pengantar ilmu ekonomi

advertisement
PENGANTAR ILMU EKONOMI
OLEH :
Dimas Pratidina Puriastuti
Hadiani, S.Pt., MM
● I. PENDAHULUAN
- Kontrak Perkuliahan
- Pengertian Ilmu Ekonomi
- Prinsip-prinsip Ilmu Ekonomi
● II. PENAWARAN & PERMINTAAN
- Kekuatan Pasar Terhadap Penawaran
● III. PENAWARAN & PERMINTAAN
- Kekuatan Pasar Terhadap Permintaan
● IV. PENAWARAN & PERMINTAAN
- Elastisitas Penawaran
● V. PENAWARAN & PERMINTAAN
- Elastisitas Permintaan
SILABUS
● VI. UTS
● VII. FAKTOR-FAKTOR PRODUKSI
● VIII. STRUKTUR PASAR
- Pasar Persaingan Sempurna
● IX. STRUKTUR PASAR
- Pasar Monopoli
● X. STRUKTUR PASAR
- Pasar Persaingan Monopolistik
● XI. STRUKTUR PASAR
- Pasar Oligopoli
● XII. PENENTUAN HARGA FAKTOR
PRODUKSI
- Penentuan Upah di Pasar Tenaga Kerja
● XIII. SEWA & BUNGA
● XIV. UAS
PENDAHULUAN
Pengertian :
♥ Ilmu Ekonomi adalah ilmu tentang bagaimana
cara2 masyarakat menentukan atau
menjatuhkan pilihan dengan menggunakan
uang untuk mendapatkan sumber sumber
produktif yang langka untuk menghasilkan
perbagai barang untuk dikonsumsi
♥ Ilmu yang mempersoalkan kebutuhan dan
pemuasan kebutuhan manusia
PRINSIP ILMU EKONOMI
MENDAPATKAN
LABA
SEMAKSIMAL
MUNGKIN DENGAN
BIAYA SEMINIMAL
MUNGKIN
TUJUAN
Untuk mengelola
peternakan secara efektif
dan efisien
managing
breeding
feeding
masalah ekonomi yang mendasar
1.
2.
3.
4.
5.
6.
WHAT
WHERE
WHY
WHEN
FOR WHOM
HOW
PENAWARAN
 Penentu Penawaran
 Harga
 Harga input
 Teknologi
 Ekspektasi/harapan
Kurva Penawaran
Price
Supply
Quantity
5
Hukum PENAWARAN(SUPPLY)
Semakin tinggi harga akan semakin banyak pula jumlah
barang yang ditawarkan
SOAL I
Price (P)
Quantity (Q)
Rp. 100.000
0 Kg
Rp. 200.000
3 Kg
Rp. 300.000
6 Kg
Rp. 400.000
9 Kg
Rp. 500.000
12 Kg
Rp. 600.000
15 Kg
SOAL II
Price (P)
Quantity (Q)
Rp. 45.000
1 Kg
Rp. 75.000
5 Kg
Rp. 120.000
11 Kg
Rp. 150.000
15 Kg
Rp. 190.000
22 Kg
Rp. 200.000
25 Kg
SOAL III
Price (P)
Quantity (Q)
Rp. 5.000
10
Rp. 12.500
15
Rp. 17.000
19
Rp. 25.000
22
Rp. 30.000
35
Rp. 32.500
42
Pergeseran Kurva
Permintaan
1. Peningkatan dalam penawaran :
Merupakan perubahan yang
meningkatkan kuantitas yang
bersedia di produksi oleh
penjual pada tingkat harga
tertentu akan menggeser kurva
penawaran ke arah kanan.
2. Penurunan dalam penawaran :
Setiap perubahan yang menurunkan
kuantitas yang bersedia di tawarkan
oleh penjual pada tingkat harga
tertentu akan menggeser kurva
penawaran ke kiri.
S”
P
P
S
S
S’
P1
Harga
Harga
P2
Q1
Q2
Kuantitas Penawaran
Qs
Qs
Kuantitas Penawaran
PERMINTAAN
 Penentu Permintaan
 Harga
 Pendapatan
 Harga barang lain yang berkaitan
 Selera
 Ekspektasi/harapan
Kurva Permintaan
Price
Demand
Quantity
5
The law of demand :
“Jika harga harga naik maka jumlah output yang
diminta akan turun atau sebaliknya”
SOAL I
Price (P)
Quantity (Q)
Rp. 100.000
15 Kg
Rp. 200.000
12 Kg
Rp. 300.000
9 Kg
Rp. 400.000
6 Kg
Rp. 500.000
3 Kg
Rp. 600.000
0 Kg
SOAL II
Price (P)
Quantity (Q)
Rp. 25.000
25 Kg
Rp. 80.000
22 Kg
Rp. 120.000
19 Kg
Rp. 150.000
12 Kg
Rp. 180.000
8 Kg
Rp. 200.000
5 Kg
P
P
P2
Harga
Harga
P1
D’
D
D
Q1
Q2
Kuantitas Permintaan
D”
Qd
Qd
Kuantitas Permintaan
EQUILIBRIUM (KESEIMBANGAN)
Adalah titik perpotongan antara kurve penawaran dengan kurve
permintaan terjadi keseimbangan harga dan keseimbangan
jumlah barang yang ditawarkan
KURVA : Eqiulibrium
P
d
P1
0
S
E
Q1
Titik E adalah titik harga keseimbangan
Q
ELASTISITAS PENAWARAN
adalah :
1. Perbandingan antara perubahan relatif
dari jumlah barang yang ditawarkan
dengan perubahan relatif dari harganya
2. Ukuran yang menunjukkan seberapa
banyak jumlah penawaran atas suatu
barang berubah mengikuti perubahan
harga tersebut.
RUMUS :
Es = % perubahan barang yang ditawarkan(∆Q)
% perubahan harganya(∆P)
Q2 – Q 1
Q1
Es =
P2 – P1
P1
Kurva Elastisitastas Penawaran
P
P
Es = 0
P
Es = ~
Es = 1
elastis sempurna Unitary elastis
Q
Q
In elastis sempurna
P
P
Es > 1
elastis
Es< 1
In elastis
Q
Q
Q
Seperti halnya pada permintaan, maka untuk
penawaran juga ada beberapa kemungkinan :
elastisitas
1. Es = 0, penawaran yang inelastis sempurna
2. Es = ~
penawaran elastis sempurna
3. Es = 1, prosentase perubahan jumlah yang ditawarkan
= prosentase
perubahan dari harga= penawaran unitary
elastis
4. Es > 1, penawaran elastis
5. Es < 1, penawaran inelastis
SOAL
Terjadi kenaikan harga dedak dari
Rp.3.000/kg menjadi Rp. 3.300/kg.
Sehingga produsen meningkatkan
penawaran dari 10.000 kg menjadi
11.500 kg. Berapakah nilai
elastisitasnya?
% perub P = (3300-3000)x 100%
3000
= 300/3000 x 100 %
= 10 %
% perub Q = (11500-10000)x 100%
10000
= 1500/10000 x 100%
= 15 %
Es
= 15 % / 10 %
= 1,5
Es > 1 artinya elastis, perubahan kuantitas dedak lebih besar 1,5
daripada perubahan harga.
Soal Elastisitas Penawaran
Price (P)
Quantity (Q)
Rp. 2.000
300 Kg
Rp. 4.000
600Kg
Rp. 6.000
900Kg
Rp. 8.000
1.200 Kg
Tentukan E dari perubahan harga Rp. 2000
menjadi Rp. 4000 dan perubahan harga dari Rp.
8000 menjadi Rp. 6000.
ELASTISITAS PERMINTAAN
adalah :
1.suatu ukuran kepekaan yang menyatakan
seberapa besar perubahan permintaan
barang yang disebabkan adanya perubahan
harga
2. Ukuran yang menunjukkan seberapa banyak
kuantitas permintaan atas suatu barang
berupah mengikuti perubahan harga
tersebut.
RUMUS :
E = % Perubahan jumlah barang yang
diminta(∆Q)
% perubahan harga(∆P)
Q2 – Q1
Q1
Ed =
P2 – P1
P1
 Koefisien elastisitas permintaan :
- E ∞ tak terhingga  elatisitas sempurna, permintaan
barang sangat mudah berubah.
- E  1  elastispermintaan barang sangat
dipengaruhi harga barang
- E= 1  unitary elastis  perubahan harga
proporsional dengan perubahan barang
- E < 1  inelastic  perubahan harga
,mengakibatkan sedikit perubahan permintaan
- E = 0 perfect inelastisperubahan harga tidak
terpengaruh perubahn permintaan
Kurva Elastisitastas Permintaan
P
P
E>1
E=1
Unitary elastis
E<1
Q
In elastis
Q
Q
elastis
P
P
E=~
E=0
Q
Elastis sempurna
Q
perfect inelastis
SOAL
Terjadi kenaikan harga jagung dari
Rp.2.000/kg menjadi Rp. 2.200/kg.
Sehingga konsumsi jagung
menurun dari 10 kg menjadi 8 kg.
Berapakah nilai elastisitasnya?
% perub P = (2200-2000)x 100%
2000
= 200/2000 x 100 %
= 10 %
% perub Q = (8-10)x 100%
10
= -2/10 x 100%
= -20%
Ed
= -20 % / 10 %
= -2
Ed < 1 artinya in elastis, perubahan kuantitas jagung kurang 2
daripada perubahan harga.
Soal Elastisitas Permintaan
Price (P)
Quantity (Q)
Rp. 2.000
300 Kg
Rp. 4.000
600Kg
Rp. 6.000
900Kg
Rp. 8.000
1.200 Kg
Tentukan E dari perubahan harga Rp. 4000
menjadi Rp. 6000 dan perubahan harga dari Rp.
6000 menjadi Rp. 2000.
PASAR PERSAINGAN
SEMPURNA
Adalah suatu pasar dimana terdapat
banyak penjual dan pembeli yang
mana penjualnya menjual barang
yang serupa atau identik sehingga
penjual tidak dapat
mempengaruhi harga di pasar.
CIRI –CIRI :
Perusahaan/penjual adalah pengambil
harga
2. Setiap perusahaan/penujal mudah keluar
masuk
3. Menghasilkan barang yang serupa
4. Terdapat banyak perusahaan/penjual di
pasar
5. Pembeli mempunyai pengetahuan yang
sempurna mengenai pasar
6. Perlu adanya iklan untuk promosi
1.
Laba = Hasil Penjualan – Biaya
Produksi
Hasil Penjualan = Harga x
Jumlah
Kelemahan/keburukan :
1. Tidak mendorong inovasi
2. Membatasi pilihan konsumen
3. Biaya produksi mungkin lebih
lebih tinggi
PASAR MONOPOLI
Adalah suatu bentuk
pasar dimana hanya
terdapat hanya
terdapat satu
perusahaan saja.
CIRI – CIRI :
1.
2.
3.
4.
5.
Hanya terdapat satu penjual
Tidak mempunyai barang pengganti
Tidak terdapat kemungkinan untuk masuk
kedalam industri
Bertindak sebagai penentu harga
Promosi iklan kurang diperlukan
Faktor yang menimbulkan
monopoli :
1.
2.
3.
Memiliki satu sumber daya tertentu yang
unik dan tidak dimiliki oleh perusahaan lain.
Umumnya dapat menikmati skala ekonomi
hingga ke tingkat produksi yang sangat
tinggi.
Terwujud melalui undang-undang.
PASAR PERSAINGAN
MONOPOLISTIK
Adalah pasar yang
berada di antara dua
jenis pasar yang
ekstrem, yaitu
persaiangan sempurna
dan monopoli.
CIRI – CIRI :
 Terdapat penjual
 Barangnya bersifat berbeda corak
 Perusahaan memiliki sedikit kekuasaan
mempengaruhi harga
 Masuknya penjual ke industri relatif mudah
 Persaiangan iklan sangat aktif
PASAR OLIGOPOLI
Adalah bentuk pasar yang hanya
terdapat beberapa atau sedikit
perusahaan saja yang menjual
produk-produk yang identik atau
mirip.
CIRI – CIRI :
 Hanya terdapat sedikit penjual
 Produk bersifat homogen dan terdeferensiasikan
 Ada beberapa hambatan untuk memasuki pasar
 Perlu adanya inovasi
 Dibutuhkan iklan
Pembeda
dalam ke
4 pasar
 Jumlah penjual
Penentu
harga:
 Hambatan masuk  Sifat penjual
ke dalam pasar
 Barang subtitusi
 Iklan
 Barang yang
dijual
 Inovasi
FAKTOR PRODUKSI

1.
2.
3.
4.
5.
FAKTOR PRODUKSI :
ALAM
MODAL
TENAGA KERJA
KEWIRAUSAHAAN
TEKNOLOGI
I. FAKTOR PRODUKSI ALAM
 TANAH
 UDARA
 AIR
 TUMBUHAN
 HEWAN
 SINAR MATAHARI
 BAHAN TAMBANG, DLL
II. FAKTOR PRODUKSI
MODAL
Modal adalah barang
atau hasil produksi
yang digunakan
untuk menghasilkan
produksi lebih
lanjut
Modal dapat dibedakan
berdasarkan :
1. Sifatnya :
a. Modal tetap adalah barangbarang modal yang dapat
digunakan berkali kali dalam
proses produksi.
b. modal lancar adalah barangbarang modal yang habis sekali
pakai dalam proses produksi.
2. Bentuknya :
a. Modal konkret (nyata) adalah
modal yang dapat dilihat secara
nyata dalam proses produksi.
b. Modal abstrak (tidak nyata)
adalah modal yang tidak dapat
dilihat tetapi mempunyai nilai
dlam perusahaan.
3. Sumbernya :
a. Modal sendiri adalah
modal yang berasal dari
dalam perusahaan sendiri.
b. Modal asing adalah modal
yang berasal dari luar
perusahaan.
4. Kepemilikannya :
a.
b.
Modal individu adalah modal yang
sumbernya dari perorangan dan hasilnya
menjadi sumber pendapatan bagi pemiliknya.
Contoh: rumah pribadi yang disewakan.
Modal masyarakat adalah modal yang
dimiliki oleh pemerintah dan digunakan
untuk kepentingan umum dalam proses
produksi. Contoh : RSU, jalan, jembatan.
III. FAKTOR PRODUKSI
TENAGA KERJA
TENAGA KERJA DI KELOMPOKKAN
BERDASARKAN :
1. BERDASARKAN KUALITASNYA
a. tenaga kerja terdidik/ahli
adalah tenaga kerja yang
memerlukan pendidikan
tertentu sehingga memeliki
keahlian di bidangnya.
b. Tenaga kerja terampil adalah tenaga kerja
yang memerlukan kursus atau latihan di bidang
ketrampilan tertentu sehingga terampil di
bidangnya.
c. Tenaga kerja tidak terdidik dan tidak terampil
adalah tenaga kerja yang tidak membutuhkan
pendidikan dan latihan dalam menjalankan
pekerjaannya.
2. BERDASARKAN SIFAT KERJANYA
a. Tenaga kerja rohani adalah
tenaga kerja yang
menggunakan pikiran, rasa,
dan karsa.
b. Tenaga kerja jasmani adalah
tenaga kerja yang
menggunakan kekuatan fisik
IV. FAKTOR PRODUKSI
KEWIRAUSAHAAN
Adalah keahlian atau
ketrampilan yang digunakan
sesorang dalam mengkoordinir
faktor-faktor produksi untuk
menghasilkan barang dan jasa.
V. FAKTOR PRODUKSI
TEKNOLOGI/INFORMASI
Adalah seluruh data yang
dibutuhkan perusahaan
untuk menjalankan
bisnisnya.
PENENTUAN UPAH DI PASAR
TENAGA KERJA
FAKTOR-FAKTOR YANG PENENTUAN UPAH :
1. Perbedaan corak permintaan dan
penawaran dalam berbagai jenis
pekerjaan.
2. Perbedaan jenis pekerjaan.
3. Perbedaan pendidikan, keahlian,
dan kemampuan.
4. Terdapat
pertimbangan bukan
faktor keuangan dalam memilih
pekerjaan
5. Ketidaksempurnaan dalam
mobilitas kerja.(faktor geografis,
faktor institusional)
6. Jangka Waktu
7. Posisi atau jabatan
SEWA, BUNGA DAN KEUNTUNGAN
 Sewa adalah harga yang dibayarkan
atas penggunaan faktor-faktor
produksi lainnya yang jumlah
penawarannya tidak dapat di tambah.
 Bunga adalah pembayarn atas modal
yang dipinjam dari pihak lain.
CONTOH SOAL :
 Seseorang meminjam modal ke sebuah bank sebesar
50 juta dengan bunga 4,6 % per tahun. Dia berjanji
akan mengembalikan pinjaman setelah satu tahun.
Berapakah uang yang harus di bayarkan kepada pihak
bank?
Jawaban :
Rp. 50 juta X 4,6 % = Rp.
2.300.000.
Maka uang yang harus dia
bayarkan ke bank adalah 50 juta
+ 2.300.000 = 52.300.000
Soal :
 Seseorang meminjam modal ke sebuah bank sebesar
75 juta dengan bunga 3,6 % per tahun. Dia berjanji
akan mengembalikan pinjaman setelah 1,7 tahun.
Berapakah uang yang harus di bayarkan kepada pihak
bank?
Jawaban :
 3,6 % : 12 bulan = 0,3 % per bulan
 Rp. 75.000.000 x 0,3 % = Rp. 225.000.
 Di kembalikan selama 1,7 bulan maka 225.000 x 19
bulan = 4.275.000.
 Pengembalian ke bank selama 1,7 tahun adalah 75 juta
+ 4.275.000 = 79.275.000
CONTOH SOAL :
Jika seorang pemilik modal membeli sebuah mesin
penggiling pakan dengan harga 75 juta rupiah dan
dalam setahun biaya operasi yang dikeluarkan
adalah 15 juta rupiah. Mesin tersebut dia gunakan
selama 1 tahun. Setelah 1 thn ia menjual mesin
dengan harga 45 juta. Apabila dalam setahun dia
memperoleh 50 juta dari perolehan menggiling
pakan, maka berapakah tingkat pengembalian
modalnya?
Jawaban :
Modal + biaya operasional adalah 90 juta. Pada akhir
tahun ia memperoleh 45 juta, maka pengeluaran
netonya adalah 90 juta – 45 juta = 45 juta. Jika dalam
setahun ia menggilingkan pakan mendapat 50 juta
maka pendapatan bersihnya adalah 50 – 45 = 5 juta.
Tingkat pengembalian modalnya adalah 5 juta/75 juta
x 100 % =6,66 %
Download