brosur PTM

advertisement
DINAS KESEHATAN KABUPATEN LAMPUNG TIMUR
UPTD PUSKESMAS SRI BHAWONO
KEC. BANDAR SRIBHAWONO
JL. Raya Sri Bhawono Kode Pos: 34398 Email:[email protected]
Apa itu pikun?
Pikun sudah biasa terjadi
dalam proses penuaan.
Seiring bertambahnya
usia, perubahan muncul
di semua bagian tubuh,
termasuk otak. Beberapa
orang butuh waktu lebih lama untuk mengingat atau lupa
dengan apa yang mereka lakukan sebelumnya. Ini sering
menjadi tanda pikun ringan, bukan masalah serius.
Pikun juga bisa menjadi tanda pertama penyakit
Alzheimer atau kondisi lain.
Seberapa umumkah pikun?
Orang lanjut usia paling sering pikun. Namun, ada juga
orang yang masih muda dan bisa pikun. Sejumlah pasien
adalah orang yang mengalami cedera kepala dan trauma
psikologis parah, wanita lebih sering mengalami hal ini
daripada pria.
Apa saja tanda-tanda dan gejala pikun?
Tanda dan gejala dapat bervariasi mulai dari pikun ringan
sampai parah tergantung dengan keadaan.
Gejala pikun meliputi: pasien sering menanyakan hal
yang sama dan tersesat di tempat yang sudah dikenal.
Pasien tidak bisa mengingat dan mengikuti aturan,
bingung tentang waktu, orang, dan tempat. Mereka juga
tidak terlalu mempedulikan keamanan, kebersihan, dan
gizi mereka.
Pasien pelupa yang mengalami perubahan drastis pada
ingatan, kepribadian, dan kebiasaan, kemungkinan
Puskesmas Sri Bhawono/Sigit Wahyu Kurniawan, SKM/[email protected]
terburuk terkena Alzheimer dan defisit memori karena
kematian jaringan. Penyakit ini juga disebut demensia
karena stroke.
Pada penyakit Alzheimer, gejala muncul secara perlahan
dan memburuk. Dalam penyakit defisit memori, gejala
dapat mendadak muncul karena stroke ringan atau
perubahan pada darah yang mengalir ke otak. Tekanan
darah tinggi dapat menyebabkan defisit memori.
Kapan saya harus periksa ke dokter?
Pikun merupakan hal yang wajar bagi orang lanjut usia,
tapi jika Anda merasa cemas, pergilah ke rumah sakit atau
dokter untuk saran dan nasihat lebih jelas. Jika dokter
mencurigai adanya penyakit saraf dan mengharuskan
perawatan, ikuti nasihat dan instruksi dokter.
 Kecanduan alkohol kronis Wernicke-Korsakoff yang
mengakibatkan kekurangan vitamin B1;
 Efek samping pengobatan, kekurangan vitamin B12
yang menyebabkan kehilangan ingatan.
 Faktor lain penyebab amnesia adalah kelainan tiroid,
ginjal dan hati.
Masalah kejiwaan seperti stres, kecemasan atau depresi,
bisa membuat orang lebih cepat lupa dan dapat dikira
terkena demensia. Contohnya, orang yang baru-baru ini
pensiun atau yang kerabatnya meninggal, atau yang
sedang sedih, kesepian atau cemas.
Apa yang meningkatkan risiko saya untuk
pikun?




Cedera kepala dan otak;
Stroke;
Pecandu alkohol;
Kejang.
Apa saja perubahan gaya hidup atau
pengobatan rumahan yang dapat dilakukan
untuk mengatasi pikun?
Apa penyebab pikun ?
Fungsi memori otak sangat rumit dan ia terlibat di hampir
semua aktivitas otak. Maka, cedera yang mempengaruhi
kepala dan otak dapat mengganggu ingatan. Penyakit ini
mungkin merupakan akibat kerusakan struktur sistem
sinyal otak (sistem yang mengontrol emosi dan ingatan).
Ini disebabkan oleh gangguan otak atau penyakit saraf.
Gangguan otak termasuk:
 Stroke;
 Alzheimer;
 Kejang
 Tumor atau infeksi di dalam otak, atau penyumbatan
darah di dalam otak;
 Kekurangan oksigen di dalam otak atau keracunan
karbon monoksida;
 Bakteri herpes encephalitis, kanker dan penyakit
autoimun;
Puskesmas Sri Bhawono/Sigit Wahyu Kurniawan, SKM/[email protected]
Gaya hidup dan pengobatan rumahan di bawah ini
mungkin dapat membantu mengatasi pikun:
 Kunjungi dokter secara teratur.
 Latihan otak dengan mengembangkan hobi dan minat
baru;
 Membuat daftar aktivitas, gunakan catatan, kalender,
dan benda yang membantu ingatan lainnya.
Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter
untuk solusi terbaik masalah Anda.
disadur dan disusun oleh Sigit Wahyu K, SKM dari berbagai sumber
DINAS KESEHATAN KABUPATEN LAMPUNG TIMUR
UPTD PUSKESMAS SRI BHAWONO
KEC. BANDAR SRIBHAWONO
JL. Raya Sri Bhawono Kode Pos: 34398 Email:[email protected]
Obesitas oleh orang awam diidentikan sebagai
kelebihan berat badan atau kegemukan. Namun secara
medis, Obesitas didefinisikan memiliki kelebihan lemak
di dalam tubuh.
Obesitas meningkatkan risiko penyakit lain, seperti
diabetes dan tekanan darah tinggi.
Dokter menggunakan BMI (body mass index)yang di
dasarkan pada berat badan dan tinggi badan untuk
menentukan apakah anda mengidap obesitas.
BMI
Status berat badan
Dibawah 18,5
Kurang
18,5 – 24,9
Normal
25,5 – 29,5
Kelebihan
30,0 dan lebih tinggi
Obesitas
Penyebab
Ada pengaruh genetik
dan hormon pada berat
badan. Hal yang paling
mendasar
adalah
obesitas terjadi ketika
tubuh menerima lebih
banyak kalori daripada
membakarnya. Kalori
tersebut
kemudian
menumpuk dan menjadi lemak.
Obesitas biasanya merupakan hasil dari kombinasi
antara faktor-faktor berikut :
 Tidak aktif secara fisik sehingga pembakaran lemak
menjadi sedikit
 Makan makanan tinggi kalori, terutama makanan
cepat saji
 Beberapa wanita sulit menurunkan berat badan
setelah melahirkan, hal ini memicu obesitas
 Kurang tidur
 Obat-obatan tertentu, seperti obat diabetes, anti
kejang, antidepressants, antipsychotic, steroids dan
beta blockers.
 Masalah medis lain.
Gejala Obesitas
Gejala yang berhubungan dengan obesitas antara lain:
 Sulit tidur
 Mendengkur
 Henti napas untuk sementara secara tiba-tiba saat
tidur
 Nyeri punggung atau sendi
 Berkeringat secara berlebihan
 Selalu merasa panas
 Ruam atau infeksi pada lipatan kulit
 Sulit bernapas
 Sering ngantuk dan lelah
 Depresi
Puskesmas Sri Bhawono/Sigit Wahyu Kurniawan, SKM/[email protected]
Cara Mencegah Obesitas
Jika dulu penyakit ini hanya mengintai pria dewasa lebih
tepatnya usia lanjut, sekarang ini obesitas bisa dengan
mudah menyerang para remaja, anak-anak hingga balita.
Untuk mencegah obesitas dapat melakukan tindakan
sebagai berikut :
 Sering berolahraga
 Makan makanan sehat rendah lemak
 Jaga berat badan sehat anda
 Selalu konsisten terhadap perencanaan mengenai
gaya hidup sehat anda sehari-hari
Puskesmas Sri Bhawono/Sigit Wahyu Kurniawan, SKM/[email protected]
Ada rumus dari Dr Aman mengenai cara menghindari
obesitas, yaitu "Rumus 5210".
5 kali (minimal) makan buah dan sayur setiap hari
Usahakan buah dan sayur selalu ada, meski buah yang
harganya murah.
2 jam duduk sudah terlalu lama
Di luar waktu sekolah, anak tak boleh duduk lebih dari
dua jam. Waktu menonton televisi, bermain game, dan
sebagainya harus dipangkas. Kebanyakan duduk
membuat metabolisme tubuh terganggu dan tidak ada
pembakaran kalori sehingga memicu obesitas.
1 jam aktivitas fisik setiap hari
Selain aktivitas fisik satu jam per hari, usahakan
melakukan olahraga terstruktur selama 20 menit minimal
tiga kali dalam sepekan. Aktivitas fisik bisa berupa jalan,
naik tangga, dan sebagainya. Kebiasaan turun dari
mobil, masuk kelas, serta dijemput langsung masuk
mobil lagi harus dibuang. Olahraga yang bisa dipilih
seperti jalan, lari, bersepeda, dan berenang.
0 gram gula
Sesedikit mungkin mengkonsumsi minuman manis. Saat
ini kebanyakan anak minum minuman yang serba manis,
seperti teh dan jus. Semua itu harus dikurangi dan diganti
dengan banyak minum air putih.
disadur dan disusun oleh Sigit Wahyu K, SKM dari berbagai sumber
DINAS KESEHATAN KABUPATEN LAMPUNG TIMUR
UPTD PUSKESMAS SRI BHAWONO
KEC. BANDAR SRIBHAWONO
JL. Raya Sri Bhawono Kode Pos: 34398 Email:[email protected]
Penyakit Stroke merupakan penyakit yang menyebabkan
kematian tertinggi di Indonesia. Di peringkat kedua ditempati
oleh penyakit TBC dan di urutan ketiga adalah kecelakaan lalu
lintas.
Mati rasa pada wajah, lengan, kaki di satu sisi tubuh, disertai
kebingungan dan masalah berbicara merupakan tanda-tanda
seseorang mengalami stroke. Selain itu, ada pula tanda-tanda
seperti pusing dan sakit kepala parah, mengalami masalah
berjalan, hilang penglihatan di satu atau kedua mata.
"Saya pergi ke toko hari ini." Jika ia mengalami kesulitan
mengulangi kata-kata itu bisa jadi dia mengalami stroke.
3. Pengelihatan mendadak terganggu.
Gangguan pengelihatan yang datang secara tiba-tiba
merupakan gejala stroke yang umum. Mereka mungkin tidak
akan mampu melihat dengan jelas dengan satu mata, atau
mungkin mengalami kesulitan untuk melihat ke kanan atau kiri.
4. Tiba-tiba kesulitan berjalan, kehilangan keseimbangan
atau koordinasi.
Berjalan seolah-olah mabuk, tersandung, atau bahkan jatuh
adalah semua gejala stroke. Tanda-tanda serupa lainnya
seperti berjalan dengan kaki terbuka lebar atau tiba-tiba
kehilangan
kemampuan
motorik
halus,
seperti
ketidakmampuan untuk menulis juga patut diwaspadai.
5. Sakit
kepala parah tiba-tiba
tanpa
diketahui
penyebabnya.
Gangguan sakit kepala tidak selalu identik dengan gejala
stroke. Tetapi, jika sakit kepala menyerang tiba-tiba atau
tampak sangat intens, patut untuk diwaspadai. Jika leher kaku,
nyeri pada wajah, atau muntah yang disertai sakit kepala bukan
tidak mungkin akan menyebabkan terjadinya perdarahan
intrakranial, juga dikenal sebagai "stroke merah (red sroke)."
gejala stroke yang perlu diwaspadai :
1. Tiba-tiba mati rasa atau lemah pada bagian wajah,
lengan, atau kaki - terutama pada satu sisi tubuh.
Orang dengan stroke biasanya akan memiliki bentuk mulut
"tidak rata" alias mencong. Perlu diwaspadai juga apabila
mereka (orang yang dicurigai stroke) mengalami kesulitan
menggerakkan lengan atau mengendalikan jari. Misalnya,
ketika mengangkat kedua tangan, tangan yang sebelah lebih
tinggi dibandingkan tangan yang lain.
2. Tiba-tiba kebingungan dan kesulitan berbicara.
Masalah bahasa adalah salah satu tanda-tanda yang paling
umum dari stroke. Seseorang yang mengalami stroke tiba-tiba
mungkin akan mengalami masalah ketika mereka bicara.
Bahkan, beberapa di antaranya juga mengalami penurunan
pemahaman. Mintalah dia (orang yang dicurigai stroke) untuk
mengulangi kembali kalimat sederhana kepada Anda, misalnya:
Puskesmas Sri Bhawono/Sigit Wahyu Kurniawan, SKM/[email protected]
1. Kurangi konsumsi garam
Mengurangi konsumsi garam dapat menurunkan tekanan
darahsehingga mengurangi risiko stroke.
2. Konsumsi makanan sehat
Kurangi kolesterol "jahat" dapat meningkatkan kesehatan
jantung dan mengurangi risiko stroke. Kadar kolesterol harus
di bawah 200 mg/dL
3. Stop merokok
Perokok memiliki risiko stroke dua kali lipat. Merokok dapat
merusak pembuluh darah dan meningkatkan tekanan darah,
serta mempercepat penyumbatan di pembuluh darah.
4. Hidup aktif dan rajin olahraga
Orang yang kelebihan berat badan atau obesitas memiliki
risiko yang lebih besar memiliki kadar kolesterol tinggi,
hipertensi, diabetes, dan stroke. Olahraga dapat mengurangi
berat badan sehingga mengurangi risiko penyakit-penyakit
tersebut.
5. Perbanyak konsumsi serat
Para peneliti menemukan risiko stroke bisa berkurang
sampai 7 persen untuk setiap 7 gram penambahan serat
yang dikonsumsi setiap hari. Dengan kata lain mereka yang
paling rajin mengonsumsi serat risikonya paling rendah
terkena stroke. Tambahan 7 gram penambahan serat bisa
berasal dari dua potong roti gandum utuh, sayuran atau
buah-buahan.
Cara Pencegahan Penyakit Stroke
Pengobatan dini dapat mencegah kerusakan yang lebih besar
akibat stroke. Perubahan gaya hidup perlu ditingkatkan guna
mengurangi risiko stroke. Berikut beberapa perubahan gaya
hidup yang dapat dilakukan :
Puskesmas Sri Bhawono/Sigit Wahyu Kurniawan, SKM/[email protected]
disadur dan disusun oleh Sigit Wahyu K, SKM dari berbagai sumber
DINAS KESEHATAN KABUPATEN LAMPUNG TIMUR
UPTD PUSKESMAS SRI BHAWONO
KEC. BANDAR SRIBHAWONO
JL. Raya Sri Bhawono Kode Pos: 34398 Email:[email protected]
Hipertensi atau tekanan darah tinggi, kadang-kadang
disebut juga dengan hipertensi arteri, adalah kondisi
medis kronis dengan tekanan darah di arteri meningkat.
Peningkatan ini menyebabkan jantung harus bekerja lebih keras
dari biasanya untuk mengedarkan darah melalui pembuluh
darah. Tekanan darah melibatkan dua pengukuran, sistolik dan
diastolik, tergantung apakah otot jantung berkontraksi (sistole)
atau berelaksasi di antara denyut (diastole). Tekanan darah
normal pada saat istirahat adalah dalam kisaran sistolik (bacaan
atas) 100–140 mmHg dan diastolik (bacaan bawah) 60–
90 mmHg. Tekanan darah tinggi terjadi bila terus-menerus
berada pada 140/90 mmHg atau lebih.
Hipertensi adalah faktor resiko utama untuk stroke, infark
miokard (serangan jantung), gagal jantung, aneurisma arteri
(misalnya aneurisma aorta), penyakit arteri perifer, dan
penyebab penyakit ginjal kronik. Bahkan peningkatan sedang
tekanan darah arteri terkait dengan harapan hidup yang lebih
pendek.
Puskesmas Sri Bhawono/Sigit Wahyu Kurniawan, SKM/[email protected]
Gejala Hipertensi jarang menunjukkan gejala, dan
Perubahan gaya hidup yang efektif dapat menurunkan tekanan
darah setara dengan masing-masing obat antihipertensi.
Kombinasi dari dua atau lebih perubahan gaya hidup dapat
memberikan hasil lebih baik.
Pencegahan
Penatalaksanaan hipertensi
pengenalannya biasanya melalui skrining, atau saat mencari
penanganan medis untuk masalah kesehatan yang tidak
berkaitan. Beberapa orang dengan tekanan darah tinggi
melaporkan sakit kepala (terutama di bagian belakang kepala
dan pada pagi hari), serta pusing, vertigo, tinitus(dengung atau
desis di dalam telinga), gangguan penglihatan atau pingsan.
Cukup banyak orang yang mengalami hipertensi tetapi tidak
menyadarinya. Pedoman British Hypertension Society
2004 mengajukan perubahan gaya hidup yang konsisten
dengan pedoman dari US National High BP Education Program
tahun 2002 untuk pencegahan utama bagi hipertensi sebagai
berikut:
 Menjaga berat badan normal (misalnya, indeks massa tubuh
20–25 kg/m2).
 Mengurangi asupan diet yang mengandung natrium sampai
<100 mmol/ hari (<6 g natrium klorida atau <2,4 g natrium
per hari). Banyak yang tidak menyadari bahwa makanan
ringan dan juga mie instan banyak mengandung garam,
demikian juga vetsin yang sebenarnya adalah monosodium
glutamate, karena sodiumsebenarnya adalah nama lain
dari natrium.
 Melakukan aktivitas fisik aerobik secara teratur, misalnya
jalan cepat (≥30 menit per hari, pada hampir setiap hari
dalam seminggu).
 Batasi konsumsi alkohol tidak lebih dari 3 unit/hari pada lakilaki dan tidak lebih dari 2 unit/hari pada perempuan.
 Mengonsumsi makanan yang kaya buah dan sayuran
(misalnya, sedikitnya lima porsi per hari).
Puskesmas Sri Bhawono/Sigit Wahyu Kurniawan, SKM/[email protected]
Penatalaksanaan hipertensi dibedakan menjadi dua.
 Pada hipertensi ringan tanpa faktor resiko atau kerusakan
organ, penatalaksanaannya adalah dengan perubahan gaya
hidup dan memantau pasien selama 6-12 bulan.
 Pada hipertensi berat yang disertai dengan faktor resiko dan
kerusakan organ, penatalaksanaannya menggunakan terapi
farmakologi (obat)
disadur dan disusun oleh Sigit Wahyu K, SKM dari berbagai sumber
DINAS KESEHATAN KABUPATEN LAMPUNG TIMUR
UPTD PUSKESMAS SRI BHAWONO
KEC. BANDAR SRIBHAWONO
JL. Raya Sri Bhawono Kode Pos: 34398 Email:[email protected]
Diabetes melitus, DM (bahasa
menyebabkan penyerapan glukosa pada lensa mata, yang
menyebabkan perubahan bentuk, dan perubahan ketajaman
penglihatan. Sejumlah gatal-gatal karena diabetes dikenal
sebagai diabetic dermadromes.
Yunani: tembus atau
pancuran air) (bahasa Latin: mellitus, rasa manis) yang juga
dikenal di Indonesia dengan istilah penyakit kencing
manis adalah kelainan metabolik yang disebabkan oleh
banyak faktor seperti kurangnya insulin atau ketidakmampuan
tubuh untuk memanfaatkan insulin (Insulin resistance),
dengan simtoma berupa hiperglikemia kronis dan gangguan
metabolisme karbohidrat, lemak dan protein, sebagai akibat
dari:
 defisiensi sekresi hormon insulin, aktivitas insulin, atau
keduanya.
 defisiensi transporter glukosa.
 atau keduanya.
Hereditas dan Gaya hidup
Faktor risiko diabetes:


Tanda-tanda dan gejala-gejalanya
Tanda-tanda klasik dari diabetes yang tidak diobati adalah
hilangnya
berat
badan, polyuria (sering
berkemih),
polydipsia (sering haus), dan polyphagia (sering lapar). Gejalagejalanya dapat berkembang sangat cepat (beberapa minggu
atau bulan saja) pada diabetes type 1, sementara pada
diabetes type 2 biasanya berkembang jauh lebih lambat dan
mungkin tanpa gejala sama sekali atau tidak jelas.
Beberapa tanda-tanda lainnya dan gejala-gejalanya dapat
menunjukkan adanya diabetes, meskipun hal ini tidak spesifik
untuk diabetes. Mereka adalah pandangan yang kabur, sakit
kepala, fatigue, penyembuhan luka yang lambat, dan gatalgatal. Tingginya tingkat glukosa darah yang lama dapat
Puskesmas Sri Bhawono/Sigit Wahyu Kurniawan, SKM/[email protected]






Kelompok usia dewasa tua (45 tahun ke atas).
Kegemukan {BB (kg) > 120% BB idaman atau IMT > 27
(kg/m2)} IMT atau Indeks Masa Tubuh = Berat Badan (Kg)
dibagi Tinggi Badan (meter) dibagi lagi dengan Tinggi
Badan (cm), misalnya Berat Badan 86 kg dan Tinggi Badan
1,75meter, maka IMT = 86/1,75/1,75 = 28 > 27, berarti
memiliki faktor risiko diabetes.
Tekanan darah tinggi (> 140/90 mmHg).
Riwayat keluarga DM, ayah atau ibu atau saudara kandung
ada yang terkena penyakit diabetes.
Riwayat kehamilan dengan BB lahir bayi > 4000 gram.
Riwayat DM pada kehamilan.
Dislipidemia (HDL < 35 mg/dl dan atau Trigliserida >
250 mg/dl.
Pernah TGT (Toleransi Glukosa Terganggu) atau GDPT
(glukosa darah puasa terganggu).
Puskesmas Sri Bhawono/Sigit Wahyu Kurniawan, SKM/[email protected]
Diabetes melitus diturunkan, terutama bila kedua orang tuanya
penderita diabetes berat, tetapi mulai munculnya Diabetes
melitus tipe 2 lebih dipengaruhi oleh Gaya Hidup yang buruk,
bahkan pada pasangan yang salah satunya adalah penderita
Diabetes Melitus tipe 2, maka pasangannya yang sebelumnya
tidak menderita Diabetes melitus tipe 2 pada akhirnya 26 persen
dapat juga mengidapnya, karena mengikuti atau terpengaruh
oleh Gaya Hidup pasangannya. Lelaki seringkali telat terdeteksi
menderita penyakit ini, karena setelah Tahap Anal lelaki jarang
mendapatkan Pemeriksaan Laboratorum Klinik, sedangkan
wanita setidak-tidaknya pada saat hamil sering memeriksakan
dirinya ke Dokter dan juga Laboratorium Klinik.
disadur dan disusun oleh Sigit Wahyu K, SKM dari berbagai sumber
DINAS KESEHATAN KABUPATEN LAMPUNG TIMUR
UPTD PUSKESMAS SRI BHAWONO
KEC. BANDAR SRIBHAWONO
JL. Raya Sri Bhawono Kode Pos: 34398 Email:[email protected]
Kanker leher rahim
Kanker leher rahim atau disebut juga kanker serviks
adalah sejenis kanker yang 99,7% disebabkan oleh human
papilloma virus (HPV) onkogenik, yang menyerang leher
rahim. Di Indonesia hanya 5 persen yang melakukan
Penapisan Kanker Leher Rahim, sehingga 76,6 persen
pasien ketika terdeteksi sudah memasuki Stadium Lanjut
(IIIB ke atas), karena Kanker Leher Rahim biasanya tanpa
gejala apapun pada stadium awalnya. Penapisan dapat
dilakukan dengan melakukan tes Pap smear dan juga
Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA).
Gejala
Faktor Resiko
Pencegahan
Faktor Alamiah
Faktor alamiah adalah faktor-faktor yang secara alami terjadi
pada seseorang dan memang kita tidak berdaya untuk
mencegahnya. Yang termasuk dalam faktor alamiah pencetus
kanker serviks adalah usia diatas 40 tahun. Semakin tua
seorang wanita maka makin tinggi risikonya terkena kanker
serviks.
Faktor Kebersihan
 Keputihan yang dibiarkan terus menerus tanpa diobati. Ada
2 macam keputihan, yaitu yang normal dan yang tidak
normal. Keputihan normal bila lendir berwarna bening, tidak
berbau, dan tidak gatal. Bila salah satu saja dari ketiga
syarat tersebut tidak terpenuhi berarti keputihan tersebut
dikatakan tidak normal. Segeralah berkonsultasi dengan
dokter Anda bila Anda mengalami keputihan yang tidak
normal.
 Penyakit Menular Seksual (PMS). PMS merupakan
penyakit-penyakit yang ditularkan melalui hubungan
seksual. PMS yang cukup sering dijumpai antara
lain sifilis,gonore, herpes simpleks, HIV-AIDS, kutil kelamin,
dan virus HPV.
 Membasuh kemaluan dengan air yang tidak bersih, misalnya
di toilet-toilet umum yang tidak terawat. Air yang tidak bersih
banyak dihuni oleh kuman-kuman.
Faktor Pilihan
Faktor ketiga adalah faktor pilihan, mencakup hal-hal yang bisa
Anda tentukan sendiri, diantaranya berhubungan seksual
pertama kali di usia terlalu muda. Berganti-ganti partner seks.
Lebih dari satu partner seks akan meningkatkan risiko
penularan penyakit kelamin, termasuk virus HPV. Memiliki
banyak anak (lebih dari 5 orang). Saat dilahirkan, janin akan
melewati serviks dan menimbulkan trauma pada serviks.
Pencegahan terhadap kanker serviks dapat dilakukan dengan
program skrinning dan pemberian vaksinasi. Di negara maju,
kasus kanker jenis ini sudah mulai menurun berkat adanya
program deteksi dini melalui pap smear.
Pengobatan
Standar pengobatan kanker serviks meliputi terapi: operasi
pengangkatan, radioterapi, dan kemoterapi.Selain pengobatan
medis, pasien juga dapat melakukan terapi komplementer
dengan herbal kanker.
Kanker leher rahim pada stadium awal tidak menunjukkan
gejala yang khas, bahkan bisa tanpa gejala. Pada stadium
lanjut, gejala kanker serviks, antara lain: perdarahan post
coitus, keputihan abnormal, perdarahan sesudah mati haid
(menopause) serta keluar cairan abnormal (kekuningkuningan, berbau dan bercampur darah).
Puskesmas Sri Bhawono/Sigit Wahyu Kurniawan, SKM/[email protected]
Puskesmas Sri Bhawono/Sigit Wahyu Kurniawan, SKM/[email protected]
disadur dan disusun oleh Sigit Wahyu K, SKM dari berbagai sumber
Download