Uploaded by ayusanyastin1

DIABETES MILITUS

advertisement
DIABETES MILITUS
Diabetes adalah berasal dari kata Yunani yang berarti mengalirkan/mengalihkan. Mellitus adalah
berasal dari Bahasa Latin yang berarti gula. Diabetes mellitus adalah penyakit dimana seseorang
mengeluarkan sejumlah besar urine yang terasa manis. Diabetes mellitus ini adalah sebuah
penyakit yang disebabkan oleh kelainan hormone yang mengakibatkan sel-sel dalam tubuh tidak
dapat menyerap glukosa dari darah. Penyakit ini timbul ketika darah tidak terdapat cukup insulin
atau ketika sel-sel tubuh tidak dapat bereaksi normal terhadap insulin.
Tipe-tipe Diabetes Melitus
Terdapat tiga macam diabetes mellitus Antara lain :
1. Diabetes Melitus Tipe 1
Diabetes mellitus tipe 1 adalah penyakit hiperglikemia akibat ketiadaan absolute insulin.
Penyakit ini disebut penyakit diabetes mellitus dependen insulin (DMDI). Penyakit insulin
ini harus mendapatkan insulin pengganti. Diabetes mellitus tipe 1 ini biasanya dijumpai
pada orang yang tidak gemuk biasanya berusia kurang dari 30 tahun, dengan perbandingan
laki-laki lebih sedikit dibandikan dengan wanita. Namun diabetes mellitus ini juga dapat
menyerang segala usia.
2. Diabetes Melitus Tipe 2
Diabetes meliitus tipe 2 adalah penyakit hiperglikemia akibat insensitivitas sel terhadap
insuin. Kadar insulin mungkin sedikit menurun atau berada dalam rentang normal. Karena
insulin tetap dihasilkan oleh sel-sel beta pancreas, maka diabetes mellitus tipe 2 dianggap
sebagai non insulin dependen diabetes mellitus (NIDDM). Diabetes mellitus tipe 2 timbul
pada orang yang berusia lebih dari 30 tahun, dan dahulu disebut sebagai diabetes mellitus
awita dewasa, dengan perbandingan wanita lebih banyak dari pada laki-laki.
3. Diabetes Gestasional
Diabetes mellitus gestasional terjadi pada wanita hamil yang sebelumnya tidak mengidap
penyakit diabetes. Sekitar 50% wanita yang mengalami penyakit ini akan kembali ke status
non diabetes setelah kehamilan berakhir. Namun, risiko mrngalami diabetes tipe 2 pada
waktu mendatang lebih besar daripada normal.
Etiologi
1. Etiologi Diabetes Melitus Tipe 1
Diabetes mellitus tipe 1 diperkirakan timbul akibat destruksi autoimun sel-sel beta
Langerhans yang dicetuskan oleh lingkungan. Serangan autoimun dapat timbul setelah
infeksi virus rubella, sitomegalo kronik atau setelah pajanan obat atau toksin (misalnya
golingan nutrosamin yang terdapat pada daging yang diawetkan).
2. Etiologi Diabetes Melitus Tipe 2
Diabetes melitus tipe 2 tampaknya berkaitan dengan obesitas. Selain itu, pengaruh genetic
yang menentukan kemungkinan sesorang mengidap penyakit inicukup kuat. Bahwa
terdapat suatu sifat genrtik yang belum teridentifikasiyang menyebabkan pancreas
mengeluarkan insulin yang berbeda atau menyebabkan reseptor insulin atau perantara
kedua tidak dapat berespon secara adekuat terhadap insulin. Juga mungkin terdapat kaitan
genetic Antara kegemukan dan rangsangan berkepanjangan reseptor-reseptor insulin.
Ransangan berkepanjangan atas reseptor-reseptor tersebut dapat menyebabkan penurunan
jumlah reseptor insulin yang tedapat pada sel-sel. Hal ini juga disebut downregulation.
3. Etiologi Diabetes Melitus Gestasional
Diabetes gestasional dianggap berkaitan dengan peningkatan kebutuhan energy dan kadar
estrogen serta hormone pertumbuhan yang terus menerus tinggi selama kehamilan.
Hormone pertumbuhan dan estrogen meransangan pengeluaran insulin dan dapat
menyebabkan gambaran sekresi yang berlebihan insulin seperti diabetes tipe 2 yang
akhirnya menyebabkan pwnurunan responsivitas sel. Hormon pertumbuhan memiliki
beberapa efek anti-insulin, misalnya peransgsangan glikogenelisis (penguraian glikogen)
dan pengurangan jaringan lemak. Semua factor ini mungkin berperan menimbulkan
hiperglikemia pada diabetes gestasional. Wanita yang mengidap diabetes gestasional
mungkin sudah memiliki gangguan subklinis penontrolan glukosa bahkan sebelum
diabetesnya muncul.
Tanda dan Gejala
Gejala awal diabetes adalah penderita merasa lemas, tidak bertenaga, ingin makanan yang manis,
sering buang air kecil, dan sering merasa haus. Setelelah jangka panjang tanpa perawatan yang
memadai, dapat memicu berbagai komplikasi kronis atara lain :
 Gangguan pada mata dengan potensi akibat pada kebutaan
 Gangguan pada ginjal dengan potensi akibat gagal ginjal
 Gangguan pada cardiovaskula, disertai lesi membrane basalis yang dapat diketahui dengan
pemeriksaan menggunakan mikroskop electron
 Gangguan pada system saraf sehingga disfungsi otonom, foot ulcer, amputasi, charcil join,
dan disfungsi seksual.
Dan gejala lain seperti dehidrasi, ketoasidosis, ketonuria, dan hhiperesmolar nonketotik yang dapat
berakibat pada stupor dan koma. Kata diabetes itu sendiri mengacu pada simtoma yang disebut
glikosuria atau kencing manis, yang terjadi jika tidak segera mendapatkan perawatan.
Pengobatan
1. Insulin
Pengidap diabetes 1 memerlukan terapi insulin. Tersedia berbagai jenis insulin dengan asl
dan kemurnian yang berbeda-beda dalam aspek saat kerja, waktu kerja, dan lama kerja.
Pengidap diabetes tipe 2 walaupun tidak dianggap tidak tergantungan dengan insulinjuga
dapat manfaat dari terpi insulin. Pada pengidap diabetes tipe 2 mungkin terjadi defisiensi
pelepasan insulin atau insulin yang dihasilkan kurang efektif karena sedikit mengalami
perubahan.
2. Edukasi dan kepatuhan diet
Komponen penting lain pada pengobatan diabetes tipe 1 dan 2. Rencana diet diabetes
dihitung secara individual tergantung pada pertumbuhan, rencana penurunan berat
(biasanya untuk pasien diabetes tipe 2), dan tingkat aktivitas. Distribusi kalori biasanya 5060% dari karbohidrat kompleks., 20% dari protein, dan 30% dari lemak. Diet juga
mencakup serat, serat vitamin, dan mineral. Sebagian penderita diabetes tipe 2 mengalami
pemulihan kadar glukosa darah mendekati normal hanya dengan intervensi diet karena
adanya peran factor kegemukan.
3. Program olah raga
Pada pengidap diabetes tipe 2 intervensi terapiutik untuk diabetes adalah olahraga.
Olahraga digabung dengan pembatasan diet akan mendorong penurunan berat dan dapat
meningkatkan kepekaan insulin. Untuk tipe diabetes diatas olahraga terbukti dapat
meningkatkan pemakaian glukosa oleh sel sehingga kadar glukosa darah turun.
Pencegahan
1. Berhenti merokok sebab rokok meninggalkan nekotin dalam saluran pernafasan kemudian
akan diambil oleh darah, darah yang mengandung nekotin akan merusak system insulin
pada pancreas sehingga resiko diabetes semakin tinggi.
2. Turunkan berat badan
3. Terkadang ganti suber karbohidrat denagn biji-bijian
4. Hindari terlalu sering mengkomsumsi minuman manis
5. Batasi komsumsi daging merah seperti daging berasal dari domba, sapi, dan babi sebab
daging merah tidak mudah diterima oleh tubuhtermasuk dalam proses metabolism
6. Batasi makanan siap saji
KASUS PSIKOLOGI TERHADAP PASIEN YANG MENGALAMI PENYAKIT
DIABETES MELITUS
Seorang pasien yang mengetahui dirinya mengidap diabetes mellitus. Dimana pasien tersebut
mengalami komplikasi gangguam pada system saraf yang mengalami amputasi pada bagian kaki
kiri. Pasien tersebut mengatakan pada petugas kesehatan bahwa dia merasakan ketidaknyamanan
rasa kurang percaya diri terhadap dirinya sendiri, rasa hilang harapan untuk mejalani sebuah
kehidupannya karena ia berfikir jika dia hanya memiliki satu kaki, ia rasa tidak bias melakukan
kegiatan sebagaimana mestinya yang dilakukan oleh setiap orang.
Nah disini kita sebagai petugas kesehatan khususnya pada pasien yang mengalami gangguan
psikologi seperti ini, diharapakan mampu memberikan rasa empati kepada pasien tersebut dengan
cara memberikan sebuah motivasi dan dukungan social yang merupakan salah satu bentuk
interaksi social Antara individu yang memberikan kenyamanan fisik dan psikologi melalui
terpenuhnya kebutuhan kasih sayang dan keamanan. Diperlukan juga memeberikan dukungan
emosional yang mencakup ungkapan perhatian, kepedulian terhadap pasien.
Kesediaan
mendengarkan keluhannya akan memberikan dampak postif terhadap pasien sebab cara itu sebagai
sarana pelepasan emosi, mengurangi kecemasan, membuat pasien merasa nyaman, tentram,
diperhatikan, serta dicintai saat menghadapi suatu tekanandalam hidupnya.
Download