Uploaded by alifiak227

laporan kemajuan PKMKC-2

advertisement
LAPORAN KEMAJUAN PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA
JUDUL PROGRAM
ASVIRO (Amphibious Search Victims Robot)
Robot Amfibi Pencari Korban Bencana Tsunami
BIDANG KEGIATAN
PKM KARSA CIPTA
Diusulkan oleh :
Ardy Wiranata Kusuma
Alifia Khansa
Edy Nor Arifin
3110141003
3210171017
3110142001
2014
2017
2014
POLITEKNIK ELEKTRONIKA NEGERI SURABAYA
SURABAYA
2017
i
PENGESAHAN PKM-KARSA CIPTA
1. Judul Kegiatan
2. Bidang Kegiatan
3. Ketua Pelaksana Kegiatan
a. Nama Lengkap
b. NRP
c. Jurusan
d. Universitas/Institut/Politeknik
e. Alamat Rumah dan No Tel./HP
4.
5.
6.
7.
: ASVIRO(Amphibious Search Victims
Robot), Robot Amfibi Pencari Korban
Bencana Tsunami.
: PKM-KC
:
:
:
:
:
Ardy Wiranata Kusuma
3110141003
Teknik Mekatronika
Politeknik Elektronika Negeri Surabaya
Perum Bumi Bulu Indah Blok L-11,
Kraksaan, Probolinggo
f. Alamat email
: [email protected]
Anggota Pelaksana kegiatan/Penulis : 2 orang
Dosen Pendamping
a. Nama Lengkap dan Gelar
: Son Kuswadi. Dr.Eng
b. NIDN
: 0015016213
c. Alamat Rumah dan No Tel./HP : Jl. Karang Menjangan 1/44 Surabaya
081243531083
Biaya Kegiatan Total
a. Dikti
: Rp. 12.494.000,00
b. Sumber Lain (sebutkan...)
: Rp. 0,00
Jangka Waktu Pelaksanaan
: 5 bulan
Surabaya, 06 November 2017
Menyetujui,
Kepala Departemen
Teknik Mekanika dan Energi PENS
Ketua Pelaksana Kegiatan
(Didik Setyo Purnomo, S.T., M.Eng)
NIP. 19700219 199512 1 001
(Ardy Wiranata Kusuma)
NRP. 3110141003
Wakil Direktur
Bidang Kemahasiswaan PENS
Dosen Pendamping
(Ir. Anang Budikarso, M.T.)
NIP. 19630508 1988 03 1 003
(Son Kuswadi, Dr.Eng)
NIDN. 0015016213
DAFTAR ISI
HALAMAN SAMPUL ...................................................................................... i
HALAMAN PENGESAHAN ............................................................................. ii
RINGKASAN ..................................................................................................... iii
DAFTAR ISI ....................................................................................................... iv
BAB 1. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah ....................................................................
1.2 Perumusan Masalah ..........................................................................
1.3 Tujuan Program .................................................................................
1.4 Manfaat Program ...............................................................................
1
3
4
4
BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Rescue Robotic .................................................................................. 5
2.2 Amphibious Robotics......................................................................... 5
2.3 Autonomous Robotics and Tele-operated ......................................... 6
BAB 3. TARGET LUARAN …………………………………………………. 7
BAB 4. METODE PELAKSANAAN
3.1 Studi Literatur ...................................................................................
3.2 Perancangan Sistem ..........................................................................
3.3 Pembuatan Mekanik ..........................................................................
3.4 Pembuatan Hardware ........................................................................
3.5 Integrasi Mekanik dan Hardware ......................................................
3.6 Pengujian Alat dan Analisa Alat .......................................................
3.7 Pembuatan Laporan ...........................................................................
8
8
8
8
9
9
9
BAB 5. HASIL YANG DICAPAI ……………………………………………. 9
BAB 6. POTENSI HASIL ……………………………………………………. 10
BAB 7. RENCANA TAHAPAN BERIKUTNYA …………………………… 10
LAMPIRAN …………………………………………………………………... 10
iii
1
BAB 1. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana BNPB (www.bbc.com .
2014), sebagai wilayah yang terletak di jalur subduksi pertemuan 3 lempeng utama dunia,
Indonesia rentan terhadap terjadinya bencana gempa bumi dan tsunami. Kerentanan itu nyata
di hampir seluruh wilayah di Indonesia.
Gambar 1.1 Tingkat Ancaman Tsunami di Indonesia
Sumber: http://www.bbc.com
(diakses pada tanggal 7 oktober 2017 jam 14.50 WIB)
Seperti yang terjadi pada bencana Tsunami Aceh yang memakan korban hingga 130.000
jiwa lebih dan hampir meratakan Provinsi Aceh. Dapat dilihat pada Gambar 1.2 bagaimana
keadaan lingkungan pasca bencana Tsunami.
Gambar1.2 BencanaTsunami Aceh
Sumber: http://images.detik.com/content/2011/03/14/157/jepangaceh3.jpg
(di akses pada tanggal 9 Oktober 2017 jam 01.16 WIB)
Dari Gambar 1.1 dapat kita cermati bahwa hampir disemua wilayah Indonesia berpotensi
mengalami bencana Tsunami baik sedang maupun tinggi. Hal inilah yang harus selalu kita
maupun pemerintah waspadai, dengan adanya data ini pula Indonesia harus segera berbenah
dengan cara memperbaiki infrastruktur baik untuk penanggulangan pra ataupun pasca bencana
Tsunami. Salah satu yang menjadi sorotan adalah penanggulangan pasca bencana yang kurang
baik dan memakan waktu cukup lama.
Berdasarkan data dari Inernational Recovery Platform IRP, jumlah total korban
meninggal mencapai 188 ribu jiwa. Sementara jumlah korban hilang tidak terdefinisi. Ini
membuktikan bahwa bencana Tsunami ini merupakan bencana yang tidak main-main
melainkan bencana yang setiap terjadi memakan banyak korban jiwa, dimana setiap terjadi
bencana Tsunami disetiap negara maka bencana Tsunami tersebut dinyatakan sebagai bencana
2
nasional di negara tersebut. Beberrapa negara yang pernah terdampak bencana Tsunami dapat
terlihat pada Gambar 1.3 berikut dan Indonesia menempati posisi pertama jumlah korban
meninggal.
NEGARA
JUMLAH KORBAN MENINGGAL
Indonesia
127.720 orang
India
16.389 orang
Maldives
102 orang
Sri Lanka
35.399 orang
Thailand
8.345 orang
Myanmar
71 orang
Somalia
298 orang
Total
188.324 orang
Gambar 1.3 Jumlah Korban Terdampak Tsunami
Sumber:http://www.recoveryplatform.org/countries_and_disasters/disaster/15/indian_ocean_tsunami_20
04
(Diakses pada tanggal 7 oktober 2017 pukul 15.00 WIB)
Menurut Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), sekitar 5 juta penduduk
Indonesia tinggal di wilayah yang rawan tsunami. Bisa dibayangkan berapa kerugian yang
harus ditanggung oleh masyarakat atupun pemerintah akibat adanya bencana Tsunami ini dan
juga akibat lambatnya penanggulangan bencana pasca Tsunami. Yang paling menjadi sorotan
adalah lambatnya pencarian korban bencana oleh tim SAR.
Berbagai upaya dilakukan oleh Tim SAR dalam melakukan pencarian korban Tsunami.
Namun, upaya tersebut ada kalanya tidak membuahkan hasil. Seringkali Tim SAR menemui
beberapa situasi yang menghambat kerja Tim SAR itu sendiri. Diantaranya adalah faktor
ketidaksiapan mental yang menimbulkan trauma, faktor kepentingan pribadi yang membuat
Tim SAR kurang fokus, faktor kesehatan, minimnya peralatan yang mendukung operasi
penyelamatan korban, dan minimnya personil Tim SAR. Selain itu faktor lingkungan yang
berbahaya dan sulit dijangkau juga menjadi penyebab lambatnya penemuan korban Tsunami.
Setelah bencana alam terjadi, sangat penting untuk melakukan pencarian dan
penyelamatan (Search and Rescue). Hasil dari pengamatan Kobe Fire Department, proses
Search and Recue (SAR) yang cepat sangat penting karena survival rate korban selamat terus
menurun seiring waktu. Menurut Tokyo Fire Department, proses search (pencarian) ialah yang
paling sulit dilakukan. Banyak penolong pertama menyatakan bahwa mereka dapat
menyelamatkan korban jika posisinya telah diketahui. Seringkali, search berada di luar
kemampuan manusia, sehingga dibutuhkan sistem pembantu untuk melakukan operasi
ini.(Tadokoro, S. (Ed.), 2009).
Sistem yang bisa diterapkan adalah dengan menggunakan alat bantu pencari berupa robot
atau Unmanned Vehicle (UV). Ada banyak kemajuan dalam teknologi Unmanned Vehicle
(UV), salah satunya yaitu Unmanned Surface Vehicle (USV). Pada penelitian di Unarnned
3
Surface Vehicles (USV) sebagai dukungan dan platform pengiriman otomatis / tak berawak.
Kendaraan Bawah Laut (AUV / UUV) atau Remotely Operated Vehicle (ROV). Keuntungan
termasuk memperluas daerah pencarian dan jangkauan operasi, memperbaiki kesadaran akan
posisi bawah air dan misi, di samping meminimalkan biaya dan risiko yang terkait. (Pearson,
D., dkk. 2014)
Dengan adanya masalah tersebut, kami menggagas usulan untuk program kreativitas
mahasiswa pada bidang Karsa Cipta yakni membuat sebuah alat yang dinamakan ASVIRO
(Amphibious Search Victims Robot) yang terdiri dari 2 lambung kapal yang berfungsi sebagai
hull kapal dan juga di sertai dengan 2 buah motor DC sebagai penggerak dayung kapal yang
sekaligus dapat berguna menjadi roda saat robot berjalan di daratan, robot ini juga
diintegrasikan dengan beberapa sensor seperti ultrasonik, GPS, kompas, dan IMU sensor
sebagai sistem navigasi dari robot agar dapat bergerak automatis atupun manual. Diharapkan
dengan adanya alat ini dapat membantu proses pencarian dan penyelamatan agar lebih efisien.
Sehingga waktu yang dihabiskan relatif singkat dan diharapkan dapat mengurangi biaya dan
resiko kecelakaan saat melakukan pencarian dan penyelamatan korban.
1.2 Perumusan Masalah
Dari perumusan masalah tersebut maka dapat dirumuskan masalah yakni:
1. Bagaimana merancang dan merealisasikan mekanisme robot yang mampu melakukan
mobilitas pada daerah pasca bencana Tsunami ?
2. Bagaimana merancang dan merealisasikan mekanisme robot yang mampu melakukan
pencarian korban di daerah pasca bencana Tsunami ?
3. Bagaimana merancang kendali robot yang mampu menjelajahi daerah bencana
Tsunami ?
1.3 Tujuan Program
Tujuan kami dalam pembuatan produk ini adalah sebagai berikut:
1. Memberikan sebuah solusi inovatif tanggap bencana dalm proses pencarian dan
penyelamatan korban pada daerah bencana Tsunami.
2. Membantu tim SAR dalm proses pencarian dan penyelamatan korban bencana.
3. Sebagai kontribusi dalam meningkatkan kualitas BNPB (Badan Nasional
Penanggulangan Bencana) dalam melakukan pencarian korban pasca bencana gempa
bumi sebagai solusi untuk memperkecil angka kematian dan banyaknya korban pasca
bencana gempa bumi.
1.4 Manfaat Program
Manfaat dari program kreatifitas mahasiswa karsa cipta ini adalah:
1. Memudahkan tim SAR dalam melakukan proses pencarian dan penyelamatan korban
Tsunami.
2. Mengurangi resiko kecelakaan yang diterima tim SAR dalam proses pencarian dan
penyelamatan korban.
3. Ikut serta dalam pengembangan teknologi robotika pada bidang tanggap bencana.
4
BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Rescue Robotics
Robot rescue adalah robot dibuat untuk merasakan dan bertindak dalam
lingkungan, di istilah kecerdasan buatan, jenis robot sering disebut agen fisik.
Mobile robot yang berbeda dari robot pabrik dan manipulator industri yang
melakukan tugas yang berulang. Robot bergerak dalam medan sering tak
terduga/tak tentu, robot ini harus menjadi lebih sadar lingkungan, bukan hanya
untuk navigasi tetapi juga untuk memastikan bahwa mereka tidak menyebabkan
runtuh sekunder, mencabut puing-puing, atau mengganggu bukti forensik. (Robin
R. Murphy, 2014).
Pengurangan dari kerusakan manusia dan kecepatan pemulihan adalah sangat
penting untuk memperpendek periode berhentinya bisnis, mengurangi resiko dari
hilangnya konsumen, memimalisir kerugian ekonomi dan daya saing pemeliharaan
industri. Robotika diharapkan untuk perkembangan efek yang signifikan pada
berbagai jenis industri meliputi otomotif, peralatan rumah tangga, dan
pembangunan. Teknologi dari rescue robot mempunyai pengaruh utama pada
teknologi tingkat tinggi untuk penginderaan, mobilitas dan di daerah terbuka.
Rescue robotics dibutuhkan untuk tujuan untuk area yang tidak dapat
dilalui/dimasuki oleh manusia karena resiko yang tinggi dan untuk kondisi dimana
robot mampu meningkatkan ketelitian dan/atau mengurangi biaya. Contoh dari
pengumpulan informasi adalah pencarian korban, penaksiran dari situasi dan
kerusakan
bencana
dan
pemeriksaan
untuk
mencegah
kerusakan
dari
infrastruktur(Satoshi Tadokoro et al, 2013).
Pada gempa bumi yang terjadi di Jepang beberapa waktu lalu untuk pertamakalinya
banyak penggunaan robot untuk melakukan penanggulangan dan pemulihan bencana, yang
diharapkan bahwa robot akan menjadi solusi yang tepat untuk penanggulangan bencana dalam
waktu dekat (S Tadokoro, 2015).
Robot – robot ini dibuat dengan tujuan untuk membantu melakukan pencarian dan
penyelamtan korban yang dirasa cukup berbahaya apabila dilakukan oleh manusia, selain itu
juga dapat mengurangi resiko penyebab kerusakan lebih lanjut selama operasi penyelamtan
dan melindungi keselamatan tim penyelamat dalam melakukan pekerjaanya (Simpkins, A. M.,
& Simpkins, C. A., 2014).
2.2 Amphibious Robotics
Sebagian besar robot penyelamatan yang baru-baru ini dikembangkan hanya dapat
ditempatkan di daerah yang terkena serangan terbatas setelah tsunami dan banjir, karena
mobilitas robot terbatas pada medan amfibi yang kompleks. Untuk mengakses lingkungan
amphibi tersebut dengan baik, Sun Y, dkk (Sun, Y., & Ma, S. 2013) mencetuskan mekanisme
dayung eksentrik yang baru (ePaddle) yang memiliki satu set dayung yang ditempatkan secara
eksentrik pada roda untuk melakukan beberapa pengukuran terestrial, perairan, dan amfibi.
5
Gambar 2.1 Robot berbasis ePaddle
Pada penelitian amphibi ini Yayi Shen, dkk (Shen, Y., Pu, H., dkk, 2014)
mengembangkan lebih lanjut ePaddle menjadi “ePaddle-EGM” yang memiliki keunggulan
lebih pada kontsruksi wheel-Legnya seperti Gambar 2.2 berikut :
Gambar 2.2 Mekanisme Robot ePaddle-EGM : (a) 3D Model, (b) Transmission
Mechanism & (c) Prototype
2.3 Autonomous Robotics and Tele-operated
Sistem penyelamatan robot dapat diklasifikasikan dalam dua jenis yaitu tele-operated
(telemetri) sistem dan autonomous sistem. Sistem tele-operated adalah sistem yang dapat
dioperasikan oleh operator dari tempat yang jauh dan aman. Banyak perkembangan penelitian
yang sedang dilakukan untuk meningkatkan antarmuka tele-operated untuk mengurangi beban
pada operator. Dalam penelitian “Treaded Control System for Rescue Robots in Indoor
Environment” mode tele-operated, yaitu cara operator mengoperasikan robot dari lokasi yang
jauh dengan joystick, berdasarkan gambar dari kamera sudut lebar dipasang di atas robot
(Hayato Mano 2008). Dalam kasus mengidentifikasi korban di sekitar robot, kondisi korban
diamati menggunakan kamera WEB dipasang di depan robot. GUI (Graphical User Interface),
untuk memvisualisasikan artefak dinding di sekitar robot, berdasarkan jarak laser finder data,
juga dapat digunakan untuk operasi robot (Hayato Mano 2008).
Gambar 2.3 menunjukkan diagram sistem tele operated keseluruhan. Dalam teknologi
tele-operade ini yang digunakan dalam sistem piranti cerdas yang akan dibuat pada program
ini adalah sistem telemetri dan user interface. Di sisi lain, sistem autonomous dapat membuat
peta lingkungan, tanpa campur tangan oleh manusia /operator. Sistem autonomous ini juga
mampu untuk menemukan atau melakukan proses pencarian korban pasca bencana Tsunami
secara mandiri dan menginformasikan operator tentang lokasi dan kondisi korban. Oleh karena
itu, sistem tele-operated dan autonomous sangat perlu digunakan dalam program yang dibuat
ini yaitu Piranti Cerdas untuk Monitorring dan Colecting Data Pencarian Korban Pasca
Bencana Tsunami.
Gambar 2.3 Diagram sistem tele-operated keseluruhan.
6
BAB 3. TARGET LUARAN
Target luaran yang kami harapkan dari kegiatan PKM ini adalah sebagai berikut :
1. Menghasilkan sebuah prototype berupa robot yang dapat melakukan mobilisasi pada derah
bencana Tsunami, yang dapat memberikan informasi dari lingkungan bencana serta
memvisualisasikan keadaan atau gambar korban dari tempat bencana, untuk ditampilkan di
ground station secara akurat.
2. Membuat paten untuk prototype ASVIRO agar prototype ASVIRO memiliki kekuatan
hukum yang lebih dan memudahkan untuk dikembangkan lebih lanjut.
3. Dapat dipublikasikan berupa artikel yang digunakan oleh tim SAR (Search and Rescue)
dalam meneliti maupun meningkatkan proses pencarian korban pasca bencana Tsunami.
BAB 4. METODE PELAKSANAAN
3.1 Studi Literatur
Studi literatur ini adalah proses untuk mempelajari teori penunjang
mendukung dalam pengerjaan Search Robot, seperti pemilihan komponen dll.
yang
3.2 Perancangan Sistem ASVIRO
Perancangan keseluruhan sistem dari robot, meliputi mekanik, elektronik dan
software. Blok diagram keseluruhan sistem terlampir pada lampiran.
3.3 Pembuatan Mekanik
Pembuatan mekanik merupakan perealisasian dari design dan konsep mekaik yang telah
dipersiapkan saat pembuatan proposal dan perancangan sistem.
3.4 Pembuatan Hardware
Pembuatan sistem benam merupakan proses pembuatan kontrol wahana yang
tujuannya untuk mengendalikan search robot agar dapat melakukan search dengan sesuai.
3.5 Integrasi Mekanik dan Hardware
Tahapan ini adalah penggabungan sistem benam dengan mekanik. Sistem
benam ini terdiri dari rangkaian elektronika yang akan digabungkan dengan
mekanik yang sudah dibuat.
3.6 Pengujian dan Pengambilan Data
Pengujian alat bertujuan untuk memastikan apakah alat dapat berjalan sesuai
sistem yang diinginkan secara optimal. Pengujian alat ini terdiri dari pengujian
fungsional dan ketahanan secara keseluruhan.
3.7 Pembuatan Laporan Akhir
Tahapan terakhir yaitu pembuatan laporan dari suatu program kegiatan.
Pembuatan laporan adalah tahapan mengumpulkan data dan melakukan analisa dari
suatu program kegiatan yang bertujuan untuk memperbaiki program kegiatan
kedepannya.
7
BAB 5. HASIL YANG DICAPAI
Berikut ini merupakan deskripsi hasil yang dicapai dari realisasi rancangan program PKM
KC ASVIRO (Amphibious Search Victims Robot) Robot Amfibi Pencari Korban Bencana
Tsunami mulai dari pengumuman lolos pendanaa sampai dengan tanggal 28 April 2018.
Dokumentasi kegiatan pelaksanaan dapat dilihat pada lampiran.
5.1 Desain dan Realisasi Hardware
Desain skematik meliputi studi literatur yang dilakukan untuk menentukan komponen dan
pemrosesan yang tepat sehingga dihasilkan alat yang sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai.
Desain skematik hardware dari ASVIRO dapat dilihat pada gambar 4.1 dan 4.3, untuk hasil
board dari hardware dapat dilihat pada gambar 4.2 dan 4.4 dan realisasi PCB dapat dilihat pada
gambar 4.5. Desain PCB dari hardware SAVIRO ini terbagi menjadi 2 board PCB, yaitu :
mainboard controller dan juga power management system. Dimana mainboard controller ini
berisikan 2 buah microcontroller, pin out aktuator, pin out sensor, dan konektor power yang
menghubungkan mainboard controller dengan power management system. Sedangkan untuk
rangkaian power management system terdiri dari 5 buah regulator step down yang berfungsi
untuk mengatur kesesuaian tegangan yang dibutuhkan baik microconntroller, sensor atupun
aktuator. Berikut adalah desain PCB yang dicetak di PUT PENS dengan spesifikasi double
layer dan through hole.
Gambar 5.1. Desain Skematik Mainboard Controller dan Power Management System
Gambar 5.2. Desain Board Mainboard Controller dan Power Management System
Gambar 5.5. Gambar realisasi PCB
8
5.2. Design dan Realisasi Mekanik dan Instalasi Hardware
Desain mekanik meliputi studi literatur mengenai desain mekanik robot amphibi dimana
desain ini sangat penting dikarenakan desain dari ASVIRO harus memiliki kemampuan
melewati jalan terjal beserta dapat mengapung dan berjalan di permukaan air. Berikut adalah
desain dan realisasi dari desain ASVIRO beserta instalasi Hardware ASVIRO:
Gambar 5.6. Gambar Desain Mekanik ASVIRO
Gambar 5.7. Gambar Realisasi Mekanik ASVIRO
Selain dari segi mekanik, tim juga telah melakukan instalasi Hardware ASVIRO yang telah
diintegrasikan dengan sistem mekanik sebagai berikut :
Gambar 5.8. Gambar instalasi Hardware ASVIRO
BAB 6. POTENSI HASIL
Potensi hasil yang dapat tercipta dari program ini adalah sebagai berikut :
1. Artikel ilmiah, produk ini nantinya diharapkan dapat di publish dalam bentuk jurnal baik
nasional maupun internasional. Saat laporan ini ditulis alat telah dipublikasikan dalam
Gelar Karya Mahasiswa pada acara EFD di PENS, serta jurnal Publikasi Ilmiah Online
Mahasiswa PENS.
2. Paten ASVIRO, untuk melindungi hak cipta alat akan dibuat paten. Untuk itu alat perlu
dikembangkan dan disempurnakan dari prototype.
3. Terciptanya prototype robot ASVIRO, jika alat sudah disempurnakan dan diuji
keandalan sesuai spesifikasi yang diinginkan, maka alat ini diharapkan dapat membantu
9
tim SAR dalam proses pencarian dan korban dengan cepat sehingga mampu mempercepat
pencarian korban bencana Tsunami.
BAB 7. RENCANA TAHAP BERIKUTNYA
Pada bab ini akan dijelaskan tahapan yang sudah dilakukan. Untuk penjelasan
kemajuan secara rinci terlampir, dan diindekskan pada tabel. Pada tabel 7.1 dipaparkan rencana
kedepannya untuk menyempurnakan alat.
Tabel 7. 1 Rencana Tahap Selanjutnya
No
1
2
3
Rencana Kegiatan
Menyelesaikan laporan
akhir PKM
Terciptanya prototype
robot ASVIRO
Pengujian dan evaluasi
alat pada subjek
Luaran Kegiatan
Waktu
Pelaksanaan
Laporan Akhir PKM
Juli 2018
Terciptanya prototype
robot ASVIRO
Menguji tingkat keandalan
dari alat agar sesuai dengan
spesifikasi yang diinginkan
Juni 2018
Juli 2018
10
LAMPIRAN
Lampiran I. Penggunaan Dana
Adapun pengeluaran biaya dari program ini adalah sebagai berikut :
No
Nama Kegiatan
Banyaknya Harga Satuan
Biaya
Pengeluaran Administratif
1
Membeli Bolpoin
3 buah
3.000,00
9.000,00
2
Membeli Gunting
2 buah
4.000,00
8.000,00
3
Membeli Lem Kertas
1 buah
3.500,00
3.500,00
4
Print Hardfile Logbook
500,00
10.000,00
20 lembar
Pengeluaran Pembelian Bahan dan Komponen
5
Cetak PCB Mainboard v1
1 pcs
153.000,00
153.000,00
6
Cetak PCB Mainboard v2
1 pcs
124.000,00
124.000,00
7
Cetak PCB Mainboard v3
1 pcs
138.000,00
138.000,00
8
Cetak PCB Power Management System
1 pcs
30.000,00
30.000,00
9
Motor DC Faulhaber
4 pcs
325.000,00
1.300.000,00
10
Header 2x40 pin
3 pcs
4.000,00
12.000,00
11
Konektor Molek 2P
2 pcs
2.000,00
4.000,00
12
Push ON Medium
3 pcs
5.000,00
15.000,00
13
SRF04 HY
5 pcs
21.300,00
106.500,00
14
Buck Converter LM2596
5 pcs
23.000,00
115.000,00
15
Encoder Infrared Module
4 pcs
30.000,00
120.000,00
16
GY 273
1 pcs
45.000,00
45.000,00
17
Micro SD card Module
1 pcs
30.000,00
30.000,00
18
Lem G
1 pcs
7.000,00
7.000,00
19
Con Molek 2p,3p,4p
1 paket
96.000,00
96.000,00
20
Kabel GP
5 meter
4.000,00
20.000,00
21
Soket printer
2 pcs
2.500,00
5.000,00
22
Jack printer
2 pcs
3.000,00
6.000,00
23
End Mill flute HSS 2.0mm
1 pcs
142.800,00
142.800,00
24
as Nylon
6.2 kg
75.000,00
465.000,00
25
Nylon lembar
3.5 kg
230.000,00
11
26
Arduino Mega
2 pcs
250.000,00
500.000,00
27
Sensor tegangan
2 pcs
15.000,00
30.000,00
28
GPS Adafruit v3
1 pcs
560.000,00
560.000,00
29
Hollybro Telemetri
1 paket
450.000,00
450.000,00
30
RC Shock braker
2 paket
120.000,00
240.000,00
31
MPU 6050
1 pcs
60.000,00
60.000,00
32
Transmitter and Reciever analog cam
1 paket
520.000,00
520.000,00
33
Mini cam analog 700TVL
1 pcs
212.000,00
212.000,00
34
Pipa paralon 3 dim
1 meter
35.000,00
35.000,00
35
Tutup pipa paralon
12 pcs
5.000,00
60.000,00
36
Lem Sealant
2 pcs
25.000,00
50.000,00
37
Cutting akrilik 3mm (body ASVIRO)
1 kali
38
Baterai Lipo 3500mAh 3s 11.1v
2 pcs
460.000,00
920.000,00
39
Driver Motor L298N
2 pcs
35.000,00
70.000,00
TOTAL
80.000,00
6.972.800,00
Download