Uploaded by Lita Yulistia

Penulisan Not Balok

advertisement
APLIKASI PENULISAN NOT BALOK GUNA PENYUARAAN PIANO
DAN VIOLIN
Rudy Adipranata1, Natania Sanjaya, Rolly Intan2
Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Kristen Petra
Jl. Siwalankerto 121-131, Surabaya
Email: [email protected], [email protected]
Abstrak
Sekarang ini penggunaan media komputer untuk berbagai keperluan bukan merupakan hal yang baru. Banyak
aplikasi komputer yang membantu kehidupan manusia, salah satunya dalam bidang musik. Dalam dunia musik
dikenal adanya partitur, yang merupakan catatan nada-nada yang membentuk sebuah lagu, yang umumnya
ditulis dengan menggunakan notasi balok. Pada penelitian dikembangkan aplikasi untuk menggantikan penulisan
partitur bernotasi balok yang dilakukan secara manual. Dengan adanya aplikasi ini, partitur yang telah dibuat
dapat disuarakan untuk mengetahui bagaimana lagu yang dihasilkan dari partitur tersebut. Input yang diterima
oleh sistem adalah hasil penulisan pada editor yang terdapat pada aplikasi ini, sedangkan output yang dihasilkan
adalah partitur yang dapat disuarakan dan dicetak, serta bunyi lagu yang dihasilkan dari partitur tersebut yang
disimpan dalam file berformat MIDI untuk masing-masing alat musik.
Kata kunci: penulisan not balok, MIDI, penyuaraan piano dan violin
1.
Pendahuluan
Dengan
semakin
berkembangnya
penggunaan teknologi informasi untuk segala
bidang, dunia musik juga tidak luput turut
memanfaatkan penggunaan teknologi informasi
tersebut. Salah satu hal yang dapat dilakukan
dengan menggunakan teknologj informasi adalah
penulisan not balok dengan menggunakan aplikasi
komputer dimana sebelumnya penulisan not balok
dilakukan secara manual. Dengan bantuan aplikasi
komputer, terjadinya kesalahan penulisan dapat
diperbaiki dengan mudah. Keuntungan lain dengan
menggunakan aplikasi komputer, not balok yang
dituliskan dapat langsung disuarakan dengan suara
tertentu sehingga memudahkan pengguna untuk
mengetahui bagaimana bunyi lagu yang dihasilkan
dari penulisan not balok tersebut. Disamping itu,
hasil penulisan not balok juga dapat dikonversi
menjadi sebuah file musik bertipe MIDI yang
nantinya dapat dimainkan pada player yang dapat
memainkan file MIDI.
Pada penelitian ini dikembangkan sebuah
aplikasi yang dapat digunakan untuk menuliskan
not balok serta menyuarakan hasil penulisan not
balok tersebut dengan suara piano dan violin.
Pemilihan suara piano dan violin ini didasarkan
bahwa alat musik tersebut banyak digunakan pada
musik klasik.
2.
Notasi Balok
Notasi balok merupakan standar yang
digunakan dalam penulisan notasi musik. Setiap
nada mempunyai frekuensi yang berbeda, sehingga
penempatan posisi not pada garis paranada
dilakukan berdasarkan tinggi-rendahnya nada
tersebut. Nada adalah bunyi yang dihasilkan dari
alat musik, yang mempunyai durasi, pitch,
intensitas, dan warna. Sebuah not balok mewakili
sebuah nada, bentuk not balok tersebut
menunjukkan hitungan yang terdapat pada nada
yang diwakilinya. Dalam penotasian musik, dikenal
2 kondisi yaitu not dan rest. Not digunakan untuk
menunjukkan adanya nada tertentu, sedangkan rest
digunakan untuk menunjukkan tidak adanya nada .
Ng, Lina (2003). Tabel 1 berikut ini menunjukkan
bentuk dan nilai not balok yang merepresentasikan
nada (not) dan yang merepresentasikan tanda diam
(rest).
Tabel 1. Simbol Not Balok Untuk Tiap Hitungan
Nama
Nama
Not Rest
Not Rest
(Nilai)
(Nilai)
Semibreve
(4)
Minims
(2)
Crotchet (1)
Quaver
(1/2)
Semiquaver
(1/4)
Demisemi
quaver
(1/8)
2.1. Garis Paranada
Garis paranada merupakan lima garis
sejajar dengan empat ruang kosong diantaranya,
untuk menempatkan not balok sesuai dengan tinggi
rendahnya nada. Not-not ditempatkan pada garis
atau ruang kosong diantaranya. Semakin tinggi
posisi not semakin tinggi nada yang dihasilkan,
demikian pula sebaliknya. Cara pembacaan not
pada garis paranada adalah dari kiri ke kanan. Ng,
Lina (2003). Gambar 1 berikut ini menunjukkan
garis paranada.
Gambar 1. Garis Paranada
2.2. Tanda Kunci
Tanda kunci adalah tanda yang
ditempatkan pada permulaan garis paranada, untuk
menentukan nama nada dan menetapkan tinggirendah nada dengan tepat. Kunci yang umum
digunakan dalam musik adalah kunci treble dan
kunci bass. Berikut ini adalah contoh gambar tanda
kunci dan contoh posisi not dalam tanda kunci.
Gambar 2 berikut ini menunjukkan berbagai jenis
tanda kunci yang ada, sedangkan Gambar 3
menunjukkan posisi not dalam tanda kunci treble
dan bass.


Sharp (#), menaikkan nada sebanyak ½ nada.
Double sharp (x), menaikkan nada sebanyak 1
nada.
 Flat (b), menurunkan nada sebanyak ½ nada.
 Double flat (bb), menurunkan nada sebanyak 1
nada.
 Natural
penaikan atau penurunan nada.
Tanda kromatis diletakkan di depan not yang akan
dinaikkan atau diturunkan nadanya. Pengaruh tanda
kromatis ini hanya berlaku untuk not yang sama
tingginya dalam satu bar. Gambar 5 berikut adalah
gambar dari nada yang diberi tanda kromatis.
Gambar 5. Tanda Kromatis (Accidental)
3.
MIDI
Musical Instrument Digital Interface atau
yang biasa disingkat MIDI merupakan sebuah
format file untuk menyimpan informasi dari lagu.
Adapun struktur penyimpanan file dalam MIDI
secara umum adalah sebagai berikut: White (2008)
Gambar 2. Tanda Kunci
Gambar 6. Struktur File MIDI
Gambar 3. Posisi Not dalam Tanda Kunci Treble
dan Bass
2.3. Tanda Birama
Tanda birama terdiri dari angka-angka
yang ditempatkan secara pecahan pada permulaan
garis paranada, setelah tanda kunci. Angka di atas
menunjukkan banyaknya hitungan dalam tiap-tiap
ruas, sedangkan angka di bawah menunjukkan nilai
nada dalam 1 hitungan. Contoh partitur yang
menggunakan tanda birama 3/4 dapat dilihat pada
Gambar 4 di bawah ini.
Gambar 4. Partitur lagu dengan tanda birama 3/4
2.4. Tanda Kromatis (Accidental)
Dalam notasi balok dikenal ada 5 macam
tanda kromatis, yaitu:
Berikut ini adalah penjelasan mengenai segmentasi
file MIDI:
A = bilangan basis hexadecimal dari kode ASCII
"MThd", juga menunjukkan bahwa file
tersebut berformat MIDI.
B = berapa banyak jumlah byte pada MIDI
Header (bagian C, D, dan E).
C = menunjukkan tipe dari file MIDI tersebut.
Tipe yang ada dalam file MIDI adalah tipe 0
dan tipe 1. Tipe 0 berarti semua data
disimpan
dalam
sebuah
datastream,
sedangkan tipe 1 berarti data-data tersebut
dapat disimpan pada datastream yang
berbeda.
D = menunjukkan jumlah datastream yang
digunakan dalam file MIDI. Untuk file MIDI
yang bertipe 0, maka bagian ini selalu
bernilai 0001.
E = menunjukkan tempo dari musik yang
dihasilkan dari file MIDI ini. Jika pada
bagian ini bernilai 80, berarti dalam satu
menit terdapat 128 not crotchet yang
dibunyikan.
F = bilangan basis hexadecimal dari kode ASCII
"MTrk".
G = menunjukkan jumlah byte yang terdapat pada
bagian H dan I.
H = data-data dari musik
I = 00 FF 2F 00 menandakan akhir dari file MIDI.
3.1. Standard MIDI File (SMF)
Standard MIDI File terdiri dari beberapa
chunk. Diawali dengan sebuah header chunk lalu
diikuti satu atau lebih track chunk. Sonic (2008).
Header chunk berisi informasi mengenai
keseluruhan file secara umum, seperti format MIDI,
jumlah track, dan timing division. Sedangkan track
chunk berisi semua informasi tentang satu track itu
sendiri seperti nama track dan music events.
3.2. Header Chunk
header_chunk=“MThd” + <header_length> +
<format> + <n> + <division>. Sonic (2008).
“MThd” mengindikasikan bahwa file ini bertipe
MIDI.
<header_length> terdiri dari 3 tipe, yaitu:
0 = single track file format
1 = multiple track file format
2 = multiple song file format
<n> merupakan jumlah track chunk yang ada di
belakang header chunk.
<division> merupakan satuan waktu untuk delta
timing. Jika bernilai positif berarti unit per beat.
Jika bernilai negatif maka delta time dalam bentuk
SMPTE compatible units.
3.3. Track Chunk
<v_length> menunjukkan panjang data meta event
<event_data_bytes>
merupakan
event
data
sesungguhnya
Penjelasan mengenai tipe meta event dapat dilihat
pada Tabel 2 berikut ini.
Tabel 2. Tipe Meta Event
Type
Event
Type
Event
Sequence
0x20
MIDI Channel
0x00
number
Prefix Assignment
0x01
Text Event
0x2F
End of Track
Sequence or
0x54
0x03
SMPTE Offset
track name
0x05
Lyric Text
0x59
Time Signature
Marker Text
0x7F
Sequancer Specific
0x06
Event
0x07
Cue Point
3.6. Sysex Event
sysex_event = 0xF0 atau 0xF7 <data_bytes> 0xF7
Jika data pertama berisi 0xF0 maka data ini
termasuk dalam system exclusive event. Tetapi jika
data pertama berisi 0xF7 maka data ini tidak
termasuk dalam system exclusive event. Sonic
(2008).
4.
Perancangan Sistem
Sebelum
melakukan
implementasi,
terlebih dahulu dilakukan perancangan sistem
dengan menggunakan diagram alir. Secara garis
besar, diagram alir aplikasi ini terdapat pada
Gambar 7.
track_chunk = “MTrk” + <length> + <track_event>
..... Sonic (2008).
“MTrk” menandakan awal dari sebuah track.
<length> merupakan jumlah bytes di track chunk.
<track_event> merupakan urutan-urutan track event
yang ada.
3.4. Track Event
track_event = <v_time> + <midi_event> |
<meta_event> | <sysex_event>. Sonic (2008).
<v_time>
menentukan
waktu dari
event
sebelumnya sampai event ini.
<midi_event> memuat semua MIDI channel
message seperti note on atau note off.
<meta_event> merupakan SMF meta event.
<sysex_event> merupakan SMF system exclusive
event.
3.5. Meta Event
meta_event = 0xFF + <meta_type> + <v_length> +
<even_data_bytes>. Sonic (2008).
<meta_type> merupakan 1 byte yang menandakan
tipe meta_event
Gambar 7. Diagram Alir Aplikasi
Saat pertama kali program dijalankan,
pengguna diminta untuk memasukkan atributatribut partitur seperti judul lagu, nama pengarang,
copyright partitur, birama yang digunakan, tanda
tempo, dan birama gantung (anacrusis). Jika
pengguna ingin membuka file partitur yang sudah
ada, maka pengguna dapat melewati bagian input
atribut partitur ini dan memasukkan nama file
partitur atau memilih file partitur mana yang akan
dibuka.
Input not balok dilakukan dengan cara
menempatkan jenis not yang dipilih pada score
(bagian yang berisi garis paranada). Not yang
dipilih diletakkan pada garis paranada, sesuai
dengan tinggi-rendahnya nada. Not tidak dapat
diletakkan di luar garis paranada atau di luar area
score. Jika pengguna memilih untuk membuka file
yang pernah dibuat dengan perangkat lunak ini,
maka data-data dari file tersebut akan disalin ke
dalam struktur data dan kemudian ditampilkan
sebagai partitur pada bagian score.
Jika penulisan not balok sudah selesai,
maka hasil penulisan tersebut dapat disimpan
sebagai file MIDI atau file partitur yang berbasis
teks.
Algoritma
yang
digunakan
untuk
melakukan input atribut partitur dapat dilihat pada
Gambar 8.
nilai dari suatu nada. Tanda birama merupakan field
yang harus diisi. Perangkat lunak ini menyediakan
2 pilihan tanda birama yaitu 3/4 dan 4/4, dengan
nilai default 4/4. Dalam sebuah partitur yang dibuat
dengan perangkat lunak ini, tanda birama yang
dipilih berlaku untuk semua part dan tidak ada
perubahan tanda birama dalam partitur.
Tanda tempo menunjukkan kecepatan dari
sebuah lagu. Tanda tempo menggunakan angka
bilangan bulat, seperti 120. Semakin besar angka
yang digunakan, semakin cepat tempo lagu
tersebut. Demikian juga sebaliknya. Umumnya
jumlah hitungan yang terdapat pada tiap bar
menunjukkan birama dari lagu tersebut. Tetapi ada
kalanya jumlah hitungan pada bar pertama dan bar
terakhir tidak sesuai dengan jumlah birama pada
lagu, jumlah hitungan yang ada lebih sedikit dari
birama yang telah ditentukan. Inilah yang disebut
birama gantung (anacrusis). Jumlah hitungan untuk
bar pertama dan bar terakhir jika dijumlahkan harus
sama dengan birama dari lagu tersebut. Perangkat
lunak ini memberi default tidak ada anacrusis,
tetapi pengguna juga dapat memberikan anacrusis
jika ada.
4.1. Penulisan Not Balok
Penulisan not balok berkitan dengan
proses
menggambar,
memperbaiki,
dan
menampilkan notasi-notasi yang di-input-kan
pengguna maupun notasi-notasi yang telah
tersimpan dalam file partitur yang dihasilkan dari
perangkat lunak ini. Gambar 9 berikut ini
menunjukkan algoritma yang digunakan untuk
penulisan not balok.
Gambar 8. Diagram Alir Input Atribut Partitur
Field title (judul lagu), composer (nama
pengarang), dan copyright partitur bersifat optional.
Jika ada bagian yang tidak diisi, maka default nilai
yang diberikan adalah untuk bagian tersebut adalah
string kosong ‘’. Tanda birama menunjukkan
jumlah hitungan yang terdapat pada tiap bar, dan
Gambar 9. Diagram Alir Penulisan Not Balok
Ketika not baru dimasukkan, perangkat
lunak akan menyimpan data-data yang berkaitan
dan kemudian melakukan pengecekan terhadap bar
yang dimaksud. Jika bar tersebut masih dapat diberi
not baru tadi, maka not tersebut akan digambar
pada score dan struktur data di-update untuk
menyimpan perubahan yang terjadi.
5.
Implementasi Dan Pengujian
Aplikasi ini dikembangkan dengan
menggunakan bahasa pemrograman Borland Delphi
7.0. Hasil tampilan utama aplikasi saat dijalankan
dapat dilihat pada Gambar 10 serta tampilan utama
aplikasi terdapat pada Gambar 11.
Untuk membuat partitur baru, langkah
yang dilakukan adalah menekan tombol New yang
ada pada panel atas, atau dari menu File - New.
Kemudian akan tampil form untuk pengaturan judul
lagu, nama pengarang, dan copyright partitur.
hanya ada satu not berbendera atau terdapat
beberapa not berbendera yang tidak sejenis tetapi
letaknya berurutan, maka not tersebut berbendera
tunggal.
Pemberian tanda accidental pada sebuah
not diakukan dengan memilih tombol jenis not dan
tombol jenis accidental yang ada pada panel not
dan rest. Kemudian pengguna mengarahkan mouse
ke score, dan melakukan klik pada garis paranada
tempat not akan ditempatkan. Gambar 12 berikut
ini menunjukkan tampilan aplikasi dengan hasil not
balok yang telah dituliskan.
Pada saat melakukan perubahan posisi not
balok, tampilan aplikasi terlihat berkedip
dikarenakan
penggerakan
dengan
mouse
membutuhkan waktu untuk me-refresh tampilan.
Gambar 12. Tampilan Aplikasi dengan Not Balok
Gambar 10. Tampilan Pertama Aplikasi
Untuk melakukan penyuaraan, pengguna
dapat menekan tombol Play yang disediakan dan
pada saat partitur disuarakan, akan tampil garis
penunjuk not balok yang sedang disuarakan seperti
terlihat pada Gambar 13 berikut. Hanya saja
terkadang garis penunjuk tidak tepat menunjuk
posisi not yang sedang disuarakan karena
tergantung dari spesifikasi komputer yang
digunakan.
Gambar 11. Tampilan Utama Aplikasi
Untuk dapat melakukan penulisan not
balok, dilakukan drag and drop not balok yang
dimaksud ke garis paranada yang disediakan
(score). Jika terdapat dua not berbendera (quaver,
semiquaver, atau demisemiquaver) yang jenisnya
sama dan letaknya berurutan, tangkai bendera
kedua not tersebut saling menyambung. Tetapi jika
Gambar 13. Posisi Penyuaraan Partitur
6.
Kesimpulan
Berdasarkan pengujian yang telah
dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa:
 Perangkat lunak dapat menjalankan proses
sebagai
note
composer,
dan
dapat
menghasilkan file MIDI dari partitur untuk
masing-masing part.
 Kecepatan penggambaran penanda nada yang
sedang dimainkan tergantung dari spesifikasi
komputer yang digunakan sehingga terkadang
lokasi yang ditandai tidak sesuai dengan nada
yang sedang dimainkan.
 Proses penggambaran not pada saat digerakkan
dengan kursor mouse membutuhkan waktu
refresh sehingga terlihat berkedip saat terjadi
perubahan posisi.
Daftar Pustaka:
Ng, Lina. Theory of music made easy. Malaysia:
Penerbit Muzikal, 2003.
White, Daniel. A crash course on the standard
MIDI specification. Akses terakhir 1 April
2008.
http://www.skytopia.com/project/articles/midi.
html.
The Sonic Spot. MIDI file format. Akses terakhir
29 Agustus 2008.
http://www.sonicspot.com/guide/midifiles.html
.
Download