Defisit Anggaran

advertisement
APBN & APBN
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
TAHUN AJARAN 2016
Slide 2
Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN)
PENGERTIAN
suatu
daftar
yang
secara
sistematis dan terinci memuat
sumber-sumber
penerimaan
dan alokasi pengeluaran negara
dalam jangka waktu tertentu
(biasanya
membiayai
1
tahun)
untuk
kegiatan-kegiatan
Periode
penyusunan
dan
pelaksanaan APBN di Indonesia
di mulai dari 1 Januari sampai
dengan 31 Desember tahun yang
sama, yang selanjutnya dikenal
dengan sebutan tahun anggaran
pemerintah
PENGERTIAN
Slide 2
Slide 3
FUNGSI
FUNGSI APBN
•
•
•
•
•
•
Fungsi Otorisasi
Fungsi Perencanaan
Fungsi Pengawasan
Fungsi Alokasi
Fungsi Distribusi
Fungsi Stabilisasi
TUJUAN
TUJUAN APBN
sebagai pedoman penerimaan
dan pengeluaran negara agar
terjadi keseimbangan yang
dinamis dalam melaksanakan
kegiatan kenegaraan untuk
meningkatkan produksi dan
kesempatan kerja, dalam
rangka
meningkatkan
pertumbuhan ekonomi dan
kemakmuran bagi masyarakat
Sumber-sumber Penerimaan APBN
Penerimaan uang dari pemilik-pemilik perusahaan
Penerimaan uang dari kreditur
Pengeluaran uang untuk membeli aktiva dan beban usaha
Penjualan jasa untuk memperoleh penghasilan
Pembayaran hutang perusahaan kepada kreditur
Pengembalian harta yang ditanamkan oleh pemilik
Slide 4
Klasifikasi Transaksi Keuangan
Transaksi
Keuangan
Internal
Transaksi
Keuangan
Eksternal
Macam-macam Bukti Transaksi
Nota Kontan
Kwitansi
Faktur
Memo
Bukti Kas Masuk (BKM)
Bukti Kas Keluar (BKK)
Struk
STRUKTUR APBD
Klasifikasi dan jenis Penerimaan
Belanja dan Pembiayaan
Struktur APBD
APBD
Pendapatan Daerah
Belanja Daerah
Pembiayaan Daerah
• PAD
• Dana Perimbangan
• Klasifikasi belanja
menurut organisasi
• Penerimaan
Pembiayaan
• Lain-lain pendapatan
daerah yang sah
• Klasifikasi belanja
menurut fungsi
• Pengeluaran
Pembiayaan
• Klasifikasi belanja
menurut program
dan kegiatan
• Klasifikasi belanja
menurut jenis
belanja
8
Struktur APBD
Berdasarkan Permendagri Nomor 13 Tahun 2006,
APBD terdiri dari tiga komponen utama yg
merupakan satu kesatuan, yaitu :
A. Pendapatan daerah,
B. Belanja daerah, dan
C. Pembiayaan daerah.
Surplus dan defisit dlm APBD
Selisih antara anggaran pendapatan
dengan anggaran belanja dlm APBD
mmengakibatkan Surplus atau Defisit
Dikatakan Surplus jika Anggaran
Pendapatan melebihi anggaran Belanja
daerah
Sedangkan Defisit Anggaran terjadi bila
Anggaran Belanja lebih besar daripada
Anggaran Pendapatan Daerah
Pemanfaatan Angaran Surplus
Apabila APBD suatu derah mengalami
surplus, maka dapat digunakan untuk:
1. Transfer ke rek. Dana Cadangan
2. Penyertaan Modal (investasi)BUMD dll
3. Pembayaran cicilan pokok utang yang
jatuh tempo
4. Pemberian Pinjaman
5. Sisa lebih anggaran ( Silpa ) th berjalan
Pemanfaatan Angaran Defisit
Namun jika APBD suatu derah mengalami
Defisit, maka dapat digunakan dana dari:
1. Silpa Tahun Lalu
2. Penggunaan Dana Cadangan
3. Penerimaan Pinjaman
4. Hasil Penjualan kekayaan daerah yg
dipisahkan
5. Penerimaan kembali pemberian
Pinjaman
Struktur Pendapatan
Dalam APBD
I.Pendapatan Daerah
 Pendapatan daerah meliputi semua penerimaan
uang melalui rekening kas umum daerah, yang
menambah ekuitas dana, merupakan hak
daerah dalam satu tahun anggaran dan tidak
perlu dibayar kembali oleh daerah.
 Pendapatan Daerah adalah hak Pemerintah
Daerah yang diakui sebagai penambah nilai
kekayaan bersih. Pendapatan daerah tersebut
merupakan perkiraan yang terukur secara
rasional yang dapat dicapai untuk setiap sumber
pendapatan.
BELANJA DAEARH
DALAM APBD
B. Belanja Daerah
Belanja daerah merupakan perkiraan beban pengeluaran daerah
yang dialokasikan secara adil dan merata agar relatif dapat
dinikmati oleh seluruh kelompok masyarakat tanpa
diskriminasi, khususnya dalam pemberian pelayanan umum.
Belanja daerah meliputi semua pengeluaran dari Rekening Kas
Umum Daerah yang mengurangi ekuitas dana lancar, yang
merupakan kewajiban daerah dalam satu tahun anggaran yang
tidak akan diperoleh pembayarannya kembali oleh daerah2.
Belanja daerah dapat dibedakan menurut :
a)
b)
c)
d)
e)
f)
fungsi,
organisasi,
program,
kegiatan,
kelompok, dan
Jenis Belanja
Belanja daerah menurut fungsi/ urusan
pemerintahan dibedakan atas; (a). belanja urusan
wajib dan (b). belanja urusan pilihan.
Menurut organisasi, belanja daerah dibedakan
berdasarkan susunan organisasi pemerintahan
daerah. Belanja kepala daerah, wakil, DPRD dan
SKPD di lingkungan pemda
Sementara itu, belanja daerah menurut program
dan kegiatan ditetapkan sesuai dengan urusan
pemerintahan yang menjad kewenangan daerah.
Kegiatan dan program dapat di lakukan oleh
beberapa SKPD. Contoh : program pemberantasan
buta aksara
C. PEMBIAYAAN
• Pembiayaan daerah adalah seluruh
komponen penerimaan yg harus di bayar
kembali dan atau pengeluaran yang akan
diterima kembali, baik pada tahun
berjalan atau tahun berikutnya.
• Pembiayaan daerah terdiri dari:
a). Penerimaan Pembiayaan dan
b). Pengeluaran Pembiayaan
a). Penerimaan Pembiayaan
Penerimaan pembiayaan mencakup:
a) a). Silpa Anggaranth sebelumnya
b) Penggunaan dana cadangan
c) Penerimaan kembali pemberian
pinjaman
d) Hasil pengelolaan/penjualan kekayaan
daerah yg dipisahkan
b).Pengeluaran Pembiayaan
Pengeluaran pembiayaan bersumber dari:
1. Transfer ke dana cadangan
2. Penyertaan modal pemerintah
3. Pembayaran pokok utang
4. Pemberian pinjaman
5. Silpa th berjalan
TERIMA KASIH
AKUNTANSI
PERUSAHAAN JASA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
TAHUN AJARAN 2016
Mari Benahi Aset Negara
Download