rpp hukum-hukum dasar kimia ktsp

advertisement
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

IDENTITAS
1.
2.
3.
4.
5.
Satuan pendidikan
Mata Pelajaran
Kelas / Semester
Tema / Topik
Alokasi Waktu

STANDAR KOMPETENSI
: SMA
: KIMIA
:X/ 1
: HUKUM-HUKUM DASAR KIMIA
: 25 MENIT
Memahami hukum-hukum dasar kimia dan penerapannya dalam
perhitungan kimia (stoikiometri).

KOMPETENSI DASAR
Membuktikan dan mengkomunikasikan berlakunya hukum-hukum
dasar kimia melalui percobaan serta menerapkan konsep mol dalam
menyelesaikan perhitungan kimia.
-
Karakter siswa yang diharapkan :
Jujur, Kerja keras, Toleransi, Rasa ingin tahu, Komunikatif,
Menghargai prestasi, Tanggung Jawab, Peduli lingkungan
-
Kewirausahaan / Ekonomi Kreatif :
Percaya diri, Berorientasi tugas dan hasil.

INDIKATOR
1. Menjelaskan hukum kekekalan massa (hukum Lavoisier)
2. Menjelaskan hukum perbandingan tetap (hukum Proust)
3. Menerapkan hukum kimia dalam perhitungan

TUJUAN PEMBELAJARAN
Dari pembelajaran yang dilakukan diharapkan siswa dapat :
1. Menjelaskan hukum kekekalan massa (hukum Lavoisier)
2. Menjelaskan hukum perbandingan tetap (hukum Proust)
3. Menerapkan hukum kimia dalam perhitungan

MATERI AJAR
1. Hukum Kekekalan Massa (Antoine Lavoisier)
Reaksi kimia tanpa kita sadari merupakan proses yang telah sangat
biasa dalam kehidupan kita sejak dulu, namun sangat sulit bagi kita maupun
ilmuan untuk menjawab teka-teki dibalik proses itu. Misalnya, kita membakar
kayu, maka hasil pembakaran hanya tersisa abu yang massaya lebih ringan
dari kayu. Hal ini bukan berarti ada massa yang hilang. Akan tetapi, pada
proses ini kayu bereasi dengan gas oksigen menghasilkan abu, gass karbon
dioksida, dan uap air. Jika massaa gas karbon dioksida dan uap air yang
menguap diperhitungkan, maka hasilnya akan sama.
Antoine Lavoisier (1743-1794) seorang pelopor yang percaya
pentingnya membuat pengamatan kuantitatif dalam eksperimen, mencoba
memanaskan 530 gram logam mercuri dalam wadah terhubung udara dalam
silinder ukur pada system tertutup. Ternyata volume udara dalam selinder
berkurang 1/5 baian. Logam merkuri berubah menjadi merkuri oksida
sebanyak 572,4 gram. Besarnya kenaikan massa merkuri sebesar 42,4 adalah
sama dengan 1/5 bagian udara yang hilang yaitu oksigen.
Logam merkuri + gas oksigen à merkuri oksida
530 gram
+ 42,4 gram = 572,4 gram
Eksperimen-eksperimen seperti ini membawa Lavoisier pada
kesimpulan bahwa oksigen dari udara berperan penting. Kemudian ia
memformulasikan Hukum Kekekalan Massa yaitu : “ massa total suatu
bahan sesudah reaksi kimia adalah sama dengan massa total bahan sebelum
reaksi”. Dengan ungkapan lain, hukum ini menyatakan bahwa dalam reaksi
kimia, suatu materi tidak dapat diciptakan ataupun dimusnahkan.
Cotoh soal dan penyelesaianya
1. Sebanyak 0,455 g sampel magnesium, dibakar dalam 2.315 g gas oksigen
untuk menghasilkan magnesium oksida. Setelah reaksi terjadi, diperoleh
massa oksigen yang tidak bereaksi sebanyak 2,015 g. Berapakah massa
magnesium oksida yang terbentuk?
Penyelesaian
Massa sebelum bereaksi
0,455 g magnesium + 2,315 5 oksigen = 2,770
Massa sesudah bereaksi
X g magnesium oksida + 2,315 g oksigen (sisa) = 2,770 g
X g magnesium oksida = 2,770 g – 2,015 g
= 0,755 g
Jadi massa magnesium oksida yang terbentuk adalah 0,755 gram.
2. Hukum Perbandingan Tetap (Joseph Proust)
Selain Hukum Kekekalan Massa, dalam reaksi kimia juga dikenal
adanya Hukum Perbandingan Tetap. Hukum ini dikemukan oleh Joseph
Proust. Pada tahun 1799, (Joseph Louis Proust, 1754-1826) melaporkan
bahwa “seratus kilogram tembaga yang dilarutkan dalam asam sulfat atau
asam nitrat dan diendapkan dengan karbonat dari potas (karbonat alam), akan
selalu menghasilkan 194,5 kilogram karbonat hijau”. Sebelumnya ia juga telah
melakukan reaksi yang sama di laboratorium denan menggunakan karbonat
murni dan menemukan hasil yang sama. Pengamatan-pengamatan seperti ini
menjadi dasar munculnya Hukum Komposisi Tetap atau Hukum
Perbandingan Tetap yaitu :” semua sampel suatu senyawa akan memiliki
komposisi (proporsi) yang sama dari massa unsure-unsur penyusunnya”.
Misalnya, air tersusun dari dua atom Hidrogen (H) untuk setiap atom
Oksigen (O) yang kemudian setiap simbolik dituliskan sebagai rumus
molekul yang sangat umum dikenal, yaitu H2O. Dalam 10 g air, terdapat
1.119 g H dan 8,881 g O sebagai peyusun senyawanya. Demikian pula dalam
27 g air, maka terdapat 3,021 g H dan 23.979 g O. Dengan
demikian komposisi H dan O dalam kedua air yang massanya berbeda
tersebut adalah sama, yaitu H=11,19% dan O=88,81%.
Massa zat yang dicari
X massa zat yang diketahui
Contoh soal dan penyelesaian
1. Gas hydrogen da Oksigen akan bereaksi membentuk air dengan
perbandingan m(H) : m(O) = 1 : 8. Jika diketahui massa hydrogen yang
bereaksi 5 gram. Berapakah massa air yang dihasilkan?
Peyelesaian
m(H) : m(O) = 1 : 8
m(H)
= 5 gram
sehingga :
5 gram : (O) = 1 : 8
m(O)
= 8/1 x 5 g = 40 g
Jadi, massa air yang dihasilkan = 5 + 40 = 45 g.

METODE PEMBELAJARAN
1. Ceramah
2. Talking Stik

ALOKASI WAKTU
1. 25 menit
2. Strategi Pembelajaran
Tatap Muka
Terstruktur
Madiri
 Memahami hukum-  Mengkaji data percobaan  Siswa
dapat
hukum dasar kimia untuk
membuktikan menjelaskan serta
(hukum kekekalan hukum-hukum dasar kimia menerapkan
massa dan hukum (hukum kekekalan massa hukum-hukum dasr
perbandingan tetap) dan hukum perbandingan kimia
tetap)
dalamperhitungan.

SKENARIO PEMBELAJARAN
a. Kegiatan Awal ( 5 menit )
- Salam Pembuka
- Do’a
- Absen
- Apersepsi :
Guru memperlihatkan gambar beberapa jenis makanan atau kue.
Anda tentu pernah memakan kue ? Menurut anda terbuat dari
apakah kue tersebut? Kue terbuat dari berbagai macam bahan,
diantaranya adalah tepung terigu, telur, gula, dan berbagai bahan
tambahan lainnya. Untuk menghasilkan kue yang lembut, harum,
dan lezat tentunya diperlukan aturan atau cara-cara tertentu.
Misalnya, perbandingan yang tepat dari tepung terigu, telur, dan
gula. Seperti halnya pembuatan kue, reaksi atau proses kimia
tersebut juga berjalan menurut aturan atau kaidah-kaidah tertentu.
Anda dapat mengetahui kaidah-kaidah tersebut dengan
mempelajari bab ini.
-
Motivasi :
Kaidah-kaidah atau aturan-aturan dasar yang mendasari suatu
proses reaksi kimia disebut sebagai hukum-hukum dasar kimia.
Dengan hukum-hukum dasar kimia, kita dapat memahami serta
memprediksi proses reaksi kimia. Perhitungan mengenai
massa/volume pereaksi yang diperlukan untuk memperoleh
sejumlah massa/volume hasil reaksi yang dikehendaki merupakan
pengetahuan yang sangat penting, terutama dalam industry kimia
yang selalu memperhitungkan banyaknya bahan baku yang
diperlukan untuk menghasilkan sebuah produk yang dikehendaki.
Itulah sebabnya diperlukan pengetahuan tantang hukum-hukum
dasar kimia dan stoikiometri kimia dalam melakukan suatu
perhitungan kimia.
b. Kegiatan Inti ( 15 menit )
-
Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi,guru :
1. Membahas sejarah ditemukannya rumusan hukum kekekalan
massa dan hukum perbandingan tetap. (nilai yang ditanamkan:
Jujur, Kerja keras, Toleransi, Rasa ingin tahu, Komunikatif,
Menghargai prestasi, Tanggung Jawab, Peduli lingkungan )
2. Membahas penerapan hukum-hukum dasar kimia dalam
perhitungan. (nilai yang ditanamkan: Jujur, Kerja keras, Toleransi,
Rasa ingin tahu, Komunikatif, Menghargai prestasi, Tanggung
Jawab, Peduli lingkungan )
- Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi, guru :
1. Menjelaskan sejarah ditemukannya rumusan hukum kekekalan
massa dan hukum perbandingan tetap. (nilai yang ditanamkan:
Jujur, Kerja keras, Toleransi, Rasa ingin tahu, Komunikatif,
Menghargai prestasi, Tanggung Jawab, Peduli lingkungan )
2. Menjelaskan penerapan hukum-hukum dasar kimia dalam
perhitungan. (nilai yang ditanamkan: Jujur, Kerja keras, Toleransi,
Rasa ingin tahu, Komunikatif, Menghargai prestasi, Tanggung
Jawab, Peduli lingkungan )
-
Komfirmasi
Dalam kegiatan komfirmasi, guru :
1. Memberikan umpan balik tentang hal-hal yang belum diketahui
siswa (nilai yang ditanamkan: Jujur, Kerja keras, Toleransi,
Rasa ingin tahu, Komunikatif, Menghargai prestasi, Tanggung
Jawab, Peduli lingkungan )
2. Menjelaskan tentang hal- hal yang belum diketahui (nilai yang
ditanamkan: Jujur, Kerja keras, Toleransi, Rasa ingin tahu,
Komunikatif, Menghargai prestasi, Tanggung Jawab, Peduli
lingkungan )
3. Menyimpulkan tentang hal – hal yang belum diketahui (nilai
yang ditanamkan: Jujur, Kerja keras, Toleransi, Rasa ingin tahu,
Komunikatif, Menghargai prestasi, Tanggung Jawab, Peduli
lingkungan )
c. Kegiatan Akhir ( 5 menit )
Penutup
1. Menyimpulkan pengertian hukum-hukum dasar kimia. (nilai yang
ditanamkan: Jujur, Kerja keras, Toleransi, Rasa ingin tahu,
Komunikatif, Menghargai prestasi, Tanggung Jawab, Peduli
lingkungan )

ALAT DAN SUMBER BELAJAR
Alat :
a. Papan tulis
b. Spidol
c. Penghapus
d. Proyektor
e. Tongkat stik
Sumber Belajar:
Purba, Michael. 2009. Kimia Untuk SMA Kelas X. Jakarta: Erlangga
Pranowo, Deni dkk. 2004. Kimia Untuk Kelas X. : Intan Pariwara

INSTRUMEN PENILAIAN
1.
Penilaian kognitif, guru memberikan pertanyaan secara lisan.
2.
Penilaian afektif, penilaian ini dilakukan oleh guru melalui komentar
atau pertanyaan.
DAFTAR PUSTAKA
https://julia26mujari.wordpress.com/RPP/KelasX
Download