Uploaded by User39806

Bab 3 - Mekanisme Debet Kredit

advertisement
MEKANISME
DEBET - KREDIT
N. A. Teguh Budhiutama, SE., M.Si., Ak, CA
Merupakan konsekuensi dari penggunaan sistem pencatatan
berpasangan (double entry system).
Apa yang dimaksud sistem pencatatan berpasangan?
Dua perubahan bisa berupa:
• Kenaikan / Penurunan untuk elemen yang berbeda;
• Kenaikan & penurunan untuk elemen akun yang sama;
• Kenaikan & penurunan untuk elemen akun berbeda.
Keseimbangan
Kiri
Sisi
debet
Kanan
Sisi
kredit
RASIONALITAS DEBET KREDIT
PERSPEKTIF SEJARAH
PDA Perspektif Sejarah:
Aset + Beban = Liabilitas + Ekuitas + Penghasilan
Sisi Kiri
Sisi Kanan
Sisi Debet
Sisi Kredit
Mengapa akuntansi menggunakan Kiri (debet) dan Kanan
(kredit), bukannya tanda tambah (+) dan kurang (-)?
Akuntansi menyajikan informasi keuangan yang tidak
ada nilai negatifnya
Solusinya: Jika ada pengurangan (angka negatif) di sisi
kiri, misalnya, maka dipindah ke sisi kanan sehingga
angka negatif tersebut berubaha menjadi angka positif
(Warsono-bin-Hardono, 2010)
Aset = Liabilitas + Ekuitas + Penghasilan - Beban
Ketentuan yang
sama, yaitu
bertambah
dikredit,
sedangkan
berkurang didebet.
Ketentuan yang sama, yaitu
bertambah didebet,
sedangkan berkurang
dikredit.
RINGKASAN
No.
Elemen
Saldo normal Bertambah di Berkurang di
sisi
sisi
1
Aset
Debet
Debet
Kredit
2
Beban
Debet
Debet
Kredit
3
Liabilitas
Kredit
Kredit
Debet
4
Ekuitas
Kredit
Kredit
Debet
5
Penghasilan
Kredit
Kredit
Debet
CONTOH 1
Informasi:
• Penerimaan setoran modal Rp10.000.000
Analisis:
a.
Entitas yang terlibat: PERUSAHAAN dan pemilik
(pemegang saham)
b. Aset (Kas) bertambah Rp10.000.000, dan Ekuitas
(Modal disetor) bertambah Rp10.000.000
Sistem pencatatan berpasangan menyebabkan transaksi ini menghasilkan
dua perubahan.
Dua perubahan tersebut adalah kenaikan untuk elemen persamaan dasar
akuntansi yang berbeda, yaitu aset dan ekuitas.
Aset bertambah dicatat di sisi debet, dan ekuitas bertambah dicatat di
sisi kredit.
CONTOH 2
Informasi:
• 20 Jan. PERUSAHAAN menerima kas Rp1.500.000 sebagai
pelunasan dari transaksi pendapatan secara kredit tanggal 5
Januari. Transaksi pendapatan telah dicatat secara benar pada
tanggal 5 Januari.
• Analisis – 20 Jan :
a. Entitas yang terlibat: PERUSAHAAN & pelanggan sebagai
debitur (pihak yang berutang dalam transaksi penjualan kredit).
b. Aset (Kas) bertambah Rp1.500.000, & elemen Aset lainnya
(Piutang usaha) berkurang Rp1.500.000.
Dua perubahan yang terjadi adalah kenaikan dan penurunan untuk
elemen persamaan dasar akuntansi yang sama, yaitu aset.
Aset bertambah dicatat di sisi debet, & Aset lainnya berkurang dicatat
di sisi kredit.
CONTOH 3
 Informasi:
• 22 Jan. PERUSAHAAN membayar beban listrik Rp4.000.000 untuk pemakaian di
bulan yang sama.
• Analisis – 22 Jan:
a. Entitas yang terlibat: PERUSAHAAN & Pihak rekanan
penyedia jasa listrik (misal: PLN).
b. Aset (Kas) berkurang Rp4.000.000, & elemen Beban (Beban
listrik) bertambah Rp4.000.000.
2 perubahan yang terjadi adalah kenaikan untuk elemen beban dan
penurunan elemen aset.
Beban bertambah dicatat di sisi debet, dan Aset berkurang dicatat di sisi
kredit.
CONTOH 4
 Informasi:
• 23 Jan. PERUSAHAAN membeli secara kredit bahan habis pakai (supplies) senilai
Rp1.000.000. Supplies tersebut akan digunakan di masa datang.
• Analisis – 23 Jan:
a. Entitas yang terlibat: PERUSAHAAN & Pihak rekanan
b.Aset (Supplies) bertambah Rp1.000.000, & elemen
Utang (Utang usaha) bertambah Rp1.000.000.
Dua perubahan yang terjadi adalah kenaikan untuk elemen aset dan kenaikan
elemen Liabilitas.
Aset bertambah dicatat di sisi debet, dan Liabilitas bertambah dicatat di sisi
kredit.
SELESAI
Download