BAB I - Let`s Talk Culture!

advertisement
BAB I
Pendahuluan
1. Latar Belakang
Kebudayaan adalah hasil karya pemikiran manusia yang dilakukan dengan sadar
dalam kehidupan kelompok. Unsur-unsur potensi budaya yang ada pada manusia
antara lain pikiran (cipta), rasa, dan kehendak (karsa). Untuk menjadi manusia
sempurna, ketiga unsur kebudayaan tersebut tidak dapat dipisahkan. Dalam hubungan
ini Ki Hajar Dewantara menyatakan bahwa “Kebudayaan adalah buah budi manusia
dalam hidup bermasyarakat”.
Kebudayaan bersifat dinamis. Kebudayaan selalu berubah seiring perkembangan
zaman. Perubahan kebudayaan ini telah terjadi sejak zaman pra-sejarah yaitu
berubahnya pola hidup berburu dan meramu menjadi pola hidup bercocok tanam
tingkat lanjut dan perundagian.
Perubahan kebudayaan disebabkan oleh banyak faktor, salah satu faktor
pendukungnya adalah adanya kontak dengan kebudayaan lain. Pada era modernisasi,
perubahan kebudayaan berlangsung sangat cepat karena pengaruh kemajuan
teknologi. Budaya asing dapat masuk ke Indonesia sewaktu-waktu dan membuat
perubahan yang signifikan mulai dari pola pikir, perilaku, sampai pola hidup
masyarakat.
Budaya asing yang sangat besar pengaruhnya terhadap kebudayaan di Indonesia
adalah budaya barat. Budaya barat masuk ke berbagai sektor termasuk cara
berpakaian. Budaya pakaian orang Indonesia yang tertutup sebagai simbol
kepribadian orang timur mulai bergeser. Terutama di kalangan para remaja. Gaya
berpakaian remaja menjadi lebih terbuka dan norak. Bahkan, di kota-kota besar
seperti Jakarta, gaya hidup bebas yang merupakan gaya pop barat sudah menjadi
bagian dari kehidupan sehari-hari.
Seiring berubahnya waktu masuknya budaya pop sekarang ini tidak hanya di dominasi
oleh budaya barat. Asia pun sudah mulai menjadi pengekspor budaya pop. Selain
Jepang, Korea mulai bertindak sebagai pengekspor budaya pop melalui tayangan
hiburan dan menjadi saingan berat bagi Amerika dan negara-negara Eropa. Hal ini
sejalan dengan kemajuan industri hiburan Korea dan kestabilan ekonomi mereka.
Selama sepuluh tahun terakhir, demam budaya pop Korea melanda Indonesia.
Fenomena ini dilatarbelakangi Piala Dunia Korea-Jepang 2002 yang berakhir dengan
masuknya Korea sebagai kekuatan empat besar dunia. Kesuksesan Korea di Piala
Dunia 2002 semakin menaikkan prestise Korea di mata dunia.
Berbeda dengan budaya pop Jepang yang hanya menjangkau anak-anak dan remaja,
budaya pop Korea mampu menjangkau segala usia, mulai dari anak-anak sampai
orang dewasa. Menurut Kim Song Hwan, seorang pengelola sindikat siaran televisi
Korea Selatan, produk budaya Korea berhasil menjangkau penggemar di semua
kalangan terutama di Asia disebabkan teknik pemasaran Asian Values-Hollywood
Style. Artinya, mereka mengemas nilai-nilai Asia yang dipasarkan dengan gaya
modern. Istilah ini mengacu pada cerita-cerita yang dikemas dengan nuansa
kehidupan Asia, namun pemasarannya memakai cara internasional dengan
mengedepankan penjualan nama seorang bintang atau menjual style.
Globalisasi budaya pop Korea atau yang lebih dikenal dengan Korean Wave (Hallyu)
ini berhasil mempengaruhi kehidupan masyarakat dunia. Berbagai produk budaya
Korea mulai dari drama, film, lagu, fashion, hingga produk-produk industri tidak
hanya mewabah di kawasan Asia tetapi sudah merambah ke Amerika dan Eropa.
BAB II
Pembahasan
1. Definisi Budaya
Budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa Sanskerta yaitu buddhayah, yang
merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang
berkaitan dengan budi dan akal manusia.
Dalam bahasa Inggris, kebudayaan disebut culture, yang berasal dari kata Latin
Colere, yaitu mengolah atau mengerjakan. Bisa diartikan juga sebagai mengolah
tanah atau bertani. Kata culture juga kadang diterjemahkan sebagai “kultur” dalam
bahasa Indonesia.
Budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah
kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi. Budaya terbentuk dari
banyak unsur yang rumit, termasuk sistem agama dan politik, adat istiadat, bahasa,
perkakas, pakaian, bangunan, dan karya seni. Bahasa, sebagaimana juga budaya,
merupakan bagian tak terpisahkan dari diri manusia sehingga banyak orang cenderung
menganggapnya diwariskan secara genetis. Ketika seseorang berusaha berkomunikasi
dengan orang-orang yang berbeda budaya dan menyesuaikan perbedaanperbedaannya, membuktikan bahwa budaya itu dipelajari.
Budaya adalah suatu pola hidup menyeluruh. budaya bersifat kompleks, abstrak, dan
luas. Banyak aspek budaya turut menentukan perilaku komunikatif. Unsur-unsur
sosio-budaya ini tersebar dan meliputi banyak kegiatan sosial manusia.[2]
Beberapa alasan mengapa orang mengalami kesulitan ketika berkomunikasi dengan
orang dari budaya lain terlihat dalam definisi budaya: Budaya adalah suatu perangkat
rumit nilai-nilai yang dipolarisasikan oleh suatu citra yang mengandung pandangan
atas keistimewaannya sendiri.”Citra yang memaksa” itu mengambil bentuk-bentuk
berbeda dalam berbagai budaya seperti “individualisme kasar” di Amerika,
“keselarasan individu dengan alam” di Jepang dan “kepatuhan kolektif” di Cina.
Citra budaya yang bersifat memaksa tersebut membekali anggota-anggotanya dengan
pedoman mengenai perilaku yang layak dan menetapkan dunia makna dan nilai logis
yang dapat dipinjam anggota-anggotanya yang paling bersahaja untuk memperoleh
rasa bermartabat dan pertalian dengan hidup mereka.
Dengan demikian, budayalah yang menyediakan suatu kerangka yang koheren untuk
mengorganisasikan aktivitas seseorang dan memungkinkannya meramalkan perilaku
orang lain.
Dibawah ini definisi kebudayaan menurut para ahli :
Edward B. Taylor . Kebudayaan merupakan keseluruhan yang kompleks, yang
didalamnya terkandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adapt
istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain yang didapat oleh seseorang sebagai
anggota masyarakat.
M. Jacobs dan B.J. Stern. Kebudayaan mencakup keseluruhan yang meliputi
bentuk teknologi social, ideologi, religi, dan kesenian serta benda, yang kesemuanya
merupakan warisan social
Koentjaraningrat. Kebudayaan adalah keseluruhan sistem gagasan, tindakan,
dan hasil karya manusia dalam rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan milik
diri manusia dengan relajar.
Dr. K. Kupper. Kebudayaan merupakan sistem gagasan yang menjadi
pedoman dan pengarah bagi manusia dalam bersikap dan berperilaku, baik secara
individu maupun kelompok.
William H. Havilan. Kebudayaan adalah seperangkat peraturan dan norma
yang dimiliki bersama oleh para anggota masyarakat, yang jika dilaksanakan oleh
para anggotanya akan melahirkan perilaku yang dipandang layak dan dapat di tarima
ole semua masyarakat.
Ki Hajar Dewantara. Kebudayaan berarti buah budi manusia adalah hasil
perjuangan manusia terhadap dua pengaruh kuat, yakni zaman dan alam yang
merupakan bukti kejayaan hidup manusia untuk mengatasi berbagai rintangan dan
kesukaran didalam hidup dan penghidupannya guna mencapai keselamatan dan
kebahagiaan yang pada lahirnya bersifat tertib dan damai.
Robert H Lowie. Kebudayaan adalah segala sesuatu yang di peroleh individu
dari masyarakat, mencakup kepercayaan, adat istiadat, norma-norma artistic,
kebiasaan makan, keahlian yang di peroleh bukan dari kreatifitasnya sendiri
melainkan merupakan warisan masa lampau yang di dapat melalui pendidikan formal
atau informal
Dari berbagai definisi di atas, dapat diperoleh kesimpulan mengenai kebudayaan yaitu
sistem pengetahuan yang meliputi sistem ide gagasan yang terdapat di dalam pikiran
manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari kebudayaan itu bersifat abstrak.
Sedangkan perwujudan kebudayaan adalah benda-benda yang diciptakan oleh
manusia sebagai makhluk yang berbudaya, berupa perilaku dan benda-benda yang
bersifat nyata, misalnya pola-pola perilaku, bahasa, peralatan hidup, organisasi social,
religi seni dan lain-lain, yang kesemuanya ditujukan untuk membantu manusia dalam
melangsungkan kehidupan bermasyarakat.
2. Budaya Indonesia
Budaya Indonesia adalah seluruh kebudayaan nasional, kebudayaan lokal, maupun
kebudayaan asal asing yang telah ada di Indonesia sebelum Indonesia merdeka pada
tahun 1945.
Kebudayaan nasional adalah kebudayaan yang diakui sebagai identitas nasional.
Definisi kebudayaan nasional menurut TAP MPR No.II tahun 1998, yakni:
“ Kebudayaan nasional yang berlandaskan Pancasila adalah perwujudan cipta,
karya dan karsa bangsa Indonesia dan merupakan keseluruhan daya upaya
manusia Indonesia untuk mengembangkan harkat dan martabat sebagai bangsa,
serta diarahkan untuk memberikan wawasan dan makna pada pembangunan
nasional dalam segenap bidang kehidupan bangsa. Dengan demikian
Pembangunan Nasional merupakan pembangunan yang berbudaya.Departemen
Pendidikan dan Kebudayaan, Wujud, Arti dan Puncak-Puncak Kebudayaan
Lama dan Asli bai Masyarakat Pendukukungnya, Semarang: P&K, 199
”
Kebudayaan nasional dalam pandangan Ki Hajar Dewantara adalah “puncak-puncak
dari kebudayaan daerah”. Kutipan pernyataan ini merujuk pada paham kesatuan
makin dimantapkan, sehingga ketunggalikaan makin lebih dirasakan daripada
kebhinekaan. Wujudnya berupa negara kesatuan, ekonomi nasional, hukum nasional,
serta bahasa nasional.
Definisi yang diberikan oleh Koentjaraningrat dapat dilihat dari peryataannya: “yang
khas dan bermutu dari suku bangsa mana pun asalnya, asal bisa mengidentifikasikan
diri dan menimbulkan rasa bangga, itulah kebudayaan nasional”. Pernyataan ini
merujuk pada puncak-puncak kebudayaan daerah dan kebudayaan suku bangsa yang
bisa menimbulkan rasa bangga bagi orang Indonesia jika ditampilkan untuk mewakili
identitas bersama.Nunus Supriadi, “Kebudayaan Daerah dan Kebudayaan Nasional”
Wujud kebudayaan daerah di Indonesia
Contohnya seperti

Rumah Adat. Setiap dareah di Indonesia mempunyai rumah-rumah ada sesuai
dengan ciri khas nya masing. Di bawah in beberapa contoh rumah adat:
Gambar Rumah Gadang, Rumah Hanoi (Papua), Rumah Joglo

Tarian. Tarian Indonesia mencerminkan kekayaan dan keanekaragaman suku
bangsa dan budaya Indonesia. Terdapat lebih dari 700 suku bangsa di
Indonesia: dapat terlihat dari akar budaya bangsa Austronesia dan Melanesia,
dipengaruhi oleh berbagai budaya dari negeri tetangga di Asia bahkan
pengaruh barat yang diserap melalui kolonialisasi. Setiap suku bangsa di
Indonesia memiliki berbagai tarian khasnya sendiri; Di Indonesia terdapat
lebih dari 3000 tarian asli Indonesia. Tradisi kuno tarian dan drama
dilestarikan di berbagai sanggar dan sekolah seni tari yang dilindungi oleh
pihak keraton atau akademi seni yang dijalankan pemerintah.
Gambar Contoh Tarian daerah sebelah kiri tari Saman Dari Aceh dan sebelah Kanan
Tari Pendet dari Bali

Wayang adalah seni pertunjukkan asli Indonesia yang berkembang pesat di
Pulau Jawa dan Bali. Selain itu beberapa daerah seperti Sumatera dan
Semenanjung Malaya juga memiliki beberapa budaya wayang yang
terpengaruh oleh kebudayaan Jawa dan Hindu. Wayang ada beberapa macam
yaitu wayang kulit, wayang golek, dan wayang orang.
Gambar , Wayang Golek, Wayang Orang dan Wayang Kulit

Reog Ponorogo. Reog adalah salah satu kesenian budaya yang berasal dari
Jawa Timur bagian barat-laut dan Ponorogo dianggap sebagai kota asal Reog
yang sebenarnya. Gerbang kota Ponorogo dihiasi oleh sosok warok dan
gemblak, dua sosok yang ikut tampil pada saat reog dipertunjukkan. Reog
adalah salah satu budaya daerah di Indonesia yang masih sangat kental dengan
hal-hal yang berbau mistik dan ilmu kebatinan yang kuat.
Gambar Pertunjukan Reog Ponorogo

Alat Musik TradisionalAdalah yang merupakan alat musik khas Indonesia
memiliki banyak ragam dari perbagai daerah di Indonesia, namun banyak pula
dari alat musik tradisional Indonesia ‘dicuri’ oleh negara lain untuk
kepentingan penambahan budaya dan seni musiknya sendiri dengan
mematenkan hak cipta seni budaya dari Indonesia.
Gambar alat musik Angklung, Sasando dan Gamelan

Makanan Indonesia. Masakan Indonesia merupakan pencerminan beragam
budaya dan tradisi berasal dari kepulauan Nusantara yang terdiri dari sekitar
6.000 pulau dan memegang tempat penting dalam budaya nasional Indonesia
secara umum dan hampir seluruh masakan Indonesia kaya dengan bumbu
berasal dari rempah-rempah. Pada dasarnya tidak ada satu bentuk tunggal
“masakan Indonesia”, tetapi lebih kepada, keanekaragaman masakan regional
yang dipengaruhi secara lokal oleh Kebudayaan Indonesia serta pengaruh
asing.
Gambar Rendang, Nasi Gudeg dan Pempek
3. Budaya korea
Yang dimaksudkan budaya korea disini bukanlah budaya tradisional dari korea akan
tetapi lebih mengacu kepada Kpop atau Hallyu yang sedang hangat-hangat nya
menjadi bahan pembicaraan khususnya di kalangan remaja di Indonesia. pop Korea
merupakan budaya massa yang dapat diterima oleh semua kalangan dan berkembang
melampaui batas negara. Budaya pop Korea ini bukanlah budaya asli Korea yang
bersifat tradisional, melainkan budaya yang diciptakan sesuai dengan arah selera
pasar.
Dalam budaya Korea biasanya tidak luput dari adanya K-POP atau Hallyu. K-pop,
kepanjangannya Korean Pop (“Musik Pop Korea”), adalah jenis musik populer yang
berasal dari Korea Selatan. Banyak artis dan kelompok musik pop Korea sudah
menembus batas dalam negeri dan populer di mancanegara. Kegandrungan akan
musik K-Pop merupakan bagian yang tak terpisahkan daripada Demam Korea
(Korean Wave) di berbagai negara.
Hallyu atau Korean Wave (“Gelombang Korea”) adalah istilah yang diberikan untuk
tersebarnya budaya pop Korea secara global di berbagai negara di dunia.
Umumnya Hallyu memicu banyak orang-orang di negara tersebut untuk mempelajari
Bahasa Korea dan kebudayaan Korea. Kegemaran akan budaya pop Korea dimulai di
Republik Rakyat Cina dan Asia Tenggara mulai akhir 1990-an. Istilah Hanliu (韓流,
Bahasa Korea:한류;Hallyu) diadopsi oleh media Cina setelah album musik pop Korea,
HOT, dirilis di Cina. Serial drama TV Korea mulai diputar di Cina dan menyebar ke
negara-negara lain seperti Hongkong, Vietnam, Thailand, Indonesia, Filipina, Jepang,
Amerika Serikat, Amerika Latin dan Timur Tengah. Pada saat ini, Hallyu diikuti
dengan banyaknya perhatian akan produk Korea Selatan, seperti masakan, barang
elektronik, musik dan film. Fenomena ini turut mempromosikan Bahasa Korea dan
budaya.
Korea ke berbagai negara. Pemerintahan korea sendiri sangat mendukung dan
memiliki peran dalam mewabahnya hallyu. Dukungan tersebut diwujudkan dengan
menghindarkan diri dari gempuran industri entertaiment dari barat. Hal ini
menjadikan orang korea sendirilah yang harus menciptakan produk-produk media
massanya sendiri. Selain itu dukungan dari pemerintah juga diwujudkan melalui
berbagai event seni seperti festival-festival film dan music bertaraf. Internasional.
4. Sejarah Budaya Korea Pop
Musik pop Korea pra-moderen pertama kali muncul pada tahun 1930-an akibat
masuknya musik pop Jepang yang juga turut memengaruhi unsur-unsur awal musik
pop di Korea. Penjajahan Jepang atas Korea juga membuat genre musik Korea tidak
bisa berkembang dan hanya mengikuti perkembangan budaya pop Jepang pada saat
itu. Pada tahun 1950-an dan 1960-an, pengaruh musik pop barat mulai masuk dengan
banyaknya pertunjukkan musik yang diadakan oleh pangkalan militer Amerika
Serikat di Korea Selatan.
Musik Pop Korea awalnya terbagi menjadi genre yang berbeda-beda, pertama adalah
genre “oldies” yang dipengaruhi musik barat dan populer di era 60-an. Pada tahun
1970-an, musik rock diperkenalkan dengan pionirnya adalah Cho Yong-pil. Genre
lain yang cukup digemari adalah musik Trot yang dipengaruhi gaya musik enka dari
Jepang.
Debut penampilan kelompok Seo Taiji and Boys di tahun 1992 menandakan awal
mula musik pop moderen di Korea yang memberi warna baru dengan aliran musik
rap, rock, techno Amerika. Suksesnya grup Seo Taiji and Boys diikuti grup musik lain
seperti Panic, dan Deux. Tren musik ini turut melahirkan banyak grup musik dan
musisi berkualitas lain hingga sekarang. Musik pop dekade 90-an cenderung beraliran
dance dan hip hop. Pasar utamanya adalah remaja sehingga dekade ini muncul banyak
grup “teen idol” yang sangat digilai seperti CLON, H.O.T, Sechs Kies, S.E.S, dan
g.o.d. Kebanyakan dari kelompok musik ini sudah bubar dan anggotanya bersolokarier.
Pada tahun 2000-an pendatang-pendatang baru berbakat mulai bermunculan. Aliran
musik R&B serta Hip-Hop yang berkiblat ke Amerika mencetak artis-artis semacam
MC Mong, 1TYM, Rain, Big Bang yang cukup sukses di Korea dan luar negeri.
Beberapa artis underground seperti Drunken Tiger, Tasha (Yoon Mi-rae) juga
memopulerkan warna musik kulit hitam tersebut. Musik rock masih tetap digemari di
Korea ditambah dengan kembalinya Seo Taiji yang bersolo karier menjadi musisi
rock serta Yoon Do Hyun Band yang sering menyanyikan lagu-lagu tentang
nasionalisme dan kecintaan terhadap negara.
Musik techno memberi nuansa moderen yang tidak hanya disukai di Korea saja,
penyanyi Lee Jung-hyun dan Kim Hyun-joong bahkan mendapat pengakuan di Cina
dan Jepang. Musik balada masih tetap memiliki pendengar yang paling banyak di
Korea. Musik balada Korea umumnya dikenal dengan lirik sedih tentang percintaan,
seperti yang dibawakan oleh Baek Ji Young, SG Wannabe, dan sebagainya. Musik
balada umumnya digemari karena sering dijadikan soundtrack drama-drama televisi
terkenal seperti Winter Sonata, Sorry I Love You, Stairway to Heaven dan
sebagainya.
Berbagai artis Korea menangguk kesuksesan di dunia internasional seperti BoA yang
menembus Jepang dan digemari di banyak negara. Kemudian artis-artis lain seperti
Rain, Se7en, Shinhwa, Ryu Shi-won, dan sebagainya berlomba-lomba untuk
menaklukkan pasar musik di Jepang. Rain tercatat sebagai artis Asia pertama yang
mengadakan konser internasional bertajuk RAINY DAY 2005 Tour, di Madison
Square Garden.
5. Faktor-faktor masuknya budaya korea
Dibawah ini beberapa faktor mudahnya Kpop dan Hallyu berkembang pesat di
kalangan remaja di Indonesia :Musik Korea menawarkan aliran musik yang baru.
Selain itu setiap beberapa bulan, perusahaan yang menangani boy band


mengubah konsep bermusik dalam setiap album baru yang akan dikeluarkan.
Hal ini juga meminspirasi produser di dalam negeri untuk membuat aliran
musik yang hampir sama dengan Kpop sehingga dengan mewabahnya kpop,
musisi dalam negeri berlomba-lomba untuk membuat boyband atau girlband
yang berkiblat pada boyband korea. Misalnya seperti Smash, Dragon boys,
XOIX, 7Icons, Cherry belle, Princess dan masi banyak lagi.
Musik yang telah diusung boy/girl band Korea di awal pengenalannya, juga
bisa diubah tiba-tiba. Musik K-pop cenderung berani mengubah jenis musik
pada debut album berikutnya tanpa banyak melewati hal yang rumit. Salah
satu contohnya adalah boy band Super Junior yang meraih sukses besar saat
mengadakan konser di Jakarta. Dari kelima album yang dikeluarkan semuanya
mempunyai ciri khas tersendiri sehingga para fans Super Junior yang biasanya
disebut ELF (Everylasting Friends) tetap menyukai hasil karya mereka.
Gambar boy band asal korea Super Junior




Tidak seperti lirik lagu yang ditawarkan dari industri musik Barat yang banyak
menceritakan gaya hidup kebarat-baratan, lirik lagu dalam musik k-pop masih
cenderung sopan dan masih berisi mengenai janji dan kesetiaan, juga hal-hal
yang berbau persahabatan.
Dari segi make-up atau dandanan, tampilan wajah orang Asia yang umumnya
bermata sipit, bisa ditampilkan dengan imaje/mata besar menjadi hal baru
yang menyenangkan untuk dilihat
Di bidang fashion atau gaya berpakaian, gaya berpakaian penyanyi Korea
Selatan ini menawarkan gaya berpakaian yang unik. Tidak seperti gaya
Harajuku yang terkenal di Jepang, namun tidak bisa diterapkan di Indonesia.
Gaya Harajuku dari Jepang, cenderung terlalu ekstrim dan masih tidak wajar
untuk di gunakan di Indonesia. Sedangkan gaya berpakaian yang dibawa dari
negeri Ginseng, meskipun cenderung menggunakan pakaian berlapis, namun
jauh lebih feminim dan inovatif
Musik k-pop juga umumnya menampilkan tarian yang rapih dan inovatif yang
bisa diikuti. Sehingga tidak sedikit dari boy/girlband memiliki kekhasan tarian
masing-masing. Contohnya tarian dalam lagu milik Super Junior berjudul
‘Sori-Sori,’ lagu milik f(x) berjudul ‘Nu ABO,’ dan lagu ‘Run Devil Run’
milik SNSD.
Gambar Girls Generation dan F(x)



Tidak hanya mengandalkan tampang ganteng dan cantik, artis-artis k-pop
umumnya melewati waktu yang panjang, yang memang telah dipersiapkan
sejak muda untuk menerima kesuksesannya saat ini. Biasanya artis-artis ini
sebelum debut melakukan chasting terlebih dahulu .
Karena memang dipilih untuk dipersiapkan jadi bintang, tidak heran penyanyi
maupun bintang k-pop dibekali dengan berbagai macam keterampilan yang
bisa mendukung karir masa depannya. Tidak heran mereka menjadi arti
dengan banyak bakat.
Selebihnya, tampilan wajah yang cantik dan ganteng bak manekin juga tidak
terlepas dari kontribusi besar, yang menyebabkan k-pop sangat disukai.
Terlepas dari hasil operasi plastik yang banyak dilekatkan dengan orang
terkenal di Korea Selatan.
Sehingga tidak heran jika semua hal yang berhubungan dengan hallyu hari ini, sering
kali menjadi trending topic pembicaraan di berbagai media sosial. Tidak hanya di
tanah air tapi juga di seluruh dunia.
6. Dampak dari budaya Korea terhadap Budaya Indonesia
Dibawah ini beberapa dampak positif masuknya budaya Korea terhadap Budaya
Indonesia :
1. Menginspirasi dunia musik Indonesia menjadi lebih berwarna. Hal ini terbukti
dengan adanya korean wave di Indonesia dengan adanya boyband atau
girlband indonesia yang baru bermunculan setelah adanya wabah kpop.
2. Kecitaan terhadap musik semakin tinggi.
3. Style berpakaian yang modis , gaya rambut, aksesoris yang lebih bervarisasi
dan beraneka ragam.
4. Menambah devisa negara. Dengan banyaknya artis korea yang datang ke
Jakarta untuk menggelar Konser seperti Super Junior yang secara tidak
langsung mempromosikan indonesia sebagai tujuan menarik para wisatawan
asing yang berasal dari korea.
5. Memeperat hubungan kerjasama dimplomatik dengan negara korea tersebut.
6. Menembah referensi tempat-tempat pariwisata yang di indah di negara Korea
dengan menonton drama korea.
Selain dampak positif ada juga dampak negatif yang ditimbulkan oleh masuknya
budaya korea :
1. Acuh tak acuh terhadap budaya tradisional Indonesia
2. Lebih menyukai budaya korea ketimbang budaya asli Indonesia yang bersifat
monoton.
3. Terlalu fanatik terhadap boyband atau girlband sehingga melupakan
kewajiabannya misalnya seorang pelajar rela bolos sekolah demi melihat artis
korea yang datang berkunjung ke Indonesia.
4. Meniru gaya hidup dari artis-artis korea yang tidak sesuai dengan jati diri
bangsa Indonesia.
1. Cara mengatasi Dampak budaya Korea
Masuknya budaya asing ke suatu negara sebenarnya merupakan hal yang wajar,
asalkan budaya tersebut sesuai dengan kepribadian bangsa namun kita harus tetap
menjaga agar budaya kita tidak luntur.
Langkah-langkah untuk mengantisipasinya adalah antara lain dengan cara,
1. Menumbuhkan semangat nasionalisme yang tangguh, misalnya semangat
mencintai produk dalam negeri. Memakai pakaian, sepatu atau perlengkapan
made in Indonesia salah satu contoh untuk mengatasi budaya-budaya asing
yang ada di Indonesia.
2. Lebih selektif terhadap budaya asing/korea yang masuk ke Indonesia.
Menyeleksi dan menyaring nilai-nilai budaya asing sangat lah perlu dilakukan,
dalam hal ini budaya korea yang bersifat baik untuk perkembangan kemajuan
di indonesia bisa menjadi panutan seperti hal nya mepunyai etos kerja yang
tinggi, tehknologi dll .
Nilai-nilai budaya asing yang sesuai dengan budaya bangsa dapat diserap
sehingga akan memperkaya nilai budaya bangsa , sedangkan budaya yang
bersifat tidak baik langsung di tinggalkan seperti hal nya dalam cara
berpakaian yang tidak baik.
3. Menanamkan dan mengamalkan nilai- nilai Pancasila dengan sebaik- baiknya,
4. Melaksanakan ajaran Agama dengan sebaik- baiknya dan Selektif terhadap
pengaruh globalisasi di bidang politik, ideologi, ekonomi, sosial budaya
bangsa
5. Mengenali, memelihara dan mengembangkan kebudayaan nasional
Memelihara dan mengembangkan budaya nasional sebagai jati diri bangsa
dengan cara mengirimkan misi kebudayaan dan kesenian dari suatu daerah
keluar negeri. Selain itu, dapat dilakukan dengan menayangkan dan
menyiarkan kebudayaan dan kebudayaan nasional melalui berbagai media,
mengadakan seminar membahas kebudayaan daerah sebagai budaya nasional,
serta pelestarian dan pewarisan dan pewarisan daerah yang dapat mendorong
persatuan dan kesatuan bangsa.
6. Lebih mempromosikan kebudayaan kesenian Indonesia agar masyarakat
tertarik untuk ikut melestarikan kebudayaan indonesia tersebut. Jangan sampai
kebudayaan kita di akui oleh negara lain misalnya seperti atik yang mereka
akui itu adalah pakaian tradisional yang berasal dari negaranya, reog
ponorogo, yang seharusnya berasal dari Jawa Timur, dengan mudahnya
mereka mengakui kalau itu adalah kesnian yang berasal dari negaranya, begitu
juga dengan alat musik angklung, lagu rasa sayange, bahkan rendang sampai
mereka akui adalah makanan yang berasal dari Negara mereka.
Reaksi yang timbul dari masyarakat sangat keras. Mereka tidak terima budayanya
dirampas oleh Negara lain. Sampai – sampai kebencian merasuki masyarakat
Indonesia terhadap Negara Malaysia.
BAB III
Penutup
1. Simpulan
Budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah
kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi. Budaya terbentuk dari
banyak unsur yang rumit, termasuk sistem agama dan politik, adat istiadat, bahasa,
perkakas, pakaian, bangunan, dan karya seni. Bahasa, sebagaimana juga budaya,
merupakan bagian tak terpisahkan dari diri manusia sehingga banyak orang cenderung
menganggapnya diwariskan secara genetis. Ketika seseorang berusaha berkomunikasi
dengan orang-orang yang berbeda budaya dan menyesuaikan perbedaanperbedaannya, membuktikan bahwa budaya itu dipelajari.
Proses penyebaran budaya Korea di dunia dikenal dengan istilah Hallyu atau Korean
Wave. Hallyu atau Korean Wave (“Gelombang Korea”) adalah istilah yang diberikan
untuk tersebarnya budaya pop Korea secara global di berbagai negara di dunia. Pada
umumnya Hallyu mendorong masyarakat penerima untuk mempelajari bahasa Korea
dan kebudayaan Korea.
Dengan demikian budaya pop Korea merupakan budaya massa yang dapat diterima
oleh semua kalangan dan berkembang melampaui batas negara. Budaya pop Korea ini
bukanlah budaya asli Korea yang bersifat tradisional, melainkan budaya yang
diciptakan sesuai dengan arah selera pasar.
2. Saran
Budaya merupakan salah satu jati diri sebuah bangsa, akan tetapi budaya bersifat
dinamis yang dapat berubah sesuai dengan perkembangana jaman yang terjadi. Bila
suatu budaya asing masuk ke Indonesia seharusnya warga Indonesia bisa menyaring
atau menyeleksi dari budaya asing tersebut.
Dibawah ini beberapa saran mengurangi budaya asing / korea:
1. Pemerintah lebih memproritaskan penggenalan, pelestraian budaya Indonesia
terhadap kaum muda.karena kaum mudalah yang akan melanjutkan
kebudayaan itu sendiri.
2. Sekolah sebagai lembaga pendidikan hendaknya mampu menyediakan ruang
sebagai tempat aktualisasi kebudayaan asli Indonesia sehingga remaja sebagai
generasi penerus bangsa memiliki apresiasi yang tinggi terhadap kelestarian
budaya bangsa.
3. Menciptakan sanggar-sanggar kebudayaan agar menarik kaum muda untuk
mepelajari kebudayaan dan kesenian Indonesia.
4. Pemerintah hendaknya memberikan perhatian yang lebih bagi remaja yang
menonjol dalam bidang kebudayaan.
Daftar Pustaka
http://edukasi.kompasiana.com/2012/02/10/demam-latah-korea-dan-tantanganpendidikan-karakter/
Scribd. 2011. Korean Wave di Indonesia, Budaya Pop Internet, dan Fanatisme
Remaja. Online. Diposkan pada 2011 di http://www.scribd.com/doc.
Wikipedia Bahasa Indonesia. 2010. Korean Wave. Online. Diposkan pada 2010 di
http://id.wikipedia.org/wiki/budaya .
Wikipedia Bahasa Indonesia. 2010. Korean Wave. Online. Diposkan pada 2010 di
http://id.wikipedia.org/wiki/Korean_wave.
Download