December 19, 2016 Ragam Penyakit Pengertian Gejala Penyebab Komplikasi Pemeriksaan Penanganan Anemia adalah kondisi di mana jumlah total sel darah merah (hemoglobin) di dalam darah menurun. Akibatnya, tubuh tidak cukup mendapatkan darah yang kaya oksigen sehingga organ tubuh tidak akan bekerja secara optimal. GoDok- Anemia – Pernahkah Anda merasa lemas dan lelah padahal kegiatan yang dilakukan tergolong ringan? Lalu, pernahkah Anda merasa pusing saat tiba-tiba berdiri? Jika ya, kemungkinan besar Anda menderita anemia. Ayo, kenali gejala serta penyebabnya untuk mendapatkan penanganan yang cepat dan tepat! Mengenal anemia Anemia adalah kondisi di mana jumlah total sel darah merah (hemoglobin) di dalam darah menurun. Akibatnya, tubuh tidak cukup mendapatkan darah yang kaya oksigen sehingga organ tubuh tidak akan bekerja secara optimal. Berikut batas nilai hemoglobin normal berdasarkan rentang usia dan jenis kelamin: Usia/Jenis kelamin Nilai Hb (g/dl) Nilai Hb (mmol/l) Balita (0.5-5 tahun) 11.0 6.8 Anak-Anak (5-12 tahun) 11.5 7.1 Remaja (12-15 tahun) 12.0 7.4 Wanita (>15 tahun, tidak hamil) 12.0 7.4 Wanita (>15 tahun, hamil) 11.0 6.8 Pria (>15 tahun) 13.0 8.1 Lebih lanjut, anemia dapat dikategorikan menjadi beberapa kelompok berdasarkan nilai hemoglobin dalam darah, seperti: Ringan : 10 g/dl Sedang : 7-10 g/dl Berat : <7 g/dl Gejala Meskipun dalam beberapa penderita anemia tidak menunjukkan gejala apapun, bukan berarti tidak ada gejala umum yang dapat dilihat dari kebanyakan kasus. Gejala-gejala yang dimaksud adalah: 1. 2. 3. 4. 5. Mudah lelah, letih, dan lemas bila melakukan aktivitas fisik/mental Wajah, bibir dan kuku terlihat pucat Napas pendek-pendek Denyut jantung tidak beraturan Sering merasa pusing dan sakit kepala 6. 7. 8. 9. Elastisitas kulit yang menurun Tangan dan kaki terasa dingin Sulit berkonsentrasi Sistem kekebalan tubuh menurun sehingga rentan terhadap virus dan infeksi Penyebab Secara garis besar, anemia dapat disebabkan oleh beberapa hal, seperti: 1. Peningkatan destruksi eritrosit, contohnya pada penyakit gangguan sistem imun, reaksi tranfusi darah, talasemia, gagal ginjal, kelainan endokrin, serta anemia pada bayi prematur.2. 2. Penurunan produksi eritrosit, contohnya padakasus kekurangan nutrisi (vitamin B12, zat besi, asam folat, dll) serta penyakit anemia aplastik. 3. Kehilangan darah dalam jumlah besarakibat perdarahan akut/kronis, menstruasi, ulser kronis, proses operasi,dan trauma. Komplikasi Jangan anggap sepele anemia, karena ternyata penyakit ini dapat memicu timbulnya komplikasi penyakit lain, seperti: 1. Infeksi 2. Radang paru-paru 3. Kerusakan mata 4. Ulcer (borok) 5. Gagal ginjal dan gagal jantung 6. Kanker 7. Gondok 8. Kelainan darah 9. Nyeri sendi 10. Radang selaput otak 11. Gangguann sistem imun 12. Batu empedu 13. Mual dan sakit perut kronis Pemeriksaan Sebelum memutuskan cara pengobatan penyakit anemia, ada baiknya Anda melakukan pemeriksaan darah lengkap (Complete Blood Count/CBC) terlebih dahulu. Hal ini untuk menentukan persentase sel darah merah dalam volume darah total (hematokrit) serta jumlah hemoglobin dalam sampel darah. Selain itu, untuk membantu menentukan diagnosis yang lebih tepat, ada baiknya Anda memeriksakan ukuran, bentuk, dan warna sel darah merah dengan alat flow cytometry. Penanganan Konsultasi dengan dokter dan melakukan pemeriksaan darah ke rumah sakit merupakan cara yang paling tepat untuk menentukan langkah-langkah pengobatan yang dapat diambil. Jika penyebab anemia sudah diketahui, berikut beberapa terapi yang dapat dilakukan sebagai langkah-langkah penyembuhan: 1. Transfusi darah 2. Pemberian obat-obatan yang dapat menekan sistem imun atau kortikosteroid. 3. Pemberian eritropoietin (hormon yang berperan pada proses hematopoiesis). Tujuannya adalah untuk membentuk sumsum tulang pada proses hematopoiesis. 4. Pemberian suplemen yang kaya akan zat besi, vitamin B12, dan mineral lainnya. Selain jenis-jenis terapi di atas, terdapat cara mudah untuk turut mengembalikan jumlah hemoglobin dalam darah. Salah satunya adalah dengan mengonsumsi makanan tertentu, seperti: 1. Hati ayam dan hati sapi 2. Kacang-kacangan, misalnya kacang hitam, kacang hijau, dan kacang merah 3. Keju dan telur 4. Tahu dan tempe 5. Sayuran hijau,seperti bayam dan brokoli 6. Daging merah, seperti daging sapi, daging kambing, hati. 7. Daging unggas, seperti ayam, bebek. 8. Daging ikan laut, misalnya ikan tuna, sarden, kepiting, salmon, tiram, kerang. Nah, itu tadi informasi seputar penyakit anemia yang harus Anda ketahui. Semoga Bermanfaat! Baca juga: Hemoroid; Penyebab, Gejala dan Penanganan Penyebab Tekanan Darah Rendah yang Jarang Diketahui Mari Mengenal Kegunaan Limfosit Bagi Tubuh December 19, 2016 Ragam Penyakit Pengertian Gejala Penyebab Komplikasi Pemeriksaan Penanganan Anemia adalah kondisi di mana jumlah total sel darah merah (hemoglobin) di dalam darah menurun. Akibatnya, tubuh tidak cukup mendapatkan darah yang kaya oksigen sehingga organ tubuh tidak akan bekerja secara optimal. GoDok- Anemia – Pernahkah Anda merasa lemas dan lelah padahal kegiatan yang dilakukan tergolong ringan? Lalu, pernahkah Anda merasa pusing saat tiba-tiba berdiri? Jika ya, kemungkinan besar Anda menderita anemia. Ayo, kenali gejala serta penyebabnya untuk mendapatkan penanganan yang cepat dan tepat! Mengenal anemia Anemia adalah kondisi di mana jumlah total sel darah merah (hemoglobin) di dalam darah menurun. Akibatnya, tubuh tidak cukup mendapatkan darah yang kaya oksigen sehingga organ tubuh tidak akan bekerja secara optimal. Berikut batas nilai hemoglobin normal berdasarkan rentang usia dan jenis kelamin: Usia/Jenis kelamin Nilai Hb (g/dl) Nilai Hb (mmol/l) Balita (0.5-5 tahun) 11.0 6.8 Anak-Anak (5-12 tahun) 11.5 7.1 Remaja (12-15 tahun) 12.0 7.4 Wanita (>15 tahun, tidak hamil) 12.0 7.4 Wanita (>15 tahun, hamil) 11.0 6.8 Pria (>15 tahun) 13.0 8.1 Lebih lanjut, anemia dapat dikategorikan menjadi beberapa kelompok berdasarkan nilai hemoglobin dalam darah, seperti: Ringan : 10 g/dl Sedang : 7-10 g/dl Berat : <7 g/dl Gejala Meskipun dalam beberapa penderita anemia tidak menunjukkan gejala apapun, bukan berarti tidak ada gejala umum yang dapat dilihat dari kebanyakan kasus. Gejala-gejala yang dimaksud adalah: 1. Mudah lelah, letih, dan lemas bila melakukan aktivitas fisik/mental 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. Wajah, bibir dan kuku terlihat pucat Napas pendek-pendek Denyut jantung tidak beraturan Sering merasa pusing dan sakit kepala Elastisitas kulit yang menurun Tangan dan kaki terasa dingin Sulit berkonsentrasi Sistem kekebalan tubuh menurun sehingga rentan terhadap virus dan infeksi Penyebab Secara garis besar, anemia dapat disebabkan oleh beberapa hal, seperti: 1. Peningkatan destruksi eritrosit, contohnya pada penyakit gangguan sistem imun, reaksi tranfusi darah, talasemia, gagal ginjal, kelainan endokrin, serta anemia pada bayi prematur.2. 2. Penurunan produksi eritrosit, contohnya padakasus kekurangan nutrisi (vitamin B12, zat besi, asam folat, dll) serta penyakit anemia aplastik. 3. Kehilangan darah dalam jumlah besarakibat perdarahan akut/kronis, menstruasi, ulser kronis, proses operasi,dan trauma. Komplikasi Jangan anggap sepele anemia, karena ternyata penyakit ini dapat memicu timbulnya komplikasi penyakit lain, seperti: 1. Infeksi 2. Radang paru-paru 3. Kerusakan mata 4. Ulcer (borok) 5. Gagal ginjal dan gagal jantung 6. Kanker 7. Gondok 8. Kelainan darah 9. Nyeri sendi 10. Radang selaput otak 11. Gangguann sistem imun 12. Batu empedu 13. Mual dan sakit perut kronis Pemeriksaan Sebelum memutuskan cara pengobatan penyakit anemia, ada baiknya Anda melakukan pemeriksaan darah lengkap (Complete Blood Count/CBC) terlebih dahulu. Hal ini untuk menentukan persentase sel darah merah dalam volume darah total (hematokrit) serta jumlah hemoglobin dalam sampel darah. Selain itu, untuk membantu menentukan diagnosis yang lebih tepat, ada baiknya Anda memeriksakan ukuran, bentuk, dan warna sel darah merah dengan alat flow cytometry. Penanganan Konsultasi dengan dokter dan melakukan pemeriksaan darah ke rumah sakit merupakan cara yang paling tepat untuk menentukan langkah-langkah pengobatan yang dapat diambil. Jika penyebab anemia sudah diketahui, berikut beberapa terapi yang dapat dilakukan sebagai langkah-langkah penyembuhan: 1. Transfusi darah 2. Pemberian obat-obatan yang dapat menekan sistem imun atau kortikosteroid. 3. Pemberian eritropoietin (hormon yang berperan pada proses hematopoiesis). Tujuannya adalah untuk membentuk sumsum tulang pada proses hematopoiesis. 4. Pemberian suplemen yang kaya akan zat besi, vitamin B12, dan mineral lainnya. Selain jenis-jenis terapi di atas, terdapat cara mudah untuk turut mengembalikan jumlah hemoglobin dalam darah. Salah satunya adalah dengan mengonsumsi makanan tertentu, seperti: 1. Hati ayam dan hati sapi 2. Kacang-kacangan, misalnya kacang hitam, kacang hijau, dan kacang merah 3. Keju dan telur 4. Tahu dan tempe 5. Sayuran hijau,seperti bayam dan brokoli 6. Daging merah, seperti daging sapi, daging kambing, hati. 7. Daging unggas, seperti ayam, bebek. 8. Daging ikan laut, misalnya ikan tuna, sarden, kepiting, salmon, tiram, kerang. Nah, itu tadi informasi seputar penyakit anemia yang harus Anda ketahui. Semoga Bermanfaat! Baca juga: Hemoroid; Penyebab, Gejala dan Penanganan Penyebab Tekanan Darah Rendah yang Jarang Diketahui Mari Mengenal Kegunaan Limfosit Bagi Tubuh Anemia adalah suPengertian Anemia Anemia adalah suatu keadaan yang menggambarkan kadar hemoglobin atau jumlah eritrosit dalam darah kurang dari nilai standar (normal). Ukuran hemoglobin normal - Laki-laki sehat mempunyai Hb: 14 gram – 18 gram - Wanita sehat mempunyai Hb: 12 gram – 16 gram Tingkat pada anemia - Kadar Hb 10 gram – 8 gram disebut anemia ringan. - Kadar Hb 8 gram – 5 gram disebut anemia sedang. - Kadar Hb kurang dari 5 gram disebut anemia berat. Penyebab anemia umumnya adalah : - Kurang gizi (malnutrisi) - Kurang zat besi dalam diet. - Malabsorpsi - Kehilangan darah yang banyak: persalinan yang lalu, dan lain-lain. - Penyakit – penyakit kronik: TBC, Paru-paru, cacing usus, malaria, dan lain-lain. B. Frekuensi Frekuensi kehamilan cukup tinggi, yaitu 10 – 20%. Frekuensi anemia dalam kehamilam di Indonesia. Hoo Swie Tjiong (1962) : 18,5%. Njo Tiong tiat dan Poerwo Soedarmo (1975): 16,1% pada Wulan I dan 49,9% pada triwulan II. C. Pengaruh Anemia terhadap kehamilan persalinan dan nifas 1. Keguguran 2. Partus prematurus 3. Inersia uteri dan partus lama, ibu lemah. 4. Atonia uteri dan menyebabkan pendarahan 5. Syok 6. Afibrinogemia dan hipofrinogenemia. 7. Infeksi Intrapartum dan dalam nifas. 8. Bila terjadi anemia gravis (Hb dibawah 4 gr%) terjadi payah jantung, yang bukan saja menyulitkan kehamilan dan persalinan, bahkan bisa fatal. D. Pengaruh anemia terhadap hasil konsepsi Bila terjadi anemia, pengaruhnya terhadap hasil konsepsi adalah : 1. Kematian mudigah (Keguguran). 2. Kematian janin dalam kandungan. 3. Kematian janin waktu lahir (stillbirth), 4. Kematian perinatal tinggi, 5. Prematuritas. 6. Dapat terjadi cacat-bawaan. 7. Cadangan besi kurang. E. Klasifikasi anemiaa dalam kehamilan 1. Anemia defisiensi besi (62,3%) 2. Anemia megaloblastik (29,0%) 3. Anemia hipoplastik (8,0%) 4. Anemia hemolitik (sel sickle) (0,7%) 1. Anemia defisiensi besi Anemiaa jenis ini biasanya berbentuk ormositik dan hipokromik serta paling banyak dijumpainya. Penyebabnya telah dibicarakan diatas sebagai penyebab anemiaa umumnya. Pengobatan : Keperluan zat besi untuk wanita non-hamil, hamil, dan dalam laktasi yang dianjurkan adalah : FNB Amerika Serikat (1958) = 12 Mg – 15 mg – 15 mg. LIPI Indonesia (1968)= 12 mg – 17 mg – 17 mg. 2. Anemia megaloblastik Biasanya berbentuk makrositik atau pernisiosa. Penyebabnya adalah kekurangan asam folik, jarang sekali akibat karena kekurangan Vitamin B12. biasanya karena malnutrisi dan infeksi yang kronik. Pengobatan : Asam tolik 15 – 30 / hari. Vitamin B12 3 x 1 tablet perhari. Sulfas ferosus 3 x 1 tablet per hari. Pada kasus berat dan pengobatan oral hasilnya lamban sehingga dapat diberikan transfusi darah. 3. Anemia hipoplasti Disebabkan oleh hipofungsi sumsum tulang, membentuk sel-sel darah merah baru. Untuk diagnosis diperlukan pemeriksaan-pemeriksaan. Darah tepi lengkap. Pemeriksaan fungsi sternal. Pemeriksaan retikulosif, dan lain-lain. Terapi dengan obat-obatan dan memuaskan, mungkin pengobatan yang paling baik yaitu tranfusi darah, yang perlu sering diulang. 4. Anemia hemolitik Disebabkan penghancuran / pemecahan sel darah merah yang lebih cepat dari perbuatannya ini dapat disebankan oleh : a. Faktor intra korpuskuler: dijumpai pada anemia hemolitik heriditer, tala semia, anemia sel sickle (sabit), hemoglobinopati C, D, G, H, I, dan paraksimal hokturnal hemoglobinuria. b. Faktor ekstra korpuskuler: disebabkan malaria, sepsis, keracunan zat logam, dan dapat beserta obat-obatan, leukimia, penyakit hodgkin, dan lain-lain. Gejala utama adalah anemia dengan kelainan-kelainan gambaran darah, kelelahan, kelemahan, serta gejala komplikasi bila terjadi kelainan pada organ-organ vital. Pengobatan bergantung pada jenis anemia hemolitik serta penyebabnya, bila disebabkan oleh infeksi maka infeksinya diberantas dan diberikan obat-obatan penambah darah. Namun, pada beberapa jenis obat-obatan, hal ini memberi hasil. Maka darah berulang dapat membantu penderita ini. TINJAUAN KASUS Ny. A berumur 28 tahun datang ke Puskesmas untuk periksa hamil tanggal 7 Maret 2007. hamil ini adalah kehamilan yang kedua dan belum pernah abortus, HPHT : 28 Mei 2006. Ibu mengatakan pusing, lemas, pandangan berkunang-kunang. Dari hasil pemeriksaan ditemukan TD : 100/90 mmhg, S : 36 oC, N : 80 x / mnt, Rr 20 x / mnt, Hb : 8 gram%, kunjungtiva pucat dan DJJ 144 x / mnt teratur, terdengar di perut ibu sebelah kiri. S = Subjek - Ny. A umur 28 tahun, periksa hamil tanggal 7 Maret 2007. - Dengan keluhan pusing, lemas, dan pandangan mata berkunang-kunang. - Diketahui HPHT : 28 Mei 2006. O = Objektif K/U ibu baik, kesadaran composmentis. - Pemeriksaan TTV TD = 100 / 90 mmHg M = 80 x / mnt S = 36 oC Rr = 20 x / mnt - Pemeriksaan fisik Head to too - Pemeriksaan Palpasi Leopold I = TFU : 30 cm, teraba bagian bulat, lunak, tidak ada lentingan (bokong janin). Leopold II = - Sebelah kanan ibu teraba bagan-bagian kecil janin (eksterminas janin). - Sebelah kiri ibu teraba bagian keras, panjang ada tahanan (punggung janin). Leopold III = Teraba bagian bulat, keras ada lentingan (kepala janin) Leopold IV = Konvergen 5/5 bagian. - Pemeriksaan Auskultasi DJJ : 144 x / mnt PM : terdengar jelas, 2 jam dibawah pusat kiri ibu - Pemeriksaan Laboratorium Hb : 8 gram% A = Assesment G2P1AO hamil pada 32 minggu umur 28 tahun Janin hidup tunggal intra uterin, letak memanjang, presentasi kepala, PUKI 5/5 bagian Primuda dengan anemia ringan P = Planning Beritahu hasil pemeriksaan. Anjurkan kepada ibu untuk tidak melakukan perkerjaan yang terlalu berat. Anjurkan kepada ibu untuk makan makanan yang mengandung zat besi dan makan dilakukan lebih sering dalam jumlah lebih sedikit. Anjurkan kepada ibu untuk tidak melakukan perjalanan jauh. Anjurkan kepada ibu untuk melakukan konsumsi vitamin setiap hari 1 tablet. Anjurkan kepada ibu untuk minum obat zat besi dan asam sulfat. Anjurkan kepada ibu untuk olahraga ringan di pagi hari sebelum melakukan aktivitas. Anjurkan kepada ibu untuk periksa laboratorium untuk mengetahui apakah Hbnya sudah naik atau belum. Anjurkankepada ibu untuk kontrol ulang 2 minggu lagi. Pengertian Anemia Anemia adalah suatu keadaan yang menggambarkan kadar hemoglobin atau jumlah eritrosit dalam darah kurang dari nilai standar (normal). Ukuran hemoglobin normal - Laki-laki sehat mempunyai Hb: 14 gram – 18 gram - Wanita sehat mempunyai Hb: 12 gram – 16 gram Tingkat pada anemia - Kadar Hb 10 gram – 8 gram disebut anemia ringan. - Kadar Hb 8 gram – 5 gram disebut anemia sedang. - Kadar Hb kurang dari 5 gram disebut anemia berat. Penyebab anemia umumnya adalah : - Kurang gizi (malnutrisi) - Kurang zat besi dalam diet. - Malabsorpsi - Kehilangan darah yang banyak: persalinan yang lalu, dan lain-lain. - Penyakit – penyakit kronik: TBC, Paru-paru, cacing usus, malaria, dan lain-lain. B. Frekuensi Frekuensi kehamilan cukup tinggi, yaitu 10 – 20%. Frekuensi anemia dalam kehamilam di Indonesia. Hoo Swie Tjiong (1962) : 18,5%. Njo Tiong tiat dan Poerwo Soedarmo (1975): 16,1% pada Wulan I dan 49,9% pada triwulan II. C. Pengaruh Anemia terhadap kehamilan persalinan dan nifas 1. Keguguran 2. Partus prematurus 3. Inersia uteri dan partus lama, ibu lemah. 4. Atonia uteri dan menyebabkan pendarahan 5. Syok 6. Afibrinogemia dan hipofrinogenemia. 7. Infeksi Intrapartum dan dalam nifas. 8. Bila terjadi anemia gravis (Hb dibawah 4 gr%) terjadi payah jantung, yang bukan saja menyulitkan kehamilan dan persalinan, bahkan bisa fatal. D. Pengaruh anemia terhadap hasil konsepsi Bila terjadi anemia, pengaruhnya terhadap hasil konsepsi adalah : 1. Kematian mudigah (Keguguran). 2. Kematian janin dalam kandungan. 3. Kematian janin waktu lahir (stillbirth), 4. Kematian perinatal tinggi, 5. Prematuritas. 6. Dapat terjadi cacat-bawaan. 7. Cadangan besi kurang. E. Klasifikasi anemiaa dalam kehamilan 1. Anemia defisiensi besi (62,3%) 2. Anemia megaloblastik (29,0%) 3. Anemia hipoplastik (8,0%) 4. Anemia hemolitik (sel sickle) (0,7%) 1. Anemia defisiensi besi Anemiaa jenis ini biasanya berbentuk ormositik dan hipokromik serta paling banyak dijumpainya. Penyebabnya telah dibicarakan diatas sebagai penyebab anemiaa umumnya. Pengobatan : Keperluan zat besi untuk wanita non-hamil, hamil, dan dalam laktasi yang dianjurkan adalah : FNB Amerika Serikat (1958) = 12 Mg – 15 mg – 15 mg. LIPI Indonesia (1968)= 12 mg – 17 mg – 17 mg. 2. Anemia megaloblastik Biasanya berbentuk makrositik atau pernisiosa. Penyebabnya adalah kekurangan asam folik, jarang sekali akibat karena kekurangan Vitamin B12. biasanya karena malnutrisi dan infeksi yang kronik. Pengobatan : Asam tolik 15 – 30 / hari. Vitamin B12 3 x 1 tablet perhari. Sulfas ferosus 3 x 1 tablet per hari. Pada kasus berat dan pengobatan oral hasilnya lamban sehingga dapat diberikan transfusi darah. 3. Anemia hipoplasti Disebabkan oleh hipofungsi sumsum tulang, membentuk sel-sel darah merah baru. Untuk diagnosis diperlukan pemeriksaan-pemeriksaan. Darah tepi lengkap. Pemeriksaan fungsi sternal. Pemeriksaan retikulosif, dan lain-lain. Terapi dengan obat-obatan dan memuaskan, mungkin pengobatan yang paling baik yaitu tranfusi darah, yang perlu sering diulang. 4. Anemia hemolitik Disebabkan penghancuran / pemecahan sel darah merah yang lebih cepat dari perbuatannya ini dapat disebankan oleh : a. Faktor intra korpuskuler: dijumpai pada anemia hemolitik heriditer, tala semia, anemia sel sickle (sabit), hemoglobinopati C, D, G, H, I, dan paraksimal hokturnal hemoglobinuria. b. Faktor ekstra korpuskuler: disebabkan malaria, sepsis, keracunan zat logam, dan dapat beserta obat-obatan, leukimia, penyakit hodgkin, dan lain-lain. Gejala utama adalah anemia dengan kelainan-kelainan gambaran darah, kelelahan, kelemahan, serta gejala komplikasi bila terjadi kelainan pada organ-organ vital. Pengobatan bergantung pada jenis anemia hemolitik serta penyebabnya, bila disebabkan oleh infeksi maka infeksinya diberantas dan diberikan obat-obatan penambah darah. Namun, pada beberapa jenis obat-obatan, hal ini memberi hasil. Maka darah berulang dapat membantu penderita ini. TINJAUAN KASUS Ny. A berumur 28 tahun datang ke Puskesmas untuk periksa hamil tanggal 7 Maret 2007. hamil ini adalah kehamilan yang kedua dan belum pernah abortus, HPHT : 28 Mei 2006. Ibu mengatakan pusing, lemas, pandangan berkunang-kunang. Dari hasil pemeriksaan ditemukan TD : 100/90 mmhg, S : 36 oC, N : 80 x / mnt, Rr 20 x / mnt, Hb : 8 gram%, kunjungtiva pucat dan DJJ 144 x / mnt teratur, terdengar di perut ibu sebelah kiri. S = Subjek - Ny. A umur 28 tahun, periksa hamil tanggal 7 Maret 2007. - Dengan keluhan pusing, lemas, dan pandangan mata berkunang-kunang. - Diketahui HPHT : 28 Mei 2006. O = Objektif K/U ibu baik, kesadaran composmentis. - Pemeriksaan TTV TD = 100 / 90 mmHg M = 80 x / mnt S = 36 oC Rr = 20 x / mnt - Pemeriksaan fisik Head to too - Pemeriksaan Palpasi Leopold I = TFU : 30 cm, teraba bagian bulat, lunak, tidak ada lentingan (bokong janin). Leopold II = - Sebelah kanan ibu teraba bagan-bagian kecil janin (eksterminas janin). - Sebelah kiri ibu teraba bagian keras, panjang ada tahanan (punggung janin). Leopold III = Teraba bagian bulat, keras ada lentingan (kepala janin) Leopold IV = Konvergen 5/5 bagian. - Pemeriksaan Auskultasi DJJ : 144 x / mnt PM : terdengar jelas, 2 jam dibawah pusat kiri ibu - Pemeriksaan Laboratorium Hb : 8 gram% A = Assesment G2P1AO hamil pada 32 minggu umur 28 tahun Janin hidup tunggal intra uterin, letak memanjang, presentasi kepala, PUKI 5/5 bagian Primuda dengan anemia ringan P = Planning Beritahu hasil pemeriksaan. Anjurkan kepada ibu untuk tidak melakukan perkerjaan yang terlalu berat. Anjurkan kepada ibu untuk makan makanan yang mengandung zat besi dan makan dilakukan lebih sering dalam jumlah lebih sedikit. Anjurkan kepada ibu untuk tidak melakukan perjalanan jauh. Anjurkan kepada ibu untuk melakukan konsumsi vitamin setiap hari 1 tablet. Anjurkan kepada ibu untuk minum obat zat besi dan asam sulfat. Anjurkan kepada ibu untuk olahraga ringan di pagi hari sebelum melakukan aktivitas. Anjurkan kepada ibu untuk periksa laboratorium untuk mengetahui apakah Hbnya sudah naik atau belum. Anjurkankepada ibu untuk kontrol ulang 2 minggu lagi. atu kondisi ketika tubuh kekurangan sel darah yang mengandung hemoglobin untuk menyebarkan oksigen ke seluruh organ tubuh. Dengan kondisi tersebut, penderita biasanya akan merasa letih dan lelah, sehingga tidak dapat melakukan aktivitas secara optimal. Anemia dapat terjadi dalam jangka waktu pendek maupun panjang, dengan tingkat keparahan ringan sampai berat. Pengobatan kondisi ini bervariasi tergantung pada penyebabnya. Anemia dapat diobati dengan mengonsumsi suplemen secara rutin atau prosedur pengobatan khusus. Gejala Anemia Anemia dapat dikenali dari gejala-gejala berikut ini: Badan terasa lemas dan cepat lelah. Kulit terlihat pucat atau kekuningan. Detak jantung tidak beraturan. Napas pendek. Pusing dan berkunang-kunang. Nyeri dada. Tangan dan kaki terasa dingin. Sakit kepala. Sulit Berkonsentrasi. Insomnia. Kaki kram. Pada awalnya, gejala anemia sering kali tidak disadari oleh penderita. Gejala anemia akan semakin terasa apabila kondisi yang diderita semakin memburuk. Konsultasi pada dokter sebaiknya dilakukan jika seseorang kerap merasakan lelah tanpa sebab yang jelas. Penyebab Anemia Anemia terjadi pada saat tubuh kekurangan sel darah merah sehat yang mengandung hemoglobin. Terdapat sekitar 400 kondisi yang dapat menyebabkan anemia pada seseorang dan dibagi menjadi 3 kelompok, yaitu: Tubuh tidak cukup memproduksi sel darah merah. Terjadi perdarahan yang menyebabkan tubuh kehilangan darah lebih cepat dibanding kemampuan tubuh untuk memproduksi darah. Kelainan pada reaksi tubuh dengan menghancurkan sel darah merah yang sehat. Berikut ini adalah uraian singkat mengenai jenis-jenis anemia berdasarkan penyebabnya, di antaranya: Anemia akibat kekurangan zat besi. Anemia jenis ini merupakan yang paling umum terjadi di seluruh dunia. Kekurangan zat besi dapat menyebabkan tubuh mengalami anemia dikarenakan sumsum tulang membutuhkan zat besi untuk membuat sel darah. Anemia dapat terjadi pada wanita hamil yang tidak mengonsumsi suplemen penambah zat besi. Anemia juga dapat terjadi pada perdarahan menstruasi yang banyak, tukak organ (luka), kanker, dan penggunaan obat pereda nyeri seperti aspirin. Gejala-gejala yang umumnya dialami penderita anemia kekurangan zat besi adalah: o Memiliki nafsu makan terhadap benda-benda aneh seperti kertas, cat atau es (kondisi ini dinamakan pica). o Mulut terasa kering dan pecah-pecah di bagian sudutnya. o Kuku yang melengkung ke atas (koilonychia). Anemia akibat kekurangan vitamin. Selain membutuhkan zat besi, tubuh juga membutuhkan vitamin B12 dan asam folat untuk membuat sel darah merah. Kekurangan dua unsur nutrisi tersebut dapat menyebabkan tubuh tidak dapat memproduksi sel darah merah sehat dalam jumlah cukup sehingga terjadi anemia. Pada beberapa kasus, terdapat penderita anemia akibat lambung tidak dapat menyerap vitamin B12 dari makanan yang dicerna. Kondisi tersebut dinamakan anemia pernisiosa. Gejala-gejala yang umumnya dialami oleh penderita anemia kekurangan vitamin B-12 dan asam folat adalah: o Geli dan rasa menggelenyar di bagian tangan dan kaki. o Kehilangan kepekaan pada indera peraba. o Sulit berjalan. o Mengalami kekakuan pada kaki dan tangan. o Mengalami demensia. Anemia akibat penyakit kronis. Sejumlah penyakit dapat menyebabkan anemia karena terjadinya gangguan pada proses pembentukan dan penghancuran sel darah merah. Contoh-contoh penyakit tersebut adalah HIV/AIDS, kanker, rheumatoid arthritis, penyakit ginjal, penyakit Crohn, dan penyakit peradangan kronis. Gejala-gejala yang dapat muncul pada kasus anemia akibat penyakit kronis di antaranya adalah: o Warna mata dan kulit menjadi kekuningan. o Warna urine yang berubah menjadi merah atau cokelat. o Borok pada kaki. o Gejala batu empedu. o Keterlambatan perkembangan pada anak-anak. Anemia aplastik. Anemia aplastik merupakan kondisi yang langka terjadi namun berbahaya bagi hidup penderita. Pada anemia aplastik, tubuh tidak mampu memproduksi sel darah merah dengan optimal. Anemia aplastik dapat disebabkan oleh infeksi, efek samping obat, penyakit autoimun, atau paparan zat kimia beracun. Anemia akibat penyakit sumsum tulang. Beberapa penyakit seperti leukemia atau mielofibriosis dapat mengganggu produksi sel darah merah di sumsum tulang dan menimbulkan anemia. Gejala yang ditimbulkan dapat bervariasi, dari ringan hingga berbahaya. Anemia hemolitik. Anemia hemolitik terjadi pada saat sel darah merah dihancurkan oleh tubuh lebih cepat dibanding waktu produksinya. Beberapa penyakit dapat mengganggu proses dan kecepatan penghancuran sel darah merah. Anemia hemolitik dapat diturunkan secara genetik atau bisa juga didapat setelah lahir. Anemia sel sabit (sickle cell anemia). Anemia ini bersifat genetis dan disebabkan oleh bentuk hemoglobin yang tidak normal sehingga menyebabkan sel darah merah berbentuk seperti bulan sabit, bukan bulat bikonkaf seperti sel darah merah Sel darah merah berbentuk sabit memiliki waktu hidup lebih pendek dibanding sel darah merah normal. Gejala yang dialami oleh penderita anemia sel sabit adalah: o Kelelahan. o Mudah terkena infeksi. o Nyeri tajam pada bagian sendi, perut, dan anggota gerak. o Keterlambatan pertumbuhan dan perkembangan pada anak-anak. Anemia jenis lain, yang disebabkan oleh thalassemia atau penyakit malaria. Beberapa fakor risiko yang dapat meningkatkan risiko munculnya anemia pada diri seseorang adalah: Kekurangan vitamin dan zat besi. Membiasakan diri mengonsumsi makanan yang rendah vitamin B12, asam folat, dan zat besi dapat meningkatkan risiko terkena anemia. Gangguan pencernaan pada usus. Beberapa penyakit seperti penyakit Crohn dan penyakit celiac dapat menyebabkan gangguan penyerapan nutrisi di usus sehingga meningkatkan risiko terkena anemia. Menstruasi. Umumnya wanita yang masih mengalami menstruasi memiliki risiko terkena anemia lebih besar dibandingkan dengan wanita yang sudah menopause atau pria. Hal tersebut disebabkan oleh kehilangan darah pada saat terjadinya menstruasi. Mengandung. Ibu hamil yang tidak mengonsumsi suplemen asam folat dalam jumlah cukup memiliki risiko terkena anemia yang lebih tinggi. Penyakit kronis. Jika seseorang menderita kanker, gagal ginjal, atau penyakit kronis lainnya, maka risiko terkena anemia akan meningkat akibat kekurangan sel darah merah. Luka pada organ dalam yang diiringi perdarahan juga dapat menyebabkan tubuh kekurangan zat besi sehingga meningkatkan risiko terjadinya anemia akibat kekurangan zat besi. Riwayat anemia di keluarga. Seseorang yang memiliki anggota keluarga dengan riwayat anemia bawaan, memiliki risiko tinggi untuk terkena kondisi yang sama. Umumnya anemia yang diwariskan adalah anemia sel sabit (sickle cell anemia). Usia. Penambahan usia akan meningkatkan risiko seseorang terkena anemia. Anemia karena kekurangan vitamin B12 dan asam folat lebih umum terjadi pada lansia di atas 75 tahun. Faktor lain, seperti infeksi, kelainan darah, penyakit autoimun, kecanduan alkohol, terkena zat kimia beracun, dan efek samping dari obat dapat meningkatkan risiko anemia pada seseorang. Komplikasi Anemia Jika tidak ditangani, anemia berisiko menyebabkan beberapa komplikasi berikut ini: Kelelahan berat. Tanpa penanganan yang baik, anemia dapat menimbulkan kelelahan berat pada penderitanya sehingga mengganggu aktivitas sehari-hari. Rentan terkena infeksi. Kekurangan zat besi yang menyebabkan anemia dapat berpengaruh pada kemampuan sistem imun dalam memerangi berbagai patogen, sehingga penderita anemia lebih rentan terkena penyakit infeksi. Komplikasi dan gangguan kehamilan. Wanita hamil yang kekurangan asam folat berisiko mengalami gangguan kehamilan dan perkembangan janin. Selain itu, anemia juga dapat menyebabkan sang ibu mengalami depresi pasca kelahiran melahirkan dan gangguan pada bayi yang dilahirkan, seperti: o Kelahiran prematur sebelum minggu 37. o Berat badan di bawah normal. o Masalah pada kandungan zat besi dalam darah. o Hasil tes kemampuan mental yang kurang Gangguan jantung. Anemia dapat menyebabkan detak jantung menjadi tidak beraturan (aritmia) akibat harus memompa darah lebih keras untuk mengompensasi kekurangan oksigen dalam darah. Kondisi tersebut dapat menyebabkan pembesaran jantung atau gagal jantung. Kematian. Beberapa anemia yang bersifat bawaan, seperti anemia sel sabit, bisa menjadi serius dan mengancam hidup penderitanya. Kehilangan darah dengan tanpa penanganan yang baik dapat menyebabkan anemia berat dan kematian. Diagnosis Anemia Untuk mengetahui apakah seorang pasien mengalami anemia atau tidak, dokter akan melakukan langkah-langkah diagnosis sebagai berikut: Pemeriksaan darah lengkap. Metode penghitungan sel darah digunakan untuk menghitung jumlah sel darah merah yang ada di dalam darah. Pada diagnosis anemia, parameter yang diukur oleh dokter adalah hematokrit dan hemoglobin dalam darah. Patokan jumlah hematokrit normal pada orang dewasa berbeda-beda di setiap laboratorium, akan tetapi umumnya berkisar di 40-52% untuk pria dan 35-47% untuk wanita. Hemoglobin normal pada orang dewasa pria berkisar di 14-18 gram/desiliter dan 12-16 gram/desiliter untuk wanita. Pada pemeriksaan darah lengkap, dapat juga diperiksa: o Bentuk dan ukuran sel darah. Tes ini bertujuan untuk melihat struktur sel darah merah guna menentukan apakah struktur dan warna sel darah merah tersebut nomal atau tidak, terutama pada pasien anemia sel sabit. o Kandungan vitamin B12 dan asam folat. Jika dokter menduga penyebab anemia adalah kekurangan vitamin B12 dan asam folat, maka dokter akan memeriksa kandungan kedua zat tersebut dalam tubuh penderita untuk memastikannya. o Kandungan zat besi dalam darah. Apabila ada dugaan anemia diakibatkan oleh kekurangan zat besi, dokter akan melakukan pemeriksaan kadar protein besi dalam darah yang disebut serum ferritin. Kadar serum ferritin yang rendah mengindikasikan bahwa anemia yang diderita disebabkkan oleh kekurangan zat besi. Pemeriksaan tambahan lain untuk menentukan penyebab utama terjadinya anemia. Beberapa kasus anemia didasari oleh masalah kesehatan tertentu, seperti luka pada suatu organ, sehingga diharuskan untuk dilakukannya pemeriksaan guna memastikannya. Pemeriksaan sumsum tulang dapat dilakukan untuk menilai fungsi sumsum tulang dalam meregenerasi sel darah. Pada saat melakukan diagnosis, dokter juga akan menanyakan beberapa hal kepada pasien untuk membantu mengetahui penyebab utama anemia, yaitu: Pola makan untuk menentukan apakah pasien mengonsumsi makanan dengan kandungan zat besi, vitamin B-12, dan asam folat yang tinggi. Pengobatan yang sedang dijalani. Beberapa jenis obat dapat menyebabkan terjadinya perdarahan pada lambung atau usus, misalnya aspirin atau ibuprofen. Siklus menstruasi. Jarak menstruasi yang terlalu dekat, durasi yang panjang dan jumlah perdarahan yang banyak dapat menyebabkan anemia. Riwayat dalam keluarga. Untuk mencari informasi apakah ada anggota keluarga yang mengalami anemia, perdarahan gastrointestinal, atau kelainan pada darah. Jadwal donor darah. Dokter akan menanyakan apakah pasien melakukan donor darah secara rutin. Jika dokter tidak menemukan penyebab yang pasti setelah melakukan pengecekan riwayat medis serta gejala anemia pada pasien, dokter dapat melakukan pemeriksaan fisik. Jenis-jenis pemeriksaan fisik yang mungkin dilakukan adalah: Pemeriksaan pada bagian perut untuk memeriksa apakah ada perdarahan internal pada saluran pencernaan pada pasien. Pengecekan gejala-gejala gagal jantung seperti pembengkakan pada pergelangan kaki. Gagal jantung memiliki gejala yang mirip dengan anemia Pemeriksaan rektal (colok dubur) untuk memeriksa perdarahan atau kelainan pada usus bagian bawah dan anus. Pemeriksaan pelvis untuk memeriksa perdarahan yang menyebabkan anemia saat menstruasi. Pemeriksaan pelvis tidak akan dilakukan tanpa persetujuan dari pasien. Pengobatan Anemia Pengobatan anemia berbeda-beda tergantung jenis anemia yang diderita oleh pasien. Prinsip pengobatan anemia adalah menemukan penyebab utama anemia. Pengobatan terhadap anemia sebaiknya tidak dilakukan hingga diketahui penyebab utamanya. Hal ini dikarenakan pengobatan untuk satu jenis anemia bisa berbahaya untuk anemia jenis lain. Beberapa contoh pengobatan anemia berdasarkan jenisnya antara lain: Anemia akibat kekurangan zat besi. Anemia jenis ini dapat diatasi dengan mengonsumsi suplemen penambah zat besi, serta memperbanyak konsumsi makanan yang kaya zat besi. Selain itu, pasien juga dapat diberikan vitamin C untuk meningkatkan penyerapan zat besi. Perlu diperhatikan bahwa suplemen yang mengandung kalsium dapat menghambat penyerapan zat besi.Konsultasikan dengan dokter sebelum mengonsumsi suplemen penambah zat besi untuk mendapatkan dosis yang tepat. Kelebihan zat besi pada tubuh dapat berbahaya bagi pasien karena dapat menimbulkan kelelahan, mual, diare, sakit kepala, penyakit jantung dan nyeri sendi. Untuk meringankan efek samping dari konsumsi suplemen zat besi, pasien dapat mengonsumsi suplemen setelah makan. Jika efek samping berlanjut segera temui dokter kembali. Anemia akibat kekurangan vitamin. Anemia jenis ini dapat diobati dengan mengonsumsi makanan yang kaya akan asam folat dan vitamin B12, serta mengonsumsi suplemen yang mengandung keduanya. Jika tubuh pasien memiliki gangguan penyerapan asam folat dan vitamin B12, pengobatan dapat melibatkan injeksi vitamin B12 setiap hari. Setelah itu pasien akan diberikan injeksi vitamin B12 setiap bulan satu kali yang dapat berlangsung sepanjang hidup atau tergantung kepada kondisi pasien. Anemia akibat penyakit kronis. Tidak ada pengobatan yang spesifik pada jenis ini karena tergantung pada penyakit yang mendasari terjadinya anemia. Jika anemia bertambah parah, dokter dapat memberikan transfusi darah atau injeksi eritropoietin, yaitu suatu hormon peningkat produksi darah dan penghilang rasa lelah. Anemia akibat perdarahan. Jika seseorang mengalami perdarahan dan kehilangan darah dalam jumlah banyak, pengobatan utama yang harus dilakukan adalah mencari dan mengobati sumber perdarahan. Setelah sumber perdarahan diatasi, pasien dapat diberikan transfusi darah, oksigen, dan suplemen penambah darah yang mengandung zat besi dan vitamin. Anemia Aplastik. Pengobatan anemia aplastik dapat diawali dengan transfusi darah untuk meningkatkan jumlah sel darah merah. Jika diperlukan, dapat dilakukan pencangkokan sumsum tulang apabila sumsum tulang tidak bisa lagi memproduksi sel darah merah yang sehat. Anemia akibat penyakit sumsum tulang. Pengobatan anemia jenis ini dapat bervariasi sesuai dengan penyakit yang diderita pasien. Pengobatan dapat melibatkan kemoterapi dan pencangkokan sumsum tulang. Anemia Hemolitik. Penanganan anemia hemolitik dapat dilakukan dengan beberapa cara tergantung faktor penyebabnya. Penanganan bisa dengan menghindari obat-obatan yang memiliki efek samping hemolisis, dengan mencari dan mengobati infeksi yg menjadi penyebab hemolitik, atau dengan imunosupresan untuk menekan sistem imun yang diduga merusak sel darah. Anemia sel sabit (sickle cell anemia). Pengobatan utama anemia sel sabit adalah dengan mengganti sel darah merah yang hancur melalui transfusi darah, suplemen asam folat, dan antibiotik. Pengobatan lainnya adalah dengan mengonsumsi obat penghilang rasa sakit serta menambahkan cairan melalui oral maupun intravena untuk mengurangi nyeri dan menghindari komplikasi. Pencangkokan sumsum tulang dapat digunakan untuk mengobati anemia sel sabit pada kondisi tertentu. Obat untuk kanker hidroksiurea dapat juga digunakan untuk mengobati anemia sel sabit. Thalassemia. Thalassemia dapat diobati melalui transfusi darah, konsumsi suplemen asam folat, splenektomi untuk mengambil limpa, serta pencangkokan sel punca darah dan sumsum tulang. Pencegahan Anemia Beberapa jenis anemia tidak dapat dihindari, akan tetapi anemia yang disebabkan oleh kekurangan vitamin dan zat besi dapat dicegah dengan cara mengatur pola makan. Beberapa makanan yang dapat membantu mencegah anemia antara lain adalah: Makanan yang kaya akan zat besi, seperti daging sapi, kacang-kacangan, sereal yang diperkaya zat besi, sayuran berdaun hijau gelap, dan buah kering. Makanan yang kaya akan asam folat, seperti buah-buahan, sayuran berdaun hijau gelap, kacang hijau, kacang merah, kacang tanah, gandum, sereal, pasta, dan nasi. Makanan yang kaya akan vitamin B12, seperti daging, susu, keju, sereal, dan makanan dari kedelai (tempe atau tahu). Makanan yang kaya akan vitamin C, seperti jeruk, merica, brokoli, tomat, melon, dan stroberi. Makanan-makanan tersebut dapat membantu penyerapan zat besi. Jika terdapat kekhawatiran bahwa makanan yang dikonsumsi tidak mengandung cukup vitamin, disarankan untuk mengonsumsi multivitamin. Bagi vegetarian, hendaknya berkonsultasi kepada ahli gizi untuk mengatur pola makan agar kebutuhan zat besi bagi tubuh tetap tercukupi dengan baik. Jika pada keluarga terdapat riwayat munculnya penderita anemia bawaan seperti anemia sel sabit atau thalassemia, hendakya dikonsultasikan kepada dokter. Konsultasi ini bertujuan untuk memperkirakan jika terdapat risiko anemia serupa yang dapat muncul pada anak. Anemia juga dapat muncul sebagai komplikasi dari penyakit malaria. Jika akan bepergian ke tempat yang umum ditemukan penyakit malaria, konsultasikan ke dokter terkait obat pencegah malaria. Pencegahan dapat juga dilakukan dengan cara menghindari gigitan nyamuk, misalnya menggunakan kelambu, obat anti nyamuk, atau insektisida. ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU HAMIL NORMAL PADA NY.N UMUR 20 TAHUN G2P1A0AH1 USIA KEHAMILAN 32 MINGGU 3 HARI DI BPM SRI MARTUTI R. S,ST. PIYUNGAN BANTUL DISUSUN OLEH : 1. PUTRI RIWA ARINDA (15150059) 2. IS MAYA (15150060) 3. EMELINDA TMA’SAI (15150058) 4. MARIA KRISTINA BUNGA( 15150057) KELAS : A.12.2 PROGRAM STUDI D3-KEBIDANAN FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS RESPATI YOGYAKARTA 2016/2017 Jalan laksda adisucipto km 6,3 yogyakarta temple,condong catur,depok, sleman 55821 Webside: www.respati.ac.id email : [email protected] ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU HAMIL NORMAL PADA NY.N UMUR 20 TAHUN G2P1A0AH1 USIA KEHAMILAN 32 MINGGU 3 HARI DI BPM SRI MARTUTI R. S,ST. PIYUNGAN BANTUL No. Register : ………………………….................................... Masuk RS/PKM/BPM Tanggal/Pukul Dirawat di ruang I. : 25 mei 2016 / 19.00 wib : ruang periksa PENGKAJIAN DATA, Tanggal/Pukul : 25-mei-2016/19.00wib Oleh : bidan siti A. Biodata Ibu Suami 1. Nama : ny.n tn.b 2. Umur : 20 tahun 3. Agama : islam 4. Suku/bangsa : jawa/indonesia 5. Pendidikan : sma sma 6. Pekerjaan : wiraswasta wiraswasta 7. Alamat : perumahan gts II perumahan gts II 24 tahun islam jawa/indonesia B. Data Subjektif 1. I Alasan datang/dirawat Ibu mengatakan ingin memeriksakan kehamilannya 2. Keluhan utama Ibu mengatakan batuk 3. Riwayat menstruasi Menarche Lama : 14 tahun : 5 hari Siklus : 28 hari Teratur : teratur Sifat darah : cair 4. Keluhan Riwayat perkawinan Status perkawinan : meniakah (sah) Lama 5. : tidak ada : 3 tahun Menikah ke : .1. Usia menikah pertama kali :17 tahun Riwayat obstetrik : G...... P....A....Ah.... Hamil ke 1 Persalinan Nifas Tanggal Umur kehamilan Jenis persalina n Penolo ng Komplikasi JK BB lahir Laktas i Komplikasi 2014 38 minggu normal bida n Tidak ada p 2800 gram iya Tidak ada Hamil sekarang 6. Riwayat kontrasepsi yang digunakan No Jenis kontrasepsi Ibu menggatakan tidak pernah mengunakan alat kontasepsi 7. Riwayat Kehamilan Sekarang Pasang tanggal oleh tempat Lepas keluhan tanggal oleh Tempat Alasan a. HPM : 11-10-2015 b. ANC pertama umur kehamilan : 8 minggu c. Kunjungan ANC Trimester I Frekuensi : 1kali Keluhan : tidak ada Komplikasi : tidak ada Terapi : tidak ada Trimester II Frekuensi : 1kali Keluhan : tidak ada Komplikasi : tidak ada Terapi : tidak ada Trimester III Frekuensi : 1kali Keluhan : batuk Komplikasi : tidak ada Terapi : spasina d. Imunisasi TT : 3 kali TT 1 : tanggal : SD TT 2 : tanggal : SD TT 3 : tanggal : CATEN TT 4 : tanggal :- TT 5 : tanggal :- e. Pergerakan janin selama 24 jam(dalam sehari) ibu mengatakan merasaka gerakan janin kurang lebih 10 kali dalam 24 jam 8. Riwayat kesehatan a. Penyakit yang pernah/sedang diderita (menular, menurun dan menahun) Ibu mengatakan tidak pernah atau tdak sedang menderita penyakit menular (HIV AIDS, HEPATITIS, TBC), menurun (ASMA, DM, HIPERTENSI), menahun ( JANTUNG, PARU-PARU) b. Penyakit yang pernah/sedang diderita keluarga (menular, menurun dan menahun) Ibu mengatakan keluarga ibu tidak pernah atau tdak sedang menderita penyakit menular (HIV AIDS, HEPATITIS, TBC), menurun (ASMA, DM, HIPERTENSI), menahun ( JANTUNG, PARU-PARU) c. Riwayat keturunan kembar Ibu mengatakan di keluarga ibu maupun suami tidak ada riwayat keturunan kebar d. Riwayat operasi Ibu megatakam tidak pernah mengalami riwayat operasi e. Riwayat alergi obat Ibu mengatakan tidak pernah memiliki riwayt alergi obat 9. Pola pemenuhan kebutuhan Sebelum hamil Saat hamil a. Nutrisi Makan Frekuensi : 3x/hari Jenis : nasi, sayur, lauk Porsi : 1 piring Pantangan Keluhan : tidak ada 3x/hari nasi, sayur, lauk 1 piring tidak ada : tidak ada tidak ada : 3x/hari 3x/hari minum Frekuensi Jenis : air putih air putih, susu Porsi : 1 gelas Pantangan Keluhan 1 gelas : tidak ada tidak ada : tidak ada tidak ada Frekuensi : 1x/hari 1x/hari Warna : kuning khas feses kuning khas feses Konsistensi : lembek lembek Keluhan : tidak ada tidak ada Frekuensi : 6x/hari 8x/hari Warna : kuning kuning Konsistensi : cair cair Keluhan : tidak ada tidak ada Lama : 2 jam/hari 2 jam/hari Keluhan : Tidak ada. Tidak ada Lama : 8 jam/hari 8 jam/hari Keluhan : Tidak ada Tidak ada b. Eliminasi BAB BAK c. Istirahat Tidur siang Tidur malam d. Personal Hygiene Mandi : 3x/hari 3x/hari Ganti pakaian : 3x/hari 3x/hari Gosok gigi : 3x/hari 3x/hari Keramas Ganti CD : 3x/seminggu 3 x/minggu : 3x/hari 3x/hari e. Pola seksualitas Frekuensi Keluhan : .2x/minggu : Tidak ada 1x/minggu Tidak ada f. Pola aktivitas (terkait kegiatan fisik, olah raga) Ibu menagtakan kegiatan sehari-hari ibu sebagai karyawan swasta Ibu mengatakan melakuakn pekerjaan rumah seperti mencuci, dan memasak Ibu mengatakan jarang berolahraga 10. Kebiasaan yang mengganggu kesehatan (merokok, minum jamu, minuman beralkohol) Ibu mengatakan tidak pernah merokok, minum jamu, ataupun mengkonsumsi alkohol 11. Data psikososial, spiritual dan ekonomi (penerimaan ibu/suami/keluarga terhadap kelahiran, dukungan keluarga, hubungan dengan suami/keluarga/tetangga, perawatan bayi, kegiatan ibadah, kegiatan sosial, keadaan ekonomi keluarga -Ibu mengatakan senang dengan kehamilannya -ibu mengatakan suami dan keluarga denang dan mendukung kehamilannya -ibu mengatakan hubungan ibu, suami, keluarga, tetangga terjalin dengan baik -ibu mengatakan akan merawat bayinya sendiri setalah lahir -ibu mengatakan senang mengikuti kegiatan sosial -ibu mengatakan ekonomi sudah cuku 12. Pengetahuan ibu (tentang kehamilan, persalinan, nifas) -ibu mengatakan belum mengetahui penyebab terjadinya batuk dan cara mengatasinya -ibu belum menetahui tanda bahaya kehamilan 13. Lingkungan yang berpengaruh (sekitar rumah dan hewan peliharaan) Ibu mengatakan tidak memiliki hewan peliharaan di sekitar rumah C. Data Objektif 1. Pemeriksaan umum Keadaan umum Kesadaran : baik : composmentis Status emosional Tanda vital : Tekanan darah : 110/80 mmHg Nadi : 80 x/menit Pernafasan : 20 x/menit Suhu : 36,5 C BB : 47 kg BB sebelum hamil 2. : baik : 35 kg TB : 150cm LILA : 23cm Pemeriksaan Fisik Kepala : mesochepal, tidak ada benjolan tidak ada nyeri tekan Wajah : tidak adanya edema (pembengkan) Mata : simetris, kunjngtiva erah muda, sklera putih , tidak adanya strabismus Hidung : simetris, lubnag hidung bersih, tidak adanya polip Mulut : simetris, bibir tidak pucat, tidak adanya sariawan, tidak adanya pendarahan pada gusi Telinga Leher : simetris, tidak adanya nyeri tekan, tdak adanya serumen : simetris, tidak adanya pembesaran kelenjar limfe,tiroid,pariti,vvena jugularis Dada :simetris, tidak adanya retraksi dinding dada Payudara : simetris, tidak adanya benjolan pada payudara, payudara membesar, terdapat hiperpigmentasi ada areola Abdomen tidal adanya sytie gravidatum, adanya linea migra, adanya pembesaran tidak adanya bekas operasi Palpasi Leopold I : tfu 3 jari dibawah pusat, teraba bokong janin Leopold II : perut bagian kiri ibu teraba bagian punggung janin , perut ibu sebelah kanan ibu teraba bagian ekstremitas Leopold III : bagian terbawah teraba kepala janin Leopold IV : kepala janin belum masuk panggul Osborn test : tidak dilakukan Pemeriksaan Mc. Donald TFU : 21 cm TBJ :1395 gram Auskultasi Djj : 140x/menit mitas Atas :simetris, tidak adanya pembegkan, jari jari lengkap, gerakan aktif, kuku tidak pucat mitas Bawah : simetris, tidak adanya pembegkan, jari jari lengkap, gerakan aktif, kuku tidak pucat Genetalia luar : tidak dilakukan Pemeriksaan panggul: tidak dilakukan 3. Pemeriksaan penunjang Tgl : 25 mei 2016 Pukul : 19.00WIB tidak dilakukan 4. Data penunjang Tidak ada II. INTERPRETASI DATA A. Diagnosa kebidanan ny.n umur 20 tahun g2p1a0ah1 usia kehamilan 32 minggu 3 hari dengan kehamilan normal Data Dasar: Data subjektif : - ibu mengatakan umur 20 tahun - ibu mengatakan ini kehamilan yang kedua dan tidak pernah mangalami keguguran -ibu mengatakan batuk -ibu mengatakan hpht 11-10-2015 Data objektif: - Keadaan umum : baik - Tanda vital - Tekanan darah : 110/80 mmHg Nadi : 80 x/menit - Pernafasan : 20 x/menit Suhu : 36,5 C - BB - BB sebelum hamil : 35 kg - Payudara : simetris, tidak adanya benjolan pada payudara, payudara membesar, terdapat hiperpigmentasi ada areola - Abdomen tidal adanya sytie gravidatum, adanya linea migra, adanya pembesaran tidak adanya bekas operasi - Leopold I : tfu 3 jari dibawah pusat, teraba bokong janin - Leopold II : perut bagian kiri ibu teraba bagian punggung janin , perut ibu sebelah kanan ibu teraba bagian ekstremitas - Leopold III : bagian terbawah teraba kepala janin - Leopold IV : kepala janin belum masuk panggul : : 47 kg TB : 150cm LILA : 23cm B. Masalah Tidak ada Data Dasar: Tidak ada III. IDENTIFIKASI DAN ANTISIPASI DIAGNOSA POTENSIAL Tidak ada IV. TINDAKAN SEGERA A. Mandiri Tidak ada B. Kolaborasi Tidak ada C. Merujuk Tidak ada V. ERENCANAAN Tanggal : 25 mei 2016 Pukul : 19.00 WIB -beritahu bu hasil pemeriksaan - beritahu ibu tentang keluhan yang dirasakan dan cara mengatasinya - beritahu bu tentang bahya kehamilan TM III - beritahu ibu tablet fe - beritahu ibu tentang kunungan ulang -mendokumentasikan VI. PELAKSANAAN Tanggal: 25 mei 2016 Pukul : 19.00 WIB - Memberitahu ibu hasil pemeriksaaan bahwa keadaan ibu dan janin baik - Tekanan darah : 110/80 mmHg Nadi : 80 x/menit - Pernafasan : 20 x/menit Suhu : 36,5 C - BB - BB sebelum hamil : 35 kg - TFU : 47 kg : 21 cm TB : 150cm LILA : 23cm TBJ :1395 gram Auskultasi - Djj : 140x/menit -memBeritahu ibu bahwa keluhan yang dirasakan normal -memberi tahu iu bahaya kehamilan TM III seperti pendarahan pervagina, pusing yang peglihatan kabur, neyri pada abdomen , tidak adanya gerakan janin hebat, -memeberi tahu ibu tentang tablet fe cara meminumnya denan air jeruk atau air putih tidak boleh dengan kopi, teh, ataupn susu karena akan menghambat penyerapan zat besi dan di minum pada malam hari -memberi tahu b tentang kunjungan ulang 1 minggu atau jika ibu mengalami keluhan -mendokumentasikan VII. EVALUASI Tanggal : 25 mei 2016 Pukul : 19.00WIB -ibu sudah mengetahui tentang keadaan umum - ibu sudah mengetahui tentang keluhan yang dialaminya -ibu sudah tahu entang bahaya kehamilan TM III -ibu sudah diberi tablet fe dan bersedia meminumnya dan ibu sudah tahu cara mengatasinya -ibu sudah tahu tentang kunjungan ulan 1 minggu atau jika ibu mengalami keluhan -hasil sudah di dokumentasika ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU HAMIL NORMAL PADA NY.N UMUR 20 TAHUN G2P1A0AH1 USIA KEHAMILAN 32 MINGGU 3 HARI DI BPM SRI MARTUTI R. S,ST. PIYUNGAN BANTUL DISUSUN OLEH : 1. PUTRI RIWA ARINDA (15150059) 2. IS MAYA (15150060) 3. EMELINDA TMA’SAI (15150058) 4. MARIA KRISTINA BUNGA( 15150057) KELAS : A.12.2 PROGRAM STUDI D3-KEBIDANAN FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS RESPATI YOGYAKARTA 2016/2017 Jalan laksda adisucipto km 6,3 yogyakarta temple,condong catur,depok, sleman 55821 Webside: www.respati.ac.id email : [email protected] ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU HAMIL NORMAL PADA NY.N UMUR 20 TAHUN G2P1A0AH1 USIA KEHAMILAN 32 MINGGU 3 HARI DI BPM SRI MARTUTI R. S,ST. PIYUNGAN BANTUL No. Register : ………………………….................................... Masuk RS/PKM/BPM Tanggal/Pukul Dirawat di ruang I. : 25 mei 2016 / 19.00 wib : ruang periksa PENGKAJIAN DATA, Tanggal/Pukul : 25-mei-2016/19.00wib Oleh : bidan siti A. Biodata 1. Nama Ibu Suami : ny.n tn.b 2. Umur : 20 tahun 24 tahun 3. Agama : islam 4. Suku/bangsa : jawa/indonesia 5. Pendidikan : sma sma 6. Pekerjaan : wiraswasta wiraswasta 7. Alamat : perumahan gts II perumahan gts II islam jawa/indonesia B. Data Subjektif 1. I Alasan datang/dirawat Ibu mengatakan ingin memeriksakan kehamilannya 2. Keluhan utama Ibu mengatakan batuk 3. Riwayat menstruasi Menarche Lama : 14 tahun : 5 hari Sifat darah : cair 4. : 28 hari Teratur : teratur Keluhan : tidak ada Riwayat perkawinan Status perkawinan : meniakah (sah) Lama 5. Siklus : 3 tahun Menikah ke : .1. Usia menikah pertama kali :17 tahun Riwayat obstetrik : G...... P....A....Ah.... Hamil ke 1 Persalinan Nifas Tanggal Umur kehamilan Jenis persalina n Penolo ng Komplikasi JK BB lahir Laktas i Komplikasi 2014 38 minggu normal bida n Tidak ada p 2800 gram iya Tidak ada Hamil sekarang 6. Riwayat kontrasepsi yang digunakan No Jenis kontrasepsi Pasang tanggal oleh Ibu menggatakan tidak pernah mengunakan alat kontasepsi 7. Riwayat Kehamilan Sekarang a. HPM : 11-10-2015 b. ANC pertama umur kehamilan : 8 minggu c. Kunjungan ANC Trimester I Frekuensi : 1kali Keluhan : tidak ada Komplikasi : tidak ada Terapi : tidak ada Trimester II Frekuensi : 1kali Keluhan : tidak ada Komplikasi : tidak ada tempat Lepas keluhan tanggal oleh Tempat Alasan Terapi : tidak ada Trimester III Frekuensi : 1kali Keluhan : batuk Komplikasi : tidak ada Terapi : spasina d. Imunisasi TT : 3 kali TT 1 : tanggal : SD TT 2 : tanggal : SD TT 3 : tanggal : CATEN TT 4 : tanggal :- TT 5 : tanggal :- e. Pergerakan janin selama 24 jam(dalam sehari) ibu mengatakan merasaka gerakan janin kurang lebih 10 kali dalam 24 jam 8. Riwayat kesehatan a. Penyakit yang pernah/sedang diderita (menular, menurun dan menahun) Ibu mengatakan tidak pernah atau tdak sedang menderita penyakit menular (HIV AIDS, HEPATITIS, TBC), menurun (ASMA, DM, HIPERTENSI), menahun ( JANTUNG, PARU-PARU) b. Penyakit yang pernah/sedang diderita keluarga (menular, menurun dan menahun) Ibu mengatakan keluarga ibu tidak pernah atau tdak sedang menderita penyakit menular (HIV AIDS, HEPATITIS, TBC), menurun (ASMA, DM, HIPERTENSI), menahun ( JANTUNG, PARU-PARU) c. Riwayat keturunan kembar Ibu mengatakan di keluarga ibu maupun suami tidak ada riwayat keturunan kebar d. Riwayat operasi Ibu megatakam tidak pernah mengalami riwayat operasi e. Riwayat alergi obat Ibu mengatakan tidak pernah memiliki riwayt alergi obat 9. Pola pemenuhan kebutuhan Sebelum hamil Saat hamil a. Nutrisi Makan Frekuensi : 3x/hari Jenis : nasi, sayur, lauk Porsi : 1 piring Pantangan Keluhan 3x/hari nasi, sayur, lauk 1 piring : tidak ada tidak ada : tidak ada tidak ada : 3x/hari 3x/hari minum Frekuensi Jenis : air putih air putih, susu Porsi : 1 gelas 1 gelas Pantangan Keluhan : tidak ada tidak ada : tidak ada tidak ada Frekuensi : 1x/hari 1x/hari Warna : kuning khas feses kuning khas feses Konsistensi : lembek lembek Keluhan : tidak ada tidak ada b. Eliminasi BAB BAK Frekuensi : 6x/hari 8x/hari Warna : kuning kuning Konsistensi : cair cair Keluhan : tidak ada tidak ada Lama : 2 jam/hari 2 jam/hari Keluhan : Tidak ada. Tidak ada Lama : 8 jam/hari 8 jam/hari Keluhan : Tidak ada Tidak ada c. Istirahat Tidur siang Tidur malam d. Personal Hygiene Mandi : 3x/hari 3x/hari Ganti pakaian : 3x/hari 3x/hari Gosok gigi Keramas Ganti CD : 3x/hari 3x/hari : 3x/seminggu 3 x/minggu : 3x/hari 3x/hari e. Pola seksualitas Frekuensi Keluhan : .2x/minggu : Tidak ada 1x/minggu Tidak ada f. Pola aktivitas (terkait kegiatan fisik, olah raga) Ibu menagtakan kegiatan sehari-hari ibu sebagai karyawan swasta Ibu mengatakan melakuakn pekerjaan rumah seperti mencuci, dan memasak Ibu mengatakan jarang berolahraga 10. Kebiasaan yang mengganggu kesehatan (merokok, minum jamu, minuman beralkohol) Ibu mengatakan tidak pernah merokok, minum jamu, ataupun mengkonsumsi alkohol 11. Data psikososial, spiritual dan ekonomi (penerimaan ibu/suami/keluarga terhadap kelahiran, dukungan keluarga, hubungan dengan suami/keluarga/tetangga, perawatan bayi, kegiatan ibadah, kegiatan sosial, keadaan ekonomi keluarga -Ibu mengatakan senang dengan kehamilannya -ibu mengatakan suami dan keluarga denang dan mendukung kehamilannya -ibu mengatakan hubungan ibu, suami, keluarga, tetangga terjalin dengan baik -ibu mengatakan akan merawat bayinya sendiri setalah lahir -ibu mengatakan senang mengikuti kegiatan sosial -ibu mengatakan ekonomi sudah cuku 12. Pengetahuan ibu (tentang kehamilan, persalinan, nifas) -ibu mengatakan belum mengetahui penyebab terjadinya batuk dan cara mengatasinya -ibu belum menetahui tanda bahaya kehamilan 13. Lingkungan yang berpengaruh (sekitar rumah dan hewan peliharaan) Ibu mengatakan tidak memiliki hewan peliharaan di sekitar rumah C. Data Objektif 1. Pemeriksaan umum Keadaan umum Kesadaran : baik : composmentis Status emosional : baik Tanda vital : Tekanan darah : 110/80 mmHg Nadi : 80 x/menit Pernafasan : 20 x/menit Suhu : 36,5 C BB : 47 kg TB : 150cm BB sebelum hamil 2. : 35 kg LILA : 23cm Pemeriksaan Fisik Kepala : mesochepal, tidak ada benjolan tidak ada nyeri tekan Wajah : tidak adanya edema (pembengkan) Mata : simetris, kunjngtiva erah muda, sklera putih , tidak adanya strabismus Hidung : simetris, lubnag hidung bersih, tidak adanya polip Mulut : simetris, bibir tidak pucat, tidak adanya sariawan, tidak adanya pendarahan pada gusi Telinga Leher : simetris, tidak adanya nyeri tekan, tdak adanya serumen : simetris, tidak adanya pembesaran kelenjar limfe,tiroid,pariti,vvena jugularis Dada :simetris, tidak adanya retraksi dinding dada Payudara : simetris, tidak adanya benjolan pada payudara, payudara membesar, terdapat hiperpigmentasi ada areola Abdomen tidal adanya sytie gravidatum, adanya linea migra, adanya pembesaran tidak adanya bekas operasi Palpasi Leopold I : tfu 3 jari dibawah pusat, teraba bokong janin Leopold II : perut bagian kiri ibu teraba bagian punggung janin , perut ibu sebelah kanan ibu teraba bagian ekstremitas Leopold III : bagian terbawah teraba kepala janin Leopold IV : kepala janin belum masuk panggul Osborn test : tidak dilakukan Pemeriksaan Mc. Donald TFU : 21 cm TBJ :1395 gram Auskultasi Djj mitas Atas : 140x/menit :simetris, tidak adanya pembegkan, jari jari lengkap, gerakan aktif, kuku tidak pucat mitas Bawah : simetris, tidak adanya pembegkan, jari jari lengkap, gerakan aktif, kuku tidak pucat Genetalia luar : tidak dilakukan Pemeriksaan panggul: tidak dilakukan 3. Pemeriksaan penunjang Tgl : 25 mei 2016 Pukul : 19.00WIB tidak dilakukan 4. Data penunjang Tidak ada II. INTERPRETASI DATA A. Diagnosa kebidanan ny.n umur 20 tahun g2p1a0ah1 usia kehamilan 32 minggu 3 hari dengan kehamilan normal Data Dasar: Data subjektif : - ibu mengatakan umur 20 tahun - ibu mengatakan ini kehamilan yang kedua dan tidak pernah mangalami keguguran -ibu mengatakan batuk -ibu mengatakan hpht 11-10-2015 Data objektif: - Keadaan umum : baik - Tanda vital - Tekanan darah : 110/80 mmHg Nadi : 80 x/menit - Pernafasan : 20 x/menit Suhu : 36,5 C - BB - BB sebelum hamil : 35 kg - Payudara : simetris, tidak adanya benjolan pada payudara, payudara membesar, terdapat hiperpigmentasi ada areola : : 47 kg TB : 150cm LILA : 23cm - Abdomen tidal adanya sytie gravidatum, adanya linea migra, adanya pembesaran tidak adanya bekas operasi - Leopold I : tfu 3 jari dibawah pusat, teraba bokong janin - Leopold II : perut bagian kiri ibu teraba bagian punggung janin , perut ibu sebelah kanan ibu teraba bagian ekstremitas - Leopold III : bagian terbawah teraba kepala janin - Leopold IV : kepala janin belum masuk panggul B. Masalah Tidak ada Data Dasar: Tidak ada III. IDENTIFIKASI DAN ANTISIPASI DIAGNOSA POTENSIAL Tidak ada IV. TINDAKAN SEGERA A. Mandiri Tidak ada B. Kolaborasi Tidak ada C. Merujuk Tidak ada V. ERENCANAAN Tanggal : 25 mei 2016 Pukul : 19.00 WIB -beritahu bu hasil pemeriksaan - beritahu ibu tentang keluhan yang dirasakan dan cara mengatasinya - beritahu bu tentang bahya kehamilan TM III - beritahu ibu tablet fe - beritahu ibu tentang kunungan ulang -mendokumentasikan VI. PELAKSANAAN Tanggal: 25 mei 2016 Pukul : 19.00 WIB - Memberitahu ibu hasil pemeriksaaan bahwa keadaan ibu dan janin baik - Tekanan darah : 110/80 mmHg Nadi : 80 x/menit - Pernafasan : 20 x/menit Suhu : 36,5 C - BB - BB sebelum hamil : 35 kg - TFU : 47 kg : 21 cm TB : 150cm LILA : 23cm TBJ :1395 gram Auskultasi - Djj : 140x/menit -memBeritahu ibu bahwa keluhan yang dirasakan normal -memberi tahu iu bahaya kehamilan TM III seperti pendarahan pervagina, pusing yang peglihatan kabur, neyri pada abdomen , tidak adanya gerakan janin hebat, -memeberi tahu ibu tentang tablet fe cara meminumnya denan air jeruk atau air putih tidak boleh dengan kopi, teh, ataupn susu karena akan menghambat penyerapan zat besi dan di minum pada malam hari -memberi tahu b tentang kunjungan ulang 1 minggu atau jika ibu mengalami keluhan -mendokumentasikan VII. EVALUASI Tanggal : 25 mei 2016 Pukul : 19.00WIB -ibu sudah mengetahui tentang keadaan umum - ibu sudah mengetahui tentang keluhan yang dialaminya -ibu sudah tahu entang bahaya kehamilan TM III -ibu sudah diberi tablet fe dan bersedia meminumnya dan ibu sudah tahu cara mengatasinya -ibu sudah tahu tentang kunjungan ulan 1 minggu atau jika ibu mengalami keluhan -hasil sudah di dokumentasika or download with email