Uploaded by User21015

LAPORAN EVALUASI PROGRAM KERJA IRI RUBY 2018

advertisement
LAPORAN EVALUASI PROGRAM KERJA
INSTALASI RAWAT INAP RUBY DAN NEONATAL TAHUN 2018
1.
Pendahuluan
Kebidanan adalah satu bidang ilmu yang mempelajari keilmuan dan seni yang
mempersiapkan kehamilan,menolong persalinan, nifas dan menyusui masa interval dan
pengaturan kesuburan klimakterium dan menopause bayi baru lahir fungsi-fungsi
reproduksi manusia serta memberikan bantuan atau dukungan pada perempuan keluarga
dan komunitasnya.
Asuhan kebidanan adalah prosedur tindakan yang dilakukan oleh bidan sesuai
dengan wewenang dalam lingkup prakteknya berdasarkan ilmu dan kiat kebidanan dengan
memperhatikan pengaruh pengaruh sosial ,budaya, psikologis, emosional, spiritual, fisik,
etika dan kode etik serta hubungan interpersonal dan hak dalam mengambil keputusan
dengan prinsip kemitraan dengan perempuan dan mengutamakan keamanan ibu,janin/bayi
dan penolong serta kepuasan perempuan dan keluarganya. Asuhan kebidanan diberikan
dengan mempraktikkan prinsip-prinsip bela rasa, kompetensi, suara hati, saling percaya
dan komitmen untuk memelihara serta meningkatkan kesejahtaraan ibu dan janin/bayi.
Asuhan
yang berkualitas
dapat
dicapai
dengan
adanya
profesionalisme
keperawatan.Pelayanan kebidanan profesional di RS diberikan oleh kelompok kebidanan
yang bertanggung jawab untuk terlaksananya peran dan kegiatan perawat / bidan.
2.
Latar Belakang
Pelayanan kebidanan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pelayanan
kesehatan di rumah sakit. Bertanggung jawab memberikan pelayanan kebidanan yang
optimal. Tenaga kebidanan bertanggung jawab dalam meningkatkan dan mempertahankan
mutu pelayanan kebidanan yang diberikan selama 24 jam, secara berkesinambungan
dibawah tanggung jawab seorang Pimpinan Keperawatan.
Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan tekhnologi serta tuntutan dan
harapan masyarakat yang semakin tinggi terhadap kualitas pelayanan, maka pelayanan
keperawatan harus senantiasa dinamis dan selalu memperbaiki diri dari waktu ke waktu
untuk memberikan kualitas pelayanan bagi pengguna jasa.
Sebagai organisasi struktural profesi keperawatan
RS Vita insani berusaha
menyediakan dan meningkatkan sistem yang kondusif bagi terlaksananya pelayanan
keperawatan yang berkualitas.
1
Hal tersebut membutuhkan pengelolaan yang profesional dengan dukungan data
dan pengetahuan keperawatan yang up to date.
Oleh karena itu sebagai pengelola profesi keperawatan bertanggung jawab terhadap
terciptanya pelayanan yang berkualitas dengan terus-menerus meningkatkan SDM
keperawatan yang profesional dengan tercapainya indikator mutu keselamatan pasien.
Selama di tahun 2018 beberapa pencapaian indikator mutu untuk ruang ruby masih belum
tercapai sesuai tujuan ruang ruby
Kriteria untuk mencapai indikator mutu keselamatan pasien meliputi :
1. Sumber daya manusia
2. Pencegahan pengendalian infeksi
3. Sarana dan prasarana
4. Akses pasien
5. Komunikasi informasi
6. Pemantauan obat – obatan
7. Keamanan
3. Tujuan Umum / Khusus
1. Tujuan Umum Keperawatan
a. Terlaksananya asuhan keperawatan sesuai dengan standar yang telah
ditentukan.
b. Terselenggaranya program peningkatan SDM melalui pembinaan dan
pendidikan.
c. Terwujudnya pelayanan keperawatan yang komunikatif, informatif, aman,
peduli dan bermutu.
2. Tujuan Keperawatan Tiap Unit
Tujuan Keperawatan Rawat Inap yaitu meningkatkan Mutu Pelayanan Asuhan
Keperawatan rawat inap yang optimal dan berfokus pada pasien.
3. Tujuan Khusus Ruang Ruby dan Ruang Neonatal
a. Terlaksananya pelayanan keperawatan dan kebidanan dengan kegawat
daruratan maternal, neonatal dengan mengutamakan keselamatan pasien sesuai
SAK dan SPO yang berlaku untuk menurunkan angka kesakitan,angka
kematian dan kecacatan pada ibu dan bayi.
b. Memberdayakan pengenalan dan pelaksanaan Inisiasi Menyusui Dini dan rawat
gabung.
2
4. Kegiatan Pokok dan Rincian Kegiatan
1. Kegiatan Pokok
a. Meningkatkan mutu dan keselamatan pasien serta untuk peningkatan dan
penialaian kinerja Kepala Ruangan dan Staff perawat / bidan.
b. Meningkatkan ilmu pengetahuan / evidance base midwifery untuk persyaratan
pengurusan STR dan meningkatkan mutu dan keselamatan pasien.
c. Meningkatkan kualitas dan kuantitas dalam memberikan asuhan keperawatan /
kebidanan.
d. Meningkatkan safety ke pasien, pengunjung dan petugas untuk mencegah
terjadinya infeksi.
e. Melengkapi sarana dan prasarana serta penunjang dalam melakukan tindakan
keperawatan.
f. Meningkatkan pelayanan kefarmasian dalam pemberian obat agar tidak terjadi
kesalahan obat.
g. Meningkatkan keamanan dan kenyamanan pasien
2. Rincian Kegiatan
a. Membuat rencana kerja harian, bulanan, tahunan kepala ruangan, membuat
rencana kerja harian katim, ppja, dan perawat/bidan pelaksana.
b. Pelaksanaan pelatihan Asuhan Persalinan Normal (APN), Midwivery Update
(MU), Kegawatdaruratan maternal dan neonatal.
c. Pelaksanaan inisiasi menyusu dini dan rawat gabung.
d. Melakukan supervisi terhadap perawat / bidan.
e. Pelaksanaan kebersihan tangan petugas (Kepatuhan, Moment, Langkah), pasien
dan pengunjung, pemilahan sampah infeksius dan non infeksius serta sampah
benda tajam dan pelaksanaan APD petugas.
f. Penambahan pengadaan alkes, alat tenun, dan alat rumah tangga, serta
perbaikan kerusakan sarana dan prasarana.
g. Pelaksanaan sasaran keselamatan pasien.
h. Kelengkapan pencatatan pada rekam medis
i. Waktu tunggu pembayaran pasien rawat inap.
j. Kelengkapan dalam penulisan resep dan penundaan pengobatan.
k. Akses masuk pengunjung ke ruang ruby/RSVI.
3
5. Cara Melaksanakan Kegiatan
1. Membuat kerangka acuan kegiatan yang akan dilaksanakan.
2. Melakukan evaluasi / audit dari kegiatan yang telah dilaksanakan
6. Sasaran
1. Menyusun rencana kerja harian, bulanan dan tahunan, 100% pencatatan dan
pelaporan pada bulan Desember 2018.
2. Mengadakan pertemuan rutin bulanan, 100% pencatatan dan pelaporan pada bulan
Desember 2018.
3. Mengusulkan pendidikan dan pelatihan untuk SDM, 50% pencatatan dan pelaporan
pada bulan Desember 2018.
4. Mengusulkan dan merencanakan kebutuhan tenaga, sarana dan prasarana, 100%
pencatatan dan pelaporan pada bulan Desember 2018.
5. Mengusulkan respond time pembayaran pasien rawat inap, 100% pencatatan dan
pelaporan pada bulan Desember 2018.
6. Meningkatkan kepedulian kelengkapan rekam medis pasien, 100% pencatatan dan
pelaporan pada bulan Desember 2018.
7. Mengusulkan kepatuhan pelaksanaan jam berkunjung, 100% pencatatan dan
pelaporan pada bulan Desember 2018.
8. Mengusulkan respond time pelayanan kefarmasian, 100% pencatatan dan pelaporan
pada bulan Desember 2018.
4
7. Schedule / Jadwal Pelaksanan
1. Sumber Daya Manusia (SDM)
No
Kegiatan
Waktu Pelaksaan
1
Membuat rencana kerja harian, bulanan, tahunan kepala
ruangan
Setiap hari, bulan dan tahun
2
Membuat rencana kerja
perawat/bidan pelaksana
3
Pelaksanaan pelatihan Asuhan Persalinan Normal (APN)
Jadwal tergantung dari kepala IBI
Cabang Pematangsiantar
4
Pelaksanaan pelatihan Midwivery Update (MU)
Jadwal tergantung dari kepala IBI
Cabang Pematangsiantar
5
Pelaksanaan pelatihan Kegawatdaruratan maternal dan
neonatal
Bila ada kerja sama dari distributor
susu dan bagian diklat RSVI
6
Evalusi kesalahan bagian gizi dalam pemberian diet yang
salah
Setiap hari
7
Evalusi kesalahan bagian gizi dalam keterlambatan
pelayanan
Setiap minggu
8
Melakukan supervisi terhadap perawat / bidan
Setiap minggu
9
Evaluasi pelaksanaan inisiasi menyusu dini.
Setiap shift dinas
10
Evalusi pelaksaman rawat gabung
Setiap shift dinas
harian
katim,
pjs,
dan
Setiap hari
2. Pencegahan Pengendalian Infeksi (PPI)
No
Kegiatan
1
Pelaksanaan kebersihan tangan petugas (Kepatuhan,
Moment, Langkah)
2
Pelaksanaan kebersihan tangan pasien dan pengunjung
3
Evaluasi pemilahan sampah infeksius dan non infeksius
serta sampah benda tajam
4
Evaluasi pelaksanaan APD petugas
Waktu Pelaksaan
Setiap hari
Setiap pasien baru
Setiap minggu
Setiap melakukan tindakan
keperawatan
5
3. Sarana Prasarana
No
Kegiatan
Waktu Pelaksaan
1
Penambahan pengadaan alkes, alat tenun, dan alat rumah
tangga
Tergantung kebutuhan
2
Evaluasi waktu tanggap kerusakan sarana dan prasarana
Tergantung kebutuhan
4. Akses Pasien
No
Kegiatan
1
Evaluasi pelaksanaan sasaran keselamatan pasien
2
Evaluasi pelaksanaan asesmen resiko jatuh
3
Evaluasi jumlah pasien per hari
Waktu Pelaksaan
Setiap melakukan tindakan
keperawatan
Setiap pasien baru
Setiap shift
5. Komunikasi Informasi
No
Kegiatan
1
Evaluasi kelengkapan pencatatan pada rekam medis
2
Evaluasi waktu tunggu pembayaran pasien rawat inap
Waktu Pelaksaan
Setiap hari
Setiap pasien pulang
6. Pemantauan Obat - obatan
No
Kegiatan
1
Monitoring dan evalusi pengobatan yang tertunda
2
Monitoring dan evaluasi kelengkapan dalam penulisan
resep
Waktu Pelaksaan
Setiap hari
Seluruh resep
7. Keamanan
No
1
Kegiatan
Evaluasi akses masuk pengunjung ke ruang ruby/RSVI
Waktu Pelaksaan
Diluar jam berkunjung
6
8. Evaluasi Pelaksanaan Kegiatan dan Pelaporan
Pembuatan evaluasi kegiatan pelayanan instalasi rawat inap ruby dan neonatal
dilakukan setiap tahun dan pelaporan kegiatan dilakukan setiap bulan (lampiran : Evaluasi
Kerangka Acuan / TOR).
9. Pencatatan Plaporan dan Evaluasi Kegiatan
Laporan setiap pelaksanaan kegiatan dilakukan setiap bulannya kebagian PMKP,
KKPRS, Instalasi Farmasi serta Instalasi terkait lainnya.
10. Program Diklat Termasuk Orientasi Umum/ Khusus
1. Orientasi Umum di Bidang Keperawatan / Kebidanan
Kegiatan Orientasi Karyawan baru secara umum dilaksanakan di Rumah Sakit Vita
Insani Pematangsiantar dengan memberikan pengarahan, dan pengenalan kepada
seluruh staf di setiap unit dengan materi :
a.
Visi, Misi dan Tujuan RS Vita Insani Pematangsiantar
b.
Pengenalan sejarah singkat berdirinya RS Vita Insani Pematangsiantar.
c.
Pengenalan Struktur Organisasi Rumah Sakit
d.
Keselamatan pasien di Rumah Sakit ( KPRS ) & Patien Safety
e.
K3 RS
f.
INOS / PPI
g.
IPAL
h.
Peraturan Kepegawaian
i.
Uraian tugas dan wewenang serta Hak dan Kewajiban
j.
Pelayanan prima / Service Excelent
k.
Etos kerja
l.
Kode Etik RS
m. Pengenalan lingkungan Rumah Sakit dan tata tertib Rumah Sakit
n.
BHD
Kegiatan ini dibimbing langsung oleh bagian Personalia dan Unit Diklat. Orientasi
ini kemudian dilanjutkan dengan orientasi khusus yang diserahkan ke unit/instalasi
masing-masing dimana karyawan baru itu ditempatkan.
7
2. Orientasi Khusus di Bidang Keperawatan / Kebidanan
Kegiatan Orientasi Karyawan baru secara khusus dilaksanakan di unit kerja Rumah
Sakit Vita Insani Pematangsiantar dengan memberikan pengarahan materi, dan
pengenalan kepada seluruh staf di setiap unit dengan materi :
a.
Pengenalan Struktur Organisasi dan pejabatnya
b.
Falsafah ,Misi, dan Tujuan Bidang Keperawatan / kebidanan
c.
Fasilitas / sarana yang tersedia dan cara penggunaannya
d.
Kebijakan yang berlaku di pelayanan Keperawatan / kebidanan
e.
Metode pemberian Asuhan Keperawatan / kebidanan di Rumah Sakit Vita
Insani
f.
Sistem penilaian Kinerja Keperawatan / kebidanan
g.
Pengenalan semua staf di Bagian/Unit Kerja
h.
Pemahaman tata-tertib yang berlaku khusus di Bagian / Unit Kerja.
i.
Mengenal dan mampu mengantisipasi dan mengatasi berbagai potensi bahaya
di Bagian/Unit Kerja.
j.
Kode Etik Keperawatan / kebidanan & Kebidanan
Kegiatan ini dibimbing langsung oleh Kepala Bidang ,Kasie SDM Keperawatan /
kebidanan, Kasie Asuhan Keperawatan / kebidanan serta Kepala Ruang dimana
tempat orientasi khusus ini berlangsung dan karyawan tersebut di tempatkan.
3. Pelaksanaan Orientasi Khusus di Unit Kerja
Bahwa setelah masuk di Bagian keperawatan / kebidanan, maka calon karyawan
mendapatkan orentasi khusus di unit kerja oleh atasannya meliputi :
a.
Job Description (UTW)
b.
Prosedur kerja dibagiannya dan hubungan koordinasi dengan bagian lain.
c.
Pengenalan kebijakan kerja, peralatan kerja, sarana kerja terkait dengan
pekerjaannya.
d.
Pengenalan system informasi yang digunakan berkaitan dengan pekerjaannya.
Setelah mendapatkan orentasi dan penjelasan, maka calon karyawan dapat mulai
bekerja.
8
11. Program Mutu dan Evaluasinya
1. Program Mutu Rumah Sakit Vita Insani
a. Bentuk – Bentuk Pengawasan dan Pengendalian
 Pencatatan dan pelaporan
 Pencatatan dan Pelaporan Pengadaan Barang /alat habis pakai atau alat
kesehatan.
 Bon pemesanan barang/alat habis pakai.
 Pencatatan pemesanan barang/alat habis pakai atau alat kesehatan
diterima oleh bagian umum untuk di verifikasi dan diserahkan ke
bagian pengadaan.
 Pencatatan barang/alat habis pakai atau alat kesehatan yang belum
terealisasi
 Pencatatan dan Pelaporan Tentang pelayanan pasien
 Dokumen rekam medis pasien.
 Buku laporan kegiatan harian.
 Pencatatan dan Pelaporan Tentang Perlengkapan Peralatan di Unit
pelayanan
 Membuat inventaris peralatan di unit pelayanan
 Dilaporkan kepada atasan langsung ( Kepala Ruangan)
b. Langkah-langkah Dalam Proses Pengendalian
Empat langkah dasar yang harus dilakukan :
 Membuat standar untuk pelaksanaan yaitu:
 Standar kualitas adalah suatu mutu dari bahan jadi dan pelayanan serta
jasa yang harus ditentukan atau dibuat patokan (tolok ukur).
 Standar kuantitas adalah ukuran berat, jumlah dan volume yang
diwujudkan dalam ukuran bentuk.
 Standar biaya adalah harga taksiran dari suatu barang atau jasa yang
digunakan untuk mengukur biaya lain.
 Standar prosedur adalah sebagai cara yang benar untuk kegiatan seharihari dalam proses penyelenggaraan pelayanan.
 Melatih tenaga keperawatan untuk memahami dan melaksanakan standarstandar yang telah ditetapkan.
9
 Memonitor, melihat, mengukur, mengecek pelaksanaan yang dilakukan
kemudian membandingkan antara pelaksanaan kegiatan yang benar-benar
dilakukan dengan standar yang telah dibuat sebelumnya.
 Menetapkan tindakan perbaikan/koreksi untuk mengatasi penyimpangan
dengan melaksanakan cara-cara yang telah disepakati berdasarkan data
kegiatan terdahulu.
c. Sistem Pengendalian Efektif
Sistem pengendalian efektif meliputi:
 Terkoordinasi dengan arus kerja, dan dapat memberikan informasi langsung
kepada atasan langsung.
 Terfokus pada titik strategis, sistem harus jelas dan mudah dimengerti oleh
orang-orang yang dikendalikan.
 Objektif dan menyeluruh, sistem harus jelas dan mudah dimengerti oleh
orang-orang yang dikendalikan.
 Fleksibel. Sistem harus dibuat mudah, sehingga mudah diterapkan.
 Secara ekonomi realistis, untung rugi pengendalian harus diperhitungkan
secara realistis.
 Secara organisasi harus realistis, jika sistem tidak realistis (standar yang
ditetapkan terlalu tinggi), maka bawahan cenderung membuat laporan
bias.
 Akurat/tepat yaitu informasi yang dihasilkan oleh sistem harus benar.
 Tepat waktu, informasi harus didapatkan dalam suatu waktu tertentu,
sehingga dapat dilakukan koreksi bila diperlukan.
 Sistem harus dapat diterima oleh semua pegawai.
d. Indikator Keberhasilan Pelayanan

Terselenggaranya pelaksanaann indicator mutu klinis (IMK)
di unit
pelayananmeliputi :
 Penyakit Bedah , Penyakit Dalam dan Anak
 Pengkajian awal keperawatan pasien baru dalam 24 jam
 Pengkajian adawal medis pasien baru dalam 24 jam
 Pre visite anestesia
10
 Pasien stroke yang dilakukan asesmen rehab medik
 Kebutuhan darah bagi setiap pelayanan tranfusi
 Kejadian reaksi tranfusi
 Kejadian pasien pulang atas permintaan sendiri ( APS )
 Waktu tunggu operasi elektif
 Angka ketidaktepatan identifikasi pasien
 Kejadian dekubitus selama masa perawatan
 Angka kejadian pasien jatuh
 Pelayanan obstetri
 Pengkajian awal keperawatan pasien baru dalam 24 jam
 Pengkajian adawal medis pasien baru dalam 24 jam
 Pre visite anestesia
 Pasien stroke yang dilakukan asesmen rehab medik
 Kebutuhan darah bagi setiap pelayanan tranfusi
 Kejadian reaksi tranfusi
 Kejadian pasien pulang atas permintaan sendiri ( APS )
 Waktu tunggu operasi elektif
 Angka ketidaktepatan identifikasi pasien
 Kejadian dekubitus selama masa perawatan
 Angka kejadian pasien jatuh
e. Indikator Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien

Area Klinis
Area
1. Asesmen pasien
2. Pelayanan laboratorium
Indikator
Angka ketidaklengkapan pengkajian
awal pasien baru < 24 jam
Angka pelaporan niali kritis
laboratorium
3. Pelayanan radiologi dan pencitraan
diagnostic
Angka pelaporan nilai kritis radiologi
4. Prosedur bedah
Angka kepatuhan proses time op pre
operasi
5. Penggunaan antibiotika dan obat lainnya
Angka operasi bersih tanpa antibiotik
6. Kesalahan medis (medication error) dan
Kejadian Nyaris Cedera (KNC)
Angka kelengkapan penulisan peresepan
obat
11
7. Anestesi dan penggunaan sedasi
8. Penggunaan darah dan produk darah
9. Ketersediaan, isi dan penggunaan catatan
medik
10. Pencegahan dan pengendalian infeksi,
surveilans dan pelaporan
11. PPI 2
Angka kelengkapan asesmen pre
anastesi
Tidak adanya angka kejadian reaksi
transfusi darah
Angka kelengkapan pengisian dan
pencatatan medis 1x24 jam
Angka phlebitis
Angka Hospital Acquide Pneumonia

Area Manajemen
Area Manajemen
Indikator
1. Pengadaan rutin peralatan kesehatan dan
obat untuk memenuhi kebutuhan pasien
Ketersediaan obat / alkes emergency di
semua unit perawatan
2. Pelaporan yang diwajibkan oleh peraturan
perundang-undangan
Kelengkapan pelaporan RL 5 per bulan
3. Manajemen risiko
4. Manejemen penggunaan sumber daya
5. Harapan dan kepuasan pasien dan keluarga
6. Harapan dan kepuasan staf
7. Demografi pasien dan diagnosis klinik
8. Manajemen keuangan
9. Pencegahan dan pengendalian dari kejadian
yang dapat menimbulkan masalah bagi
keselamatan pasien, keluarga pasien dan
staf
Kejadian PAPS
Angka pemanfaatan CT Scan
Angka kepuasan pasien
Angka kepatuhan kehadiran pegawai
Angka 10 penyakit IRNA terbanyak
Cost Recovery Rate
Angka kepatuhan cuci tangan pasien,
keluarga pasien dan staff
12

Sasaran Keselamatan Pasien
Sasaran Internasional Keselamatan Pasien
Indikator
1. Mengidentifikasi Pasien Dengan Benar
Terpasang gelang identitas pasien
rawat inap
2. Meningkatkan Komunikasi Yang Efektif
Pelaksanaan SBAR
3. Meningkatkan Keamanan Obat-obatan Yang
Harus Diwaspadai
Angka penggunaan label dan
peringatan pada HAM ( Hight Alert
Medicine )
4. Memastikan Lokasi Pembedahan Yang
Benar, Prosedur Yang Benar, Pembedahan
Pada Pasien Yang Benar
Kepatuhan pelaksanaan surgical
cheklist
5. Mengurangi Risiko Infeksi Akibat Perawatan
Kesehatan
Kepatuhan cuci tangan petugas
6. Mengurangi Risiko Cedera Pasien Akibat
Terjatuh
Angka kelengkapan pengisian l
asesment awal pasien jatuh

Joint Commition Internasional (JCI )
JCI
Indikator
Acute Myocardinal
Penggunaan aspilet pada kasus AMI
Heart Failure
Penggunaan furosemide pada kasus
Heart Failure
Nursing Sensitive Care
Kasus ILI
Perinatak Care
Inisiasi Menyusu Dini
Stroke
Penggunaan CT Scan pada kasus stroke
13
f. Pengukuran Indikator dan Definisi Operasional yang dilakukan

Asesmen awal keperawatan pasien baru dalam 24 jam
Judul
Assesmen awal keperawatan pasien baru dalam 24
jam
Dimensi Mutu
Efektifitas dan efisien
Tujuan
Tergambarnya efektifitas dan efisiensi asuhan
keperawatan
Definisi Operasional
Terlaksanananya pengisian proses asuhan keperawatan
pasien mulai pengkajian dan pendokumentasian
dilakukan dalam waktu 1x24 jam
Frekuensi Pengumpulan Data
Setiap bulan
Periode Analisa
Tiga bulan sekali
Numerator
Jumlah asesmen asuhan keperawatan pasien yang
terisi lengkap dalam waktu 1x24 jam dalam satu bulan
Denominator
Total pasien yang dirawat dalam waktu 1x24 jam
dalam satu bulan
Sumber Data
Rekam Medik Rawat Inap
Standar
100 %
Penanggung jawab
Pengumpulan data
Rekam Medik

Asesmen awal medis pasien baru dalam 24 jam
Judul
Assesmen awal medis pasien baru dalam 24 jam
Dimensi Mutu
Efektifitas dan efisien
Tujuan
Tergambarnya efektifitas dan efisiensi asuhan medis
pasien
Definisi Operasional
Terlaksanananya pengisian proses asuhan medis
pasien mulai pengkajian dan pendokumentasian
dilakukan dalam waktu 1x24 jam
Frekuensi Pengumpulan Data
Setiap bulan
14
Periode Analisa
Tiga bulan sekali
Numerator
Jumlah asesmen asuhan medis pasien yang terisi
lengkap dalam waktu 1x24 jam dalam satu bulan
Denominator
Total pasien yang dirawat dalam waktu 1x24 jam
dalam satu bulan
Sumber Data
Rekam Medik Rawat Inap
Standar
100 %
Penanggung jawab
Pengumpulan data
Rekam Medik

Pre visite anesthesia
Judul
Pre visite anesthesia
Dimensi Mutu
Efektifitas dan efisien
Tujuan
Tergambarnya efektifitas dan efisiensi asuhan
anestesia pasien yang akan dilakukan operasi
Definisi Operasional
Terlaksanananya kegiatan visite pasien yang akan
dilakukan pre operasi
Frekuensi Pengumpulan Data
Setiap bulan
Periode Analisa
Tiga bulan sekali
Numerator
Jumlah pasien yang dilakukan pre visite sebelum
dilakukan pembedahan/operasi dalam satu bulan
Denominator
Total pasien yang dilakukan pembedahan/operasi
dalam satu bulan
Sumber Data
Rekam Medik Rawat Inap
Standar
100 %
Penanggung jawab
Pengumpulan data
Rekam Medik
15

Pasien stroke yang dilakukan asesmen rehab medik
Judul
Pasien stroke Pasien stroke yang dilakukan asesmen
rehab medik
Dimensi Mutu
Efektifitas dan efisien
Tujuan
Tergambarnya efektifitas dan efisiensi asuhan rehab
medik pasien
Definisi Operasional
Terlaksanananya pengisian asesmen asuhan rehab
medis pasien stroke setelah ada konsulan dari dokter
Frekuensi Pengumpulan Data
Setiap bulan
Periode Analisa
Tiga bulan sekali
Jumlah pasien yang dilakukan asesmen asuhan rehab
medik setelah adanya konsulan dari dokter dalam
satu bulan
Total pasien stroke yang dilakukan asesmen asuhan
rehab medik satu bulan bulan
Numerator
Denominator
Sumber Data
Rekam Medik Rawat Inap
Standar
100 %
Penanggung jawab
Pengumpulan data
Rekam Medik

Kebutuhan darah bagi setiap pelayanan tranfusi
Judul
Kebutuhan darah bagi setiap pelayanan tranfusi
Dimensi Mutu
Keselamatan dan efektifitas
Tujuan
Terpenuhinya kebutuhan darah bagi pasien
Definisi Operasional
Jumlah permintaan kebutuhan darah yang dapat
dipenuhi di setiap pelayanan
Frekuensi Pengumpulan Data
Setiap bulan
Periode Analisa
Tiga bulan sekali
Numerator
Jumlah permintaan kebutuhan darah yang dapat
dipenuhi dalam 1 bulan x 100%
16
Denominator
Total seluruh permintaan darah dalam 1 bulan
Sumber Data
IRNA
Standar
100%
Penanggung jawab
Pengumpulan data
IRNA

Kejadian reaksi tranfusi
Judul
Kejadian reaksi tranfusi
Dimensi Mutu
Keselamatan dan efektifitas
Tujuan
Reaksi dapat diketahui sedini mungkin
Definisi Operasional
Jumlah kejadian reakis tranfusi di setiap pelayanan
Frekuensi Pengumpulan Data
Setiap bulan
Periode Analisa
Tiga bulan sekali
Numerator
Jumlah reaksi tranfusi dalam 1 bulan x 100%
Denominator
Total seluruh pasien yang mendapat tranfusi dalam 1
bulan
Sumber Data
IRNA
Standar
≤ 0,01 %
Penanggung jawab
Pengumpulan data
IRNA
17

Kejadian pasien pulang atas permintaan sendiri ( APS )
Judul
Kejadian pasien pulang atas permintaan sendiri (
APS )
Dimensi mutu
Menghindari pasien pulang paksa
Tujuan
Tidak ada pasien pulang atas permintaan sendiri
Definisi operasional
Jumlah pasien pulang paksa dalam 1 bulan
Frekuensi pengumpulan data
Setiap bulan
Periode analisis
Tiga bulan
Numerator
Jumlah pasien pulang paksa atas permintaan sendiri
dalam 1 bulan
Denominator
Jumlah
.
seluruh pasien yang dirawat dalam 1 bulan
Sumber data
IRNA
Standar
≤5%
Penanggung jawab
IRNA

Waktu tunggu operasi elektif
Judul
Waktu tunggu operasi elektif
Dimensi Mutu
Efektif dan kenyamanan bagi pasien
Tujuan
Operasi dapat dilakukan tepat waktu
Definisi Operasional
Jumlah kumulatif waktu tunggu operasi yang
terencana dari seluruh pasien yang dioperasi dalam 1
bulan
Frekuensi Pengumpulan Data
Setiap bulan
Periode Analisa
Tiga bulan
Numerator
Jumlah kumulatif waktu tunggu operasi yang
terencana dari seluruh pasien yang dioperasi dalam 1
18
bulan
Denominator
Jumlah pasien yang operasi dalam 1 bulan
Sumber Data
IRNA
Standar
≤ 2 hari
Penanggung jawab
Pengumpulan data
IRNA

Angka ketidaktepatan identifikasi pasien
Judul
Angka ketidaktepatan identifikasi pasien
Dimensi Mutu
Keselamatan bagi pasien
Tujuan
Identifikasi pasien dilakukan dengan tepat
Definisi Operasional
Jumlah salah identifikasi dalam pelayanan kesehatan
dan prosedur tindakan selama dalam perawatan
Frekuensi Pengumpulan Data
Setiap bulan
Periode Analisa
Tiga bulan
Numerator
Denominator
Jumlah salah identifikasi dalam pelayanan kesehatan
dan prosedur tindakan selama dalam perawatan
Total pasien yang dilakukan idientifikasi pada proses
pelaynan kesehatan selama periode waktu tertentu
setiap bulan
Sumber Data
IRNA
Standar
0%
Penanggung jawab
Pengumpulan data
IRNA
19

Kejadian dekubitus selama masa perawatan
Judul
Kejadian dekubitus selama masa perawatan
Dimensi Mutu
Keselamatan dan efektifitas
Tujuan
Tidak terjadi dekubitus selama masa perawatan
Definisi Operasional
Jumlah kejadian baru dekubitus yang terjadi selama
periode waktu tertentu
Frekuensi Pengumpulan Data
Setiap bulan
Periode Analisa
3 bulan sekali
Numerator
Jumlah kejadian baru dekubitus yang terjadi selama
periode waktu tertentu
Denominator
Jumlah pasien yang mempunyai resiko dekubitus
selama periode tertentu
Sumber Data
IRNA
Standar
0%
Penanggung jawab
Pengumpulan data
IRNA

Angka kejadian pasien jatuh
Judul
Angka Kejadian pasien jatuh
Dimensi Mutu
Keselamatan dan kenyamanan
Tujuan
Tidak ada kejadian pasien jatuh selama dalam perawatan
Definisi Operasional
Jatuhnya pasien di unit pelayanan perawatan pada saat istirahat
maupun saat pasien terjaga yang tidak disebabkan oleh serangan
strok, epilepsy, bahaya karena banyak aktifitas
Frekuensi
Pengumpulan Data
Setiap bulan
Periode Analisa
3 bulan sekali
Numerator
Total / jumlah pasien jatuh yang dirawat di unit perawatan selama
waktu tertentu setiap bulan
20
Denominator
Total atau jumlah pasien yang beresiko jatuh ( factor intrinsic dan
ekstrinsik ) yang dirawat selama periode waktu tertentu setiap bulan
Sumber Data
IRNA
Standar
i. %
2. Keselamatan Pasien
a. Pengertian
Keselamatan pasien adalah sistim yang sudah dijalankan dirumah sakit untuk
memberikan jaminan keselamatan paien sehingga kepercayaan pasien terhadap
pelayan Instalasi Rawat Inap meningkat.Keselamatan pasien termasuk asesmen
resiko,paien.Pelaporan setiap kali terjadi insident dianalisis dan ditindak lanjuti
dengan implementasi yang dapat berulangnya kembali insident tersebut sehingga
dapat meminimalkan resiko terhadap paien.
b. Tujuan
Tujuan sistem ini adalah mencegah terjadinya cidera yang disebabkan oleh
tindakan pelayanan yang tidak seharusnya atau seharusnya dikerjakan tidak
dilaksanakan , selain itu agar tercipta budaya keselamatan pasien.
c. Tata laksana keselamatan pasien secara umum
Dalam melaksanakan keselamatan pasien terdapat tujuh langkah menuju
keselamatan pasien rumah sakit. Adapun tujuh langkah tersebut adalah :

Membangun kesadaran akan nilai keselamatan pasien. Menciptakan
kepemimpinan dan budaya yang terbuka dan adil.

Memimpin dan mendukung karyawan. Membangun komitmen dan fokus
yang kuat dan jelas tentang keselamatan pasien.

Mengintegrasikan aktivitas pengelolaan resiko. Mengembangkan sistem dan
proses pengelolaan resiko, serta melakukan identifikasi dan pengkajian hal
potensial bermasalah.

Mengembangkan sistem pelaporan. Memastikan karyawan agar dengan
mudah dapat melaporkan kejadian/insiden, serta rumah sakit mengatur
pelaporan kepada Komite Keselamatan Pasien Rumah Sakit.
21

Melibatkan dan berkomunikasi dengan pasien. Mengembangkan cara-cara
komunikasi yang terbuka dengan pasien.

Belajar dan berbagi pengalaman tentang keselamatan pasien. Mendorong
karyawan untuk melakukan analisis akar masalah untuk belajar bagaimana
dan mengapa kejadian itu timbul.

Mencegah cedera melalui implementasi sistem keselamatan pasien.
Menggunakan informasi yang ada tentang kejadian atau masalah untuk
melakukan perubahan pada sistem pelayanan.
d. Tata Laksana Keselamatan Pasien di Instalasi Rawat Inap

Keselamatan pasien Instalasi Rawat Inap di RS Vita Insani merupakan
prioritas utama hal ini terkait dengan kepercayaan pelanggan ,adapun sistim
yang sudah berjalan di Instalasi Rawat Inap adalah :

Pemantapan mutu harian ; pelaksaanaan control harian dalam rangka untuk
mengontrol kelayakan reagensia maupun alat pemeriksaan

Pemantapan mutu Tahunan dan bulanan ;

Pemantapan mutu Tahunan dan bulanan dilaksanakan dengan keikutsertaan
Instalasi Rawat Inap di RS Vita Insani ditingkat regional,nasionl,maupun
internasional

Identifikasi pasien dengan barcode

Sistim pemeriksaan dan pelaporan hasil denangan Laboratory Information
Systim (LIS)

Menuliskan asal pasien dilembar hasil pemeriksaan

Pembedaan pengambilan hasil dari rawat inap dengan rawat Jalan
e. Dalam melaksanakan keselamatan pasien standar keselamatan pasien harus
diterapkan. Standar tersebut sebagai berikut :

Hak pasien

Mendidik pasien dan keluarga

Keselamatan pasien dan kesinambungan pelayanan

Penggunaan metode-metode peningkatan kinerja untuk melakukan evaluasi
dan program peningkatan keselamatan pasien.

Peran kepemimpinan dalam meningkatkan keselamatan pasien.

Mendidik karyawan tentang keselamatan pasien.
22

Komunikasi yang merupakan kunci bagi karyawan untuk mencapai
keselamatan pasien.
f. Langkah-langkah penerapan keselamatan pasien rumah sakit.

Menetapkan instalasi kerja yang bertanggung jawab mengelola program
keselamatan pasien rumah sakit.

Menyusun program keselamatan pasien rumah sakit jangka pendek 1 – 2 th.

Mensosialisasikan konsep dan program keselamatan pasien rumah sakit.

Mengadakan pelatihan keselamatan pasien rumah sakit bagi jajaran
manajemen dan karyawan.

Menetapkan sistem pelaporan insiden (peristiwa keselamatan pasien).

Menerapkan tujuh langkah menuju keselamatan pasien rumah sakit seperti
tersebut di atas.

Menerapkan standar keselamatan pasien rumah sakit (seperti tersebut di
atas) dan melakukan self assesment dengan instrument akreditasi pelayanan
keselamatan pasien rumah sakit.

Program khusus keselamatan pasien rumah sakit.

Mengevaluasi secara periodik pelaksanaan program keselamatan pasien
rumah sakit dan kejadian tidak diharapkan.
g. Pengertian 6 Sasaran Keselamatan Pasien di Rumah Sakit
a. Ketepatan Identifikasi Pasien

Identifikasi pasien (Patient Identification) adalah prosedur pencatatan
identitas diri pasien yang masuk ke Rumah Vita Insani, termasuk bayi yang
baru lahir, yang dapat dilakukan dengan sistem barcode

Identifikasi pasien dewasa adalah pencatatan identifikasi diri pasien dan
pemberian tanda berupa gelang nama pada tangan yang memuat minimal :
nama pasien, nomor rekam medis atau tempat tanggal lahir

Identifikasi bayi baru lahir adalah pencatatan identitas diri bayi dan
pemberian tanda berupa gelang nama pada tangan bayi yang memuat nama
ibu bayi, nomor rekam medis bayi,tempat tanggal lahir . Disertai cap kaki
bayi kiri dan kanan dan cap ibu jari tangan kanan dari ibu bayi pada lembar
identifikasi bayi.
23
b. Peningkatan Komunikasi Efektif Antar Perawat Dan Tenaga Kesehatan
Lainnya
Komunikasi verbal antar perawat dan staf yang terkait lainnya, yang mampu
mengurangi kesalahan dan meningkatkan keselamatan pasien selama dalam
perawatan di rumah sakit melalui pemberian informasi yang tepat waktu,
akurat, lengkap, jelas dan dipahami oleh penerima pesan
c. Peningkatan Keamanan Obat Dengan Kewaspadaan Tinggi (High Alert
Medication)
Obat dengan kewaspadaan tinggi adalah obat-obat yang secara signifikasi
berisiko membahayakan pasien bila digunakan dengan salah atau pengelolaan
yang kurang tepat.
d. Kepastian Lokasi, Tepat Prosedur, Tepat Pasien Operasi
Rumah sakit harus mempunyai metodologi identifikasi dan verifikasi
pemberian tanda pada lokasi operasi (Site Marking) berdasarkan diagnosis dan
tepat pasien.
e. Pengurangan Risiko Infeksi Terkait Pelayanan Kesehatan (Hand Hygiene)

Cuci tangan adalah menghilangkan kotoran dan debu secara mekanis dari
permukaan kulit dan mengurangi jumlah mikroorganisme sementara.

Cuci tangan antiseptik/prosedural adalah proses menghilangkan/ mematikan
mikroorganisme transient.

Cuci
tangan
bedah
adalah
proses
menghilangkan/mematikan
mikroorganisme transient dan mengurangi flora resident.
f. Pengurangan Risiko Pasien Cidera Akibat Jatuh

Pasien jatuh adalah peristiwa jatuhnya pasien dari tempat tidur ke lantai
atau ke tempat lainnya yang lebih rendah pada saat istiharat maupun pada
saat terbangun yang disebabkan oleh berbagai kondisi penyakit stroke,
epilepsi, kejang, penyakit kronis lainnya atau karena terlalu banyak aktifitas
atau akibat kelalaian perawat, pemberian obat-obatan diuretik, laksatik,
sedatif, psikotropik dan obat anti depresan
24
Laporan peningkatan mutu dan keselamatan pasien Rumah Sakit Vita Insani
periode Januari – Desember 2018 dapat disimpulkan bahwa masih ada indikator yang
belum mencapai target diantaranya :
1. Pengkajian awal medis baru <24 jam
2. Operasi bersih tanpa antibiotik
3. Kelengkapan penulisan peresepan obat
4. Kejadian reaksi transfusi darah
5. Kelengkapan pengisian dan pencatatan medik 1 x 24 jam
6. Pelaksanaan tekhnik komunikasi SBAR
7. Kepatuhan cuci tangan petugas (5 momen)
8. Penggunaan aspilets pada kasus AMI di IGD
9. Pemeriksaan CT-Scan pada kasus stroke
3. Program Mutu Pelayanan Ruang Ruby dan Neonatal
a. Pelaksanaan ASI eksklusif bayi 0 – 3 hari
REKAPITULASI PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF
Periode Jan - Des 2018
ASI EKSKLUSIF
84
82
TARGET 80%
85
86
82
80
80
83
81
83
80
84
81
80
78
79
78
76
74
JAN
PEB
MAR
APR
MEI
JUN
JUL
AGS
SEP
OKT
NOP
DES
b. Pelaksanaan inisiasi menyusu dini (tercapai)
c. Pelaksanaan rawat gabung (tercapai)
d. Sarana Prasarana
 Waktu tanggap kerusakan sarana dan prasarana ≤ 15 menit
 Pipa / saluran air bocor
 Kegagalan / penundaan kegiatan memperbaiki alat
25
e. SDM
 Kesalahan gizi : diet salah
 Kesalahn gizi : keterlambatan pelayanan
 Supervisi kurang
 Dilakukan IMD
 Kepatuhan cuci tangan pasien dan staff
 Ketepatan waktu pelaporan insiden
 Dilakukan rawat gabung
f. Akses Pasien
 Tidak dapat rawat dari IGD karena tempat tidur penuh
 Tidak dapat pindah kelas diruang rawat inap karna tempat tidur diruang lain
penuh
g. Pencegahan Infeksi
 Terpajan cairan tubuh
h. Komunikasi Informasi
 Pencatatan tidak lengkap pada rekam medis
 Tidak ada tanda tangan dan waktu di penulisan rekam medis
 Pasien / Keluarga gampang marah
 Waktu tunggu pembayaran pasien rawat inap ≤ 30 menit
i. Pemantauan Obat obatan
 Pengobatan yang tertunda atau gagal akibat tidak dimonitoring
 Peresepan yang tidak benar
 Peresepan tanpa tanda tangan / paraf
j. Keamanan
 Pemberian akses masuk banyak dilanggar
26
12. Program Manajemen Resiko Terdiri Dari Manajemen Resiko Klinis, Infeksi
dan Fasilitas
1. Identifikasi Risiko di Ruang Rawat Inap Ruby dan Neonatal
Risiko di ruang rawat inap adalah sebagai berikut :
Identifikasi risiko
No
Kelompok
Ruang/Unit
Jenis Resiko
Keterangan
1
Ruang Ruby dan
Neonatal
2
Ruang Ruby dan Terkena benda yang jatuh dari Rel
sampiran
Neonatal
atap dan ketinggian
pasien lepas
3
Ruang Ruby dan
Tembok rusak / hancur
Neonatal
4
5
Petugas Tehnik
Tersetrum listrik
Masih ditemukan
tembok yang retak
Waktu
tunggu
Waktu tanggap kerusakan sarana perbaikan
sarana
dan prasarana ≤ 15 menit
dan prasarana > 15
menit
/ Petugas Tehnik
Pipa / saluran air bocor
6
Petugas
Kebersihan
Pajanan bau tidak sedap
7
Petugas Tehnik
Pintu rusak
8
Petugas Tehnik
Kerusakan sistem panggilan
9
Petugas Tehnik
Kegagalan / penundaan kegiatan
memperbaiki alat
10
Petugas Laundry
Ketepatan waktu penyediaan
linen untuk ruang rawat inap 1
hari
11
Ahli Gizi
Kesalahan gizi : diet salah
12
Ahli Gizi
Kesalahn gizi : keterlambatan
pelayanan
13
KaRu, KaTim, Pjs
Supervisi kurang
14
Perawat/Bidan
Dilakukan IMD
Sarana
Prasarana
Masih ditemukan
kabel tidak rapi
SDM
27
15
Petugas kesehatan Kepatuhan cuci tangan pasien dan
/ pasien / keluarga staff
16
Petugas kesehatan
Ketepatan
insiden
17
Perawat/Bidan
Dilakukan rawat gabung
18
Pasien
Pasien pulang atas permintaan
sendiri
19
Dokter
Janji visite yang tidak ditepati
20
Pasien
Kegagalan / penundaan rujuk
pasien
Pasien
Tidak dapat rawat dari IGD
karena tempat tidur penuh
21
Akses Pasien
22
Pasien
23
Pasien
24
Pasien
Kejadian
tidak
diharapkan
waktu
pelaporan
Tidak dapat pindah kelas diruang
rawat inap karna tempat tidur
diruang lain penuh
Penundaan
atau
pembatan
pengiriman pasien antar unit atau
ke rumah sakit lain
Pasien
pulang-penundaan
pembatalan
/
Petugas kesehatan
Terpeleset atau jatuh
/ pasien / keluarga
Lantai tergenang air
26
Petugas
Lingkungan
/
Kebersihan
/kerapian
ranap
yang kurang
27
Petugas
Lingkungan
/
28
Petugas kesehatan
Terpajan cairan tubuh
29
Petugas kesehatan
Trauma jarum kotor
30
Petugas kesehatan
Terpotong oleh
selain jarum
Petugas kesehatan
Monitoring
Pengaruh pemasangan infus :
perawat/bidan yang
Bengkak
kurang
Petugas Kesehatan
Pasien salah identifikasi
25
Infeksi akibat perawatan
Infeksi pada luka
APD yang kurang
dari petugas
Pencegahan
Infeksi
31
32
Komunikasi
Informasi
benda
tajam
28
33
Petugas Kesehatan
Pencatatan tidak lengkap pada Pencantatan RM ≤
rekam medis
24 jam
34
Petugas Kesehatan
Tidak ada tanda tangan dan waktu
di penulisan rekam medis
35
Pasien / Keluarga
Pasien / Keluarga gampang marah
36
Petugas Billing
Tidak
Waktu tunggu pembayaran pasien
konfirmasi
rawat inap ≤ 30 menit
dari Billing
37
Petugas Kesehatan
Pengobatan yang tertunda atau
gagal akibat tidak dimonitoring
38
Petugas Kesehatan
Peresepan yang tidak benar
/ Dokter
Pemantauan
obat-obatan
ada
ulang
Tidak ada aturan
pakai obat
39
Dokter
Peresepan tanpa tanda tangan /
paraf
40
Petugas Kesehatan
Reaksi alergi tidak dicatat
41
Petugas Kesehatan
Penundaan / masalah terkait obat
Monev yang kurang
obatan
42
Petugas Kesehatan
Salah frekuensi / waktu
43
Petugas Kesehatan
Obat yang tidak diberikan
44
Security
Tidak adanya barang milik
pasien, pengunjung dan karyawan
yang hilang
Security
Tidak
terjadinya
terhadap kayawan
Security
Pemberian akses masuk banyak
dilanggar
45
46
Keamanan
Monev yang kurang
kekerasan
29
2. Analisis Risiko
Analisis risiko berdasarkan identifikasi risiko di atas adalah sebagai berikut :
No
Resiko
Skor
Deskripsi
Konsekuensi
Total Skor
Peringkat
Resiko
1
Tersetrum listrik
1
5
5
RESIKO
SEDANG
2
Terkena benda yang
jatuh dari atap dan
ketinggian
1
5
5
RESIKO
SEDANG
3
Tembok rusak /
hancur
1
1
1
RESIKO
RENDAH
4
Waktu tanggap
kerusakan sarana dan
prasarana ≤ 15 menit
5
5
25
EKSTRIM
5
Pipa / saluran air
bocor
5
5
25
EKSTRIM
6
Pajanan bau tidak
sedap
1
2
2
RESIKO
RENDAH
7
Pintu rusak
2
2
4
RESIKO
SEDANG
8
Kerusakan sistem
panggilan
1
2
2
RESIKO
RENDAH
4
3
12
RESIKO
TINGGI
3
2
6
RESIKO
SEDANG
9
10
Kegagalan /
penundaan kegiatan
memperbaiki alat
Ketepatan waktu
penyediaan linen
untuk ruang rawat
inap 1 hari
11
Kesalahan gizi : diet
salah
4
4
16
EKSTRIM
12
Kesalahn gizi :
keterlambatan
pelayanan
4
4
16
EKSTRIM
13
Supervisi kurang
3
3
9
RESIKO
TINGGI
14
Dilakukan IMD
5
5
25
EKSTRIM
15
Kepatuhan cuci
tangan pasien dan
5
5
25
EKSTRIM
30
staff
16
Ketepatan waktu
pelaporan insiden
4
4
16
EKSTRIM
17
Dilakukan rawat
gabung
5
5
25
EKSTRIM
18
Pasien pulang atas
permintaan sendiri
1
1
1
RESIKO
RENDAH
19
Janji visite yang tidak
ditepati
1
2
2
RESIKO
RENDAH
1
2
2
RESIKO
RENDAH
4
4
16
EKSTRIM
3
4
12
RESIKO
TINGGI
1
2
2
RESIKO
RENDAH
2
2
4
RESIKO
SEDANG
20
21
22
23
24
Kegagalan /
penundaan rujuk
pasien
Tidak dapat rawat dari
IGD karena tempat
tidur penuh
Tidak dapat pindah
kelas diruang rawat
inap karna tempat
tidur diruang lain
penuh
Penundaan atau
pembatalan
pengiriman pasien
antar unit atau ke
rumah sakit lain
Pasien pulangpenundaan /
pembatalan
25
Terpeleset atau jatuh
1
1
1
RESIKO
RENDAH
26
Infeksi akibat
perawatan
2
2
4
RESIKO
SEDANG
27
Infeksi pada luka
2
2
4
RESIKO
SEDANG
28
Terpajan cairan tubuh
3
4
12
RESIKO
TINGGI
29
Trauma jarum kotor
1
2
2
RESIKO
RENDAH
30
Terpotong oleh benda
tajam selain jarum
1
2
2
RESIKO
RENDAH
31
31
Pengaruh pemasangan
infus : Bengkak
3
2
6
RESIKO
SEDANG
32
Pasien salah
identifikasi
1
1
1
RESIKO
RENDAH
4
4
16
EKSTRIM
4
3
12
RESIKO
TINGGI
4
4
16
EKSTRIM
5
5
25
EKSTRIM
3
3
9
RESIKO
TINGGI
33
34
35
36
37
Pencatatan tidak
lengkap pada rekam
medis
Tidak ada tanda
tangan dan waktu di
penulisan rekam
medis
Pasien / Keluarga
gampang marah
Waktu tunggu
pembayaran pasien
rawat inap ≤ 30 menit
Pengobatan yang
tertunda atau gagal
akibat tidak
dimonitoring
38
Peresepan yang tidak
benar
3
4
12
RESIKO
TINGGI
39
Peresepan tanpa tanda
tangan / paraf
3
4
12
RESIKO
TINGGI
40
Reaksi alergi tidak
dicatat
1
2
2
RESIKO
RENDAH
41
Penundaan / masalah
terkait obat obatan
2
2
4
RESIKO
SEDANG
42
Salah frekuensi /
waktu
2
2
4
RESIKO
SEDANG
43
Obat yang tidak
diberikan
2
2
4
RESIKO
SEDANG
1
2
2
RESIKO
RENDAH
1
2
2
RESIKO
RENDAH
3
4
12
RESIKO
TINGGI
44
45
46
Tidak adanya barang
milik pasien,
pengunjung dan
karyawan yang hilang
Tidak terjadinya
kekerasan terhadap
kayawan
Pemberian akses
masuk banyak
dilanggar
32
13. Program Pemeliharaan Fasilitas dan Alat Kesehatan
Program pemeliharaan peralatan medis yang efektif terdiri dari perencanaan
yang memadai, manajemen dan pelaksanaan. Perencanaan mempertimbangkan sumber
daya keuangan, fasilitas dan SDM yang memadai. Program pemeliharaan peralatan
medis harus berkesinambungan tak terputus dan dikelola agar pelayanan kesehatan
meningkat.
Jenis Peralatan Kesehatan yang tersedia di ruang Ruby adalah sebagai berikut :
No
Nama Barang
Jumlah
1.
Ambubag Anak
1
2.
Ambubag Dewasa
1
3.
Arteri Klem
3
4.
Bak Instrumen Sedang
1
5.
Bak Instrumen Kecil
1
6.
Breast Pump
1
7.
Baki Stainles
2
8.
Com Stainles
3
9.
Dressingstar bertutup
1
10.
Dopler
1
11.
Gilingan obat
1
12.
Gliserin spuit
1
13.
Gunting af hecting
1
14.
Gunting Bengkok
1
15.
Gunting Lurus
4
16.
Gunting Verband
1
17.
Irigator
1
18.
Nierbekken
6
19.
Nebulezer
1
20.
Metal Chateter
1
21.
Pincet Anatomis
6
22.
Pincet Chirurgis
6
23.
Perkusi Hammer
1
24.
Roostul
2
25.
Stikpan
15
26.
Stetoscope Dewasa
2
33
27.
Stetoscope Anak
1
28.
Suction
1
29.
Senter
1
30.
Timbangan Berat Badan
1
31.
Trolly Instrument
3
32.
Termometer
10
33.
Torniquit
2
34.
Tong Spatel
1
35.
Tromel GMS Besar
1
36.
Tromel GMS Sedang
1
37.
Tromel GMS kecil
2
38.
Waskom Mandi Stainles
12
39.
WWZ / Buli-Buli Panas
2
40.
Urinal
3
41.
Trolly Mandian
2
42.
Standart Infus
28
43.
Gelas Ukur
15
44.
Trolly Amprahan
1
45.
Oksigen dorong
1
Jenis Peralatan Alat Tenun yang tersedia di ruang Ruby adalah sebagai berikut :
No
Nama Barang
Jumlah
1.
Laken
45
2.
Stik Laken
88
3.
Sarung Bantal
88
4.
Selimut Tebal
3
5.
Selimut
45
6.
Perlak
60
7.
Bantal
35
8.
Kelambu
2
Jenis Peralatan Rumah Tangga ruang Ruby adalah sebagai berikut :
No
1.
Nama Barang
Kursi Abu-abu
Jumlah
23
34
2.
Kursi plastik merah
6
3.
Nakas
28
4.
Tempat makan pasien
26
5.
Tempat tidur pasien
28
6.
Ceret Listrik
1
7.
Kulkas dua pintu
1
8.
White Board
2
9.
Televisi
16
10.
AC
16
11.
Rak Sepatu tiga tingkat
2
12.
Container bertutup
2
13.
Box tiga tingkat
3
14.
Head Bed unit
26
15.
Jemuran Handuk
2
16.
Container kecil bertingkat empat
1
17.
Jam dinding
16
Program penyusunan perencanaan
IPSRS
harus
memiliki
daftar
inventaris
peralatan, selain itu harus memperhatikan kemampuan teknis yang meliputi :
a. Sumber Daya Manusia (Jumlah teknisi, kemampuan teknis, pelatihan yang
pernah diikuti, pengalaman kerja).
b. Fasilitas kerja.
c. Dokumen teknis.
35
14. Kerangka Acuan (TOR) Ruang Ruby dan Neonatal Tahun 2018
1. Sumber Daya Manusia
No
Kegiatan
Tujuan
Sasaran
Target
%
Waktu
Pelaksaan
Biaya /
Sumber
Dana
Keterangan
Evaluasi TOR
2018
Analisa
Rekomendasi
1
Membuat rencana
kerja
harian,
bulanan,
tahunan
kepala ruangan
Meningkatkan mutu
dan
keselamatan
pasien serta untuk
peningkatan
dan
penialaian
kinerja
Kepala Ruangan
Kepala
Ruangan
100%
Setiap hari,
bulan dan
tahun
-
-
Sudah
Terlaksana 75%
Karu tidak setiap hari
tidak membuat RKH
Lebih ditingkatkan
kepedulian dalam
membuat RKH
Sudah
Terlaksana 75%
Setiap
hari
karu
melakukan
pengecekan
RKH
dari PPJA dan Bidan
Pelaksana,
tetapi
terkadang disaat shift
pagi dan sore RKH
tidak dikerjakan
2
3
Membuat rencana
kerja harian katim,
pjs,
dan
perawat/bidan
pelaksana
Meningkatkan mutu
dan
keselamatan
pasien serta untuk
peningkatan kinerja
perawat/bidan
Pelaksanaan
pelatihan Asuhan
Persalinan Normal
(APN)
Sebagai persyaratan
pengurusan STR dan
untuk meningkatkan
ilmu pengetahuan /
evidance
base
midwivery
Katim, PJS,
Perawat/Bidan
pelaksana
3-5 Bidan
100%
25%
Setiap hari
Jadwal
tergantung
dari kepala
IBI Cabang
Pematangsia
ntar
-
Biaya
Rp.
2.500.000,per bidan
-
Mohon bagian
diklat RSVI dan
IBI Ranting
RSVI
mengajukan
proposal
bantuan estimasi
biaya
Sudah Pelatihan
APN 2 Orang
pada
bulan
desember 2018
a/n Nina Yora
dan
Yohanna
Tambunan
a. Inisiatif setiap
petugas
untuk
melaksanakan
tanggung jawab dan
uraian tugasnya
b.Karu harus lebih
aktif
untuk
memeriksa RKH
Dengan biaya 50%
pribadi 50% rumah
sakit
-
36
4
Pelaksanaan
pelatihan
Midwivery Update
(MU)
Sebagai persyaratan
pengurusan STR dan
untuk meningkatkan
ilmu pengetahuan /
evidance
base
midwivery
5
Pelaksanaan
pelatihan
Kegawatdaruratan
maternal
dan
neonatal
Meningkatkan mutu
dan
keselamatan
pasien
serta
meningkatkan ilmu
pengetahuan
6
Evalusi kesalahan
bagian gizi dalam
pemberian
diet
yang salah
Tidak
terjadi
kesalahan
dalam
pemberian
diet
kepada pasien
7
8
Evalusi kesalahan
bagian gizi dalam
keterlambatan
pelayanan
Meningkatkan mutu
pelayanan
dalam
memberikan
diet
pasien
Melakukan
supervisi terhadap
perawat / bidan
Meningkatkan
kualitas dan kuantitas
dalam memberikan
asuhan keperawatan /
kebidanan
3-5 Bidan
3 Bidan
Instalasi Gizi
Instalasi Gizi
Perawat/Bidan
25%
Jadwal
tergantung
dari kepala
IBI Cabang
Pematangsia
ntar
15%
Bila ada
kerja sama
dari
distributor
susu dan
bagian diklat
RSVI
100%
85%
85%
Setiap hari
Setiap
minggu
Setiap
minggu
Biaya
Rp.
2.000.000,per bidan
Mohon bagian
diklat RSVI dan
IBI Ranting
RSVI
mengajukan
proposal
bantuan estimasi
biaya
Sudah Pelatihan
MU 1 Orang
pada bulan Juli
2018 a/n Riana
Sitio
dengan
biaya pribadi
Belum
dilakukan
pengajuan proposal
untuk
bantuan
estimasi biaya ke
bagian diklat RSVI
Harus lebih proaktif untuk
mengikuti MU,
karena merupakan
persyaratan untuk
perpanjangan STR
Biaya
Rp.
3.500.000,per bidan
-
Belum
Terlaksana
-
-
-
-
-
-
Sudah
Terlaksana
Diet pasien sudah
sesuai instruksi DPJP
Kerjasama dan
kepedulian dari
perawat dan
petugas gizi dalam
pemberian diet
-
Sudah tercapai
80%, 5% masih
ada
keterlambatan
dalam
memberikan
diet pasien
diluar jam
pembagian diet
Pemberian diet pasien
sudah tepat waktu,
tetapi
untuk
penyedian thermos,
gelas air minum
masih lama untuk
pasien baru
Usulan untuk
petugas bagian
penyediaan
thermos, gelas air
minum lebih cepat
tanggap bila sudah
dikonfirmasi
perawat
Sudah
Terlaksana 75%
10%
observasi
tindakan keperawatan
monoton, penurunan
jumlah
pasien,
ketersediaan waktu
yang masih kurang
Karu / PPJA harus
lebih aktif dan
harus meluangkan
waktunya untuk
melakukan
supervisi
-
37
9
Evaluasi
pelaksanaan inisiasi
menyusu dini.
Tercapainya program
nasional
dalam
SNARS
Perawat/Bidan
80%
Setiap shift
dinas
-
-
Sudah
Terlaksana 80%
-
-
10
Evalusi pelaksaman
rawat gabung
Tercapainya program
nasional
dalam
SNARS
Perawat/Bidan
80%
Setiap shift
dinas
-
-
Sudah
Terlaksana 80%
-
-
Target
%
Waktu
Pelaksaan
Biaya /
Sumber
Dana
Keterangan
Evaluasi TOR
2018
Analisa
Rekomendasi
2. Pencegahan Pengendalian Infeksi
No
Kegiatan
Tujuan
1
Pelaksanaan
kebersihan tangan
petugas
(Kepatuhan,
Moment, Langkah)
Meningkatkan safety
ke pasien dan petugas
2
Pelaksanaan
kebersihan tangan
pasien
dan
pengunjung
Meningkatkan safety
ke
pasien
dan
pengunjung
3
Evaluasi pemilahan
sampah infeksius
dan non infeksius
serta sampah benda
tajam
Pencegahan
nosokomial
4
Evaluasi
pelaksanaan
petugas
APD
Sasaran
infeksi
Meningkatkan safety
ke pasien dan petugas
Perawat /
Bidan
100%
Setiap hari
-
-
Sudah
Terlaksana
90.8%
Sudah
Terlaksana
Kepatuhan
kebersihan
tangan
85%, Tepat moment
87,5%, Tepat langkah
100%
5% Petugas belum
mengedukasi pasien
dan
pengunjung
untuk
kebersihan
tangan
Petugas harus
bekerja sesuai
dengan SPO
penerimaan pasien
baru
Meningkatkan 5
momen kepatuhan
kebersihan tangan
Pasien /
Pengunjung
80%
Setiap pasien
baru
-
-
Sudah
Terlaksana 75%
Perawat/Bidan
80%
Setiap
minggu
-
-
Sudah
Terlaksana 80%
-
-
80%
Setiap
melakukan
tindakan
keperawatan
Sudah
Terlaksana 70%
10%
masih
ditemukan
petugas
belum menggunakan
APD saat melakukan
tindakan keperawatan
Petugas harus
paham tentang
pentingnya safety
ke pasien dan ke
diri sendiri
Perawat/Bidan
-
-
38
3. Sarana Prasarana
No
Kegiatan
Tujuan
Sasaran
Target
%
Waktu
Pelaksaan
Biaya /
Sumber
Dana
Keterangan
Evaluasi TOR
2018
Analisa
Rekomendasi
1
Penambahan
pengadaan
alkes,
alat tenun, dan alat
rumah tangga
Melengkapi
sarana
dan prasarana serta
penunjang
dalam
melakukan tindakan
keperawatan
Perawat/Bidan
100%
Tergantung
kebutuhan
-
-
Sudah
Terlaksana
100%
Sesuai kebutuhan
-
2
Evaluasi
waktu
tanggap kerusakan
sarana
dan
prasarana
Waktu tanggap
≤ 15 menit
Sudah
Terlaksana 50%
Tindakan perbaikan
sarana dan prasarana
setelah
pelaporan
masih
mengalami
keterlambatan hingga
berhari hari
-
Kerusakan sarana dan
prasarana teratasi
Instalasi
Tekhnik
100%
Tergantung
kebutuhan
-
Sasaran
Target
%
Waktu
Pelaksaan
Biaya /
Sumber
Dana
Keterangan
Evaluasi TOR
2018
Analisis
Rekomendasi
-
-
Sudah
Terlaksana
100%
-
-
4. Akses Pasien
No
Kegiatan
Tujuan
1
Evaluasi
pelaksanaan sasaran
keselamatan pasien
Meningkatkan mutu
dan
keselamatan
pasien / pasien safety
Perawat/Bidan
100%
Setiap
melakukan
tindakan
keperawatan
2
Evaluasi
pelaksanaan
asesmen
resiko
jatuh
Meningkatkan mutu
dan
keselamatan
pasien / pasien safety
Perawat/Bidan
100%
Setiap
pasien baru
-
-
Sudah
Terlaksana
100%
-
-
3
Evaluasi
jumlah
pasien per hari
Memonitoring
ruangan rawat inap
penuh
Pasien Rawat
Inap
100%
Setiap shift
-
-
Sudah
Terlaksana
100%
-
-
39
5. Komunikasi Informasi
No
Kegiatan
Tujuan
1
Evaluasi
kelengkapan
pencatatan
rekam medis
2
Evaluasi
waktu
tunggu pembayaran
pasien rawat inap
pada
Peningkatan
Rumah Sakit
Mutu
Peningkatan
Rumah Sakit
Mutu
Sasaran
Target
%
Waktu
Pelaksaan
Biaya /
Sumber
Dana
Keterangan
Evaluasi TOR
2018
Analisis
Rekomendasi
Rekam medis
pasien
85%
Setiap hari
-
-
Sudah
Terlaksana 80%
Pencatatan resume
medis harus diketik
-
Kasir
100%
Setiap
pasien
pulang
-
Sudah
Terlaksana 75%
Tidak diketahui dimana
keterlambatan waktu
tunggu pembayaran
pasien rawat inap
-
Sasaran
Target
%
Keterangan
Evaluasi TOR
2018
Analisis
Rekomendasi
-
Sudah
terlaksana 80%
Ketersediaan obat tidak
ada diapotik, SPO
Farmasi respond time
keterlambatan
pemberian obat 60
menit sedangkan SPO
keperawatan 30 menit
Menyatukan
persepsi untuk
respond time
pemberian obat
-
Sudah
Terlaksana 95%
5% untuk penulisan
resep berat badan dan
tanda tangan dokter
belum tercapai
Sosialisasi tentang
kelengkapan
penulisan resep
-
6. Pemantauan Obat - obatan
No
Kegiatan
Tujuan
1
Monitoring
dan
evalusi pengobatan
yang tertunda
Meningkatkan
pelayanan
kefarmasian
dalam
pemberian obat
Perawat/Bidan
dan Farmasi
2
Monitoring
dan
evaluasi
kelengkapan dalam
penulisan resep
Meningkatkan
pelayanan
kefarmasian
dalam
pemberian obat agar
tidak
terjadi
kesalahan obat
Perawat/Bidan
dan Farmasi
Waktu
Pelaksaan
100%
Setiap hari
100%
Seluruh
resep
Biaya /
Sumber Dana
-
-
40
7. Keamanan
No
Kegiatan
Tujuan
1
Evaluasi
akses
masuk pengunjung
ke ruang ruby/RSVI
Meningkatkan
keamanan
dan
kenyamanan pasien
Sasaran
Petugas
Keamanan
Target
%
80%
Waktu
Pelaksaan
Diluar jam
berkunjung
Biaya /
Sumber Dana
-
Keterangan
-
Evaluasi TOR
2018
Analisis
Rekomendasi
Sudah
terlaksana 40%
SPO tentang jam
berkunjung tidak
berjalan dan akses
masuk ke rumah sakit
lebih dari satu
Petugas keamanan
harus lebih proaktif(keliling)
pada saat jadwal
jam berkunjung
41
15. Penutup
Demikianlah Laporan Evaluasi Program Pelayanan Keperawatan / Kebidanan Instalasi
Rawat Inap Ruby dan Neonatal Tahun 2018 ini kami buat, kami berharap ada peningkatan
mutu pelayanan keperawatan / kebidanan di tahun 2019.
Dengan terselesaikannya Program Pelayanan Keperawatan / Kebidanan ini dapat
bermanfaat bagi pihak Rumah Sakit Vita Insani dan kami juga berharap dapat
memaksimalkan peran, tugas dan fungsi dalam memberikan pelayanan sehingga kualitas
SDM keperawatan dan kebidanan menjadi lebih profesional serta tercapai peningkatan mutu
dan keselamatan pasien Rumah Sakit Vita Insani.
Dibuat oleh,
Diketahui oleh,
(Trisna Wulandari, STr.Keb)
(dr. Alpin Hoza, MM)
Kepala Ruangan Ruby dan Neonatal
Direktur Utama
42
Download