Uploaded by Ihwan Septian

Bab 8 - Measurements Scales

advertisement
A. Memilih Skala Pengukuran
Skala merupakan bilangan/simbol-simbol terhadap sifat obyek dalam rangka memberikan
karakteristik bilangan bagi sifat-sifat yang diamati. Pemilihan skala pengukuran ditentukan
dengan mempertimbangkan beberapa hal berikut ini :
1. Tujuan Riset, umumnya tujuan pengambilan skala adalah untuk mengukur karakteristik
partisipan yang berpastisipasi dalam kajian dan untuk menggunakan partisipan sebagai juri
atas objek-objek/indikasi yang diberikan kepada mereka.
2. Jenis Tanggapan, skala pengukuran dibagi menjadi empat jenis umum, yaitu
rating/penilaian (digunakan ketika partisipan memberikan skor untuk sebuah obyek tanpa
melakukan perbandingan langsung dengan obyek lainnya), ranking/pemeringkatan
(digunakan ketika partisipan diharuskan memilih satu alternatif diantara alternatif yang
ada), kategorisasi (digunakan ketika meminta partisipan untuk mengidentifikasi sifat-sifat
mereka ke dalam kategori yang ada), dan sorting/penyortiran (digunakan untuk meminta
partisipan memilah kartu ke dalam tumpukan)
3. Sifat-sifat Data, pemilihan skala pengukuran ditentukan oleh sifat data yang dibentuk oleh
skala. Asumsi yang mendasari skala akan menentukan bagaimana sebuah data dianalisis.
4. Banyaknya Dimensi, skala pengukuran ada yang berdimensi tunggal (satu dimensi dicari
untuk mengukur sebuah atribut dari obyek) dan skala multi dimensi (sebuah obyek
digambarkan dengan menggunakan beberapa dimensi)
5. Seimbang atau Tak Seimbang, skala rating seimbang mempunyai jumlah kategori yang
sama di atas dan di bawah titik tengah. Sedangkan skala rating tak seimbang mempunyai
jumlah tanggapan menyenangkan dan tidak menyenangkan yang tidak sama bayak
6. Pilihan Terpaksa atau Pilihan Bebas, skala rating pilihan bebas memunkinkan partisipan
untuk tidak berpendapat apabila mereka tidak mampu membuat sebuah pilihan di antara
alternatif yang ditawarkan. Untuk skala rating pilihan terpaksa mengharuskan partisipan
memilih satu dari alternatif-alternatif yang ditawarkan
7. Jumlah Titik Skala, agar dapat digunakan dengan baik, bayaknya titik skala harus
disesuaikan dengan stimulus yang ada dan skala tersebut hendaknya mampu menyaring
informasi yang proporsional dengan kompleksitas obyek
8. Eror Penilai, penilaian skala yang baik dapat dilakukan jika terhindar dari eror
kecenderungan terpusat dan efek halo
B. Skala Rating
Skala rating digunakan untuk menilai sifat obyek tanpa mengacu pada obyek yang sama.
Terdapat beberapa jenis skala rating, antara lain :
1. Skala Kategori Sederhana, menyajikan dua pilihan yang salah satunya harus dipilih.
Keunggulan dari skala ini adalah mudah dikembangkan, murah, dan dapat dirancang
dengan sangat spesifik. Adapun kelemahan dari skala ini adalah pendekatan desainnya
bersifat subyektif
2. Skala Likert, merupakan variasi skala rating akhir yang berisi pernyataan yang menyatakan
sikap menyenangkan maupun tidak menyenangkan atas obyek penelitian. Skala ini
menghasilkan data interval dan lebih handal serta memberikan volumu data yang besar
3. Skala Diferensial Semantik, digunakan untuk mengukur makna psikologis dari merek atau
citra lembaga dengan menggunakan kata sifat bipolar. Skala ini adalah skala yang efisien
dan mudah untuk memperoleh sikap dari sebuah sampel yang besar.
4. Skala Daftar Rating Numerik/Ganda, skala numerik mempunyai interval yang sama yang
memisahkan titik-titik skala numeriknya. Untuk skala daftar rating ganda memiliki
kesamaan dengan skala numerik, tetapi terdapat beberapa perbedaan seperti penerimaan
terhadap tanggapan melingkar dan tata letak skala ini memberikan visualisasi hasilhasilnya
5. Skala Stapel, skala ini dugunakan sebagai alternatif untuk skala difrensial semantik yang
kesulitan dalam menemukan kata sifat bipolar yang sesuai dengan pertanyaan
investigatifnya
6. Skala Jumlah – Konstan, skala ini digunakan untuk menemukan proporsi tanggapan.
Keunggulan skala ini adalah kompatibilitasnya dengan persen dan alternatif yang dirasakan
sama dapat memperoleh skor yang sama
7. Skala Rating Grafik, digunakan untuk membantu periset dalam melihat perbedaan dengan
lebih baik. Seringkali digunakan untuk anak-anak yang memiliki keterbatasan
perbendaharaan kata.
C. Skala Ranking
Dalam skala ini, partisipan membandingkan dua/lebih obyek secara langsung dan membuat
pilihan diantaranya. Skala ini dibagi menjadi tiga, yaitu :
1. Skala Perbandingan Pasangan, penggunaan skala ini membuat partisipan menyatakan sikap
yang tidak mendua, karena diharuskan memilih satu diantara dua obyek
2. Skala ranking terpaksa, merupakan daftar atribut yang diurutkan relatif terhadap yang lain.
Metode ini lebih cepat dan lebih mudah serta memberi motivasi kepada partisipan
3. Skala Komparatif, digunakan apabila partisipan mengetahui standar yang digunakan untuk
membandingkan obyek penelitian.
D. Penyortiran
Q-sort merupakan sebuah bentuk pengambilan skala yang memerlukan penyortiran
serangkaian kartu menjadi tumpukan yang mewakili titik-titik di sepanjang garis tidak
terputus. Tujuan dari penyortiran adalah untuk mendapatkan gambaran konseptual atas obyek
sikap yang disortir serta membandingkan hubungannya di antara orang-orang
E. Skala Kumulatif
Skala kumulatif dipelopori oleh analisis skalogram. Analisis skalogram merupakan sebuah
prosedur untuk menentukan apakah sekumpulan item telah membentuk skala dimensi tunggal.
Saat ini, penggunaan skalogram sudah semakin jarang.
Download