Uploaded by User29977

Bulan puasa adalah ajang pelatihan agar kita dapat merasakan serba keterbatasan orang yang secara ekonomi kekurangan

advertisement
Bulan puasa adalah ajang pelatihan agar kita dapat merasakan serba keterbatasan orang yang
secara ekonomi kekurangan. Penderitaan yang dialami oleh orang-orang miskin yang ada di
sekeliling kita, tentu tidak akan dapat dirasakan oleh mereka yang tidak terlatih untuk ikut
merasakan penderitaan yang mereka alami. Penderitaan yang paling tampak adalah dalam
menahan lapar dan dahaga.
Dengan puasa ini kita diberikan pelajaran oleh Allah Swt, untuk turut berempati kepada orangorang yang setiap harinya selalu bersahabat dengan penderitaan tersebut. Dengan adanya
perintah menahan hasrat makan dan minum bahkan hawa nafsu dari mulai terbit fajar sampai
dengan terbenamnya matahari, merupakan proses latihan yang tak ternilai dari Allah Swt kepada
kita, bahwa betapa menderita dan sengsaranya orang miskin itu. Dalam proses pembelajaran satu
bulan ini, Allah Swt hendak menggembleng hamba-hamba-Nya untuk melatih diri dalam
mengikis kebiasaan sikap berlebihan dalam segala hal, termasuk berlebihan dalam hal
mengkonsumsi makanan.
Jika pada bulan-bulan selain Ramadhan konsumsi makan kita tidak terbatas, kapan kita mau
makan, bisa langsung kita santap dengan lahap, namun pada bulan Ramadhan kebiasaan ini kita
redam dan atur sesuai jadual dan kapasitas yang pas. Betapapun berlimpahnya macam makanan
dan minuman yang ada di rumah kita, dengan adanya aturan puasa kita menjadikan nilai
makanan dan minuman tersebut seperti halnya tidak ada. Sebab sesuatu yang ada namun tidak
dapat kita konsumsi, sama saja dengan sesuatu tersebut menjadi tidak ada. Tantangan kondisi
seperti ini tentu lebih berat, dari pada ketidakmampuan orang untuk mengkonsumsi sesuatu yang
memang tidak ada padanya.
Orang-orang fakir dan miskin berada pada kondisi yang kedua; mereka tidak mengkonsumsi
sesuatu sebab mereka tidak memiliki sesuatu tersebut. Sedang orang-orang yang berkecukupan
berada pada kondisi pertama, mereka dilatih untuk merasakan penderitaan orang yang miskin
dengan cara mencegah sebagian kenikmatan yang sesungguhnya mereka dapat capai dengan
mudah. Seakan terdapat hikmah dibalik perintah puasa ini, bahwa hakikatnya Allah Swt, hendak
menjadikan karunia-Nya tersebar dan dirasakan oleh semua hamba-Nya. Demikian pula ujian
dan cobaan-Nya harus dirasakan oleh mereka semua. Untuk mewujudkan keinginan-Nya
tersebut maka puasa Allah Swt jadikan sebagai mediasi untuk menyemai satu rasa dan asa
sehingga antar manusia saling membutuhkan dan menghargai kondisi dan posisinya masingmasing.
Sifat mubazir (mengkonsumsi secara berlebihan) selain sangat dikecam oleh Islam, juga
merupakan simbol ketidakpedualian sosial terhadap mereka yang serba kekurangan tadi. Agama
kita tidak melarang kita makan atau pun minum apa saja yang halal, namun dengan syarat semua
itu tidak dilakukan secara berlebihan. Allah Swt berfirman:
‫ُورْ َاو لاُلُكَو‬
‫ورويالوُ َو لاَُوروِلْسَُوالووَال ب‬
َ َُّ‫ورويرْ َا‬
َ َِ‫َي َن‬
“Dan makanlah kamu sekalian dan minumlah, akan tetapi janganlah kamu berlebihan” (QS. alA’raf: 31).
Ulama berpendapat ayat ini mengandung nilai medis yang tinggi. Sebab makanan yang
dikonsumsi secara berlebihan dapat menjadi penyakit yang bermacam-macam bagi tubuh
manusia. Selain itu, makanan dan minuman yang kita konsumsi itu pun pada akhirnya akan
menjadi darah, darah adalah penggerak aktifitas hidup manusia. Dan darah merupakan saluran
bagi jalannya hasrat dan ganguan dari syeitan untuk melakukan perbuatan-perbuatan yang
tercela.
Maka jika kita kaitkan antara puasa, menahan makan, minum dan hawa nafsu dengan
terbelenggunya syeitan pada bulan puasa, hakikatnya adalah; dengan perbuatan mengurangi
konsumsi makan dan minum tersebut kita membersihkan saluran darah kita yang menjadi saluran
bagi syeitan agar syeitan tidak leluasa menggoda dan menjerumuskan kita kepada jalan yang
tercela. Maka orang yang memiliki pola makan dan minum yang tidak mubazir (berlebihan) akan
dapat menjauhkannya dari jalan syeitan dan mendekatkannya pada jalan yang terpuji dan diridhai
Allah Swt.
Ustadz Muladi Mughni
Download