Uploaded by Dexan Sagitarius

Implementasi Manajemen Keragaman di Organisasi

advertisement
Membangun Sumber Daya Manusia di Organisasi Melalui Manajemen
Keragaman
HALAMAN JUD
HALAMAN JUDUL
UL
Oleh :
1. Osfred Umbu Djadji (912018014)
2. Christo Deksan Banunaek (912018015)
FAKULTAS EKONOMIKA DAN BISNIS
UNIVERSITAS KRISTEN SATYA WACANA
SALATIGA
2019
PENDAHULUAN
Organisasi sebagai penyedia lapangan kerja menginginkan kinerja yang
optimal dari para tenaga kerjanya. Tetapi, sayangnya tidak semua sumber daya
manusia mempunyai kapasitas yang sama. Hal tersebut dibatasi dengan adanya
keragaman (diversity) tenaga kerja antara lain umur, jenis kelamin, ras dan etnis,
disabilitas, masa kerja, gender, agama, identitas budaya dan lain sebagainya.
Perbedaan-perbedaan tersebut memberikan suatu lingkungan kekayaan karena
memiliki keragaman yang bisa membuat sudut pandang dan produktivitas yang
lebih besar (Horwitz, 2007).
Keragaman adalah istilah yang luas dan frase keragaman tempat kerja
(workplace diversity) yang didasarkan pada karakteristik seseorang berbeda dari
yang lainnya (Robbins dan Judge, 2015). Menurut Greenberg et al.,(2009)
keragaman pekerja di organisasi memiliki potensi untuk meningkatkan kinerja
dan sikap dari pekerja yang berbeda-beda, tetapi tidak semua pekerja memiliki
hasil yang positif. Oleh karena itu, keragaman menjadi hal yang perlu
diperhatikan dalam organisasi.
Tetapi dalam
kenyataannya
pengelolaan
keragaman di organisasi masih menimbulkan masalah dan sering kali terjebak
pada konflik yang membuat orang tidak menghargai keragaman serta tidak adanya
cara dari organisasi untuk memanfaatkannya (Bedi et al., 2014).
Hal tersebut menjadi masalah bagi para pimpinan organisasi untuk
mengelola keragaman (Hunt, 2007). Adapun masalah yang dihadapi dalam
mengelola keragaman yaitu terjadi dibeberapa sektor yang didasarkan pada
beberapa studi (Sharma, 2016). Dalam sektor kesehatan menurut penelitian yang
dilakukan oleh Ali et al., (2013); Hunt (2007) menjelaskan bahwa masalah
mengelola keragaman karena adanya karyawan yang keras kepala, kurangnya
fasilitas dan kurangnya kompetensi pemimpin. Dalam sektor publik Harrisr dan
Foster (2010) menjelaskan bahwa masalah mengelola keragaman karena tidak
adanya manajemen bakat sehingga karyawan yang beragam tidak memiliki
kompetensi khusus yang diperlukan. Masalah mengelola keragaman di sektor
swasta karena tidak adanya kompetensi dari pemimpin dan penampilan dari
organisasi sehingga produktivitas dan komitmen karyawan menurun Cooke dan
Saini, 2012).
Hal ini dipertegas lagi dengan adanya kesalahan dalam mengelola
keragaman di perusahaan yang berujung pada perlakuan diskriminasi. Dimana
masalah tersebut dilakukan oleh manajemen PT Garuda Indonesia
terhadap
Asosisasi Pilot Garuda yang berujung pada aksi mogok pilot Garuda Indonesia.
Konflik tersebut terjadi karena adanya perlakuan diskriminasi dalam hal
pemberian gaji dan penyediaan fasilitas. Dimana, pilot asing diberikan fasilitas
dan
gaji
dua
kali
lipat
lebih
besar
dibandingkan
pilot
lokal
(www.voaindonesia.com).
Penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Bahar (2017) memperlihatkan
bahwa secara simultan keragaman pekerja dalam organisasi memiliki pengaruh
positif terhadap kinerja organisasi. Sedangkan menurut penelitian yang dilakukan
oleh Patrick dan Kumar (2012) menunjukkan bahwa perusahaan yang bisa
mengelola keragaman dengan baik dan sukses maka akan menciptakan pekerja
yang mempunyai komitmen tinggi, kepuasan yang lebih, kinerja yang lebih dan
berpotensi kinerja keuangan di organisasi akan lebih baik. Keragaman pekerja
dalam perusahaan akan memberikan kontribusi secara langsung terhadap inovasi
(Hudson, 2014). Ayega dan Muathe (2018) menjelaskan bahwa identitas
demografi seperti umur, jenis kelamin dan etnis memiliki pengaruh terhadap
kinerja pegawai di perusahaan yang mampu membuat perusahaan mencapai
keunggulan yang kompetitif.
Menurut Chanda (2006) bahwa keragaman tenaga kerja adalah masalah
sensitif dan membara di setiap perusahaan jika tidak dikelola dengan baik maka
akan menimbulkan konflik diskriminasi. Sedangkan menurut Garg dan Panchal
(2016) menjelaskan bahwa keragaman dalam organisasi sangat penting karena
memiliki keuntungan kompetensi sehingga dibutuhkan manajemen keragaman
guna
mampu
mengurangi
gesekan
ketidakpuasan diantara karyawan.
antar
karyawan
dan
meningkatkan
Keragaman tenaga kerja adalah sebuah
kekuatan bagi organisasi meskipun banyak orang menilai dari kasta, agama, dan
lain-lain sebagai suatu konflik tetapi jika dikelola dengan baik maka akan
meningkatkan produktivitas organisasi (Saxena, 2014).
Berbeda dengan penelitian yang dilakukan Horwitz dan Horwitz (2007)
menyimpulkan bahwa karakterisitik tenaga kerja yang berbeda-beda seperti umur,
etnis dan kemampuan memberikan dampak yang merugikan bagi organisasi dan
keragaman berdampak negatif pada kinerja organisasi. Meningkatnya keragaman
pekerja di organisasi menyebabkan konflik dan ketidakpuasan serta tidak
menjamin peningkatan kinerja individu dan tim dalam organisasi (Jayne dan
Dipboye, 2004).
Berdasarkan fenomena dan penelitian terdahulu yang telah dijelaskan
bertolak belakang dengan penelitian yang dilakukan oleh Horwitz dan Horwitz
(2007), Jayne dan Dipboye (2004). Fenomena dan penelitian terdahulu yang telah
dijelaskan juga memperlihatkan bahwa manajemen keragaman menjadi tantangan
dalam organisasi yang mana, jika tidak dikelola dengan baik maka menyebabkan
menurunnya kinerja organisasi dan meningkatkan terjadinya konflik dan
diskriminasi di organisasi. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk
menganalisis
pemicu
terjadinya
keragaman,
langkah-langkah
mengelola
keragaman, tantangan dan dampak dari mengelola keragaman di organisasi.
Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi dan sebagai bahan pertimbangan
organisasi dalam mengelola keragaman.
TELAAH PUSTAKA
Manajemen Keragaman
Keragaman adalah suatu ciri khas individu yang membuatnya berbeda dari
individu yang lain (Luis et al.,2012). Menurut Carrell et al.,(2006) keragaman
adalah kemampuan, orientasi seksual, afiliasi organisasi dan kepribadian.
Sedangkan Canas & Sondak (2010) menjelaskan keragaman merupakan sebuah
dimensi yang meliputi ras dan etnis, jenis kelamin, usia, kemampuan fisik, status
sosial ekonomi, lokasi geografis, afiliasi agama, status perkawinan dan
pendidikan. Keragaman dalam organisasi akan membantu organisasi dalam
menjalankan tugas dengan efektif (Robbins dan Judge, 2015).
Keragaman mampu memberikan dampak positif dan negatif. Sisi positif,
keragaman akan memberikan kesempatan kepada individu yang memiliki gagasan
beragam dan pengalaman. Tetapi dari sisi negatif, keragaman bisa menyebabkan
terjadinya ketegangan dan konflik antar individu di organisasi (Mathis & John,
2000). Dengan adanya faktor negatif yang mempengaruhi keragaman maka
manajemen keragaman perlu untuk diperhatikan agar tidak menimbulkan konflik
dalam organisasi (Mathis dan Jackson, 2009).
Menurut Bangun (2012) manajemen keragaman adalah langkah yang
diambil untuk memaksimalkan potensi keragaman dengan perbedaan-perbedaan
yang dimiliki oleh individu untuk mencapai kinerja yang efektif. Sedangkan
Thomas (2012) menjelaskan manajemen keragaman adalah kesanggupan individu
dalam membuat suatu keputusan yang berkualitas berkaitan dengan kesamaan
ditengah perbedaan agar tidak menimbulkan ketegangan. Manajemen keragaman
adalah pemberian fasilitas kepada pekerja dengan latar belakang yang berbeda
agar turut mengikuti proses dan tujuan organisasi untuk mencapai keunggulan
yang kompetitif (Femi dan Prasetya 2017). Oleh karena itu, berdasarkan definisidefinisi tersebut maka dapat disimpulkan bahwa manajemen keragaman adalah
langkah yang diambil oleh organisasi untuk memasimalkan perbedaan-perbedaan
yang dimiliki oleh individu dengan cara memberikan fasilitas agar tidak
menimbulkan ketegangan dan mampu mencapai tujuan organisasi yang lebih baik.
Langkah-Langkah Mengelola Keragaman
Menurut Bangun (2012) terdapat lima tahap untuk mengelola keragaman
yaitu ; (1) memiliki kepemimpinan yang kuat, (2) mampu menilai situasi, (3)
mampu mengubah budaya dan sistem manajemen, (4) memberikan pelatihan dan
pendidikan tentang keragaman, (5) melakukan evaluasi terhadap program
keragaman. Sedangkan menurut Noermijati (2009) dalam mengelola keragaman
dapat dilakukan dengan cara; memahami dan mengembangkan organisasi
multibudaya, melakukan pendekatan personal dan melakukan pendekatan secara
organisasional.
Menurut Gardenswartz dan Rowe (2009) menjelaskan bahwa terdapat
empat indikator pengukuran keragaman yaitu : (1) Kepribadian meliputi;
extraversion, kesesuaian, hati nurani, neurotisisme, keterbukaan terhadap
pengalaman. (2) Dimensi internal meliputi ; umur, gender, ras dan etnis, orientasi
seksual,
agama dan disabilitas. (3) Dimensi eksternal meliputi ; status
perkawinan, penghasilan, agama, lokasi geografis, kebiasaan pribadi, kebiasaan
rekreasi, latar belakang pendidikan, pengalaman kerja, penampilan, status orang
tua dan kedudukan perkawinan. (4) Dimensi organisasi meliputi ; konten kerja,
tingkat fungsional, minat, departemen, masa kerja, jenis pekerjaan dan lokasi
kerja.
Manfaat Manajemen Keragaman
Manfaat pengelolaan manajemen keanekaragaman yang efektif yaitu dapat
meningkatkan efek keanekaragaman penampilan organisasi, meningkatkan
kinerja, meningkatkan hubungan kinerja keberagaman (Rainey,2016). Manajemen
keragaman juga mampu menjadi kekuatan dan keunggulan kompetitif (Pitts,
2005). Madera (2013) menjelaskan manfaat dengan adanya manajemen
keragaman yaitu mampu mempertahankan tenaga kerja yang heterogen,
menyediakan ide-ide baru dan segar, meningkatkan pertumbuhan yang kuat,
meningkatkan citra perusahaan dan mendapatkan kumpulan sumber daya manusia
yang berharga.
METODE PENELITIAN
Penelitian ini merupakan penelitian studi literatur dengan menelaah jurnal
yang terkait dengan topik penelitian. Penelitian ini menganalisis pemicu
terjadinya keragaman, langkah-langkah mengelola keragaman, tantangan dan
dampak dari mengelola keragaman di organisasi.
ANALISIS DAN PEMBAHASAN
Pemicu Terjadinya Keragaman
Pemicu terjadinya keragaman di organisasi disebabkan karena adanya
perbedaan dari sisi umur, etnis, gender, gender, kecacatan fisik/disabilitas, dan
orientasi seksual (Mathis dan Jackson, 2009). Sedangkan Luthans (2002),
menjelaskan bahwa terdapat tiga alasan munculnya keragaman di organisasi yaitu
; berasal dari faktor demografis (umur, gender, etnis dan pendidikan), hukum dan
undang-undang. Keragaman terjadi karena adanya atribut yang menimbulkan
keragaman seperti, kecacatan fisik/disabilitas (Olkin, 2002), orientasi seksual
(Ragins et al., 2007), agama (Hicks, 2002), keterampilan, keahlian dan
pengalaman ( Vegt et al., 2006), status perkawinan (Harrison et al.,2006), nilainilai, sikap dan kepribadian (Liao et al.,2008).
Selain itu, keragaman juga terjadi karena adanya perbedaan sudut pandang
dari individu terhadap perbedaan dalam kelompok kerja atau organisasi (Harrison
dan Klein, 2007). Cletus et al.,(2018) menjelaskan bahwa kergaman di organisasi
terjadi karena adanya perbedaan ras, gender, kemampuan,usia dan perbedaan
budaya antara karyawan dan klien. Aji dan Haryani (2017) menjelaskan peluang
terjadinya keragaman di organisasi karena adanya kecacatan fisik/disabilitas dan
pengesahan
undang-undang berkaitan dengan Hak Asasi Manusia (HAM).
Perbedaan individu seperti ras, jenis kelamin, atribut fisik, opini, orientasi
seksual, ras, etnis dan agama menyebabkan terjadinya sebuah persepsi yang akan
bermuara pada keragaman di organisasi (Plessis dan Bisschoff, 2007).
Mengelola Keragaman
Mengelola keanekaragaman dapat dilakukan tujuh langkah yaitu: (1)
mengembangkan strategi rekrutmen, (2) menginvestasikan dengan pelatihan
kepekaan budaya kepada manajemen, (3) mencari umpan balik berkala dari staf
dan manajemen dalam bentuk kuesioner atau survei, (4) mendorong komunikasi
terbuka dan kerja tim di seluruh fungsi kerja, (5) merencanakan acara tahunan
untuk memecahkan hambatan formal (6) meningkatkan moral staf, (7) melatih
personel rekrutmen (Wambu et al.,, 2013). Vashanti (2012) mengungkapkan
bahwa mengelola kergaman dapat dilakukan dengan ; (1) mempertimbangkan
kebutuhan karyawan, (2) komitmen dari manajemen puncak terhadap keragaman
dan (3) mengatur program
mentoring, (4) mengatur program
pelatihan
keanekaragaman , (5) tersedianya program magang untuk melatih calon karyawan,
(6) membentuk kelompok pendukung untuk memberikan iklim pengasuhan bagi
karyawan yang merasa terisolasi atau terasing, (7) melakukan audit, (8)
tersedianya komunikasi yang tepat, (9) memasukkan keragaman dalam pernyataan
visi perusahaan, (10) mempublikasi brosur keanekaragaman.
Tantangan Mengelola Keragaman
Tantangan
mengelola
keragaman
di
organisasi
yaitu
meliputi
komunikasi, bertahan untuk tidak berubah, ketegangan meningkat, kurva belajar,
implementasi keberagaman dalam kebijakan di tempat kerja, keadilan, inklusi dan
adanya hambatan interna dan eksternal. Hambatan intenal dimana,
kesulitan
dalam mengubah budaya organisasi yang ada, kurangnya keahlian atau
pengalaman internal, kurangnya pemahaman tentang manfaat dari tenaga kerja
yang beragam, kesulitan dalam mengukur manfaat untuk mempertahankan.
Investasi. Sedangkan hambatan eksternal dimana, adanya batasan hukum untuk
menyimpan data sensitif, kesenjangan bersejarah dalam undang-undang antidiskriminasi, perbedaan dalam sikap sosial nasional dan nilai-nilai budaya
sedangkan
(2012)
tantangan dalam mengelola keanekaragaman menurut Vashanti,
dipengaruhi
oleh
komunikasi,
resisitensi
terhadap
perubahan,
implementasi keanekaragaman dalam kebijakan organisasi.
Tantangan mengelola keragaman yaitu
karena adanya diskriminasi,
prasangka dan etnosentrisme, stereotip, menyalahkan korban, diskriminasi,
pelecehan, serangan balik (Patrick dan Kumar, 2012; Onsongo, 2013; Vijay dan
Gilbile, 2018). Wambui dan Jackson, (2013) mengungkapkan bahwa masalah
yang menjadi tantangan
dalam mengelola keragaman karena populasi,
komunikasi, globalisasi, oposisi untuk berubah, perilaku negatif, pelaksanaan,
perubahan kebijakan, kesenjangan organisasi, karakteristik manusia yang berbeda.
Tantangan dalam mengelola keragaman dipengaruhi komunikasi, perlawanan
budaya, diskriminasi, biaya meningkat, masalah
integrasi, hubungan tempat
kerja, berbagai akomodasi, pelatihan wajib dan mempekerjakan otoritas manajer.
(Solomon & Eno, 2018).
Dampak dalam Mengelola Organisasi
Keragaman organisasi yang meliputi gender dan etnis memiliki dampak
yang signifikan terhadap kepuasan karyawan (Eshegbe, 2015). Dampak dalam
mengelola keragaman di tempat kerja yaitu mampu meningkatkan produktivitas
dan tetap kompetitif (Coral dan
College, 2015). Selain itu, dampak dengan
mengelola kergaman akan meningkatkan kepuasan dan kinerja karyawan
(Ohunakin et al., 2019). Patrick dan Kumar, (2012) menjabarkan bahwa
mengelola keragaman akan berdampak pada keterbukaan keanekaragaman,
praktik manajemen sumber daya manusia, lingkungan kelembagaan dan konteks
organisasi untuk tekanan terkait keanekaragaman, harapan, persyaratan, praktik
yang dirasakan.
Mengelola keragaman, perusahaan juga berinteraksi dengan budaya dan
klien yang berbeda yang dampaknya meningkatnya kreativitas, produktivitas,
sikap baru, keterampilan bahasa baru, pemahaman global, proses baru, dan solusi
baru untuk masalah yang sulit (Wambui dan Jackson, 2013).
DAFTAR PUSTAKA
Aji, A. L. D., & Haryani, T. N. (2017). Diversitas dalam Dunia Kerja: Peluang dan
Tantangan bagi Disabilitas Diversity in Work Realm: Opportunity and Threat to
Disability Abdul. Spirit Publik, 12(2), 83–93. https://doi.org/10.2527/jas2012-5761
Ali, S., Burns, C., & Loren Grant. (2013). The psychological contract. Journal of
Psychological
Issues
in
Organizational
Culture,
3(1),
225–238.
https://doi.org/10.1002/jpoc
Ayega, E. N., & Muathe, S. (2018). Critical Review of Literature on Cultural Diversity in
the Work Place and Organizational Performance : A Research Agenda. 6(1), 9–17.
https://doi.org/10.11648/j.jhrm.20180601.12
Bahar, N. (2017). Moderating Effects of Workforce Diversity on the Relationship Between
Entrepreneurial. V(11), 292–342.
Bedi, P., Lakra, P., & Gupta, E. (2014). Workforce Diversity Management: Biggest
Challenge Or Opportunity For 21st Century Organizations. IOSR Journal of
Business and Management, 16(4), 102–107. https://doi.org/10.9790/487X1643102107
Beverley Hunt. (2007). (2007). Managing equality and cultural diversity in the health
workforce.
Journal
of
Clinical
Nursing,
16(2252–2259.).
https://doi.org/http://dx.doi.org/10.1111/jcn.2007.16.issue-12
Cañas, K., & Sondak, H. (2010). Challenging and improving the teaching of diversity
management. IOSR Journal of Business and Managementnternational Journal of
Diversity in Organizations, Communities and Nations, 10(2), 139–158.
Carrell, M. R., Mann, E. E., & Sigler, T. H. (2006). Defining Workforce Diversity
Programs and Practices in Organizations: A Longitudinal Study. Labor Law
Journal, 1(1), 5–12.
Chanda Ashok. (2006). Driving Diversity Management in India: HR’s Alienation. HRD
News Letter, (9).
Cletus, H. E., Mahmood, N. A., Umar, A., & Ibrahim, A. D. (2018). Prospects and
Challenges of Workplace Diversity in Modern Day Organizations: A Critical
Review. HOLISTICA – Journal of Business and Public Administration, 9(2), 35–52.
https://doi.org/10.2478/hjbpa-2018-0011
Coral, B., & College, S. A. (2015). Impact Of Workforce Diversity On Retail Sector
Employees In Mangalore City : An Emperical Study. International Journal Of
Engineering And Management Sciences, 6(4), 188–196.
du Plessis, P., & Bisschoff, T. (2007). Diversity and Complexity in the Classroom:
Valuing Racial and Cultural Diversity. Educational Research and Reviews, 2(9),
245–254.
Retrieved
from
http://ezproxy.umsl.edu/login?url=http://search.ebscohost.com/login.aspx?direct=tru
e&db=eric&AN=EJ900201&site=ehostlive&scope=site%5Cnhttp://www.academicjournals.org/ERR2/PDF/pdf
2007/Sep/Du Plessis and Bisschoff.pdf
Eshegbe, J. W. (2015). Diversity Elements in the Workplace : A Study on Diversity
Factors at Workplace in Hotels at Klang Valley. International Journal of
Accounting
&
Business
Management,
3(1),
260–283.
https://doi.org/10.24924/ijabm/2015.04/v3.iss1/260.283
F. Luthans. (2002). Organizational Behaviour (10th ed.). Boston: Mc Graw-Hill.
Femi, B., & Prasetya, A. (2017). Penerapan Diversity Management Dalam Rangka
Meraih Competitive Advantage ( Studi pada PT Petrokimia Gresik ). Jurnal
Administrasi Bisnis, 50(5), 37–47.
Garg, P., & Panchal, M. (2016). Managing Workforce Diversity to Improve Business
Performance – A Study on Mncs in Delhi Region. International Journal of
Management, Information, 4(10), 29–34.
Greenberg, E. S., Sikora, P. B., Grunberg, L., & Moore, S. (2009). Work teams and
organizational commitment : exploring the influence of the team experience on
employee attitudes. (April 2014), 1–47.
Harrison, D. A., & Klein, K. J. (2007). What’s The Difference? Diversity Constructs as
Separation, Variety, or Disparity in Organizations. Academy of Management
Review, 32(4), 1199–1228.
Harrison, D. A., Newman, D. A., & Roth, P. L. (2006). How important are job attitudes?
Meta-analytic comparisons of integrative behavioral outcomes and time sequences.
Academy
of
Management
Journal,
49(2),
305–325.
https://doi.org/10.5465/AMJ.2006.20786077
Harrisr, L., & Foster, C. (2010). Aligning talent management with approaches to equality
and diversity: Challenges for UK public sector managers. Equality, Diversity and
Inclusion:
An
International
Journal,
29(5),
422–435.
https://doi.org/10.1108/02610151011052753
Hicks, D. A. (2002). Spiritual and religious diversity in the workplace: Implications for
leadership.
The
Leadership
Quarterly,
13(4),
379–396.
https://doi.org/10.1016/S1048-9843(02)00124-8
Horwitz, S. (2007). The Effects of Team Diversity on Team Outcomes: A Meta- Analytic
Review
of
Team
Demography.
(December
2007).
https://doi.org/10.1177/0149206307308587
Horwitz, S. K., & Horwitz, I. B. (2007). The effects of team diversity on team outcomes:
A meta-analytic review of team demography. Journal of Management, 33(6), 987–
1015. https://doi.org/10.1177/0149206307308587
Hudson, Jr., S. W. (2014). Diversity in the Workforce. Journal of Education and Human
Development, 3(4), 73–82. https://doi.org/10.15640/jehd.v3n4a7
Jayne, M., and Dipboye, R. (2004). Leveraging diversity to improve business
performance: Research findings and recommendations for organizations Human
Resource Management. Emerald Publications., 43, 4.
Lee Cooke, F., & Saini, D. S. (2012). Managing diversity in Chinese and Indian
organizations: A qualitative study. Journal of Chinese Human Resources
Management, 3(1), 16–32. https://doi.org/10.1108/20408001211220548
Liao, H., Chuang, A., & Joshi, A. (2008). Perceived deep-level dissimilarity: Personality
antecedents and impact on overall job attitude, helping, work withdrawal, and
turnover. Organizational Behavior and Human Decision Processes, 106, 106–1.
https://doi.org/10.1016/j. obhdp.2008.01.002
Luis R. Gomez-Mejia, David B. Balkin, & Cardy, R. L. (2012). Managing human
resources Upper Saddle River: NJ. Pearson Prentice Hall. (7th ed.). Upper Saddle
River: NJ. Pearson Prentice Hall.
Madera, J. M. (2013). Best Practices in Diversity Management in Customer Service
Organizations : An Investigation of Top Companies Cited by Diversity Inc . Cornell
Hospitality Quarterly, 54, 124– 135. https://doi.org/10.1177/1938965513475526
Mathis, R.L., & John, H. J. (2000). Human Resource Management (10th ed.). College
Publishing.
Mathis, Robert L., & Jackson, J. H. (2009). Human Resource Management. Jakarta:
Penerbit Salemba Empat.
Noermijati. (2009). Pentingnya Memanage Keragaman.pdf. Jurnal Aplikasi Manajemen
Universitas Brawijaya, 7(3).
Ohunakin, F., Adeniji, A., & Ogunnaike, O. O. (2019). The Effects of Diversity
Management and Inclusion on Organisational Outcomes : a Case Of Multinational
Corporation. Business: Theory And Practice, 93–102.
Olkin, R. (2002). Could you hold the door for me? Including disability in diversity.
Cultural Diversity and Ethnic Minority Psychology, 8(2), 130–137.
https://doi.org/10.1037/1099-9809.8.2.130
Patrick, H. A., & Kumar, V. R. (2012). Managing workplace diversity: Issues and
challenges. SAGE Open, 2(2), 1–15. https://doi.org/10.1177/2158244012444615
Pitts, D. (2005). Diversity Management, Job Satisfaction, and Performance: Evidence
from U.S. Federal Agencies. Public Administration Review.
Rainey, H. G. (2016). Managing Diversity in U.S. Federal Agencies: Effects of Diversity
and Diversity Management on Employee Perceptions of... (December 2009).
https://doi.org/10.1111/j.1540-6210.2009.02115.x
Robbins, S. P., & Judge Timothy A. (2015). Organizational Behavior (16th ed.; P. P.
Lestari, ed.). Jakarta Selatan: Penerbit Salemba Empat.
Rose Ragins, B., Singh, R., & Cornwell, J. M. (2007). Making the Invisible Visible: Fear
and Disclosure of Sexual Orientation at Work. Journal of Applied Psychology,
92(4), 1103–1118. https://doi.org/10.1037/0021-9010.92.4.1103
Saxena, A. (2014). Workforce Diversity: A Key to Improve Productivity. Procedia
Economics and Finance, 11(14), 76–85. https://doi.org/10.1016/S22125671(14)00178-6
Sharma, A. (2016). Managing diversity and equality in the workplace. Cogent Business
and Management, 3(1), 1–14. https://doi.org/10.1080/23311975.2016.1212682
Solomon Ogbonna Abugu and Eno Ebele Jerry. (2018). Workforce Diversity
Management In Nigeria Public Service: Problems And Prospects. Global Journal of
Human Resource Management, 6(1), 35–50.
Thomas, R. R. (2012). Organizational Diversity : A Missed Opportunity. Employement
Relations, 38(4), 1–8. https://doi.org/https://doi.org/10.1002/ert.20359
Van Der Vegt, G. S., Bunderson, J. S., & Oosterhof, A. (2006). Expertness diversity and
interpersonal helping in teams: Why those who need the most help end up getting
the
least.
Academy
of
Management
Journal,
49(5),
877-893.
https://doi.org/10.5465/AMJ.2006.22798169
Vashanti, P. S. (2012). Diversity Management Time for a new approach in an
organization. IOSR Journal of Business and Management (IOSRJBM), 3(3), 44–50.
Wambui, T. W., & Jackson, S. M. (2013). Managing Workplace Diversity : A Kenyan
Pespective. International Journal of Business and Social Science, 4(16), 199–218.
Wambui, T. W., Wangombe, J. G., Muthura, M. W., Kamau, A. W., & Jackson, S. M.
(2013). Managing Workplace Diversity : A Kenyan Pespective. International
Journal of Business and Social Science, 4(16), 199–218.
Willson Bangun. (2012). Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: Erlangga.
Download