GENERASI TAK TERULANG Generasi Itu, generasi kelahiran 1980an-1990an, Dan itu adalah kami. Kami adalah generasi terakhir yang masih bermain di halaman rumah yang luas. Kami berlari dan bersembunyi penuh canda-tawa, persahabatan dan tidak baperan. Main Petak Umpet, Boy-boy-an, Gobag sodor, Cutat, Betengan, Lompat tali, Masak-masakan, ngejar Layangan putus sambil lari-lari, Main Balbalan rame-rame sekampung dari pulang sekolah sampai azan maghrib. Menjadi kolektor tazos, kelereng, sampai bungkus rokok, Main ujan-ujanan, cari wader, uceng, sumpil, kalau sungai surut. Kami generasi yang bisa memanfaatkan gelang karet, isi sawo, pelepah pisang, kulit jeruk, batre bekas, sogok telik menjadi permainan yg mengasyikkan. Kami yang tiap melihat pesawat terbang langsung teriak minta uang. Kamilah generasi yang saat berangkat dan pulang sekolah berjalan bersama, masih pakai buku gambar artis idola, penghapus bendera negara, pensil dan rautan yang ada kacanya. Kamilah generasi yg masih pakai papan tulis hitam dan kapur putih. Generasi yang meja sekolahnya penuh dengan coretan kejujuran kami, melalui tulisan Tipe-X putih, penuh dengan ukiran yang rapi. Kami adalah generasi yang merasakan awal mula teknologi gadget komunikasi seperti pager, telepon umum koin. Generasi yang pertama mengenal Nintendo, PS, Bloody roar, tekken, CTR, winning eleven, Game wot yang blm berwarna. Generasi kami jugalah yang tahu dan paham benar apa itu "TAMAGOCHI" , permainan super canggih di masanya yang lebih keren dari COC karena bisa dimainkan tanpa kuota. Generasi kami lah yang merekam lagu dari siaran radio ke pita kaset tape, yang menulis lirik dengan cara play-pause-rewind, dan memanfaatkan pensil utk menggulung pita kaset ya macet, kirim-kirim salam sama temen-temen lewat siaran radio saling sindir dan bla bla bla, generasi penikmat awal Walkman. Kamilah generasi layar tancap Misbar dono,kasino, indro yang merupakan cikal bakal bioskop Twenty One. Di Generasi ini kami pulalah bisa nonton berjamaah di rumah tetangga, hari minggu adalah waktunya bioskop "Home Theater" di rumah sambil nyemil chiki, kenji,anakmas, gulali, yosan, karena acara televisi full dengan film-film kartun dan pahlawan; dragon ball, crush gear, ultraman, digimon, power ranger, sinchan, sailormoon, ksatria baja hitam, ketika ada acara tinju, bubar semua. Acara setelah ngaji sore dengan lihat yoko, bibi lung, hakim roda mas, pai su chen, siluman ular putih, kera sakti antv sampai tersanjung 6. tidak seperti sekarang yang kebanyakan FTV remaja yg pacar"an , dan program" lain yang tak mendidik yg juga ntah kenapa di luluskan sensor oleh KPI. Kami generasi yang tumbuh diantara para legenda cinta seperti kla Project, project pop, jamrud, dewa 19, padi, masih tak malu menyanyikan lagu Sheila on7, dan selalu tanpa sadar ikut bersenandung ketika mendengar lagu: mungkin aku bukan pujangga, yg pandai merangkai kata. Kami adalah generasi yang sehat, bersepeda antar kecamatan, keliling desa dengan jalan kaki rame-rame, sehat sering manjat jambu dan mangga, sehat berenang di kali, di sungai dan di sawah. Sebagai anak bangsa Indonesia, Kami hafal Pancasila, Nyanyian Indonesia Raya, maju tak gentar, Teks proklamasi, Sumpah Pemuda, Nama nama para Menteri kabinet pembangunan IV dan Dasadharma Pramuka dan Nama nama seluruh provinsi di Indonesia. Sepuluh atau dua puluh tahun sejak 90an mungkin kita anggap sebagai nostalgia. Kalau sudah seabad, itu adalah peristiwa sejarah. Betapa bahagianya generasi yang tak terulang.