Pertemuan 13 ANALISA BIAYA Dan MANFAAT

advertisement

Dokumen yang dihasilkan dari tahapan-tahapan sebelumnya kita kumpulkan
menjadi suatu proposal pendahuluan proyek. Untuk memastikan usulan
tersebut bisa diteruskan menjadi proyek yang menguntungkan maka proposal
proyek harus dievaluasi kelayakannya dari berbagai segi kelayakan,
diantaranya :
 Kelayakan Teknis dan Operasional
Analisis kelayakan teknis dan operasional bertujuan untuk mengetahui apakah
infrastruktur yang sudah ada mampu menjalankan sistem yang akan
diimplementasikan.

Ketersediaan teknologi yang dibutuhkan.

Integrasi dengan teknologi yang sudah ada.

Konversi sistem lama ke sistem dengan teknologi baru.

Penguasaan teknologi.

Aspek teknis.

Kelayakan Ekonomi
Analasis kelayakan ekonomi ditinjau dari dengan cara analisis biaya dan manfaat
pengadaan perangkat lunak dan perangkat keras.
ANALISIS BIAYA & MANFAAT

Tehnik yang digunakan untuk menilai layak atau tidaknya suatu sisfo. yang
dikembangkan adalah dengan menggunakan tehnik analisis biaya/keuntungan
(cost/benefit analysis) atau disebut juga dengan analisis biaya/efektivitas
(cost/effectiveness analysis).
 Komponen Analisa Biaya dan Manfaat
1.
Komponen Biaya
2.
Komponen Manfaat

1.
2.
3.
4.
Klasifikasi Biaya Untuk PSI :
Biaya pengadaan (procurement cost), yaitu biaya yang termasuk sehubungan
untuk memperoleh perangkat keras dan biasanya digunakan pada tahun pertama.
Contoh : Biaya pembelian atau sewa perangkat keras, biaya instalasi perangkat
keras, dll
Biaya persiapan operasi ( start-up cost), yaitu yang berhubungan dengan
semua biaya untuk membuat sistem siap dioperasikan. Contoh : biaya pembelian
perangkat lunak, biaya persiapan personil, biaya instalasi komunikasi,dll.
Biaya proyek (project-related cost), yaitu biaya yang berhubungan dengan
biaya-biaya untuk mengembangkan sistem termasuk penerapannya. Biaya-biaya
proyek tersebut adalah biaya dalam tahap analisis sistem , biaya dalam tahap
disain sistem dan biaya penerapan sistem.
Biaya operasi (ongoing cost) dan biaya perawatan (maintenance cost).
Biaya operasi yaitu biaya yang dikeluarkan untuk mengoperasikan sistem supaya
dapat beroperasi. Biaya perawatan yaitu biaya yang dikeluarkan untuk merawat
sistem dalam masa operasinya. Contoh : biaya overhead , biaya personil, biaya
perawatan peralatan dan fasilitas, dll.




Komponen Manfaat
1. Manfaat mengurangi biaya
2. Manfaat mengurangi kesalahan-kesalahan
3. Manfaat meningkatkan kecepatan aktivitas
4. Manfaat meningkatkan perencanaan dan pengendalian manajemen.
Manfaat dari suatu sisfo. dapat juga diklasifikasikan dalam bentuk keuntungan
berwujud (tangible benefits) dan keuntungan tidak berwujud (intangble
benefits).
Keuntungan berwujud merupakan keuntungan-keuntungan yang berupa
penghematan-penghematan atau peningkatan-peningkatan didalam
perusahaan yang dapat diukur secara kuantitas dalam bentuk satuan uang,
misalkan pengurangan biaya operasi, peningkatan penjualan, dll.
Keuntungan tidak berwujud merupakan keuntungan-keuntungan yang sulit
atau tidak mungkin diukur dalam bentuk satuan uang, misalkan peningkatan
pelayanan lebih baik kepada pelanggan, peningkatan kepuasan kerja
personil,dll.
METODE ANALISIS BIAYA & MANFAAT
Di dalam menganalisa suatu investasi terdapat dua aliran kas, yaitu aliran kas keluar (cash outflow)
dan aliran kas masuk (cas inflow). Untuk aliran kas masuk sering dihubungkan dengan proceed, yaitu
keuntungan bersih sesudah pajak ditambah dengan depresiasi.
 Metode periode pengembalian (payback period)
Yaitu metode dengan menggunakan penilaian suatu proyek investasi dengan dasar lamanya
investasi tersebut dapat ditutup dengan aliran-aliran kas masuk.
Keterangan :
PP
: Periode Pengembalian
NP
: Nilai Proyek
P
: Proceed
Contoh: Suatu proyek SI bernilai Rp. 15.000.000,-. Proceed tiap tahunnya adalah sama yaitu
sebesar Rp. 4.000.000, maka payback period-nya adlh
Rp. 15.000.000,Rp. 4.000.000,-
= 3 ¾ tahun
-
-
Bila proceed tiap tahun tidak sama besarnya, maka harus dihitung satu persatu.
Misal: nilai proyek= Rp. 15.000.000, umur ekonomis proyek = 4 tahun, dan proceed tiap tahun sbb:
Proceed thn 1 = Rp. 5.000.000,Proceed thn 2 = Rp. 4.000.000,Proceed thn 3 = Rp. 4.500.000,Proceed thn 4 = Rp. 6.000.000,Maka payback periodnya sbb:
Nilai investasi
= Rp. 15.000.000,Proceed tahun 1
= Rp. 5.000.000,- _
Sisa investasi thn 2
= Rp. 10.000.000,Proceed tahun 2
= Rp. 4.000.000,- _
Sisa investasi thn 3
= Rp. 6.000.000,Proceed tahun 3
= Rp. 4.500.000,- _
Sisainvestasi tahun 4 = Rp. 1.500.000,Sisa investasi tahun ke-4 tertutup oleh proceed tahun ke-4 yaitu:
Rp. 1.500.000 / Rp.6.000.000 = 1/4 tahun (3 bulan)
Jadi total payback period untuk yang proceednya berbeda tiap tahun adalah 3 tahun 3 bulan
Maximum payback period = 4 tahun. (investasi diterima) Ssedangkan bila maximum payback period = 3
tahun, maka investasi ditolak!

Metode pengembalian investasi (return of investmen)
Digunakan untuk pengembalian investasi yang digunakan untuk mengukur prosentase
manfaat yang dihasilkan oleh proyek dibandingkan dengan biaya yang dikeluarkan. Rumus:
ROI =
TM – TB
x 100%
TB
Contoh:
Manfaat thn 1 = Rp. 68.000.000
Manfaat thn 2 = Rp. 88.000.000
Manfaat thn 3 = Rp. 113.000.000
Manfaat thn 4 = Rp. 125.500.000
+
Total Manfaat = Rp. 394.500.000
Keterangan :
TM
: Total Manfaat
TB
: Total Biaya
Biaya thn-0 = Rp. 173.000.000
Biaya thn-1 = Rp. 12.200.000
Biaya thn-2 = Rp. 13.500.000
Biaya thn-3 = Rp. 15.800.000
Biaya thn-4 = Rp. 17.050.000
Total Biaya = Rp. 231.550.000
+
ROI = Rp. 394.500.000 – Rp. 231.550.000 X 100% = 70,373%
Rp. 231.550.000
Jadi proyek ini dapat diterima karena memberikan keuntungan sebesar 70,373% dari biaya
investasinya.

Metode Nilai Sekarang Bersih
Metode ini merupakan metode yang memperhatikan nilai waktu dari uang (time value of
money/time preference of money), dimana suku bunganya sudah ditentukan.
Rumus :
Jika NPV>0, maka investasi menguntungkan dan dapat diterima.
Contoh :
nilai proyek= Rp. 15.000.000, umur ekonomis proyek = 4 tahun, suku bunga 18% dan proceed tiap tahun sbb:
Proceed thn 1 = Rp. 5.000.000,Proceed thn 2 = Rp. 4.000.000,Proceed thn 3 = Rp. 4.500.000,-
Proceed thn 4 = Rp. 6.000.000,-
5000000
(1+0.18)1
4000000
+
(1+0.18)2
5000000
4000000
NPV =-15000000+
+
4500000
+
(1+0.18)3
6000000
(1+0.18)4
4500000 6000000
= -15000000+
+
+
+
(1.18)
(1.3924)
(1.643)
(1.9388)
= - 15000000 + 4237288.13560 + 2872737.71905 + 2738892.27024 + 3094697.75119
= - 15000000 + 12943615.87608 = - 2056384
Proyek ditolak karena <0

Metode Tingkat Pengembalian Internal
Metode yang juga memperhatikan nilai waktu dari uang, dimana yang dihitung adalah tingkat
bunga yang akan menjadikan jumlah nilai sekarang dari tiap proceed yang didiskontokan
dengan tingkat bunga tersebut sama besarnya dengan nilai sekarang dari initial cashflow
(nilai proyek).
NPV1
IRR = i1 +
X ( i2 – i1 )
NPV1 – NPV2
Keterangan :
i1
= Tk. Bunga  NPV1 Positif
i2
= Tk. Bunga  NPV2 Negatif
NPV1
= Nilai NPV Positif
 Tk. Bunga ke-i1
NPV2
= Nilai NPV Negatif  Tk. Bunga ke-12

Suatu perusahaan sedang mempertimbangkan usulan proyek investasi sebesar Rp.
112.500.000, dengan tingkat pengembalian yang disyaratkan 15 %, perkiraan arus kas
pertahun
Tahun
1
2
Arus Kas
Rp. 45.000.000
Rp. 37.500.000
3
4
5
Rp. 30.000.000
Rp. 22.500.000
Rp. 15.000.000
Kita coba dengan tingkat suku bunga 13 % dan
12 %, bagaimana nilai PV terhadap investasi awal
Tahun
Arus kas
Tingkat bunga
(1)
(2)
1
45,000
0.8850
39,825
0.8929
40,181
2
37,500
0.7831
29,366
0.7972
29,895
3
30,000
0.6931
20,793
0.7118
21,354
4
22,500
0.6133
13,799
0.6355
14,299
5
15,000
0.5428
8,142
0.5674
8,511
13 %
(3)
Nilai sekarang (PV)
(4) = (2) x (3)
Tingkat bunga
12 %
(5)
Nilai sekarang (PV)
(6) = (2) x (5)
Total nilai sekarang (PV)
111,925
114,240
Investasi awal
112,500
112,500
-575
1,740
Nilai sekarang bersih (NPV)
Hasil PV :
- 13 % = - 575
- 12 % = 1.740
Buat perhitungan interpolasi
Selisih bunga
Selisih PV
Selisih PV dengan Investasi Awal
12%
114,240
1,740
13%
111,925
-575
1%
2,315
2,315
IRR = 12 + (Rp. 1.740.000 / Rp. 2.315.000) x 1 %
IRR = 12 % + 0,75 %
IRR = 12,75 %
Nilai IRR lebih kecil dari 15 %, maka usulan proyek investasi ini di tolak



Proposal sistem adalah suatu penyulingan dari apa yang telah penganalisis sistem
mempelajarinya tentang perusahaan serta mengenai apa yang diperlukan untuk meningkatkan
kinerjanya
Untuk mengarah syarat-syarat informasi secara memadai, penganalisis sistem harus
menggunakan metoda-metoda yang sistematis untuk mendapatkan perangkat keras dan
perangkat lunak, mengidentifikasi dan memproyeksikan biaya dan keuntungan di masa
mendatang, serta menampilkan analisis biaya keuntungan.
Melalui penggunaan organisasi konten yang efektif, menuliskan dalam gaya profesional dan
mempresentasikan proposal secara lisan yang informatif, penganalisis sistem dapat membuat
proposal sistem yang sukses.

Dalam menyiapkan proposal sistem, penganalisis sistem harus mengatur itemitem berikut secara urut :
1.
Tulisan sampul
2.
Halaman Judul Proyek
3.
Daftar Isi
4. Rangkuman Eksekutif (termasuk rekomendasi)
5. Garis besar studi sistem dengan dokumentasi yang sesuai
6. Hasil – hasil mendetail mengenai studi sistem tersebut
7. Alternatif –alternatif sistem (tiga atau empat solusi yang memungkinkan)
8. Rekomendasi penganalisis sistem
9. Ringkasan proposal
10. Lampiran-lampiran (aneka macam dokumentasi, ringkasan fase-fase,
koresponden, dan sebagainya)
Latihan:
1. Suatu Proyek Sistem Informasi memiliki Nilai Proyek sebesar Rp. 150,000,000.00.-, dengan
umur ekonomis proyek selama 4 th, dimana proceed tetap yaitu Rp. 50,000,000.00 setiap
tahun. Tentukan nilai Periode Pengembaliannya!
2.
Suatu Proyek Sistem Informasi memiliki Nilai Proyek sebesar Rp. 180,000,000.00.-, dengan
umur ekonomis proyek selama 4 th, serta tingkat bunga sebesar 21% dimana proceed setiap
tahunnya adalah sbb :
P th-1
32,000,000.00
P th-2
45,000,000.00
P th-3
77,000,000.00
P th-4
100,000,000.00
Sedangkan manfaat setiap tahunnya adalah sbb :
M th-1
65,000,000.00
M th-2
85,000,000.00
M th-3
130,000,000.00
M th-4
150,000,000.00
Sedangkan biaya setiap tahunnya adalah sbb :
B th-0 80,000,000.00
B th-1 33,000,000.00
B th-2 40,000,000.00
B th-3 53,000,000.00
B th-4 50,000,000.00
Tentukan :
1.
Payback Period (Periode Pengembaliannya)!
2.
Return of Investment (Pengembalian Investasi)!
3.
Net Present Value (Nilai Sekarang Bersih)!
4.
Internal Rate of Return (Tingkat Pengembalian Internal)!
Download