Uploaded by wardhamaulidya98

Lilis Suryandari Proposal LPPM Biologi-FMIPA

advertisement
KESEHATAN, PENYAKIT TROPIS,
GIZI, DAN OBAT-OBATAN
USULAN
PENELITIAN MAHASISWA
POTENSI FILTRAT DAUN LAMTORO (Leucanea leucocephala)
SEBAGAI NEMATISIDA ALAMI UNTUK PENGENDALIAN
NEMATODA PARASIT BAWANG PUTIH
TIM PENGUSUL
Lilis Suryandari
15030244034
Jelita Zahra Aprillia
16030244025
Elly Yana Mastura
16030204028
LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA
2018
HALAMAN PENGESAHAN
PROPOSAL PENELITIAN MAHASISWA
1. Judul Penelitian
2. Bidang Ilmu
: Potensi Filtrat Daun Lamtoro (Leucanea leucocephala)
Sebagai Nematisida Alami Untuk Pengendalian Nematoda
Parasit Bawang Putih
: Kesehatan, Penyakit Tropis, Gizi, Dan Obat-Obatan.
3. Ketua Peneliti
:
a. Nama Lengkap
: Lilis Suryandari
b. NIM
: 15030244034
c. Fakultas/Jurusan
: MIPA/Biologi
d. Pusat Penelitian
: Laboratorium Fisiologi
e. Alamat Institusi
: Jl. Ketintang, Kec.Gayungsari, Surabaya
f. Telpon/Faks/e-mail
: 6231-8280009 / 6231-8280804
4. Anggota (1)
a. Nama Lengkap
: Jelita Zahra Aprillia
b. NIM
: 16030244025
c. Jurusan/Fakultas
: MIPA/Biologi
5. Anggota (2)
a. Nama Lengkap
: Elly Yana Mastura
b. NIM
: 16030244028
c. Jurusan/Fakultas
: MIPA/Biologi
7. Waktu Penelitian
: Bulan Mei-Oktober 2018
8. Biaya yang diusulkan ke LPPM Unesa
a. Jumlah dana diusulkan : Rp. 5.000.000,00
Surabaya, 17 Mei 2018
Menyetujui,
Dosen Pembimbing Penelitian
Ketua Peneliti,
(Reni Ambarwati, S.Si., M.Sc.)
NIDN 0022077711
(Lilis Suryandari)
NIM 15030244034
Mengetahui,
Ketua Jurusan
Mengetahui,
Dekan Fakultas,
Menyetujui,
Ketua LPPM Unesa
(Dr. Yuliani, M.Si.)
NIP 196807211993032002
(Prof. Dr. Suyono, M.Pd.)
NIP 196006201985031003
(Prof. Dr. Lies Amin Lestari, M.A.M.Pd.)
NIP 196102121988032004
ii
DAFTAR ISI
SAMPUL ............................................................................................................................... i
LEMBAR PENGESAHAN .................................................................................................. ii
DAFTAR ISI ......................................................................................................................... iii
ABSTRAK ............................................................................................................................. iv
BAB I PENDAHULUAN
1.1 . Latar Belakang ................................................................................................................. 1
1.2 . Rumusan Masalah ........................................................................................................... 2
1.3 . Tujuan .............................................................................................................................. 2
1.4 . Keutamaan Penelitian ...................................................................................................... 3
1.5 . Luaran .............................................................................................................................. 3
1.6 . Definisi Istilah .................................................................................................................. 3
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
2.1 . Tinjauan Bawang Putih (Allium sativum L.) ................................................................... 4
2.2 . Tinjauan Nematoda ......................................................................................................... 5
2.3 . Filtrat Lamtoro (Leucaena leucocephala) ....................................................................... 6
2.4 . Kerangka Berfikir Penelitian ............................................................................................ 8
BAB III METODE PENELITIAN
3.1. Jenis Penelitian ................................................................................................................ 9
3.2. Waktu dan Tempat Penelitian .......................................................................................... 9
3.3. Objek dan Alat Penelitian ................................................................................................ 9
3.4. Prosedur Penelitian .......................................................................................................... 10
3.5. Analisis Data .................................................................................................................... 12
3.6. Luaran ............................................................................................................................... 12
3.7. Diagram Alir Peneltian ..................................................................................................... 13
BAB IV JADWAL PENELITIAN ...................................................................................... 14
BAB V REKAPITULASI ANGGARAN ............................................................................ 15
DAFTAR ACUAN ................................................................................................................ 16
LAMPIRAN .......................................................................................................................... 19
iii
ABSTRAK
Besarnya peran bawang putih (Allium sativum L.) sebagai bahan masakan dan
obat mendorong konsumsi bawang putih di Indonesia semakin meningkat. Namun
produksi dari bawang merah tidak seimbang dengan permintaan pasar, karena bawang
putih lokal rentan terkena penyakit, diantaranya serangan nematoda. Oleh karena itu,
perlu dicari cara aman untuk mengendalikan namatoda tersebut, misalnya dengan
menggunakan tanaman daun lamtoro (Leucaena leucocephala). Penelitian ini
bertujuan untuk menguji pengaruh pemberian filtrat daun lamtoro (Leucaena
leucocephala) terhadap nematoda pada bawang putih dan menentukan konsentrasi
filtrat daun lamtoro (Leucaena leucocephala) yang paling optimal untuk
mengendalikan nematoda pada bawang putih. Penelitian ini menggunakan rancangan
acak lengkap dengan lima perlakuan, yaitu konsentrasi filtrat 20%, 40%, 60%, 80%,
100% dan 0% sebagai kontrol, masing-masing dengan empat pengulangan. Data
mortalitas nematoda pengelolahan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL)
dengan menggunakan ANAVA satu arah dilanjutkan dengan metode penghitungan
Duncan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan alternatif cara
pengendalian terhadap nematoda (nematisida) pada bawang putih dengan
memanfaatkan bahan-bahan alami. Dengan demikian dapat bermanfaat bagi petani
bawang putih. Luaran penelitian ini berupa artikel ilmiah yang akan diseminarkan
pada seminar nasional dan publikasi di jurnal online jurusan LenteraBio terindeks
DOAJ.
Kata kunci: nematoda, bawang putih, filtrat daun lamtoro (Leucaena leucocephala)
iv
1
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Bawang putih (Allium sativum L.) merupakan tanaman herba parenial yang
membentuk umbi lapis (Santoso, 2008) dan merupakan komoditas hortikultura yang
digunakan sebagai pelengkap bumbu masak (Purnomowati, 1985). Bagian yang paling
banyak dikonsumsi dari bawang putih adalah umbinya (Santoso, 1989). Penggunaan
bawang putih sebagai obat tradisional sudah lama diterapkan hingga sekarang untuk
mengobati berbagai jenis penyakit, seperti tekanan darah tinggi, TBC, serta penyakit lain
yang disebabkan oleh mikroorganisme. Bahkan sekarang banyak suplemen yang terbuat
dari bawang putih atau minyak bawang putih untuk meningkatkan stamina tubuh
(Watanabe, 2001).
Besarnya peran bawang putih sebagai bahan masakan dan obat mendorong konsumsi
bawang putih di Indonesia semakin meningkat. Di Jawa Timur area tanaman bawang putih
di Pacet mencapai 20 hektar. Namun, tidak sebanding dengan kebutuhan masyarakat
mencapai 400 ribu ton per tahun. Tingkat produksi bawang lokal yang tak sebanding
dengan permintaan pasar menyebabkan masyarakat beralih membeli bawang putih impor
(Anggadha, 2009). Untuk memenuhi kebutuhan pasar dalam negeri. Kegiatan impor
bawang putih diawasi secara langsung oleh Balai Besar Karantina Pertanian Surabaya
(BBKP Surabaya) untuk mencegah hama dan penyakit dari luar untuk masuk ke wilayah
Indonesia. Peraturan Menteri Pertanian No. 51 tahun 2015 telah menentukan beberapa
target pest pada nematoda Ditylenchus dipsaci, M. hapla, dan A.fragariae yang bertujuan
untuk memastikan bahwa kegiatan impor tidak merugikan bagi pertanian di Indonesia.
Salah satu hama penting pada pertanian adalah nematoda parasit. Berdasarkan
penelitian Rosya dan Winarto (2013), menyatakan bahwa terdapat keragaman komunitas
nematoda parasit pada sistem pertanian monokultur dan polikultur, yang mana telah
ditemukan 7 genus nematoda parasit, yaitu Meloidogyne, Pratylenchus, Tylenchorhinchus,
Tylenchulus, Xiphinema. Levy (2017) menemukan bahwa di bawang putih lokal pacet
terdapat 3 jenis nematoda parsit, yaitu Ditylenchus dipsaci, Aphelenchoides sp., dan
Xiphinema sp. Ketiga jenis nematoda parasit yang sama juga ditemukan pada akar bawang
putih impor.
2
Indonesia merupakan negara yang terletak di garis khatulistiwa sehingga memiliki
iklim tropis di dunia. Akibat dari iklim tropis ini, banyak tanaman yang dapat hidup subur
di Indonesia salah satu yang jumlahnya melimpah ialah lamtoro (Leucaena leucocephala).
Salah satu tanaman
yang
memiliki aktivitas sebagai anthelmintik, karena memiliki
kandungan daun lamtoro memiliki kandungan metabolit sekunder berupa lignin,
mimosin, alkaloid, flavonoid dan tanin.
Penelitian sebelumnya, Astuti (2016) mengatakan bahwa kandungan kimia ekstrak
etanol kulit batang lamtoro berdasarkan hasil skrining fitokimia yaitu mengandung
saponin, tannin, triterpenoid, dan glikosida. Ekstrak etanol kulit batang lamtoro konsentrasi
0,5%, 1%, 2%, dan 4% mempunyai daya anthelmintik pada cacing Ascaris suum banyak
tanaman dapat dimanfaatkan sebagai anthelmintik karena merupakan pemberantas
namatoda pada bawang putih yang aman bagi ekosistem dan manusia. Oleh karena itu
diperlukan pengkajian lebih lanjut mengenai hal tersebut.
1.2. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan di atas, maka rumusan masalah
penelitian ini adalah sebagai berikut.
1. Bagaimana
kandungan
metabolit
sekunder
filtrat
daun
lamtoro
(Leucaena
leucocephala)?
2. Bagaimana pengaruh pemberian filtrat daun tanaman Leucaena leucocephala terhadap
mortalitas nematoda parasit pada akar Allium sativum L. ?
3. Berapakah konsentrasi filtrat daun tanaman Leucaena leucocephala yang optimal untuk
pengendalian nematoda parasit pada akar Allium sativum L.?
1.3. Tujuan
Berdasarkan rumusan masalah diatas, didapatkan tujuan utama dari penelitian ini
adalah sebagai berikut.
1. Mendeskripsikan kandungan metabolit sekunder filtrat daun lamtoro (Leucaena
leucocephala)
2. Untuk
mengetahui
pengaruh
pemberian
filtrat
daun
tanaman
Leucaena
leucocephala terhadap mortalitas nematoda parasit pada akar Allium sativum L.
3
3. Menentukan konsentrasi filtrat daun tanaman Leucaena leucocephala yang optimal
untuk pengendalian nematoda parasit pada akar Allium sativum L.
1.4. Keutamaan Penelitian
Keutamaan dalam penelitian ini adalah untuk memberikan alternatif untuk
pengendalian nematoda parasit pada akar Allium sativum L. dengan memanfaatkan bahan
alami yaitu filtrat daun tanaman Leucaena leucocephala. Dengan demikian dapat
bermanfaat bagi pembubidayaan Allium sativum L. untuk meningkatkan kualitas produksi.
Penelitian ini penting untuk dilakukan agar diperoleh bahan yang berpotensi sebagai
nematisisda alami.
1.5. Luaran
Luaran penelitian berjudul “Potensi Filtrat Daun Lamtoro (Leucanea Leucocephala)
sebagai Nematisida Alami untuk Pengendalian Nematoda Parasit Bawang Putih” ini
berupa artikel ilmiah yang akan diseminarkan pada seminar nasional dan publikasi di
jurnal online LenteraBio yang terindeks DOAJ.
1.6. Definisi Istilah
1. Nematoda adalah cacing yang tidak bersegmen, bilateral simetris, mempunyai
saluran cerna yang berfungsi penuh, biasanya berbentuk silindris serta panjangnya
bervariasi dari beberapa milimeter hingga lebih dari satu meter. Secara umum
serangan nematoda menyebabkan kerusakan pada akar, karena nematoda mengisap
sel-sel akar, sehingga pembuluh jaringan terganggu, akibatnya transport air dan
hara akan terganggu (Mustika, 2005).
2. Filtrasi daun lamtoro adalah sediaan yang dibuat dengan merendam serbuk daun
lamtoro di dalam air (aquades) selama 24 jam. Dilakukan pemisahan residu dan
larutan dengan cara disaring, sehingga didapatkan larutan yang dapat disebut
filtrasi.
4
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Tinjauan Bawang Putih (Allium sativum L.)
Bawang putih termasuk dalam keluarga bawang bawangan (Liliaceae) adalah jenis
tanaman berbentuk umbi, yang telah lama menjadi bagain dari kehidupan masyarakat di
berbagai peredaban dunia. Menurut Hernawan (2003) awal pemanfaatan bawang putih
diperkirakan berasal dari Asia Tengah sekitar 5000 tahun yang lalu, dari Asia Tengah
kemudian menyebar ke seluruh dunia termasuk Indonesia. Di Indonesia, selain digunakan
sebagai bumbu disetiap makanan, umbi bawang putih digunakan pula sebagai mengobati
tekanan darah tinggi, gangguan pernafasan, sakit kepala, ambeien, sembelit, luka memarar
atau sayat, cacingan, insomnia, kolestrol, flu, gangguan saluran kencing, dan masih banyak
lainnya (Thomas, 2000; Rukmana, 1995).
Gambar 2.1. Tanaman Bawang putih
Varietas bawang putih yang banyak dibudidayakan di Indonesia adalah Lumbu
Hijau, Lumbu kuning, dan Lumbu Putih (Kusumo, 1983). Varietas lumbu hijau termasuk
dalam kategori bawang putih dataran tinggi karena cocok ditanam pada dataran tinggi
dengan ketinggian 600-1.100 mdpl, namun produksi akan optimal jika ditanam pada
ketinggian 900-1.100 mdpl. Varietas lumbu kuning dan putih termasuk dalam kategori
bawang putih dataran rendah karena cocok ditanam pada dataran dengan ketinggian
sampai 700 mdpl. Produksi varietas lumbu putih akan optimal pada ketinggian 200-300
mdpl. Untuk mencapai produksi yang optimal, kemiringan tanah perlu diperhatikan.
Keadaan topografi tanah dengan kemiringan yang lebih dari 30% sangat tidak ideal untuk
usaha budidaya karena memakan biaya yang mahal (Samadi, 1999).
5
Di jawa timur sendiri bawang putih (Allium sativum L.) hanya pada daerah dengan
ketinggian diatas 500 mdpl, yaitu Mojokerto, Madiun, Magetan, Ponorogo, Malang,
Pasuruan, Probolinggo, Lumajang, Bondowoso, dan Situbondo. Sentra produksi terbesar di
Kabupaten Mojokerto terletak pada Kecamatan Pacet. Pacet memiliki rata-rata ketinggian
600 mdpl yang luas daerahnya 6.374 ha, meliputi 2.550 ha sawah, 577 ha tegal, 583 ha
pekarangan, dan lain-lain 2.665 ha. Sebagian besar jenis tanahnya adalah regosol coklat
kekuningan.
Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) impor bawang putih pada bulan
Januari 2013 mencapai 23 ribu ton atau US$ 17,4 juta. Impor bawang putih pada awal
tahun 2013 sudah tercatat cukup besar. Produksi bawang putih dalam negeri hanya bisa
memenuhi 5% dari kebutuhan nasional, sedangkan 95% kekurangannya masih dipenuhi
oleh impor. Rendahnya produksi bawang putih yang sering dihadapi oleh petani bawang
putih adalah adanya serangan hama dan penyakit, perluasan area di dataran rendah, serta
harga bawang putih yang fluktuatif (Sukarelawati, 2013). Kebutuhan konsumsi terhadap
bawang putih terus meningkat, mengingat karena memiliki berbagai macam manfaat.
Namun luas panen dan produksi selama beberapa tahun terakhir cenderung mengalami
penurunan. Salah satu penyebabnya adalah serangan hama dan penyakit pada tanaman
bawang putih (Wijaya, 2014).
Salah satu hama yang menyerang tanaman bawang putih adalah nematoda akar.
Hama ini menyerang pangkal titik tumbuhan dan umbi dengan menyerap sari-sari
makanan. Bawang putih yang terserang nematoda akan berukuran kecil, pangkal titik
tumbuh membesar, ujung akar mengering dan membusuk, daun menggulung atau keriting,
tanaman pucat, dengan serangan hama tersebut maka tidak akan terbentuk umbi bawang
putih (Fauna dan Flora, 2016). Serangan patogen tular tanah. seperti jamur, bakteri atau
virus. Kondisi demikian akan semakin memperparah tingkat kerusakan tanaman.
2.2 Tinjauan Nematoda
Cacing gilig atau nematoda ini adalah parasit yang menyerang pada organ tanaman
yang vital seperti akar, daun dan bunga. Pada umunya nematoda menyerang pada bagian
tanaman yang lunak (Prabowo, 2012). Secara umum serangan nematoda menyebabkan
kerusakan pada akar, karena nematoda mengisap sel-sel akar, sehingga pembuluh jaringan
terganggu, akibatnya transport air dan hara akan terganggu (Mustika, 2005).
6
Salah satu tanaman yang menjadi inang bagi nematoda adalah bawang putih,
kerusakan terbesar yang disebabkan nematoda parasit adalah kerusakan akar, selain itu
nematoda juga mampu berasosiasi dengan jamur dan bakteri yang mengakibatkan penyakit
yang komplek dan akhirnya tanaman akan mati (Prabowo, 2012). Salah satu jenis
nematoda yang menyerang bawang putih adalah Ditylenchus dipsaci, jenis ini memang
biasa banyak menyerang pada bawang-bawangan.
Peranan nematoda parasit tanaman dalam penurunan produksi pertanaian di
Indonesia menyebabkan kerusakan yang berarti. Kehilangan hasil akibat serangan
nematoda mengurangi kualitas dan kuantitas produk. Menurut Sitepu (2000) serangan
nematoda pada tanaman lada dapat merusak sekitar 32%. Selain mengurangi kuantitas,
serangan nematoda juga mengurangi kualitas produk, sebagai contoh pada tahun 1992
ekspor jahe segar Indonesia ke luar negeri mengalami penolakan oleh negara pengimpor
dikarenakan jahe tersebut terkontaminasi oleh nematoda Radopholus similis sehingga jahe
membusuk, hal tersebut mengakibatkan kerugian petani maupun negara sebasar US$ 6,8
juta (Puskara, 1994).
Fakta di lapangan selama ini menunjukkan bahwa petani masih mengandalkan
nematisida kimia untuk mengendalikan serangan dari nematoda seperti pestisida nemagon
5G, furudan 3G, dan lainnya. Namun usaha tersebut justru menimbulkan berbagai dampak
karena insektisida kimia mengandung berbagai zat berbahaya yang apabila diaplikasikan
dapat menyebabkan pencemaran air irigasi, tanah yang ditanami bawang putih,
menurunkan produktivitas tanaman itu sendiri, dan membunuh organisme lain, yang dapat
merusak keseimbangan ekosistem. Maka dari itu kandungan filtrat tanaman daun lamtoro
diharapkan mampu mengatasi serangan nematoda pada tanaman bawang putih, karena
memiliki bahan alam saponin, tannin, triterpenoid, dan glikosida yang mempuyai daya
althemintik.
2.3 Filtrat Lamtoro (Laucaena leucocephala)
Pohon lamtoro mempunyai tinggi yang bisa mencapai 20 meter, daunnya majemuk
berbentuk menyirip rangkap, dan bunganya mejemuk berupa bongkol tertangkai panjang
yang terkumpul dalam berisi 2-6 bongkol (Materi Pertanian, 2015). Mengkonsumsi
lamtoro dipercaya dapat mengurangi gejala diabetes, meredam rasa nyeri, anti-kanker, dan
masih banyak lainnya. Namun selain untuk dikonsumsi, lamtoro dipercaya dapat
7
digunakan sebagai pupuk, menurut Simanjuntak (2012) dalam jurnalnya pemberian filtrat
lamtoro sebagai pupuk dapat meningkat pertumbuhan dan hasil tanaman sawi pakcoy.
Gambar 2.2 Morfologi tanaman lamtoro
Dalam penelitian Sriwati (2012) filtrat daun lamtoro dimanfaatkan sebagai
pembasmi cendawan. Berdasarkan hasil penelitian Priyosoeryato tahun
2006 (dalam
Rahmawati 2014), daun petai cina mengandung zat aktif berupa alkaloid, saponin,
flavonoid, mimosin, lektin, protein, lemak, kalsium, fosfor, zat besi, vitamin A dan
vitamin B. Menurut Widyastuti (2001), kandungan lignin dalam daun lamtoro sebesar
7,90%, kandungan mimosin sebesar 2,14%. Menurut Mustapa (2015), kandungan
flavonoid
dalam
daun
lamtoro
sebesar
0,018 mg/kg. Menurut Mathius (1984),
kandungan tanin dalam daun lamtoro sebesar 10,14 mg/kg. Senyawa alkaloid dan tanin
merupakan senyawa fenol yang bersifat nematisida. Menurut Arrigoni (1979), tanaman
yang mengandung senyawa fenol mampu menghambat perkembangan nematoda. Hal ini
sesuai dengan pernyataan (Gommers, 1973) yang menyatakan Alkaloid bersifat anti
nematoda yang berperan sebagai nematisida yang menghambat perkembangan nematoda
Meloidogyne spp. Senyawa golongan alkaloid termasuk metabolit sekunder yang memiliki
sifat racun. Alkaloid juga merupakan nematisida yang dapat menghambat laju metabolisme
di dalam tubuh nematoda (Dropkin, 1991). Kandungan senyawa tanin dalam ekstrak
tersebut. Hal ini didukung oleh pernyataan Lopez (2005) yang menyatakan bahwa tanin
dapat menghambat sistem enzimatik nematoda dan bereaksi dengan protein penyusun sel–
sel sehingga dapat mengurangi kemampuan nematoda dalam menginfeksi akar. Senyawa
tanin juga mampu mengendapkan protein. Efek tanin terhadap dinding sel kulit larva
adalah dapat memblokade respon otot nematoda terhadap asetil kolin sehingga nematoda
8
menjadi lumpuh dan mati. Yenie et al, (2013) mengungkapkan bahwa flavonoid bekerja
sebagai inhibitor pernapasan dan mengganggu metabolisme energi di dalam mitokondria.
Sinaga (2009) bahwa senyawa flavonoid dan saponin berfungsi sebagai larvasida.
Senyawa-senyawa itu mampu menghambat tiga hormon utama, yaitu hormon otak
(brain
hormon),
hormon edikson
dan
hormon
pertumbuhan (juvenile hormon).
Hormon yang terganggu oleh senyawa tersebut dapat menghambat perkembangan larva.
Senyawa tersebut dikenal memiliki sifat lipophilic yang dapat meleburkan membran sel
nematoda.
2.5 Kerangka Berfikir Penelitian
Bawang putih sebagai komoditas hortikultural yang paling banyak dikonsumsi di
Indonesia, besarnya peran bawang putih sebagai bahan makanan dan obat mendorong
konsumsi bawang putih terus meningkat setiap tahunnya. Namun,tingkat produksi bawang
putih lokal dihasilkan dari pertanian tidak sebanding dengan permintaan, hal tersebut
diakibatkan oleh serangan hama cacing parasit nematoda yang menyerang bagian
perakaran bawang putih sehingga bawang putih tidak dapat tumbuh dengan baik dan
menurunkan tingkat produksi. Diperlukan solusi yang dapat membasmi cacing parasit
dengan efektif. Daun Lamtoro memiliki kandungan lignin, mimosin, alkaloid, flavonoid
dan tanin yang dapat dipergunakan filtratnya sebagai aktivasi anthelmintik atau
nematisida.. Berdasarkan uraian diatas maka kerangka berfikir dalam penelitian ini dapat
digambarkan sebagai berikut.
Filtrat daun lamtoro (Laucaena
leucocephala) mengandung
metabolit sekunder
- Menghambat perkembangan
nematoda.
- Mengahambat metabolisme
nematoda.
- Menghambat respon otot
nematoda.
Salah satu penyakit pada bawang
putih adalah serangan cacing
parasit pada akar bawang puith
Perlu dibasmi karena
mnegakibatkan produksi
bawang putih
Filtrat daun lamtoro
sebagai nematisida
9
BAB III
METODE PENELITIAN
3.1 Jenis Penelitian
Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental yang dilakukan dengan
melakukan manipulasi suatu keadaan secara sistemik untuk melihat pengaruhnya pada
variabel penelitian yang diuji. Dalam pengelolahan data menggunakan rancangan acak
lengkap (RAL) dengan menggunakan ANAVA satu arah dilanjutkan dengan metode
penghitungan Duncan.
3.2 Waktu dan Tempat Penelitian
Tumbuhan yang dipergunakan untuk filtrat sebagai sediaan uji berupa daun
Leucaena leucocephala yang didapatkan di wilayah kebun desa Wonoayu Kecamatan
Wonoayu, Sidoarjo. Pengambilan sampel bawang putih lokal dilakukan di sentra
bawang
putih
Pacet,
Mojokerto. Penanganan
leucocephala dan identifikasi
nematoda
yang
sampel
telah
filtrat
daun
Leucaena
ditemukan dilakukan
di
Laboratorium Taksonomi Jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan
Alam Universitas Negeri Surabaya. Penelitian ini dilaksanakan selama tujuh bulan,
terhitung mulai bulan Mei 2018 hingga Oktober 2018.
3.3 Objek dan Alat Penelitian
Objek yang menjadi sasaran dalam penelitian ini adalah pengujian filtrat daun
Leucaena leucocephala pada namatoda yang terdapat diakar bawang putih (Allium
sativum). Alat yang diperlukan untuk penelitian ini adalah mikroskop stereo (Olympus
SZ40), saringan, pinset, corong Baerman, kaca benda, kaca penutup, pancing nematoda,
cutter, sekop kecil, oven, mesin penggiling, Erlenmeyer, timbangan elektrik, gelas ukur,
botol penyemprot, cawan petri, baskom dan peralatan tulis. Bahan yang digunakan adalah
daun Leucaena leucocephala 5 kg, bawang putih 2 kg dan 30 liter akuades.
10
3.4 Prosedur Penelitian
A. Persiapan dan Pembuatan Filtrat
1. Pengambilan sampel daun tanaman Leucaena leucocephala di kebun Desa Wonoayu
Kecamatan Wonoayu, Sidoarjo
2. Daun yang diambil adalah daun yang segar pada nodus ketiga.
3. Sampel daun tanaman Leucaena leucocephala dicuci bersih.
4. Ditimbang 1200 gram daun tanaman Leucaena leucocephala.
5. Daun tanaman Leucaena leucocephala dikeringanginkan.
6. Daun
tanaman Leucaena leucocephala yang sudah kering digiling dengan mesin
penggiling hingga menjadi serbuk sampai didapatkan berat total minimal 500 gram.
7. Dilakukan perendaman (maserasi) dengan cara 500 gram daun tanaman Leucaena
leucocephala yang sudah digiling direndam pada aquades sebanyak 500 ml.
8. Filtrat yang diperoleh kemudian disimpan dalam wadah.
B. Pengujian Fitokimia Kandungan Filtrat
Pengujian filtrat daun tanaman lamtoro untuk menguji metabolit sekunder,
melaksanakan uji fitokimia untuk mengetahui kandungan filtrat daun tanaman lamtoro di
laboratorium kimia organik, uji fitokimia meliputi.
 Uji alkaloid dengan 3 reagen yaitu : mayer, wargen dan dragendrof.
 Uji saponin dan flavonoid dengan reagen Mg + HCl pekat + etanol saponin
 Uji steroid dengan reagan libermann-Burchard.
 Uji Triterpenoid dengan reagan Kloroform dan H2SO4 pekat.
 Uji Tanin dengan reagan NaCl 10%+gelatin 1% .
 Uji Fenolik dengan reagan FeCl3 1%
C. Pengambilan Sampel Nematoda
1. Pengambilan sampel bawang putih (Allium sativum) lokal dilakukan di sentra
bawang putih Pacet, Mojokerto.
2. Akar tanaman dipotong-potong, kemudian diletakkan di cawan petri.
3. Potongan akar selanjutnya direndam dalam aquades steril selama 15 menit.
4. Setelah 15 menit, potongan akar dibuang dan diambil airnya untuk keperluan
identifikasi dan perlakuan filtrate terhadap mortalitas nematoda.
11
D. Pengujian Daya Nematisida
1. Pengujian daya nematisida filtrat daun lamtoro (Leucaena leucocephala) terhadap
cacing parasit bawang putih dilakukan dengan rancangan acak lengkap (RAL).
2. Adapun beberapa variabel dalam penelitian ini sebagai berikut.
-
Variabel manipulasi
: berbagai konsentrasi filtrat daun lamtoro
-
Variabel kontrol
: jumlah dan jenis nematode
-
Variabel terikat
: persentase kematian nematoda
3. Perhitungan
nematoda.
filtrat yang telah dibuat disemprotkan ke cawan yang telah diberi
Pada
penelitian
ini
pembuatan
filtrat daun tanaman Leucaena
leucocephala dilakukan dengan lima perlakuan konsentrasi, yaitu dengan konsentrasi
filtrat 100%, 80%, 60%, 40%, 20% dan 0% sebagai kontrol. Pada pengujiannya,
digunakan 10 ekor nematoda yang aktif bergerak dalam uji satu macam konsentrasi
dengan tiga kali pengulangan.
Berikut ini merupakan desain eksperimen yang disajikan dalam Tabel 3.1.
Tabel 3.1 Desain eksperimen
Adapun pembagian letak unit eksperimen yang akan dilakukan akan disajikan seperti pada
Tabel 3.2 berikut.
Tabel 3.2 Bagan letak unit eksperimen
12
4. Untuk melihat apakah nematoda telah mati setelah diinkubasi, nemtoda-nematoda
tersebut diusik dengan batang pengaduk tiap jam. Jika nametoda diam, dipindahkan
ke dalam air panas pada suhu 50°C. Apabila dengan diusik nematoda tetap diam, berarti
nematoda tersebut telah mati. Tetapi jika nematoda bergerak, berarti nematoda itu hanya
paralisis.
5. Hasil yang diperoleh kemudian dicatat.
3.5 Analisis Data
Teknik pengumpulan dan analisis data pada penelitian ini berupa.
1. Identifikasi jenis-jenis nematode parasit yang ditemukan pada bawang putih
dengan menggunakan buku dan web identifikasi Shurtleff et al. (2000), Bridge et
al. (1995)
dan web identifikasi nematoda parasit www.nematode.unl.edu dan
www.cimmyt.org. data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif.
2. Data persentase mortalitas (kematian) nematoda dengan menggunakan rumus:
Persentase Mortalitas =
Ʃ nematoda yang mati
10
X 100%
Data mortalitas yang diperoleh dari penelitian ini selanjutnya dianalisis dengan
menggunakan ANAVA satu arah dilanjutkan dengan metode penghitungan Duncan.
3. Hasil kandungan metabolit sekunder yang di peroleh dari uji fitokimia filtrat daun
tanaman lamtoro (Leucaena leucocephala) akan dianalisis secara deskriptif.
3.6 Luaran
Luaran penelitian ini berupa artikel ilmiah yang akan diseminarkan di seminar
nasional sebagai sarana informasi kepada masyarakat serta dipublikasikan di jurnal
nasional LenteraBio terindeks DOAJ.
13
3.7 Diagram Alir Penelitian
Pengambilan sampel daun
tanaman Leucaena
leucocephala
Pembuatan filtrat Leucaena
leucocephala menggunakan
aquades
Pembuatan konsentrasi
filtrat 100%, 80%,
60%, 40%, 20% dan
0% sebagai kontrol
Pengujian fitokimia
filtrat Leucaena
leucocephala
Pengambilan nematode
bawang pada putih (Allium
sativum)
Pengujian daya filtrat
nematisida
Mortalitas namatoda
Analisis Data Uji
ANAVA dan Duncan
Analisis Deskriptif
Laporan dan Artikel
Ilmiah
Gambar 3.3. Bagan Alur Prosedur Penelitian.
14
BAB IV
JADWAL PENELITIAN
Tabel 1. Jadwal Penelitian
Bulan
No
Kegiatan
5
1
Persiapan Program
Persiapan Tempat
Persiapan Alat
2
Pelaksanaan
Observasi
Pengambilan Data
Pengolahan Data
3
Publikasi (Laporan,
artikel, seminar)
6
7
8
9
10
15
BAB V
REKAPITULASI DANA
Tabel 2. Rekapitulasi Dana Penelitian
Biaya yang
No
Jenis Pengeluaran
1.
Bahan habis pakai
3.300.000
2.
Perjalanan
800.000
3.
Lain-lain
900.000
JUMLAH (100%)
diusulkan (Rp)
Rp 5.000.000
16
DAFTAR ACUAN
Anggandha, A. 2009. Petani Pacet Enggan Tanam Bawang Putih. (Online), diakses melalui
http://viva.co.id, Pada tanggal 11 Maret 2017.
Arrigoni. 1979. A Biological Defence Mechanism in Plant. In Lambertti, F. and Taylor,
C.E. (Eds).Sistematics, biology and control.Academic Press. New York.
Astuti, dkk. 2016. Uji Daya Anthelmintik Ekstrak Etanol Kulit Batang Lamtoro (Leucaena
Leucocephala
(Lam.) De Wit) Pada Cacing Gelang Babi (Ascaris Suum
Goeze)
Secara In Vitro. Jurnal Farmasi Udayana. Vol.5(1)
Bridge, J., M. Luc. dan R. A. Plowright. 1995. Nematoda Parasitik Tumbuhan di
Pertanian Subtropik dan Tropik. Penerjemah: Supratoyo. Yogyakarta: UGM
Press.
Dropkin, V.H. 1991. Pengantar Nematologi Tumbuhan.Edisi Kedua. (Terjemahan).Gadjah
Mada University Press.Yogyakarta. Halaman 5-35.
Flora dan Fauna. 2016. Cara mengendalikan Hama dan Penyakit Bawang Putih.
www.floradanfauna.com (diakses tanggal 10 Maret 2018).
Gommers. 1973. Nematicidal principles in compositae. Disertation. Wageningan Agric.
Univ. The Netherlands.73 pp.
Hernawan, Udhi Eko dan Ahmad Dwi Setyawan. 2013. Review : Senyawa Organosulfur
Bawang Putih (Allium sativum L.) dan Aktivasi Biologinya. Biofarmasi 1(2)
: 65-76.
Kusumo, S. Budidaya Bawang Putih. Yasaguna. Jakarta, (1983), 68 hal.
Levy Amritha, Malna. 2017. Tingkat Serangan Nematoda Parasit pada Bawang Putih
(Allium sativum L.) Impor dan Lokam Di Jawa Timur [Skripsi]. Surabaya
(ID): Universitas Negeri Surabaya.
Lopes. 2005. In vitro effect of condosed tannins from tropical fodder crops againts eggs
and larvae of the nematode Haemunchus contortus. Journal of Food,
Agriculture and Environment (2): 191-194. www.world-food.net.
17
Mathius, I. W. 1984. Hijauan Gliricidia Sebagai Pakan Temak Ruminansia. Wartazoa
Pusat
Penelitian dan Pengembangan Petemakan, 1(4): 19-23.
Materi
Pertanian.
2015.
Klasifikasi
dan
Morfologi
Tanaman
Lamtoro.
www.materipertanian.com (diakses pada tanggal 11 Maret 2018).
Mustika, Ika. 2005. Konsepsi dan Strategi Pengendalian Nematoda Parasit Tanaman
Perkebunan di Indonesia. Bogor: Balai Penelitian Tanaman Rempah dan
Obat.
Prabowo, Heri. 2012. Jenis Nematoda yang Ditemukan pada Tanaman Bawang Merah
(Allium ascalonicum) dan Rhizosfer Sekitarnya di Area Persawahan Niten,
Bantul, Yogyakarta. Agrovigor volume 5(2): 75-79.
Puskara. 1994. Upaya Peningkatan Peran serta Karantina Pertanian dalam PJPT-II. Pusat
Karantina Pertanian. Makalah dalam Rapat Teknis Nasional Karantina
Pertanian. Jakarta: Departemen Pertanian.
Purnomowati, S., S. Hartinah, dan R.Sumekar. Bawang Putih. Kegunaan dan Prospek
Pemasaran. PDIN. LIPI. Jakarta, (1985), 81 hal.
Rosya, A., dan Winarto. 2013. “Keragaman Komunitas Fitonematoda pada Sayuran Lahan
Monokultur dan Polikultur di Sumatera Barat”. Jurnal Fitopatologi Indonesia. 9 (3):
71-76.
Rukmana, R. 1995. Budidaya Bawang Putih. Edisi ke-1. Yogyakarta: Penerbit Kanisius.
Samadi, Budi. 1999. Usaha Tani Bawang Putih. Yogyakarta : Penerbit Kanisius.
Santoso, H.B. 2008. Bawang Putih Edisi ke-12. Yogyakarta : Penerbit Kanisius.
Shurtleff, M. C. dan Charles W. Averre III. 2000. Diagnosing Plant Disease Caused by
Nematodes. St. Paul Minnesota USA: APS Press.
Simanjuntak, Nani F.O. 2012. Pengaruh Pemberian Ektrak Daun Lamtoro (Leucaena
leucochephala L.) terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Sawi Pakcoy
(Brassica rapa L.). Digital Repository. Undergraduate thesis Universitas
Negeri Medan.
18
Sinaga R. 2009. Uji Efektifitas Pestisida Nabati terhadap Hama Spodoptera litura
(Lepidoptera: Noctuidae) pada Tanaman Tembakau (Nicotiana tabaccum
L.).
Skripsi Departemen Ilmu Hama dan Penyakit Tumbuhan USU. Medan.
Sukarelawati, E. 2013. Kilau Bawang Putih Sengsarakan Warga. (Online), diakses melalui
http://antara.co.id, Pada tanggal 09 Maret 2017.
Thomas, A.N.S. 2000. Tanaman Obat Tradisional I. Edisi ke-13. Yogyakarta: Penerbit
Kanisius.
Wijaya, I Putu Eka. 2014. Analysis of Garlic Consumption and its Availability in
Indonesia. Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada.
Watanabe. T. 2001. Garlic Therapy (Penyembuhan dengan Terapi Bawang Putih).
Diterjemahkan oleh Sumintadiredja). Jakarta : PT Gramedia Pustaka Utama.
Wibowo, S. 1998. Budidaya Bawang putih, bawang merah, dan bawang bombay. Jakarta :
Penebar Swadaya Masyarakat.
Yenie E., S. Elystia, A.K Alvin dan M. Irfhan. 2013. Pembuatan Pestisida Organik
Menggunakan Metode Ekstraksi dari Sampah Daun Pepaya dan Umbi Bawang
Putih. J. Tekn. Lingk.UNAND 10(1): 46-59.
19
LAMPIRAN
LAMPIRAN 1. Justifikasi Anggaran Penelitian
1.
Bahan Habis Pakai dan Peralatan
No.
1
Nama Bahan
atau Alat
Daun lamtoro
Biaya
Justifikasi
Kuantitas
Satuan
(Rp)
Bahan utama
filtrat
Jumlah
(Rp)
5 kg
20.000
100.000
2 kg
20.000
40.000
30 liter
15.000
450.000
5 buah
110.000
550.000
5 buah
15.000
75.000
1 pack
90.000
90.000
5 buah
50.000
250.000
Mengambil
2
Bawang putih
nematode
sebagai objek
penelitian
Melarutkan
3
Akuades
filtrat daun
lamtoro
4
Beaker glass
1000 mL.
Pembuatan
filtrat daun
lamtoro
Pembuatan
5.
Ayakan
filtrat daun
lamtoro
Pembuatan
6
Spuit
filtrat daun
lamtoro
Pembuatan
7
Pipet v.1
filtrat daun
lamtoro
20
Pembuatan
8
Pengaduk
filtrat daun
1 buah
25.000
25.000
2 buah
17.500
35.000
2 botol
75.000
150.000
2 hari
15.000
30.000
Aplikasi filtrat
6 buah
10.000
60.000
Uji triterpenoid
1 liter
150.000
150.000
H2SO4 Pekat
Uji tripenoid
1 liter
150.000
150.000
Pancing
Mengambil
nematoda
sampel namtoda
5 buah
5.000
25.000
20 buah
20.000
400.000
1 buah
30.000
30.000
3 liter
100.000
300.000
3 rim
50.000
150.000
lamtoro
Pembuatan
9
Pisau
filtrat daun
lamtoro
10
HCl pekat
11
Penggiling
12
Botol spayer
13
14
15
Larutan
kloroform
Uji saponin dan
falvonoid
Menghaluskan
daun lamtoro
Media
16
Cawan petri
pengamatan
nematoda
17
Timba
18
Etanol 96%
19.
Kertas
Tempat maserasi
filtrat
Uji saponin dan
flavonoid
Pembuatan
21
laporan
20.
Spidol
Alat tulis
2 pack
20.000
40.000
21.
Tabung poster
Tempat poster
1 buah
200.000
200.000
3.300.000
SUB TOTAL
2.
Perjalanan
No.
Nama Bahan
atau Alat
Biaya
Justifikasi
Kuantitas
Satuan
(Rp)
Jumlah
(Rp)
Meminta izin
1
Transportasi
untuk menyewa
persiapan
alat dan tempat
2 hari
100.000
200.000
Pengambilan data 6 bulan
50.000
300.000
Pengolahan data
3 minggu
50.000
150.000
1 hari
150.000
150.000
penelitian
2
3
4
Transportasi
Observasi
Transportasi
laporan
Transportasi
publikasi
Mempublikasikan
melalui seminar
nasional
SUB TOTAL
800.000
22
3.
Lain-lain
No.
Nama Bahan
atau Alat
Biaya
Justifikasi
Kuantitas
Satuan
(Rp)
Jumlah
(Rp)
Biaya
1
pendaftaran
Mengikuti
seminar
seminar nasional
4 orang
200.000
800.000
1 hari
100.000
100.000
nasional
2
Persiapan
Publikasi,
seminar
pesiapan materi
nasional
dan presentasi
SUB TOTAL
TOTAL (100%)
900.000
5.000.000
23
LAMPIRAN 2. Susunan Organisasi Tim Peneliti dan Pembagian Tugas
No.
Nama / NIM
Jabatan
Alokasi waktu
dalam Tim
(jam/minggu)
Uraian Tugas
1. Penanggung jawab dan
coordinator tim
1.
Lilis Suryandari
Ketua
48 jam/minggu
2. Menyiapkan peralatan
penelitian dan perijinan
3. Evaluasi dan monitoring
1. Menyiapkan peralatan
Jelita Zahra
2.
Aprillia
penelitian
Bendahara
48 jam/minggu
2. Menganalisis hasil
penelitian
1. Menganalisis hasil
3.
Elly Yana
Mastura
penelitian
Anggota
48 jam/minggu
2. Membuat laporan
penelitian
24
LAMPIRAN 3. Ketersediaan Sarana dan Prasarana Penelitian
Tempat percobaa akan menyewa Laboratorium Taksonomi Jurusan Biologi
Universitas Negeri Surabaya, diketahui alat-alat yang digunakan seperti oven, mesin
penggiling, mikroskop stereo, Erlenmeyer, timbangan elektrik, gelas ukur, botol
penyemprot, sisir, cawan petri, dan baskom sudah ada di Jurusan Biologi. Sementara yang
tidak ada seperti cawan petri, daun lamtoro 5 kg, namatoda pada akar bawang putih, dan
akuades 30 liter kami akan mengatasinya dengan cara membeli bahan-bahan tersebut.
25
LAMPIRAN 4 . Biodata Ketua dan Anggota
Biodata Ketua
A. Identitas Diri
1
Nama Lengkap
Lilis Suryandari
2
Jenis Kelamin
Perempuan
3
Program Studi
Biologi
4
NIM
15030244034
5
Tempat dan Tanggal Lahir
Sidoarjo, 11 Desember 1996
6
E-mail
[email protected]
7
Nomor Telepon/HP
085790231117
B. Riwayat Pendidikan
S-1
Nama Perguruan Tinggi
Universitas Negeri Surabaya
Fakultas
Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Jurusan
Biologi
Bidang Ilmu
Rumpun Non Pendidikan
Tahun masuk
2015
C. Pengalaman Kegiatan (Organisasi Kemahasiswaan)
No
1
Tahun
Kegiatan
Waktu
Tempat
Penyelenggara
26
D. Penghargaan yang pernah diraih
Institusi Pemberi
No.
Jenis Penghargaan
1.
Juara 1 PKM-PE Kategori
Kementrian
Presentasi PIMNAS 30
Teknologi,
dan
Pendidikan
Tinggi
2.
Tahun
Penghargaan
Riset, 2017
Juara 2 PKM-PE Kategori
Republik Indonesia
Kementrian
Riset, 2017
Poster PIMNAS 30
Teknologi,
dan
Pendidikan
Tinggi
Republik Indonesia
Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar dan dapat
dipertanggungjawabkan
secara
hukum.
Apabila
di
kemudian
hari
ternyata
dijumpai ketidak-sesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima risikonya.
Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah satu
persyaratan dalam pengajuan Penelitian Mahasiswa.
Surabaya, 14 Maret 2018
Pengusul,
(Lilis Suryandari)
27
Biodata Anggota 1
A. Identitas Diri
1
Nama Lengkap
Jelita Zahra Aprillia
2
Jenis Kelamin
Perempuan
3
Program Studi
Biologi
4
NIM
16030244025
5
Tempat dan Tanggal Lahir
Jakarta, 11 April 1998
6
E-mail
[email protected]
7
Nomor Telepon/HP
082233787363
B. Riwayat Pendidikan
S-1
Nama Perguruan Tinggi
Universitas Negeri Surabaya
Fakultas
Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Jurusan
Biologi
Bidang Ilmu
Rumpun Non Pendidikan
Tahun masuk
2016
C. Pengalaman Kegiatan (Organisasi Kemahasiswaan)
No
1
Tahun
Kegiatan
Waktu
Tempat
Penyelenggara
-
28
D. Penghargaan yang pernah diraih
Institusi Pemberi
No.
Jenis Penghargaan
Tahun
Penghargaan
1.
Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar dan dapat
dipertanggungjawabkan
secara
hukum.
Apabila
di
kemudian
hari
ternyata
dijumpai ketidak-sesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima risikonya.
Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah satu
persyaratan dalam pengajuan Penelitian Mahasiswa.
Surabaya, 14 Maret 2018
Anggota,
(Jelita Zahra Aprillia)
29
Biodata Anggota 2
A. Identitas Diri
1
Nama Lengkap
Elly Yana Mastura
2
Jenis Kelamin
Perempuan
3
Program Studi
Biologi
4
NIM
16030244028
5
Tempat dan Tanggal Lahir
Trenggalek, 3 Jauari 1999
6
E-mail
[email protected]
7
Nomor Telepon/HP
082336158225
B. Riwayat Pendidikan
S-1
Nama Perguruan Tinggi
Universitas Negeri Surabaya
Fakultas
Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Jurusan
Biologi
Bidang Ilmu
Rumpun Non Pendidikan
Tahun masuk
2016
C. Pengalaman Kegiatan (Organisasi Kemahasiswaan)
No
1
Tahun
Kegiatan
Waktu
Tempat
Penyelenggara
30
D. Penghargaan yang pernah diraih
Institusi Pemberi
No.
Jenis Penghargaan
Penghargaan
Tahun
1
-
-
-
Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar dan dapat
dipertanggungjawabkan
secara
hukum.
Apabila
di
kemudian
hari
ternyata
dijumpai ketidak-sesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima risikonya.
Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah satu
persyaratan dalam pengajuan Penelitian Mahasiswa.
Surabaya, 14 Maret 2018
Anggota,
(Elly Yana Mastura)
31
LAMPIRAN 5. Surat Pernyataan Ketua Peneliti
KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI
UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
SURAT PERNYATAAN KETUA KETUA PENELITI
Yang bertanda tangan di bawah ini:
Nama
: Lilis Suryandari
NIM
: 15030244034
Program Studi
: S1 Biologi
Fakultas
: Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Dengan ini menyatakan bahwa proposal usulan LPPM saya dengan judul Potensi Filtrat
Daun Lamtoro (Leucaena Leucocephala) Sebagai Nematisida Alami untuk
Pengendalian Nematoda Parasit Bawang Putih yang diusulkan tahun anggaran 2018
bersifat orisinal dan belum pernah dibiayai oleh lembaga atau sumber dana lain.
Bilamana di kemudian hari ditemukan ketidaksesuaian dengan pernyataan ini, maka saya
bersedia dituntut dan diproses sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan mengembalikan
seluruh biaya penelitian yang sudah diterima ke kas negara.
Demikian pernyataan ini dibuat dengan sesungguhnya dan dengan sebenar-benarnya.
Surabaya, 17 Mei 2018
Mengetahui,
Yang menyatakan,
Wakil Dekan FMIPA,
(Prof. Dr. Suyono, M.Pd.)
(Lilis Suryandari)
NIP 196006201985031003
NIM 15030244034
Download