Korean Wave, menguntungkan atau merugikan

advertisement
Korean Wave, menguntungkan atau
merugikan?
REP | 28 October 2013 | 19:50 Dibaca: 1319
Komentar: 0
0
Sumber: http://hiburan.kompasiana.com/musik/2013/10/28/korean-wave-menguntungkan-atau-merugikan-603140.html
Korean Wave, siapa yang tak kenal dengan istilah ini? Hampir di seluruh Negara Asia
mengalami fenomena Korean Wave atau yang lebih sering dikenal dengan Demam
Korea. Negara-negara di Asia seperti Jepang, China, Taiwan, Hongkong, Thailand,
Philiphina, Singapura, Malaysia, Indonesia dan lain-lain. Bahkan sekarang, Korean
Wave juga sudah menyebar ke belahan bumi bagian barat seperti Amerika, LA, Paris,
Eropa dan lain-lain.
Demam Korea ini meliputi film, musik, fashion, budaya, bahasa dan lain-lain. Yang
paling berpengaruh atau memiliki pengaruh besar yaitu musik.
Di Indonesia sendiri remajanya mengalami fenomena ini, padahal sebelumnya di
Indonesia juga pernah mengalami yang dinamakan Japanese Wave atau yang lebih
familiar yaitu J-Pop. Sama halnya dengap J-Pop, K-pop atau Korean Pop juga tidak
kalah terkenal. Remajanya sama-sama tergila-gila dengan musik Negara Asia Timur
tersebut. Terhitung dari tahun 2010 sampai tahun ini (2013) ada kurang-lebih 25
Boyband dan Girlband maupun penyanyi solo dari Negara Ginseng yang mengadakan
konser di Indonesia. Antusiasme remaja Indonesia juga sangat tinggi, ditandai dengan
jumlah tiket yang terjual, jumlahnya tidak main-main.
Korean Wave ini tentu membawa pengaruh pada pribadi peminatnya, terhadap musik,
maupun Negara itu sendiri. Banyak pengaruh negatif maupun positif yang di dapat
dari fenomena ini.
Tahun 2012 adalah puncak dari fenomena ini. Dimana di Indonesia sendiri muncul
beberapa Boyband dan Girlband a’la Boyband-Girlband Korea yang sempat
memunculkan pro dan kontra tersendiri di Indonesia. Musisi di Indonesia sempat
angkat bicara tentang masalah tersebut. Adanya Boyband-Girlband di Indonesia
dinilai mengalahkan Band yang menjadi ciri khas musik di Indonesia.
Boyband & Girlband Indonesia (credit : sidomi.com)
Boyband & Girlband Korea (credit : koreanindo.net)
Pengaruh lainnya yaitu terhadap peminat musiknya. Remaja Indonesia lebih memilih
mendengarkan lagu K-pop atau lebih memilih berdandan mirip dengan idolanya yang
terkesan lebih ‘terbuka’ serta mengikuti gaya hidup masyarakat Korea Selatan. Selain
itu, remajanya lebih senang berbicara bahasa Korea dibandingkan berbicara Bahasa
Indonesia yang baik dan benar. Hal tersebut menurunkan nilai kebangsaan dan
kebudayaan bagi bangsa Indonesia karena pengaruh asing itu.
Tidak hanya itu, remaja Indonesia menjadi lebih konsumtif dan juga terkesan boros.
Mereka membeli stuff, tiket konser, ataupun album original dari idolanya.
Bahkan saat ini, ada beberapa channel TV di Indonesia yang memiliki acara tersendiri
untuk K-popers (fans K-pop) ini. Hal itu juga membawa pengaruh negatif dalam dunia
perfilman di Indonesia karena masyarakatnya lebih senang menonton film Korea
daripada film-film buatan anak bangsa. Dan tahun 2013, Youtube meluncurkan
channel khusus K-Pop di beberapa Negara termasuk Indonesia.
Di samping pengaruh-pengaruh negatif tersebut, K-pop juga membawa pengaruh atau
dampak positif di Indonesia. Salah satunya munculnya Boyband atau Girlband.
Dengan adanya Boyband/Girlband dianggap membawa warna baru terhadap musik di
Indonesia, serta masyarakat Indonesia pun bisa mengeksplorasi bakatnya melalui
musik atau tarian tersebut.
Korean Wave (K-pop) juga membawa pengaruh terhadap hubungan Bilateral antara
Indonesia dan Korea Selatan.
Misalnya saja, Gubernur DKI Jakarta— Jokowi mendukung adanya konser K-Pop di
Indonesia. Seperti salah satunya acara “Music Bank in Jakarta” yang diadakan di
Gelora Bung Karno (GBK) bulan Maret lalu. Jokowi mendukung penuh acara tersebut
karena acara tersebut menjadi pembuka dari rangkaian kerja sama antara Indonesia
dan Korea Selatan. (detik.com — Maret 2013)
Selain itu, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menerima kunjungan kerja
sama Presiden Korea Selatan di Istana Merdeka. Kedua Negara ini sepakat untuk
meningkatkan kerja sama di bidang pariwisata, dan industri kreatif seperti K-pop.
SBY mengatakan “Di industri kreatif, Indonesia bekerja sama, Korea sangat maju di
bidang perfilman dan musik. K-Pop menjadi favorit. Kami senang kalau kita bekerja
sama karena pasar Indonesia juga tinggi untuk industri kreatif.” (Republika.co.id —
Oktober 2013)
Lebih dari itu, Indonesia juga diuntungkan dalam hal perdangangan. Dengan fans Kpop membeli merchandise atau stuff asli dari Korea, investasi Korea Selatan di
Indonesia akan meningkat begitupun sebaliknya. Dengan begitu, bukan hanya Korea
Selatan saja yang mengalami keuntungan dari Korean Wave ini, tetapi juga ada timbal
balik untuk Indonesia.
Dampak positif lainnya yaitu dalam segi pendidikan. Masyarakat Indonesia bisa
mengetahui serta mempelajari budaya Negara lain tanpa menghilangkan budaya
Indonesia. Remaja Indonesia juga bisa menguasai bahasa Korea yang akan menambah
ilmu dan wawasan serta dapat menguasai bahasa asing.
Dari pengaruh dan dampak di atas, dapat disimpulkan bahwa Korean Wave sangat
membawa pengaruh pada Negara Indonesia baik positif maupun negatif. Sikap yang
bisa kita lakukan yaitu pintar memilah-milih dampak positif dan pintar menyikapi
dampak negatif dari Korean Wave. Kita tidak bisa menilai negatif atau men-judge
fenomena ini, karena dengan fenomena ini pula Indonesia semakin berkembang di
berbagai bidang. Segalanya tergantung kepada pribadi masing-masing. ^^
Tarian adat Indonesia yang menjadi pembuka konser Music Bank in Jakarta (Kpop). (credit : ArdanRadio)
Kontributor:
Gista Maulina
Gista Maulina. 95 liner - Ordinary Girl. Accounting of POLBAN '13. Dream, Do,
Believe, and selengkapnya
Download