Uploaded by User58342

TDABC

advertisement
Pengertian Activity Based Costing System
Activity Based Cost System adalah sistem informasi biaya yang berorientasi pada
penyediaan informasi lengkap tentang aktivitas untuk memungkinkan personel
perusahaan melakukan pengelolaan terhadap aktivitas.
kelebihan dari sistem ABC adalah sebagai berikut:
1. Biaya produk yang lebih akurat, baik pada industri manufaktur maupun industri
jasa lainnya khususnya jika memiliki proporsi biaya overhead pabrik yang lebih besar.
2. Biaya ABC memberikan perhatian pada semua aktivitas, sehingga semakin banyak
biaya tidak langsung yang dapat ditelusuri pada objek biayanya.
3. Sistem ABC mengakui bahwa aktivitas penyebab timbulnya biaya, sehingga
manajemen dapat menganalisis aktivitas dan proses produksi tersebut dengan baik
( fokus pada aktivitas yang memiliki nilai tambah) yang pada akhirnya dapat
melakukan efisiensi dan akhirnya menurunkan biaya.
Perhitungan biaya produk berdasarkan aktivitas (activity based costing atau ABC)
banyak dikritik karena beberapa kelemahan, diantaranya mengabaikan potensi unused
capacity, mengasumsikan resource bekerja pada kondisi fullcapacity, dan biaya tidak
langsung (overhead) yang tidak dapat dibebankan secara langsung pada produk/jasa
(contoh: gaji karyawan, upah, upah lembur, tunjangan kesehatan, tunjangan cuti,
bonus, dan intensif, dll). Adanya kelemahan dari ABC tersebut memunculkan ide
penyempurnaan ABC yang disebut dengan Time Driven Activity Based Costing
(TDABC)
Pengertian Time Driven Activity Based Costing
Dalam sistem proses produksi, seluruh aktivitas selalu dipengaruhi dan dibatasi oleh
waktu. Upah tenaga kerja, pemakaian utilitas, depresiasi dan lain sebagainya,
merupakan kompensasi atas penggunaan waktu oleh manusia maupun oleh mesin dan
peralatan yang digunakan. Sehingga waktu merupakan salah satu kendali yang dapat
digunakan dalam melakukan analisa dan implementasi TDABC.
Metoda Time-Driven Activity-Based Costing memiliki dua parameter, yaitu:
1. Pembebanan biaya untuk setiap unit waktu yang digunakan sumber daya yang
tersedia dalam memenuhi kapasitas yang tersedia sesuai dengan aktivitas
perusahaan/bisnis. (Total pengeluaran Overhead dibagi dengan total jam
kerja karyawan yang digunakan/tersedia).
2. Penilaian dari unit waktu yang digunakan dalam setiap aktivitas: berapa
banyak waktu yang digunakan dalam menyelesaikan satu unit produk pada
setiap aktivitas (hal ini didasarkan pada hasil perkiraan atau pengamatan
langsung).
Penerapan metoda TDABC memiliki langkah-langkah menurut Brugemann (2005):
A. Penilaian biaya melalui keterangan sumber-sumber pembelanjaan padakapasitas
yang tersedia.
1. Identifikasi kelompok sumber yang telah melakukankegiatan.
2. Estimasi biaya pada setiap kelompok sumber.
3. Estimasi kapasitas waktu praktik setiap kelompok sumber
4. Perhitungan biaya kelompok sumber dengan membagi total kelompok biaya
sumber dengan kapasitasnya yang tersedia.
B. Penilaian waktu untuk variasi yang dibutuhkan dalam menjalankan aktivitas.
1. Identifikasi faktor yang berpengaruh pada periode waktu aktivitas
2. yang tepat(time driver), ketika kita menentukan faktor untuk setiap
3. variasi nyata dari suatu aktivitas.
4. Pembuatan persamaan waktu, yang mengekspresikan ketergantungan
5. pada berjalannya waktu aktivitas pada semua faktor berikutnya
6. dengan mengakui nilai-nilai faktor dan konsumsi perhitungan total
7. waktu untuk setiap variasi aktivitas konkrit.
C. Kelipatan biaya unit dari sumber penghasilan tertentu denganwaktu total konsumsi
variasi konkrit dalam menjalankan proses dan meringkas biaya untuk setiap sumber
konsumsi.
Keunggulan Metode TDABC
1. Metoda TDABC memiliki banyak keuntungan dibandingkan dengan
teknik akuntansi tradisional atau metoda ABC.Metoda ini memberikan
mahalnya biaya hanya ke dalam satu persamaan waktu, yang mencakup
semua aspek khusus dalam memilih aktivitas di database aktivitas
perusahaan. TDABC mengalokasikannya dengan cara yang lebih baik
dan cara yang fair untuk aktivitas yang sesuai, pelanggan, wilayah kerja, atau
produk.
2. TDABC menemukan kemungkinan kapasitas yang tidak terpakai,
memungkinkan perbaikan operasional, hal interaksi antara time driver,
mendeteksi proses tanpa nilai dan perubahan dalam produksi, pemuatan,
pengiriman, penyimpanan dll. TDABC adalah instrumen yang baik untuk
mendesain strategi rantai pasokan kompetitif yang baru, tidak hanya dengan
anggota lain dari rantai, tetapi juga antara divisi perusahaan tertentu dan
sebagai
Pada estimasi biaya per unit, Prosedur yang baru dimulai dengan menggunakan
informasi yang sama dengan pendekatan Traditional ABC, yaitu:
1. Menentukan besarnya biaya dari sumber daya yang menyediakan kapasitas,
2. Mengestimasi kapasitas aktual dari sumber daya yang tersedia.
Dari estimasi biaya per unit tersebut, maka dapat dihitung biaya per unit dari kapasitas
yang tersedia sebagai berikut:
Biaya per Unit :
 Biaya dari kapasitas yang tersedia
 Kapasitas pada Prakteknya dari Sumber Daya yang Tersedia
 Bagian kedua dari informasi baru yang diperlukan pada pendekatan Time-Driven
ABC adalah estimasi waktu yang diperlukan untuk melakukan suatu transaksi.
Prosedur TimeDriven ABC menggunakan estimasi waktu yang diperlukan setiap
ada transaksi yang terjadi. Estimasi unit waktu ini menggantikan proses interview
pekerja untuk mempelajari berapa persen waktu pekerja yang dihabiskan untuk
semua aktivitas.
Dengan pendekatan Time-Driven ABC, manajer perusahaan dapat dengan mudah
mengupdate model Time-Driven ABC perusahaannya untuk mencerminkan
perubahan kondisi operasionalnya. Selain itu, manajer juga dapat dengan mudah
mengupdate tarif cost driver untuk aktivitasnya. Ada dua hal yang menyebabkan tarif
cost driver untuk aktivitas berubah, yaitu:
1.
2.
Perubahan pada harga dari kapasitas yang tersedia mempengaruhitarif biaya
per jam,
Perubahan pada tarif cost driver merupakan perubahan pada efisiensi
aktivitas.
Adapun kunci utama dari Time-Driven ABC adalah:
1.
2.
Estimasi kapasitas pada prakteknya dari sumber daya yang terlibat dan
biayanya,
Estimasi unit waktu untuk melaksanakan aktivitas transaksi.
Download