Uploaded by User64222

Ilmu resep

advertisement
ILMU RESEP
KELAS XI FARMASI
Larutan
Temperatur
Zat padat umumnya bertambah larut bila suhunya
dinaikkan, zat tersebut dikataka bersifat endoterm,
karena pada proses kelarutannya membutuhkan
panas.
Beberapa zat yang lain justru kenaikan temperatur
menyebabkan tidak larut, zat
tersebut dikatakan bersifat eksoterm, karena pada
proses kelarutannya menghasilkan
panas

Larutan

Salting out adalah peristiwa adanya zat terlarut
tertentu yang mempunyai kelarutan lebih besar di
banding zat utama, akan menyebabkan penurunan
kelarutan zat utama
atau terbentuknya endapan karena ada reaksi
kimia.
Larutan



Contoh :
a. Kelarutan minyak atsiri dalam air akan turun bila
kedalam air tersebut ditambahkan larutan NaCl
jenuh. Disini kelarutan NaCl dalam air lebih besar
dibanding kelarutan minyak atsiri dalam air, maka
minyak atsiri akan memisah.
b. Reaksi antara papaverin Hcl dengan solutio
charcot menghasilkan endapan papaverin base





Salting In.
Salting in adalah adanya zat terlarut tertentu
yang menyebabkan kelarutan zat
utama dalam solvent menjadi lebih besar.
Contohnya : riboflavin (vitamin B2) tidak
larut dalam air, tetapi larut dalam larutan yang
mengandung nicotinamidum (terjadi
penggaraman riboflavin + basa NH4 ).
Larutan




. Pembentukan kompleks
Pembentukan kompleks adalah peristiwa
terjadinya interaksi antara senyawa tak
larut dengan zat yang larut dengan membentuk
garam kompleks.
Contohnya : Iodium larut dalam larutan KI atau NaI
jenuh.
Next..


4. Kalium permanganat (KMnO4), KMnO4 dilarutkan
dengan pemanasan . Pada proses pemanasan akan
terbentuk batu kawi ( MnO2) , oleh sebab itu setelah
dingin tanpa dikocok – kocok dituangkan ke dalam
botol atau bisa juga disaring dengan gelas wol .
5. Seng klorida,, melarutkan seng klorid harus dengan
air sekaligus, kemudian disaring . Karena jika airnya
sedikit demi sedikit maka akan terbentuk seng oksi
klorid yang sukar larut dalam air. Bila terdapat asam
salisilat larutkan seng klorid dengan sebagian
air kemudian tambahkan asam salisilat dan sisa air
baru disaring.
Next


6. Kamfer, kelarutan dalam air 1: 650. Dilarutkan
dengan spiritus fortior ( 96 % ) 2 X berat kamfer
dalam botol kering kocok-kocok kemudian tambahkan
air panas sekaligus , kocok lagi.
7. Tanin, tanin mudah larut dalam air dan dalam
gliserin. Tetapi tanin selalu mengandung hasil oksidasi
yang larut dalan air, tetapi tidak larut dalam gliserin
sehingga larutannya dalam gliserin harus disaring
dengan kapas yang dibasahkan. Jika ada air dan
gliserin, larutkan tanin dalam air kocok baru
tambahkan gliserin.
Nexttt…








8. Extract opii dan extract ratanhiae, dilarutkan dengan cara
ditaburkan ke dalam air sama banyak, diamkan selama ¼ jam.
9. Perak protein, dilarutkan dalam air suling sama banyak, diamkan
selama ¼ jam , di tempat yang gelap.
10. Succus liquiritiae,
a. dengan gerus tuang (aanslibben), bila jumlahnya kecil.
b. dengan merebus atau memanaskannya hingga larut.
11. Calcii Lactas dan Calcii Gluconas, kelarutan dalam air 1 : 20
Bila jumlah air cukup , setelah dilarutkan disaring untuk mencegah
kristalisasi.
Bila air tidak cukup disuspensikan dengan
penambahan PGS dibuat mixtura agitanda
Cara mengerjakan obat dalam larutan






Cara Mengerjakan Obat Dalam Larutan
Beberapa bahan obat memerlukan cara khusus dalam
melarutkannya.
diantaranya adalah :
1. Natrium bicarbonas, harus dilakukan dengan cara gerus tuang
(aanslibben)
2. Natrium bicarbonas + Natrium salicylas, Bic natric digerus tuang ,
kemudian ditambah natrium salicylas.Untuk mencegah terjadinya
perubahan warna pada larutan harus ditambahkan Natrium
pyrophosphat sebanyak 0,25 % dari berat larutan.
3. Sublimat (HgCl2), untuk obat tetes mata harus dilakukan dengan
pemanasan atau dikocok-kocok dalam air panas, kemudian disaring
setelah dingin. NaCl dapat meningkatkan kelarutan sublimat, tetapi
menurunkan daya baktericidnya. Kadar Sublimat dalam obat mata
1 :4000
nextt








12. Codein :
a. direbus dengan air 20 X nya, setelah larut diencerkan
sebelumdingin.
b. dengan alkohol 96 % sampai larut ,lalu segera encerkan dengan
air.
c. diganti dengan HCl Codein sebanyak 1,17 X-nya.
13. Bahan-bahan obat yang bekerja keras harus dilarutkan
tersendiri.
14. Bila terdapat bahan obat yang harus diencerkan dengan air,
hasil pengenceran yang diambil paling sedikit adalah 2 CC
15. Pepsin, tidak larut dalam air tapi larut dalam HCl encer.
Pembuatan : pepsin disuspensikan dengan air 10 X nya kemudian
tambahkan HCl encer. Larutan pepsin hanya tahan sebentar dan
tidak boleh disimpan.
Nextt…






6. Nipagin dan Nipasol, kelarutan 1 : 2000
Nipagin berfungsi sebagai pengawet untuk larutan air
Nipasol berfungsi sebagai pengawet untuk larutan
minyak
a. dilarutkan dengan pemanasan sambil digoyanggoyangkan
b. dilarutkan dulu dengan sedikit etanol baru
dimasukkan dalam sediaan yang diawetkan.
17. Fenol, diambil fenol liquefactum yaitu larutan 20
bagian air dalam 100 bagian fenol. Jumlah yang
diambil 1,2 x jumlah yang diminta.
TUGAS
CARILAH 10 CONTOH OBAT SEDIAAN LARUTAN
YG BEREDR D PASARAN
Download