sujiwo - akugakbutuheksis

advertisement
BAB 4
DASAR-DASAR PERJUANGAN AGAMA
1.
2.
3.
4.
5.
MISI KENABIAN
JIHAD = PERANG?
KEDUDUKAN DAKWAH DAN PERANG
TAZKIYAH (PENSUCIAN JIWA)
HIJRAH AZAS MAJU DAN BERKEMBANGNYA
SEGALA SESUATU
6. HUBUNGAN DAKWAH DENGAN ILMU
7. MINHAJUR-RASUL
8. UNSUR-UNSUR KEKUATAN DALAM ISLAM
9. KARAKTERISTIK HAQ DAN BATHIL
10. KEMENANGAN UMAT ISLAM
7/18/2017
Bab 4: Perjuangan Agama (1) 4.1,
4.2
1
1. MISI KENABIAN
Penyakit umat terdahulu:
1. Kesombongan karena kedudukan (umat Nabi Nuh a.s)
2. Kesombongan karena kekuatan (kaum ‘Aad)
3. Kesombongan karena IPTEK (kaum Tsamud)
4. Penyakit homo sexual (kaum Nabi Luth a.s)
5. Kecurangan dalam perdagangan (kaum Nabi Syu’aib a.s)
6. Kesombongan karena kekuasaan (Fir’aun, Namrud)
7. Kesombongan karena harta (Qorun)
7/18/2017
Bab 4: Perjuangan Agama (1) 4.1,
4.2
2
Cara Allah memperbaiki nasib
suatu kaum
Agama
↓
Rasul
↓
Menegakkan agama pada ummat
↓
Dakwah
↓
Meng-Esa-kan Allah
↓
Petunjuk Rasul terdahulu
7/18/2017
Bab 4: Perjuangan Agama (1) 4.1,
4.2
3
Contoh kerja Nabi terdahulu
1. Nabi yang diutus untuk ahli keluarganya → Nabi Ismail a.s
(Q.S. Maryam, 19:54-55)
“ Dan ceritakanlah (hai Muhammad kepada mereka) kisah
Ismail (yang tersebut) di dalam Al Quran. Sesungguhnya ia
adalah seorang yang benar janjinya, dan dia adalah seorang
rasul dan nabi”
“Dan ia menyuruh ahlinya untuk bersembahyang dan
menunaikan zakat, dan ia adalah seorang yang diridhai di sisi
Tuhannya.”
2. Nabi yang diutus untuk ruang lingkup kaumnya → Nabi Nuh
a.s (Q.S. Nuh, 71:1-2)
3. Nabi yang diutus untuk skala kota → Nabi Syuaib a.s (Q.S Al –
A’raaf, 7:85)
4. Ada Nabi yang diutus dalam skala negara → Nabi Musa as.
7/18/2017
Bab 4: Perjuangan Agama (1) 4.1,
4.2
4
 Nabi Musa disuruh oleh Allah untuk berdakwah kepada
Fir’aun, kaumnya (Qibti) dan Bani Isroil, yang mana
mereka itu semua tinggal di Mesir (lihat Qs.Al A’raf 7/103
dan Al Ankabut, 29/39)
 Selain Nabi Musa, nabi Muhammad pun diperintah juga
oleh Allah untuk berdakwah pada penduduk negeri Hijaz
(terdiri dari kota Makkah dan sekitarnya).
7/18/2017
Bab 4: Perjuangan Agama (1) 4.1,
4.2
5
Dakwah Nabi Muhammad saw
(QS. Al An’am, 6:92):
“Dan ini (Al Qur’an) adalah kitab yang Kami turunkan
yang diberkahi, membenarkan kitab-kitab yang
(diturunkan) sebelumnya dan agar kamu memberi
peringatan kepada (penduduk kaum Qura (Makkah) dan
orang-orang yang di luar lingkungannya. Orang-orang
yang beriman kepada adanya kehidupan akhirat tentu
beriman kepadanya (Al Qur’an) dan mereka selalu
menjaga sembahyangnya.
7/18/2017
Bab 4: Perjuangan Agama (1) 4.1,
4.2
6
Kerja Nabi dan Rasul Terdahulu
• Para Nabi dan rasul terdahulu, masing-masing
menegakkan agama pada umatnya dengan dakwah sesuai
dengan SK.
• Sebagai contoh yaitu dakwah dari Nabi Musa,ketika Nabi
Musa berada di Madyan dan ikut dengan Nabi
Syuaib,beliau mengetahui bahwa masyarakat Madyan
rusak, akan tetapi karena Nabi Musa diberi SK untuk
berdakwah di Mesir, maka Beliau tidak berdakwah di
Madyan.
7/18/2017
Bab 4: Perjuangan Agama (1) 4.1,
4.2
7
Ruang lingkup kerja para Nabi
7/18/2017
Bab 4: Perjuangan Agama (1) 4.1,
4.2
8
Penyelesaian penyakit umat
dengan dakwah
7/18/2017
Bab 4: Perjuangan Agama (1) 4.1,
4.2
9
Skema tahapan dan hasil kerja
dakwah bagi manusia
7/18/2017
Bab 4: Perjuangan Agama (1) 4.1,
4.2
10
Bagaimana Umat Akhir Zaman Ini?
 Dalam penyelesaian masalah sama dengan penyelesaian
pada zaman Nabi Muhammad karena Allah telah
memberikan kepada nabi Muhammad penyelesaian
masalah yang selalu relevan di zaman sekarang sampai
nanti.
 Contoh dalam penyelesaian masalah dari zaman ke
zaman adalah dengan cara berdakwah.
 Yang melanjutkan dakwah setelah Nabi Muhammad
SAW wafat adalah seluruh umat Rasulullah SAW.
7/18/2017
Bab 4: Perjuangan Agama (1) 4.1,
4.2
11
 Nabi sebelum Rasulullah SAW mencetak umatnya ‘Abid
sedangkan Rasulullah SAW mencetak umatnya untuk
menjadi Da’i sehingga Agama Islam menyebar di semesta
alam ini. Dengan inilah umat islam diakui oleh Allah
menjadi umat yang terbaik (mulia).
 Nabi terdahulu menggunakan metode dakwah dengan
cara amal dakwah maqomi sedangkan Rasulullah SAW
menggunakan dakwah intiqoli (QS.Saba, 34/28).
 Untuk menghidupkan agama islam maka dijalankan kerja
dakwah para Nabi terdahulu (Anbiya as – Sabiq) dan
untuk menyebarkan agama dijalankan dengan amal
Khotamul Anbiya’ yaitu dengan sistem hijrah dan Nusroh.
7/18/2017
Bab 4: Perjuangan Agama (1) 4.1,
4.2
12
Tertib kerja dakwah Nabi Muhammad
saw merupakan kempulan semua
tertib Nabi terdahulu tetapi untuk
seluruh alam
• Dakwah untuk keluarganya juga untuk
keluarga-keluarga yang lain.
• Dakwah untuk kaumnya juga untuk kaumkaum yang lain.
• Dakwah untuk kota Makkah juga kota-kota
yang lain.
7/18/2017
Bab 4: Perjuangan Agama (1) 4.1,
4.2
13
2. JIHAD = PERANG ?
• Arti suatu istilah sering berubah dari generasi ke generasi.
Misalnya istilah “proletarian” sebelum abad XIX tidak
berarti lebih dari pada vile = kotor; vulgar = keji, kasar.
Istilah tersebut dibanggakan oleh orang Komunis, tetapi
bagi orang Amerika istilah tersebut mengandung maksud
perlu diwaspadai.
• Jika tidak disadari adanya perubahan-perubahan istilah
ini, maka akan banyak mengalami salah pengertian yang
fatal (mendalam). Untuk memahami istilah yang
diinginkan, maka harus dikembalikan atau melihat
bagaimana awal mula istilah itu digunakan.
• Menurut para ahli sejarah, fase perjuangan yang dilakukan
oleh kaum muslimin di masa Rasulullah saw. ada 2 fase,
yaitu : fase Makkiyah dan fase Madaniyah.
7/18/2017
Bab 4: Perjuangan Agama (1) 4.1,
4.2
14
•Fase Makkah/Makkiyah
7/18/2017
Bab 4: Perjuangan Agama (1) 4.1,
4.2
15
 Tidak ada riwayat yang menunjukkan telah terjadi
perang
 Bukan saja tidak terjadi perang, bahkan dilarang
perang.
QS. An Nisaa’, 4: 77 menunjukkan “larangan perang
sebelum diwajibkan perang” atau sering disebut
larangan perang berlaku surut.
7/18/2017
Bab 4: Perjuangan Agama (1) 4.1,
4.2
16
•Fase Madinah/Madaniyah
QS. At Taubah, 9/73:
“Hai Nabi, berjihadlah (melawan) orang-orang kafir dan
orang-orang munafik itu, dan bersikap keraslah terhadap
mereka, tempat mereka ialah Jahanam. Dan itu adalah
tempat kembali yang seburuk-buruknya”
QS. At Tahrim, 66/9:
“Hai Nabi, berjihadlah kepada orang-orang kafir dan
orang-orang munafik dan bersikap keraslah terhadap
mereka. Tempat mereka adalah Jahannam dan itu adalah
seburuk-buruknya tempat kembali”.
7/18/2017
Bab 4: Perjuangan Agama (1) 4.1,
4.2
17
Dalam Islam terdapat 2 kategori peperangan:
• Sariyyah adalah peperangan yang dilakukan oleh
pasukan balatentara islam yang dikirim oleh Nabi
saw. Jadi, peperangan yang di dalamnya Nabi
tidak turut serta. Sariyyah ini pada masa itu
terjadi 125 kali.
• Ghazwah adalah peperangan yang dikunjungi
oleh Nabi saw., baik beliau ikut berperang
maupun tidak. Ghazwah pada masa itu terjadi
sebanyak 25 kali. Dan Nabi saw. mengepalai
ghazwah hanya 9 kali.
Di dalam tarikh memang Nabi jelas berperang
melawan orang-orang kafir, namun:
• Adakah riwayat Nabi memerangi orang-orang
munafik baik secara Ghozwah maupun Sariyyah?
• Bukan saja tidak ada riwayatnya, bahkan riwayat
yang ada seolah-olah Nabi dan para sahabat
bersikap berkebalikan dari perintah ayat
tersebut.
• Sebagai contoh : sikap Nabi di dalam berbagai
macam kejadian menghadapi tokoh kaum
Munafiq Abdullah bin Ubay bin Salul dan
pengikutnya. Betapa ulah Abdullah bin Ubay
berupa memfitnah (membikin gosip, isu),
menghembuskan perpecahan umat,
melemahkan semangat,
7/18/2017
Bab 4: Perjuanganmerusak
Agama (1) 4.1, citra/image,
19
mencari-cari kesalahan,4.2namun Nabi tidak
• Pada fase Madaniyah Nabi berperang
dengan orang-orang kafir , tetapi Nabi tidak
pernah memerangi orang munafik.
• QS. At-Taubah ayat 73, antara orang-orang
kafir dengan orang-orang munafik
dihubungkan dengan kata “dan” yang
mengandung pengertian jika Nabi
memerangi orang-orang kafir maka orangorang munafik juga, namun kenyataannya
tidak, sehingga tidak boleh “jihad” pada ayat
itu diartikan perang.
7/18/2017
Bab 4: Perjuangan Agama (1) 4.1,
4.2
20
Jihad tidak identik dengan perang
• QS. Al Mudatsir, 74/1-7:
(1) Hai orang yang berkemul (berselimut), (2) Bangunlah, lalu berilah
peringatan! (3) Dan Tuhanmu agungkanlah! (4) Dan pakaianmu
bersihkanlah, (5) Dan perbuatan dosa tinggalkanlah, (6) Dan
janganlah kamu memberi (dengan maksud) memperoleh (balasan)
yang lebih banyak. (7) Dan untuk (memenuhi perintah) Tuhanmu,
bersabarlah.”
• Jadi, Jihad baik pada fase Makiyah maupun fase Madaniyah adalah apa
yang dikerjakan Nabi saw. sejak di Makkah yaitu menegakkan Agama
dengan tulang punggung Dakwah.
Jihad adalah menegakkan agama (Dien) di
tengah-tengah manusia dengan jalan dakwah
7/18/2017
Bab 4: Perjuangan Agama (1) 4.1,
4.2
21
• Demikian pula jangan disalahfahami sebagaimana yang
terjadi saat ini bahwa dakwah adalah alias mimbar, kuliah
subuh, pengajian akbar, pidato, buletin.
• Seolah-olah makna jihad berkisar pada kegiatan-kegiatan
ceramah, majalah, cassete, radio, TV, dll kemudian dengan itu
mendapat amplop, makanan dan sebagainya. Asas aslinya
dakwah para Nabi, Nabi saw dan para sahabat adalah bilaqdam (dengan terjun kaki) ke tengah-tengah masyarakat,
mengajakkan agama kepada orang yang kita belum tahu
reaksinya, yang suka maupun benci, yang setuju maupun yang
mereaksi, yang butuh maupun yang merasa tidak butuh.
7/18/2017
Bab 4: Perjuangan Agama (1) 4.1,
4.2
22
Download