Uploaded by User62858

KONSEP DASAR KIMIA AIR

advertisement
KONSEP DASAR
KIMIA AIR
Zulfia Maharani, ST, MSi
SIFAT-SIFAT AIR
• Rumus kimia dari air : H2O
• Air merupakan kebutuhan vital bagi mahluk
hidup
• Cairan tidak berwarna, tidak berasa, dan tidak
berbau
•
•
•
• Memiliki 3 fasa yang berbeda : cair, gas, dan
padat
• Kualitas air merupakan syarat untuk kualitas
kesehatan manusia
• Air yang mengandung sejumlah kecil CO2
dalm udara, rasanya menjadi agak asam
sehingga tidak sehat
.
Sifat Fisika Air
Nama umum
Water
Alternative names
Aqua, dihydrogen monoxide, oxane,
hydroxic acid, hydrogen hydroxide
Rumus molekul
H2O
Berat molekul
18.0153 g/mol
Kerapatan dan fasa
1.000 g/cm3, liquid
0.917 g/cm3, solid
Titik leleh
0 °C (273.15 K) (32 ºF)
Titik didih
100 °C (373.15 K) (212ºF)
Titik beku
0 °C pada 1 atm
Kalor jenis
4186 J/(kg·K)
Tegangan permukaan
73 dyne/cm pada 20 °C
Tekanan uap
0,0212 atm pada 20 °C
SIFAT-SIFAT AIR
• Air adalah pelarut yang baik karena kepolarannya, konstanta dielektrik yang
tinggi dan ukurannya yang kecil, terutama untuk senyawa ionik dan garam yang
polar.
- Pelarut yang universal (Universal solvent)
- Pelarut Biologis (Biological solvent)
• Berat Jenis air lebih besar dari es (Density of water is greater than ice)
• Titik didihnya tinggi (High boiling point =100 °C)
• Mempunyai Tegangan Permukaan Tinggi
• Sangat Transparan (dapat dilalui cahaya untuk fotosintesa tanaman
dalam air)
• Mempunyai Kapasitas Panas Tinggi (Heat Capacity)
SIKLUS AIR
(water cycle / hidrologic cycle)
SUMBER AIR DAN PENGGUNAANNYA
• Surface water (air permukaan)
Berupa air danau, air sungai, air laut dan cadangan air lainnya di
permukaan bumi.
Umumnya air permukaan mengandung zat-zat yang harus
dihilangkan (zat pencemar atau berbahaya) sebelum dijadikan air minum/
hygiene dan sanitasi
• Ground water (air tanah)
adalah air yang bersumber dari dalam tanah yang dipompa dengan
cara pengeboran dari dalam tanah.
Umumnya air tanah bebas dari kandungan zat berbahaya, namun
tidak selalu bersih
PENCEMARAN AIR
• Sumber pencemaran air berasal dari air limbah yang ber
dari rumah tangga, industri, fasilitas umum, bersumber
fasilitas• pelayanan kesehatan, dll
• Meningkatnya nutrisi (fosfat, nitrat) dalam air dapat
menyebabkan eutrofikasi
• Sampah organik yang dibuang ke got/parit dan masuk ke
sistem saluran kota akan menyebabkan kebutuhoksigen
• tinggi dalam air dan mengganggu ekosistem
an yang
perairan
• Air buangan (waste water) industri mengandung
berbagai jenis pollutan, diantaranya: logam berat, racun
organik,
• minyak, nutrisi dan padatan
• Air buangan dapat pula berupa uap panas, terutama dari
pembangkit tenaga listrik, akan mengurangi jumlah
oksigen yang tersedia di air
• Pembuangan SO2 hasil dari pembakaran bahan bakar
fosil dengan kadar S tinggi dapat menyebabkan HUJAN
ASAM
Peraturan Pemerintah No. 82 Tahun 2001
tentang Pengelolaan Kualitas Air dan
Pengendalian Pencemaran Air
• Klasifikasi Mutu Air ditetapkan menjadi 4 kelas, yaitu :
a. Kelas Satu
Air yang peruntukkannya digunakan untuk air baku air minum
b. Kelas Dua
Air yang peruntukkannya digunakan untuk prasarana/sarana rekreasi air, pembudidayaan ikan
air tawar, peternakan, air untuk mengairi pertanaman
c. Kelas Tiga
Air yang peruntukkannya digunakan untuk pembudidayaan ikan air tawar, peternakan, air
untuk mengairi pertanaman
d. Kelas Empat
Air yang peruntukkannya digunakan untuk mengairi pertanaman
ANALISIS KUALITAS AIR
• Analisis penentuan kualitas air sangat penting bagi pengguna
air
• Sebagai informasi penting tentang keberadaan senyawa kimia
yang terkandung di dalam air
• Analisis kualitas air dilakukan melalui pengukuran/
pemeriksaan dengan alat ukur di lapangan maupun
pemeriksaan di laboratorium
KRITERIA KUALITAS AIR
• Kualitas air (air minum, air bersih, dan air limbah) ditentukan
berdasarkan keadaan air dalam keadaan normal
• Bila terjadi penyimpangan dari keadaan normal disebut sebagai air
yang tercemar
• Syarat kualitas air: persyaratan fisik, kimia, mikrobiologi, dan
radioaktivitas
• Gambaran kualitas air ditentukan berdasarkan beberapa parameter
kualitas air
STANDAR KUALITAS AIR
• Permenkes R.I Nomor 492 tahun 2010 tentang Persyaratan Kualitas Air
Minum
• Permenkes R.I Nomor 32 Tahun 2017 tentang Standar Baku Mutu
Kesling dan Persyaratan Kesehatan Air untuk Keperluan Higiene
Sanitasi, Kolam Renang, Solus per Aqua, dan Pemandian Umum
• Permenkes R.I Nomor 7 Tahun 2019 tentang Kesehatan Lingkungan
Rumah Sakit
PARAMETER KUALITAS AIR
Gambaran kualitas air ditentukan berdasarkan beberapa parameter kualitas air, sbb:
1. Kelarutan Total Zat Padat (TDS=total dissolve solid)
Zat padat terlarut adalah terlarutnya zat padat, baik berupa ion, senyawa atau koloid di dalam air,
merupakan indikator ketidaknormalan air yang disebabkan oleh tercemarnya atau terkontaminasinya
air akibat aktivitas manusia yang menghasilkan limbah, kotoran hewan, dan limbah industri.
2. Kelarutan Oksigen (DO=dissolved oxygen)
Kadar oksigen yang terlarut dalam air sangat dibutuhkan oleh mikroorganisme air untuk mendukung
kelangsungan hidupnya. Kadar oksigen juga digunakan sebagai indikator pencemaran air oleh zat-zat
kimia.
3. Kebutuhan Oksigen Biologis (BOD=biological oxygen demand)
• Parameter BOD5 digunakan sebagai indikator dari banyaknya senyawa organik terurai yang
dikandung dalam limbah cair.
• Parameter BOD5 sebenarnya menunjukkan jumlah oksigen (mg O2) yang dibutuhkan oleh
mikroorganisme untuk menguraikan senyawa organik dalam waktu 5 hari pada 1 liter limbah cair.
PARAMETER KUALITAS AIR
3. Kebutuhan Oksigen Kimia (COD=chemical oxygen demand)
• Parameter COD digunakan untuk memberikan indikasi jumlah seluruh senyawa organik yang
terkandung dalam limbah cair
• Parameter COD menunjukkan jumlah Oksigen (mg O2) yang ada dalam senyawa oksidan yang
dibutuhkan untuk menguraikan seluruh senyawa kimia organik yang terkandung dalam 1 liter
limbah cair.
4. Derajat Keasaman (pH)
• Nilai pH diukur menggunakan kertas indikator pH atau pH meter.
• Pengukuran pH sebaiknya dilakukan di lapangan mengingat derajat keasaman limbah cair
mudah berubah.
• Nilai pH berkisar antara 0 – 14 dengan nilai 7 sebagai titik tengah atau netral. Limbah cair
dikatakan asam bila memiliki pH < 7 dan dikatakan basa jika pH > 7.
5. Zat Kimia dalam Air
Aluminium, klorida, flourida, besi, magnesium, mangan, nitrogen, kalium, phosfor, silikon,
natirum, dll
Download