KOMUNIKASI INTERNASIONAL IAI

advertisement
KOMUNIKASI INTERNASIONAL IAI
(dikutip dari Laporan Khusus Majalah Akuntan Indonesia Edisi Januari – Februari 2015)*)
Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) mencapai milestone baru dalam sejarah organisasinya.
Kongres XII IAI telah resmi menyetujui transformasi brand internasional IAI dari Indonesian
Institute of Accountants menjadi Institute of Indonesia Chartered Accountants. Penggantian
nama ini berlaku sejak disepakati oleh Kongres XII IAI yang dihadiri lebih dari 1.000 anggota IAI.
Penggantian nama ini lebih lanjut akan meningkatkan branding Chartered Accountants secara
nasional dan internasional.
Perubahan itu dituangkan dalam AD/ART IAI yang dibahas Sidang Komisi B pada Kongres
XII IAI. Pasal 1 AD/ART 2012 itu berbunyi , “Organisasi ini bernama Ikatan Akuntan Indonesia
(The Indonesian Institute of Accountants) yang selanjutnya disebut IAI” disepakati berubah
menjadi, “(1) Organisasi ini bernama Ikatan Akuntan Indonesia yang selanjutnya disebut IAI; (2)
Sebutan IAI dalam Bahasa Inggris adalah Institute of Indonesia Chartered Accountants”
IAI telah menerbitkan CA pada tahun 2012. Nama internasional baru IAI ini akan
memperkuat legal penamaan IAI sekaligus secara eksplisit menyebut langsung identitas
Akuntan Profesional yang inheren didalamnya. Dengan begitu, publik internasional lebih
melihat sosok akuntan dari Indonesia yang menjadi anggota IAI apalagi memiliki CA, maka
kompetensi dan profesionalismenya itu sudah teruji dengan baik. Tentu saja bakal mengangkat
citra IAI ke tangga yang lebih bermartabat lagi.
Prof. Sidharta Utama, anggota Dewan Pengurus Nasional IAI mengatakan, nama baru ini
akan menjadi pola komunikasi internasional IAI, memperkuat brand sebelumnya. “Di dalamnya
langsung disebut frase Chartered Accountant. Ini memudahkan recognizing akuntan anggota IAI
sebagai Akuntan Profesional pemegang CA,” katanya, ditemui usai rapat perdana DPN IAI,
januari lalu di Grha AKuntan, Jakarta.
Menurut Sidarta yang juga anggota International Accounting Education Standards Board
(IAESB) IFAC, dewasa ini, asosiasi profesi internasional sudah menggunakan metode ini.
“Dengan begitu kita akan makin dikenal dan diakui oleh pihak asing. Dan CA itu secara
internasional sebagai brand yang lebih dikenal,” ujar Sidharta. ”Cuma memang untuk konteks
nama Indonesianya, IAI, sampai kapan pun tidak dapat diubah, karena berimplikasi banyak,
seperti terkait legalitas dan sebagainya.”
Secara filosofi dan substansi, kata guru besar akuntansi UI ini, dengan melibatkan nama
CA, ingin mengungkapkan bahwa IAI ini adalah asosiasi profesi yang makin mengutamakan
profesionalisme. “Karena dalam penataan lama, para akuntan tidak diwajibkan mengikuti PPL,
tapi tetap saja bisa diakui nsebagai seorang akuntan. Padahal kemampuannya sudah tidak diupdate dan tertinggal jauh dari perkembangan yang ada,” jelasnya. “Bahkan, sekalipun dia
melanggar kode etik dan aktivitasnya tidak lagi di bidang akuntansi, masih bisa tetap mengaku
sebagai akuntan.”
Padahal, dalam konteks saat ini, tidak ada lagi yang mengakui praktik seperti itu, baik
organisasi profesi internasional, pemerintah maupun stakeholder akuntan lainnya. ”Pengaturan
dari International Federation of Accountants (IFAC) sudah sangat jelas. Pemerintahpun sudah
meregulasi dengan terbitnya PMK 25/PMK.01/2014 tentang Akuntan Beregister Negara,” ia
menjelaskan.
IAI Menjadi Bagian dari Komunitas CA Dunia
“IAI sebagai bagian dari organisasi profesi akuntan dunia, kini juga mengatur dirinya
sesuai International best practice,” ujar Sidharta. “Ini juga sesuai dengan spirit dan value
keprofesian, yang harus menegakkan etika dan integritas di satu sisi, dan keharusan
meningkatkan kapabilitas dan profesionalisme di sisi lain,” ia menambahkan.
“Makanya, dengan perubahan nama di level internasional tersebut, kita ingin
menunjukkan ke dunia luar, bahwa kualitas akuntan kita selalu terjaga kapabilitas dan
profesionalismenya. Untuk itu, secara substansi pun kita memang sudah berubah,” jelas
Sidahrta.
Anggota DPN IAI, Ito Warsito mengatakan, satu hal yang ingin dituju oleh IAI dengan
adanya perubahan nama Bahasa Inggris menjadi Institute of Indonesia Chartered Accountants
(IICA) adalah untuk lebih memudahkan pemahaman pihak asing dalam melihat dan mengenal
IAI.
Menurut Ito, dinamika internasional dewasa ini telah melahirkan tuntutan akan
keberadaan Akuntan Profesional yang semakin besar. Chartered Accountant yang ada di
Negara-negara dengan profesi maju dilahirkan untuk menjawab tuntutan itu. Kini Indonesia
berada di level yang sama dengan mereka, untuk saling bersinergi menciptakan dunia yang
lebih transparan dan akuntabel, dengan mengutamakan prinsip-prinsip governance dan
profesionalisme.
“CA sudah dikenal secara global. Negara dengan profesi akuntan yang maju sudah
menggunakan ini. Jadi, ini adalah satu langkah strategis IAI untuk ikut berperan di arena yang
lebih luas,” kata Direktur Utama Bursa Efek Indonesia itu. “Dengan nama itu, IAI sudah
menunjukkan kelasnya di level internasional,” ia menambahkan.
Menurut Ito, dengan komunikasi internasional baru ini, stakeholders Akuntan
Profesional di dunia akan langsung mengenali dan mengakui IAI sebagai organisasi profesi yang
menjalankan International best practice di keprofesian. “Asosiasi profesi asing pasti akan lebih
memandang IAI. Mereka akan paham bahwa IAI adalah organisasi profesi yang memiliki kualitas
setara dengan organisasi profesi lain di Negara maju,” tandasnya.
*) Majalah Akuntan Indonesia Edisi Januari – Februari 2015 bisa Anda dapatkan di Perpustakaan
UMB Yogyakarta baik di kampus 1 maupun di kampus 2
TUGAS
•
Apa pendapat Anda setelah membaca artikel tersebut di atas?
•
Kumpulkan tugas ini pada pertemuan berikutnya
Download