Informasi Kesehatan
Lily W
Regulasi LAMA :
Peraturan MenKes no.
749a/Menkes/PER/XII/89
Rekam Medis (Medical
Record)
Pasal
 (1) Rekam medis harus
dibuat secara tertulis, lengkap
dan jelas bila terjadi
kesalahan……..
Regulasi BARU PERMENKES
RI no.
269/MENKES/PER/III/2008
REKAM MEDIS
Pasal 2:
 (1) Rekam medis harus
dibuat secara tertulis, lengkap
dan jelas atau secara
elektronik
 (2)Penyelenggaraan RM
dg.menggunakan teknologi
informasi elektronik diatur
lebih lanjut dengan peraturan
tersendiri
 Dokumen yang
harus tertulis
(Bab III Pasal 5 UU ITE)
Lily W
REKAM MEDIS (tradisional)
MIK (Paradigma baru)
1. RUANG: UK
BASIS INFORMASI
2. BTK FISIK RM
DATA: Def. Item, PEMODELAN, ADMINISTRASI, AUDIT
data
3. AGRGT,
TAMPILAN
SECARA ELEKTRONIS, SUMBER DIGUNAKAN SIMULTAN,
STATISTIK, TEKNIK PEMODELAN DATA
4.FORM & DISAIN
LOGICAL DATA, REKAYASA ULANG, PENGEMBANGAN &
PENUNJANG APLIKASI
5. KERAHASIAAN,
INFORMASI
MELEPAS
SEKURITAS, AUDIT,
PROGRAM PENGAWASAN,
NILAI RISIKO,ANALISIS,
PENCEGAHAN,
UKUR PENGAWASAN.
Lily W
DASAR HUKUM
 UU No.23 Tahun 1992 tentang Kesehatan
 UU.Praktik Kedokteran no.29/2004
 UU Informasi Transaksi Elektronik no.11/2008
(25 Maret 2008)
 Permenkes no.269/MENKES/PER/III/2008 ttg
REKAM MEDIS (12/3/08)
 Kepmenkes no. 377/MenKes/SK/III/2007 ttg
Standar Profesi Perekam Medis dan Informasi
Kesehatan
Lily W
UU.Praktik Kedokteran no.29/2004
Pasal 45 Persetujuan Tindakan Kedokteran dan
Kedokteran gigi  resiko tinggi wajib tertulis
Pasal 46 Dr & Drg wajib buat RM
Pasal 47 kepemilikan dan isi RM sesuai Permenkes
Pasal 48 Rahasia kedokteran  sesuai Permenkes
Pasal 49 Kendali mutu dan kendali biaya
Pasal 79 Sanksi pidana bila dr/drg dengan sengaja tidak
membuat RM paling lama 1 tahun atau denda
Rp. 50 juta rupiah
Lily W
Definisi dari UU ITE
2. Teknologi Informasi adalah suatu teknik
untuk
mengumpulkan,
menyiapkan,
menyimpan, memproses, mengumumkan,
menganalisis, dan/atau menyebarkan
informasi.
Lily W
Definisi dari UU ITE
 Dokumen Elektronik adalah setiap Informasi
Elektronik yang dibuat, diteruskan, dikirimkan,
diterima, atau disimpan dalam bentuk analog,
digital, elektromagnetik, optikal, atau sejenisnya,
yang dapat dilihat, ditampilkan, dan/atau didengar
melalui Komputer atau Sistem Elektronik,
termasuk tetapi tidak terbatas pada tulisan, suara,
gambar, peta, rancangan, foto atau sejenisnya,
huruf, tanda, angka, Kode Akses,simbol atau
perforasi yang memiliki makna atau arti atau dapat
dipahami oleh orang yang mampu memahaminya.
Lily W
Alat Bukti Hukum Yang Sah
(Bab III Pasal 5 UU ITE)
1) Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik
dan/atau hasil cetaknya merupakan alat bukti hukum yang
sah.
2) Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik
dan/atau hasil cetaknya sebagaimana dimaksud pada ayat
(1) merupakan perluasan dari alat bukti yang sah sesuai
dengan Hukum Acara yang berlaku di Indonesia.
3) Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik
dinyatakan sah apabila menggunakan Sistem Elektronik
sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam UndangUndang ini.
Lily W
Dokumen yang harus tertulis
(Bab III Pasal 5 UU ITE)
4) Ketentuan mengenai Informasi Elektronik dan/atau
Dokumen Elektronik sebagaimana dimaksud pada
ayat (1) tidak berlaku untuk:
 surat yang menurut Undang-Undang harus dibuat
dalam bentuk tertulis; dan
 surat beserta dokumennya yang menurut UndangUndang harus dibuat dalam bentuk akta notaris
atau akta yang dibuat oleh pejabat pembuat akta.
Lily W
Dokumen yang harus tertulis
(Bab III Pasal 6 UU ITE)
 Dalam hal terdapat ketentuan lain selain yang diatur
dalam Pasal 5 ayat (4) yang mensyaratkan bahwa
suatu informasi harus berbentuk tertulis atau asli,
Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik
dianggap sah sepanjang informasi yang tercantum di
dalamnya dapat diakses, ditampilkan, dijamin
keutuhannya, dan dapat dipertanggungjawabkan
sehingga menerangkan suatu keadaan.
Lily W
BENTUK PELAYANAN RM
(Kompetensi RMIK)
Pelayanan RM yang ada saat ini dapat dibagi dalam 5
bentuk pelayanan:
1. Pelayanan RM berbasis kertas
RM Manual (paper based document) adalah RM yang
berisi lembar administrasi dan medis yang diolah
ditata/ assembling dan disimpan secara manual.
Lily W
BENTUK PELAYANAN RM
(Kompetensi RMIK)
2. Pelayanan RM Manual dan registrasi
komputerisasi
RM berbasis komputerisasi, namun masih terbatas
pada sistem ATD: pendaftaran (Admission), data
pasien masuk (Transfer) dan pasien keluar
termasuk meninggal (Discharge). Pengolahan
masih terbatas pada sistem registrasi secara
komputerisasi. Sedangkan lembar administrasi dan
medis yang diolah secara manual.
Lily W
BENTUK PELAYANAN RM
(Kompetensi RMIK)
3. Pelayanan MIK terbatas
Pelay.RM yang diolah menjadi informasi dan
pengelolaannya secara komputerisasi yang
berjalan dalam satu sistem secara otomatis di unit
kerja manajemen informasi kesehatan
Lily W
BENTUK PELAYANAN RM
(Kompetensi RMIK)
4. Pelay.Sistem Informasi terpadu
(Computerized Patient Record)
RM dengan networking internal.
Pelay.RM secara komputerisasi
yang berjalan dalam satu sistem
secara otomatis di unit kerja
MIK dan telah mempunyai
networking dengan semua
bagian di inst.yankes tsb.
Lily W
BENTUK PELAYANAN RM
(Kompetensi RMIK)
5.
Pelay.RME RKE
Pelay.RM secara komputerisasi ,
semua pemberi pelay. langsung mengentry
kekomputer sehingga
tidak lagi menggunakan berkas RM dalam bentuk
kertas kecuali untuk hal yang terkait
dengan hukum.
Lily W
Komputerisasi di rumahsakit
1.246 rumahsakit (50% swasta, 32% pemda)
5%
3%
92%
manual
komputerisasi
komputerisasi canggih
Jika semuanya belum dilakukan
penataan RM dengan baik
Lily W
Jika RM manual telah dilakukan
penataan RM dengan baik
Lily W
Jika semuanya sudah paperless 
entry data oleh dokter dengan komputer/
CPOE (Computerized Physician Order Entry)
Lily W
Jika semuanya sudah paperless 
entry data oleh perawat dengan komputer/
Lily W
“Direct Warning “ bagi pemberi pelayanan
Lily W
“Pemeriksaan yang akan dilakukan”
Lily W
KRITERIA RKE
INTEGRASI
DATA
PRIMARY SOURCE
of INFORMATION
EHR
PROVIDE DECISION
SUPPORT
Lily W
EHR Implementation Stages
Determine
Readiness
Plan
Migration
Path
Determine
benefitcorrectenhance
Select
System
Install
Design Test
Train
Lily W
PERSIAPAN MENUJU RKE
 Persiapan
 Intern: Kesiapan





SDM: Edukasi Training
Dana investasi
sarana-prasarana
Komputerisasi: software dan Hardware
Sistem Jaringan yang terencana
 Sosialisasi ParadigmaKesepakatan
(commitment stakeholders): Stakeholders perlu
sepakat ttg konsep IT dan perubahanan
paradigma baru danLilydiberi
sosialisasi;
W
Tantangan dalam menggunakan RKE
I. Legal Issues
II. Adanya usaha dalam menghadapi
penolakan para dokter
III. Memperhatikan masalah-masalah
yang berkaitan dengan pasien/
petugas yang mendukung dan
menggunakannya.
IV. Adanya pemimpin sebagai peran
utama menjalankan RKE
Lily W
I. LEGAL ISSUES
A. Tantangan / The Nature of Challenge
1. Keterbatasan secara teknis
2. Peraturan yang belum ada/ tidak jelas
3. Para dokter mengentry akan lebih lama dari
menulis
4. Biaya terbatas
5. Keamanan dan kerahasiaan data pasien
B. Perangkat Hukum:
1. 1. Sumber Hukum
2. 2. Tandatangan elektronik dan Sumber lain
yang mendukung ER
C. Legalitas pengeluaran Rekaman/ Legality of
Records Issues
Lily W
II. Penolakan oleh para dokter
Kunci suksesnya RKE adalah
bila para dokter menggunakannya
secara langsung saat memberikan
asuhan pasien.
1.
Melibatkan para dokter mulai dari
proses pembuatan konsep sampai
realisasi benefitnya.
2.
Memberikan perubahan pada RK
yang mereka pakai dan
dokumentasikan seperti RKE .
RKE menjadi lebih lengkap dan
lebih dapat dipercaya daripada RK
di kertas
Lily W
1. Ikutan mulai
dari konsep
2. Cari Pionir
3. Sosialisasi
MASA PERALIHAN
(Hibrid MR)
 merupakan RK/rekam kesehatan
yang informasinya sebagian tercatat
pada dokumen kertas dan elektronik
Lily W
7 PERAN PROFESI MIK
(Vision, AHIMA, 2002)







MANAJER MIK
SPESIALIS DATA KLINIS
KOORDINATOR INFORMASI PASIEN
MANAJER KUALITAS DATA
MANAJER SEKURITAS INFORMASI
ADMINISTRATOR SUMBER DATA
RISET DAN SPESIALIS PENUNJANG KEPUTUSAN
Lily W
Tipe data dan sumber data
Original data
Imaging data 
disimpan dalam Indeks pasien/ data base
Lily W
Keterbatasan dalam menyelengarakan
RKE 1. SDM
Beberapa kelemahan EHR untuk digunakan di Indonesia:
 SDM yang tersedia:
 Masalah keterbatasan kemampuan penggunaan
komputer dari Pengelola dan staf saryankes 
harus memahami konsep IT :
 Tenaga pengelola harus profesional dalam
mengelola informasi kesehatan :
ADMINISTRATOR MIK. Pendidikan profesional
harus berkualitas !!
Lily W
Keterbatasan dalam menyelengarakan
RKE  2. Pendidikan
 Bagaimana kompetensi praktisi ?
 Sistem teknologi informasi
 Keterampilan kepemimpinan dan manajemen
 Keterampilan mengelola data
 Bagaimana kualitas APIKES ?
 Bagaimana kualitas tenaga pendidik MIK ?
Lily W
Lily W
Keterbatasan dalam menyelengarakan
RKE  3. Hukum
 HUKUM ?? Perlu disesuaikan dg perkemb
jaman !
 Perlu kesiapan hukum untuk mendukung
perubahan paradigma MIK
 Adanya UU Informasi dan Transaksi Elektronik
(ITE) tgl 25/3/2008) peraturan menteri??
 Adanya PERMENKES
269/MENKES/PER/III/2008 ttg RM, untuk
RKE belum ada permenkes
 SOP/ Protokol belum ada ( ex. HL7 di Amerika)
Lily W
Keterbatasan dalam menyelengarakan
RKE  Sarana dan Prasarana





sarana-prasarana
Komputerisasi: software dan Hardware
Sistem Jaringan yang terencana
penyediaan perangkat kerasSaling berbeda !
Software dengan Bahasa berbeda:
•
•
•
•
•
Codes
Classification
Terminology,
Nomenclature
Vocabulary
Lily W
Keterbatasan dalam menyelengarakan
RKE  Manual berantakan, RKE?
 Kedisiplinan TENAGA KESEHATAN dalam
pencatatan yang baik, lengkap dan jelas ?????
 Perlu ada mata ajaran RK di pendidikan
Kedokteran dan Kedokteran Gigi???
Lily W
Kewajiban PORMIKI di era yad
 Mempersiapkan profesionalisme anggota dengan
melengkapi St.Profesi, baik st.kompetensi, st.praktek,
st. kurikulum serta adanya sertifikasi
 Kompetensi anggota sesuai rumpun IPTEK dan
luasnya profesi MIK
 Mengadakan Pendidikan berkelanjutan
 Mengikuti perkembangan yang ada baik di dalam dan
luar negeri dalam era Globalisasi saat ini
Lily W
Kesimpulan
 Meningkatkan kualitas SDM dengan pendidikan yang
berkualitas serta memenuhi standar kompetensi yang
diharapkan untuk RKE dengan tenaga pengajar yang
kompeten
 Pemerintah/ Menkes membuat peraturan khusus
mengenai EHR berikut standar/ protokol &
keamanannya sebagai peraturan pelaksana dari UU
Praktek Kedokteran no.29/2004.
 Sosialisasi paradigma MIK sec kontinyu
 Tingkatkan kerjasama stakeholders intern, ekstern
 RS persiapkan RKE dg perencanaan yang matang dan
terintegrasi dan terkoordinasi antar RS
 DepKes dan PORMIKI saling
Lily W mengisi kebutuhan
Lily W
Download