Uploaded by ayuqonitaalk

Laporan Akhir KKN Tematik PUPR Desa Daenggune

advertisement
LAPORAN AKHIR KEGIATAN
KULIAH KERJA NYATA TEMATIK PUPR
ANGKATAN 81 SEMESTER ANTARA
TAHUN AJARAN 2018/2019 UNIVERSITAS TADULAKO
KABUPATEN
: SIGI
KECAMATAN
: KINOVARO
DESA
: DAENGGUNE
Diajukan untuk memenuhi syarat Pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas
Tadulako angkatan 81 semester antara tahun ajaran 2018/2019
Disusun oleh:
1. MUHAMMAD IQBAL
B 501 14 091
2. AMANDA PUTRI AMALIA
C 101 15 092
3. SINDI MARIA SAMANTA RUNPAOTI
B 101 15 009
4. AYU QONITA
A 221 15 044
5. NIKMA PUTRI UTAMI
A 221 15 062
6. ALFIYA H. AMIN
B 101 15 069
7. ELLYNI DWI FORTUNA
F 111 15 056
8. MUH. YASSER ZACHARI ZABIN
F 111 15 123
9. NOLITA MARGARET TAISO
L 131 15 040
PUSAT PENGEMBANGAN IMPLEMENTASI, INOVASI ILMU PENGETAHUAN
DAN TEKNOLOGI (PII-IPTEK)
LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN MASYARAKAT
UNIVERSITAS TADULAKO
2018/2019
i
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan salah satu bagian dari kegiatan
akademik yang bersifat sosial, dimana mahasiswa akan terjun langsung ke
lingkungan masyarakat dan akan menerapkan ilmu yang sudah diperoleh
selama perkuliahan. Kuliah Kerja Nyata (KKN) pada tahun ini sudah mencapai
angkatan yang ke-81. Namun untuk posko KKN Desa Daenggune
berkonsentrasi di bagian SPAM (Sistem Penyediaan Air Minum).
Keadaan SPAM di Desa Daenggune terbilang cukup Baik, dikarenakan
adanya pemeliharaan rutin terhadap mata air, pipa distribusi, dan dibentuknya
badan pengurus yang menangani kelancaran distribusi air sampai kerumah –
rumah warga Desa Daenggune.
Yang masih menjadi masalah adalah penggunaan sambungan pipa yang
menggunakan sambungan karet, bak air yang sudah tidak berfungsi karena
berkarat atau bak yang bocor, dan iuran perawatan SPAM yang belum berjalan.
1.2 Tujuan Kuliah Kerja Nyata (KKN)
Adapun Tujuan dari Kuliah Kerja Nyata yaitu sebagai berikut :
1. Meningkatkan empati dan kepedulian mahasiswa terhadap masyarakat
melalui kegiatan-kegiatan terprogram.
2. Memberikan peluang bagi mahasiswa untuk dapat menerapkan secara
komprehensif ilmu yang telah dipelajari dalam kehidupan masyarakat.
3. Mengembangkan kemampuan dan keunggulan mahasiswa dikalangan
masyarakat, serta mengembangkan personalitas mahasiswa, memperkuat
cara berpikir dan kemampuan memecahkan masalah.
4. Memberikan pengalaman lapangan bagi mahasiswa dalam kehidupan sosial
dan komunikasi sosial, serta membangun citra diri dan lembaga dikalangan
masyarakat.
1.3 Manfaat Kuliah Kerja Nyata (KKN)
Secara umum Manfaat dari Kuliah Kerja Nyata (KKN) sebagai berikut :
1
1. Bagi Mahasiswa
a. Mahasiswa dapat memperoleh pengalaman belajar yang berharga dan
berbeda, seperti terlibat langsung dalam kegiatan masyarakat. Sehingga
mahasiswa dapat menemukan dan memecahkan permasalahan yang
terjadi.
b. Tumbuhnya rasa kepedulian sosial terhadap masyarakat.
c. Melatih mahasiswa untuk menjadi inspirator dalam menghadapi
persoalan yang ada dimasyarakat.
d. Mendalami
penghayatan
mahasiswa
terhadap
manfaat
ilmu
pengetahuan yang dipelajari bagi pelaksanaan pembangunan.
2. Bagi Masyarakat
a.
Memperoleh masukan-masukan baru terhadap permasalahan yang
dihadapi, sehingga nantinya dapat mengalami perubahan sosial ke arah
yang lebih baik.
b. Kehadiran mahasiswa sekiranya diharapkan mampu menyelesaikan
konflik secara pragmatis.
3. Bagi Perguruan Tinggi
a.
Melalui mahasiswa/dosen pembimbing, diperoleh umpan balik sebagai
pengayaan materi kuliah bagi suatu rancangan bentuk pengabdian
kepada masyarakat.
b. Memperoleh hasil kegiatan mahasiswa, dapat menelaah dan
merumuskan
keadaan/kondisi
masyarakat
yang
berguna
bagi
pengembangan ilmu pengetahuan.
c. Meningkatkan, memperluas dan mempererat kerja sama dengan
instansi terkait atau departemen lain melalui kerjasama mahasiswa yang
melaksanakan.
2
1.4 Sistematika Laporan
1. BAB I Pendahuluan
Bab ini berisikan tentang latar belakang dilaksanakannya kuliah kerja
nyata (KKN), tujuan kuliah kerja nyata (KKN), dan manfaat kuliah kerja
nyata terhadap masyarakat, mahasiswa dan perguruan tinggi.
2. BAB II Program Kerja
Pada bab ini memberi kejelasan mengenai sejarah singkat Desa
Daenggune, letak geografis Desa Daenggune (sebelah utara, sebelah selatan,
sebelah barat, dan sebelah timur), topografi Desa Daenggune, demografi
Desa Daenggune, potensi Desa Daenggune, sosial budaya Desa Daenggune,
kebersihan lingkungan dan kesehatan Desa Daenggune, sarana dan prasarana,
yang merupakan data umum yang diperlukan dan merupakan pendukung dari
data SPAM. Pada bab ini juga membahas program 20 persen yang laksanakan
untuk mendukung program 80 persen.
3. BAB III Rencana Kerja Masyarakat
Pada bab rencana kerja masyarakat pada laporan ini merupakan solusisolusi yang direncanakan oleh Mahasiswa KKN berdasarkan hasil survei
mengenai air bersih.
4.BAB V Penutup
Pada bab penutup ini berisikan kesimpulan permasalahan yang ada di
Desa Daenggune, serta saran yang diberikan oleh Mahasiswa KKN kepada
pemerintah dan masyarakat.
3
BAB II
PROGRAM KERJA
2.1 Program 80%
Program Pokok 80% adalah tugas utama yang dikerjakan dalam sebuah
rencana kerja agar suatu kelompok dapat mengetahui apa saja yang menjadi
permasalahan
dilapangan.
Melalui
Program
80%
dapat
membantu
mengindetifikasi permasalahan yang paling berpotensi agar di jadikan acuan
untuk membuat suatu laporan akhir. Dan sebagai acuan KKN selanjutnya.
2.1.1 Pengumpulan Data Umum
A. Profil Desa Daenggune
Sebelum desa Daenggue berawal dari sejumlah msyarakat yang
bermukim di wilayah pegunungan yakni di Kampung Tua Daenggune,
Ova, Vaenampu serta sebagian juga ada yang bermukim di Bolu dan
Limba, desa Denggune juga adalah salah satu desa yang tertua di lereng
pegunugan Kamalisi.
Pada zaman kerajaan,di desa Daenggune tidak mengenai istilah raja
(Madika) ,tapi hanya mengenai istilah “Ntina dan Bangunasa”
maksudnya hanya mengangkat seseorang untuk menjadi pemimpin
(Madika) sedangkan Bangunasa artinya
orang tua yang pertama
membuka saluran air untuk mengairi kebun dan sawah yang ada di desa
Daenggune.
Masyarakat Daenggune meyakini bahwa kata “Daenggune” itu
adalah di sesuaikan dengan nama orang yang pertama membuka lahan di
Daenggune ,sehingga Desa Daenggune menggunakan kata Daenggune
menjadi naama Desa ,sedangkan nama “Limba” yang di jadikan desa
sebagai pusat pemerintahan sampai saat ini. Pada zaman kemerdekaan
Desa Daenggune sudah di pimpin oleh kepala kampung yang bernama
Pandebibo yang memengang wilayah Daenggune ,Ova dan Vaenumpu,
sedangkan kampung limba di pegang oleh Balaroa. Pada masa kepala
kampung Kavasura semua wilayah termasuk yang di pegang oleh
4
Balaroa masuk menjadi kampung Daenggune. Pada masa kepala
kampong Kamisando, masyarakat yang bermukim di wilayah
Vaenumpu sudah masuk agama islam serta dilaksanakan sunatan
masal,pada massa kepala desa Saleh Djoko, semua masyarakat yang
masih bermukim di wilayah pengunugan di turunkan di ”Tompu”
Tompu artinya tempat gembala ternak.
Pada tahun 1976-1977 sebagai masyarakat yang bermukim di
Tompu pindah ke wilayah Palolo untuk mengikuti trans lokal di Desa
Banpres Uwenuni sebagian lagi masyarakat masih tinggal di limba dan
Lambara (Dusun III) sekarang sudah menjadi Desa Daenggune.
Desa Daenggune terdiri dari tiga dusun dan enam RT dengan jumlah
KK 247 dengan jiwa 826. menurut ketua adat masyarakat Desa
Daenggune merupakan Daenggune merupakan masyarakat yang teguh
pada adat istiadat .mengenai adat perkawinan di Desa Daenggune ini
hanya mengenal jenis adat biasa dan Tambuli. Kalau adat biasa hanya
menggunakan kambing dan pirinig batu sebagai mahar ,sedangkan adat
Tambuli mengunakan Sambulu Gana, kelapa 11 pohon serta uang
(sekarang 110,000 sebagai mahar “Sunda”).
5
Tabel 2.1 Sejarah Pemerintah Desa
NO
PERIODE
NAMA KEPALA DESA
KETERANGAN
1
PANDEBIBO
Kepala Kampung
2
KAVASURA
Kepala Kampung
3
LAISI
Kepala Kampung
4
1956-1963
KAMISANDO
Kepala Kampung
5
1963-1969
KOTO
Kepala Kampung
6
1970-1970
SAMAD
Kepala Kampung
7
1970-1971
TUTU
Kepala Kampung
8
1971-1990
SALEH DJOKO
Kepala Desa
9
1990-1999
NADJU PENGGA
Kepala Desa
10
1999-2008
MURNI TURBO
Kepala Desa
11
2008-2014
ENOS,A.Ma
Kepala Desa
12
2014-2020
ENOS,A.Ma
Kepala Desa
(sumber : Buku Rencana Pembangunan Jangka Menengah DESA
DAENGGUNE TAHUN 2015-2021)
B. Letak Geografis, Luas dan Iklim Desa Daenggune
b.1.Sebelah Utara
: Kelurahan Donggala Kodi / Desa Kanuna
b.2 Sebelah Barat
: Kelurahan Balaroa
b.3 Sebelah Selatan
: Desa Doda
b.4 Sebelah Timur
: Marawola Barat / Kabupaten Donggala
Secara keseluruhan, luas wilayah Desa Daenggune 2.400 Ha
keadaan umum topografi yaitu perbukitan dan dataran.
Iklim di Desa Daenggune sebagaimana di wilayah Indonesia
umumnya yaitu kemarau dan penghujan
6
C. Topografi Desa Daenggune
Desa Daenggune adalah desa subur yang menghasilkan produk
pertanian, peternakan maupun perkebunan, hal ini dapat dilihat dari tata
guna lahan yang mayoritas digunakan untuk hal – hal tersebut.
Di wilayah Dusun I, secara topografi tanah di dusun ini terjal dan
agak berbatu, masyarakat banyak bermukim disini dan beberapa lahan
digunakan untuk berkebun.
Di wilayah Dusun II, topografinya terjal seperti dusun 1, dan
memiliki elevasi yang lebih tinggi dibanding dusun 1, di dusun 2 lahan
lebih banyak digunakan untuk bertani, dan berkebun
Di wilayah Dusun III, topografi tidak teralu terjal seperti di dusun 1
dan 2 Di wilayah dusun 3, lahan lebih banyak digunakan untuk berkebun
dan sebagian besar masih hutan.
D. Demografi Desa Daenggune
d.1 Demografi Wilayah Administratif Desa Daenggune
d.1.1 Keadaan penduduk
Data berikut berdasarkan data rekap penduduk bulan Juli
2018.
Tabel 2.2 Data Jumlah
1
Jumlah penduduk desa
a)
b)
860
Jiwa
Laki-laki
444
Jiwa
Perempuan
416
Jiwa
2
Jumlah KK/rumah
244
unit
3
Jumlah RT
6
RT
4
Jumlah RW
-
RW
5
Jumlah Dusun
3
Dusun
(sumber : Buku Rencana Pembangunan Jangka Menengah DESA
DAENGGUNE TAHUN 2015-2021)
7
d.1.2 Menurut Tingkat Pendidikan
Tabel 2.3 Data Tingkat pendidikan
1
Tidak Tamat SD
300
Orang
2
SD (sederajat)
138
Orang
3
SLTP (sederajat)
42
Orang
4
SLTA (sederajat)
-
Orang
5
Perguruan Tinggi
-
Orang
(sumber : Buku Rencana Pembangunan Jangka Menengah DESA
DAENGGUNE TAHUN 2015-2021)
E. Potensi Desa Daenggune
Pelaksanaan penanggulangan kemiskinan akan optimal apabilah di
dukung oleh pontensi yang di miliki oleh wilayah itu sendiri, baik yang
berkaitan dengan pontesi sumber daya alamnya maupun SDMnya.
Sehingga dapat di ukur tingkat kemampuan masyarakat dalam mengatasi
masalahnya dengan strategi yang sistematis, jelas dan terarah tentang
kegiatan-kegiatan yang akan di lakukannya. Berikut Peta potensi tersebut
adalah :
e.1 Potensi Sumber Daya manusia
Potensi Sumber Daya Manusia yang ada di Desa Daenggune
sebahagian besar masih perlu ditingkatkan karena masih tergolong
rendah dalam berbagai hal, baik dari segi pengetahuan maupun dari
segi keterampilan. Masyarakat yang bertani pada umumnya hanya
menggunakan lahan nya untuk ditanami padi, padahal jika
masyarakat tau cara mengembangkan dan pola tanam tumbuhan
potensial dipasaran lain seperti bawang goreng dsb, itu bisa menjadi
nilai tambah dan harga jual yang berbeda. Selain berkebun di Desa
Daenggune juga banyak terdapat tenaga yang cukup terampil dalam
bidang pertukangan. Hal ini dapat dilihat pada tabel 2.4.
8
e.2 Mata Pencarian
Mata pencaharian Desa Daenggune dapat dilihat pada Tabel 2.4
berikut ini :
Tabel 2.4 Data Jenis Mata Pencaharian Penduduk
1
Petani (sawah, kebun)
300
Orang
2
Pengrajin
-
Orang
3
Penjahit
-
Orang
4
Tukang
36
Orang
5
Perangkat Desa
16
Orang
6
Pedagang
-
Orang
7
Peternak
-
Orang
8
PNS
4
Orang
9
Buruh Tani
200
Orang
10
Lainnya
1
Orang
(sumber : Buku Rencana Pembangunan Jangka Menengah DESA
DAENGGUNE TAHUN 2015-2021)
e.3 Agama
Tabel 2.6 Data Penduduk Berdasarkan Agama
No.
Agama
Jumlah
1.
Islam
860
2.
Kristen
-
3.
Katholik
-
4.
Budha
-
(sumber : Buku Rencana Pembangunan Jangka Menengah DESA
DAENGGUNE TAHUN 2015-2021)
9
e.4 Etnis/Suku
Masyarakat Desa Daenggune pada umumnya beretnis Kaili Da,a,
adapun suku Jawa, Bugis, merupakan pendatang yang kawin dengan
penduduk Desa.
e.5 Potensi Sumber Daya Alam.
Desa Daenggune merupakan salah satu desa di Kecamatan
Kinovaro Kabupaten Sigi yang memiliki luas 2400 Ha, dan desa ini
memiliki kontur yang berupa perbukitan yang berada di kaki gunung
Kamalise.
Iklim di wilayah Desa Daenggune sama dengan iklim di wilayah
Indonesia pada umumnya. Dengan potensi iklim ini Desa
Daenggune dapat dikatakan subur dan cocok untuk pertanian,
perkebunan dan perternakan.
Potensi di bidang pertanian, perkebunan, dan perternakan
merupakan potensi unggulan yang terdapat di Desa Daenggune.
Dimana sebagian besar masyarakatnya berkebun dan hasilnya
berupa getah pinus, jagung untuk bidang pertanian yang menjadi
andalannya yaitu padi. Selain itu Desa Daenggune memiliki potensi
pariwisata yaitu air terjun dan hutan pinus, hanya saja belum
dikembangkan, pemerintah desa baru berencana membuka objek –
objek itu untuk pariwisata.
Adanya beberapa sumber mata air di Desa Daenggune
menjadikan sumber konsumsi utama bagi masyarakat petani,
peternak, dan perkebunan di Desa Daenggune. Pada saat musim
kemaraupun kuantitas air tetap terbilang cukup untuk kebutuhan
sehari – hari. Pada saat musim penghujan kualitas air tetap baik,
tidak keruh seperti dibeberapa desa di Kecamatan Kinovaro.
Akses untuk menuju Desa Daenggune terbilang cukup baik,
karena jalan sudah diaspal dan dibeton, hanya saja jalan untuk
menuju kebun atau sawah masih belum diperkeras sehingga tidak
jarang jika hujan turun jalanan menjadi berlumpur.
10
F. Kebersihan Lingkungan dan Kesehatan
f.1 Sumber air minum dan kesehatan
Sumber air penduduk Desa Daenggune berasal dari mata air di
pegunungan yang jarak paling dekat 1,5 Km dan paling Jauh 4 Km.
Selain itu kualitas air yang dijadikan sumber air minum berasal dari
keran tanpa diolah atau disaring terlebih dahulu dengan standar
tertentu, dan perlu diperhatikan karena hal ini sangatlah berpengaruh
dengan kesehatan masyarakat yang mengkonsumsi air tersebut.
f.2 Pengobatan dan Pelayanan Kesehatan
Permasalahan di bidang kesehatan dapat dikatakan kurang
memadai Karena fasilitas kesehatan di Desa Daenggune seperti
puskesmas tidak tiap hari aktif, jarak rumah sakit umum berkisar 3
Km, yang berada di Kota Palu.
f.3 Keadaan Rumah Penduduk dan Kebersihan Lingkungan
Keadaan rumah penduduk serta kebersihan lingkungan di tiaptiap rumah secara umum belum terlalu baik. Hal ini dikarenakan
kebiasaan dan tingkah laku warga yang masih kurang sadar dengan
pentingnya kebersihan lingkungan yang jika secara terus menerus
dibiarkan akan menimbulkan dampak penyakit. Hal ini dapat dilihat
masih adanya warga yang bertempat tinggal bersebelahan dengan
kandang ternak.
G. Prasarana
Sarana dan prasarana merupakan komponen yang sangat penting
dalam perkembangan suatu daerah.Kemajuan suatu daerah dapat dilihat
dari sarana dan prasarana yang ada di daerah tersebut, jika semua sarana
prasarana yang ada telah memadai dan layak digunakan maka dapat
dipastikan bahwa semua kebutuhan masyarakat telah terpenuhi.Sarana
adalah segala sesuatu yang digunakan untuk mencapai tujuan dan
cenderung merupakan sesuatu yang dapat bergerak atau dipindahkan.
Sedangkan prasarana adalah segala sesuatu yang digunakan sebagai
penunjang utama terlaksananya suatu kegiatan dan cenderung
11
merupakan sesuatu yang besar dan tidak dapat berpindah tempat. Berikut
ini adalah sarana dan prasarana yang terdapat di Desa Daenggune sebagai
penunjang kegiatan masyarakat, diantaranya yaitu:
g.1 Prasarana Transportasi
Transportasi merupakan bagian penting dalam menunjang
kemajuan
suatu
daerah.Transportasi
dibutuhkan
untuk
mempermudah dan mempercepat masyarakat dalam hal pemenuhan
kebutuhan, sehingga diperlukan sarana dan prasarana yang memadai
agar semua kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi. Berikut kategori
jalan di Desa Daenggune.
Tabel 2.5 Data Prasarana Jalan
Sarana Jalan
Kondisi
Jalan Aspal
Kurang Baik
Jalan Beton
Baik
(sumber : Survei lapangan)
g.2 Prasarana Sanitasi
Sanitasi merupakan hal yang tidak dapat diabaikan dalam suatu
daerah dalam hal ini Desa Daenggune, karena sanitasi sangat erat
kaitannya dengan kebersihan lingkungan dan kesehatan masyarakat.
Prasarana sanitasi merupakan fasilitas atau upaya-upaya berupa
infrastruktur yang bertujuan untuk mencapai hal tersebut. Berikut ini
prasarana sanitasi yang terdapat di lingkungan masyarakat Desa
Daenggune :
g.2.1 Prasarana Drainase
Drainase
dapat
diartiakan
sebagai
upaya
untuk
mengurangi/mengeringkan air yang berlebihan di permukaan
dengan secepat-cepatnya. Prasarana drainase yang terdapat di
Desa Daenggune berupa saluran berbentuk persegi panjang
dengan dimensi yang berbeda-beda sesuai kebutuhan. Kondisi
saluran drainase di Desa Daenggune masih berfungsi dengan
baik. Masyarakat Desa sangat memperhatikan kondisi
12
drainase yang ada, jika nampak ada sampah atau endapan yang
sudah mulai menumpuk secara gotong royong segera
dibersihkan.
Gambar 2.1 kondisi salah satu sisi drainase di Dusun 3
g.2.2 Prasarana Air Bersih
Untuk memenuhi kebutuhan air bersih, masyarakat Desa
Daenggune menggunakan air dari beberapa sumber air bersih
yang didapat langsung dari 4 sumber mata air.
Gambar 2.3 salah satu sumber mata air di Dusun 3 (Biro)
13
g.3 Prasarana Jasmani dan Rohani
Untuk memenuhi kebutuhan jasmani dan rohani, masyarakat
Daenggune memenuhinya melalui prasarana kesehatan dan prasrana
peribadatan yang dapat dilihat pada tabel 2.6 dan 2.7 berikut ini :
g.3.1 Prasarana Kesehatan
Tabel 2.6 Data Prasarana Kesehatan
Prasarana Kesehatan
Jumlah
Rumah Sakit Umum
-
Puskesmas
-
Puskesmas Pembantu
2 Unit
Poliklinik
-
Poskesdes
2 Unit
Posyandu
2 Unit
(sumber : Survei lapangan)
g.3.2 Prasarana Peribadatan
Tabel 2.7 Data Prasarana Peribadatan
Prasarana Peribadatan
Jumlah (Unit)
Masjid
2
Musholah
-
Gereja
-
Pura
-
Vihara
-
(sumber : Survei lapangan)
g.3.3 Prasarana Pendidikan
Dalam hal pemenuhan kebutuhan pendidikan masyarakat di
Desa Daenggune, terdapat beberapa fasilitas pendidikan
diantaranya :
Tabel 2.8 Data Prasarana Pendidikan
14
Prasarana
Jumlah
Pendidikan
(Unit)
PAUD
1
TK
1
SD/Sederajat
1
SLTP/Sederajat
1
SLTA/Sederajat
-
Perguruan Tinggi
-
TPA
-
(sumber : Survey lapangan)
2.1.2 IMAP (Identifikasi Masalah Analisis Potensi)
Laporan IMAP adalah dokumen yang berisi data menyeluruh
kondisi eksisting infrastruktur SPAM ( Sistem Penyediaan Air Minum )
yang dilengkapi dengan penjelasan analitis terhadap permasalahan dan
potensi yang ada. Dalam penyusunan laporan IMAP ini mahasiswa
sebagai pendamping memegang peran utama dalam membantu
menjabarkan penjelasan secara analitis dari data dan hasil observasi
lapangan.
Adapun sarana dan akses air bersih di Desa Daenggune dibangun
oleh pemerintah, swasta bahkan swadaya masyarakat desa, seperti pada
Tabel 2.9 berikut :
Tabel 2.9 Sarana dan Akses
1
Jumlah SPAM bantuan pemerintah
3
Unit
2
Jumlah SPAM bantuan non pemerintah
1
Unit
3
Jumlah SPAM hasil swadaya masyarakat
1
Unit
4
Jumlah sumur gali
-
Unit
5
Jumlah sumur pompa (sanyo) individual
-
Unit
15
6
Jumlah KK yang telah menikmati air
minum layak
7
Jumlah KK yang belum menikmati air
minum layak
244
KK
-
KK
(sumber : Survei lapangan)
Adapun status dan pengelolaan SPAM perpipaan sampai saat ini di
Desa Daenggune sebagai berikut.
Tabel 2.10 Status dan Pengelolaan SPAM Perpipaan
1
Jenis perpipaan
2
Jumlah KK target
layanan
3
Gravitasi
Non Gravitasi
244
KK
244
KK
100
% (persen)
Sudah
Belum
Ada
Tidak
Ya
Tidak
Jumlah KK yang
telah menikmati
layanan
4
Status
penyelesaian
proyek
5
Status penyerahan
sarana
6
Badan Pengelola
Sarana
7
Telah ditetapkan
AD/ART badan
pengelola
8
Pembayaran
/iuran layanan
Ada
Tidak
Belum
berjalan
16
9
Dasar penetapan
Meter
pembayaran
10
Jika non meter,
2.000 dari
jumlah iuran per
hidran
bulan
umum,
Flat
Rupiah
5.000 untuk
kerumah
11
Jumlah
pengeluaran biaya
operasional per
±200.000
Rupiah
-
Rupiah
-
Rupiah
bulan
12
Jumlah rata-rata
uang terkumpul
setiap bulan
13
Jumlah saldo kas
pada saat ini
(sumber : Survei lapangan)
Dari semua sarana SPAM yang ada di Desa Daenggune menunjang
ketersediaan air untuk dikonsumsi oleh masyarakat setiap harinya, tabel
2.11 menggambarkan kehandalan layanan SPAM yang sudah ada.
Tabel 2.11 Kehandalan Fungsi Layanan
1
Kecukupan
kuantitas
1. Sangat cukup,
2. Cukup,
(volume) debit
3.Kurang
2
Kontinyuitas
aliran/layanan
1. 24 jam,
2. Maks 12 jam,
3. < 12 jam
17
3
Kualitas air
1. Baik,
sampai di tingkat
2. Cukup,
konsumen
3.Kurang
4
Kedekatan jarak
1. di rumah,
fasilitas dengan
2. Maks 50 meter,
rumah
3.>50 meter
5
Kemampuan
1. Sangat Mampu,
masyarakat untuk
2. Cukup,
membayar
3.Kurang
(sumber : Survei lapangan)
Selain kehandalan fungsi layanan, yang perlu diperhatikan juga
kondisi sekitar sarana air bersih seperti apa, untuk mengetahui sarana air
bersih aman dari longsoran atau gejala – gejala alam lain, dan tidak
terawatnya sarana tersebut.
Tabel 2.12 Kondisi Kelengkapan dan Fungsi SPAM Terbangun
No
1
Jenis
Bangunan
Fungsi/kondisi
Jumlah
(unit)
Aman
4

Terancam
Rusak
sumber (bron
capturing)
2
Pompa
-
submersible
3
Genset /
-
generator
18
4
Bangunan Bak
20

Penampungan
5
Hidran Umum
5

6
Kran Umum
17

7
Sambungan
440

Rumah
9

Vegetasi di
sekitar daerah
tangkapan air
10
Jumlah/panjang pipa tertanam berdasarkan ukuran dan jenis
Jenis (unit)
Ukuran
(inchi)
Jumlah
Unit
Galvanis
(besi)
PVC
HDPE
1
4.0”
3000
m



2
3.0”
2500
m



3
2.5”
2000
m


4
2.0”
2000
m


5
1.5”
1500
m


6
1.0”
m
7
¾”
m
8
½”
m
(sumber : Survei lapangan)
2.2 Program 30%
19
Program 30% adalah tugas pendukung dari program 80%. Tujuan utama
dari program 30% adalah untuk lebih mendekatkan diri kepada masyarakat,
bersosialisasi, menjalin silaturahmi, serta saling membagi pengatahuan.
Program 30% yang kami lakukan telah di diskusikan bersama warga, dan
merupakan hal yang dibutuhkan dan diinginkan masyarakat Desa Daenggune.
Berikut adalah program 30% yang kami laksanakan:
2.2.1 Pembuatan Papan Nama Perangkat Desa
Papan nama aparatur desa dibuat bertujuan untuk memudahkan
dikenali lokasi kediaman aparat desa terkait oleh orang yang memiliki
keperluan dengan aparat desa tertentu. Tanpa adanya papan nama maka
orang-orang akan sulit untuk mengenali/mencari tempat yang dituju.
Adapun papan nama yang kami buat adalah papan nama perangkat desa,
LPM (Lembaga Pemberdayaan Masyarakat), dan BPD (Badan
Permusyawaratan Desa).
A. Latar Belakang Dilaksanakannya Kegiatan Pembuatan Papan
Nama Perangkat Desa
Latar belakang pembuatan papan nama aparatur desa yaitu untuk
mempermudah pendatang untuk menemukan lokasi perangkat desa
tertentu, bagi mahasiswa KKN sendiri kesulitan mengingat setiap
letak rumah perangkat desa terkait jika ingin mengantar surat kegiatan
KKN selama satu bulan di Desa Daenggune. Dari latar belakang itulah
dipandang perlu untuk mengadakan program kerja pembuatan papan
nama perangkat desa sehingga pendatang lebih mudah mencari
kediaman perangkat desa yang mereka cari.
B. Tujuan Dilaksanakannya Kegiatan Pembuatan Papan Nama
Perangkat Desa
Adapun tujuan dari pembuatan papan nama ini adalah untuk
memberikan informasi kepada orang yang ingin mencari perangkat
desa yang ada di Desa Daenggune.
C. Dokumentasi
Berikut adalah gambar dokumentasi pembuatan papan nama:
20
Gambar 2.4
Gambar 2.5
Gambar 2.4 dan 2,5 Proses pembuatan papan nama
2.2.2 Kerja Bakti
Kerja bakti merupakan kegiatan warga yang dilakukan secara
swadaya oleh masyarakat itu sendiri. Biasanya kerja bakti dikerjakan
pada hari jumat atau hari minggu saat semua warga libur dengan
pekerjaannya. Kerja bakti adalah kegiatan yang berguna untuk
21
membersihkan lingkungan sekitara dari berbagai kotoran yang
menggangu.
A. Latar Belakang Dilaksanakannya Kerja bakti
Kerja bakti merupakan kegiatan yang dilakukan oleh sekelompok
orang untuk membuat lingkungan menjadi lebih baik dan
memperindah lingkungan. Lingkungan yang bersih dan asri
merupakan dambaan bagi setiap warga masyarakat yang menempati
suatu pemukiman. Masalah-masalah yang kerap mengganggu
kesehatan warga suatu pemukiman sering kali berasal dari kurangnya
kualitas kebersihan dari warga dan lingkungannya.
Perilaku warga masyarakat dalam menjaga lingkungannya untuk
tetap bersih memamg masih sering menjadi kendala tersendiri yang
kerap mengganggu kesehatan suatu lingkungan masyarakat. Perilaku
bersih masyarakat memang masih cukup banyak dilakukan oleh
warga masyarakat, akan tetapi pada sebagian kecil warga masyarakat
justru perilaku bersih pada lingkungannya masih dirasakan sangat
kurang.
Kesadaran masyarakat perlu dibangkitkan untuk memiliki
perilaku bersih yang lebih baik dengan memberikan kesadaran
kolektif untuk bersama-sama menunjukkan perilaku hidup bersih
yang lebih baik. Upaya peningkatan perilaku hidup bersih masyarakat
yang lebih baik antara lain dapat dilakukan dengan melaksanakan
kegiatan-kegiatan yang dapat membangkitkan kesadaran untuk
berperilaku hidup bersih untuk menciptakan lingkungan hidup yang
bersih dan asri.
B. Tujuan Dilakukannya Kerja Bakti
Kegiatan kerja bakti selain bertujuan untuk meningkatkan
perilaku hidup bersih dan asri diharapkan dapat juga mempererat tali
silaturahmi antar warga masyarakat, karena melalui kegiatan bakti
sosial ini antar warga masyarakat dapat melakukan aktifitas kegiatan
sosial secara bersama-sama yang secara tidak langsung terbina
22
hubungan yang lebih erat dan harmonis, yang pada akhirnya
peningkatan perilaku hidup bersih masyarakat dapat ditingkatkan.
C. Tempat Pelaksanaan Kerja Bakti
Adapun tempat pelaksanaan kerja bakti yaitu junta dan minggu.
Minggu pertama di laksanakan di sekitar posko KKN, minggu ke dua
dilaksanakan dimasjid yang terletak di dusun II selanjutnya pada
minggu ketiga tempat pelaksanaanya yaitu di Dusun I, dan Dusun III.
D. Dokumentasi Pada Saat Kerja Bakti
Berikut adalah kegiatan kerja bakti di beberapa dusun:
Gambar 2.6 Kerja bakti di Dusun II
23
Gambar 2.7 Kerja bakti di Dusun I
2.2.3 Lomba Domino
Lomba domino merupakan salah satu Program Kerja KKN kami ,
Program Kerja ini termasuk didalam Program Kerja Ekstra (30%) adapun
hadiah yang kami sediakan yaitu gelas, celana pendek, dan juga jam
tangan .
Domino adalah semacam permainan kartu generik. Di indonesia
biasanya berbentuk kartu kecil berukuran 3 x 5 cm, berwarna dasar
kuning terhadap endol-endol yang berfungsi atau pengganti angka .
Domino terkadang menjadi teman untuk sekedar mengisi waktu
luang atau sekedar berkumpul dengan teman dengan menaikannya
suasana akan terlihat lebih akrab, media dalam bermain domino ini
biasanya berupa kartu kecil balok dan bergambar bulat-bulat merah
dalam berbagai jumlah dari kartu tertinggi dalam 616. Domino lebih
sering dimainkan oleh para pemain dari kalangan masyarakat kelas
bawah dan sangat jarang kita temui para elite yang memainkan
permainan kartu jenis ini . padahal , menurut catatan sejarah, saat pertama
dibuat , domino merupakan salah satu persembahan dari seorang
pelayanan istana untuk sang kaisar. Pada saat itu hanya kalangan
bangsawanlah yang bisa mainkannya.
24
A. Maksud dan Tujuan
Adapun maksud dan tujuan diadakan kegiatan ini adalah
memperkuat tali persatuan masyarakat. Tujuan Kegiatan Adapun
tujuan diadakannya acara ini :
1. Mempererat tali silaturahmi antar sesama warga Desa Daenggune
2. Memperkuat persatuan dan kesatuan antar warga.
3. Memupuk jiwa sosial dan sportifitas dalam berlomba.
2.2.5 Pembuatan Tempat Sampah
Kebersihan merupakan salah satu hal penting yang perlu
diperhatikan untuk menjaga lingkungan tetap nyaman dan sehat, melihat
lingkungan Desa Daenggune yang masih minim akan sarana tempat
sampah maka kami berinisyatif membuatkan tempat sambah dengan
berbahan kayu yang ada. Lokasi penempatan tempat sampah ini kami
tempatkan ditempat umum seperti kantor desa, sekolah, masjid dan
puskesdes.
Adapun maksud dan tujuan diadakan tempat sampah ini agar
masyarakat yang ada ditempat umum sadar untuk tidak membuang
sampah sembarangan sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan
sekitar.
2.2.6 Pengecatan Pos Ronda
Pos ronda merupakan tempat jaga masyarakat untuk keamanan desa,
di Desa Daenggune sendiri terdapat tiga pos jaga yang telah dibuat
gotong royong bersama masyarakat desa, yang ditempatkan dimasing –
masing dusun. Program pengecatan ini merupakan permintaan dari
masyarakat desa.
A. Maksud dan Tujuan
Adapun maksud dan tujuan diadakan program ini agar pos ronda
yang telah dibangun masyarakat lebih terlihat rapih dan indah, karna
sebelumnya pos ronda ini hanya menggunakan warna dasar kayu itu
sendiri.
25
B. Dokumentasi Pada Saat Pengecatan
Berikut dokumentasi pengecatan salah satu pos ronda:
Gambar 2.8 Pengecatan di Dusun I
2.2.7 Pembuatan Tortila Pisang
Pembuatan tortila pisang merupaka salah satu bentuk hasil dari
ekonomi kreatif dari program pemberdayaan masyarakat yang dibentuk
oleh pemerintah Kabupaten Sigi.
A. Maksud dan Tujuan
Adapun maksud dan tujuan diadakan program ini merupakan
salah satu cara untuk silahturahmi dengan warga, dan sebagai sharing
ilmu pada mahasiswa KKN dari warga desa.
B. Dokumentasi Pembuatan Tortila
Berikut dokumentasi pembuatan tortilla pisang:
26
Gambar 2.9 Menghaluskan adonan
Gambar 2.10 Menjemur hasil olahan
2.2.8 Mengajar Mengaji
Tujuan dari program kerja mengajar mengaji karena di Desa
Daenggune remaja dan anak –anak begitu aktif mengikuti kegiatan
mengaji yang dilaksanakan oleh tokoh agama desa, melihat kurangnya
tenaga pengajar dengan perbandingan peserta maka dianggap perlu untuk
membuat program kerja ini.
Adapun maksud dan tujuan diadakan program ini merupakan salah
satu cara untuk silahturahmi dengan warga, dan untuk meningkatkan
iman dan takwa remaja dan anak – anak.
27
BAB III
RENCANA KERJA MASYARAKAT
3.1 Survei
Survei yang dilaksanakan mengenai fungsi SPAM berupa keadaan mata
air dan vegetasi sekitarnya, keadaan fisik reservoir, pipa air dan pengurus
SPAM. Kegiatan ini dilaksanakan selama delapan hari.
3.2 Keadaan Mata Air
Sumber air baku yang digunakan masyarakat di Desa Daenggune berasal
dari mata air dari pegunungan. Terdapat 4 mata air di Desa Daenggune yaitu
Salumoro, Tea, Biro, dan Pelongo. Mata air Salumoro terletak di Dusun 2,
sedangkan Tea, Biro, dan Pelongo terletak di Dusun 3.
Gambar 3.1 Salumoro
Gambar 3.2 Biro
28
Gambar 3.3 Tea
Keadaan untuk menuju mata air hanya dapat dilalui dengan berjalan kaki
dengan jarang paling dekat 1 Km yaitu mata air Pelongo di Dusun 3, dengan
medan yang mendaki dan berhutan, sedangkan jarak paling jauh yaitu mata air
Tea berada pada jarak 3 Km dari jalan Dusun 3 dengan medan yang mendaki
dan berhutan.
Gambar 3.4 jalan menuju mata air di Dusun 3
Keadaan vegetasi disekitar mata air terjaga, karena masyarakat tidak
melakukan penebangan pohon. Kualitas air pada saat hujan deras tetap bisa
digunakan karena air tidak berubah menjadi keruh. Pada saat musim kemarau
kuantitas air masih mencukupi kebutuhan masyarakat Desa.
29
3.3 Keadaan Reservoir
Reservoir yang ada di Desa Daenggune berjumlah 20 buah, dengan
dimensi bak yang berfariasi dan keadaan yang bermacam – macam. Bak yang
ada di Desa Daenggune ada yang di gunakan sejak tahun 80 an dan jarak untuk
ke bak tersebut sekitar 3 Km. Ada pun bak yang terbaru yang berdimensi cukup
besar dibuat pada tahun 2013 di Dusun 2.
Gambar 3.5 Bak PNPM tahun 2013 di Dusun 2
Keadaan reservoir pada umumnya banyak yang sudah berlumut, pipa yang
terpasang pada reservoir juga banyak yang menggunakan sambung dengan
karet ban.
30
Gambar 3.6 Reservoir yang sudah berlumut
3.4 Pipa Air
Pipa air yang digunakan di Desa Daenggune memiliki diameter bervariasi
yang terbesar kira – kira memiliki dimensi 4”, yaitu pipa yang digunakan untuk
saluran induk. Bahan pipa yang digunakan juga bervariasi mulai dari besi,
PVC, dan bahan seperti karet.
Gambar 3.7 Jenis – jenis pipa yang digunakan
Namun yang memprihatinkan adalah keadaan jalur pipa induk dari
berbagai mata air yang menjadi satu, sehingga nampak jelas pipa bertumpuk –
tumpuk pada jalur pipa. Masalah yang biasa terjadi pada pipa induk adalah
31
bengkoknya pipa akibat longsoran batu yang menimpa pipa, sehingga jika hal
itu terjadi masyarakat harus gotong royong untuk mengganti pipa yang rusak.
Dampak dari pipa yang tertimpa batu ini yaitu menyempitnya saluran air,
sehingga kuantitas distribusi air tidak tersalurkan sebagai mana mestinya.
Gambar 3.8 Penempatan pipa induk dari mata air ke rumah warga di Dusun 3
3.5 Badan Pengurus SPAM
Badan pengurusan SPAM
dibentuk untuk menjaga keberlangsungan
distribusi air yang dikonsumsi masyarakat. Yang menjadi tugas pengurus
SPAM berupa perawatan pipa, penagihan iuran yang sudah disepakati bersama
masyarakat, dan pemasangan pipa layanan ke rumah.
Untuk sekarang ini di Desa Daenggune tugas yang dikerjakan pengurus
SPAM adalah perawatan pipa atau penggantian pipa – pipa yang rusak yang
dikerjakan jika ada keluhan dari masyarakat. Sedangkan untuk iuran yang
sudah disepakati penagihannya belum berjalan, karena kendala dalam
kepengurusan. Jadi jika ada keperluan perawatan rutin, dana yang digunakan
berasal dari dana Desa. Iuaran yang disepakati yang dibebankan kepada tiap
kepala keluarga yaitu Rp 2000 untuk KK yang menggunakan hidran umum dan
Rp 5000 untuk KK yang menggunakan sambungan langsung ke rumah.
Pemasangan pipa layanan kerumah seharusnya dilakukan oleh bidang
teknik dari pengurus SPAM yang sudah terbentuk, tapi beberapa warga ada
yang menyambungkan sendiri kepipa induk untuk didistribusikan ke
32
rumahnya. Hal seperti ini memberikan kerusakan pada pipa terutama pada pipa
karet, sehingga banyak sambungan yang bocor.
Gambar 3.9 Sambungan dari pipa induk ke rumah oleh warga di Dusun 3
Gambar 3.10 Sambungan yang dilakukan sendiri dari pipa induk ke rumah oleh
warga di Dusun 3
3.6 Identifikasi Masalah
Identifikasi masalah ini berdasarkan survei langsung dan laporan
masyarakat kepada perangkat desa.
33
Tabel 3.1 Identifikasi Masalah
No
Masalah
Sebab
Dampak
1
Aliran
air
tidak
terdistribusi merata
2
Iuran
perawatan Masih terdapat pro Biaya pemeliharaan
pipa belum berjalan dan kontra tentang menggunakan
3
sebagaimana
iuran
mestinya
pipa.
Keran - keran air
tidak terpasang dan
5
Air
Kurang
pada
bak
penampungan
pemeliharaan
rusak
4
perawatan anggaran desa
terbuang percuma
Penyambungan
Kebutuhan
Distribusi air tidak
pipa illegal
mendesak
merata
Sambungan
pipa Untuk mengurangi Ada kebocoran kecil
tidak sesuai standar
biaya pemasangan pada sambungan
dan
ketersediaan
alat terbatas
6
Bak air yang sudah Bak
tidak terpakai
sudah Berkurangnya
berlumut,
berkarat
dan kapasitas
distribusi
kondisi air
terbilang tua
7
Masyarakat
tidak Aktifitas
ada
untuk dilakukan di hidran
biaya
membeli
sambungan
banyak
pipa umum
ke
rumah
34
8
Hidran umum yang Kurangnya
Keran rusak dan air
tidak terpelihara
meluap
kesadaran
masyarakat
3.7 Peta Kondisi Eksisting
Gambar di bawah ini merupakan Peta Kondisi Eksisting Desa Daenggune
yang berada di Kecamatan Kinovaro, Kabupaten Sigi. Dimana Desa daenggune
memiliki 3 Dusun.
35
Gambar 3.11 Peta Kondisi Eksisting
3.8 Peta Jaringan Pipa dan Sarana Air Bersih
Peta yang ada di bawah ini adalah peta yang menggambarkan wilayah
Desa Daenggune dan batas batas wilayahnya. Peta ini menampilkan letak
hidran umum, dan reservoir serta jaringan pipa yang ada di desa.
36
Gambar 3.12 Peta Jaringan Pipa Dan Sarana Air Bersih
3.9 Solusi Dari Masalah
3.9.1 Iuran Tidak Berjalan
Salah satu permasalahan yang mempengaruhi terawat atau tidaknya
sarana air bersih adalah iuran setiap bulan. Di Desa Daenggune badan
pengurus SPAM dan AD/ART nya sendiri sudah terbentuk dan
pembentukannya di damping oleh pendamping desa. Hanya saja ada
masalah tidak berjalannya penagihan iuran karna kurangnya kontrol dari
pendamping desa.
Solusi yang dapat diberikan adalah perangkat desa yang berwenang
mengambil alih sementara penagihan iuran, tentu hal ini harus dilakukan
dengan tanggung jawab dengan adanya catatan – catatan dari setiap iuran
yang masuk setiap bulannya.
3.9.2 Keran Air Rusak
Keran air yang rusak ini menyebabkan air yang ada terlimpas
percuma, hal ini didapati pada keran umum, dan sanitasi umum. Hal ini
tentu disayangkan karena dapat mengurangi distribusi air ke tempat –
tempat lain yang membutuhkan.
Solusi yang dapat diberikan adalah, mengadakan penyediaan keran
baru yang anggarannya dari dana desa, atau pembuatan proposal perbaikan
sarana SPAM yang ada.
3.9.3 Penyambungan Pipa Illegal
37
Penyambungan pipa yang dilakukan oleh warga sendiri tanpa bantuan
tim teknis menyebabkan kerusakan pada pipa induk, hal ini karena pipa
dilubangi tanpa peralatan yang memadai.
Gambar 3.13 salah satu contoh sambunan yang dilakukan masyarakat
Solusinya adalah melakukan pendekatan kepada masyarakat oleh
perangkat desa terkait untuk memberikan edukasi dan informasi mengenai
hal tersebut. Hal ini juga bisa ditangani dengan sosialisai oleh dinas terkait.
3.9.4 Sambungan Pipa Tidak Sesuai Standar
Pada perbaikan pipa yang rusak atau bocor masyarakat sering
mengakali perbaikan dengan peralatan seadanya, hal ini dikarenakan
peralatan yang sesuai standar tidak tersedia pada saat itu. Dan perbaikan –
perbaikan yang ada dikarenakan kebutuhan mendesak. Contohnya dalam
berbaikan pipa induk yang berbahan PVC ketika pasangan pipa tidak
cocok atau diameter pipa sedikit berbeda, masyarakat mengakalinya
dengan memanaskan bagian salah satu ujung pipa agar mudah
direnggangkan.
38
Gambar 3.14 Sambungan pipa dengan peralatan seadanya
3.9.5 Belum Terdistribusi Air Langsung Ke Rumah
Beberapa rumah di Dusun 3 belum terdistribusi air langsung ke
rumah, hal ini dikarenakan biaya untuk pembelian pipa distribusi ke rumah
rumah ditanggung oleh pemilik rumah. Melihat keadaan ekonomi
masyarakat di Dusun 3 agak memprihatinkan, karena sebagian besar yang
bertempat tinggal di Dusun 3 merupakan transmigran dari desa lain yang
belum lama menetap. Untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat
banyak yang menggunakan hidran umum dan sanitasi umum.
Solusinya adalah untuk mengadakan distribusi air kerumah dan
sanitasi diperlukan bantuan dana dari pemerintah kabupaten atau program
dari desa untuk pengadaan.
BAB IV
PENUTUP
4.1 Kesimpulan
39
Air merupakan kebutuhan dasar setiap makhluk hidup, yang tidak bisa
diciptakan oleh manusia. Air juga merupakan asset atau kekayaan yang sangat
penting bagi suatu wilayah, karena tanpa air segala makhluk tidak dapat
beraktifitas. Jika tidak dapat dikelola dengan baik tentu cepat atau lambat
ketersediaan air bagi konsumsi masyarakat akan habis atau berkurang
jumlahnya.
Tantangan saat ini adalah dengan bertambahnya jumlah penduduk, maka
kebutuhan akan air pun semakin meningkat dan hal ini tidak diimbangi dengan
ketersediaan sumber air yang ada. Oleh karena itu sumber air yang ada harus
dikelola dengan baik dan perlunya konservasi.
SPAM merupakan satu rangkaian struktur yang bertujuan agar
ketersediaan air tetap ada secara berkesinambungan. Dimana di dalamnya
selain bangunan fisik dan peralatan, juga dibangun organisasi yang menjamin
peralatan tetap dalam keadaan baik. Konsepnya adalah air itu dari masyarakat
untuk masyarakat.
Di Desa Daenggune dari hasil survei masyarakat sangat menjaga
lingkungan penebangan pohon berlebihan sangat dihidari agar tetap terjaganya
lingkungan dan sumber air itu sendiri. Tetapi yang menjadi masalah adalah
sarana dan prasarana yang tidak dirawat dengan baik, hal ini mungkin didasari
dari kurangnya kesadaran bahwa penunjang ketersediaan air selama ini adalah
dari sarana dan prasarana air itu sendiri.
4.2 Saran
Dari masalah, dan potensi diatas, saran yang dapat diberikan adalah
masyarakat desa perlu banyak diberikan sosialisasi dan pendampingan
langsung megenai air dan pemeliharaan sarana air bersih di desa.
~ LAMPIRAN ~
Dokumentasi Program Kerja
40
Pengecekan kondisi bak air
Membuat tangkapan sumber air di Dusun 3
41
Aktifitas dapur kegiatan tahlilan di salah satu rumah warga
Kopi sebagai salah satu hasil kebun
42
Survei kebocoran pipa di Dusun 3
Pembuatan drainase bersama warga
43
Pembuatan Surat Kegiatan Sosialisai
Surat Kegiatan Sosialisai
44
Lokakarya atau FGD
Kegiatan ekonomi kreatif di kantor desa
45
Kondisi pipa induk
Pengecatan pos ronda
46
ANGGARAN BIAYA PROGRAM KERJA KKN 77 GELOMBANG 2 DESA
DAENGGUNE
NO
NAMA
TANGGAL
1
KEGIATAN
SELASA/410-2017
FGD
NAMA BARANG
KONSUMSI
DOS KONSUMSI
AIR KEMASAN
2
KAMIS/2809-2017
CAT POS RONDA
KALENG CAT
AIR GALON
JUMAT/2909-2017
4
SABTU/3009-2017
5
SATUAN
BARANG
Rp
120,000.00
Rp
1
Rp
650.00
60
2
Rp
GORENG
8,000.00
3
165,000.00
Rp
1
5,000.00
Rp
2
Rp
8,000.00
32,000.00
Rp
Rp
5,000.00
39,000.00
Rp
Rp
55,000.00
120,000.00
Rp
Rp
16,000.00
JUMLAH
16,000.00
Rp
1
8,000.00
PAPAN NAMA
PERANGKAT
LITER BENSIN
DESA
Rp
8,000.00
Rp
1
8,000.00
PAPAN NAMA
PERANGKAT
PILOX
DESA
SENIN/0210-2017
BANYAKNYA
BOTOL MINYAK
KG TERIGU
3
HARGA
CAT POS RONDA
Rp
27,000.00
KALENG CAT
Rp
1
Rp
10,000.00
27,000.00
Rp
1
10,000.00
47
KUAS
6
RABU/0410-2017
TEMPAT
BENSIN
SAMPAH
SENIN/09-
HADIAH LOMBA
10-2017
DOMINO
GELAS
PARKIR
JAM TANGAN
CELANA PENDEK
LISTRIK
RABU/11-
LOMBA
10-2017
DOMINO
PILOX
AIR KEMASAN
AIR KEMASAN
9
3
KAMIS/12-
HADIAH LOMBA
10-2017
DOMINO
Rp
9,000.00
KERTAS KADO
8
5,500.00
Rp
16,500.00
PEMBUATAN
PAKU 5 CM 1/2 kg
7
Rp
GELAS LOMBA
Rp
1
Rp
8,500.00
Rp
1
Rp
30,500.00
1
4
2
2
2
1
1
2
32,000.00
Rp
1
Rp
30,500.00
27,000.00
Rp
Rp
16,000.00
70,000.00
Rp
Rp
16,000.00
70,000.00
Rp
Rp
27,000.00
90,000.00
Rp
Rp
70,000.00
4,000.00
Rp
Rp
35,000.00
10,000.00
Rp
Rp
45,000.00
30,500.00
Rp
Rp
2,000.00
8,500.00
Rp
Rp
2,500.00
9,000.00
16,000.00
Rp
1
30,500.00
48
PARKIR
PARKIR
10
JUMAT/13-
KEGIATAN
10-2017
PERPISAHAN
PILOX
CETAK FTO
BINGKAI FOTO
11
SABTU/14-
PERPISAHAN
10-2017
DAN FGD
KONSUMSI
DOS KONSUMSI
AIR KEMASAN
Rp
2,000.00
Rp
1
Rp
2,000.00
Rp
1
Rp
27,000.00
1
1
1
1
120,000.00
Rp
60
Rp
16,000.00
117,500.00
Rp
Rp
650.00
65,000.00
Rp
Rp
120,000.00
27,000.00
Rp
Rp
117,500.00
2,000.00
Rp
Rp
65,000.00
2,000.00
39,000.00
Rp
2
32,000.00
Rp
TOTAL
1,248,500.00
49
Download