eJournal - Jurnal Administrasi Bisnis

advertisement
eJournal Administrasi Bisnis, 2017, 5 (1): 230-241
ISSN 2355-5408 , ejournal.adbisnis.fisip-unmul.ac.id
© Copyright 2017
Analisis Keuntungan Usaha Produksi Ikan Asap Pada Home
Industry Khusnul Jaya Berkahdi Kota Samarinda
Mood Mafut 1
Abstrak
Penelitian ini dilakukan dengan judul “Analisis Keuntungan Usaha
Produksi Ikan Asap Pada Home Industri Khusnul Jaya Berkah di Kota
Samarinda”. Dengan tujuan untuk mengetahui besarnya keuntungan usaha
produksi ikan asap, dan Mengetahui kelayakan ekonomi usaha produksi ikan
asap dengan menggunakan alat analisis Net B/C Ratio dan Break Even Point
(BEP). Objek penelitian ini adalah Home Industri Khusnul Jaya Berkah di
Samarinda. Menurut jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang
dilakukan dengan analisis finansial untuk mengetahui besar biaya , tingkat
pendapatan, dan kriteria-kriteria analisis pendapatan selama tahun 2016.
Hasil penelitian ini menunjukkan angka 1,28 yang artinya usaha ini
menguntungkan. Serta layak untuk dikembangkan atau usaha ini menghasilkan
keuntungan Rp 8.977.019,00 / bulan dari total biaya yang dikeluarkan
Kata Kunci: Analisis Keuntungan
Pendahuluan
Indonesia Merupakan Negara Kepulauan Dengan Jumlah Pulau
Terbanyak di Dunia. Wilayah Indonesia Secara Geografis Merupakan Negara
Kepulauan Terbesar di Dunia, Sebagian Wilayahnya Berupa Perairan Yang di
Dalamnya Berupa Sumber Daya Laut Yang Melimpah. Dengan Demikian,
Wilayah Perairan Indonesia Memiliki Potensi Yang Cukup Besar Untuk
Dimanfaatkan Secara Optimal, Terutama Untuk Sektor Perikanan.Sehingga
Dapat Dimanfaatkan Dan Dikembangkan Oleh Masyarakat Khususnya Yang
Bergerak Dibidang Perikanan. Serta Sangat Mendukung Bagi Pengembangan
Usaha Kecil Dibidang Perikanan Dimasa Mendatang.
Analisis pendapatan adalah sesuatu yang sangat penting dalam setiap
perusahaan. Tanpa ada pendapatan mustahil akan didapat keuntungan.
Pendapatan adalah keuntungan yang timbul dari aktifitas perusahaan yang biasa
dikenal atau biasa disebut penjualan, penghasilan jasa (fess), bunga, dividen,
royalti dan sewa. (Kasmir dan Jakfar, 2007 :85).
Home Industri Khusnul Jaya Berkah yang merupakan salah satu hasil
olahan rumah yang mengolah hasil perikanan laut seperti ikan Baung dan ikan
pari. Home Industri Khusnul Jaya Berkah ini sudah berdiri dan berjalan sejak
tahun 1995 dan usaha pengolahan ikan asap ini telah berlangsung selama
1
Mahasiswa Program S1 Administrasi Bisnis, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik,
Universitas Mulawarman. Email: [email protected]
Analisis Keuntungan Ikan Asap Pada Home Industry (Mood Mafut)
bertahun-tahun dan mulai diminati oleh masyarakat sekitar tahun 2000 hingga
sekarang, hasil perikanan laut yang diperoleh yang nantinya diolah menjadi
ikan asap dan dipasarkan ke beberapa pasar tradisional dan warung makan yang
ada di Kota Samarinda.
Home Industri Khusnul Jaya Berkah menyadarai dalam memulai usaha
perlu dipertimbangkan segala aspek mendasar dalam memulai suatu usaha,
sehingga usaha yang dijalankan dapat mendapatkan keuntungan secara
finansial. Saat ini banyak usaha yang bergerak dibidang perikanan, khususnya
di kota samarinda salah satu usaha yang bergerak di sektor perikanan yaitu
Home Industri Khusnul Jaya Berkah yang merupakan salah satu hasil olahan
rumah yang mengolah hasil perikanan laut.
Berdasarkan hal-hal yang diungkapkan di atas, maka penulis tertarik untuk
melakukan penelitian dengan judul : “Analisis Keuntungan Usaha Produksi
Ikan Asap Pada Home Industri Khusnul Jaya Berkahdi Kota Samarinda”.
Kerangka Dasar Teori
Ekonomi Mikro
Pengertian ekonomi mikro berasal dari kata yunani “micros” yang berarti
kecil jadi ekonomi berkaitan dengan kejadian-kejadian ekonomi pada unit-unit
kecil kegiatan ekonomi masyarakat Ilmu ekonomi mikro mempelajari fungsi
masing-masing industri dan perilaku masing-masing unit pengambilan
keputusan khususnya perusahaan bisnis dan rumah tangga. Fokus perhatian
mikro ekonomi tertuju pada, kegiatan pembeli dan penjual dalam pasar untuk
satu jenis barang, perilaku konsumen dalam dalam menentukan pilihannya
untuk berkonsumsi agar tercapai kepuasan maksimum dan perilaku produsen
dalam berproduksi agar tercapai produk maksimum serta hal-hal yang berkaitan
dengan struktur pasar yang dimiliki suatu perusahaan dan upayanya untuk
menetapkan jumlah produk yang mendatangkan keuntungan maksimal.
Menurut Richard (2006:2) berpendapat, mikro berasal dari kata yunani
“micros” yang berarti kecil. Teori ekonomi mikro berarti pecahan disegresasi
dari variabel ekonomi makro seperti konsumsi, investasi, tabungan dan juga
menjalankan masalah komposisi dan alokasi dari total produksi.
Pengertian Produksi
Produksi adalah kegiatan atau proses yang menimbulkan manfaat atau
penciptaan manfaat baru. Produksi merupakan suatu kegiatan yang dikerjakan
untuk menambah nilai guna suatu benda atau menciptakan benda baru sehingga
bermanfaat dalam memenuhi kebutuhan. kegiatan menambah daya guna suatu
benda tanpa mengubah bentuknya dinamakan produksi jasa. Sedangkan
kegiatan menambah daya guna suatu benda dengan mengubah sifat dan
bentuknya dinamakan produksi barang.
Menurut Setiadi (2008:118), produksi adalah suatu kegiatan untuk
menciptakan guna baik guna waktu, bentuk maupun tempat dalam rangka
memenuhi kebutuhan manusia. Produksi tersebut dapat berupa barang ataupun
231
eJournal Administrasi Bisnis, Volume 5, Nomor 1, 2017: 230-241
jasa. Produksi diartikan juga sebagai suatu kegiatan mengubah sumber-sumber
kedalam produk atau proses mengubah input menjadi output.
Pengertian Biaya
Istilah biaya sangat penting artinya bagi dunia usaha yang menjalankan
kegiatan proses produksi, karena biaya harus relevan dengan proses produksi
yang dibiayai. Ada beberapa definisi dari biaya yang dikemukakan para pakar
ekonomi yang apabila dilihat sepintas terdapat perbedaan namun bila diteliti
ternyata maksud dan tujuannya sama, malah ada yang saling melengkapi.
Menurut Henry Simamora (2002:36) definisi biaya (cost) adalah kas atau
nilai setara kas yang diharapkan memberikan manfaat pada saat ini atau dimasa
yang akan mendatang bagi organisasi. Disebut setara dengan kas (cash
equivalent) karena sumber-sumber non kas dapat ditukarkan dengan barang
atau jasa yang dikehendaki.
Menurut Sunarto (2002:4) memberikan pengertian bahwa biaya adalah
“harga pokok atau bagiannya yang telah dimanfaatkan atau dikonsumsi untuk
memperoleh pendapatan”.
Berdasarkan dari beberapa pengertian diatas dapat ditarik kesimpulan
bahwa biaya adalah sejumlah pengorbanan yang dikeluarkan untuk
mendapatkan atau menghasilkan barang dan jasa, yang diharapkan dapat
memberikan manfaat, baik saat ini maupun dimasa yang akan datang. Biaya
juga dapat dikatakan sebagai harga pokok yang dikeluarkan atau digunakan
untuk menghasilkan pendapatan.
Pengertian biaya produksi
Biaya produksi adalah sebagian keseluruhan faktor produksi yang
dikorbankan dalam biaya produksi untuk menghasilkan produk. Dalam
kegiatan usaha, biaya produksi dihitung berdasarkan jumlah produk yang siap
dijual. Biaya produksi sering disebut ongkos produksi. Berdasarkan definisi
tersebut biaya produksi adalah keseluruhan biaya yang dikorbankan untuk
menghasilkan produk hingga produk itu siap untuk dijual.
Menurut Mulyadi (2005:14), Biaya produksi merupakan biaya-biaya
yang terjadi untuk mengolah bahan baku menjadi produk yang siap untuk
dijual. Menurut pengeluarannya, secara garis besar biaya produksi dibagi
menjadi: biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung dan biaya overhead
pabrik.
Pengertian harga
Harga adalah suatu nilai yang harus dikeluarkan oleh pembeli untuk
mendapatkan barang atau jasa yang memiliki nilai guna beserta pelayanannya.
Tujuan penetapan harga adalah harga bersifat fleksibel, dimana dapat
disesuaikan dengan perubahan-perubahan biaya produksi.
Menurut Kotler dan Armstrong (2006:345), harga adalah sejumlah uang
yang ditagihkan atas suatu produk atau jasa, atau jumlah dari nilai yang
dikeluarkan para pelanggan untuk memperoleh manfaat dari memiliki atau
menggunakan suatu produk atau jasa.
232
Analisis Keuntungan Ikan Asap Pada Home Industry (Mood Mafut)
Menurut Fuad (2006:129), harga adalah sejumlah kompensasi (uang
maupun barang, kalau mungkin) yang dibutuhkan untuk mendapatkan sejumlah
kombinasi barang dan jasa. Karena itu, penentuan harga merupakan salah satu
keputusan penting bagi manajemen perusahaan. Harga yang ditetapkan harus
dapat menutup semua biaya yang telah dikeluarkan untuk produksi ditambah
besarnya persentasi laba yang diinginkan.
Penerimaan
Penerimaan merupakan fungsi dari jumlah barang, juga merupakan hasil
kali jumlah barang dengan harga barang per unit. Dalam menganalisa biaya
umumnya tidak terlepas dari analisa penerimaan atau revenue atau total
revenue. Pengertian revenue atau penerimaan adalah seluruh pendapatan yang
diterima dari hasil penjualan barang pada tingkat harga tertentu.
Menurut Pracoyo (2006:162), setelah produsen menghasilkan output dari
setiap kegiatan produksi yang dilakukan maka output tersebut akan dijual pada
konsumen, produsen akan memperoleh penerimaan dari setiap output yang
dijual. Penerimaan yang diterima oleh produsen sebagian digunakan untuk
membayar biaya-biaya yang dikeluarkan selama proses produksi.
penerimaan adalah seluruh pendapatan yang di terima dari setiap output
yang dijual. Dengan memperhitungkan seluruh biaya-biaya yang dikeluarkan
selama proses produksi. Maka dengan itu produsen mengetahui hasil
penerimaan bersih disetiap proses produksi.
Keuntungan
Dalam teori ilmu ekonomi, pendapatan atau keuntungan adalah hasil
berupa uang yang di terima oleh Perusahan/Perseorangan dari aktifitas
usahanya.
Menurut Kieso, Weygandt, dan Warfield (2011:92), pendapatan adalah
arus masuk bruto dari manfaat ekonomi yang timbul dari. aktifitas normal
entitas selama suatu periode, jika arus masuk tersebut mengakibatkan kenaikan
ekuitas yang tidak berasal dari kontribusi.
Soekartawi (2003:181), analisis keuntungan atau pendapatan dapat
dilakukan sebagai berikut:
π = TR - TC
Keterangan:
π (Income)
: Pendapatan bersih (Rp/bln)
TR (Total Revenue) : Total penerimaan (Rp/bln)
TC (Total Cost)
: Biaya yang di keluarkan (Rp/bln)
Menurut Pracoyo (2006:175), secara ekonomis pendapatan di peroleh
dari keseluruhan pendapatan yang diterima di kurangi dengan seluruh biaya
yang harus dikeluarkan selama proses produksi.
Analisis rasio keuntungan dan biaya (Net B/C Ratio)
Analisis rasio keuntungan dan biaya (Net B/C Ratio) adalah
perbandingan antara tingkat keuntungan yang diperoleh dengan total biaya
yang dikeluarkan. Menurut Rahardi dan Hartanto (2003:69), Suatu usaha
dikatakan layak dan memberikan manfaat apabila nilai Net B/C lebih besar dari
233
eJournal Administrasi Bisnis, Volume 5, Nomor 1, 2017: 230-241
pada (1), semakin besar nilai Net B/C maka semakin besar pula manfaat yang
akan diperoleh dari usaha tersebut.
Analisis Titik Impas (Break Even point / BEP)
Titik Impas (Break Even point) adalah suatu analisis untuk menentukan
dan mencari jumlah barang atau jasa yang harus dijual kepada konsumen pada
harga tertentu untuk menutupi biaya-biaya yang timbul serta mendapatkan
keuntungan / profit.
Shang (2001) dan Arhan (2007:85), berpendapat bahwa break even point
untuk melihat titik balik modal atau tidak ada keuntungan atau kerugian,
keuntungan sama degan nol.
Metode Penelitian
Jenis Penelitian
Jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian kuantitatif.
Metode kuantitatif dilakukan dengan analisis finansial untuk mengetahui besar
biaya, tingkat pendapatan, dan kriteria-kriteria analisis pendapatan seperti, Net
Benefit Cost Ratio (Net B/C Ratio), serta Break Event Point (BEP).
Objek
Objek penelitian ini adalah Home Industri Khusnul Jaya Berkah di Kota
Samarinda. Alamat Jl. Trisari Rt. 025 No. 53 Kelurahan Sidodadi Kecamatan
Samarinda Ulu.
Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian
menggunakan teknik sebagai berikut :
a Penelitian Kepustakaan (Library Research)
b Penelitian Lapangan ( Field Work Research)
Yaitu kegiatan pengumpulan data dengan mengadakan penelitian
langsung terhadap pihak-pihak terkait Field Work Research ini meliputi :
1. Observasi yaitu mengadakan pengamatan langsung ke objek penelitian.
2. Wawancara yaitu mengadakan wawancara dengan responden yang di
anggap dapat memberikan informasi sesuai dengan data yang
diperlukan.
3. Dokumentasi yaitu pengumpulan data yang dilakukan melalui
pengumpulan data di lapangan yang berkaitan dengan penelitian ini.
Teknik Analisis Data
Data yang diperoleh dari hasil penelitian akan diolah dan dianalisis
kemudian disajikan dalam bentuk tabel serta uraian secara deskriptif.
Jenis analisis yang akan digunakan dalam peneltian ini adalah sebagai berikut:
1.
Total Biaya (Total Cost)
Rangkuti (2012:172), menjelaskan bahwa untuk mengetahui biaya total
dapat digunakan rumus sebagai berikut:
TC = TFC + TVC
Keteranga:
TC (Total cost)
: Total biaya (Rp. /bln)
234
Analisis Keuntungan Ikan Asap Pada Home Industry (Mood Mafut)
TFC (Total fixed cost)
: Total biaya tetap (Rp. /bln)
TVC (Total variable cost)
: Total biaya tidak tetap (Rp. /bln)
2.
Penerimaan
Rangkuti (2012:173), menjelaskan bahwa penerimaan merupakan
perkalian Antara jumlah produksi yang dihasilkan dengan harga jualnya.
Untuk mengetahui dapat digunakan rumus sebagai berikut:
TR = P x Q
Keterangan:
TR (Total Revenue) : Penerimaan Total (Rp)
P (Price)
: Harga (Rp)
Q (Quantity)
: Jumlah ikan asap yang terjual (Rp/bln)
3.
Pendapatan (Total Revenue)
Soekartawi (2003:181), analisis keuntungan atau pendapatan dapat
dilakukan sebagai berikut:
π = TR - TC
Keterangan:
π(Income)
: Pendapatan bersih (Rp/bln)
TR (Total Revenue) : Total penerimaan (Rp/bln)
TC (Total Cost)
: Biaya yang di keluarkan (Rp/bln)
4.
Net B/C Rasio (Net Benefit Cost Ratio)
Soekartawi (2003:185), untuk mengetahui apakah usaha tersebut
menguntungkan atau tidak, dapat ditentukan dengan menggunakan analisis
sebagai berikut:
Net B/C Rasio = TR
TC
Keterangan:
B/C (Net Benefit Cost Ratio) : ratio keuntungan usaha
TR (Total Revenue)
: Penerimaan total (Rp/bln)
TC (Total Cost)
: Biaya total (Rp/bln)
Dengan kriteria:
Jika Revenue Cost Ratio > 1, maka usaha menguntungkan.
Jika Revenue Cost Ratio< 1, maka usaha tidak menguntungkan.
Jika Revenue Cost Ratio = 1, maka usaha tersebut seimbang.
5.
Titik impas (BEP/Break Event Point)
Meurut Efendi dan Oktariza (2006:121) rumus yang digunakan untuk
mengetahui titik impas sebagai berikut:
TFC
BEP (Unit) =
P  TVC
Keterngan:
TFC (Total Fixed Cost)
: Total biaya tetap (Rp/bln)
P (Price)
: Harga (Rp)
TVC (Total variable cost)
: Total biaya tidak tetap (Rp/bln)
235
eJournal Administrasi Bisnis, Volume 5, Nomor 1, 2017: 230-241
BEPpenjualan =
Keterangan:
BEP penjualan
TFC (Total Fixed Cost)
TVC (Total variable cost)
TFC
TVC
1
Penjualan
: Titik impas penjualan
: Total biaya tetap (Rp/bln)
: Total biaya tidak tetap (Rp/bln)
Hasil Penelitian
Total Biaya
Total biaya adalah seluruh biaya yang dikeluarkan dalam usaha ini
yang merupakan jumlah biaya tetap (penyusutan) dengan biaya tidak tetap.
Perhitungan total biaya ini menggunakan rumus sebagai berikut :
TC = TFC + TVC
Keterangan:
TC (Total Cost)
: Total biaya (Rp/bulan)
TFC (Total Fixed Cost)
: Total biaya tetap (Rp/bulan)
TVC (Total Variable Cost)
: Total biaya tidak tetap
Tabel Total Biaya Usaha Ikan Asap Bulan (April) Tahun 2016
No
Jenis Biaya
Jumlah (Rp/bln)
1
Biaya Tetap (penyusutan)
6.378.056
2
Biaya Tidak Tetap
25.619.925
Total Biaya
31.997.981
Sumber: data diolah dari hasil penelitian lapangan
Penerimaan
Penerimaan adalah hasil penjualan dari usaha ikan asap. Penerimaan
usaha ikan asap pada Home Industri Khusnul Jaya Berkah adalah Rp.
40.975.000 / bulan (April). Perhitungan penerimaan usaha ikan asap
menggunakan rumus sebagai berikut :
TR = P x Q
Keterangan:
TR (Total Revenue) : Total Penerimaan (Rp/bulan)
P (Price)
: Harga (Rp/kg)
Q (Quantity)
: Jumlah Produksi (Kg/bulan)
Tabel Total Penerimaan Usaha Pengolahan Ikan Asap Pada Home
Industri Khusnul Jaya Berkah selama Bulan (April) Tahun 2016
No
Jenis Ikan
Jual (1 bulan)
Penerimaan
1
Ikan Pari Asap
495
19.800.000
2
Ikan Baung Asap
605
21.175.000
Total
1100
40.975.000
Sumber: data diolah dari hasil penelitian lapangan
236
Analisis Keuntungan Ikan Asap Pada Home Industry (Mood Mafut)
Keuntungan
Keuntungan adalah selisih antara penerimaan dan total biaya yang
dikeluarkan. Keuntungan usaha ikan asap dapat dihitung dengan menggunakan
rumus sebagai berikut:
π = TR - TC
Keterangan:
π (Income)
: Keuntungan (Rp/bln)
TR (Total Revenue) : Total penerimaan (Rp/bln)
TC (Total Cost)
: Total Biaya (Rp/bln)
Tabel Keuntungan Usaha Ikan Asap Bulan (April) Tahun 2016
No
Uraian
Jumlah (Rp/bln)
1
Total Penerimaan
40.975.000
2
Total Biaya
31.997.981
3
Jumlah Keuntungan
8.977.019
Sumber: data diolah dari hasil penelitian lapangan
Keuntungan dari penjualan Ikan Pari 5.400.908,55 dan Ikan Baung
sebesar 3.576.110,45 maka Total Keseluruhan 5.400.908,55 + 3.576.110,45 =
8.977.019
Net B/C Rasio (Net Benefit Cost Ratio)
Analisis Net Benefit Cost Ratio adalah perbandingan antara tingkat
keuntungan atau pendapatan yang diperoleh dengan keseluruhan total biaya
yang dikeluarkan. Menurut Soekartawi (2003:185), suatu usaha dikatakan layak
dan memberikan manfaat positif pada perusahaan itu apabila nilai suatu Net
B/C Rasio lebih besar dai (1), dan semakin bernilai Net B/C Rasio semakin
besar pula manfaat positif yang diterima perusahaan tersebut. Untuk
mengetahui apakah usaha tersebut menguntungkan atau tidak, dapat ditentukan
dengan menggunakan analisis sebagai berikut:
Net B/C Ratio = TR
TC
Keterangan:
B/C (Net Benefit Cost Ratio) : ratio keuntungan usaha
TR (Total Revenue)
: Penerimaan total (Rp/bln)
TC (Total Cost)
: Biaya total (Rp/bln)
Tabel Net B/C Rasio (Net Benefit Cost Ratio) Bulan (April) Tahun
2016
No
Uraian
Jumlah (Rp/bln)
1
Total Penerimaan
40.975.000
2
Total Biaya
31.997.981
Jumlah Keuntungan
1,28
Sumber: data diolah dari hasil penelitian lapangan
Break Event Point (BEP)
Analisis Break Event Point (BEP/Titik Impas) merupakan suatu analisis
ekonomi untuk mengetahui pada level mana suatu usaha mengalami titik impas
237
eJournal Administrasi Bisnis, Volume 5, Nomor 1, 2017: 230-241
(tidak untung dan tidak rugi). Indikasi yang diberikan oleh analisis ini adalah
jumlah penerimaan / pendapatan dari penjualan masing-masing item pada
setiap usaha (Total Revenue) = jumlah operasional (Total Cost). Dengan
demikian, jangka waktu terjadinya BEP sangat tergantung pada lamanya arus
penerimaan (cash in flow) dalam menutupi seluruh biaya produksi (operasi dan
pemeliharaan).
Penentuan Break Event Point didasarkan pada persamaan penjualan
dengan total biaya. Adapun perhitungan BEP menurut Effendi dan Oktariza
(2006:121), untuk mengetahui titik impas adalah sebagai berikut:
TFC
1. BEP Unit (Kg) =
P  TVC
TFC
2. BEP Rupiah =
TVC
1
Penjualan
BEP Ikan Pari
a) BEP Unit (Kg)
Analisis ekonomi ini digunakan untuk melihat pada tingkat sejauh mana
banyaknya jumlah unit yang telah diproduksi atau sebanyak atau sebanyak apa
uang yang harus diterima untuk mendapatkan titik impas atau kembali modal:
Tabel BEP Unit (Kg) Ikan Pari Asap Bulan (April) Tahun 2016
No
Uraian
Jumlah (Kg/bln)
1
Total Biaya Tetap
6.378.056
2
Harga Jual Per Unit
40.000,00
3
Biaya Variabel Per Unit
23.290,84
BEP Per Unit (Kg)
381,71
Sumber: data diolah dari hasil penelitian lapangan
TFC
BEP Unit (Kg) =
P  TVC
6.378.056
BEP Unit (Kg) =
40.000,00  23.290,84
BEP Unit (Kg) = 381,71BEP Penjualan (Rupiah)
Analisis ekonomi ini digunakan untuk melihat pada tingkat penjualan
berapa tercapai titik impas antara total biaya tetap dengan penjualan yang
dikeluarkan.
Tabel BEP Penjualan Ikan Pari Asap Bulan (April) Tahun 2016
No
Uraian
Jumlah (Kg/bln)
1
Total Biaya Tetap
6.378.056
2
Total Biaya Tidak Tetap
11.528.966,25
3
Penjualan
19.800.000,00
BEP Penjualan (Rupiah)
15.268.406,90
Sumber: data diolah dari hasil penelitian lapangan
238
Analisis Keuntungan Ikan Asap Pada Home Industry (Mood Mafut)
TFC
TVC
1
Penjualan
6.378.056
BEP Penjualan (Rupiah) =
11.528.966,25
1
19.800.000,00
BEP Penjualan (Rupiah) = 15.268.406,90
BEP Ikan Baung
a. BEP Unit (Kg)
Analisis ekonomi ini digunakan untuk melihat pada tingkat sejauh mana
banyaknya jumlah unit yang telah diproduksi atau sebanyak atau sebanyak apa
uang yang harus diterima untuk mendapatkan titik impas atau kembali modal:
Tabel BEP Unit Ikan Baung Asap Bulan (April) Tahun 2016
No
Uraian
Jumlah (Kg/bln)
BEP Penjualan (Rupiah) =
1
Total Biaya Tetap
6.378.056
2
harga jual per unit
35.000,00
3
biaya variabel per unit
23.290,84
BEP Per Unit (Kg)
544,71
Sumber: data diolah dari hasil penelitian lapangan
TFC
BEP Unit (Kg) =
P  TVC
6.378.056
BEP Unit (Kg) =
35.000,00  23.290,84
BEP Unit (Kg) = 544,71
b. BEP Penjualan (Rupiah)
Analisis ekonomi ini digunakan untuk melihat pada tingkat penjualan
berapa tercapai titik impas antara total biaya tetap, total biaya tetap dengan
penjualan yang dikeluarkan.
Tabel BEP Penjualan Ikan Baung Asap Bulan (April) Tahun 2016
No
Uraian
Jumlah (Kg/bln)
1
Total Biaya Tetap
2
Total Biaya Tidak Tetap
14.090.958,75
3
Penjualan
21.175.000,00
BEP Penjualan (Rupiah)
Sumber: data diolah dari hasil penelitian lapangan
6.378.056
19.064.730,29
239
eJournal Administrasi Bisnis, Volume 5, Nomor 1, 2017: 230-241
TFC
TVC
1
Penjualan
6.378.056
BEP Penjualan (Rupiah) =
14.090.958,75
1
21.175.000,00
BEP Penjualan (Rupiah) = 19.064.730,29
BEP Penjualan (Rupiah) =
Penutup
Bahwa keuntungan yang diperoleh dalam satu bulan pada usaha produksi
ikan asap Home Industry Khusnul Jaya Berkah sebesar Rp 8.977.019,00 pada
bulan april 2016 yang berasal dari penjualan ikan pari asap dan ikan Baung
asap. Dengan produksi ikan pari asap sebanyak 495 kg / bulan dan ikan baung
sebanyak 605 kg / bulan.
Usaha produksi ikan asap pada Home Industri Khusnul Jaya Berkah jika
dihitung menggunakan analisis Net B/C Ratio dan Beak Event Point sebagai
berikut :
a. Hasil perhitungan Net B/C Ratio pengolahan ikan asap yang dilakukan oleh
Home Industry Khusnul Jaya Berkah menunjukkan angka 1,28 yang artinya
usaha ini menguntungkan. Serta layak untuk dikembangkan atau usaha ini
menghasilkan keuntungan Rp 8.977.019,00 / bulan dari total biaya yang
dikeluarkan.
b. Hasil perhitungan Beak Event Point pengolahan ikan asap yang dilakukan
oleh Home Industry Khusnul Jaya Berkah sebagai berikut.
Break Event Unit (Kg) ikan pari asap sebesar 381,71 unit (Kg) / bulan dan
Break Event Penjualan ikan pari asap Rp 15.268.406,90 / bulan.
Break Event Unit (Kg) ikan Baung asap sebesar 544,71 unit (Kg) / bulan
dan Break Event Penjualan (Rupiah) ikan Baung asap Rp 19.064.730,29 /
bulan
Sebaiknya pemilik usaha produksi ikan asap pada Home Industri
Khusnul Jaya Berkah dapat merincikan perhitungan secara terus menerus
sehingga keuntungan maupun kerugian dapat terlihat dengan jelas. Karena
setelah dilakukan penelitian ini pemilik usaha dapat dijadikan sebagai pedoman
untuk kedepannya.
Home Industri Khusnul Jaya Berkah Sebaiknya dapat menambah produk
ikan lain agar mempunyai segmen pasar masing-masing pada produk ikan
tersebut. Sehingga jumlah produksi maupun penjualan dapat meningkat dan
mendapatkan keuntungan yang lebih besar besar
Sebaiknya pemilik usaha produksi ikan asap pada Home Industri Khusnul Jaya
Berkah dapat menambah segmen pasar lebih luas lagi hingga ke luar daerah.
240
Analisis Keuntungan Ikan Asap Pada Home Industry (Mood Mafut)
Daftar Pustaka
Adawyah, Rabiatul. 2007. Pengolahan dan Pengawetan Ikan. Edisi Pertama.
PT. Bumi Aksara. Jakarta.
Boediono, 2002, Ekonomi Mikro: Seri Sinopsis Pengantar Ilmu Ekonomi No.1,
Edisi 2, BPFE, Yogyakarta.
Bustami, Bustian dan Nurlela. 2010. Akuntansi Biaya. Edisis 4. Mitra Wacana
Media. Yogyakarta.
Daft, L Richard, 2006, Manajemen, Edisi keenam; Bahasa Indonesia, Salemba
Empat, Jakarta.
Effendi, Irzal dan Wawan Oktariza. 2006. Manajemen Agribisnis Perikanan.
Penebar Suadaya. Jakarta.
Gaspersz, Vincent. 2003 Ekonomi Manajerial: Pembuatan Keputusan Bisnis.
Edisi Revisi dan Perluasan, Diterjemahkan Oleh Gramedia Pustaka
Utama. Jakarta
Ibrahim, Yacob. 2009. Studi Kelayakan Bisnis. Edisi Revisi. Rineka Cipta.
Jakarta.
Kasmir dan Jakfar. 2007. Studi Kelayakan Bisnis. Edisi Revisi. Kencana.
Jakarta.
Kieso, Donald E, Jerry J Weygandt dan Terry D Warfield, 2011, Intermediate
Accounting, Edisi 12, Erlangga
Kotler, P. dan G. Armstrong. 2006. Prinsip-prinsip pemasaran. 11st ed. Indeks.
Jakarta.
Mulyadi, 2000 Akuntansi Biaya, Aditya Media, Yogyakarta
Mulyadi, 2005. Akuntansi Biaya. Edesi Kelima. Cetakan Ketujuh. UPP AMP
YKPN, Yogyakrta.
Mulyadi. 2002, Akuntansi Biaya, Edisi Ke Lima, Aditya Media, Yogyakarta
Pracoyo, Antyo dan Tri Kunawangsih Pracoyo. 2006. Aspek Dasar Ekonomi
Mikro. Grasindo. Jakarta.
Rahardi, F dan Hartanto, Rudi. 2003. Agribisnis Peternakan., Penebar
Swadaya, Jakarta
Rangkuti, Freddy. 2012. Study Kelayakan Bisnis & Investasi.Kompas
Gramedia Building. Jakarta.
Setiadi, Nugroho J. 2008. Aplikasi Teori Ekonomi Dan Pengambilan
Keputusan Manajerial Dalam dunia Bisnis. Kencana. Jakarta.
Simamora, Henry. 2002, Akuntansi Manajemen.Edisi Kedua, Cetakan Pertama,
Salemba Empat, Jakarta.
Soekartawi. 2003. Teori Ekonomi Produksi. Rajawali Press. Jakarta.
Sofyan, Iban. 2003. Studi Kelayakan Bisnis. Edisi Pertama. Graha Ilmu.
Yogyakarta.
Sunarto, 2004 Akuntansi Biaya, Amus Yogya dan Ust Press, Yogyakarta.
Sunyoto, Danang. 2013. Analisis Laporan Keuangan Untuk Bisnis (Teori dan
kasus). Jl. Cempaka Putih No.8 Deresan CT X, Gejayan, Yogyakarta.
241
Download