Uploaded by common.user4963

Pengertian, Gejala, Penyebab, dan Penanganan Anemia

advertisement
December 19, 2016
Ragam Penyakit

Pengertian
Gejala
 Penyebab
 Komplikasi
 Pemeriksaan
 Penanganan

Anemia adalah kondisi di mana jumlah total sel darah merah (hemoglobin) di dalam darah
menurun. Akibatnya, tubuh tidak cukup mendapatkan darah yang kaya oksigen sehingga
organ tubuh tidak akan bekerja secara optimal.
GoDok- Anemia – Pernahkah Anda merasa lemas dan lelah padahal kegiatan yang dilakukan
tergolong ringan? Lalu, pernahkah Anda merasa pusing saat tiba-tiba berdiri? Jika ya,
kemungkinan besar Anda menderita anemia. Ayo, kenali gejala serta penyebabnya untuk
mendapatkan penanganan yang cepat dan tepat!
Mengenal anemia
Anemia adalah kondisi di mana jumlah total sel darah merah (hemoglobin) di dalam darah
menurun. Akibatnya, tubuh tidak cukup mendapatkan darah yang kaya oksigen sehingga organ
tubuh tidak akan bekerja secara optimal.
Berikut batas nilai hemoglobin normal berdasarkan rentang usia dan jenis kelamin:
Usia/Jenis kelamin
Nilai Hb (g/dl)
Nilai Hb (mmol/l)
Balita (0.5-5 tahun)
11.0
6.8
Anak-Anak (5-12 tahun)
11.5
7.1
Remaja (12-15 tahun)
12.0
7.4
Wanita (>15 tahun, tidak hamil)
12.0
7.4
Wanita (>15 tahun, hamil)
11.0
6.8
Pria (>15 tahun)
13.0
8.1
Lebih lanjut, anemia dapat dikategorikan menjadi beberapa kelompok berdasarkan nilai
hemoglobin dalam darah, seperti:
Ringan : 10 g/dl
Sedang : 7-10 g/dl
Berat : <7 g/dl
Gejala
Meskipun dalam beberapa penderita anemia tidak menunjukkan gejala apapun, bukan berarti tidak
ada gejala umum yang dapat dilihat dari kebanyakan kasus. Gejala-gejala yang dimaksud adalah:
1.
2.
3.
4.
5.
Mudah lelah, letih, dan lemas bila melakukan aktivitas fisik/mental
Wajah, bibir dan kuku terlihat pucat
Napas pendek-pendek
Denyut jantung tidak beraturan
Sering merasa pusing dan sakit kepala
6.
7.
8.
9.
Elastisitas kulit yang menurun
Tangan dan kaki terasa dingin
Sulit berkonsentrasi
Sistem kekebalan tubuh menurun sehingga rentan terhadap virus dan infeksi
Penyebab
Secara garis besar, anemia dapat disebabkan oleh beberapa hal, seperti:
1. Peningkatan destruksi eritrosit, contohnya pada penyakit gangguan sistem imun, reaksi tranfusi
darah, talasemia, gagal ginjal, kelainan endokrin, serta anemia pada bayi prematur.2.
2. Penurunan produksi eritrosit, contohnya padakasus kekurangan nutrisi (vitamin B12, zat besi,
asam folat, dll) serta penyakit anemia aplastik.
3. Kehilangan darah dalam jumlah besarakibat perdarahan akut/kronis, menstruasi, ulser kronis,
proses operasi,dan trauma.
Komplikasi
Jangan anggap sepele anemia, karena ternyata penyakit ini dapat memicu timbulnya komplikasi
penyakit lain, seperti:
1. Infeksi
2. Radang paru-paru
3. Kerusakan mata
4. Ulcer (borok)
5. Gagal ginjal dan gagal jantung
6. Kanker
7. Gondok
8. Kelainan darah
9. Nyeri sendi
10. Radang selaput otak
11. Gangguann sistem imun
12. Batu empedu
13. Mual dan sakit perut kronis
Pemeriksaan
Sebelum memutuskan cara pengobatan penyakit anemia, ada baiknya Anda melakukan
pemeriksaan darah lengkap (Complete Blood Count/CBC) terlebih dahulu. Hal ini untuk
menentukan persentase sel darah merah dalam volume darah total (hematokrit) serta jumlah
hemoglobin dalam sampel darah. Selain itu, untuk membantu menentukan diagnosis yang lebih
tepat, ada baiknya Anda memeriksakan ukuran, bentuk, dan warna sel darah merah dengan alat
flow cytometry.
Penanganan
Konsultasi dengan dokter dan melakukan pemeriksaan darah ke rumah sakit merupakan cara yang
paling tepat untuk menentukan langkah-langkah pengobatan yang dapat diambil.
Jika penyebab anemia sudah diketahui, berikut beberapa terapi yang dapat dilakukan sebagai
langkah-langkah penyembuhan:
1. Transfusi darah
2. Pemberian obat-obatan yang dapat menekan sistem imun atau kortikosteroid.
3. Pemberian eritropoietin (hormon yang berperan pada proses hematopoiesis). Tujuannya adalah
untuk membentuk sumsum tulang pada proses hematopoiesis.
4. Pemberian suplemen yang kaya akan zat besi, vitamin B12, dan mineral lainnya.
Selain jenis-jenis terapi di atas, terdapat cara mudah untuk turut mengembalikan jumlah
hemoglobin dalam darah. Salah satunya adalah dengan mengonsumsi makanan tertentu, seperti:
1. Hati ayam dan hati sapi
2. Kacang-kacangan, misalnya kacang hitam, kacang hijau, dan kacang merah
3. Keju dan telur
4. Tahu dan tempe
5. Sayuran hijau,seperti bayam dan brokoli
6. Daging merah, seperti daging sapi, daging kambing, hati.
7. Daging unggas, seperti ayam, bebek.
8. Daging ikan laut, misalnya ikan tuna, sarden, kepiting, salmon, tiram, kerang.
Nah, itu tadi informasi seputar penyakit anemia yang harus Anda ketahui. Semoga Bermanfaat!
Baca juga:



Hemoroid; Penyebab, Gejala dan Penanganan
Penyebab Tekanan Darah Rendah yang Jarang Diketahui
Mari Mengenal Kegunaan Limfosit Bagi Tubuh
December 19, 2016
Ragam Penyakit

Pengertian
Gejala
 Penyebab
 Komplikasi
 Pemeriksaan
 Penanganan

Anemia adalah kondisi di mana jumlah total sel darah merah (hemoglobin) di dalam darah
menurun. Akibatnya, tubuh tidak cukup mendapatkan darah yang kaya oksigen sehingga
organ tubuh tidak akan bekerja secara optimal.
GoDok- Anemia – Pernahkah Anda merasa lemas dan lelah padahal kegiatan yang dilakukan
tergolong ringan? Lalu, pernahkah Anda merasa pusing saat tiba-tiba berdiri? Jika ya,
kemungkinan besar Anda menderita anemia. Ayo, kenali gejala serta penyebabnya untuk
mendapatkan penanganan yang cepat dan tepat!
Mengenal anemia
Anemia adalah kondisi di mana jumlah total sel darah merah (hemoglobin) di dalam darah
menurun. Akibatnya, tubuh tidak cukup mendapatkan darah yang kaya oksigen sehingga organ
tubuh tidak akan bekerja secara optimal.
Berikut batas nilai hemoglobin normal berdasarkan rentang usia dan jenis kelamin:
Usia/Jenis kelamin
Nilai Hb (g/dl)
Nilai Hb (mmol/l)
Balita (0.5-5 tahun)
11.0
6.8
Anak-Anak (5-12 tahun)
11.5
7.1
Remaja (12-15 tahun)
12.0
7.4
Wanita (>15 tahun, tidak hamil)
12.0
7.4
Wanita (>15 tahun, hamil)
11.0
6.8
Pria (>15 tahun)
13.0
8.1
Lebih lanjut, anemia dapat dikategorikan menjadi beberapa kelompok berdasarkan nilai
hemoglobin dalam darah, seperti:
Ringan : 10 g/dl
Sedang : 7-10 g/dl
Berat : <7 g/dl
Gejala
Meskipun dalam beberapa penderita anemia tidak menunjukkan gejala apapun, bukan berarti tidak
ada gejala umum yang dapat dilihat dari kebanyakan kasus. Gejala-gejala yang dimaksud adalah:
1. Mudah lelah, letih, dan lemas bila melakukan aktivitas fisik/mental
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
Wajah, bibir dan kuku terlihat pucat
Napas pendek-pendek
Denyut jantung tidak beraturan
Sering merasa pusing dan sakit kepala
Elastisitas kulit yang menurun
Tangan dan kaki terasa dingin
Sulit berkonsentrasi
Sistem kekebalan tubuh menurun sehingga rentan terhadap virus dan infeksi
Penyebab
Secara garis besar, anemia dapat disebabkan oleh beberapa hal, seperti:
1. Peningkatan destruksi eritrosit, contohnya pada penyakit gangguan sistem imun, reaksi tranfusi
darah, talasemia, gagal ginjal, kelainan endokrin, serta anemia pada bayi prematur.2.
2. Penurunan produksi eritrosit, contohnya padakasus kekurangan nutrisi (vitamin B12, zat besi,
asam folat, dll) serta penyakit anemia aplastik.
3. Kehilangan darah dalam jumlah besarakibat perdarahan akut/kronis, menstruasi, ulser kronis,
proses operasi,dan trauma.
Komplikasi
Jangan anggap sepele anemia, karena ternyata penyakit ini dapat memicu timbulnya komplikasi
penyakit lain, seperti:
1. Infeksi
2. Radang paru-paru
3. Kerusakan mata
4. Ulcer (borok)
5. Gagal ginjal dan gagal jantung
6. Kanker
7. Gondok
8. Kelainan darah
9. Nyeri sendi
10. Radang selaput otak
11. Gangguann sistem imun
12. Batu empedu
13. Mual dan sakit perut kronis
Pemeriksaan
Sebelum memutuskan cara pengobatan penyakit anemia, ada baiknya Anda melakukan
pemeriksaan darah lengkap (Complete Blood Count/CBC) terlebih dahulu. Hal ini untuk
menentukan persentase sel darah merah dalam volume darah total (hematokrit) serta jumlah
hemoglobin dalam sampel darah. Selain itu, untuk membantu menentukan diagnosis yang lebih
tepat, ada baiknya Anda memeriksakan ukuran, bentuk, dan warna sel darah merah dengan alat
flow cytometry.
Penanganan
Konsultasi dengan dokter dan melakukan pemeriksaan darah ke rumah sakit merupakan cara yang
paling tepat untuk menentukan langkah-langkah pengobatan yang dapat diambil.
Jika penyebab anemia sudah diketahui, berikut beberapa terapi yang dapat dilakukan sebagai
langkah-langkah penyembuhan:
1. Transfusi darah
2. Pemberian obat-obatan yang dapat menekan sistem imun atau kortikosteroid.
3. Pemberian eritropoietin (hormon yang berperan pada proses hematopoiesis). Tujuannya adalah
untuk membentuk sumsum tulang pada proses hematopoiesis.
4. Pemberian suplemen yang kaya akan zat besi, vitamin B12, dan mineral lainnya.
Selain jenis-jenis terapi di atas, terdapat cara mudah untuk turut mengembalikan jumlah
hemoglobin dalam darah. Salah satunya adalah dengan mengonsumsi makanan tertentu, seperti:
1. Hati ayam dan hati sapi
2. Kacang-kacangan, misalnya kacang hitam, kacang hijau, dan kacang merah
3. Keju dan telur
4. Tahu dan tempe
5. Sayuran hijau,seperti bayam dan brokoli
6. Daging merah, seperti daging sapi, daging kambing, hati.
7. Daging unggas, seperti ayam, bebek.
8. Daging ikan laut, misalnya ikan tuna, sarden, kepiting, salmon, tiram, kerang.
Nah, itu tadi informasi seputar penyakit anemia yang harus Anda ketahui. Semoga Bermanfaat!
Baca juga:



Hemoroid; Penyebab, Gejala dan Penanganan
Penyebab Tekanan Darah Rendah yang Jarang Diketahui
Mari Mengenal Kegunaan Limfosit Bagi Tubuh
Anemia adalah suPengertian Anemia
Anemia adalah suatu keadaan yang menggambarkan kadar hemoglobin atau jumlah eritrosit
dalam darah kurang dari nilai standar (normal).

Ukuran hemoglobin normal
- Laki-laki sehat mempunyai Hb: 14 gram – 18 gram
- Wanita sehat mempunyai Hb: 12 gram – 16 gram Tingkat pada anemia
- Kadar Hb 10 gram – 8 gram disebut anemia ringan.
- Kadar Hb 8 gram – 5 gram disebut anemia sedang.
- Kadar Hb kurang dari 5 gram disebut anemia berat.

Penyebab anemia umumnya adalah :
- Kurang gizi (malnutrisi)
- Kurang zat besi dalam diet.
- Malabsorpsi
- Kehilangan darah yang banyak: persalinan yang lalu, dan lain-lain.
- Penyakit – penyakit kronik: TBC, Paru-paru, cacing usus, malaria, dan lain-lain.
B. Frekuensi
Frekuensi kehamilan cukup tinggi, yaitu 10 – 20%.
Frekuensi anemia dalam kehamilam di Indonesia.


Hoo Swie Tjiong (1962) : 18,5%.
Njo Tiong tiat dan Poerwo Soedarmo (1975): 16,1% pada Wulan I dan 49,9% pada
triwulan II.
C. Pengaruh Anemia terhadap kehamilan persalinan dan nifas
1. Keguguran
2. Partus prematurus
3. Inersia uteri dan partus lama, ibu lemah.
4. Atonia uteri dan menyebabkan pendarahan
5. Syok
6. Afibrinogemia dan hipofrinogenemia.
7. Infeksi Intrapartum dan dalam nifas.
8. Bila terjadi anemia gravis (Hb dibawah 4 gr%) terjadi payah jantung, yang bukan saja
menyulitkan kehamilan dan persalinan, bahkan bisa fatal.
D. Pengaruh anemia terhadap hasil konsepsi
Bila terjadi anemia, pengaruhnya terhadap hasil konsepsi adalah :
1. Kematian mudigah (Keguguran).
2. Kematian janin dalam kandungan.
3. Kematian janin waktu lahir (stillbirth),
4. Kematian perinatal tinggi,
5. Prematuritas.
6. Dapat terjadi cacat-bawaan.
7. Cadangan besi kurang.
E. Klasifikasi anemiaa dalam kehamilan
1. Anemia defisiensi besi (62,3%)
2. Anemia megaloblastik (29,0%)
3. Anemia hipoplastik (8,0%)
4. Anemia hemolitik (sel sickle) (0,7%)
1. Anemia defisiensi besi
Anemiaa jenis ini biasanya berbentuk ormositik dan hipokromik serta paling banyak
dijumpainya. Penyebabnya telah dibicarakan diatas sebagai penyebab anemiaa umumnya.
Pengobatan :
Keperluan zat besi untuk wanita non-hamil, hamil, dan dalam laktasi yang dianjurkan adalah :


FNB Amerika Serikat (1958) = 12 Mg – 15 mg – 15 mg.
LIPI Indonesia (1968)= 12 mg – 17 mg – 17 mg.
2. Anemia megaloblastik
Biasanya berbentuk makrositik atau pernisiosa. Penyebabnya adalah kekurangan asam folik,
jarang sekali akibat karena kekurangan Vitamin B12. biasanya karena malnutrisi dan infeksi
yang kronik.
Pengobatan :

Asam tolik 15 – 30 / hari.

Vitamin B12 3 x 1 tablet perhari.

Sulfas ferosus 3 x 1 tablet per hari.

Pada kasus berat dan pengobatan oral hasilnya lamban sehingga dapat diberikan transfusi
darah.
3. Anemia hipoplasti
Disebabkan oleh hipofungsi sumsum tulang, membentuk sel-sel darah merah baru. Untuk
diagnosis diperlukan pemeriksaan-pemeriksaan.

Darah tepi lengkap.

Pemeriksaan fungsi sternal.

Pemeriksaan retikulosif, dan lain-lain.
Terapi dengan obat-obatan dan memuaskan, mungkin pengobatan yang paling baik yaitu tranfusi
darah, yang perlu sering diulang.
4. Anemia hemolitik
Disebabkan penghancuran / pemecahan sel darah merah yang lebih cepat dari perbuatannya ini
dapat disebankan oleh :
a. Faktor intra korpuskuler: dijumpai pada anemia hemolitik heriditer, tala semia, anemia sel
sickle (sabit), hemoglobinopati C, D, G, H, I, dan paraksimal hokturnal hemoglobinuria.
b. Faktor ekstra korpuskuler: disebabkan malaria, sepsis, keracunan zat logam, dan dapat beserta
obat-obatan, leukimia, penyakit hodgkin, dan lain-lain.
Gejala utama adalah anemia dengan kelainan-kelainan gambaran darah, kelelahan, kelemahan,
serta gejala komplikasi bila terjadi kelainan pada organ-organ vital.
Pengobatan bergantung pada jenis anemia hemolitik serta penyebabnya, bila disebabkan oleh
infeksi maka infeksinya diberantas dan diberikan obat-obatan penambah darah. Namun, pada
beberapa jenis obat-obatan, hal ini memberi hasil. Maka darah berulang dapat membantu
penderita ini.
TINJAUAN KASUS
Ny. A berumur 28 tahun datang ke Puskesmas untuk periksa hamil tanggal 7 Maret 2007. hamil
ini adalah kehamilan yang kedua dan belum pernah abortus, HPHT : 28 Mei 2006. Ibu
mengatakan pusing, lemas, pandangan berkunang-kunang. Dari hasil pemeriksaan ditemukan TD
: 100/90 mmhg, S : 36 oC, N : 80 x / mnt, Rr 20 x / mnt, Hb : 8 gram%, kunjungtiva pucat dan
DJJ 144 x / mnt teratur, terdengar di perut ibu sebelah kiri.
S = Subjek
- Ny. A umur 28 tahun, periksa hamil tanggal 7 Maret 2007.
- Dengan keluhan pusing, lemas, dan pandangan mata berkunang-kunang.
- Diketahui HPHT : 28 Mei 2006.
O = Objektif
K/U ibu baik, kesadaran composmentis.
- Pemeriksaan TTV
TD = 100 / 90 mmHg M = 80 x / mnt
S = 36 oC Rr = 20 x / mnt
- Pemeriksaan fisik
Head to too
- Pemeriksaan Palpasi
Leopold I = TFU : 30 cm, teraba bagian bulat, lunak, tidak ada lentingan
(bokong janin).
Leopold II = - Sebelah kanan ibu teraba bagan-bagian kecil janin
(eksterminas janin).
- Sebelah kiri ibu teraba bagian keras, panjang ada tahanan
(punggung janin).
Leopold III = Teraba bagian bulat, keras ada lentingan (kepala janin)
Leopold IV = Konvergen 5/5 bagian.
- Pemeriksaan Auskultasi
DJJ : 144 x / mnt
PM : terdengar jelas, 2 jam dibawah pusat kiri ibu
- Pemeriksaan Laboratorium
Hb : 8 gram%
A = Assesment
G2P1AO hamil pada 32 minggu umur 28 tahun
Janin hidup tunggal intra uterin, letak memanjang, presentasi kepala,
PUKI 5/5 bagian
Primuda dengan anemia ringan
P = Planning

Beritahu hasil pemeriksaan.

Anjurkan kepada ibu untuk tidak melakukan perkerjaan yang terlalu berat.

Anjurkan kepada ibu untuk makan makanan yang mengandung zat besi dan makan
dilakukan lebih sering dalam jumlah lebih sedikit.

Anjurkan kepada ibu untuk tidak melakukan perjalanan jauh.

Anjurkan kepada ibu untuk melakukan konsumsi vitamin setiap hari 1 tablet.

Anjurkan kepada ibu untuk minum obat zat besi dan asam sulfat.

Anjurkan kepada ibu untuk olahraga ringan di pagi hari sebelum melakukan aktivitas.


Anjurkan kepada ibu untuk periksa laboratorium untuk mengetahui apakah Hbnya sudah
naik atau belum.
Anjurkankepada ibu untuk kontrol ulang 2 minggu lagi.
Pengertian Anemia
Anemia adalah suatu keadaan yang menggambarkan kadar hemoglobin atau jumlah eritrosit
dalam darah kurang dari nilai standar (normal).

Ukuran hemoglobin normal
- Laki-laki sehat mempunyai Hb: 14 gram – 18 gram
- Wanita sehat mempunyai Hb: 12 gram – 16 gram Tingkat pada anemia
- Kadar Hb 10 gram – 8 gram disebut anemia ringan.
- Kadar Hb 8 gram – 5 gram disebut anemia sedang.
- Kadar Hb kurang dari 5 gram disebut anemia berat.

Penyebab anemia umumnya adalah :
- Kurang gizi (malnutrisi)
- Kurang zat besi dalam diet.
- Malabsorpsi
- Kehilangan darah yang banyak: persalinan yang lalu, dan lain-lain.
- Penyakit – penyakit kronik: TBC, Paru-paru, cacing usus, malaria, dan lain-lain.
B. Frekuensi
Frekuensi kehamilan cukup tinggi, yaitu 10 – 20%.
Frekuensi anemia dalam kehamilam di Indonesia.


Hoo Swie Tjiong (1962) : 18,5%.
Njo Tiong tiat dan Poerwo Soedarmo (1975): 16,1% pada Wulan I dan 49,9% pada
triwulan II.
C. Pengaruh Anemia terhadap kehamilan persalinan dan nifas
1. Keguguran
2. Partus prematurus
3. Inersia uteri dan partus lama, ibu lemah.
4. Atonia uteri dan menyebabkan pendarahan
5. Syok
6. Afibrinogemia dan hipofrinogenemia.
7. Infeksi Intrapartum dan dalam nifas.
8. Bila terjadi anemia gravis (Hb dibawah 4 gr%) terjadi payah jantung, yang bukan saja
menyulitkan kehamilan dan persalinan, bahkan bisa fatal.
D. Pengaruh anemia terhadap hasil konsepsi
Bila terjadi anemia, pengaruhnya terhadap hasil konsepsi adalah :
1. Kematian mudigah (Keguguran).
2. Kematian janin dalam kandungan.
3. Kematian janin waktu lahir (stillbirth),
4. Kematian perinatal tinggi,
5. Prematuritas.
6. Dapat terjadi cacat-bawaan.
7. Cadangan besi kurang.
E. Klasifikasi anemiaa dalam kehamilan
1. Anemia defisiensi besi (62,3%)
2. Anemia megaloblastik (29,0%)
3. Anemia hipoplastik (8,0%)
4. Anemia hemolitik (sel sickle) (0,7%)
1. Anemia defisiensi besi
Anemiaa jenis ini biasanya berbentuk ormositik dan hipokromik serta paling banyak
dijumpainya. Penyebabnya telah dibicarakan diatas sebagai penyebab anemiaa umumnya.
Pengobatan :
Keperluan zat besi untuk wanita non-hamil, hamil, dan dalam laktasi yang dianjurkan adalah :


FNB Amerika Serikat (1958) = 12 Mg – 15 mg – 15 mg.
LIPI Indonesia (1968)= 12 mg – 17 mg – 17 mg.
2. Anemia megaloblastik
Biasanya berbentuk makrositik atau pernisiosa. Penyebabnya adalah kekurangan asam folik,
jarang sekali akibat karena kekurangan Vitamin B12. biasanya karena malnutrisi dan infeksi
yang kronik.
Pengobatan :

Asam tolik 15 – 30 / hari.

Vitamin B12 3 x 1 tablet perhari.

Sulfas ferosus 3 x 1 tablet per hari.

Pada kasus berat dan pengobatan oral hasilnya lamban sehingga dapat diberikan transfusi
darah.
3. Anemia hipoplasti
Disebabkan oleh hipofungsi sumsum tulang, membentuk sel-sel darah merah baru. Untuk
diagnosis diperlukan pemeriksaan-pemeriksaan.

Darah tepi lengkap.

Pemeriksaan fungsi sternal.

Pemeriksaan retikulosif, dan lain-lain.
Terapi dengan obat-obatan dan memuaskan, mungkin pengobatan yang paling baik yaitu tranfusi
darah, yang perlu sering diulang.
4. Anemia hemolitik
Disebabkan penghancuran / pemecahan sel darah merah yang lebih cepat dari perbuatannya ini
dapat disebankan oleh :
a. Faktor intra korpuskuler: dijumpai pada anemia hemolitik heriditer, tala semia, anemia sel
sickle (sabit), hemoglobinopati C, D, G, H, I, dan paraksimal hokturnal hemoglobinuria.
b. Faktor ekstra korpuskuler: disebabkan malaria, sepsis, keracunan zat logam, dan dapat beserta
obat-obatan, leukimia, penyakit hodgkin, dan lain-lain.
Gejala utama adalah anemia dengan kelainan-kelainan gambaran darah, kelelahan, kelemahan,
serta gejala komplikasi bila terjadi kelainan pada organ-organ vital.
Pengobatan bergantung pada jenis anemia hemolitik serta penyebabnya, bila disebabkan oleh
infeksi maka infeksinya diberantas dan diberikan obat-obatan penambah darah. Namun, pada
beberapa jenis obat-obatan, hal ini memberi hasil. Maka darah berulang dapat membantu
penderita ini.
TINJAUAN KASUS
Ny. A berumur 28 tahun datang ke Puskesmas untuk periksa hamil tanggal 7 Maret 2007. hamil
ini adalah kehamilan yang kedua dan belum pernah abortus, HPHT : 28 Mei 2006. Ibu
mengatakan pusing, lemas, pandangan berkunang-kunang. Dari hasil pemeriksaan ditemukan TD
: 100/90 mmhg, S : 36 oC, N : 80 x / mnt, Rr 20 x / mnt, Hb : 8 gram%, kunjungtiva pucat dan
DJJ 144 x / mnt teratur, terdengar di perut ibu sebelah kiri.
S = Subjek
- Ny. A umur 28 tahun, periksa hamil tanggal 7 Maret 2007.
- Dengan keluhan pusing, lemas, dan pandangan mata berkunang-kunang.
- Diketahui HPHT : 28 Mei 2006.
O = Objektif
K/U ibu baik, kesadaran composmentis.
- Pemeriksaan TTV
TD = 100 / 90 mmHg M = 80 x / mnt
S = 36 oC Rr = 20 x / mnt
- Pemeriksaan fisik
Head to too
- Pemeriksaan Palpasi
Leopold I = TFU : 30 cm, teraba bagian bulat, lunak, tidak ada lentingan
(bokong janin).
Leopold II = - Sebelah kanan ibu teraba bagan-bagian kecil janin
(eksterminas janin).
- Sebelah kiri ibu teraba bagian keras, panjang ada tahanan
(punggung janin).
Leopold III = Teraba bagian bulat, keras ada lentingan (kepala janin)
Leopold IV = Konvergen 5/5 bagian.
- Pemeriksaan Auskultasi
DJJ : 144 x / mnt
PM : terdengar jelas, 2 jam dibawah pusat kiri ibu
- Pemeriksaan Laboratorium
Hb : 8 gram%
A = Assesment
G2P1AO hamil pada 32 minggu umur 28 tahun
Janin hidup tunggal intra uterin, letak memanjang, presentasi kepala,
PUKI 5/5 bagian
Primuda dengan anemia ringan
P = Planning

Beritahu hasil pemeriksaan.

Anjurkan kepada ibu untuk tidak melakukan perkerjaan yang terlalu berat.

Anjurkan kepada ibu untuk makan makanan yang mengandung zat besi dan makan
dilakukan lebih sering dalam jumlah lebih sedikit.

Anjurkan kepada ibu untuk tidak melakukan perjalanan jauh.

Anjurkan kepada ibu untuk melakukan konsumsi vitamin setiap hari 1 tablet.

Anjurkan kepada ibu untuk minum obat zat besi dan asam sulfat.

Anjurkan kepada ibu untuk olahraga ringan di pagi hari sebelum melakukan aktivitas.


Anjurkan kepada ibu untuk periksa laboratorium untuk mengetahui apakah Hbnya sudah
naik atau belum.
Anjurkankepada ibu untuk kontrol ulang 2 minggu lagi.
atu kondisi ketika tubuh kekurangan sel darah yang mengandung hemoglobin untuk
menyebarkan oksigen ke seluruh organ tubuh. Dengan kondisi tersebut, penderita biasanya akan
merasa letih dan lelah, sehingga tidak dapat melakukan aktivitas secara optimal.
Anemia dapat terjadi dalam jangka waktu pendek maupun panjang, dengan tingkat keparahan
ringan sampai berat. Pengobatan kondisi ini bervariasi tergantung pada penyebabnya. Anemia
dapat diobati dengan mengonsumsi suplemen secara rutin atau prosedur pengobatan khusus.
Gejala Anemia
Anemia dapat dikenali dari gejala-gejala berikut ini:











Badan terasa lemas dan cepat lelah.
Kulit terlihat pucat atau kekuningan.
Detak jantung tidak beraturan.
Napas pendek.
Pusing dan berkunang-kunang.
Nyeri dada.
Tangan dan kaki terasa dingin.
Sakit kepala.
Sulit Berkonsentrasi.
Insomnia.
Kaki kram.
Pada awalnya, gejala anemia sering kali tidak disadari oleh penderita. Gejala anemia akan
semakin terasa apabila kondisi yang diderita semakin memburuk. Konsultasi pada dokter
sebaiknya dilakukan jika seseorang kerap merasakan lelah tanpa sebab yang jelas.
Penyebab Anemia
Anemia terjadi pada saat tubuh kekurangan sel darah merah sehat yang mengandung
hemoglobin. Terdapat sekitar 400 kondisi yang dapat menyebabkan anemia pada seseorang dan
dibagi menjadi 3 kelompok, yaitu:



Tubuh tidak cukup memproduksi sel darah merah.
Terjadi perdarahan yang menyebabkan tubuh kehilangan darah lebih cepat dibanding
kemampuan tubuh untuk memproduksi darah.
Kelainan pada reaksi tubuh dengan menghancurkan sel darah merah yang sehat.
Berikut ini adalah uraian singkat mengenai jenis-jenis anemia berdasarkan penyebabnya, di
antaranya:



Anemia akibat kekurangan zat besi. Anemia jenis ini merupakan yang paling umum
terjadi di seluruh dunia. Kekurangan zat besi dapat menyebabkan tubuh mengalami
anemia dikarenakan sumsum tulang membutuhkan zat besi untuk membuat sel darah.
Anemia dapat terjadi pada wanita hamil yang tidak mengonsumsi suplemen penambah
zat besi. Anemia juga dapat terjadi pada perdarahan menstruasi yang banyak, tukak organ
(luka), kanker, dan penggunaan obat pereda nyeri seperti aspirin. Gejala-gejala yang
umumnya dialami penderita anemia kekurangan zat besi adalah:
o Memiliki nafsu makan terhadap benda-benda aneh seperti kertas, cat atau es
(kondisi ini dinamakan pica).
o Mulut terasa kering dan pecah-pecah di bagian sudutnya.
o Kuku yang melengkung ke atas (koilonychia).
Anemia akibat kekurangan vitamin. Selain membutuhkan zat besi, tubuh juga
membutuhkan vitamin B12 dan asam folat untuk membuat sel darah merah. Kekurangan
dua unsur nutrisi tersebut dapat menyebabkan tubuh tidak dapat memproduksi sel darah
merah sehat dalam jumlah cukup sehingga terjadi anemia. Pada beberapa kasus, terdapat
penderita anemia akibat lambung tidak dapat menyerap vitamin B12 dari makanan yang
dicerna. Kondisi tersebut dinamakan anemia pernisiosa. Gejala-gejala yang umumnya
dialami oleh penderita anemia kekurangan vitamin B-12 dan asam folat adalah:
o Geli dan rasa menggelenyar di bagian tangan dan kaki.
o Kehilangan kepekaan pada indera peraba.
o Sulit berjalan.
o Mengalami kekakuan pada kaki dan tangan.
o Mengalami demensia.
Anemia akibat penyakit kronis. Sejumlah penyakit dapat menyebabkan anemia karena
terjadinya gangguan pada proses pembentukan dan penghancuran sel darah merah.
Contoh-contoh penyakit tersebut adalah HIV/AIDS, kanker, rheumatoid arthritis,
penyakit ginjal, penyakit Crohn, dan penyakit peradangan kronis. Gejala-gejala yang
dapat muncul pada kasus anemia akibat penyakit kronis di antaranya adalah:
o Warna mata dan kulit menjadi kekuningan.
o Warna urine yang berubah menjadi merah atau cokelat.
o Borok pada kaki.
o Gejala batu empedu.
o Keterlambatan perkembangan pada anak-anak.





Anemia aplastik. Anemia aplastik merupakan kondisi yang langka terjadi namun
berbahaya bagi hidup penderita. Pada anemia aplastik, tubuh tidak mampu memproduksi
sel darah merah dengan optimal. Anemia aplastik dapat disebabkan oleh infeksi, efek
samping obat, penyakit autoimun, atau paparan zat kimia beracun.
Anemia akibat penyakit sumsum tulang. Beberapa penyakit seperti leukemia atau
mielofibriosis dapat mengganggu produksi sel darah merah di sumsum tulang dan
menimbulkan anemia. Gejala yang ditimbulkan dapat bervariasi, dari ringan hingga
berbahaya.
Anemia hemolitik. Anemia hemolitik terjadi pada saat sel darah merah dihancurkan oleh
tubuh lebih cepat dibanding waktu produksinya. Beberapa penyakit dapat mengganggu
proses dan kecepatan penghancuran sel darah merah. Anemia hemolitik dapat diturunkan
secara genetik atau bisa juga didapat setelah lahir.
Anemia sel sabit (sickle cell anemia). Anemia ini bersifat genetis dan disebabkan oleh
bentuk hemoglobin yang tidak normal sehingga menyebabkan sel darah merah berbentuk
seperti bulan sabit, bukan bulat bikonkaf seperti sel darah merah Sel darah merah
berbentuk sabit memiliki waktu hidup lebih pendek dibanding sel darah merah normal.
Gejala yang dialami oleh penderita anemia sel sabit adalah:
o Kelelahan.
o Mudah terkena infeksi.
o Nyeri tajam pada bagian sendi, perut, dan anggota gerak.
o Keterlambatan pertumbuhan dan perkembangan pada anak-anak.
Anemia jenis lain, yang disebabkan oleh thalassemia atau penyakit malaria.
Beberapa fakor risiko yang dapat meningkatkan risiko munculnya anemia pada diri seseorang
adalah:






Kekurangan vitamin dan zat besi. Membiasakan diri mengonsumsi makanan yang
rendah vitamin B12, asam folat, dan zat besi dapat meningkatkan risiko terkena anemia.
Gangguan pencernaan pada usus. Beberapa penyakit seperti penyakit Crohn dan
penyakit celiac dapat menyebabkan gangguan penyerapan nutrisi di usus sehingga
meningkatkan risiko terkena anemia.
Menstruasi. Umumnya wanita yang masih mengalami menstruasi memiliki risiko
terkena anemia lebih besar dibandingkan dengan wanita yang sudah menopause atau pria.
Hal tersebut disebabkan oleh kehilangan darah pada saat terjadinya menstruasi.
Mengandung. Ibu hamil yang tidak mengonsumsi suplemen asam folat dalam jumlah
cukup memiliki risiko terkena anemia yang lebih tinggi.
Penyakit kronis. Jika seseorang menderita kanker, gagal ginjal, atau penyakit kronis
lainnya, maka risiko terkena anemia akan meningkat akibat kekurangan sel darah merah.
Luka pada organ dalam yang diiringi perdarahan juga dapat menyebabkan tubuh
kekurangan zat besi sehingga meningkatkan risiko terjadinya anemia akibat kekurangan
zat besi.
Riwayat anemia di keluarga. Seseorang yang memiliki anggota keluarga dengan
riwayat anemia bawaan, memiliki risiko tinggi untuk terkena kondisi yang sama.
Umumnya anemia yang diwariskan adalah anemia sel sabit (sickle cell anemia).


Usia. Penambahan usia akan meningkatkan risiko seseorang terkena anemia. Anemia
karena kekurangan vitamin B12 dan asam folat lebih umum terjadi pada lansia di atas 75
tahun.
Faktor lain, seperti infeksi, kelainan darah, penyakit autoimun, kecanduan alkohol,
terkena zat kimia beracun, dan efek samping dari obat dapat meningkatkan risiko anemia
pada seseorang.
Komplikasi Anemia
Jika tidak ditangani, anemia berisiko menyebabkan beberapa komplikasi berikut ini:





Kelelahan berat. Tanpa penanganan yang baik, anemia dapat menimbulkan kelelahan
berat pada penderitanya sehingga mengganggu aktivitas sehari-hari.
Rentan terkena infeksi. Kekurangan zat besi yang menyebabkan anemia dapat
berpengaruh pada kemampuan sistem imun dalam memerangi berbagai patogen, sehingga
penderita anemia lebih rentan terkena penyakit infeksi.
Komplikasi dan gangguan kehamilan. Wanita hamil yang kekurangan asam folat
berisiko mengalami gangguan kehamilan dan perkembangan janin. Selain itu, anemia
juga dapat menyebabkan sang ibu mengalami depresi pasca kelahiran melahirkan dan
gangguan pada bayi yang dilahirkan, seperti:
o Kelahiran prematur sebelum minggu 37.
o Berat badan di bawah normal.
o Masalah pada kandungan zat besi dalam darah.
o Hasil tes kemampuan mental yang kurang
Gangguan jantung. Anemia dapat menyebabkan detak jantung menjadi tidak beraturan
(aritmia) akibat harus memompa darah lebih keras untuk mengompensasi kekurangan
oksigen dalam darah. Kondisi tersebut dapat menyebabkan pembesaran jantung atau
gagal jantung.
Kematian. Beberapa anemia yang bersifat bawaan, seperti anemia sel sabit, bisa menjadi
serius dan mengancam hidup penderitanya. Kehilangan darah dengan tanpa penanganan
yang baik dapat menyebabkan anemia berat dan kematian.
Diagnosis Anemia
Untuk mengetahui apakah seorang pasien mengalami anemia atau tidak, dokter akan melakukan
langkah-langkah diagnosis sebagai berikut:

Pemeriksaan darah lengkap. Metode penghitungan sel darah digunakan untuk
menghitung jumlah sel darah merah yang ada di dalam darah. Pada diagnosis anemia,
parameter yang diukur oleh dokter adalah hematokrit dan hemoglobin dalam darah.
Patokan jumlah hematokrit normal pada orang dewasa berbeda-beda di setiap
laboratorium, akan tetapi umumnya berkisar di 40-52% untuk pria dan 35-47% untuk
wanita. Hemoglobin normal pada orang dewasa pria berkisar di 14-18 gram/desiliter dan
12-16 gram/desiliter untuk wanita. Pada pemeriksaan darah lengkap, dapat juga
diperiksa:
o

Bentuk dan ukuran sel darah. Tes ini bertujuan untuk melihat struktur sel darah
merah guna menentukan apakah struktur dan warna sel darah merah tersebut
nomal atau tidak, terutama pada pasien anemia sel sabit.
o Kandungan vitamin B12 dan asam folat. Jika dokter menduga penyebab
anemia adalah kekurangan vitamin B12 dan asam folat, maka dokter akan
memeriksa kandungan kedua zat tersebut dalam tubuh penderita untuk
memastikannya.
o Kandungan zat besi dalam darah. Apabila ada dugaan anemia diakibatkan oleh
kekurangan zat besi, dokter akan melakukan pemeriksaan kadar protein besi
dalam darah yang disebut serum ferritin. Kadar serum ferritin yang rendah
mengindikasikan bahwa anemia yang diderita disebabkkan oleh kekurangan zat
besi.
Pemeriksaan tambahan lain untuk menentukan penyebab utama terjadinya anemia.
Beberapa kasus anemia didasari oleh masalah kesehatan tertentu, seperti luka pada suatu
organ, sehingga diharuskan untuk dilakukannya pemeriksaan guna memastikannya.
Pemeriksaan sumsum tulang dapat dilakukan untuk menilai fungsi sumsum tulang dalam
meregenerasi sel darah.
Pada saat melakukan diagnosis, dokter juga akan menanyakan beberapa hal kepada pasien untuk
membantu mengetahui penyebab utama anemia, yaitu:





Pola makan untuk menentukan apakah pasien mengonsumsi makanan dengan
kandungan zat besi, vitamin B-12, dan asam folat yang tinggi.
Pengobatan yang sedang dijalani. Beberapa jenis obat dapat menyebabkan terjadinya
perdarahan pada lambung atau usus, misalnya aspirin atau ibuprofen.
Siklus menstruasi. Jarak menstruasi yang terlalu dekat, durasi yang panjang dan jumlah
perdarahan yang banyak dapat menyebabkan anemia.
Riwayat dalam keluarga. Untuk mencari informasi apakah ada anggota keluarga yang
mengalami anemia, perdarahan gastrointestinal, atau kelainan pada darah.
Jadwal donor darah. Dokter akan menanyakan apakah pasien melakukan donor darah
secara rutin.
Jika dokter tidak menemukan penyebab yang pasti setelah melakukan pengecekan riwayat medis
serta gejala anemia pada pasien, dokter dapat melakukan pemeriksaan fisik. Jenis-jenis
pemeriksaan fisik yang mungkin dilakukan adalah:




Pemeriksaan pada bagian perut untuk memeriksa apakah ada perdarahan internal pada
saluran pencernaan pada pasien.
Pengecekan gejala-gejala gagal jantung seperti pembengkakan pada pergelangan kaki.
Gagal jantung memiliki gejala yang mirip dengan anemia
Pemeriksaan rektal (colok dubur) untuk memeriksa perdarahan atau kelainan pada usus
bagian bawah dan anus.
Pemeriksaan pelvis untuk memeriksa perdarahan yang menyebabkan anemia saat
menstruasi. Pemeriksaan pelvis tidak akan dilakukan tanpa persetujuan dari pasien.
Pengobatan Anemia
Pengobatan anemia berbeda-beda tergantung jenis anemia yang diderita oleh pasien. Prinsip
pengobatan anemia adalah menemukan penyebab utama anemia. Pengobatan terhadap anemia
sebaiknya tidak dilakukan hingga diketahui penyebab utamanya. Hal ini dikarenakan pengobatan
untuk satu jenis anemia bisa berbahaya untuk anemia jenis lain. Beberapa contoh pengobatan
anemia berdasarkan jenisnya antara lain:








Anemia akibat kekurangan zat besi. Anemia jenis ini dapat diatasi dengan
mengonsumsi suplemen penambah zat besi, serta memperbanyak konsumsi makanan
yang kaya zat besi. Selain itu, pasien juga dapat diberikan vitamin C untuk meningkatkan
penyerapan zat besi. Perlu diperhatikan bahwa suplemen yang mengandung kalsium
dapat menghambat penyerapan zat besi.Konsultasikan dengan dokter sebelum
mengonsumsi suplemen penambah zat besi untuk mendapatkan dosis yang tepat.
Kelebihan zat besi pada tubuh dapat berbahaya bagi pasien karena dapat menimbulkan
kelelahan, mual, diare, sakit kepala, penyakit jantung dan nyeri sendi. Untuk
meringankan efek samping dari konsumsi suplemen zat besi, pasien dapat mengonsumsi
suplemen setelah makan. Jika efek samping berlanjut segera temui dokter kembali.
Anemia akibat kekurangan vitamin. Anemia jenis ini dapat diobati dengan
mengonsumsi makanan yang kaya akan asam folat dan vitamin B12, serta mengonsumsi
suplemen yang mengandung keduanya. Jika tubuh pasien memiliki gangguan penyerapan
asam folat dan vitamin B12, pengobatan dapat melibatkan injeksi vitamin B12 setiap
hari. Setelah itu pasien akan diberikan injeksi vitamin B12 setiap bulan satu kali yang
dapat berlangsung sepanjang hidup atau tergantung kepada kondisi pasien.
Anemia akibat penyakit kronis. Tidak ada pengobatan yang spesifik pada jenis ini
karena tergantung pada penyakit yang mendasari terjadinya anemia. Jika anemia
bertambah parah, dokter dapat memberikan transfusi darah atau injeksi eritropoietin,
yaitu suatu hormon peningkat produksi darah dan penghilang rasa lelah.
Anemia akibat perdarahan. Jika seseorang mengalami perdarahan dan kehilangan
darah dalam jumlah banyak, pengobatan utama yang harus dilakukan adalah mencari dan
mengobati sumber perdarahan. Setelah sumber perdarahan diatasi, pasien dapat diberikan
transfusi darah, oksigen, dan suplemen penambah darah yang mengandung zat besi dan
vitamin.
Anemia Aplastik. Pengobatan anemia aplastik dapat diawali dengan transfusi darah
untuk meningkatkan jumlah sel darah merah. Jika diperlukan, dapat dilakukan
pencangkokan sumsum tulang apabila sumsum tulang tidak bisa lagi memproduksi sel
darah merah yang sehat.
Anemia akibat penyakit sumsum tulang. Pengobatan anemia jenis ini dapat bervariasi
sesuai dengan penyakit yang diderita pasien. Pengobatan dapat melibatkan kemoterapi
dan pencangkokan sumsum tulang.
Anemia Hemolitik. Penanganan anemia hemolitik dapat dilakukan dengan beberapa cara
tergantung faktor penyebabnya. Penanganan bisa dengan menghindari obat-obatan yang
memiliki efek samping hemolisis, dengan mencari dan mengobati infeksi yg menjadi
penyebab hemolitik, atau dengan imunosupresan untuk menekan sistem imun yang
diduga merusak sel darah.
Anemia sel sabit (sickle cell anemia). Pengobatan utama anemia sel sabit adalah dengan
mengganti sel darah merah yang hancur melalui transfusi darah, suplemen asam folat,
dan antibiotik. Pengobatan lainnya adalah dengan mengonsumsi obat penghilang rasa

sakit serta menambahkan cairan melalui oral maupun intravena untuk mengurangi nyeri
dan menghindari komplikasi. Pencangkokan sumsum tulang dapat digunakan untuk
mengobati anemia sel sabit pada kondisi tertentu. Obat untuk kanker hidroksiurea dapat
juga digunakan untuk mengobati anemia sel sabit.
Thalassemia. Thalassemia dapat diobati melalui transfusi darah, konsumsi suplemen
asam folat, splenektomi untuk mengambil limpa, serta pencangkokan sel punca darah dan
sumsum tulang.
Pencegahan Anemia
Beberapa jenis anemia tidak dapat dihindari, akan tetapi anemia yang disebabkan oleh
kekurangan vitamin dan zat besi dapat dicegah dengan cara mengatur pola makan. Beberapa
makanan yang dapat membantu mencegah anemia antara lain adalah:




Makanan yang kaya akan zat besi, seperti daging sapi, kacang-kacangan, sereal yang
diperkaya zat besi, sayuran berdaun hijau gelap, dan buah kering.
Makanan yang kaya akan asam folat, seperti buah-buahan, sayuran berdaun hijau gelap,
kacang hijau, kacang merah, kacang tanah, gandum, sereal, pasta, dan nasi.
Makanan yang kaya akan vitamin B12, seperti daging, susu, keju, sereal, dan makanan
dari kedelai (tempe atau tahu).
Makanan yang kaya akan vitamin C, seperti jeruk, merica, brokoli, tomat, melon, dan
stroberi. Makanan-makanan tersebut dapat membantu penyerapan zat besi.
Jika terdapat kekhawatiran bahwa makanan yang dikonsumsi tidak mengandung cukup vitamin,
disarankan untuk mengonsumsi multivitamin. Bagi vegetarian, hendaknya berkonsultasi kepada
ahli gizi untuk mengatur pola makan agar kebutuhan zat besi bagi tubuh tetap tercukupi dengan
baik.
Jika pada keluarga terdapat riwayat munculnya penderita anemia bawaan seperti anemia sel sabit
atau thalassemia, hendakya dikonsultasikan kepada dokter. Konsultasi ini bertujuan untuk
memperkirakan jika terdapat risiko anemia serupa yang dapat muncul pada anak.
Anemia juga dapat muncul sebagai komplikasi dari penyakit malaria. Jika akan bepergian ke
tempat yang umum ditemukan penyakit malaria, konsultasikan ke dokter terkait obat pencegah
malaria. Pencegahan dapat juga dilakukan dengan cara menghindari gigitan nyamuk, misalnya
menggunakan kelambu, obat anti nyamuk, atau insektisida. ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU HAMIL
NORMAL
PADA NY.N UMUR 20 TAHUN G2P1A0AH1 USIA KEHAMILAN
32 MINGGU 3 HARI DI BPM SRI MARTUTI R. S,ST. PIYUNGAN BANTUL
DISUSUN OLEH : 1. PUTRI RIWA ARINDA (15150059)
2. IS MAYA
(15150060)
3. EMELINDA TMA’SAI (15150058)
4. MARIA KRISTINA BUNGA( 15150057)
KELAS
: A.12.2
PROGRAM STUDI D3-KEBIDANAN
FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS RESPATI YOGYAKARTA
2016/2017
Jalan laksda adisucipto km 6,3 yogyakarta temple,condong catur,depok, sleman 55821
Webside: www.respati.ac.id email : [email protected]
ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU HAMIL NORMAL
PADA NY.N UMUR 20 TAHUN G2P1A0AH1 USIA KEHAMILAN
32 MINGGU 3 HARI DI BPM SRI MARTUTI R. S,ST. PIYUNGAN BANTUL
No. Register
: …………………………....................................
Masuk RS/PKM/BPM Tanggal/Pukul
Dirawat di ruang
I.
: 25 mei 2016 / 19.00 wib
: ruang periksa
PENGKAJIAN DATA, Tanggal/Pukul : 25-mei-2016/19.00wib Oleh : bidan siti
A. Biodata
Ibu
Suami
1.
Nama
: ny.n
tn.b
2.
Umur
: 20 tahun
3.
Agama
: islam
4.
Suku/bangsa : jawa/indonesia
5.
Pendidikan : sma
sma
6.
Pekerjaan
: wiraswasta
wiraswasta
7.
Alamat
: perumahan gts II
perumahan gts II
24 tahun
islam
jawa/indonesia
B. Data Subjektif
1.
I
Alasan datang/dirawat
Ibu mengatakan ingin memeriksakan kehamilannya
2.
Keluhan utama
Ibu mengatakan batuk
3.
Riwayat menstruasi
Menarche
Lama
: 14 tahun
: 5 hari
Siklus
: 28 hari
Teratur
: teratur
Sifat darah : cair
4.
Keluhan
Riwayat perkawinan
Status perkawinan : meniakah (sah)
Lama
5.
: tidak ada
: 3 tahun
Menikah ke
: .1.
Usia menikah pertama kali
:17 tahun
Riwayat obstetrik : G...... P....A....Ah....
Hamil ke
1
Persalinan
Nifas
Tanggal
Umur
kehamilan
Jenis
persalina
n
Penolo
ng
Komplikasi
JK
BB lahir
Laktas
i
Komplikasi
2014
38
minggu
normal
bida
n
Tidak
ada
p
2800
gram
iya
Tidak
ada
Hamil
sekarang
6.
Riwayat kontrasepsi yang digunakan
No
Jenis
kontrasepsi
Ibu
menggatakan
tidak pernah
mengunakan
alat
kontasepsi
7.
Riwayat Kehamilan Sekarang
Pasang
tanggal
oleh
tempat
Lepas
keluhan
tanggal
oleh
Tempat
Alasan
a. HPM : 11-10-2015
b. ANC pertama umur kehamilan : 8 minggu
c. Kunjungan ANC
Trimester I
Frekuensi
: 1kali
Keluhan
: tidak ada
Komplikasi
: tidak ada
Terapi
: tidak ada
Trimester II
Frekuensi
: 1kali
Keluhan
: tidak ada
Komplikasi
: tidak ada
Terapi
: tidak ada
Trimester III
Frekuensi
: 1kali
Keluhan
: batuk
Komplikasi
: tidak ada
Terapi
: spasina
d. Imunisasi TT
: 3 kali
TT 1 : tanggal
: SD
TT 2 : tanggal
: SD
TT 3 : tanggal
: CATEN
TT 4 : tanggal
:-
TT 5 : tanggal
:-
e. Pergerakan janin selama 24 jam(dalam sehari)
ibu mengatakan merasaka gerakan janin kurang lebih 10 kali dalam 24 jam
8.
Riwayat kesehatan
a. Penyakit yang pernah/sedang diderita (menular, menurun dan menahun)
Ibu mengatakan tidak pernah atau tdak sedang menderita penyakit menular (HIV AIDS, HEPATITIS, TBC),
menurun (ASMA, DM, HIPERTENSI), menahun ( JANTUNG, PARU-PARU)
b. Penyakit yang pernah/sedang diderita keluarga (menular, menurun dan menahun)
Ibu mengatakan keluarga ibu tidak pernah atau tdak sedang menderita penyakit menular (HIV AIDS,
HEPATITIS, TBC), menurun (ASMA, DM, HIPERTENSI), menahun ( JANTUNG, PARU-PARU)
c. Riwayat keturunan kembar
Ibu mengatakan di keluarga ibu maupun suami tidak ada riwayat keturunan kebar
d. Riwayat operasi
Ibu megatakam tidak pernah mengalami riwayat operasi
e. Riwayat alergi obat
Ibu mengatakan tidak pernah memiliki riwayt alergi obat
9.
Pola pemenuhan kebutuhan
Sebelum hamil
Saat hamil
a. Nutrisi
Makan
Frekuensi
: 3x/hari
Jenis
: nasi, sayur, lauk
Porsi
: 1 piring
Pantangan
Keluhan
: tidak ada
3x/hari
nasi, sayur, lauk
1 piring
tidak ada
: tidak ada
tidak ada
: 3x/hari
3x/hari
minum
Frekuensi
Jenis
: air putih
air putih, susu
Porsi
: 1 gelas
Pantangan
Keluhan
1 gelas
: tidak ada
tidak ada
: tidak ada
tidak ada
Frekuensi
: 1x/hari
1x/hari
Warna
: kuning khas feses
kuning khas feses
Konsistensi
: lembek
lembek
Keluhan
: tidak ada
tidak ada
Frekuensi
: 6x/hari
8x/hari
Warna
: kuning
kuning
Konsistensi
: cair
cair
Keluhan
: tidak ada
tidak ada
Lama
: 2 jam/hari
2 jam/hari
Keluhan
: Tidak ada.
Tidak ada
Lama
: 8 jam/hari
8 jam/hari
Keluhan
: Tidak ada
Tidak ada
b. Eliminasi
BAB
BAK
c. Istirahat
Tidur siang
Tidur malam
d. Personal Hygiene
Mandi
: 3x/hari
3x/hari
Ganti pakaian
: 3x/hari
3x/hari
Gosok gigi
: 3x/hari
3x/hari
Keramas
Ganti CD
: 3x/seminggu
3 x/minggu
: 3x/hari
3x/hari
e. Pola seksualitas
Frekuensi
Keluhan
: .2x/minggu
: Tidak ada
1x/minggu
Tidak ada
f. Pola aktivitas (terkait kegiatan fisik, olah raga)
Ibu menagtakan kegiatan sehari-hari ibu sebagai karyawan swasta
Ibu mengatakan melakuakn pekerjaan rumah seperti mencuci, dan memasak
Ibu mengatakan jarang berolahraga
10. Kebiasaan yang mengganggu kesehatan (merokok, minum jamu, minuman beralkohol)
Ibu mengatakan tidak pernah merokok, minum jamu, ataupun mengkonsumsi alkohol
11. Data psikososial, spiritual dan ekonomi (penerimaan ibu/suami/keluarga terhadap kelahiran, dukungan
keluarga, hubungan dengan suami/keluarga/tetangga, perawatan bayi, kegiatan ibadah, kegiatan sosial,
keadaan ekonomi keluarga
-Ibu mengatakan senang dengan kehamilannya
-ibu mengatakan suami dan keluarga denang dan mendukung kehamilannya
-ibu mengatakan hubungan ibu, suami, keluarga, tetangga terjalin dengan baik
-ibu mengatakan akan merawat bayinya sendiri setalah lahir
-ibu mengatakan senang mengikuti kegiatan sosial
-ibu mengatakan ekonomi sudah cuku
12. Pengetahuan ibu (tentang kehamilan, persalinan, nifas)
-ibu mengatakan belum mengetahui penyebab terjadinya batuk dan cara mengatasinya
-ibu belum menetahui tanda bahaya kehamilan
13. Lingkungan yang berpengaruh (sekitar rumah dan hewan peliharaan)
Ibu mengatakan tidak memiliki hewan peliharaan di sekitar rumah
C. Data Objektif
1.
Pemeriksaan umum
Keadaan umum
Kesadaran
: baik
: composmentis
Status emosional
Tanda vital
:
Tekanan darah
: 110/80 mmHg
Nadi : 80 x/menit
Pernafasan
: 20 x/menit
Suhu : 36,5 C
BB
: 47 kg
BB sebelum hamil
2.
: baik
: 35 kg
TB
: 150cm
LILA : 23cm
Pemeriksaan Fisik
Kepala
: mesochepal, tidak ada benjolan tidak ada nyeri tekan
Wajah
: tidak adanya edema (pembengkan)
Mata
: simetris, kunjngtiva erah muda, sklera putih , tidak adanya strabismus
Hidung
: simetris, lubnag hidung bersih, tidak adanya polip
Mulut
: simetris, bibir tidak pucat, tidak adanya sariawan, tidak adanya pendarahan pada gusi
Telinga
Leher
: simetris, tidak adanya nyeri tekan, tdak adanya serumen
: simetris, tidak adanya pembesaran kelenjar limfe,tiroid,pariti,vvena jugularis
Dada
:simetris, tidak adanya retraksi dinding dada
Payudara
: simetris, tidak adanya benjolan pada payudara, payudara membesar, terdapat hiperpigmentasi ada areola
Abdomen
tidal adanya sytie gravidatum, adanya linea migra, adanya pembesaran tidak adanya bekas operasi
Palpasi
Leopold I
: tfu 3 jari dibawah pusat, teraba bokong janin
Leopold II : perut bagian kiri ibu teraba bagian punggung janin , perut ibu sebelah kanan ibu teraba bagian ekstremitas
Leopold III : bagian terbawah teraba kepala janin
Leopold IV : kepala janin belum masuk panggul
Osborn test : tidak dilakukan
Pemeriksaan Mc. Donald
TFU
: 21 cm
TBJ
:1395 gram
Auskultasi
Djj
: 140x/menit
mitas Atas
:simetris, tidak adanya pembegkan, jari jari lengkap, gerakan aktif, kuku tidak pucat
mitas Bawah : simetris, tidak adanya pembegkan, jari jari lengkap, gerakan aktif, kuku tidak pucat
Genetalia luar
: tidak dilakukan
Pemeriksaan panggul: tidak dilakukan
3.
Pemeriksaan penunjang
Tgl
: 25 mei 2016 Pukul : 19.00WIB
tidak dilakukan
4.
Data penunjang
Tidak ada
II.
INTERPRETASI DATA
A. Diagnosa kebidanan
ny.n umur 20 tahun g2p1a0ah1 usia kehamilan 32 minggu 3 hari dengan kehamilan normal
Data Dasar:
Data subjektif :
- ibu mengatakan umur 20 tahun
- ibu mengatakan ini kehamilan yang kedua dan tidak pernah mangalami keguguran
-ibu mengatakan batuk
-ibu mengatakan hpht 11-10-2015
Data objektif:
-
Keadaan umum
: baik
-
Tanda vital
-
Tekanan darah
: 110/80 mmHg
Nadi : 80 x/menit
-
Pernafasan
: 20 x/menit
Suhu : 36,5 C
-
BB
-
BB sebelum hamil : 35 kg
-
Payudara : simetris, tidak adanya benjolan pada payudara, payudara membesar, terdapat
hiperpigmentasi ada areola
-
Abdomen tidal adanya sytie gravidatum, adanya linea migra, adanya pembesaran tidak adanya bekas
operasi
-
Leopold I : tfu 3 jari dibawah pusat, teraba bokong janin
-
Leopold II : perut bagian kiri ibu teraba bagian punggung janin , perut ibu sebelah kanan ibu teraba bagian
ekstremitas
-
Leopold III
: bagian terbawah teraba kepala janin
-
Leopold IV
: kepala janin belum masuk panggul
:
: 47 kg
TB
: 150cm
LILA : 23cm
B. Masalah
Tidak ada
Data Dasar:
Tidak ada
III.
IDENTIFIKASI DAN ANTISIPASI DIAGNOSA POTENSIAL
Tidak ada
IV.
TINDAKAN SEGERA
A. Mandiri
Tidak ada
B. Kolaborasi
Tidak ada
C. Merujuk
Tidak ada
V.
ERENCANAAN
Tanggal : 25 mei 2016 Pukul : 19.00 WIB
-beritahu bu hasil pemeriksaan
- beritahu ibu tentang keluhan yang dirasakan dan cara mengatasinya
- beritahu bu tentang bahya kehamilan TM III
- beritahu ibu tablet fe
- beritahu ibu tentang kunungan ulang
-mendokumentasikan
VI.
PELAKSANAAN
Tanggal: 25 mei 2016 Pukul : 19.00 WIB
-
Memberitahu ibu hasil pemeriksaaan bahwa keadaan ibu dan janin baik
-
Tekanan darah
: 110/80 mmHg
Nadi : 80 x/menit
-
Pernafasan
: 20 x/menit
Suhu : 36,5 C
-
BB
-
BB sebelum hamil : 35 kg
-
TFU
: 47 kg
: 21 cm
TB
: 150cm
LILA : 23cm
TBJ
:1395 gram
Auskultasi
-
Djj
: 140x/menit
-memBeritahu ibu bahwa keluhan yang dirasakan normal
-memberi tahu iu bahaya kehamilan TM III seperti pendarahan pervagina, pusing yang
peglihatan kabur, neyri pada abdomen , tidak adanya gerakan janin
hebat,
-memeberi tahu ibu tentang tablet fe cara meminumnya denan air jeruk atau air putih tidak boleh
dengan kopi, teh, ataupn susu karena akan menghambat penyerapan zat besi dan di minum pada malam
hari
-memberi tahu b tentang kunjungan ulang 1 minggu atau jika ibu mengalami keluhan
-mendokumentasikan
VII. EVALUASI
Tanggal : 25 mei 2016 Pukul : 19.00WIB
-ibu sudah mengetahui tentang keadaan umum
- ibu sudah mengetahui tentang keluhan yang dialaminya
-ibu sudah tahu entang bahaya kehamilan TM III
-ibu sudah diberi tablet fe dan bersedia meminumnya dan ibu sudah tahu cara mengatasinya
-ibu sudah tahu tentang kunjungan ulan 1 minggu atau jika ibu mengalami keluhan
-hasil sudah di dokumentasika
ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU HAMIL NORMAL
PADA NY.N UMUR 20 TAHUN G2P1A0AH1 USIA KEHAMILAN
32 MINGGU 3 HARI DI BPM SRI MARTUTI R. S,ST. PIYUNGAN BANTUL
DISUSUN OLEH : 1. PUTRI RIWA ARINDA (15150059)
2. IS MAYA
(15150060)
3. EMELINDA TMA’SAI (15150058)
4. MARIA KRISTINA BUNGA( 15150057)
KELAS
: A.12.2
PROGRAM STUDI D3-KEBIDANAN
FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS RESPATI YOGYAKARTA
2016/2017
Jalan laksda adisucipto km 6,3 yogyakarta temple,condong catur,depok, sleman 55821
Webside: www.respati.ac.id email : [email protected]
ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU HAMIL NORMAL
PADA NY.N UMUR 20 TAHUN G2P1A0AH1 USIA KEHAMILAN
32 MINGGU 3 HARI DI BPM SRI MARTUTI R. S,ST. PIYUNGAN BANTUL
No. Register
: …………………………....................................
Masuk RS/PKM/BPM Tanggal/Pukul
Dirawat di ruang
I.
: 25 mei 2016 / 19.00 wib
: ruang periksa
PENGKAJIAN DATA, Tanggal/Pukul : 25-mei-2016/19.00wib Oleh : bidan siti
A. Biodata
1.
Nama
Ibu
Suami
: ny.n
tn.b
2.
Umur
: 20 tahun
24 tahun
3.
Agama
: islam
4.
Suku/bangsa : jawa/indonesia
5.
Pendidikan : sma
sma
6.
Pekerjaan
: wiraswasta
wiraswasta
7.
Alamat
: perumahan gts II
perumahan gts II
islam
jawa/indonesia
B. Data Subjektif
1.
I
Alasan datang/dirawat
Ibu mengatakan ingin memeriksakan kehamilannya
2.
Keluhan utama
Ibu mengatakan batuk
3.
Riwayat menstruasi
Menarche
Lama
: 14 tahun
: 5 hari
Sifat darah : cair
4.
: 28 hari
Teratur
: teratur
Keluhan
: tidak ada
Riwayat perkawinan
Status perkawinan : meniakah (sah)
Lama
5.
Siklus
: 3 tahun
Menikah ke
: .1.
Usia menikah pertama kali
:17 tahun
Riwayat obstetrik : G...... P....A....Ah....
Hamil ke
1
Persalinan
Nifas
Tanggal
Umur
kehamilan
Jenis
persalina
n
Penolo
ng
Komplikasi
JK
BB lahir
Laktas
i
Komplikasi
2014
38
minggu
normal
bida
n
Tidak
ada
p
2800
gram
iya
Tidak
ada
Hamil
sekarang
6.
Riwayat kontrasepsi yang digunakan
No
Jenis
kontrasepsi
Pasang
tanggal
oleh
Ibu
menggatakan
tidak pernah
mengunakan
alat
kontasepsi
7.
Riwayat Kehamilan Sekarang
a. HPM : 11-10-2015
b. ANC pertama umur kehamilan : 8 minggu
c. Kunjungan ANC
Trimester I
Frekuensi
: 1kali
Keluhan
: tidak ada
Komplikasi
: tidak ada
Terapi
: tidak ada
Trimester II
Frekuensi
: 1kali
Keluhan
: tidak ada
Komplikasi
: tidak ada
tempat
Lepas
keluhan
tanggal
oleh
Tempat
Alasan
Terapi
: tidak ada
Trimester III
Frekuensi
: 1kali
Keluhan
: batuk
Komplikasi
: tidak ada
Terapi
: spasina
d. Imunisasi TT
: 3 kali
TT 1 : tanggal
: SD
TT 2 : tanggal
: SD
TT 3 : tanggal
: CATEN
TT 4 : tanggal
:-
TT 5 : tanggal
:-
e. Pergerakan janin selama 24 jam(dalam sehari)
ibu mengatakan merasaka gerakan janin kurang lebih 10 kali dalam 24 jam
8.
Riwayat kesehatan
a. Penyakit yang pernah/sedang diderita (menular, menurun dan menahun)
Ibu mengatakan tidak pernah atau tdak sedang menderita penyakit menular (HIV AIDS, HEPATITIS, TBC),
menurun (ASMA, DM, HIPERTENSI), menahun ( JANTUNG, PARU-PARU)
b. Penyakit yang pernah/sedang diderita keluarga (menular, menurun dan menahun)
Ibu mengatakan keluarga ibu tidak pernah atau tdak sedang menderita penyakit menular (HIV AIDS,
HEPATITIS, TBC), menurun (ASMA, DM, HIPERTENSI), menahun ( JANTUNG, PARU-PARU)
c. Riwayat keturunan kembar
Ibu mengatakan di keluarga ibu maupun suami tidak ada riwayat keturunan kebar
d. Riwayat operasi
Ibu megatakam tidak pernah mengalami riwayat operasi
e. Riwayat alergi obat
Ibu mengatakan tidak pernah memiliki riwayt alergi obat
9.
Pola pemenuhan kebutuhan
Sebelum hamil
Saat hamil
a. Nutrisi
Makan
Frekuensi
: 3x/hari
Jenis
: nasi, sayur, lauk
Porsi
: 1 piring
Pantangan
Keluhan
3x/hari
nasi, sayur, lauk
1 piring
: tidak ada
tidak ada
: tidak ada
tidak ada
: 3x/hari
3x/hari
minum
Frekuensi
Jenis
: air putih
air putih, susu
Porsi
: 1 gelas
1 gelas
Pantangan
Keluhan
: tidak ada
tidak ada
: tidak ada
tidak ada
Frekuensi
: 1x/hari
1x/hari
Warna
: kuning khas feses
kuning khas feses
Konsistensi
: lembek
lembek
Keluhan
: tidak ada
tidak ada
b. Eliminasi
BAB
BAK
Frekuensi
: 6x/hari
8x/hari
Warna
: kuning
kuning
Konsistensi
: cair
cair
Keluhan
: tidak ada
tidak ada
Lama
: 2 jam/hari
2 jam/hari
Keluhan
: Tidak ada.
Tidak ada
Lama
: 8 jam/hari
8 jam/hari
Keluhan
: Tidak ada
Tidak ada
c. Istirahat
Tidur siang
Tidur malam
d. Personal Hygiene
Mandi
: 3x/hari
3x/hari
Ganti pakaian
: 3x/hari
3x/hari
Gosok gigi
Keramas
Ganti CD
: 3x/hari
3x/hari
: 3x/seminggu
3 x/minggu
: 3x/hari
3x/hari
e. Pola seksualitas
Frekuensi
Keluhan
: .2x/minggu
: Tidak ada
1x/minggu
Tidak ada
f. Pola aktivitas (terkait kegiatan fisik, olah raga)
Ibu menagtakan kegiatan sehari-hari ibu sebagai karyawan swasta
Ibu mengatakan melakuakn pekerjaan rumah seperti mencuci, dan memasak
Ibu mengatakan jarang berolahraga
10. Kebiasaan yang mengganggu kesehatan (merokok, minum jamu, minuman beralkohol)
Ibu mengatakan tidak pernah merokok, minum jamu, ataupun mengkonsumsi alkohol
11. Data psikososial, spiritual dan ekonomi (penerimaan ibu/suami/keluarga terhadap kelahiran, dukungan
keluarga, hubungan dengan suami/keluarga/tetangga, perawatan bayi, kegiatan ibadah, kegiatan sosial,
keadaan ekonomi keluarga
-Ibu mengatakan senang dengan kehamilannya
-ibu mengatakan suami dan keluarga denang dan mendukung kehamilannya
-ibu mengatakan hubungan ibu, suami, keluarga, tetangga terjalin dengan baik
-ibu mengatakan akan merawat bayinya sendiri setalah lahir
-ibu mengatakan senang mengikuti kegiatan sosial
-ibu mengatakan ekonomi sudah cuku
12. Pengetahuan ibu (tentang kehamilan, persalinan, nifas)
-ibu mengatakan belum mengetahui penyebab terjadinya batuk dan cara mengatasinya
-ibu belum menetahui tanda bahaya kehamilan
13. Lingkungan yang berpengaruh (sekitar rumah dan hewan peliharaan)
Ibu mengatakan tidak memiliki hewan peliharaan di sekitar rumah
C. Data Objektif
1.
Pemeriksaan umum
Keadaan umum
Kesadaran
: baik
: composmentis
Status emosional
: baik
Tanda vital
:
Tekanan darah
: 110/80 mmHg
Nadi : 80 x/menit
Pernafasan
: 20 x/menit
Suhu : 36,5 C
BB
: 47 kg
TB
: 150cm
BB sebelum hamil
2.
: 35 kg
LILA : 23cm
Pemeriksaan Fisik
Kepala
: mesochepal, tidak ada benjolan tidak ada nyeri tekan
Wajah
: tidak adanya edema (pembengkan)
Mata
: simetris, kunjngtiva erah muda, sklera putih , tidak adanya strabismus
Hidung
: simetris, lubnag hidung bersih, tidak adanya polip
Mulut
: simetris, bibir tidak pucat, tidak adanya sariawan, tidak adanya pendarahan pada gusi
Telinga
Leher
: simetris, tidak adanya nyeri tekan, tdak adanya serumen
: simetris, tidak adanya pembesaran kelenjar limfe,tiroid,pariti,vvena jugularis
Dada
:simetris, tidak adanya retraksi dinding dada
Payudara
: simetris, tidak adanya benjolan pada payudara, payudara membesar, terdapat hiperpigmentasi ada areola
Abdomen
tidal adanya sytie gravidatum, adanya linea migra, adanya pembesaran tidak adanya bekas operasi
Palpasi
Leopold I
: tfu 3 jari dibawah pusat, teraba bokong janin
Leopold II : perut bagian kiri ibu teraba bagian punggung janin , perut ibu sebelah kanan ibu teraba bagian ekstremitas
Leopold III : bagian terbawah teraba kepala janin
Leopold IV : kepala janin belum masuk panggul
Osborn test : tidak dilakukan
Pemeriksaan Mc. Donald
TFU
: 21 cm
TBJ
:1395 gram
Auskultasi
Djj
mitas Atas
: 140x/menit
:simetris, tidak adanya pembegkan, jari jari lengkap, gerakan aktif, kuku tidak pucat
mitas Bawah : simetris, tidak adanya pembegkan, jari jari lengkap, gerakan aktif, kuku tidak pucat
Genetalia luar
: tidak dilakukan
Pemeriksaan panggul: tidak dilakukan
3.
Pemeriksaan penunjang
Tgl
: 25 mei 2016 Pukul : 19.00WIB
tidak dilakukan
4.
Data penunjang
Tidak ada
II.
INTERPRETASI DATA
A. Diagnosa kebidanan
ny.n umur 20 tahun g2p1a0ah1 usia kehamilan 32 minggu 3 hari dengan kehamilan normal
Data Dasar:
Data subjektif :
- ibu mengatakan umur 20 tahun
- ibu mengatakan ini kehamilan yang kedua dan tidak pernah mangalami keguguran
-ibu mengatakan batuk
-ibu mengatakan hpht 11-10-2015
Data objektif:
-
Keadaan umum
: baik
-
Tanda vital
-
Tekanan darah
: 110/80 mmHg
Nadi : 80 x/menit
-
Pernafasan
: 20 x/menit
Suhu : 36,5 C
-
BB
-
BB sebelum hamil : 35 kg
-
Payudara : simetris, tidak adanya benjolan pada payudara, payudara membesar, terdapat
hiperpigmentasi ada areola
:
: 47 kg
TB
: 150cm
LILA : 23cm
-
Abdomen tidal adanya sytie gravidatum, adanya linea migra, adanya pembesaran tidak adanya bekas
operasi
-
Leopold I : tfu 3 jari dibawah pusat, teraba bokong janin
-
Leopold II : perut bagian kiri ibu teraba bagian punggung janin , perut ibu sebelah kanan ibu teraba bagian
ekstremitas
-
Leopold III
: bagian terbawah teraba kepala janin
-
Leopold IV
: kepala janin belum masuk panggul
B. Masalah
Tidak ada
Data Dasar:
Tidak ada
III.
IDENTIFIKASI DAN ANTISIPASI DIAGNOSA POTENSIAL
Tidak ada
IV.
TINDAKAN SEGERA
A. Mandiri
Tidak ada
B. Kolaborasi
Tidak ada
C. Merujuk
Tidak ada
V.
ERENCANAAN
Tanggal : 25 mei 2016 Pukul : 19.00 WIB
-beritahu bu hasil pemeriksaan
- beritahu ibu tentang keluhan yang dirasakan dan cara mengatasinya
- beritahu bu tentang bahya kehamilan TM III
- beritahu ibu tablet fe
- beritahu ibu tentang kunungan ulang
-mendokumentasikan
VI.
PELAKSANAAN
Tanggal: 25 mei 2016 Pukul : 19.00 WIB
-
Memberitahu ibu hasil pemeriksaaan bahwa keadaan ibu dan janin baik
-
Tekanan darah
: 110/80 mmHg
Nadi : 80 x/menit
-
Pernafasan
: 20 x/menit
Suhu : 36,5 C
-
BB
-
BB sebelum hamil : 35 kg
-
TFU
: 47 kg
: 21 cm
TB
: 150cm
LILA : 23cm
TBJ
:1395 gram
Auskultasi
-
Djj
: 140x/menit
-memBeritahu ibu bahwa keluhan yang dirasakan normal
-memberi tahu iu bahaya kehamilan TM III seperti pendarahan pervagina, pusing yang
peglihatan kabur, neyri pada abdomen , tidak adanya gerakan janin
hebat,
-memeberi tahu ibu tentang tablet fe cara meminumnya denan air jeruk atau air putih tidak boleh
dengan kopi, teh, ataupn susu karena akan menghambat penyerapan zat besi dan di minum pada malam
hari
-memberi tahu b tentang kunjungan ulang 1 minggu atau jika ibu mengalami keluhan
-mendokumentasikan
VII. EVALUASI
Tanggal : 25 mei 2016 Pukul : 19.00WIB
-ibu sudah mengetahui tentang keadaan umum
- ibu sudah mengetahui tentang keluhan yang dialaminya
-ibu sudah tahu entang bahaya kehamilan TM III
-ibu sudah diberi tablet fe dan bersedia meminumnya dan ibu sudah tahu cara mengatasinya
-ibu sudah tahu tentang kunjungan ulan 1 minggu atau jika ibu mengalami keluhan
-hasil sudah di dokumentasika
or download with email
Download