PERHITUNGAN UMUR UMAT ISLAM

advertisement
PERINGATAN / AMARAN:
SLIDE DAN ISI ARTIKEL YANG ADA DALAM FILE TIDAK BOLEH DIBACA OLEH
MANUSIA BODOH, YAITU MANUSIA YANG MENOLAK PERJUMPAAN DENGAN
HARI AKHIRAT.
HANYA MANUSIA BODOH YANG BERANGGAPAN DUNIA INI MASIH BERUMUR
RIBUAN TAHUN.
SEDANGKAN JUMHUR ULAMA MENGATAKAN BAHWA ABAD MILLENNIUM INI
ADALAH ABAD MEMASUKI AKHIR ZAMAN. DIMANA KITA AKAN BERHADAPAN
DENGAN PERKARA-PERKARA PELIK AKHIR ZAMAN.
WALLAHU A’LAM.
PERHITUNGAN
UMUR UMAT ISLAM
dan
TAHUN KEDATANGAN
IMAM MAHDI
File asli: [email protected]
Direvisi ulang: [email protected]
Segala pemujaan dan pujian hanyalah bagi ALLAH yang Maha Suci dan Maha Agung.
Satu-satunya Tuhan yang harus disembah. Tidak ada sekutu bagi ALLAH sang penguasa
alam ghaib, DIA pemilik segala rahasia dan ditangan ALLAH langit dan bumi. Salam dan
selawat senantiasa tercurah kepada insan utama Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi
wasallam pemimpin kaum mukmin.
Presentasi ini membahas perkara perhitungan umur umat Islam, yang belum pernah
dipublish secara berantai lewat mailing list, insya ALLAH hanya di milis Cinta-Rasul.
Perkara ini sangatlah besar dan menurut sebagian manusia dianggap sebagai khurafat
dan bidaah, tetapi bagi kita kaum Ahlus Sunnah (Sunni) adalah lebih baik mengambilnya
sebagai iktibar agar kita senantiasa bersiap diri menghadap ALLAH subhanahu wa ta’ala.
Kita tahu bahwa urusan kiamat adalah hak mutlak milik ALLAH saja, bahkan Nabi
Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam juga tidak mengetahuinya, namun beliau
mengisyaratkan tanda-tandanya. Dan adalah kita berusaha untuk memahaminya.
Ingat! Kita adalah kaum ahlus sunnah, tujuan presentasi kita ini hanya menyeru kepada
manusia agar senantiasa mengingat ALLAH agar berbakti kepada-NYA dengan
bersegera mengerjakan perintah-NYA dan menjauhi larangan-NYA. Time is running
away. Janganlah kita mati dengan membawa kebodohan dan kedunguan kita yang tidak
mempergunakan mata, telinga, otak, akal dan hati yang telah diberikan ALLAH
subhanahu wa ta’ala untuk melihat tanda-tanda kekuasaan-NYA Yang Maha Besar.
Pada file ini kita hanya mengambil 3 pendapat dari ulama-ulama yang terkenal dalam
ajaran Ahlussunnah wal Jamaah yaitu dari:
1. Al Hafidz Ibnu Hajar al-Asqalani dari Mazhab Syafi’i
2. Jalaluddin As Suyuthi (Imam Suyuthi)
3. Imam Ibnu Rajab al Hanbali
Kita menganggap pendapat mereka bertiga sangat rasional, sehingga sebagaimana
tujuan para Imam itu menyeru kepada manusia agar senantiasa bersiap diri dan
mengerjakan amal ibadah yang banyak, maka demikian pula halnya dengan kita yang
berharap agar manusia yang tertidur kembali terjaga, agar manusia yang lalai dalam
agamanya menjadi kembali kepada sunnah Rasulnya, dan agar kita mati dan
menghadap ALLAH subhanahu wa ta’ala dalam keadaan ridha dan diridhai.
Wabillahit taufiq wal hidayah.
1
AL HAFIDZ IBNU HAJAR
Pengarang Kitab Fathul Baari
(Tafsir Shahih Bukhari)
Menurut pendapat Ibnu Hajar:
Umur umat Yahudi adalah umur umat Nasrani ditambah
dengan umur umat Islam.
Para ahli sejarah mengatakan bahwa Umur umat Yahudi yang dihitung dari
diutusnya Nabi Musa alaihis salam hingga diutusnya Nabi Isa alaihis salam
adalah 1500 tahun.
Kemudian dengan adanya hadis:
Dari Salman Al Farisi ia bercerita bahwa “Masa-masa antara Isa dan
Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam adalah selama 600 tahun”. [HR.
Bukhari]
Sehingga umur umat Nasrani yang dihitung dari sejak diutusnya Nabi Isa (Yesus)
alaihis salam hingga diutusnya Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam
adalah 600 tahun.
Sehingga akan didapat:
Umur Yahudi = Umur Nasrani + Umur Islam
1500 tahun
=
600 tahun + 900 tahun
Kemudian Ibnu Hajar dalam Kitabnya mengatakan adanya tambahan 500 tahun
sesuai hadis marfu yaitu:
Dari Sa’ad bin Abu Waqqash, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi
wasallam telah bersabda: “Sesungguhnya saya berharap agar umatku
tidak akan lemah di depan Tuhan mereka dengan mengundurkan
(mengulurkan) umur mereka selama setengah hari”. Kemudian Sa’ad
ditanyai orang: Berapakah lamanya setengah hari itu? Ia (Sa’ad) menjawab:
“Lima ratus tahun”.
[hadis shahih riwayat Ahmad, Abu Dawud, Al Hakim, Abu Nu’aim dan
disahihkan oleh Al Albani]
Jadi total umur Islam menurut Ibnu Hajar adalah 900 + 500 tahun = 1400 tahun
lebih, belum termasuk tambahan (karena tidak mungkin umur itu bernilai genap)
Sekarang kita berada di tahun 1427 Hijriah (2006 Masehi), berarti sudah
melewati lebih dari 1400 tahun itu. Sedangkan tambahan yang dimaksud itu
mungkin adalah umur Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, karena
Islam adalah agama yang dibawa oleh beliau. Juga ditambah dengan 13 tahun
karena awal penulisan tahun Hijriah dimulai pada saat Rasulullah shallallahu
‘alaihi wa sallam hijrah ke Madinah. Dan 13 tahun adalah ketika beliau di
Makkah.
Sehingga umur Islam adalah:
1400 + 63 (umur Nabi) + 13 (tahun sebelum hijrah) = 1476 tahun
Jika dikurangi dengan masa kita hidup ini yaitu 2006 Masehi atau 1427 Hijirah,
berarti 1476 – 1427 = 49 tahun.
“49 tahun adalah sisa umur umat Islam dari hari ini.”
Apakah pada tahun 2055 Masehi Islam sudah hilang dari muka bumi???
Hanya ALLAH yang mengetahuinya. Maka sebagai manusia yang berakal dan
beriman, sudah sepantasnya kita bersiap dan berbenah diri dengan
mempersiapkan dan memperbaiki segala amal ibadah.
2
IMAM AS SUYUTHI
Pengarang Kitab Asbabun Nuzul
(Tafsir Al Quran al Karim)
Menurut Imam Suyuthi:
Umur umat Islam adalah jumlah umur dunia dikurangi
dengan umur-umur Nabi/Rasul sejak Nabi Adam alaihi
salam hingga diutusnya Nabi Muhammad SAW
Perhitungan umur umat Islam menurut beliau terdiri dari 3 materi yaitu:
(1) Perhitungan umur dunia
(2) Perhitungan umur umat-umat yang terdahulu sejak Nabi Adam hingga
diutusnya Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam
(3) Perhitungan jarak waktu sejak ditutupnya pintu taubat (yaitu sejak matahari
terbit di barat) hingga ketika Tiupan Pertama sangkakala kiamat.
Dimana kemudian akan didapat rumus bahwa:
Umur umat Islam = [1. Umur dunia] – [2. Umur umat terdahulu] – [3. Jarak
waktu]
(1) PERHITUNGAN UMUR DUNIA
Dari Abu Hurairah ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam
bersabda: “Hari yang terbit matahari padanya yang paling baik adalah hari
jumat, pada hari itu Adam diciptakan, pada hari itu ia dimasukkan ke dalam
surga, pada hari itu pula ia dikeluarkan darinya, dan tidak akan terjadi hari
kiamat kecuali pada hari jumat.
[HR. Muslim, Tirmizi & Ahmad]
Dari hadis diatas diketahui bahwa perhitungan umur dunia dihitung sejak
dikeluarkannya Nabi Adam alaihis salam ke bumi hingga saat kiamat adalah
dari hari Jumat ke hari Jumat, yaitu berlalu selama 1 minggu akhirat (7 hari
akhirat).
Sedangkan dalam Al Quran surah 32 As Sajdah ayat 5 yang berbunyi:
“DIA mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian (urusan) itu naik
kepada-NYA dalam satu hari yang kadarnya adalah seribu tahun menurut
perhitunganmu”.
Maka dapat diketahui bahwa 1 (satu) hari disisi ALLAH itu adalah 1000 tahun
dunia. Jadi umur dunia adalah 7000 tahun.
(2) PERHITUNGAN UMUR UMAT YANG TERDAHULU
Dari Ibnu Abbas, dari (cerita) Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam
(kepadanya), kemudian ia berkata: “Umur Adam adalah 1000 tahun”.
Kemudian ia berkata: Antara Adam dengan Nuh adalah 1000 tahun, dan antara
Nuh dengan Ibrahim adalah 1000 tahun, dan antara Ibrahim dengan Musa
adalah 700 tahun, dan antara Musa dengan Isa adalah 1500 tahun, sedangkan
antara Isa dengan Nabi kita adalah 600 tahun.
[HR. Hakim]
Jadi dapat dihitung bahwa masa (umur umat terdahulu) adalah 1000 + 1000 +
700 + 1500 + 600 = 4800 tahun.
Nabi Adam adalah manusia pertama, sehingga umur dunia tidak dihitung dari
tahun sebelum Adam, melainkan dihitung sejak beliau diturunkan ke bumi.
1 minggu akhirat = 7000 tahun
Adam
1000
Nuh
1000
Ibrahim
700
Musa
1500
Isa
600
Muhammad
???
Kiamat
(3) PERHITUNGAN WAKTU ANTARA TERBITNYA MATAHARI DARI ARAH
BARAT HINGGA DITIUPNYA SANGKAKALA KIAMAT
Hadis-hadis yang menerangkan tentang perhitungan waktu ini adalah:
 Dari Abdullah bin Umar, ia berkata: “Manusia akan menetap setelah terbitnya
matahari dari tempatnya terbenam selama 120 tahun.”
[hadis shahih mauquf riwayat Ahmad, Thabrani, Ibnu Abu Syibah dan Abdul
Razzaq, Al Haitsami mengatakan para perawinya wara dan terpercaya]
 Dari Abu Hurairah, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam
bersabda: Jarak waktu antara dua tiupan itu adalah empat puluh. Mereka
bertanya: Wahai Abu Hurairah, apakah 40 hari? Ia menjawab: Aku tidak dapat
menyebutkan. Mereka bertanya lagi: 40 bulan? Ia menjawab (kembali): Aku
tidak dapat menyebutkan. Mereka bertanya lagi: 40 tahun? Ia (kembali)
menjawab : Aku tidak dapat menyebutkan. Kemudian ALLAH menurunkan
hujan, sehingga mayat-mayat tumbuh (bangkit) seperti tumbuhnya tanaman
sayuran. Tidak ada satu bagian tubuh manusia kecuali semua telah hancur
selain satu tulang, yaitu tulang ekornya dan dari tulang itulah jasad manusia
akan disusun kembali pada hari kiamat.
[HR. Bukhari, Muslim, Nasai, Abu Dawud, Ibnu Majah, Ahmad & Malik]
 Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: ALLAH mengumpulkan
orang-orang yang awal dan orang-orang yang yang terakhir pada suatu
hari yang dimaklumkan yaitu selama 40 (empat puluh) tahun dalam
keadaan menengadah dan membelalakkan kedua mata mereka ke langit
untuk menunggu keputusan pengadilan dan ALLAH akan turun dalam
lindungan awan-awan.
[Hadis hasan riwayat Adz Dzahabi dan dihasankan pula oleh Al Albani]
 Dalam suatu hadis shahih (dari Saad bin Abi Waqash) dikatakan bahwa
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah bersabda: Hari dimana
manusia akan berdiri menghadap Tuhan semesta alam adalah selama
setengah hari (Beliau menerangkan Al Quran surah ke-83 Al Muthaffifin).
Sudah kita ketahui bahwa setengah hari akhirat adalah 500 tahun. Hal ini
bersesuaian dengan hadis Bukhari dan Muslim yang mengatakan bahwa
“Kaum fakir miskin akan memasuki sorga sebelum orang-orang kaya
selama setengah hari yaitu selama 500 tahun.
Perhitungan waktu menjelang kiamat adalah sebagai berikut:
1. Dihitung sejak terbit matahari dari arah Barat adalah karena setelah perkara
itu terjadi maka tidak ada lagi dosa yang diampuni, segala pintu tobat
ditutup, dan tidak diterima lagi syahadat. Artinya tidak ada lagi Islam.
2. Dan diakhiri hingga manusia berdiri di padang Mahsyar menghadap ALLAH
adalah karena saat itu manusia baru dibangkitkan dari kubur dan belum
dihisab.
Dari hadis-hadis di depan, maka kita ketahui jarak waktu:
•
Matahari dari arah barat ~ tiupan pertama = 120 tahun
•
Tiupan pertama ~ tiupan kedua = 40 tahun
•
Tiupan kedua ~ kebangkitan seluruh manusia = 40 tahun
•
Kebangkitan ~ perhisaban (penentuan sorga dan neraka) = 500 tahun
Sehingga, dapat disimpulkan bahwa jarak waktu dari terbitnya matahari dari
arah Barat hingga berdiri di padang Mahsyar adalah 120 + 40 + 40 + 500 =
700 tahun
Kesimpulan perhitungan Imam Suyuthi:
Umur dunia = umur umat terdahulu + umur umat Islam + masa hari
akhir
Telah kita ketahui bahwa:
•
Perhitungan umur dunia adalah 7000 tahun
•
Perhitungan umur umat-umat terdahulu adalah 4800 tahun
•
Perhitungan masa sejak ditolaknya syahadat hingga kiamat adalah 700 tahun
Sehingga dapat dihitung,
Umur umat Islam = 7000 – 4800 – 700 = 1500 tahun
Kemudian dikurangi dengan masa kenabian dan kerasulan Nabi Muhammad
shallallahu ‘alaihi wa sallam, sehingga didapat bahwa sisa umur umat Islam
adalah: 1500 – 23 =
1477 tahun
Darimana angka 23?
Sebagaimana kita ketahui bahwa sejak diutusnya Nabi Muhammad shallallahu
‘alaihi wasallam hingga beliau wafat adalah 23 tahun, dimana 13 tahun beliau
SAW berada di Makkah, kemudian diperintahkan ALLAH untuk hijrah ke Madinah,
disini beliau berdakwah hingga beliau wafat selama 10 tahun. Dan penulisan
kalender Hijriah dihitung pada saat beliau Hijrah.
Imam Suyuthi menambahkan dalam kitabnya yang berjudul Al Kassaf ketika
menerangkan tentang keluarnya Imam Mahdi ‘alaihis salam berkata: “Hadishadis hanya menunjukkan bahwa masa-masa (umur) umat ini (Islam) lebih dari
1000 tahun dan tambahannya sama sekali tidak lebih dari 500 tahun.
Jika umur Islam = 1477 tahun, dan sekarang kita berada di tahun 2006 Masehi
atau 1427 Hijriah.
Maka sisa umur Islam adalah: 1477 – 1427 = 50 tahun.
“50 tahun adalah sisa umur umat Islam sejak masa ini.”
Jadi tahun 2056 masehi akan terjadi kegoncangan? Wallahu a‘lam.
3
IMAM IBNU RAJAB AL HANBALI
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah bersabda:
Sesungguhnya masa menetap kamu dibandingkan
dengan umat-umat yang telah berlalu adalah seperti
jarak waktu antara salat Ashar hingga terbenamnya
matahari.
Hadis diatas diriwayatkan dari Ibnu Umar oleh Imam Bukhari. Dan menurut
penafsiran Ibnu Rajab, “umat-umat yang telah berlalu” itu adalah umat Nabi
Musa (yahudi) dan umat Nabi Isa (nasrani) karena ada hadis sahih lain yang
berbunyi seperti itu yang intinya membandingkan Islam dengan Ahli Kitab.
Beliau telah meletakkan keseluruhan masa dunia adalah seperti satu hari penuh
dengan siang dan malamnya. Beliau menjadikan waktu yang telah berlalu dari
umat-umat terdahulu dari masa Nabi Adam hingga Nabi Musa seperti waktu
satu malam dari hari tersebut, dan waktu itu adalah 3000 tahun. Kemudian
beliau menjadikan masa umat-umat yahudi, nasrani dan Islam adalah seperti
waktu siang dari hari tersebut, maka berarti waktu itu juga 3000 tahun.
Kemudian beliau menafsirkan hadis Bukhari lainnya bahwa masa-masa
amaliah umat Bani Israil (umat Nabi Musa) hingga datangnya Nabi Isa seperti
setengah hari pertama, dan masa amaliah umat Isa adalah seperti waktu salat
Zuhur hingga salat Ashar, dan masa amaliah umat Islam adalah seperti
sesudah salat Ashar hingga terbenamnya matahari.
Umur umat yang terdahulu
umur umat Islam
Jadi perhitungan menurut Ibnu Rajab itu sebagai berikut:
• Masa umat-umat Adam hingga Musa = satu malam penuh = 3000 tahun
• Masa umat-umat (yahudi – nasrani – Islam) = satu siang penuh = 3000 tahun
• Umur Yahudi = setengah hari dari siang tersebut = ½ dari 3000 = 1500
tahun
• Umur Nasrani = mengikuti hadis Muslim dari Salman al Farisi yaitu = 600
tahun
Maka umur umat Islam adalah 1500 – 600 = 900 tahun. Kemudian 900 tahun
ini ditambahkan lagi 500 tahun (setengah hari akhirat) sebagaimana hadis dari
Saad bin Abu Waqash riwayat Abu Dawud, Ahmad (yang ada dihalaman
terdahulu).
Sehingga umur Islam menurut Ibnu Rajab adalah 900 + 500 =
1400 tahun, belum termasuk tambahan tahun. Namun beliau tidak
menyebut berapa tahun tambahannya.
Perhitungan ini sama dengan method yang digunakan oleh Ibnu Hajar.
KESIMPULAN TIGA PENDAPAT
1. Umur Umat Islam menurut Al Hafidz Ibnu Hajar Al-Asqalani
adalah 1476 tahun. Atau sisa 49 tahun lagi dari sekarang (2006).
2. Umur Umat Islam menurut Jalaluddin As-Suyuthi adalah 1477
tahun. Atau sisa 50 tahun lagi dari sekarang (2006).
3. Umur Umat Islam menurut Ibnu Rajab Al-Hanbali adalah lebih
dari 1400 tahun.
APA YANG TERJADI JIKA UMUR UMAT ISLAM SUDAH BERAKHIR???
Setelah umur umat Islam berakhir (ditandai dengan wafatnya Nabi Isa AlMasih), maka setelah itu kita orang Islam masih hidup. Ada yang mengatakan
selama 40 tahun lagi. Namun selama itu tidak ada lagi mualaf (orang yang
masuk Islam) dan syahadat yang diterima [artinya tidak ada lagi orang yang
diterima masuk Islam], tidak ada lagi tobat yang diterima, karena pada akhir
Umur Umat Islam itu matahari akan terbit dari arah Barat.
Kemudian manusia akan kembali kepada kekafiran dan kemunafikannya,
bahkan lebih merajalela lagi.
PERHITUNGAN TAHUN KELUARNYA
IMAM MAHDI ALAIHIS SALAM
SEKILAS TENTANG IMAM MAHDI
Kepercayaan terhadap kedatangan Imam Mahdi termasuk salah satu
syariat dalam ajaran Islam ahlussunnah wal jamaah. Nama beliau tidak
termaktub dengan terang dalam Bukhari dan Muslim melainkan hanya
istilah Khalifah akhir zaman. Namun nama Imam Mahdi banyak disebut
dalam kitab lain seperti As-Sunnan dan Al-Musnad oleh ahli-ahli hadis:
Tirmizi, Nasa’i, Abu Dawud, Ibnu Majah, Ahmad dan lainnya. Bahkan derajat
hadis yang menyatakan tentang Imam Mahdi mencapai tingkat mutawwatir
dan shahih.
Adapun Imam Mahdi adalah pemimpin pertama sebelum manusia yang
sebenarnya paling kita tunggu yaitu Nabi Isa ‘alaihissalam. Tentang
kedatangan kembali Nabi Isa ini dengan terang disebut dalam banyak
hadis Bukhari dan Muslim. Sehingga mahsyur lah keyakinan akan
datangnya Imam Mahdi dan Nabi Isa.
Tentang kehadiran Imam Mahdi dan Nabi Isa, masih masyarakat banyak
yang tidak mempercayainya. Mereka menganggapnya dusta, tahayul dan
khurafat. Kepada masyarakat yang beranggapan begitu maka pantaslah
kita sebut sebagai manusia bodoh, karena menolak hadis-hadis Rasulullah.
SEKILAS TENTANG IMAM MAHDI
Apa pentingnya Imam Mahdi dan Nabi Isa pada zaman kita?
Mereka berdua sangat penting dalam Islam, mereka akan menentukan
hukum Islam yang sebenar-benarnya sesuai syariat ALLAH yang dibawa
Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sehingga tidak ada lagi
perselisihan dalam agama. Tidak ada lagi perbedaan Mazhab, semua akan
melebur menjadi satu yaitu ahlussunnah sejati.
Imam Mahdi dan Nabi Isa adalah para pemimpin yang akan memutuskan
siapakah di antara kita yang paling benar, apakah Salafyin, apakah
Ikhwanul Muslimin & Hizbut Tahrir, apakah Syafi’i, Hanbali, Maliki atau
Hanafi, ataukah aliran Thariqat dan lainnya. Kemudian Imam Mahdi dan
Nabi Isa akan menuntun kita kepada kebenaran Islam yang mana tidak
akan ada lagi perselisihan.
Dan di tangan Imam Mahdi dan Nabi Isa lah kemenangan Islam secara
global ke seluruh dunia, menghancurkan sistem liberal dominasi Amerika
Serikat dan Israel beserta sekutunya.
Demi ALLAH, Islam pastilah tidak akan dipecundangi oleh orang-orang
kafir. Setelah gelap pasti terbitlah terang.
1. METODE PENGGABUNGAN
Metode penggabungan ini dipegangi oleh beberapa ulama dengan memilih dasar
perhitungan dari Ibnu Hajar dan Imam Suyuthi yang hanya terpaut 1 tahun,
sehingga mereka berasumsi bahwa umur Islam berada antara 1400 hingga 1500
tahun (atau 1476 ~ 1477), termasuk didalamnya adalah masa Khalifah Imam
Mahdi dan masa Khalifah Nabi Isa.
Menurut hadis Abu Dawud, khalifah Imam Mahdi akan memimpin dunia selama
7 tahun. Sedangkan menurut hadis Thabrani, Al Bazaar dan Abu Nua’im, Imam
Mahdi akan bersama umat muslim selama 7, 8 atau 9 tahun. Kita ambil yang
paling memiliki kesamaan yaitu 7 tahun.
Dan masa Khalifah Nabi Isa adalah 40 tahun menurut hadis Abu Dawud.
Sehingga kemungkinan tahun keluarnya Imam Mahdi adalah:
1477 – 7 – 40 = 1430 Hijriah
Sekarang kita berada pada bulan Maret 2006 (Safar 1427 Hijriah), berarti 3
(tiga) tahun lagi insya ALLAH Imam Mahdi akan hadir untuk memenangkan
Islam atas dunia yaitu tahun 2009 Masehi.
2. METODE HAJI AKBAR
Banyak pendapat tentang datangnya Imam Mahdi adalah pada saat pelaksanaan
Haji Akbar. Antara lain dari Syaikh Al Barjanzi dan pemimpin thariqat
Naqshbandyiah yaitu Mawlana Syaikh Nazim Adil al-Haqqani (beliau masih
hidup). Dan beberapa ulama lain yang tidak terkenal.
Haji Akbar adalah musim haji dimana rukun wajib haji yaitu Wuquf di Arafah
bertepatan dengan hari Jumaat. Sebagaimana kita ketahui, sangat banyak
keutamaan dari hari Jumat. Ia adalah hari dimana bumi diciptakan, Nabi Adam
diciptakan, hari raya umat Muslim dan hari berdirinya kiamat, dan hari
berbangkit.
Perhitungan Haji Akbar dimana wuquf tepat berada pada hari Jumat 9 Dzulhijah
adalah:
Hari Jumat, tanggal 27 November 2009 Masehi.
Yaitu bertepatan dengan hari Jumat, tanggal 9 Dzulhijah 1430 Hijriah.
3. Metode Masa Emas (Kejayaan) Bani Israil
Pendapat ini adalah milik kaum Yahudi, Nasrani. Kita hanya mengambilnya
sebagai iktibar dan perbandingan saja.
Mereka berpendapat bahwa masa datangnya Anti-Christ (manusia yang akan
membinasakan orang-orang Kristen) adalah 1 hari setelah masa kemenangan
Kaum Jehova (Yahudi). 1 hari itu sendiri adalah 40 tahun menurut Kitab mereka.
Apabila kemenangan Yahudi itu dianggap terhitung mulai mereka menyerang
ibukota Palestina dan mengusir mereka, kemudian berkuasa atas tanah suci
Yerussalem 3 agama langit (Yahudi-Nasrani-Islam) adalah pada tahun 1967.
Maka saat-saat kedatangan Anti-Christ itu adalah:
1967 + 40 = 2007 Masehi
Jadi 2 tahun lagi yaitu pada 2007 diperkirakan dunia akan memasuki episode
baru peperangan tiga agama langit.
Prediksi ini satu tahun lebih cepat, jika rencana mereka untuk menghancurkan
Masjid Al Aqsa dan membangun Solomon Temple diatasnya terlaksana pada
tahun 2008 Masehi.
Wallahu A’lam
Hanya ALLAH yang Maha Mengetahui.
Ya ALLAH, ampunilah segala kekurangan dan dosa kami.
File CR yang berhubungan:

Tanda-tanda kecil menuju gerbang kiamat

Imam Mahdi – Al Masih Dajjal – Isa Al Masih

Tanda-tanda besar menjelang terompet kiamat

Hidup sesudah mati (Imam Qurtubhi)
Download