LAPORAN AKHIR KEGIATAN KULIAH KERJA NYATA TEMATIK PUPR ANGKATAN 81 SEMESTER ANTARA TAHUN AJARAN 2018/2019 UNIVERSITAS TADULAKO KABUPATEN : SIGI KECAMATAN : KINOVARO DESA : DAENGGUNE Diajukan untuk memenuhi syarat Pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Tadulako angkatan 81 semester antara tahun ajaran 2018/2019 Disusun oleh: 1. MUHAMMAD IQBAL B 501 14 091 2. AMANDA PUTRI AMALIA C 101 15 092 3. SINDI MARIA SAMANTA RUNPAOTI B 101 15 009 4. AYU QONITA A 221 15 044 5. NIKMA PUTRI UTAMI A 221 15 062 6. ALFIYA H. AMIN B 101 15 069 7. ELLYNI DWI FORTUNA F 111 15 056 8. MUH. YASSER ZACHARI ZABIN F 111 15 123 9. NOLITA MARGARET TAISO L 131 15 040 PUSAT PENGEMBANGAN IMPLEMENTASI, INOVASI ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI (PII-IPTEK) LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN MASYARAKAT UNIVERSITAS TADULAKO 2018/2019 i BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan salah satu bagian dari kegiatan akademik yang bersifat sosial, dimana mahasiswa akan terjun langsung ke lingkungan masyarakat dan akan menerapkan ilmu yang sudah diperoleh selama perkuliahan. Kuliah Kerja Nyata (KKN) pada tahun ini sudah mencapai angkatan yang ke-81. Namun untuk posko KKN Desa Daenggune berkonsentrasi di bagian SPAM (Sistem Penyediaan Air Minum). Keadaan SPAM di Desa Daenggune terbilang cukup Baik, dikarenakan adanya pemeliharaan rutin terhadap mata air, pipa distribusi, dan dibentuknya badan pengurus yang menangani kelancaran distribusi air sampai kerumah – rumah warga Desa Daenggune. Yang masih menjadi masalah adalah penggunaan sambungan pipa yang menggunakan sambungan karet, bak air yang sudah tidak berfungsi karena berkarat atau bak yang bocor, dan iuran perawatan SPAM yang belum berjalan. 1.2 Tujuan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Adapun Tujuan dari Kuliah Kerja Nyata yaitu sebagai berikut : 1. Meningkatkan empati dan kepedulian mahasiswa terhadap masyarakat melalui kegiatan-kegiatan terprogram. 2. Memberikan peluang bagi mahasiswa untuk dapat menerapkan secara komprehensif ilmu yang telah dipelajari dalam kehidupan masyarakat. 3. Mengembangkan kemampuan dan keunggulan mahasiswa dikalangan masyarakat, serta mengembangkan personalitas mahasiswa, memperkuat cara berpikir dan kemampuan memecahkan masalah. 4. Memberikan pengalaman lapangan bagi mahasiswa dalam kehidupan sosial dan komunikasi sosial, serta membangun citra diri dan lembaga dikalangan masyarakat. 1.3 Manfaat Kuliah Kerja Nyata (KKN) Secara umum Manfaat dari Kuliah Kerja Nyata (KKN) sebagai berikut : 1 1. Bagi Mahasiswa a. Mahasiswa dapat memperoleh pengalaman belajar yang berharga dan berbeda, seperti terlibat langsung dalam kegiatan masyarakat. Sehingga mahasiswa dapat menemukan dan memecahkan permasalahan yang terjadi. b. Tumbuhnya rasa kepedulian sosial terhadap masyarakat. c. Melatih mahasiswa untuk menjadi inspirator dalam menghadapi persoalan yang ada dimasyarakat. d. Mendalami penghayatan mahasiswa terhadap manfaat ilmu pengetahuan yang dipelajari bagi pelaksanaan pembangunan. 2. Bagi Masyarakat a. Memperoleh masukan-masukan baru terhadap permasalahan yang dihadapi, sehingga nantinya dapat mengalami perubahan sosial ke arah yang lebih baik. b. Kehadiran mahasiswa sekiranya diharapkan mampu menyelesaikan konflik secara pragmatis. 3. Bagi Perguruan Tinggi a. Melalui mahasiswa/dosen pembimbing, diperoleh umpan balik sebagai pengayaan materi kuliah bagi suatu rancangan bentuk pengabdian kepada masyarakat. b. Memperoleh hasil kegiatan mahasiswa, dapat menelaah dan merumuskan keadaan/kondisi masyarakat yang berguna bagi pengembangan ilmu pengetahuan. c. Meningkatkan, memperluas dan mempererat kerja sama dengan instansi terkait atau departemen lain melalui kerjasama mahasiswa yang melaksanakan. 2 1.4 Sistematika Laporan 1. BAB I Pendahuluan Bab ini berisikan tentang latar belakang dilaksanakannya kuliah kerja nyata (KKN), tujuan kuliah kerja nyata (KKN), dan manfaat kuliah kerja nyata terhadap masyarakat, mahasiswa dan perguruan tinggi. 2. BAB II Program Kerja Pada bab ini memberi kejelasan mengenai sejarah singkat Desa Daenggune, letak geografis Desa Daenggune (sebelah utara, sebelah selatan, sebelah barat, dan sebelah timur), topografi Desa Daenggune, demografi Desa Daenggune, potensi Desa Daenggune, sosial budaya Desa Daenggune, kebersihan lingkungan dan kesehatan Desa Daenggune, sarana dan prasarana, yang merupakan data umum yang diperlukan dan merupakan pendukung dari data SPAM. Pada bab ini juga membahas program 20 persen yang laksanakan untuk mendukung program 80 persen. 3. BAB III Rencana Kerja Masyarakat Pada bab rencana kerja masyarakat pada laporan ini merupakan solusisolusi yang direncanakan oleh Mahasiswa KKN berdasarkan hasil survei mengenai air bersih. 4.BAB V Penutup Pada bab penutup ini berisikan kesimpulan permasalahan yang ada di Desa Daenggune, serta saran yang diberikan oleh Mahasiswa KKN kepada pemerintah dan masyarakat. 3 BAB II PROGRAM KERJA 2.1 Program 80% Program Pokok 80% adalah tugas utama yang dikerjakan dalam sebuah rencana kerja agar suatu kelompok dapat mengetahui apa saja yang menjadi permasalahan dilapangan. Melalui Program 80% dapat membantu mengindetifikasi permasalahan yang paling berpotensi agar di jadikan acuan untuk membuat suatu laporan akhir. Dan sebagai acuan KKN selanjutnya. 2.1.1 Pengumpulan Data Umum A. Profil Desa Daenggune Sebelum desa Daenggue berawal dari sejumlah msyarakat yang bermukim di wilayah pegunungan yakni di Kampung Tua Daenggune, Ova, Vaenampu serta sebagian juga ada yang bermukim di Bolu dan Limba, desa Denggune juga adalah salah satu desa yang tertua di lereng pegunugan Kamalisi. Pada zaman kerajaan,di desa Daenggune tidak mengenai istilah raja (Madika) ,tapi hanya mengenai istilah “Ntina dan Bangunasa” maksudnya hanya mengangkat seseorang untuk menjadi pemimpin (Madika) sedangkan Bangunasa artinya orang tua yang pertama membuka saluran air untuk mengairi kebun dan sawah yang ada di desa Daenggune. Masyarakat Daenggune meyakini bahwa kata “Daenggune” itu adalah di sesuaikan dengan nama orang yang pertama membuka lahan di Daenggune ,sehingga Desa Daenggune menggunakan kata Daenggune menjadi naama Desa ,sedangkan nama “Limba” yang di jadikan desa sebagai pusat pemerintahan sampai saat ini. Pada zaman kemerdekaan Desa Daenggune sudah di pimpin oleh kepala kampung yang bernama Pandebibo yang memengang wilayah Daenggune ,Ova dan Vaenumpu, sedangkan kampung limba di pegang oleh Balaroa. Pada masa kepala kampung Kavasura semua wilayah termasuk yang di pegang oleh 4 Balaroa masuk menjadi kampung Daenggune. Pada masa kepala kampong Kamisando, masyarakat yang bermukim di wilayah Vaenumpu sudah masuk agama islam serta dilaksanakan sunatan masal,pada massa kepala desa Saleh Djoko, semua masyarakat yang masih bermukim di wilayah pengunugan di turunkan di ”Tompu” Tompu artinya tempat gembala ternak. Pada tahun 1976-1977 sebagai masyarakat yang bermukim di Tompu pindah ke wilayah Palolo untuk mengikuti trans lokal di Desa Banpres Uwenuni sebagian lagi masyarakat masih tinggal di limba dan Lambara (Dusun III) sekarang sudah menjadi Desa Daenggune. Desa Daenggune terdiri dari tiga dusun dan enam RT dengan jumlah KK 247 dengan jiwa 826. menurut ketua adat masyarakat Desa Daenggune merupakan Daenggune merupakan masyarakat yang teguh pada adat istiadat .mengenai adat perkawinan di Desa Daenggune ini hanya mengenal jenis adat biasa dan Tambuli. Kalau adat biasa hanya menggunakan kambing dan pirinig batu sebagai mahar ,sedangkan adat Tambuli mengunakan Sambulu Gana, kelapa 11 pohon serta uang (sekarang 110,000 sebagai mahar “Sunda”). 5 Tabel 2.1 Sejarah Pemerintah Desa NO PERIODE NAMA KEPALA DESA KETERANGAN 1 PANDEBIBO Kepala Kampung 2 KAVASURA Kepala Kampung 3 LAISI Kepala Kampung 4 1956-1963 KAMISANDO Kepala Kampung 5 1963-1969 KOTO Kepala Kampung 6 1970-1970 SAMAD Kepala Kampung 7 1970-1971 TUTU Kepala Kampung 8 1971-1990 SALEH DJOKO Kepala Desa 9 1990-1999 NADJU PENGGA Kepala Desa 10 1999-2008 MURNI TURBO Kepala Desa 11 2008-2014 ENOS,A.Ma Kepala Desa 12 2014-2020 ENOS,A.Ma Kepala Desa (sumber : Buku Rencana Pembangunan Jangka Menengah DESA DAENGGUNE TAHUN 2015-2021) B. Letak Geografis, Luas dan Iklim Desa Daenggune b.1.Sebelah Utara : Kelurahan Donggala Kodi / Desa Kanuna b.2 Sebelah Barat : Kelurahan Balaroa b.3 Sebelah Selatan : Desa Doda b.4 Sebelah Timur : Marawola Barat / Kabupaten Donggala Secara keseluruhan, luas wilayah Desa Daenggune 2.400 Ha keadaan umum topografi yaitu perbukitan dan dataran. Iklim di Desa Daenggune sebagaimana di wilayah Indonesia umumnya yaitu kemarau dan penghujan 6 C. Topografi Desa Daenggune Desa Daenggune adalah desa subur yang menghasilkan produk pertanian, peternakan maupun perkebunan, hal ini dapat dilihat dari tata guna lahan yang mayoritas digunakan untuk hal – hal tersebut. Di wilayah Dusun I, secara topografi tanah di dusun ini terjal dan agak berbatu, masyarakat banyak bermukim disini dan beberapa lahan digunakan untuk berkebun. Di wilayah Dusun II, topografinya terjal seperti dusun 1, dan memiliki elevasi yang lebih tinggi dibanding dusun 1, di dusun 2 lahan lebih banyak digunakan untuk bertani, dan berkebun Di wilayah Dusun III, topografi tidak teralu terjal seperti di dusun 1 dan 2 Di wilayah dusun 3, lahan lebih banyak digunakan untuk berkebun dan sebagian besar masih hutan. D. Demografi Desa Daenggune d.1 Demografi Wilayah Administratif Desa Daenggune d.1.1 Keadaan penduduk Data berikut berdasarkan data rekap penduduk bulan Juli 2018. Tabel 2.2 Data Jumlah 1 Jumlah penduduk desa a) b) 860 Jiwa Laki-laki 444 Jiwa Perempuan 416 Jiwa 2 Jumlah KK/rumah 244 unit 3 Jumlah RT 6 RT 4 Jumlah RW - RW 5 Jumlah Dusun 3 Dusun (sumber : Buku Rencana Pembangunan Jangka Menengah DESA DAENGGUNE TAHUN 2015-2021) 7 d.1.2 Menurut Tingkat Pendidikan Tabel 2.3 Data Tingkat pendidikan 1 Tidak Tamat SD 300 Orang 2 SD (sederajat) 138 Orang 3 SLTP (sederajat) 42 Orang 4 SLTA (sederajat) - Orang 5 Perguruan Tinggi - Orang (sumber : Buku Rencana Pembangunan Jangka Menengah DESA DAENGGUNE TAHUN 2015-2021) E. Potensi Desa Daenggune Pelaksanaan penanggulangan kemiskinan akan optimal apabilah di dukung oleh pontensi yang di miliki oleh wilayah itu sendiri, baik yang berkaitan dengan pontesi sumber daya alamnya maupun SDMnya. Sehingga dapat di ukur tingkat kemampuan masyarakat dalam mengatasi masalahnya dengan strategi yang sistematis, jelas dan terarah tentang kegiatan-kegiatan yang akan di lakukannya. Berikut Peta potensi tersebut adalah : e.1 Potensi Sumber Daya manusia Potensi Sumber Daya Manusia yang ada di Desa Daenggune sebahagian besar masih perlu ditingkatkan karena masih tergolong rendah dalam berbagai hal, baik dari segi pengetahuan maupun dari segi keterampilan. Masyarakat yang bertani pada umumnya hanya menggunakan lahan nya untuk ditanami padi, padahal jika masyarakat tau cara mengembangkan dan pola tanam tumbuhan potensial dipasaran lain seperti bawang goreng dsb, itu bisa menjadi nilai tambah dan harga jual yang berbeda. Selain berkebun di Desa Daenggune juga banyak terdapat tenaga yang cukup terampil dalam bidang pertukangan. Hal ini dapat dilihat pada tabel 2.4. 8 e.2 Mata Pencarian Mata pencaharian Desa Daenggune dapat dilihat pada Tabel 2.4 berikut ini : Tabel 2.4 Data Jenis Mata Pencaharian Penduduk 1 Petani (sawah, kebun) 300 Orang 2 Pengrajin - Orang 3 Penjahit - Orang 4 Tukang 36 Orang 5 Perangkat Desa 16 Orang 6 Pedagang - Orang 7 Peternak - Orang 8 PNS 4 Orang 9 Buruh Tani 200 Orang 10 Lainnya 1 Orang (sumber : Buku Rencana Pembangunan Jangka Menengah DESA DAENGGUNE TAHUN 2015-2021) e.3 Agama Tabel 2.6 Data Penduduk Berdasarkan Agama No. Agama Jumlah 1. Islam 860 2. Kristen - 3. Katholik - 4. Budha - (sumber : Buku Rencana Pembangunan Jangka Menengah DESA DAENGGUNE TAHUN 2015-2021) 9 e.4 Etnis/Suku Masyarakat Desa Daenggune pada umumnya beretnis Kaili Da,a, adapun suku Jawa, Bugis, merupakan pendatang yang kawin dengan penduduk Desa. e.5 Potensi Sumber Daya Alam. Desa Daenggune merupakan salah satu desa di Kecamatan Kinovaro Kabupaten Sigi yang memiliki luas 2400 Ha, dan desa ini memiliki kontur yang berupa perbukitan yang berada di kaki gunung Kamalise. Iklim di wilayah Desa Daenggune sama dengan iklim di wilayah Indonesia pada umumnya. Dengan potensi iklim ini Desa Daenggune dapat dikatakan subur dan cocok untuk pertanian, perkebunan dan perternakan. Potensi di bidang pertanian, perkebunan, dan perternakan merupakan potensi unggulan yang terdapat di Desa Daenggune. Dimana sebagian besar masyarakatnya berkebun dan hasilnya berupa getah pinus, jagung untuk bidang pertanian yang menjadi andalannya yaitu padi. Selain itu Desa Daenggune memiliki potensi pariwisata yaitu air terjun dan hutan pinus, hanya saja belum dikembangkan, pemerintah desa baru berencana membuka objek – objek itu untuk pariwisata. Adanya beberapa sumber mata air di Desa Daenggune menjadikan sumber konsumsi utama bagi masyarakat petani, peternak, dan perkebunan di Desa Daenggune. Pada saat musim kemaraupun kuantitas air tetap terbilang cukup untuk kebutuhan sehari – hari. Pada saat musim penghujan kualitas air tetap baik, tidak keruh seperti dibeberapa desa di Kecamatan Kinovaro. Akses untuk menuju Desa Daenggune terbilang cukup baik, karena jalan sudah diaspal dan dibeton, hanya saja jalan untuk menuju kebun atau sawah masih belum diperkeras sehingga tidak jarang jika hujan turun jalanan menjadi berlumpur. 10 F. Kebersihan Lingkungan dan Kesehatan f.1 Sumber air minum dan kesehatan Sumber air penduduk Desa Daenggune berasal dari mata air di pegunungan yang jarak paling dekat 1,5 Km dan paling Jauh 4 Km. Selain itu kualitas air yang dijadikan sumber air minum berasal dari keran tanpa diolah atau disaring terlebih dahulu dengan standar tertentu, dan perlu diperhatikan karena hal ini sangatlah berpengaruh dengan kesehatan masyarakat yang mengkonsumsi air tersebut. f.2 Pengobatan dan Pelayanan Kesehatan Permasalahan di bidang kesehatan dapat dikatakan kurang memadai Karena fasilitas kesehatan di Desa Daenggune seperti puskesmas tidak tiap hari aktif, jarak rumah sakit umum berkisar 3 Km, yang berada di Kota Palu. f.3 Keadaan Rumah Penduduk dan Kebersihan Lingkungan Keadaan rumah penduduk serta kebersihan lingkungan di tiaptiap rumah secara umum belum terlalu baik. Hal ini dikarenakan kebiasaan dan tingkah laku warga yang masih kurang sadar dengan pentingnya kebersihan lingkungan yang jika secara terus menerus dibiarkan akan menimbulkan dampak penyakit. Hal ini dapat dilihat masih adanya warga yang bertempat tinggal bersebelahan dengan kandang ternak. G. Prasarana Sarana dan prasarana merupakan komponen yang sangat penting dalam perkembangan suatu daerah.Kemajuan suatu daerah dapat dilihat dari sarana dan prasarana yang ada di daerah tersebut, jika semua sarana prasarana yang ada telah memadai dan layak digunakan maka dapat dipastikan bahwa semua kebutuhan masyarakat telah terpenuhi.Sarana adalah segala sesuatu yang digunakan untuk mencapai tujuan dan cenderung merupakan sesuatu yang dapat bergerak atau dipindahkan. Sedangkan prasarana adalah segala sesuatu yang digunakan sebagai penunjang utama terlaksananya suatu kegiatan dan cenderung 11 merupakan sesuatu yang besar dan tidak dapat berpindah tempat. Berikut ini adalah sarana dan prasarana yang terdapat di Desa Daenggune sebagai penunjang kegiatan masyarakat, diantaranya yaitu: g.1 Prasarana Transportasi Transportasi merupakan bagian penting dalam menunjang kemajuan suatu daerah.Transportasi dibutuhkan untuk mempermudah dan mempercepat masyarakat dalam hal pemenuhan kebutuhan, sehingga diperlukan sarana dan prasarana yang memadai agar semua kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi. Berikut kategori jalan di Desa Daenggune. Tabel 2.5 Data Prasarana Jalan Sarana Jalan Kondisi Jalan Aspal Kurang Baik Jalan Beton Baik (sumber : Survei lapangan) g.2 Prasarana Sanitasi Sanitasi merupakan hal yang tidak dapat diabaikan dalam suatu daerah dalam hal ini Desa Daenggune, karena sanitasi sangat erat kaitannya dengan kebersihan lingkungan dan kesehatan masyarakat. Prasarana sanitasi merupakan fasilitas atau upaya-upaya berupa infrastruktur yang bertujuan untuk mencapai hal tersebut. Berikut ini prasarana sanitasi yang terdapat di lingkungan masyarakat Desa Daenggune : g.2.1 Prasarana Drainase Drainase dapat diartiakan sebagai upaya untuk mengurangi/mengeringkan air yang berlebihan di permukaan dengan secepat-cepatnya. Prasarana drainase yang terdapat di Desa Daenggune berupa saluran berbentuk persegi panjang dengan dimensi yang berbeda-beda sesuai kebutuhan. Kondisi saluran drainase di Desa Daenggune masih berfungsi dengan baik. Masyarakat Desa sangat memperhatikan kondisi 12 drainase yang ada, jika nampak ada sampah atau endapan yang sudah mulai menumpuk secara gotong royong segera dibersihkan. Gambar 2.1 kondisi salah satu sisi drainase di Dusun 3 g.2.2 Prasarana Air Bersih Untuk memenuhi kebutuhan air bersih, masyarakat Desa Daenggune menggunakan air dari beberapa sumber air bersih yang didapat langsung dari 4 sumber mata air. Gambar 2.3 salah satu sumber mata air di Dusun 3 (Biro) 13 g.3 Prasarana Jasmani dan Rohani Untuk memenuhi kebutuhan jasmani dan rohani, masyarakat Daenggune memenuhinya melalui prasarana kesehatan dan prasrana peribadatan yang dapat dilihat pada tabel 2.6 dan 2.7 berikut ini : g.3.1 Prasarana Kesehatan Tabel 2.6 Data Prasarana Kesehatan Prasarana Kesehatan Jumlah Rumah Sakit Umum - Puskesmas - Puskesmas Pembantu 2 Unit Poliklinik - Poskesdes 2 Unit Posyandu 2 Unit (sumber : Survei lapangan) g.3.2 Prasarana Peribadatan Tabel 2.7 Data Prasarana Peribadatan Prasarana Peribadatan Jumlah (Unit) Masjid 2 Musholah - Gereja - Pura - Vihara - (sumber : Survei lapangan) g.3.3 Prasarana Pendidikan Dalam hal pemenuhan kebutuhan pendidikan masyarakat di Desa Daenggune, terdapat beberapa fasilitas pendidikan diantaranya : Tabel 2.8 Data Prasarana Pendidikan 14 Prasarana Jumlah Pendidikan (Unit) PAUD 1 TK 1 SD/Sederajat 1 SLTP/Sederajat 1 SLTA/Sederajat - Perguruan Tinggi - TPA - (sumber : Survey lapangan) 2.1.2 IMAP (Identifikasi Masalah Analisis Potensi) Laporan IMAP adalah dokumen yang berisi data menyeluruh kondisi eksisting infrastruktur SPAM ( Sistem Penyediaan Air Minum ) yang dilengkapi dengan penjelasan analitis terhadap permasalahan dan potensi yang ada. Dalam penyusunan laporan IMAP ini mahasiswa sebagai pendamping memegang peran utama dalam membantu menjabarkan penjelasan secara analitis dari data dan hasil observasi lapangan. Adapun sarana dan akses air bersih di Desa Daenggune dibangun oleh pemerintah, swasta bahkan swadaya masyarakat desa, seperti pada Tabel 2.9 berikut : Tabel 2.9 Sarana dan Akses 1 Jumlah SPAM bantuan pemerintah 3 Unit 2 Jumlah SPAM bantuan non pemerintah 1 Unit 3 Jumlah SPAM hasil swadaya masyarakat 1 Unit 4 Jumlah sumur gali - Unit 5 Jumlah sumur pompa (sanyo) individual - Unit 15 6 Jumlah KK yang telah menikmati air minum layak 7 Jumlah KK yang belum menikmati air minum layak 244 KK - KK (sumber : Survei lapangan) Adapun status dan pengelolaan SPAM perpipaan sampai saat ini di Desa Daenggune sebagai berikut. Tabel 2.10 Status dan Pengelolaan SPAM Perpipaan 1 Jenis perpipaan 2 Jumlah KK target layanan 3 Gravitasi Non Gravitasi 244 KK 244 KK 100 % (persen) Sudah Belum Ada Tidak Ya Tidak Jumlah KK yang telah menikmati layanan 4 Status penyelesaian proyek 5 Status penyerahan sarana 6 Badan Pengelola Sarana 7 Telah ditetapkan AD/ART badan pengelola 8 Pembayaran /iuran layanan Ada Tidak Belum berjalan 16 9 Dasar penetapan Meter pembayaran 10 Jika non meter, 2.000 dari jumlah iuran per hidran bulan umum, Flat Rupiah 5.000 untuk kerumah 11 Jumlah pengeluaran biaya operasional per ±200.000 Rupiah - Rupiah - Rupiah bulan 12 Jumlah rata-rata uang terkumpul setiap bulan 13 Jumlah saldo kas pada saat ini (sumber : Survei lapangan) Dari semua sarana SPAM yang ada di Desa Daenggune menunjang ketersediaan air untuk dikonsumsi oleh masyarakat setiap harinya, tabel 2.11 menggambarkan kehandalan layanan SPAM yang sudah ada. Tabel 2.11 Kehandalan Fungsi Layanan 1 Kecukupan kuantitas 1. Sangat cukup, 2. Cukup, (volume) debit 3.Kurang 2 Kontinyuitas aliran/layanan 1. 24 jam, 2. Maks 12 jam, 3. < 12 jam 17 3 Kualitas air 1. Baik, sampai di tingkat 2. Cukup, konsumen 3.Kurang 4 Kedekatan jarak 1. di rumah, fasilitas dengan 2. Maks 50 meter, rumah 3.>50 meter 5 Kemampuan 1. Sangat Mampu, masyarakat untuk 2. Cukup, membayar 3.Kurang (sumber : Survei lapangan) Selain kehandalan fungsi layanan, yang perlu diperhatikan juga kondisi sekitar sarana air bersih seperti apa, untuk mengetahui sarana air bersih aman dari longsoran atau gejala – gejala alam lain, dan tidak terawatnya sarana tersebut. Tabel 2.12 Kondisi Kelengkapan dan Fungsi SPAM Terbangun No 1 Jenis Bangunan Fungsi/kondisi Jumlah (unit) Aman 4 Terancam Rusak sumber (bron capturing) 2 Pompa - submersible 3 Genset / - generator 18 4 Bangunan Bak 20 Penampungan 5 Hidran Umum 5 6 Kran Umum 17 7 Sambungan 440 Rumah 9 Vegetasi di sekitar daerah tangkapan air 10 Jumlah/panjang pipa tertanam berdasarkan ukuran dan jenis Jenis (unit) Ukuran (inchi) Jumlah Unit Galvanis (besi) PVC HDPE 1 4.0” 3000 m 2 3.0” 2500 m 3 2.5” 2000 m 4 2.0” 2000 m 5 1.5” 1500 m 6 1.0” m 7 ¾” m 8 ½” m (sumber : Survei lapangan) 2.2 Program 30% 19 Program 30% adalah tugas pendukung dari program 80%. Tujuan utama dari program 30% adalah untuk lebih mendekatkan diri kepada masyarakat, bersosialisasi, menjalin silaturahmi, serta saling membagi pengatahuan. Program 30% yang kami lakukan telah di diskusikan bersama warga, dan merupakan hal yang dibutuhkan dan diinginkan masyarakat Desa Daenggune. Berikut adalah program 30% yang kami laksanakan: 2.2.1 Pembuatan Papan Nama Perangkat Desa Papan nama aparatur desa dibuat bertujuan untuk memudahkan dikenali lokasi kediaman aparat desa terkait oleh orang yang memiliki keperluan dengan aparat desa tertentu. Tanpa adanya papan nama maka orang-orang akan sulit untuk mengenali/mencari tempat yang dituju. Adapun papan nama yang kami buat adalah papan nama perangkat desa, LPM (Lembaga Pemberdayaan Masyarakat), dan BPD (Badan Permusyawaratan Desa). A. Latar Belakang Dilaksanakannya Kegiatan Pembuatan Papan Nama Perangkat Desa Latar belakang pembuatan papan nama aparatur desa yaitu untuk mempermudah pendatang untuk menemukan lokasi perangkat desa tertentu, bagi mahasiswa KKN sendiri kesulitan mengingat setiap letak rumah perangkat desa terkait jika ingin mengantar surat kegiatan KKN selama satu bulan di Desa Daenggune. Dari latar belakang itulah dipandang perlu untuk mengadakan program kerja pembuatan papan nama perangkat desa sehingga pendatang lebih mudah mencari kediaman perangkat desa yang mereka cari. B. Tujuan Dilaksanakannya Kegiatan Pembuatan Papan Nama Perangkat Desa Adapun tujuan dari pembuatan papan nama ini adalah untuk memberikan informasi kepada orang yang ingin mencari perangkat desa yang ada di Desa Daenggune. C. Dokumentasi Berikut adalah gambar dokumentasi pembuatan papan nama: 20 Gambar 2.4 Gambar 2.5 Gambar 2.4 dan 2,5 Proses pembuatan papan nama 2.2.2 Kerja Bakti Kerja bakti merupakan kegiatan warga yang dilakukan secara swadaya oleh masyarakat itu sendiri. Biasanya kerja bakti dikerjakan pada hari jumat atau hari minggu saat semua warga libur dengan pekerjaannya. Kerja bakti adalah kegiatan yang berguna untuk 21 membersihkan lingkungan sekitara dari berbagai kotoran yang menggangu. A. Latar Belakang Dilaksanakannya Kerja bakti Kerja bakti merupakan kegiatan yang dilakukan oleh sekelompok orang untuk membuat lingkungan menjadi lebih baik dan memperindah lingkungan. Lingkungan yang bersih dan asri merupakan dambaan bagi setiap warga masyarakat yang menempati suatu pemukiman. Masalah-masalah yang kerap mengganggu kesehatan warga suatu pemukiman sering kali berasal dari kurangnya kualitas kebersihan dari warga dan lingkungannya. Perilaku warga masyarakat dalam menjaga lingkungannya untuk tetap bersih memamg masih sering menjadi kendala tersendiri yang kerap mengganggu kesehatan suatu lingkungan masyarakat. Perilaku bersih masyarakat memang masih cukup banyak dilakukan oleh warga masyarakat, akan tetapi pada sebagian kecil warga masyarakat justru perilaku bersih pada lingkungannya masih dirasakan sangat kurang. Kesadaran masyarakat perlu dibangkitkan untuk memiliki perilaku bersih yang lebih baik dengan memberikan kesadaran kolektif untuk bersama-sama menunjukkan perilaku hidup bersih yang lebih baik. Upaya peningkatan perilaku hidup bersih masyarakat yang lebih baik antara lain dapat dilakukan dengan melaksanakan kegiatan-kegiatan yang dapat membangkitkan kesadaran untuk berperilaku hidup bersih untuk menciptakan lingkungan hidup yang bersih dan asri. B. Tujuan Dilakukannya Kerja Bakti Kegiatan kerja bakti selain bertujuan untuk meningkatkan perilaku hidup bersih dan asri diharapkan dapat juga mempererat tali silaturahmi antar warga masyarakat, karena melalui kegiatan bakti sosial ini antar warga masyarakat dapat melakukan aktifitas kegiatan sosial secara bersama-sama yang secara tidak langsung terbina 22 hubungan yang lebih erat dan harmonis, yang pada akhirnya peningkatan perilaku hidup bersih masyarakat dapat ditingkatkan. C. Tempat Pelaksanaan Kerja Bakti Adapun tempat pelaksanaan kerja bakti yaitu junta dan minggu. Minggu pertama di laksanakan di sekitar posko KKN, minggu ke dua dilaksanakan dimasjid yang terletak di dusun II selanjutnya pada minggu ketiga tempat pelaksanaanya yaitu di Dusun I, dan Dusun III. D. Dokumentasi Pada Saat Kerja Bakti Berikut adalah kegiatan kerja bakti di beberapa dusun: Gambar 2.6 Kerja bakti di Dusun II 23 Gambar 2.7 Kerja bakti di Dusun I 2.2.3 Lomba Domino Lomba domino merupakan salah satu Program Kerja KKN kami , Program Kerja ini termasuk didalam Program Kerja Ekstra (30%) adapun hadiah yang kami sediakan yaitu gelas, celana pendek, dan juga jam tangan . Domino adalah semacam permainan kartu generik. Di indonesia biasanya berbentuk kartu kecil berukuran 3 x 5 cm, berwarna dasar kuning terhadap endol-endol yang berfungsi atau pengganti angka . Domino terkadang menjadi teman untuk sekedar mengisi waktu luang atau sekedar berkumpul dengan teman dengan menaikannya suasana akan terlihat lebih akrab, media dalam bermain domino ini biasanya berupa kartu kecil balok dan bergambar bulat-bulat merah dalam berbagai jumlah dari kartu tertinggi dalam 616. Domino lebih sering dimainkan oleh para pemain dari kalangan masyarakat kelas bawah dan sangat jarang kita temui para elite yang memainkan permainan kartu jenis ini . padahal , menurut catatan sejarah, saat pertama dibuat , domino merupakan salah satu persembahan dari seorang pelayanan istana untuk sang kaisar. Pada saat itu hanya kalangan bangsawanlah yang bisa mainkannya. 24 A. Maksud dan Tujuan Adapun maksud dan tujuan diadakan kegiatan ini adalah memperkuat tali persatuan masyarakat. Tujuan Kegiatan Adapun tujuan diadakannya acara ini : 1. Mempererat tali silaturahmi antar sesama warga Desa Daenggune 2. Memperkuat persatuan dan kesatuan antar warga. 3. Memupuk jiwa sosial dan sportifitas dalam berlomba. 2.2.5 Pembuatan Tempat Sampah Kebersihan merupakan salah satu hal penting yang perlu diperhatikan untuk menjaga lingkungan tetap nyaman dan sehat, melihat lingkungan Desa Daenggune yang masih minim akan sarana tempat sampah maka kami berinisyatif membuatkan tempat sambah dengan berbahan kayu yang ada. Lokasi penempatan tempat sampah ini kami tempatkan ditempat umum seperti kantor desa, sekolah, masjid dan puskesdes. Adapun maksud dan tujuan diadakan tempat sampah ini agar masyarakat yang ada ditempat umum sadar untuk tidak membuang sampah sembarangan sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan sekitar. 2.2.6 Pengecatan Pos Ronda Pos ronda merupakan tempat jaga masyarakat untuk keamanan desa, di Desa Daenggune sendiri terdapat tiga pos jaga yang telah dibuat gotong royong bersama masyarakat desa, yang ditempatkan dimasing – masing dusun. Program pengecatan ini merupakan permintaan dari masyarakat desa. A. Maksud dan Tujuan Adapun maksud dan tujuan diadakan program ini agar pos ronda yang telah dibangun masyarakat lebih terlihat rapih dan indah, karna sebelumnya pos ronda ini hanya menggunakan warna dasar kayu itu sendiri. 25 B. Dokumentasi Pada Saat Pengecatan Berikut dokumentasi pengecatan salah satu pos ronda: Gambar 2.8 Pengecatan di Dusun I 2.2.7 Pembuatan Tortila Pisang Pembuatan tortila pisang merupaka salah satu bentuk hasil dari ekonomi kreatif dari program pemberdayaan masyarakat yang dibentuk oleh pemerintah Kabupaten Sigi. A. Maksud dan Tujuan Adapun maksud dan tujuan diadakan program ini merupakan salah satu cara untuk silahturahmi dengan warga, dan sebagai sharing ilmu pada mahasiswa KKN dari warga desa. B. Dokumentasi Pembuatan Tortila Berikut dokumentasi pembuatan tortilla pisang: 26 Gambar 2.9 Menghaluskan adonan Gambar 2.10 Menjemur hasil olahan 2.2.8 Mengajar Mengaji Tujuan dari program kerja mengajar mengaji karena di Desa Daenggune remaja dan anak –anak begitu aktif mengikuti kegiatan mengaji yang dilaksanakan oleh tokoh agama desa, melihat kurangnya tenaga pengajar dengan perbandingan peserta maka dianggap perlu untuk membuat program kerja ini. Adapun maksud dan tujuan diadakan program ini merupakan salah satu cara untuk silahturahmi dengan warga, dan untuk meningkatkan iman dan takwa remaja dan anak – anak. 27 BAB III RENCANA KERJA MASYARAKAT 3.1 Survei Survei yang dilaksanakan mengenai fungsi SPAM berupa keadaan mata air dan vegetasi sekitarnya, keadaan fisik reservoir, pipa air dan pengurus SPAM. Kegiatan ini dilaksanakan selama delapan hari. 3.2 Keadaan Mata Air Sumber air baku yang digunakan masyarakat di Desa Daenggune berasal dari mata air dari pegunungan. Terdapat 4 mata air di Desa Daenggune yaitu Salumoro, Tea, Biro, dan Pelongo. Mata air Salumoro terletak di Dusun 2, sedangkan Tea, Biro, dan Pelongo terletak di Dusun 3. Gambar 3.1 Salumoro Gambar 3.2 Biro 28 Gambar 3.3 Tea Keadaan untuk menuju mata air hanya dapat dilalui dengan berjalan kaki dengan jarang paling dekat 1 Km yaitu mata air Pelongo di Dusun 3, dengan medan yang mendaki dan berhutan, sedangkan jarak paling jauh yaitu mata air Tea berada pada jarak 3 Km dari jalan Dusun 3 dengan medan yang mendaki dan berhutan. Gambar 3.4 jalan menuju mata air di Dusun 3 Keadaan vegetasi disekitar mata air terjaga, karena masyarakat tidak melakukan penebangan pohon. Kualitas air pada saat hujan deras tetap bisa digunakan karena air tidak berubah menjadi keruh. Pada saat musim kemarau kuantitas air masih mencukupi kebutuhan masyarakat Desa. 29 3.3 Keadaan Reservoir Reservoir yang ada di Desa Daenggune berjumlah 20 buah, dengan dimensi bak yang berfariasi dan keadaan yang bermacam – macam. Bak yang ada di Desa Daenggune ada yang di gunakan sejak tahun 80 an dan jarak untuk ke bak tersebut sekitar 3 Km. Ada pun bak yang terbaru yang berdimensi cukup besar dibuat pada tahun 2013 di Dusun 2. Gambar 3.5 Bak PNPM tahun 2013 di Dusun 2 Keadaan reservoir pada umumnya banyak yang sudah berlumut, pipa yang terpasang pada reservoir juga banyak yang menggunakan sambung dengan karet ban. 30 Gambar 3.6 Reservoir yang sudah berlumut 3.4 Pipa Air Pipa air yang digunakan di Desa Daenggune memiliki diameter bervariasi yang terbesar kira – kira memiliki dimensi 4”, yaitu pipa yang digunakan untuk saluran induk. Bahan pipa yang digunakan juga bervariasi mulai dari besi, PVC, dan bahan seperti karet. Gambar 3.7 Jenis – jenis pipa yang digunakan Namun yang memprihatinkan adalah keadaan jalur pipa induk dari berbagai mata air yang menjadi satu, sehingga nampak jelas pipa bertumpuk – tumpuk pada jalur pipa. Masalah yang biasa terjadi pada pipa induk adalah 31 bengkoknya pipa akibat longsoran batu yang menimpa pipa, sehingga jika hal itu terjadi masyarakat harus gotong royong untuk mengganti pipa yang rusak. Dampak dari pipa yang tertimpa batu ini yaitu menyempitnya saluran air, sehingga kuantitas distribusi air tidak tersalurkan sebagai mana mestinya. Gambar 3.8 Penempatan pipa induk dari mata air ke rumah warga di Dusun 3 3.5 Badan Pengurus SPAM Badan pengurusan SPAM dibentuk untuk menjaga keberlangsungan distribusi air yang dikonsumsi masyarakat. Yang menjadi tugas pengurus SPAM berupa perawatan pipa, penagihan iuran yang sudah disepakati bersama masyarakat, dan pemasangan pipa layanan ke rumah. Untuk sekarang ini di Desa Daenggune tugas yang dikerjakan pengurus SPAM adalah perawatan pipa atau penggantian pipa – pipa yang rusak yang dikerjakan jika ada keluhan dari masyarakat. Sedangkan untuk iuran yang sudah disepakati penagihannya belum berjalan, karena kendala dalam kepengurusan. Jadi jika ada keperluan perawatan rutin, dana yang digunakan berasal dari dana Desa. Iuaran yang disepakati yang dibebankan kepada tiap kepala keluarga yaitu Rp 2000 untuk KK yang menggunakan hidran umum dan Rp 5000 untuk KK yang menggunakan sambungan langsung ke rumah. Pemasangan pipa layanan kerumah seharusnya dilakukan oleh bidang teknik dari pengurus SPAM yang sudah terbentuk, tapi beberapa warga ada yang menyambungkan sendiri kepipa induk untuk didistribusikan ke 32 rumahnya. Hal seperti ini memberikan kerusakan pada pipa terutama pada pipa karet, sehingga banyak sambungan yang bocor. Gambar 3.9 Sambungan dari pipa induk ke rumah oleh warga di Dusun 3 Gambar 3.10 Sambungan yang dilakukan sendiri dari pipa induk ke rumah oleh warga di Dusun 3 3.6 Identifikasi Masalah Identifikasi masalah ini berdasarkan survei langsung dan laporan masyarakat kepada perangkat desa. 33 Tabel 3.1 Identifikasi Masalah No Masalah Sebab Dampak 1 Aliran air tidak terdistribusi merata 2 Iuran perawatan Masih terdapat pro Biaya pemeliharaan pipa belum berjalan dan kontra tentang menggunakan 3 sebagaimana iuran mestinya pipa. Keran - keran air tidak terpasang dan 5 Air Kurang pada bak penampungan pemeliharaan rusak 4 perawatan anggaran desa terbuang percuma Penyambungan Kebutuhan Distribusi air tidak pipa illegal mendesak merata Sambungan pipa Untuk mengurangi Ada kebocoran kecil tidak sesuai standar biaya pemasangan pada sambungan dan ketersediaan alat terbatas 6 Bak air yang sudah Bak tidak terpakai sudah Berkurangnya berlumut, berkarat dan kapasitas distribusi kondisi air terbilang tua 7 Masyarakat tidak Aktifitas ada untuk dilakukan di hidran biaya membeli sambungan banyak pipa umum ke rumah 34 8 Hidran umum yang Kurangnya Keran rusak dan air tidak terpelihara meluap kesadaran masyarakat 3.7 Peta Kondisi Eksisting Gambar di bawah ini merupakan Peta Kondisi Eksisting Desa Daenggune yang berada di Kecamatan Kinovaro, Kabupaten Sigi. Dimana Desa daenggune memiliki 3 Dusun. 35 Gambar 3.11 Peta Kondisi Eksisting 3.8 Peta Jaringan Pipa dan Sarana Air Bersih Peta yang ada di bawah ini adalah peta yang menggambarkan wilayah Desa Daenggune dan batas batas wilayahnya. Peta ini menampilkan letak hidran umum, dan reservoir serta jaringan pipa yang ada di desa. 36 Gambar 3.12 Peta Jaringan Pipa Dan Sarana Air Bersih 3.9 Solusi Dari Masalah 3.9.1 Iuran Tidak Berjalan Salah satu permasalahan yang mempengaruhi terawat atau tidaknya sarana air bersih adalah iuran setiap bulan. Di Desa Daenggune badan pengurus SPAM dan AD/ART nya sendiri sudah terbentuk dan pembentukannya di damping oleh pendamping desa. Hanya saja ada masalah tidak berjalannya penagihan iuran karna kurangnya kontrol dari pendamping desa. Solusi yang dapat diberikan adalah perangkat desa yang berwenang mengambil alih sementara penagihan iuran, tentu hal ini harus dilakukan dengan tanggung jawab dengan adanya catatan – catatan dari setiap iuran yang masuk setiap bulannya. 3.9.2 Keran Air Rusak Keran air yang rusak ini menyebabkan air yang ada terlimpas percuma, hal ini didapati pada keran umum, dan sanitasi umum. Hal ini tentu disayangkan karena dapat mengurangi distribusi air ke tempat – tempat lain yang membutuhkan. Solusi yang dapat diberikan adalah, mengadakan penyediaan keran baru yang anggarannya dari dana desa, atau pembuatan proposal perbaikan sarana SPAM yang ada. 3.9.3 Penyambungan Pipa Illegal 37 Penyambungan pipa yang dilakukan oleh warga sendiri tanpa bantuan tim teknis menyebabkan kerusakan pada pipa induk, hal ini karena pipa dilubangi tanpa peralatan yang memadai. Gambar 3.13 salah satu contoh sambunan yang dilakukan masyarakat Solusinya adalah melakukan pendekatan kepada masyarakat oleh perangkat desa terkait untuk memberikan edukasi dan informasi mengenai hal tersebut. Hal ini juga bisa ditangani dengan sosialisai oleh dinas terkait. 3.9.4 Sambungan Pipa Tidak Sesuai Standar Pada perbaikan pipa yang rusak atau bocor masyarakat sering mengakali perbaikan dengan peralatan seadanya, hal ini dikarenakan peralatan yang sesuai standar tidak tersedia pada saat itu. Dan perbaikan – perbaikan yang ada dikarenakan kebutuhan mendesak. Contohnya dalam berbaikan pipa induk yang berbahan PVC ketika pasangan pipa tidak cocok atau diameter pipa sedikit berbeda, masyarakat mengakalinya dengan memanaskan bagian salah satu ujung pipa agar mudah direnggangkan. 38 Gambar 3.14 Sambungan pipa dengan peralatan seadanya 3.9.5 Belum Terdistribusi Air Langsung Ke Rumah Beberapa rumah di Dusun 3 belum terdistribusi air langsung ke rumah, hal ini dikarenakan biaya untuk pembelian pipa distribusi ke rumah rumah ditanggung oleh pemilik rumah. Melihat keadaan ekonomi masyarakat di Dusun 3 agak memprihatinkan, karena sebagian besar yang bertempat tinggal di Dusun 3 merupakan transmigran dari desa lain yang belum lama menetap. Untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat banyak yang menggunakan hidran umum dan sanitasi umum. Solusinya adalah untuk mengadakan distribusi air kerumah dan sanitasi diperlukan bantuan dana dari pemerintah kabupaten atau program dari desa untuk pengadaan. BAB IV PENUTUP 4.1 Kesimpulan 39 Air merupakan kebutuhan dasar setiap makhluk hidup, yang tidak bisa diciptakan oleh manusia. Air juga merupakan asset atau kekayaan yang sangat penting bagi suatu wilayah, karena tanpa air segala makhluk tidak dapat beraktifitas. Jika tidak dapat dikelola dengan baik tentu cepat atau lambat ketersediaan air bagi konsumsi masyarakat akan habis atau berkurang jumlahnya. Tantangan saat ini adalah dengan bertambahnya jumlah penduduk, maka kebutuhan akan air pun semakin meningkat dan hal ini tidak diimbangi dengan ketersediaan sumber air yang ada. Oleh karena itu sumber air yang ada harus dikelola dengan baik dan perlunya konservasi. SPAM merupakan satu rangkaian struktur yang bertujuan agar ketersediaan air tetap ada secara berkesinambungan. Dimana di dalamnya selain bangunan fisik dan peralatan, juga dibangun organisasi yang menjamin peralatan tetap dalam keadaan baik. Konsepnya adalah air itu dari masyarakat untuk masyarakat. Di Desa Daenggune dari hasil survei masyarakat sangat menjaga lingkungan penebangan pohon berlebihan sangat dihidari agar tetap terjaganya lingkungan dan sumber air itu sendiri. Tetapi yang menjadi masalah adalah sarana dan prasarana yang tidak dirawat dengan baik, hal ini mungkin didasari dari kurangnya kesadaran bahwa penunjang ketersediaan air selama ini adalah dari sarana dan prasarana air itu sendiri. 4.2 Saran Dari masalah, dan potensi diatas, saran yang dapat diberikan adalah masyarakat desa perlu banyak diberikan sosialisasi dan pendampingan langsung megenai air dan pemeliharaan sarana air bersih di desa. ~ LAMPIRAN ~ Dokumentasi Program Kerja 40 Pengecekan kondisi bak air Membuat tangkapan sumber air di Dusun 3 41 Aktifitas dapur kegiatan tahlilan di salah satu rumah warga Kopi sebagai salah satu hasil kebun 42 Survei kebocoran pipa di Dusun 3 Pembuatan drainase bersama warga 43 Pembuatan Surat Kegiatan Sosialisai Surat Kegiatan Sosialisai 44 Lokakarya atau FGD Kegiatan ekonomi kreatif di kantor desa 45 Kondisi pipa induk Pengecatan pos ronda 46 ANGGARAN BIAYA PROGRAM KERJA KKN 77 GELOMBANG 2 DESA DAENGGUNE NO NAMA TANGGAL 1 KEGIATAN SELASA/410-2017 FGD NAMA BARANG KONSUMSI DOS KONSUMSI AIR KEMASAN 2 KAMIS/2809-2017 CAT POS RONDA KALENG CAT AIR GALON JUMAT/2909-2017 4 SABTU/3009-2017 5 SATUAN BARANG Rp 120,000.00 Rp 1 Rp 650.00 60 2 Rp GORENG 8,000.00 3 165,000.00 Rp 1 5,000.00 Rp 2 Rp 8,000.00 32,000.00 Rp Rp 5,000.00 39,000.00 Rp Rp 55,000.00 120,000.00 Rp Rp 16,000.00 JUMLAH 16,000.00 Rp 1 8,000.00 PAPAN NAMA PERANGKAT LITER BENSIN DESA Rp 8,000.00 Rp 1 8,000.00 PAPAN NAMA PERANGKAT PILOX DESA SENIN/0210-2017 BANYAKNYA BOTOL MINYAK KG TERIGU 3 HARGA CAT POS RONDA Rp 27,000.00 KALENG CAT Rp 1 Rp 10,000.00 27,000.00 Rp 1 10,000.00 47 KUAS 6 RABU/0410-2017 TEMPAT BENSIN SAMPAH SENIN/09- HADIAH LOMBA 10-2017 DOMINO GELAS PARKIR JAM TANGAN CELANA PENDEK LISTRIK RABU/11- LOMBA 10-2017 DOMINO PILOX AIR KEMASAN AIR KEMASAN 9 3 KAMIS/12- HADIAH LOMBA 10-2017 DOMINO Rp 9,000.00 KERTAS KADO 8 5,500.00 Rp 16,500.00 PEMBUATAN PAKU 5 CM 1/2 kg 7 Rp GELAS LOMBA Rp 1 Rp 8,500.00 Rp 1 Rp 30,500.00 1 4 2 2 2 1 1 2 32,000.00 Rp 1 Rp 30,500.00 27,000.00 Rp Rp 16,000.00 70,000.00 Rp Rp 16,000.00 70,000.00 Rp Rp 27,000.00 90,000.00 Rp Rp 70,000.00 4,000.00 Rp Rp 35,000.00 10,000.00 Rp Rp 45,000.00 30,500.00 Rp Rp 2,000.00 8,500.00 Rp Rp 2,500.00 9,000.00 16,000.00 Rp 1 30,500.00 48 PARKIR PARKIR 10 JUMAT/13- KEGIATAN 10-2017 PERPISAHAN PILOX CETAK FTO BINGKAI FOTO 11 SABTU/14- PERPISAHAN 10-2017 DAN FGD KONSUMSI DOS KONSUMSI AIR KEMASAN Rp 2,000.00 Rp 1 Rp 2,000.00 Rp 1 Rp 27,000.00 1 1 1 1 120,000.00 Rp 60 Rp 16,000.00 117,500.00 Rp Rp 650.00 65,000.00 Rp Rp 120,000.00 27,000.00 Rp Rp 117,500.00 2,000.00 Rp Rp 65,000.00 2,000.00 39,000.00 Rp 2 32,000.00 Rp TOTAL 1,248,500.00 49