Pengembangan Modul dan Diktat

advertisement
PENGEMBANGAN MODUL DAN
DIKTAT
Ridwan Abdullah Sani
Besaran angka kredit
No
Jenis Modul/ Diktat Pembelajaran per
Semester
Angka
kredit
1
Modul dan diktat yang digunakan di
tingkat provinsi
1,5
2
Modul dan diktat yang digunakan di
tingkat kota/kabupaten
1
3
Modul dan diktat yang digunakan di
sekolah/madrasah
0,5
Modul/diktat tingkat Provinsi
 Modul dan diktat yang digunakan di tingkat
provinsi memerlukan pengesahan dari kepala
Dinas Pendidikan Provinsi yang disertai tanda
tangan kepala sekolah/madrasah dan cap
Dinas Pendidikan Provinsi bersangkutan.
Modul/diktat tingkat
kabupaten/kota
 Modul dan diktat yang digunakan di tingkat
kota/kabupaten memerlukan pengesahan
dari kepala Dinas Pendidikan Kota/Kabupaten
yang disertai tanda tangan kepala
sekolah/madrasah dan cap Dinas Pendidikan
Kota/Kabupaten bersangkutan.
Modul/diktat tingkat sekolah
 Modul dan diktat yang digunakan di sekolah/
madrasah harus disahkan oleh kepala
sekolah/madrasah yang disertai tanda tangan
kepala sekolah/madrasah dan cap sekolah/
madrasah bersangkutan.
PERBEDAAN KARAKTERISTIK
BAHAN AJAR
DAN
BUKU TEKS
 Bahan ajar menimbulkan minat
baca
 Buku teks mengasumsikan
minat dari pembaca
 Untuk pembaca (guru, dosen)
 Dirancang & ditulis untuk
siswa
 Menjelaskan tujuan
instruksional
 Disusun berdasar pola belajar
yg fleksibel Struktur berdasar
kebutuhan siswa & kompetensi
akhir yg hendak dicapai
dan dirancang untuk
dipasarkan secara luas
 belum tentu menjelaskan
tujuan instruksional
 Disusun secara linear dan
strukturnya berdasar logika
bidang ilmu
PERBEDAAN KARAKTERISTIK
BAHAN AJAR
DAN
BUKU TEKS
 Merangsang siswa berlatih
 Belum tentu memberikan
 Memberi rangkuman
 Belum tentu memberi
 Gaya kepenulisan komunikatif
Padat & proses instruksional
 Ada umpan balik
latihan
rangkuman
 Gaya penulisan naratif tapi
tidak komunikatif dan
terlampau padat
 Tidak memiliki mekanisme
untuk melakukan umpan balik
 Menjelaskan cara mempelajari
bahan ajar
Pengertian Modul
Modul merupakan alat atau sarana
pembelajaran yang berisi materi, metode,
batasan-batasan, dan cara mengevaluasi
yang dirancang secara sistematis dan
menarik untuk mencapai kompetensi yang
diharapkan sesuai dengan tingkat
kompleksitasnya.
MODUL
Cetakan
Modul
Multimedia
Interaktif
 Modul merupakan bahan ajar mandiri (cetak
atau perangkat lunak/software) yang
dirancang/disusun secara sistematis dan
menarik.
 Modul harus disajikan secara sistematis agar
penggunanya dapat belajar dengan atau tanpa
seorang fasilitator/guru.
 Peserta didik menggunakan modul secara
mandiri, belajar sesuai dengan kecepatan
belajar masing-masing individu untuk mencapai
kompetensi yang ditetapkan.
 Sebuah modul harus dapat dijadikan sebuah
bahan ajar sebagai pengganti fungsi guru.
 Kalau guru memiliki fungsi menjelaskan sesuatu
maka modul harus mampu menjelaskan sesuatu
dengan bahasa yang mudah diterima peserta
didik sesuai dengan tingkat pengetahuan dan
usianya
Penggunaan Modul
 Tersedianya berbagai petunjuk yang
lengkap dan rinci, agar siswa mampu
menggunakan modul dalam
membelajarkan diri mereka sendiri
Petunjuk Penggunaan Modul
 Petunjuk penggunaan modul dapat
memuat urutan pembelajaran. misalnya
dibuat petunjuk bagi guru yang akan
mengajarkan materi tersebut dan
petunjuk bagi siswa dalam menggunakan
modul untuk belajar.
Petunjuk Penggunaan Modul
 Petunjuk bagi siswa diarahkan kepada hal-hal yang
harus dikerjakan dan yang tidak boleh dikerjakan
oleh siswa, sehingga siswa tidak perlu banyak
bertanya, guru juga tidak perlu terlalu banyak
menjelaskan atau dengan kata lain guru berfungsi
sebagai fasilitator.
 MODUL 
 digunakan oleh peserta didik untuk belajar sesuai
dengan kecepatan masing-masing individu secara
efektif dan efisien.
 memiliki karakteristik stand alone yaitu modul
dikembangkan tidak tergantung pada media lain
 user friendly, sehingga mudah digunakan
(direspon atau diakses).
 KEMASAN MODUL 
 Modul harus dibuat menarik dan mencakup isi
materi, metoda, dan evaluasi yang dapat
digunakan secara mandiri.
 Materinya dikemas dalam unit-unit kecil,
dilengkapi dengan contoh-contoh, ilustrasi, tugas,
latihan, rangkuman, penilaian, umpan balik
terhadap hasil penilaian, dan rujukan/referensi
pendukung materi.
 MODUL 
 Tujuan antara dan tujuan akhir modul harus






dirumuskan secara jelas dan terukur,
materi dikemas dalam unit-unit kecil dan tuntas,
tersedia contoh-contoh, ilustrasi yang jelas
tersedia soal-soal latihan, tugas, dan sejenisnya
materinya up to date dan kontekstual,
bahasa sederhana lugas komunikatif,
terdapat rangkuman materi pembelajaran,
tersedia instrument penilaian yang
memungkinkan peserta diklat melakukan self
assessment.
 Modul dapat terdiri dari seperangkat buku,
yaitu: buku petunjuk siswa, buku isi materi
bahasan, buku kerja siswa, buku evaluasi, dan
buku pegangan tutor (bila ada).
 Umumnya satu modul menyajikan satu topik
materi bahasan yang merupakan satu unit
program pembelajaran tertentu.
 Dalam satu modul terdapat beberapa
kegiatan belajar yang harus diselesaikan
dalam kurun waktu tertentu dan di setiap
akhir kegiatan belajar terdapat umpan balik
dan tindak lanjut.
 Satu modul biasanya untuk waktu
penyelesaian belajar antara 1-3 minggu.
 MODUL 
 Tersedia fasilitas untuk mengukur tingkat
penguasaan diri sendiri,
 Terdapat umpan balik atas penilaian peserta
didik,
 Terdapat informasi tentang
rujukan/pengayaan/referensi yang
mendukung materi

Perhatian !! 
 Modul dipergunakan untuk
ORANG LAIN
 Bukan untuk
PENULIS !!!
Manfaat modul bagi Peserta
Didik
1.
2.
3.
24
Kegiatan pembelajaran menjadi lebih
menarik;
Kesempatan untuk belajar secara mandiri
dan mengurangi ketergantungan terhadap
kehadiran guru;
Mendapatkan kemudahan dalam
mempelajari setiap kompetensi yang harus
dikuasainya.
Tujuan Penulisan Modul
1. Memperjelas dan mempermudah penyajian pesan agar tidak
terlalu bersifat verbal.
2. Mengatasi keterbatasan waktu, ruang, dan daya indera, baik siswa
atau peserta diklat maupun guru/instruktur.
3. Dapat digunakan secara tepat dan bervariasi, seperti :
Meningkatkan motivasi dan gairah belajar bagi siswa atau
peserta diklat;
Mengembangkan kemampuan peserta didik dalam
berinteraksi langsung dengan lingkungan dan sumber belajar
lainnya,
memungkinkan siswa atau peserta diklat belajar mandiri
sesuai kemampuan dan minatnya.
Memungkinkan siswa atau peserta diklat dapat mengukur
atau mengevaluasi sendiri hasil belajarnya.
KARAKTERISTIK MODUL
1. Self instructional
Peserta diklat mampu membelajarkan diri
sendiri, tidak tergantung pada pihak lain.
2. Self Contained
Seluruh materi pembelajaran dari satu unit
kompetensi atau sub kompetensi yang
dipelajari terdapat di dalam satu modul
secara utuh
KARAKTERISTIK MODUL
3. Stand alone
Modul manual/multimedia yang
dikembangkan tidak tergantung pada media
lain atau tidak harus digunakan bersamasama dengan media lain
4. Adaptif
Modul hendaknya memiliki daya adaptif
yang tinggi terhadap perkembangan ilmu
dan teknologi
KARAKTERISTIK MODUL
5. User friendly
Modul hendaknya juga memenuhi kaidah
bersahabat/akrab dengan pemakainya
6. Konsistensi
Dalam penggunaan :
 FONT
 SPASI
 TATA LETAK (LAYOUT)
KARAKTERISTIK MODUL
7. Format
 Format kolom tunggal atau multi
 Format kertas vertikal atau horisontal
 Icon yang mudah ditangkap
Organisasi
 Tampilkan peta/bagan
 Urutan dan susunan yang sistematis
 Tempatkan naskah, gambar dan ilustrasi yang
menarik
 Antar bab, antar unit dan antar paragraf dengan
susunan dan alur yang mudah dipahami
 Judul, sub judul (kegiatan belajar), dan uraian yang
mudah diikuti
Daya Tarik
 Mengkombinasikan warna, gambar
(ilustrasi), bentuk dan ukuran huruf
yang serasi
 Menempatkan rangsangan-rangsangan
berupa gambar atau ilustrasi,
pencetakan huruf tebal, miring, garis
bawah atau warna.
 Tugas dan latihan yang dikemas
sedemikian rupa.
Ruang (spasi kosong)
Gunakan spasi atau ruang kosong
tanpa naskah atau gambar untuk
menambah kontras penampilan
modul
Prinsip Pengembangan
1.
2.
3.
4.
5.
6.
35
Mulai dari yang mudah untuk memahami yang sulit,
dari yang kongkret untuk memahami yang abstrak;
Pengulangan akan memperkuat pemahaman;
Umpan balik positif akan memberikan penguatan
terhadap pemahaman peserta didik;
Motivasi belajar yang tinggi merupakan salah satu
faktor penentu keberhasilan belajar;
Mencapai tujuan ibarat naik tangga, setahap demi
setahap, akhirnya akan mencapai ketinggian tertentu;
Mengetahui hasil yang telah dicapai akan mendorong
peserta didik untuk terus mencapai tujuan.
Penulisan modul harus memperhatikan
beberapa komponen, yakni:
 Komponen Kebahasaan
 Komponen Penyajian
 Komponen Kegrafikan
Komponen Kebahasaan
mencakup :
1.
2.
3.
4.
37
Keterbacaan
Kejelasan informasi
Kesesuaian dengan kaidah Bahasa Indonesia
yang baik dan benar
Pemanfaatan bahasa secara efektif dan
efisien (jelas dan singkat)
Komponen Penyajian
mencakup
1.
2.
3.
4.
5.
38
Kejelasan tujuan (indikator) yang
ingin dicapai
Urutan sajian
Pemberian motivasi, daya tarik
Interaksi (pemberian stimulus dan
respon)
Kelengkapan informasii
Komponen Kegrafikaan
mencakup :
Penggunaan font; jenis dan ukuran
2. Lay out atau tata letak
3. Ilustrasi, gambar, foto
4. Desain tampilan
1.
39
Struktur Modul
Struktur modul dapat bervariasi, tergantung
pada karakter materi yang akan disajikan,
ketersediaan sumberdaya dan kegiatan belajar
yang akan dilakukan.
Secara umum modul harus memuat
paling tidak:









Judul
Petunjuk belajar (Petunjuk siswa/guru)
Kompetensi yang akan dicapai
Informasi pendukung (uraian isi materi bahasan dan
contoh)
Latihan-latihan
Petunjuk kerja, dapat berupa Lembar Kerja (LK)
Evaluasi/Penilaian
Kunci jawaban evaluasi
Pegangan tutor/guru (bila ada).
Komponen Modul
 Judul
 Petunjuk belajar
 KD/MP
 Informasi pendukung
 Latihan
 Tugas/langkah kerja
 Penilaian
Contoh KERANGKA MODUL





Halaman Sampul
Kata Pengantar
Daftar Isi
Peta Kedudukan Modul
Glosarium
I. PENDAHULUAN
A. Deskripsi
B. Prasyarat
C. Petunjuk Penggunaan Modul
1. Penjelasan Bagi Peserta didik
2. Peran Guru
D. Tujuan Akhir
E. Kompetensi
F. Cek Kemampuan
II. PEMBELAJARAN
A. Rencana Belajar Peserta Didik
B. Kegiatan Belajar
1. Kegiatan Belajar
a. Tujuan Kegiatan Pembelajaran
b. Uraian Materi
c. Rangkuman
d. Tugas
e. Tes Formatif
f. Kunci Jawaban Formatif
g. Lembar Kerja
2. Kegiatan Belajar 2
3. Kegiatan Belajar n
III.
EVALUASI
A. Kognitif Skill
B. Psikomotor Skill
C. Attitude Skill
D.Produk/Benda Kerja Sesuai
Kriteria Standar
E. Batasan Waktu Yang Telah
Ditetapkan
F. Kunci Jawaban
IV. PENUTUP
DAFTAR PUSTAKA
Contoh DESKRIPSI
Nama Modul : Keterampilan mengetik 10 jari
Kode Kompetensi: TIK.OP01.001.01
Ruang lingkup isi: Dasar – dasar keyboard
Mengetik 10 jari
Kaitan Modul: Modul ini digunakan sebagai modul
awal untuk mata diklat KKPI sebelum melanjutkan
ke modul berikutnya
DESKRIPSI (lanjutan)
Hasil yang diharapkan:
Setelah mempelajari modul ini, peserta didik
diharapkan mampu:
 menggunakan keyboard;
 mengetik 10 jari dengan menggunakan keyboard.
DESKRIPSI (lanjutan)
Manfaat di Industri:
Setelah mempelajari modul ini, peserta didik
diharapkan untuk dapat:
 berintegrasi dengan teknologi yang telah diterapkan di industri
dengan mudah;
 melaksanakan jenis-jenis pekerjaan yang dibutuhkan di
industri;
 mengembangkan kemampuan diri secara mandiri untuk
mengikuti perkembangan teknologi dan informasi yang
semakin pesat;
 mengetik 10 jari dengan cepat, tepat dan efisien.
Contoh PRASYARAT
Untuk mempelajari modul ini tidak ada unit
kompetensi dan pengetahuan yang harus
dikuasai sebelumnya.
Contoh PETUNJUK
 Petunjuk Penggunaan Modul
Untuk peserta didik
a) Bacalah modul dengan seksama, terutama bagian
instruksi.
 Pahami tujuan anda mempelajari modul, sasaran yang
diharapkan, tingkat penguasaan yang diharapkan serta waktu
yang ditargetkan.
 Kerjakanlah tugas dan latihan yang terdapat di dalamnya
dengan jujur tanpa melihat kunci jawaban sebelum anda
mengerjakannya.
 Gunakan teknik membaca cepat dalam mempelajari modul.
 Laporkan kemajuan anda kepada guru / instruktur sebelum
anda melanjutkan ke modul selanjutnya.
b) Anda diperbolehkan bertanya kepada guru / instruktur jika
dianggap perlu.
PETUNJUK (lanjutan)
c) Usahakan menyelesaikan setiap modul lebih cepat dari
waktu yang ditetapkan
d) Jika ada bagian yang belum anda pahami, cobalah terlebih
dahulu mendiskusikan dengan teman yang sedang
mengerjakan bagian yang sama, sebelum anda bertanya
pada guru / instruktur. Kalau perlu, anda harus berusaha
mencari tahu jawabannya pada sumber yang lain.
e) Tingkat pemahaman minimal yang diharapkan sebesar 70%,
jika tingkat penguasaan anda kurang dari 70%, pelajari materi
/ bagian – bagian dari modul yang belum anda kuasai, atau
mintalah remediasi dan saran – saran dari guru / instruktur.
Ikuti ketentuan yang berlaku dalam setiap modul sebelum
anda melanjutkan ke bagian lain atau ke modul berikutnya.
PETUNJUK (lanjutan)
Untuk guru / instruktur
a) Guru / instruktur harus menguasai sepenuhnya
isi modul dan mempunyai daftar bagian modul
yang mungkin sulit bagi peserta didik dan
mempersiapkan penjelasan / jawaban yang
diperlukan.
b) Guru / instruktur harus mempunyai catatan
posisi dan kemajuan setiap peserta didik dan
sekaligus memikirkan sumber informasi lain
yang dapat disarankan kepada peserta didik.
PETUNJUK (lanjutan)
c) Guru / instruktur hendaknya dapat meningkatkan
motivasi peserta didik setiap saat terutama bagi
peserta didik yang berhasil (memberi pujian,
penghargaan, hadiah kecil, dll).
d) Sebelum memberikan verifikasi keberhasilan
peserta didik, guru / instruktur harus mengevaluasi
keberhasilan peserta didik dengan memberikan
pertanyaan, soal, test dan sebagainya yang telah
dipersiapkan terlebih dahulu.
PETUNJUK (lanjutan)
e) Modul yang digunakan oleh peserta didik harus
dimulai secara berurutan.
f) Setiap satu modul selesai, peserta didik harus
melaporkannya kepada fasilitator dan diverifikasi
oleh fasilitator melalui tes sederhana, tanya jawab
dan sebagainya.
g) Peserta didik ditugaskan untuk membuat
rangkuman setiap modul yang telah mereka
pelajari.
PETUNJUK (lanjutan)
h) Peserta didik dapat melanjutkan ke modul
berikutnya setelah diverifikasi.
i) Bila peserta didik dapat menyelesaikan seluruh
modul dalam satu tingkat dengan waktu kurang
dari yang ditetapkan, maka mereka diberikan
modul pengayaan.
PETUNJUK (lanjutan)
Modul ini merupakan edisi ketiga dari edisi awal
materi KTSP. Oleh karena itu, guru / instruktur
diharapkan:
 membuat catatan rinci mengenai kekurangan modul
ini ;
 Menambahkan materi yang dianggap lebih baik dari
yang ada, sesuai dengan kondisi setempat.
Contoh TUJUAN AKHIR
 Tujuan Akhir
Setelah mempelajari modul ini, peserta didik
diharapkan mampu:
 memahami fungai dasar dan penggunaan
keyboard sebagai salah satu alat input;
 mengetik menggunakan 10 jari secara lancar
Petunjuk dalam merumuskan Tujuan Akhir
Perumusan tujuan akhir berisi pernyataan
pencapaian kompetensi sesuai persyaratan
dunia usaha/industri (entry level).
Rumusan tujuan tersebut harus memuat :
 Kinerja yang diharapkan
 Kriteria keberhasilan
 Kondisi atau variable yang diberikan
Contoh Tujuan Akhir Modul
Peserta didik dapat menggambar rangkaian
elektronika (kinerja) berdasarkan standar
gambar teknik (kriteria) dan dapat
mengimplementasikannya menjadi gambar
layout pada PCB (kondisi).
Contoh CEK KEMAMPUAN
 Cek Kemampuan
Apabila Anda dapat menjawab seluruh soal di
bawah ini, silakan langsung mengambil unit
kompetensi selanjutnya.
SOAL TEORI:
SOAL PRAKTEK:
Contoh KEGIATAN BELAJAR
KEGIATAN BELAJAR 1
1. Tujuan Kegiatan Pembelajaran
 Pada kegiatan belajar ini, Anda akan mempelajari tentang
pengertian komputer serta bagian – bagiannya. Juga akan
dibahas mengenai perangkat input komputer yang paling
banyak digunakan, yaitu keyboard. Sebagai sebuah perangkat
input, keyboard memiliki banyak fungsi yang dijelaskan secara
rinci.
 Diharapkan setelah mempelajari kegiatan belajar ini, Anda
dapat memahami jenis – jenis keyboard serta fungsi tombol –
tombol yang terdapat pada keyboard tersebut.
Contoh KEGIATAN BELAJAR (lanjutan)
Kegiatan Belajar 2
1. Tujuan Kegiatan Pembelajaran
 Kegiatan belajar 2 ini menekankan kepada dasardasar mengetik 10 jari yang dilengkapi dengan
latihan untuk setiap tombol yang ada pada
keyboard. Setiap latihan hendaknya dapat diikuti
secara penuh dan bertahap. Jangan melangkah ke
latihan berikutnya apabila belum memahami dan
menguasai latihan yang saat ini dilaksanakan.
 Diharapkan setelah mengikuti kegiatan ini anda
dapat mengetik 10 jari dengan lancar
menggunakan keyboard QWERTY
Petunjuk dalam penulisan
Tujuan kegiatan pembelajaran
Tujuan Kegiatan pembelajaran Memuat
kemampuan yang harus dikuasai untuk
mencapai satu indikator kompetensi
setelah mengikuti satu satuan kegiatan
belajar berisikan komponen:
kemampuan, kondisi, dan kriteria.
Contoh tujuan kegiatan belajar
peserta didik dapat mengimplementasikan
gambar rangkaian elektronika menjadi
gambar layout pada PCB.
TAHAPAN PENYUSUNAN MODUL
Tahapan Penyusunan Modul
Memilih/ menganalisis materi/standar kompetensi
yang akan dijadikan bahan penulisan modul:
- tidak perlu semua materi ditulis sebagai modul.
Dengan mempertimbangkan aspek keluasan
materi, tingkat kesulitan, “kelangkaan” materi,
serta tingkat kepentingan.
2. Mengumpulkan Bahan Referensi:
Referensi berupa referensi induk dan
multi referensi
3. Menulis Modul:
1.
Tahapan Penulisan modul
1. Analisis SK dan KD
Analisis dimaksudkan untuk menentukan materimateri mana yang memerlukan bahan ajar. Dalam
menentukan materi dianalisis dengan cara melihat
inti dari materi yang akan diajarkan, kemudian
kompetesi yang harus dimiliki oleh siswa dan hasil
belajar kritis yang harus dimiliki oleh siswa (critical
learning outcomes) itu seperti apa
2. Menentukan judul-judul modul
 Judul modul ditentukan atas dasar KD-KD atau
materi pembelajaran yang terdapat dalam
silabus.
 Satu kompetensi dapat dijadikan sebagai judul
modul apabila kompetensi itu tidak terlalu besar
 Besarnya kompetensi dapat dideteksi antara
lain dengan cara apabila diuraikan ke dalam
materi pokok didapatkan maksimal 4 materi
pokok (MP)
 Namun, apabila suatu kompetensi diuraikan
menjadi lebih dari 4 MP, maka perlu
dipertimbangkan untuk membuat lebih dari
satu judul modul.
3. Pemberian kode modul
 Kode modul sangat diperlukan guna memudahkan
dalam pengelolaan modul.
 Biasanya kode modul merupakan angka-angka yang
diberi makna, misalnya digit pertama, angka satu (1)
berarti IPA, (2) : IPS. (3) : Bahasa.
 Kemudian digit kedua merupakan klasifikasi/
kelompok utama kajian atau aktivitas atau spesialisasi
pada jurusan yang bersangkutan. Misalnya jurusan
IPA, nomor 1 digit kedua berarti Fisika, 2 Kimia, 3
Biologi dan seterusnya.
4. Penulisan Modul





Penulisan modul dapat dilakukan dengan langkahlangkah sebagai berikut:
Perumusan KD yang harus dikuasai
Menentukan Alat Evaluasi
Penyusunan Materi
Penyusunan Tugas
Penyusunan Instrumen Evaluasi
Perumusan KD yang harus dikuasai
 Rumusan KD pada suatu modul merupakan
spesifikasi kualitas yang seharusnya telah dimiliki
oleh siswa setelah ia berhasil menyelesaikan
modul tersebut. KD yang tercantum dalam modul
diambil dari Permendiknas 22 Tahun 2006.
 Apabila siswa tidak berhasil memiliki tingkah laku
sebagai yang dirumuskan dalam KD itu, maka KD
pembelajaran dalam modul itu harus dirumuskan
kembali. Dalam hal ini barangkali bahan ajar yang
gagal, bukan siswa yang gagal. Kembali pada
terminal behaviour, jika terminal behaviour
diidentifikasi secara tepat, maka apa yang harus
dikerjakan untuk mencapainya dapat ditentukan
secara tepat pula
Contoh Rumusan KD yang harus dikuasai:
Anda mampu menguji daya hantar listrik
berbagai larutan untuk membedakan larutan
elektrolit dan non elektrolit hasilnya
memenuhi kriteria sebagai berikut:
1) Ada rancangan percobaan elektrolit .
2) Terdapat kesimpulan ciri-ciri hantaran arus
listrik dalam berbagai larutan berdasarkan
hasil pengamatan.
3) Mengelompokkan larutan ke dalam larutan
elektrolit dan non elektrolit berdasarkan sifat
hantaran listriknya.
4) Menjelaskan penyebab kemampuan larutan
elektrolit menghantarkan arus listrik.
5) Menjelaskan bahwa larutan elektrolit dapat
berupa senyawa ion dan senyawa kovalen polar.
Menentukan Alat Evaluasi
 Menentukan alat evaluasi/penilaian Criterion items
adalah sejumlah pertanyaan atau tes yang
digunakan untuk mengetahui tingkat keberhasilan
siswa dalam menguasai suatu KD dalam bentuk
tingkah laku.
 Karena pendekatan pembelajarannya yang
digunakan adalah kompetensi, dimana sistem
evaluasinya didasarkan pada penguasaan
kompetensi, maka alat evaluasi yang cocok adalah
menggunakan pendekatan Panilaian Acuan
Patokan (PAP) atau Criterion Referenced
Assesment.
Penyusunan Materi
 Materi atau isi modul sangat tergantung pada
KD yang akan dicapai.
 Materi modul akan sangat baik jika
menggunakan referensi–referensi mutakhir
yang memiliki relevansi dari berbagai sumber
misalnya buku, internet, majalah, jurnal hasil
penelitian.
 Materi modul tidak harus ditulis seluruhnya,
dapat saja dalam modul itu ditunjukkan
referensi yang digunakan agar siswa membaca
lebih jauh tentang materi itu.
MenyusunTugas
Berisi instruksi untuk peserta diklat meliputi
 Tugas-tugas yang harus diketahui dan dikerjakan
sesuai kriteria unjuk kerja
 Kegiatan observasi untuk mengenal fakta,
 Menyusun learning evidence indicator (indikator
bukti belajar),
 Melakukan kajian materi pada kegiatan belajar,
 Tutorial dengan guru.
 Tugas-tugas harus ditulis secara jelas guna
mengurangi pertanyaan dari siswa tentang
hal-hal yang seharusnya siswa dapat
melakukannya.
 Misalnya tentang tugas diskusi. Judul diskusi
diberikan secara jelas dan didiskusikan
dengan siapa, berapa orang dalam kelompok
diskusi dan berapa lama.
Menyusun Tes Formatif
Berisi tes tertulis sebagai bahan pertimbangan
bagi peserta dan guru untuk mengetahui sejauh
mana penguasaan kegiatan belajar yang telah
dicapai sebagai dasar untuk melaksanakan
kegiatan (lembar kerja).
Tes uraian (Essay) sebaiknya
digunakan untuk mengetahui
kesukaran siswa dalam belajar
SILABUS
Kajian KTSP
Profil
Kompetensi
Lulusan
Kompetensi
•Kompetensi Dasar
•Indikator
•Materi Pembelajaran
•Kegiatan Pembelajaran
•Acuan Penilaian
Perumusan Judul-Judul
Modul
Rambu-Rambu
Pemilihan
Judul
Pemilihan Judul MODUL
yang akan Dibuat
Pengumpulan
Buku-Buku &
Sumber Bahan
Judul Modul
Identifikasi
Kompetensi Dasar
Aspek Materi
Pembelajaran
Kegiatan Pemb.
Format
Penulisan MODUL
Identifikasi
Indikator dan
Penilaian
Penyusunan
Draft MODUL
Buku-Buku &
Sumber Bahan
INSTRUMEN
VALIDASI
Draft MODUL
REVISI/Penyempurnaan
MODUL
VALIDATOR
FILE
ELEKTRONIK
1. Penggunaan Kalimat
•Kalimat sekurang-kurangnya memiliki
subyek dan predikat
•Kalimat jangan terlalu panjang, upayakan
satu kalimat maksimal 3 baris untuk ukuran
font 12 pada kertas kuarto
Alinea/ Paragraf
• Gagasan utama
• Kalimat topik
• Koherensi
• Kata-kata transisi
2. Menggunaan Ilustrasi dalam
Modul
Ilustrasi dapat berupa: foto, gambar, grafik,
tabel, kartun, dsb, yang memiliki fungsi :
•Fungsi Ilustrasi
•Fungsi deskriptif
•Fungsi ekspresif
•Fungsi Analitis
•Fungsi kuantitatif
3. Pahami Diagram Pencapaian
Kompetensi
TINGKAT I
TINGKAT III
TINGKAT II
SMP &
yang
sederajad
LULUS
SMK
EI.OPS.00
1.A
EI.PEM.001.
A
1
2
EI.INST.0
01.A
EI.PROG.
001.A
3
4
EI.PBE.00
1.A
5
EI.RKT.00
1.A
6
4. Pahami Peta Kedudukan Modul
EI.001
EI.002
EI.003
EI.026
EI.027
1
EI.004
EI.005
EI.025
EI.006
EI.007
EI.023
EI.011
EI.012
EI.013
EI.014
EI.015
EI.016
EI.024
EI.017
EI.018
EI.022
EI.019
EI.020
EI.021
Terima Kasih atas
Perhatian bapak/ibu
Download