manajemen strategi pemasaran kjks bmt mandiri getasan

advertisement
MANAJEMEN STRATEGI PEMASARAN KJKS BMT
MANDIRI GETASAN
TUGAS AKHIR
Disusun oleh :
Rahmat Yuli Setiawan
NIM : 20109024
JURUSAN SYARI’AH
PROGRAM DIII PERBANKAN SYARIAH
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI (STAIN)
SALATIGA
2012
MANAJEMEN STRATEGI PEMASARAN KJKS BMT MANDIRI
GETASAN
TUGAS AKHIR
Diajukan untuk Memperoleh Gelar Ahli Madya
Program Studi D III Perbankan Syariah
Disusun oleh :
Rahmat Yuli Setiawan
NIM : 20109024
JURUSAN SYARI’AH
PROGRAM DIII PERBANKAN SYARIAH
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI (STAIN) SALATIGA
2012
MOTTO
Hati suci modal hidup abadi
ÇËÈ ßÈb ºurô‰ ãèø9$#ur ÉO øOM} $# ’n?tã (#qçRur$yès? Ÿw ur (3“ uqø)­G9$#ur ÎhŽÉ9ø9$#’n?tã (#qçRur$yès?ur
“Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan
jangan tolong-menolong dalam perbuatan dosa dan pelanggaran.” (AlMaidah:2)
ÇËÑËÈ çnqç7çFò2 $sù ‘ wK|¡ •B [email protected] y_ r&#’n<Î)Aûøïy‰ Î/ LäêZtƒ#y‰ s? #sŒÎ)(#þqãZtB#uä šú
ïÏ%©!$#$yg•ƒr'¯»tƒ
“Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu bermuamalah tidak secara tunai
untuk waktu yang ditentukan, hendaklah kamu menuliskanya.”(Al-Baqorah: 282)
šc
r߉ ƒÌè? ;o4qx.y— ` ÏiB O çF÷s?#uä !$tBur («! $# y‰ YÏã (#qç/ötƒ Ÿx sù Ä̈ $Z̈9$# ÉA ºuqøBr& þ’Îû(#uqç/÷ŽzÏj9 $\/Íh‘ ` ÏiB O çF÷s?#uä !$tBur
ÇÌÒÈ tb qàÿÏèôÒ ßJ ø9$#ãN èd y7 Í́¯»s9'ré'sù «! $#tmô_ ur
“ Dan sesuatu riba (tambahan) yang kamu berikan agar dia bertambah pada
harta manusia, maka riba itu tidak menambah pada sisi Allah. Dan apa yang
kamu berikan berupa zakat yang kamu maksudkan untuk mencapai kerindoaan
Allah, maka (yang berbuat demikian) itulah orang-orang yang melipatgandakan
(pahalanya).” (Ar-Rum: 39)
PERSEMBAHAN
"Tiada daya, upaya dan kekuatan melainkan atas karunia
Allah yang Maha Tinggi lagi Maha Mulia"
Kupersembahkan karya kecil ini untuk :
v
Jurusan Syariah Program Sudi D III Perbankan Syariah STAIN Salatiga.
v
Ayah ibundaku tercinta, Bpk. Mufid Azis dan Ibu Miatik yang telah
membesarkanku dengan penuh kasih sayang, telah sabar mendidik dan
senantiasa memberikan do’a restu.
v
Bapak-Ibu KH. Zumri, RWS tercinta yang telah mendidik dengan penuh
keikhlasan, serta senantiasa memberikan do’a restu.
v
Semua sahabatku D III Perbankan syariah yang selalu memberikan motivasi.
v
Semua sahabatku di Pondok Pesantren Al-Falah yang selalu menemani dalam
suka maupun duka.
ABSTRAK
RAHMAT YULI SETIAWAN: Manajemen Strategi Pemasaran KJKS BMT
Mandiri Getsan.
Tujuan utama yang ingin dicapai dengan dilakukannya penelitian ini
adalah bagaimana unsur-unsur Manajemen Strategi Pemasaran yaitu perencanaan,
pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan.Untuk mengetahui bagaimana
penerapan Manajemen strategi pemasaran yang digunakan KJKS BMT Mandiri
Getasan dan juga dengan menggunakan analisis SWOT yang terdiri dari
Keunggulan, kelemahan, ancaman dan peluang yang diterapkan oleh BMT
Mandiri Getasan. tujuan dari BMT sendiri adalah meringankan beban masyarakat
dengan pinjaman dalam sistem bagi hasil.
Dalam penelitian ini maka penulis mengambil Rumusan masalah yang
dilakukan peneliti di BMT Mandiri Getasan yaitu unsur-unsur manajemen strategi
pemasaran dan manajemen strategi pemasaran di BMT Mandiri Getasan.
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adala Penelitian
kualitatif penelitian yang bersifat deskriptif. Data yang diperoleh melalui data
sumber, yaitu data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dengan
wawancara langsung dari unit pemasaran pada KJKS BMT Mandiri Getasan.
Sedangkan data sekunder di peroleh dari sumber lain yang berkaitan dengan
penelitian, data ini diperoleh dari buku maupun sumber lainya.
Hasil penelitian ini adalah bahwa KJKS BMT Mandiri Getasan Telah
melaksanakan strategi yang digunakan melakukan bauran pemasaran (marketing
Mix) yang meliputi place, price, promotion dan product denang cara menganailis
faktor internal maupun eksternal. hambatan-hambatan dalam pemasaran pruduk
adalah kurangnya sumberdaya manusia yang kompeten dalam bidang syariah.
BMT Mandiri Getasan hendaklah lebih meningkatkan pelayanan serta
kualitas produk agar tetap mendapatkan loyalitas dari anggota nasabah KJKS
BMT Mandiri Getasan.
Key word: Manajemen Strategi Pemasaran
KATA PENGANTAR
ِ‫ وَاﻟﺼﱠﻼَةُ وَاﻟﺴﱠﻼَمُ ﻋَﻠَﻰ ﻣُﺤَﻤﱠﺪ وَﻋَﻠَﻰ آﻟِﮫ‬.ِ‫اَﻟْﺤَﻤْﺪُ ﻟِﻠّﮫِ رَبﱢ اْﻟﻌَﺎﻟَﻤِﯿْﻦَ وَﺑِﮫِ ﻧَﺴْﺘَﻌِﯿْﻦُ ﻋَﻠَﻰ اُﻣُﻮْرِاﻟﺪﱡﻧْﯿَﺎ وَاﻟﺪﱢﯾْﻦ‬
.ُ‫ اَﻣﱠﺎ ﺑَﻌْﺪ‬.َ‫وَﺻَﺤْﺒِﮫِ اَﺟْﻤَﻌِﯿْﻦ‬
Segala puji bagi Allah swt. yang telah melimpahkan rahmat, taufiq dan
hidayah-Nya, sehingga pada kesempatan ini penulis dapat menyelesaikan Tugas
Akhir ini. Shalawat dan salam mudah-mudahan tetap terlimpahkan kepada sang
uswatun hasanah Nabi Muhammad saw. hingga ahir zaman.
Berkat karunia dan ridho-Nya, penulis telah menyelesaikan Tugas Akhir
dengan judul “Manajemen Strategi Pemasaran KJKS BMT Mandiri Getasan” ini
telah disusun dengan sungguh-sungguh sehingga dapat memenuhi salah satu
syarat guna memperoleh gelar Ahli madya Program Studi DIII Perbankan Syariah
Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN ) Salatiga.
Dalam kesempatan ini penulis ingin menyampaikan rasa terima kasih yang
sedalam-dalamnya kepada :
1. ketua STAIN salatiga kami ucapan banyak terimakasih kepada Bapak Dr.
Imam Sutomo, M.Ag .
2. ketua Jurusan Studi DIII Perbankan Syariah (PS) kami ucapkan banyak
terimaksih kepada Bapak Mubasyirun, M. Ag.
3. Kaprodi D III syariah kami ucapkan banyak terimaksih kepada Bapak H.Abdul
Aziz, SE. MM
4. Selaku pembimbing Tugas Akhir kami ucapkan banyak terimaksih kepada
Bapak Dr. Faqih Nabhan,SE. MM. berkat bimbinganya akhirnya penulis dapat
menyelesaiakan Tugas Akhir ini.
5. Pengasuh pondok pesanteren tarbiatul islam Al- falah kami ucapkan banyak
terimakasih kepada Bapak KH. Zumri, RWS. Yang saya nanti-nantikan ilmu
dan barokahnya.
6. Drs. H. Alfred L, MSI selaku pembimbing magang
7. Kami ucapkan banyak terimakasih kepada Semua dosen jurusan Perbankan
Syariah STAIN Salatiga.
8. Manajer KJKS BMT Mandiri Getasan kami ucapkan banyak terima kasih
kepada Diah Munfa’ati,SE.
9. Saya ucapkan banyak terimakasih kepada semua karyawan KJKS BMT
Mandiri Getasan.
Semoga amal kebaikan dari berbagai pihak tersebut mendapat balasan yang
jauh lebih baik dari Allah swt., teriring do’a jazakumullah khoiron katsiron
wajazakumullah ahsanal jaza'. Semoga karya ilmiah ini dapat bermanfaat bagi
siapa saja yang membacanya.
Magelang, Juli 2011
Penulis
LEMBAR PERNYATAAN
Yang bertandatangan di bawah ini saya :
Nama
: Rahmat Yuli Setiawan
NIM
: 20109024
Alamat
: Butuh Dlimas Tegalrejo Mageleng RT. 1 RW. 9
Menyatakan bahwa Tugas Akhir yang saya buat untuk memenuhi persyaratan
kelulusan pada Jurusan DIII Perbankan Syari’ah Sekolah Tinggi Agama Islam
Negeri (STAIN) Salatiga dengan judul :
MANAJEMEN
STRATEGI
PEMASARAN
KJKS
BMT
MANDIR
GETASAN
Adalah hasil karya sendiri, bukan duplikasi dari karya orang lain. Selanjutnya
apabila di kemudian hari ada klaim dari pihak lain, bukan menjadi tanggung
jawab dosen pembimbing atau pihak STAIN. Tetapi menjadi tanggungjawab saya
sendiri.
Demikian surat pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya dan tanpa paksaan
siapapun.
Salatiga, 5 Juli 2012
Hormat saya
Rahmat Yuli Setiawan
20109024
DAFTAR ISI
HALAMAN SAMPUL ...................................................................................
i
HALAMAN JUDUL ......................................................................................
ii
HALAMAN PERSETUJUAN ........................................................................
iii
HALAMAN PENGESAHAN .........................................................................
iv
MOTTO...........................................................................................................
v
PERSEMBAHAN ...........................................................................................
vi
ABSTRAK ...................................................................................................... vii
KATA PENGANTAR .................................................................................... viii
HALAMAN PERNYATAAN .........................................................................
x
DAFTAR ISI ...................................................................................................
xi
DAFTAR GAMBAR ...................................................................................... xiv
DAFTAR LAMPIRAN ...................................................................................
xv
BAB I PENDAHULUAN .............................................................................
1
A. Latar Belakang Masalah ...............................................................
1
B. Rumusan Masalah .........................................................................
7
C. Tujuan dan Kegunaan Penelitian ...................................................
8
D. Peneliti Terdahulu ........................................................................
9
E. Metode Penelitian .........................................................................
10
F. Penegasan Istilah ...........................................................................
13
G. Sistematika Penulisan ...................................................................
14
BAB II LANDASAN TEORI .........................................................................
16
A. Manajemen Strategi Pemasaran ........................................................
16
1. Pengertian Strategi Pemasaran ......................................................
16
2. Tujuan Manajemen Strategi ..........................................................
17
B. Manajemen Pemasaran ....................................................................
18
1. Pengertian Manajemen Pemasaran ................................................
18
2. Kongsep Pemasaran ......................................................................
21
C. Bauran Pemasaran (Marketing Mix) .................................................
25
1. Bauran Pemasaran (Marketing Mix) .............................................
25
2 Komponen Bauran Pemasaran ......................................................
26
3. Product .......................................................................................
27
4. Price ...........................................................................................
27
5. Place ...........................................................................................
27
6. Promotion ...................................................................................
28
D. Strategi Pemasaran ...........................................................................
27
1. Pengertian Strategi Pemasarn.........................................................
28
2. Jenis-jenis Strategi Pemasaran ......................................................
29
BAB III LAPORAN OBJEK ...........................................................................
36
A. Gambaran Umum .............................................................................
36
1. Sejarah Berdiriya KJKS BMT Mandiri Getasan .............................
36
2. Dasar Pendirian KJKS BMT Mandiri Getasan ...............................
38
3. Struktur Organisasi KJKS BMT Mandiri Getasan ..........................
39
4. Permodalan KJKS BMT Mandiri Getasan .....................................
45
5. Produk-produk KJKS BMT Mandiri Getasan ................................
45
6. Produk Pembiayaan KJKS BMT Mandiri Getasan ........................
49
B. Data Deskriptif ................................................................................
49
BAB IV ANALISIS ........................................................................................
52
A. Unsur-unsur Manajemen Pemasaran KJKJ BMT Mandir Getasan ....
52
1. Perencanaan ..................................................................................
52
2. Pengorganisasian ..........................................................................
55
3. Pengawasan ..................................................................................
58
B. Manajemen Strategi Pemasaran KJKS BMT Mandiri Getasan ..........
59
1. Menetapkan Arah dan Visi, Misi Organisasi .................................
60
2. Menetapkan Lingkungan Internal dan Eksternal ...........................
61
3. Strategi-Stategi BMT Mandiri Getasan ..........................................
64
4. Rencana Pengembangan BMT Mandiri Getasan ...........................
65
5. Usaha-usaha Dalam Menetapkan Strategi .....................................
66
6. Strategi Pemasaran BMT Mandiri Getasan (Lending, Funding) .....
67
7. Strategi Pemasaran Produk Pemasaran...........................................
71
8. Strategi Pemasaran Funding ..........................................................
72
9. Manfaat Manajemen Strategi Pemasaran .......................................
73
BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN ..........................................................
16
A. Kesimpulan ......................................................................................
74
B. Saran ................................................................................................
75
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN
DAFTAR GAMBAR
1. Gambar 2.1 ....................................................................................
21
2. Bagan 3.1 .....................................................................................
39
3. Pengawasan 4.1 .............................................................................
55
DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran 1.
Slip Setoran KJKS BMT Mandiri Getasan
Lampiran 2.
Slip Pengambilan KJKS BMT Mandiri Getasan
Lampiran 3.
Transaksi Teller KJKS BMT Mandiri Getasan
Lampiran 4.
Permohonan Buku Tabungan Baru KJKS BMT Mandiri Getasan
Lampiran 5.
Slip Angsuran KKJKS BMT Mandiri Getasan.
Lampiran 6.
Buku Angsuran Pokok KJKS BMT mandiri Getasan
Lampiran 7.
Formulir Keputusan Pembiyaan KJKS BMT Mandiri Getasan
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Manajemen strategis pemasaran menyediakan pemeriksaan yang
komprehensif dari semua komponen utama dari strategi pemasaran dan
integrasi sebuah perusahaan. Dengan menyelesaikan suatu program,
eksekutif dapat meningkatkan keuntungan perusahaan dan posisi pasar.
Manajemen strategi pemasaran merupakan perencanaan strategi
yang berorientasi pada jangkauan masa depan yang jauh (disebut visi), dan
ditetapkan sebagai keputusan pimpinan tertinggi keputusan yang bersifat
mendasar dan prinsipil, agar memungkinkan organisasi berinteraksi secara
efektif (disebut misi), dalam usaha menghasilkan sesuatu (perencanaan
operasional untuk menghasilkan barang dan/ atau jasa serta pelayanan)
yang berkualitas, dengan diarahkan pada optimalisasi pencapaian tujuan
(disebut tujuan strategis) dan berbagai sasaran organisasi. Begitu banyak
pengertian manajemen strategi , namun pada dasarnya manajemen strategi
merupakan suatu sistem yang sebagai satu kesatuan memiliki berbagai
komponen yang saling berhubungan dan mempengaruhi. Komponen
pertama adalah perencanaan strategi dengan unsur-unsurnya yang terdiri
dari visi, misi, tujuan dan strategi utama organisasi. Sedangkan komponen
kedua adalah perencanaan operasional dengan unsur-unsurnya, sasaran
dan tujuan operasional, pelaksanaan fungsi-fungsi manajemen berupa
fungsi pengorganisasian, fungsi pelaksanaan dan fungsi penganggaran,
kebijaksanaan situasional, jaringan kerja internal dan eksternal, fungsi
kontrol dan evaluasi serta umpan balik. Strategi ini adalah membangun
hubungan yang akrab/ intim dengan semua pelanggannya sehingga akan
membentuk mitra bisnis/ relasi yang langgeng dan berkelanjutan, dalam
hal ini maka dapat juga diterapkan pada sebuah lembaga keuangan mikro
seperti halnya BMT dalam melakukan sebuah perencanaan seperti salah
satunya dalam aspek manajemen strategi pemasaran dalam sebuah
organisasinya (Yunus, 2009: 24).
Kemunculan
BMT
sebagai
organisasi
yang
relatif
baru
menimbulkan tantangan besar. Sebagai lembaga keuangan syariah, BMT
harus berpegang teguh pada prinsip-prinsip syariah. Keimanan menjadi
landasan atas keyakinan untuk mampu tumbuh dan berkembang.
Keterpaduan mengisyaratkan adanya harapan untuk mencapai sukses
dunia dan akhirat juga keterpaduan antara sisi maal dan tamwil (sosial dan
bisnis), juga keterpaduan antara fisik dan mental, rohaniah dan jasmaniah.
Kekeluargaan dan kebersamaan berarti upaya untuk mencapai kesuksesan
tersebut diraih secara bersama, baik antar pengurus dan pengelola maupun
dengan nasabah. Kemandirian berarti BMT tidak dapat hidup hanya
dengan bergantung pada uluran tangan atau fasilitas pemerintah, tetapi
harus berkembang dari meningkatnya partisipasi nasabah dan masyarakat,
untuk itulah pola pengelolaannya harus profesional. Karena BMT
mempunyai visi dan misi. Visi BMT harus mengarah pada upaya untuk
mewujudkan BMT menjadi lembaga yang mampu meningkatkan kualitas
ibadah nasabah (ibadah dalam arti yang luas), sehingga mampu berperan
sebagai wakil pengabdi ALLAH SWT, memakmurkan kehidupan nasabah
pada khususnya dan masyarakat pada umumnya. Misi BMT adalah
membangun dan mengembangkan tatanan perekonomian dan struktur
masyarakat madani yang adil berkemakmuran dan berkemajuan, serta
makmur dan maju berkeadilan berlandaskan syariah dan ridho ALLAH
SWT (Saefudin, 1987: 19).
Kedudukan ekonomi dalam islam sangatlah penting karena
ekonomi merupakan salah satu faktor penting yang membawa pada
kesejahteraan umat. Pendapat Ismail Al-Faruq yang dikutip oleh Ahmad
Dimiyati (1998) menyatakan bahwa kegiatan-kegiatan ekonomi adalah
pernyataan dari semangat ajaran islam, karena ekonomi umat dan
kemakmurannya adalah cita-cita yang ingin dicapai oleh umat islam
(Dimiyati, 1998: 48).
Manajemen di dalam suatu usaha, baik industri, niaga, jasa atau
lembaga keuangan mikro, didorong oleh motif mendapatkan keuntungan
(profit). Untuk mendapatkan keuntungan yang besar, manajemen haruslah
diselenggarakan dengan efisien. Sikap ini harus dimiliki oleh setiap
pengusaha dan manajer dimanapun mereka berada, baik dalam organisasi
bisnis, pelayanan publik, organisasi sosial, maupun organisasi sosial
kemasyarakatan, perbedaanya hanya pada falsafah hidup yang dianut oleh
masing masing pendiri atau manajer badan tersebut.
Tidak dapat disangkal lagi bahwa orang-orang yang cakap mengatur
organisasi, lembaga, perusahaan, dan lain-lain kegiatan sangat diperlukan
dewasa ini. Mereka biasanya dikenal dengan nama ”Manajemen” atau
manajer atau pengelola suatu organisasi. Dengan daya bahan, tenaga kerja,
modal dan teknologi belumlah cukup. Diperlukan kecakapan dan
keterampilan dari mereka yang dapat merencana, mengorganisasi,
mengarahkan, mengordinasi serta mengawasi kegiatan-kegiatan organisasi
atau lembaga sehingga tercapai tujuan-tujuan organisasi secara efisien dan
efektif. Mereka adalah orang yang menjalankan fungsi manajeman dan
mereka disebut
pula manajemen atau manajer.
Kecakapan dan
keterampilan ini mungkin dapat diperoleh dari bakat, akan tetapi dapat
juga dipelajari dan orang diberi kesempatan untuk menerapkannya.
Apabila tidak ada kesempatan ini bakat hanyalah terpendam. Dengan
demikian pengalaman juga memegang peranan penting (Arifin, 2002: 1).
Perubahan dibidang sosial, budaya, ekonomi, teknologi, politik dan
juga dalam persaingan, dapat mempengaruhi bentuk dan keadaan pasar.
Karena pasar selalu berubah, maka perusahaan juga harus selalu
meningkatkan pelayanannya. Hal yang perlu diperhatikan di sini adalah
bagaimana
perusahaan
mengambil
inisiatif
untuk
merubah
cara
pelayanannya agar dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan di luar
perusahaan yang menghendaki perubahan.
Demikian halnya di lembaga keuangan mikro, dimana dewasa ini
dunia lembaga keuangan mikro semakin berkembang, hal ini sejalan
dengan perubahan di bidang hukum dan teknologi yang cukup
berpengaruh terhadap lembaga keuangan mikro secara umum. Perusahaan
keuangan mikro banyak yang berupaya untuk meningkatkan keterampilan
teknologi dalam perencanaan bank, riset dan informasi pasar, program
pemasaran bank yang terpadu, hubungan masyarakat dan lain sebagainya.
Di pihak nasabah juga terjadi perubahan akan kebutuhan produk/ jasa
bank yang diikuti oleh keinginan akan adanya peningkatan kualitas sistem
layanan dan kebutuhan akan keanekaragaman layanan lembaga keuangan
mikro (Widiyanti, 1991: 4).
Hal tersebut tidak terlepas dari fungsi terpenting dari bank yakni
menjembatani kepentingan kelompok masyarakat yang kelebihan dana
(surplus unit) dengan kelompok masyarakat yang kekurangan dana (defisit
unit). Peranan ini lebih dikenal dengan fungsi intermediary di mana tidak
hanya bank tetapi lembaga keuangan mikro juga berada di tengah- tengah
masyarakat dan sebagai perantara transaksi yang sangat penting dalam
rangka ikut meningkatkan taraf hidup rakyat.
Pemasaran merupakan salah satu kegiatan yang sangat penting
dalam dunia usaha. Pada kondisi usaha seperti sekarang ini, pemasaran
merupakan pendorong untuk meningkatkan penjualan sehingga tujuan
perusahaan dapat tercapai. Pengetahuan mengenai pemasaran menjadi
penting
bagi
permasalahan,
perusahaan
seperti
pada
saat
menurunnya
dihadapkan
pendapatan
pada
beberapa
perusahaan
yang
disebabkan oleh menurunnya daya beli konsumen terhadap suatu produk
sehingga mengakabatkan melambatnya pertumbuhan perusahaan.
Sehubungan dengan permasalahan di atas, terkait dengan
pemasaran, diperlukan suatu kemampuan untuk berpandangan ke depan
dalam mengarahkan dan mengambil tindakan manajemen strategi
pemasaran untuk mencapai tujuan perusahaan dengan adanya manajemen
strategi. Itu adalah hal yang sulit dicapai oleh perusahaan, oleh sebab itu
dalam hal ini dibutuhkan kesadaran dan inisiatif yang tinggi dalam
mempelajari serta menguasai hal-hal yang berkaitan dengan pentingnya
kegiatan pemasaran.
Oleh karena itu dalam melaksanakan aktivitas pemasaran,
setiap perusahaan berupaya untuk menetapkan manajemen strategi
pemasaran dan target market-nya. Manajemen strategi pemasaran tersebut
adalah strategi tentang Marketing Mix yang dimulai sejak memproduksi
suatu produk sampai produk tersebut diterima oleh pelanggan. Semua
aktivitas yang dilakukan di bidang pemasaran ditujukan untuk menentukan
produk, pasar, harga, promosi dan distribusi (Muhammad, 2008 :223-225).
Berkaitan dengan uraian tersebut di atas maka penulis menentukan
obyek
penelitian
dengan
judul
“MANAJEMEN
STRATEGI
PEMASARAN BMT MANDIRI GETASAN”. Karena penulis ingin
mengetahui sejauh mana strategi manajemen pemasaran yang diterapkan
di BMT Mandiri Getasan.
B. Rumusan Masalah
Dalam penyusunan tugas akhir ini penulis akan menuliskan
beberapa masalah berkaitan judul yang diangkat penulis, di antaranya
penulis merumuskan:
1. Bagaimana unsur-unsur manajemen KJKS BMT Mandiri Getasan.
2. Bagaiman strategi manajemen pemasaran KJKS BMT Mandiri
Getasan.
C. Tujuan dan Kegunaan Peneliti
Dalam pembuatan laporan ini tujuan dan manfaat yang penulis
harapkan dari penelitian adalah sebagai berikut :
1. Tujuan penulisan ini adalah:
a. Untuk mengetahui dan menganalisis bagaimana unsur-unsur
manajemen BMT Mandiri Getasan yang dijalankan oleh BMT
Mandiri Getasan.
b. Untuk
mengetahui
dan
menganalisis
manajemen
strategi
pemasaran yang dilakukan oleh peneliti di BMT Mandiri Getasan.
2. Kegunaan penulisan ini adalah:
a. Bagi penulis
Untuk bahan perbandingan antara teori yang telah didapat
selama di dalam perkuliahan dengan praktik yang ada di lapangan.
b. Bagi BMT Mandiri Getasan
Penulisan ini dapat dijadikan masukan lebih teliti dalam
strategi manajemen pemasaran.
c. Bagi STAIN Salatiga
Sebagai bahan referensi bagi mahasiswa yang akan
menyusun penelitian yang sama di masa mendatang.
d. Bagi pembaca
Sebagai tambahan informasi, pengetahuan dan referensi
untuk dapat diambil manfaatnya oleh para pembaca.
D. Peneliti Terdahulu
Manajemen Strategi pemasaran adalah menyediakan perencanaan
yang komprehensif dari semua komponen utama dari strategi pemasaran
dan integrasi sebuah perusahaan serangkaian tindakan terpadu untuk
menuju keunggulan kompetitif yang berkelanjutan. Selanjutnya dalam hal
ini penulis menemukan hal-hal yang hampir sama terkait dengan judul
yang penulis buat antara lain:
1. Peneliti Yulianti 2005 berjudul “Strategi Pemasaran Produk Simpanan
pada BMT Zam-Zam Kembangsari Tengaran” menyimpulkan bahwa
strategi pemasaran yang dijalankan yang dijelaskan suatu perusahaan
akan berpengaruh terhadap perkembangan perusahaan tidak terkecuali
bagi pihak BMT Zam-Zam. Strategi pemasaran ditetapkan berdasarkan
segmentasi pasar yang telah dijalankan kemudian pemilihan pasar yang
sesuai dengan tujuan dan progam kegiatan yang telah ditetapkan.
2. Miyati (2006) dalam tesisnya yang berjudul “Strategi Marketing Bank
Syariah” (Studi Kasus Bank Tabungan Syariah Cabang Yogyakarta)
menunjukan bahwa BTN syariah mengalami kemajuan yang pesat
dibanding bank-bank lain. Bank Tabungan Negara yang mengeluarkan
beberapa produk yang di antaranya pembiyaan. Pembiyaan modal kerja
kontruksi dan UKM, prinsip sewa beli, prinsip peranan, dan prinsip
pinjaman.
3. Menurut Dwi Lestari 2005, dalam penulisan tugas akhirnya yang
berjudul “Strategi Pemasaran Jenis Simpanan di BMT Rama”
mengungkapkan tentang bagaimana kegiatan yang dilakukan oleh BMT
Rama serta kendala-kendala yang dihadapi terhadap strategi yang telah
ditetapkan
4. Sesuai dengan hasil penelitian tugas akhir Nafiza Shopi tahun 2007
dengan judul “Strategi Pemasaran Bank Syariah Mandiri Cabang
Ungaran
dalam
Meningkatkan
Volume
mengungkapkan segmentasi pasar dilayani,
Penjualan
Produk”
dilanjutkan dengan
menetapkan 4 p (produk, price, promotion, dan place) dalam prinsip
pemasaran yang belum pernah diungkapkan oleh peneliti lain dengan
tema sejenis.
5. Taukhidah, (2007) menyimpulkan bahwa strategi yang dilakukan oleh
BMT Rukyat Salatiga dalam mengembangkan usahanya adalah dengan
cara: 1) strategi pemasaran, 2) daur hidup produk, 3) proses pemasaran,
4) sistem penghimpunan dana.
Dari hasil penelitian yang diungkapkan dari beberapa penulis di
atas, terdapat perbedaan dari peneliti yang di ungkapkan oleh penelit
Rahmat Yuli Setiawan tahun 2012, yang berjudul (Manajemen Strategi
Pemasaran) dengan peneliti lainnya yaitu: dalam penelitian manajemen
strategi pemasaran mengungkapkan tentang proses manajemen strategi
pemasaran yang digunakan adalah dengan menetapkan program visi, misi,
strategi marketing mix, dan manajemen strategi pemasaran segmentasi
pasar terlebih dahulu kemudian memilih pasar sasaran yang akan dilayani,
dilanjutan dengan menetapkan variabel-variabel dalam bauran pemasaran
yang mencakup 4 p (product, price, promotion, dan place) dalam prinsip
pemasaran yang belum pernah diungkapkan oleh peniliti lain dengan tema
sejenis.
E. Metode Penelitian
1.Tipe Penelitian
Penelitian ini bersifat deskriptif, yaitu penelitian yang bertujuan
untuk menggambarkan fakta saat ini dari suatu populasi yang berkaitan
dengan opini, kejadian atau prosedur secara sistematik dan akurat, serta
melukiskan keadaan karakteristik suatu populasi atau bidang tertentu,
2. Jenis data
Jenis data yang dipergunakan penulis untuk menyusun laporan ini
ada 2 (dua) yaitu:
a. Data primer
Merupakan data yang diperoleh secara langsung dari objek
penelitiaan (tanpa perantara) dengan menggunakan alat pengukuran
atau alat pengambilan langsung, data primer ini dapat berupa hasil
observasi.
b. Data Sekunder
Data penelitian yang diperoleh secara tidak langsung yang
dikumpulkan dari sumber-sumber yang ada (perpustakaan, bukubuku ilmiah dan internet) yang pada umumnya berupa bukti, catatan
atau laporan historis yang telah tersusun sebagai data pendukung
yang akan penulis gunakan untuk menyusun laporan ini.
3. Teknik Pengumpulan Data
Metode yang digunakan penulis dalam pengumpulan data
agar data yang diperoleh relevan dengan objek yang diteliti sebagai
berikut:
a. Pengamatan (Observasi)
Merupakan suatu teknik pengamatan langsung pada objek
penelitian untuk mendapatkan suatu data. Di sini penulis langsung
mengamati praktik yang tejadi pada objek penelitiaan dengan
mencari kesesuaian antara keterangan yang penulis miliki dengan
praktik/ kegiatan sesungguhnya.
b. Wawancara (Interview)
Suatu teknik yang mengadakan tanya jawab langsung dengan
objek penelitian untuk mendapatkan suatu data.
c. Kepustakaan (literatur)
Suatu teknik pengumpulan data dengan mancari data dari
buku-buku yang berkaitan dengan obyek permasalahan penelitiaan.
4. Metode Analisis Data
Untuk
menganalisis
data
yang
didapatkan,
penulis
menggunakan analisa data kualitatif dan deskriptif, di mana dalam
menganalisa data menggunakan penelitian data terlebih dahulu,
disusun, dikelompokan berdasarkan teori agar diperoleh statemen.
F. Penegasan Istilah
Karena dalam Laporan Tugas Akhir ini penulis memberi judul “
Manajemen
Strategi
Pemasaran
BMT
Mandiri
Getasan
Kab.
Semarang”. Maka dalam uraian istilah sebagai berikut :
1. Manajemen
adalah
suatu
aktivitas
khusus
menyangkut
kepemimpinan,
pengarahan, pengembangan personal, perencanaan, dan pengawasan
terhadap perkerjaan-perkerjaan yang berkenaan dengan unsur-unsur
pokok dalam suatu proyek (Muhammad, 2005: 178).
2. Strategi
Adalah pola fundamental dari tujuan-tujuan sekarang dan yang
terencana, penyebaran ide dan interaksi dari sebuah organisasi dan
pasar, pesaing dan faktor-faktor lingkungan lainnya (Simamora, 2000:
214).
3. Pemasaran
Adalah suatu proses sosial yang di dalamnya individu dan
kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan
dengan menciptakan, menawarkan dan secara bebas mempertukarkan
produk yang bernilai dengan pihak lain (ciptono, 1997 : 6).
4. Marketing Mix
Adalah kombinasi dari empat
kegiatan perusahaan yang
merupakan inti dari sistem pemasaran perusahaan, yakni produk,
struktur harga, sistem distribusi dan kegiatan promosi (Rismiati dan
Suratno, 2001 : 190).
G. Sistematika Penulisan
Penulis menyusun sistematika sebagai berikut :
BAB I: PENDAHULUAN
Bab ini berisi tentang latar belakan masalah, rumusan masalah,
tujuan dan kegunaan, peneliti terdahulu, metode penelitian, penegasan
istilah, sistematika penulisan.
BAB II: LANDASAN TEORI
Pada Bab ini berisi tentang pengertian manajemen strategi
pemasaran
diantaranya,
Manajemen
Strategi
pemasaran,
Strategi
Pemasaran,
Manajemen
pemasaran,
Konsep
Pemasaran,
Strategi
Pemasaran, Jenis-Jenis Strategi Pemasaran, Marketing Mix, dan Unsurunsur Marketing Mix.
BAB III: LAPORAN OBJEK
Bab ini berisi tentang gambaran umum BMT Mandiri Getasan
sejarah berdirinya BMT Mandiri Getasan, dasar pendirian, beberapa
produk yang ditawarkan BMT Mandiri Getasan, struktur organisasi,
diskripsi kerja masing-masing bagian serta data-data diskriptif yang
membahas tentang manajemen strategi pemasaran BMT Mandiri Getasan.
BAB IV: ANALISIS
Bab ini membahas studi analis terhadap Manajemen Strategi
Pemasaran BMT Mandiri Getasan dan unsur-unsur manajemen BMT
mandiri Getasan.
BAB V: KESIMPULAN DAN SARAN
Penutup, dalam bab ini penulis akan menguraikan tentang
kesimpulan dan saran.
BAB II
LANDASAN TEORI
A. Manajemen Strategi Pemasaran
Manajemen strategi pemasaran dapat dipahami dari pengertian dua
istilah, yaitu manajemen dan strategi pemasaran. Secara sederhana,
manajemen dapat dipahami sebagai proses perencaan, pengorganisasian,
penggerakan, dan pengawasan terhadap segala sumber daya guna
mencapai suatu tujuan dengan efisien dan efektif.
Menurut Guiltinan dan Paul 1990 :157- 160 Strategi pemasaran
adalah pengambilan keputusan-keputusan tentang biaya pemasaran, bauran
pemasaran, alokasi pemasaran dalam hubungan dengan keadaan
lingkungan yang diharapkan dan kondisi persaingan.
Dari pengertian manajemen dan strategi pemasaran di atas dapat
disimpulkan bahwa manajemen strategi pemasaran adalah proses
perencanaan, pengorganisasian, dan pengawasan terhadap strategi
pemasaran. Dengan demikian, dalam manajemen strategi pemasaran
terkandung makna perencanaan, pengorganisasian, dan pengawasan
terhadap kebijakan-kebijakan pemasaran yang meliputi bauran pemasaran,
biaya pemasaran, dan alokasi pemasaran.
Fred R. David (2009) Manajemen strategi adalah seni dan ilmu
untuk memformulasi, menginplementasi, dan mengevaluasi keputusan
lintas fungsi yang memungkinkan organisasi dapat mencapai tujuan.
Hunge dan Wheelen (2001) Manajemen strategi adalah serangkean
keputusan dan tidakan manajerian yang menentukan kinerja perusahaan
dalam jangka panjang. Manajemen strategi meliputi pengamatan
lingkungan, perumusan strategi, (perencanaan strategi atau perencanaan
jangka panjang), implementasi strategi, dan evaluasi dan pengendalian.
Manajemen strategi menekankan pada pengamatan dan evaluasi peluang
dan ancaman lingkungan dengan melihat kekutan dan kelemahan
peruahaan.
Tujuan manajemen strategi adalah untuk mengeploitasi serta
menciptakan berbagai peluang baru dan berbeda, untuk esok, perencanaan
jangka panjang, sebaliknya, berusaha untuk mengoptimalkan tren-tren
dewasa ini untuk esok. Proses manajemen strategi terdiri dari tiga tahap
yaitu:
a. Tahap pertama dari proses manajemen strategi adalah formulasi strategi,
termasuk mengembangkan visi dan misi, mengidentifikasi menentukan
kekuatan dan kelemahan internal, menetapkan tujuan jangka panjang,
merumuskan alternative strategi dan memilih strategi tertentu yang akan
dilaksanakan.
b. Tahap kedua dari proses manajemen strategi adalah implementasi
strategi, sering disebut tahap pelaksanaan dalam manajemen strategi.
Implementasi
strategi
meliputi
mengembangkan
budaya
yang
mendukung strategi, menciptakan struktur organisasi yang efektif dan
mengarahkan usaha pemasaran, menyiapkan anggaran, mengembangkan
dan memberdayakan sistem informasi dan menghubungkan kinerja
karyawan dengan kinerja organisasi.
c. Tahap Ketiga dari proses manajemen strategi evaluasi strategi adalah
tahap final dalam manajemen strategi yang meliputi meninjau ulang
faktor eksternal dan internal yang menjadi strategi merupakan proses
manajemen yang peluang dan ancaman eksternal perusahaan, dasar
strategi saat ini, mengukur kinerja dan mengambil tindakan korektif
(David, 2006: 5-8).
B. Manajemen Pemasaran
Kotler (2009) Manajemen pemasaran adalah proses perencanaan
dan pelaksanaan pemikiran, penetapan harga, promosi, serta menyalurkan
gagasan, barang, dan jasa untuk menciptakan pertukaran yang memenuhi
sasaran- sasaran individu dan organisasi (kotler, 2002: 9).
Pemasaran merupakan bagian yang sangat penting dalam
perusahaan. Bagian pemasaran mempunyai tanggung jawab untuk
membantu manajemen puncak dalam menyeleksi satu atau lebih kelompok
pembeli
yang
akan
dilayani
organisasi
dan
mengkombinasikan
kemampuan organisasi untuk mempengaruhi konsumen ke dalam suatu
rangkaian kegiatan yang terkoordinir.
Menurut Basu Swasta dan Irawan dalam bukunya Manajemen
Pemasaran Modern, mengemukakan definisi Manajemen Pemasaran
sebagai berikut :
Manajemen
Pemasaran
adalah
penganalisaan,
perencanaan,
pelaksanaan dan pengawasan program-program yang ditujukan untuk
mengadakan pertukaran dengan pasar yang dituju dengan maksud untuk
mencapai tujuan organisasi (Swasta dan Irawan, 1999 : 8).
Selanjutnya definisi pemasaran menurut Philip Kotler dalam
bukunya Manajemen Pemasaran, Analisis, perencanaan dan Pengendalian
dengan alih bahasa Hendra Teguh dan Roni A. Rusli, yaitu :
“Pemasaran adalah proses sosial dan manajerial baik individu atau
kelompok untuk mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan diinginkan
dengan menciptakan, menawarkan dan mempertukarkan produk yang
bernilai dengan pihak lain (Kotler, 1999 : 8).
William J. Stanton dalam bukunya Prinsip-prinsip Pemasaran
dengan alih bahasa Sadu Sundaru, menyebutkan definisi pemasaran
sebagai berikut :
Dari definisi-definisi di atas dapat diambil beberapa hal penting
peran pemasaran, yaitu :
1. Proses manajemen pemasaran terdiri dari penganalisaan, perencanaan,
pelaksanaan.
dan
pengelolaan
kemampuan
perusahaan
untuk
mempengaruhi (produk, harga, promosi dan distribusi).
2. Konsep produk sangat luas terdiri dari barang fisik, jasa, ide-ide.
3. Proses pemasaaran terdiri dari kegiatan pertukaran antara pihak-pihak
(pembeli dan penjual) yang berusaha untuk memuaskan tujuan
keduanya.
4. Konsep pemasaran menggambarkan proses penyebaran tanggung
jawab seluruh perusahaan, dan bukan hanya fungsi organisasi yang
terspesialisasi (Stanton, 1997 : 59).
Pemasaran mempunyai pengertian yang luas, tidak hanya
merupakan aktivitas penjualan saja. Pemasaran telah didefinisikan
dalam berbagai cara yang berbeda dan oleh penulis yang berbeda. Jadi
yang paling penting dalam kegiatan pemasaran yaitu harus
berhubungan
dengan
adanya
pemindahan
hak
milik
secara
memuaskan. Hal tersebut didasarkan pada konsep inti pemasaran
menurut Philip Kotler dalam bukunya Manajemen Pemasaran
(Analisis, Perencanaan, Implementasi dan Pengendalian) dengan alih
bahasa Hendra Teguh dan Roni A. Rusli, antara lain :
a. Kebutuhan, keinginan dan permintaan
b. Produk
c. Nilai, biaya dan kepuasan
d. Pertukaran, transaksi dan hubungan
e. Pasar
f. Pemasaran dan pemasar (Kotler, 1999: 5)
Konsep ini digambar dalam Gambar 2.1 sebagai berikut:
Kebutuhan
keinginan dan
permintaan
produk
Nilai
biaya
dan
kepusa
n
Pertukaran,
transaksi
dan
hubungan
pasar
Pemasaran
dan
pemasar
Berdasarkan Gambar 2.1 di atas dapat dijabarkan sebagai berikut :
a. Kebutuhan, keinginan dan permintaan
Ada perbedaan antara kebutuhan, keinginan dan permintaan.
Kebutuhan manusia adalah keadaan merasa tidak memiliki kepuasan
dasar. Kebutuhan ini tidak diciptakan oleh masyarakat atau pemasar,
namun sudah ada terukir dalam hayati serta kondisi manusia.
Keinginan adalah hasrat akan pemuas tertentu dari kebutuhan
tersebut. Sedangkan permintaan adalah keinginan akan suatu produk
yang didukung dengan kemampuan serta kesediaan membelinya.
Keinginan menjadi permintaan bila didukung dengan daya beli.
b. Produk
Orang memenuhi kebutuhan dan keinginannya dengan barang
dan jasa. Produk didefinisikan sebagai sesuatu yang dapat ditawarkan
untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan. Pentingnya suatu produk
fisik bukan terletak pada kepemilikannya, tetapi pada jasa yang dapat
diberikan. Sebagai contoh kita tidak dapat membeli mobil untuk dilihat
saja, melainkan untuk jasa trasportasinya.
c. Nilai, biaya dan kepuasan
Konsep dasarnya adalah nilai konsumen, konsumen akan
membentuk suatu prakiran kemampuan setiap produk yang dapat
memenuhi kelompok kebutuhannya. Ia akan menentukan peringkat
produk, dari yang paling memenuhi sampai yang tidak memenuhi
kebutuhannya. Nilai adalah perkiraan konsumen tentang kemampuan
total suatu produk untuk memenuhi kebutuhannya. Jadi ia akan
mempertimbangkan nilai dan harga suatu produk sebelum menentukan
pilihan. Ia akan memilih produk memberikan nilai tertinggi untuk
harganya.
d. Pertukaran, transaksi dan hubungan
Pemasaran timbul saat orang memutuskan untuk memenuhi
kebutuhan
serta
keinginannya
dengan
pertukaran.
Pertukaran
merupakan salah satu dari empat cara orang mendapatkan suatu produk.
Pertukaran adalah cara mendapatkan suatu produk yang
diinginkan dari seseorang dengan cara menawarkan sesuatu sebagai
gantinya. Pertukaran ini adalah konsep dasar permintaan. Supaya terjadi
pertukaran, ada lima syarat yang harus dipenuhi :
1) Ada sekurang-kurangnya dua pihak.
2) Masing-masing pihak memiliki sesuatu yang bernilai bagi pihak
lainnya.
3) Masing-masing pihak dapat berkomunikasi dan menyerahkan
barang.
4) Masing-masing pihak bebas menerima atau menerima penawaran
yang ada.
5) Masing-masing
pihak
memang
menginginkan
dan
bersedia
berurusan dengan pihak lainnya.
Kalau lima syarat tersebut dipenuhi, ada kemungkinan terjadi
pertukaran. Terjadi atau tidaknya pertukaran tergantung apakan kedua
belah pihak dapat
menyetujui syarat
pertukaran yang saling
menguntungkan (atau minimal tidak merugikan). Jadi pertukaran sering
disebut “proses penciptaan nilai”, karena masing-masing pihak biasanya
lebih beruntung dari pada sebelum pertukaran.
Untuk menghasikan suatu pertukaran, pemasar menganalisis apa
yang masing-masing pihak harapkan untuk diperoleh dan diberikan.
Pemasar yang baik akan mencoba membangun suatu hubungan jangka
panjang, saling percaya “sama-sama menang” dengan para konsumen,
distributor, penyalur dan pemasoknya yang ia hargai. Hal ini dicapai
dengan harga yang wajar kepada mitranya secara berkesinambungan.
e. Pasar
Pasar terdiri dari semua konsumen potensial yang memiliki
kebutuhan atau keinginan tertentu serta mau dan mampu turut dalam
pertukaran untuk memenuhi kebutuhan atau keinginan itu. Jadi
besarnya pasar tergantung dari jumlah orang memiliki kebutuhannya,
punya sumber daya yang diminati orang lain, dan mau menawarkan
sumber daya itu untuk ditukar, supaya dapat memenuhi kebutuhan
mereka.
Semua istilah pasar menunjukan tempat dimana penjual dan
pembeli berkumpul untuk menukar barang-barang mereka. Ahli
ekonomi menggunakan istilah pasar untuk menunjukan pada sejumlah
pembeli dan penjual yang melakukan transaksi pada suatu produk atau
kelas produk.
f. Pemasaran dan pemasar
Konsep pasar membawa kita kembali pada konsep pemasaran.
Pemasaran adalah kegiatan manusia dalam hubungannya dengan pasar.
Pemasaran maksudnya bekerja dengan pasar untuk mewujudkan
transaksi yang mungkin terjadi dalam memenuhi keinginan dan
kebutuhan manusia. Kalau satu pihak lebih aktif mencari pertukaran
dari pihak lain, maka pihak pertama adalah pemasar dan pihak kedua
adalah calon pembeli. Pemasar adalah orang yang mencari sumber daya
dari orang lain dan mau menawarkan sesuatu yang bernilai, untuk itu
keefektifan mereka dipengaruhi oleh masing-masing pemasok mereka
dan juga faktor utama lingkungan (demografi, ekonomi, fiskal,
teknologi, politik, hukum, sosial dan budaya).
C. Bauran Pemasaran (Marketing Mix)
Strategi perusahaan berfokus pada misi perusahaan, bauran
pemasaran dan alokasi-alokasi sumber daya. Kemudian strategi bisnis
berfokus pada cara berkompetisi dalam suatu industri atau sub kelompok
strategis dan bagaimana mencapai keunggulan bersaing. Pada tingkat
fungsional, rencana dan kebijakan yang hendak dijalankan (dengan
marketing, manufaktur, personalia dan sebagainya) dirancang untuk
mengimplementasikan strategi korporasi dan bisnis agar perusahaan dapat
bersaing.
Kombinasi dari strategi produk, harga, promosi dan distribusi
dalam
mencapai tujuan pemasaran dinamakan “marketing mix” atau
bauran pemasaran. Marketing mix juga sering disebut 4P (Product, Price,
Promotion, and Placement) dalam pemasaran yang merupakan alat yang
dapat digunakan produsen untuk mempengaruhi konsumen.
Menurut Catur E. Rismiati dan Ig. Bondan Suratno mengemukakan
bahwa : Marketing mix adalah kombinasi dari empat kegiatan perusahaan
yang merupakan inti dari sistem pemasaran perusahaan, yakni produk,
struktur harga, sistem distribusi dan kegiatan promosi (Rismiati dan
Suratno, 2001 : 190).
Pengertian bauran pemasaran menurut Kotler yang diterjemahkan
oleh
Ancella
Anitawati
Hermawan
dalam
bukunya
Manajemen
Pemasaran, Analisis, Perencanaan, implementasi dan Pengendalian (1998),
mengemukakan :
Bauran pemasaran adalah kelompok kiat pemasaran yang
digunakan perusahaan untuk mencapai sasaran pemasarannya dalam pasar
sasaran”.
Selanjutnya pengertian bauran pemasaran menurut William J.
Stanton yang diterjemahkan oleh Yohanes Lamarto dalam bukunya Prinsip
Pemasaran (1996), adalah sebagai berikut :
Bauran pemasaran adalah istilah yang dipakai untuk menjelaskan
kombinasi empat dasar pembentuk inti sistem pemasaran sebuah
organisasi (Stanton, 1996: 45)
Bauran pemasaran yang khas mencakup produk tertentu,
ditawarkan dengan suatu harga, dengan promosi tertentu untuk
memberitahu konsumen potensial tentang produk itu, dan cara mencapai
tempat konsumen
Ada 4 komponen yang tercakup dalam kegiatan bauran pemasaran
yang terkenal dengan sebutan 4P yang dikemukakan oleh Buchari Alma
dalam bukunya Manajemen Pemasaran dan Pemasaran Jasa (2000), antara
lain sebagai berikut :
1. Product
2. Price
3. Place (distribution)
4. Promotion
1. Product
Produk adalah merupakan titik sentral dari kegiatan marketing. Produk
dapat berupa barang dan jasa, jika tidak ada produk maka tidak ada
perpindahan hak milik dan tidak ada marketing. Semua kegiatan marketing
lainnya dipakai untuk menunjang gerakan produk.
2. Price
Masalah
kebijaksanaan
harga
adalah
turut
menentukan
keberhasilan pemasaran produk. Kebijakan harga dapat dilakukan pada
setiap tingkatan distribusi, seperti oleh produsen, grosir dan retailer
(pedagang eceran).
3. Place (Distribusi)
Sebelum produsen memasarkan produknya maka sudah ada
perencanaan tentang pola distribusi yang akan dilakukan dan sebagian
besar produsen bekerja sama dengan perantara pemasaran untuk membawa
produk mereka kepasar. Perantara pemasaran membentuk suatu saluran
pemasaran (disebut juga saluran perdagangan atau saluran distribusi).
4. Promotion
Yang termasuk didalam kombinasi promosi ini adalah kegiatankegiatan periklanan, personal selling, promosi penjualan yang ke
semuanya oleh perusahaan dipergunakan untuk meningkatkan penjualan
(Alma, 2000: 162).
D. Strategi Pemasaran.
Setiap perusahaan mempunyai tujuan untuk dapat tetap hidup dan
berkembang, tujuan tersebut hanya dapat dicapai melalui usaha
mempertahankan dan meningkatkan tingkat keuntungan/laba perusahaan.
Usaha ini hanya dapat dilakukan, apabila perusahaan dapat
mempertahankan dan meningkatkan penjualannya, melalui usaha mencari
dan membina langganan, serta usaha menguasai pasar.
Gregorius Chandra (2002) bahwa strategi pemasaran merupakan
rencana yang menjabarkan ekspektasi perusahaan akan dampak dari
berbagai aktivitas atau program pemasaran terhadap permintaan produk
atau lini produknya di pasar sasaran tertentu (Chandra, 2002 : 93).
Usmara (2003) bahwa strategi pemasaran merupakan sesuatu yang
sangat penting bagi setiap perusahaan, sesuatu yang penting umumnya
tidak mudah dirumuskan dan dilaksanakan (Usmara, 2003 : 22).
Strategi pemasaran pada dasarnya rencana yang menyeluruh,
terpadu dan menyatu di bidang pemasaran yang memberikan panduan
tentang kegiatan yang akan dijalankan untuk mencapai tujuan pemasaran
suatu perusahaan. Dengan perkataan lain, strategi pemasaran adalah
serangkaian tujuan dan sasaran, kebijakan dan aturan yang memberi arah
kepada usaha-usaha pemasaran perusahaan dari waktu ke waktu, pada
masing-masing tingkatan dan acuan serta alokasinya, terutama sebagai
tanggapan perusahaan dalam menghadapai lingkungan dan keadaan
persaingan yang selalu berubah. Oleh karena itu, penentuan strategi
pemasaran harus didasarkan atas analisa lingkungan dan internal
perusahaan melalui analisa keunggulan dan kelemahan perusahaan, serta
analisa kesempatan dan ancaman yang dihadapi perusahaan dari
lingkungannya. Disamping itu strategi pemasaran yang telah ditetapkan
dan dijalankan, harus dinilai kembali, apakah masih sesuai dengan
keadaan/ kondisi pada saat ini (Alma, 2004 : 199).
1. Jenis-Jenis Strategi Pemasaran
Suatu aspek yang paling penting dalam melaksanakan segmentasi
pasar adalah aspek operasional. Hal ini berarti bahwa kita harus
menghindarkan diri dari dimensi yang tidak dapat dilaksanakan. Dasar
segmentasi yang dipakai haruslah dapat dilaksanakan. Dasar pelaksanaan
segmentasi umumnya dipergunakan segmentasi atas dasar demografis
(kependudukan) seperti umur, jenis kelamin, penghasilan daerah,
penghasilan keluarga dan sebagainya. Informasi kependudukan semacam
itu sangat mudah memperolehnya dan sangat berguna dalam hal promosi
dan distribusi. Setelah diketahui bahwa pasar yang dihadapi dapat dibagibagi ke dalam strategi yang mungkin dilakukan terhadap keadaan tersebut.
Menurut Sofyan Assaury bahwa strategi pemasaran secara umum
ini, dapat dibedakan tiga jenis strategi pemasaran yang dapat ditempuh
perusahaan yaitu :
a. Strategi
pemasaran
yang
tidak
membeda-bedakan
pasar
(Undifferentiated marketing).
b. Strategi pemasaran yang membeda-bedakan pasar (Differentiated
marketing).
c. Strategi pemasaran yang terkonsentrasi (Concentrated Marketing).
Untuk lebih jelasnya ketiga jenis strategi pemasaran di atas dapat
diuraikan sebagai berikut :
a. Strategi
pemasaran
yang
tidak
membeda-bedakan
pasar
(Undifferentiated marketing).
Dengan strategi ini, perusahaan menganggap pasar sebagai suatu
keseluruhan, sehingga perusahaan hanya memperhatikan kebutuhan
konsumen secara umum. Oleh karena itu perusahaan hanya
menghasilkan dan memasarkan satu macam produk saja dan berusaha
menarik semua pembeli dan calon pembeli dengan suatu rencana
pemasaran saja. Strategi ini bertujuan untuk melakukan penjualan
secara massal, sehingga menurunkan biaya. Perusahaan memusatkan
perhatiannya pada seluruh konsumen dan kebutuhannya, serta
merancang produk yang dapat menarik sebanyak mungkin para
konsumen tersebut. Perusahaan yang menggunakan strategi ini, tidak
menghiraukan adanya kelompok pembeli yang berbeda-beda. Pasar
dianggap sebagai suatu keseluruhan dengan ciri kesamaan dalam
kebutuhannya. Salah satu keuntungan strategi ini adalah kemampuan
perusahaan untuk menekan biaya sehingga dapat lebih ekonomis.
Sebaliknya, kelemahannya adalah apabila banyak perusahaan lain juga
menjalankan strategi pemasaran yang sama, maka akan terjadi
persaingan yang tajam untuk menguasai pasar tersebut (hyper
competition), dan mengabaikan segmen pasar yang kecil lainnya.
Akbatnya, strategi ini dapat menyebabkan kurang menguntungkannya
usaha-usaha pemasaran perusahaan, karena banyak dan makin
tajamnya persaingan.
b. Strategi pemasaran yang membeda-bedakan pasar (Differentiated
marketing).
Dengan strategi ini, perusahaan hanya melayani kebutuhan beberapa
kelompok konsumen tertentu dengan jenis produk tertentu pula. Jadi
perusahaan atau produsen menghasilkan dan memasarkan produk
yang berbeda-beda untuk tiap segmen pasar. Dengan perkataan lain,
perusahaan atau produsen menawarkan berbagai variasi produk dan
product mix, yang disesuaikan dengan kebutuhan dan keinginan
kelompok konsumen atau pembeli yang berbeda-beda, dengan
program pemasaran yang tersendiri diharapkan dapat dicapai tingkat
penjualan yang tertinggi dalam masing-masing segmen pasar tersebut.
Perusahaan
yang
menggunakan
strategi
ini
bertujuan
untuk
mempertebal kepercayaan kelompok konsumen tertentu terhadap
produk yang dihasilkan dan dipasarkan, sehingga pembeliannya akan
dilakukan berulang kali. Dengan demikian diharapkan penjualan
perusahaan akan ebih tinggi dan kedudukan produk perusahaan akan
lebih kuat atau mantap di segmen pasar. Keuntungan strategi
pemasaran ini, penjualan dapat diharapkan akan lebih tinggi dengan
posisi produk yang lebih baik di setiap segmen pasar, dan total
penjualan perusahaan akan dapat ditingkatkan dengan bervariasinya
produk yang ditawarkan. Kelemahan strategi ini adalah, terdapat
kecenderungan biaya akan lebih tinggi karena kenaikan biaya produksi
untuk modifikasi produk, biaya administrasi, biaya promosi, dan biaya
investasi.
c. Strategi pemasaran yang terkonsentrasi (Concentrated Marketing).
Dengan strategi ini, perusahaan mengkhususkan pemasaran produknya
dalam beberapa segmen pasar, dengan pertimbangan keterbatasan
sumberdaya perusahaan. Dalam hal ini perusahaan produsen memilih
segmen pasar tertentu dan menawarkan produk yang sesuai dengan
kebutuhan dan keinginan kelompok konsumen yang ada pada segmen
pasar itu, yang tentunya lebih spesifik. Strategi pemasaran ini
mengutamakan seluruh usaha pemasaran pada satu atau beberapa
segmen pasar tertentu saja. Jadi perusahaan memusatkan segala
kegiatan akan memberikan keuntungan yang terbesar. Keuntungan
penggunaan
strategi
ini,
perusahaan
dapat
diharapkan
akan
memperoleh kedudukan atau posisi yang kuat di dalam segmen pasar
tertentu yang dipilih. Hal ini karena, perusahaan akan mempunyai
pengetahuan dan pengalaman yang lebih baik dalam melakukan
pendekatan bagi pemenuhan kebutuhan dan keinginan konsumen dari
segmen pasar yang dilayaninya. Di samping itu perusahaan
memperoleh keuntungan karena spesialisasi dalam produksi, distribusi
dan usaha promosi, sehingga apabila segmen pasar dipilih secara
tepat, akan dapat memungkinkan berhasilnya usaha pemasaran produk
perusahaan tersebut. Kelemahan strategi pemasaran ini adalah
perusahaan akan menghadapi risiko yang besar bila hanya tergantung
pada satu atau beberapa segmen pasar saja. Hal ini karena,
kemungkinan terjadinya perubahan selera para konsumen, atau
peningkatan kemampuan daya saing perusahaan lain yang dapat
melebihi kemampuan perusahan ini dalam melayani pasar secara baik
dan efektif.
Sehubungan dengan kondisi pasar yang bersifat heterogen dan dapat
disegmentasikan menjadi homogen, pengusaha dapat memilih salah
satu dari 3 strategi pemasaran yang pada dasarnya berpangkal dari 2
tipe pengusaha yaitu :
1) Pengusaha yang mensegmentasikan pasar
Pengusaha yang melakukan segmentasi pasar disebut segmenter.
Pengusaha dapat mengelompokkan konsumen yang berbeda-beda
itu dan kemudian melayani pasar atau menerapkan strategi
pemasaran (marketing mix) yang berbeda pula sesuai dengan
perbedaan sifat yang dimiliki oleh masing-masing segmen. Dalam
strategi ini berarti pengusaha menyajikan produk yang berbeda,
dengan harga yang berbeda, serta promosi maupun distribusi yang
berbeda pula terhadap segmen pasar yang berbeda. Cara inilah
yang biasa disebut sebagai “pemasaran serba ada” atau
“diffrentiated marketing”. Dalam hal ini pengusaha memberikan
perlakuan, penyajian, penyampaian dan pelayanan (marketing mix)
yang berbeda terhadap segmen pasar yang berbeda. Cara ini lebih
menjamin
adanya
kemungkinan
bahwa
perusahaan
dapat
memperoleh posisi persaingan yang lebih baik (competitive
advantage). Hal ini disebabkan karena perusahaan dapat
memberikan pelayanan yang lebih baik atau lebih sesuai dengan
kebutuhan dan keinginan konsumennya dibandingkan dengan
pesaing-pesaingnya.
2) Pengusaha yang tidak melakukan segmentasi pasar
Pengusaha ini berarti menggabungkan semua segmen yang ada
dalam pasar yang dihadapinya itu, oleh karena itu biasanya disebut
sebagai pengusaha yang combiner. Pengusaha yang tidak
mengelompokkan dan tidak mencari sasaran pada sekelompok
segmen tertentu tetapi dia bergerak dalam pasar umum
(masyarakat) yang sangat heterogen maka hal ini berarti dia
memperlakukan konsumen yang berbeda-beda itu dengan cara
atau strategi penyampaian, penyajian dan pelayanan atau
marketing mix yang sama. Jadi dalam hal ini perusahaan
berpandangan bahwa semua orang (konsumen) adalah sama, jadi
perlakuan terhadapnya juga sama. Tindakan semacam ini disebut
“undifferentiated marketing” atau “pemasaran serba
(Assaury, 2008 : 163).
BAB III
LAPORAN OBYEK
sama
A. Gambaran umum
1. Sejarah Berdirinya KJKS BMT Mandiri Getasan
Berasal dari adanya tuntutan yang cukup kuat dari masyarakat
yang menginginkan perubahan dalam struktur ekonomi masyarakat
yang pada tahun 1990-an di kuasai dari beberapa gelintir golongan
tertentu utamanya dari ekonomi konglomerasi kepada ekonomi yang
berbasis masyarakat banyak (ekonomi kerakyatan). Di samping itu
juga adanya pernyataan :
a. Terjadinya penyedotan dana dari daerah ke pusat oleh lembaga
keuangan (perbankan) yang telah ada.
b. Meskipun lembaga keuangan telah menjamur di mana-mana,
namun
realisasinya
masyarakat
lapisan
bawah
tetap
sulit
mengakses walau mereka rajin menabung.
c. Di sisi lain masih banyak umat Islam yang enggan berhubungan
dengan bank adalah sama dengan riba yang di haramkan oleh
islam.
d. Disamping itu masih banyak masyarakat kecil yang belum
mengenal dan terbiasa dengan kegiatan perbankan.
Tuntutan tersebut kemudian dijawab oleh cendekiawan kita
yang ketika itu memimpin lembaga-lembaga umat, dengan konsep
inkubasi, pengembangan dan penguatan usaha mikro, kecil dan
menengah yang berbasis dalam lapisan bawah dengan mendirikan
YINBUK (Yayasan Inkubasi Bisnis Usaha Kecil), di mana sebagai
pelaksanaannya membentuk badan pekerja PINBUK (Pusat Inkubasi
Bisnis Usaha Kecil).
Konsep yang digunkan proses inkubasi, pengembangan dan
penguatan usaha mikro, kecil dan menengah adalah konsep yang
berdasarkan keyakinanan akan nilai-nilai religious yang telah berabadabad ada dalam masyarakat Indonesia, yaitu prinsip-prinsip yang
menekankan pada nilai keadilan, pemerataan dan kemakmuran
bersama dan mengusahakannya dengan cara-cara yang halah dan sah
secara umum. Untuk mewujudkan cita-cita tersebut, sebagai langkah
awal dengan Balai Usaha Mandiri Terpadu, disingkat BMT dengan
menggunakan prinsip syariah dan memilih
tempat beroperasinya
dengan masyarakat lapisan bawah.
BMT Mandiri Getasan didirikan pada tanggal 22 April 2002,
yang merupakan salah satu usaha dari koperasi karyawan “Mandiri”
(Kopkar Mandiri) yang berkantor pusat di Ungaran. Tujuan dari
koperasi karyawan “Mandiri” dalam usaha mendirikan BMT ini adalah
meningkatkan kesejahteraan pengelola BMT di Kabupaten Semarang.
Sedangkan tujuan dari BMT sendiri adalah meringankan beban
masyarakat dengan pinjaman dalam sistem bagi hasil.
2. Dasar Pendirian BMT Mandiri Getasan
Bentuk badan hukum BMT hingga saat ini merupakan sintesa
dari sekian alternatif badan hukum yang diakui di Indonesia hanya
tiga, Perseroan Terbatas (PT), Badan Usaha Milik Negara (BUMN),
dan Koperasi. Dengan demikian pilihan legalitas yang logis bagi BMT
adalah koperasi yaitu Koperasi Serba Usaha (KSU).
KSU dipilih sebagai badan hukum karena dianggap mendekati
jiwa BMT yang erat kaitannya dengan ekonomi rakyat yang
didominasi oleh umat Islam. Alasan karena KSU :
a. Dapat memberikan dasar legalitas simpan pinjam sebagai salah satu
kegiatan usaha
b. Mudah cara dan persyaratan
c. Batasan modal minimal yang disyaratkan mudah dijangkau oleh
pendirinya
d. Bersifat terbuka
Badan hukum dari BMT Mandiri adalah badan hukum koperasi
yaitu No.251/BH/KPK II .I/180.4/IV/2002. Yang disyahkan pada
tanggal 15 April 2002 .
3. Struktur Organisasi KJKS BMT Mandiri Getasan.
RAT
PENGURUS
PENGAWAS
Ketua
: Andi Setiawan S, AMd
1. Bambang Feriyanto, SE
Sekertaris
: Ahmad M.
2. Muhari, SAg
Bendahara
: Ir. Muh Fauzan
3. Drs. Nur Budiarto
General Manajer
Diah Munfaati, S.E
Manajer Bisnis
MNZ Arifin, SAg
Kepala Cabang Getasan
Arif Nugroho, SH
TEllER
MARKETING
Kepala Cabang Jambu
Abdul Chalim, AMd
PEMBIAYAAN
TELLER
Bagan 3. 1
MARKETING
PEMBIAYAAN
4. Deskripsi kerja
a. Rapat Anggota (RA)
Pertanggungjawaban pengurus atas kegiatan-kegiatan unit-unit
usaha yang dikembangkan BMT.
b. Pengurus
Pengurus dipilih dari dan oleh anggota dalam suatu rapat anggota.
Jumlah pengurus minimal tiga orang. Terdiri dari ketua, sekretaris,
dan bendahara. Anggota pengurus dipilih selama masa jabatan 3
tahun dan pada masa jabatan telah habis dipilih kembali. Tugas
atau pekerjaan pengurus adalah mengawasi, mengevaluasi dan
mengarahkan pelaksanaan pengelolaan BMT yang dijalankan oleh
pengelola agar tetap mengikuti kebijaksanaan dan keputusan yang
telah disetujui oleh rapat anggota.
c. Pengawas
BMT harus punya pengawas yang terdiri dari pengawas bidang
ekonomi dan pengawas bidang syariah. Pengawas bidang ekonomi
diadakan sekurang-kurangnya 3 bulan sekali mengenai hal kas,
surat berharga, alat perlengkapan, dan mengenai kebenaran
pembukuan serta kebijaksanaan pengurus dalam menyelenggaraan
organisasi. pengawasan bidang syariah mengawasi jalannya
operasional BMT agar sesuai dengan ketentuan syariah.
d. Manajer
Memimpin jalannya BMT sesuai dengan jalannya tujuan dan
kebijaksanaan umum yang telah digariskan dewan pengurus dan
telah disetujui oleh rapat anggota guna mencapai tujuan BMT.
e. Kabag Operasional
1) Bertanggung jawab terhadap berjalannya struktur kepegawaian
dan mekanismenya.
2) Bertanggung jawab terhadap penyajian informasi keuangan dan
analisisnya.
3) Membantu bagian pembiayaan dalam analisis pencairan kredit.
4) Mengatur dan mengawasi kehadiran dan prestasi pengelola.
5) Memberikan atau menunda persetujuan atas pemeriksaan tugas
bagian pembukuan.
6) Membuat surat rekomendasi pencairan uang untuk pembayaran
gaji akhir setiap bulan.
7) Memberi pertimbangan atas segala aktivitas yang berhubungan
dengan pengeluaran uang.
8) Menyusun RAB tahunan dan evaluasinya.
f. Bagian Adminitrasi
1) Memeriksa kelengkapan bukti transaksi, ketelitian dan ketetapan
perhitungan.
2) Memeriksa ketetapan posting dan keseimbangannya.
3) Menyusun daftar aktiva tetap dan aktiva lainnya secara berkala
dan menyeluruh.
4) Menyediakan rekening internal dan pelaporannya
5) Melakukan pembukuan pada akhir tutup buku pada setiap
harinya, mulai dari pengecekan jurnal yang dikerjakan oleh
kasir meneliti kecocokan tugas teller (transaksi harian)
penyususnan buku besar hingga neraca rugi laba.
6) Bertanggung jawab terhadap segala kekeliruan, selisih maupun
ketidakakuratan data akibat
kesalahaan posting maupun
penjumlahan.
g. Bagian teller
1) Member penjelasan kepada para nasabah atas produk-produk
BMT.
2) Menerima permohonan pembiayaan.
3) Menerima bukti setoran tabungan dan angsuran.
4) Mencocokkan
kartu
validitas
dengan
slip
pengambilan
tabungan.
5) Melakukan pengetikan atau penulisan terhadap buku tabungan
dan buku angsuran nasabah.
6) Melakukan back up manual dan komputerisasi setiap hari
terhadap angsuran maupun tabungan yang masuk melalui saldo
harian nasabah.
7) Melakuakan verifikasi berupa kode personal (PC) paraf dan
stempel validasi pada setiap transaksi.
8) Penyusunan transaksi teller.
9) Membuat dan menghitung bagi hasil tabungan pada akhir bulan.
10) Melakukan input bagi hasil kepada rekening nasabah hingga
selesai.
f. Bagian Pemasaran
1) Melakukan koordinasi, monitoring dan evaluasi terhadap kinerja
tenaga lapangan.
2) Menyusun
rancangan
langkah-langkah
sosialisasi
dan
implementasinya.
3) Membantu tenaga lapangan dalam sosialisasi produk BMT,
penarikan tabungan dan penagihan angsuran.
4) Melakukan survai dan analisa kelayakan usaha calon pengguna
pembiyaan.
5) Menyusun laporan perkembangan pemasaran yang terdiri dari :
a) Laporan perkembangan penarikan tabungan berdasarkan area
(pasar dan non pasar).
b) Daftar kunjungan ke nasabah non pasar.
g. Bagian Funding
1) Melakukan sosialisasi produk-produk BMT.
2) Melakukan penarikan tabungan dan tagihan angsuran untuk
nasabah pasar dan non pasar, baik dalam jam kerja maupun di
luar jam kerja.
3) Mencari dan menemukan penabung baru.
4) Membantu
penabung
dan
peminjam
dalam
melakukan
penabungan maupn angsuran.
5) Membantu penabung pasar dalam mengambil tabungan dengan
prosedur yang telah ditentukan.
6) Membantu survai kelayakan pembiyaan kepada calon peminjam
dalam pasar.
7) Menyusun laporan perkembangan pemasaran terdiri dari:
a) Laporan perkembangan penarikan tabungan berdasarkan area
(pasar dan non pasar).
b) Daftar kunjungan ke nasabah non pasar.
j. Bagian Lending
1) Melakukan survai dan analisa kelayakan usaha calon pengguna
pembiyaan.
2) Membuat keputusan realisasi kredit berdasarkan penilaian
bersama dengan komite pembiayaan.
3) Manyimpan segenap agunan yang ada dan menyusun prosedur
penggunaan agunan calon pengguna jasa (debitor).
4) Menyusun plafon pembiayaan minimal dan perkiraan nilai pasar
agunan colon pengguna jasa (debitor).
5) Menyusun laporan perkembangan pembiayaan yang terdiri dari :
a) Laporan pengajuan pembiyaan.
b) Laporan realisasi dan out sanding pembiyaan.
c) Laporan pembiyaan bermasalah dan perkembanganya.
d) Proyeksi pendapatan.
e) Rangkap total pembiayaan.
f) Rekap jenis pembiayaan.
5. Permodalan BMT Mandiri Getasan
Modal BMT berasal dari simpanan (simpok), simpanan
wajib (Simwa), modal pernyataan /simpanan
pokok khusus
(simpoksus), dana cadangan, hibah dari pihak lain, dan dana
pinjaman. Dengan kata lain modal awal BMT mandiri Getasan
berasal dari anggota sendiri.
6. Produk- produk BMT Mandiri Getasan
a. SI RELA (Simpanan Sukarela Lancar)
Adalah merupakan simpanan suka rela yang dalam
penarikannya dan penyetorannya dapat dilakukan setiap saat. Bagi
hasil keuntungan dihitung atas dasar saldo rata-rata harian dan
diberikan setiap bulan langsung menambah saldo Si RELA dengan
kadar keuntungan 35 : 65 ketentuan berikut:
1) Simpanan yang dapat ditambah dan diambil setiap saat.
2) Pembukaan rekening atas nama perorangan atau lembaga dengan
setoran awal Rp 10.000,00.
3) Bagi hasil keuntungan dihitung atas saldo rata-rata harian dan
berikan setiap bulan dan langsung menambah saldo rekening Si
RELA.
4) Tidak terbebani adminitrasi bulanan.
5) Saldo minimal yang harus disisikan sebesar Rp 10.000,00.
b. SI QURBAN (Simpanan Suka Rela Qurban)
Adalah simpanan sukarela yang dikhususkan untuk
persiapan niat suci berqurban.
ketentuan:
Tabungan istimewa ini dikhususkan bagi anggota yang
akan mempersiapkan kebutuhan menjelang hari raya Idhul Adha.
Syarat dan ketentuan seperti pada SI RELA kecuali dalam
pengambilan hanya bisa diambil pada saat bulan Dhulhijah.
c. SI RAYA (Simpanan Hari Raya)
Simpanan ini dapat diambil pada menjelang bulan
Ramadhan atau hari raya, yang memang dikhususkan simpanan hari
raya.
Ketentuan:
Tabungan istimewa ini dikhususkan bagi anggota yang
akan mempersiapkan kebutuhan menjelang hari raya Idul Fitri.
Syarat dan ketentuan seperti pada SIRELA kecuali dalam
pengambilan hanya bisa diambil pada saat bulan Ramadhan.
d. SI SAFAR (Simpanan Safar)
Tabungan istimewa ini dikhususkan bagi anggota yang
akan mempersiapkan kebutuhan pada bulan Safar.
Syarat dan ketentuan seperti pada SI RELA kecuali dalam
pengambilan hanya bisa diambil pada saat bulan Safar.
e. SI HARUM (Simpanan Haji & Umroh)
Tabungan istimewa ini dikhususkan bagi anggota yang
akan mempersiapkan pelaksanaan ibadah haji & umroh di Tanah
Suci.
f. SIMPEL (Simpanan Pelajar)
Tabungan istimewa ini dikhususkan bagi para pelajar untuk
menggairahkan gemar menabung di kalangan pelajar.
Ketentuan:
Syarat dan ketentuan seperti pada SI RELA kecuali dalam
pengambilan hanya bisa diambil pada saat tahun ajaran baru.
g. BAITUL MAAL (Zakat, Infak & Shodaqoh)
KJKS BMT MANDIRI siap menerima dan menyalurkan
dana Zakat, Infaq, dan Shodaqoh. Selanjutnya dana tersebut akan
disalurkan bagi yang berhak dalam bentuk kredit, sumbangan
masjid, bea siswa, dan bantuan sosial lainnya.
h. Simpanan Berjangka (SISUKA)
1) Simpanan yang hanya bisa diambil dan ditambahkan dalam
jangka waktu tertentu.
2) Setoran minimal Rp 1.000.000,00.
3) Bagi hasil keuntungan dihitung atas saldo rata-rata dan diberikan
setiap bulan dan langsung ditransfer ke rekening SI RELA.
Nisbah Bagi Hasil antara penyimpan BMT
a. Jangka waktu 3 bulan 40 : 60
b. Jangka waktu 6 bulan 45 : 55
c. Jangka waktu 12 bulan 50 : 50
7. Produk Pembiayaan KJKS BMT Mandiri Getasan
a. Pembiayaan Mudhorobah (MDA)
Pembiyaan yang dilakukan untuk menambah modal usaha yang
diperuntukkan nasabah dan atas keuntungan yang diperoleh nasabah
disepakati pembagiannya antara nasabah dengan BMT Mandiri.
Modal yang dimanfaatkan nasabah ini dikembalikan sesuai dengan
jangka waktu yang disepakati.
b. Pembiayaan Musyarakah (MBA)
Pembiayaan yang dilakukan untuk membiayai sebagai
modal yang diperuntukkan nasabah. Dan atas keuntungan yang
diperoleh
nasabah
disepakati
untuk
melakukan
usahanya
dikembalikan sesuai dengan jangka waktu yang ditetapkan.
c. Pembiyaan Murobahah (BMA)
Pembiyaan yang diberikan untuk pembelian suatu barang
yang diperunt ukkan nasabah. Dan nasabah akan membayar secara
tepat pada waktu yang telah disepakati, dengan kesepakatan
pembagian margin/ keuntungan.
d. Bai Bisama Ajil (BBA)
Menyediakan
barang-barang
kebutuhan
anggota
dengan
pembayaran angsuran senilai harga perolehan barang ditambah dengan
keuntungan (mark up) yang telah disepakati bersama.
Rumus Bagi Hasil Simpanan Setiap Bulannya
Saldo Harian Rata-Rata (SHR)= Saldo Akhir x Masa Endapan Tabungan
Bagi Hasil Anggota= SHR Anggota x Keuntungan Lembaga
∑SHR Anggota
B. Data Deskriptif
BMT Mandiri berdiri pada tahun 2002 hingga sampai sekarang ini
pada tahun 2012 masih menunjukan konsistensinya sebagai lembaga
keuangan mikro. Semakin berkembang dari tahun ke tahun sampai sudah
membuka cabang sendiri, itu artinya BMT Mandiri telah mengelola
lembaga dengan baik terutama dalam menerapkan sebuah manajemen
yang teratur dan disiplin. Salah satu kunci keberhasilan pengembangan
usaha mikro, termasuk BMT adalah pada aspek "Community based
business".
Artinya
bisnis
yang
dibangun
dengan
pendekatan
komunitas. Usaha-usaha di atas merupakan kegiatan-kegiatan BMT yang
berkaitan langsung dengan masalah keuangan. Selain kegiatan-kegiatan
tersebut, BMT juga bisa mengembangkan usaha di bidang sektor riil,
seperti kios telepon, kios benda pos, memperkenalkan teknologi maju
untuk peningkatan produktivitas
hasil para
nasabah,
mendorong
tumbuhnya industri rumah tangga atau pengolahan hasil, mempersiapkan
jaringan perdagangan atau pemasaran masukan dan hasil produksi, serta
usaha lainnya yang layak, menguntungkan dalam jangka panjang dan tidak
mengganggu program jangka pendek. Usaha-usaha BMT, baik dalam
pengerahan dana masyarakat maupun dalam penyaluran dana masyarakat,
baik dalam sektor keuangan maupun dalam sektor riil, terangkum dalam
prinsip manajemen BMT.
Umumnya BMT didirikan dengan modal dari para pendiri,
misalnya komunitas masjid, pengusaha, pensiunan atau komunitas lainnya.
Untuk mendukung aspek marketing BMT harus mempunyai figure tokoh
masyarakat yang cukup "kredibel" dan mempunyai jaringan cukup luas.
Dari sinilah dimulai kegiatan marketing dari aspek pendanaan. Selanjutnya
BMT harus menyalurkan dana tersebut dengan amanah dan professional.
BMT harus dapat menerbitkan laporan usaha yang dapat diakses oleh para
penyimpan dana. Dan yang lebih penting lagi adalah menjaga moralitas
pegawai bahkan nasabahnya. Oleh karena itu, pembinaan pegawai dan
komunitas nasabah menjadi sebuah keharusan strategi.
pemasaran BMT antara lain :
1. Promosi
2. Periklanan
3. Promosi penjualan
4. Publisitas
5. Penjualan pribadi
BAB IV
ANALISIS
Manajemen
A. Unsur-unsur Manajemen Strategi Pemasaran KJKS BMT Mandiri
Getasan
Manajemen sebagai suatu sistem di dalamnya terdapa unsur-unsur
yang saling terkait antara satu dengan yang lain dalam rangka mencapai
sasaran. Unsur satu dengan yang lain tidak dapat dipisahkan. islam
memberikan dorongan pada umatnya untuk melihat sesuatu secara utuh.
erkait dengan manajemen yang dilakukan BMT MANDIRI GETASAN
manajemen sebagai suatu sistem, maka di dalamnya terdapat unsur-unsur
yaitu, perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan.
1. Perencanaan
BMT Mandiri Getasan melakukan kegiatan ini bertujuan untuk
menjaga konsistensi kearah pencapaian tujuan manajemen. BMT
mandiri Getasan melakukan pencapain dengan proses-proses sebagai
berikut:
a. Forcesting
Fungsi adanya forcasting bagi BMT Mandiri Getasan untuk
memperoleh sesuatu di masa yang akan datang dengan dasar
penafsiran dan menggunakan perhitungan yang rasional atas faktor
yang ada.
Bagi BMT Mandiri Getasan melakukan forcasting biasanya
dilakukan dengan melihat kondisi lingkungan baik lingkunagan
sekitar maupun, lingkungan internal dan eksternal dalam rangka
perumusan kebijakan dasar.
b. Objektif
Tujuan BMT Mandiri Getasan untuk mencapai tujuan organisasi di
rumuskan dengan jelas berdasarkan realistis dan dapat di ketahui
oleh semua orang yang terlibat dalam organisasi BMT Mandiri
Getasan, agar dapat berpartisipasi dengan penuh kesadaran adapun
tujuanya adalah :
1) Meningkatkan kesejahteraan bagi para anggota nasabah.
2) Mengembangkan pringsip-pringsip yang berdasarkan syariah.
3) Melakukan penyususnan secara proposional.
c. Policies
Rencana kegiatan BMT Mandiri Getasan adapun tahab kegiatan ini
bagi BMT mandiri getasan :
1) Anggota nasabah
BMT Mandiri Getasan melayani para anggotanya seperti usaha
kecil, menengan, atas maupun anggota masyarakat umum
maupun pasar-pasar.
2) Daerah atau wilayah pelayanan
Daerah-daerah yang biasanya menjadi sasaran BMT biasanya
masyarakat umum, instansi ataupun pasar-pasar. Membuka
kantor cabang Seperti kantor cabang yang berada di Jambu
Ambarawa.
3) Jenis layanan yang dilkakukan BMT Mandiri Getasan
Jenis- jenis layanan yang diberikan BMT Mandiri Getasan
meliputi funding, SIRELA, SISAFAR, SISUQUR, dan lending
Al murobahah, Al Musyarokah, Bai Bitsaman Ajil dan lain-lain.
4) Sistem penyampaian produk BMT Mandiri Getasan
a) Jemput bola
b) Bersosialisasi ke masyarakat ataupun pasar dan
c) Instansi pemerintah
d) Pengorganisasian
2. Pengorganisasian
a. Struktur organisasi BMT Mandiri Getasan.
RAT
PENGAWAS (DPS)
PENGURUS
General Manajer
CSO & PR
Anggota
Teller
Market
Marketing
Akunting
Funding
Lending
Anggota
Anggota
anggota
Bagan 4.1
b. Pengorganisasian adalah proses pedesainan organisasi dengan penentuan
struktur organisasi yang paling memadai untuk strategi, orang, tegnologi
dan tugas organisasi. Pengorganisasian dalam koperasi BMT (KJKS)
merupakan pengelompokan kegiatan, sumber daya manusia dan sumber
daya lainya yang dimiliki oleh koperasi BMT (KJKS) agar pelaksanaan
suatu rencana dapat dicapai secara efektif dan ekonomis. Oleh karena itu
unit-unit kerja dan hubungan-hubungan internal koperasi BMT (KJKS)
perlu dibentuk sehingga akan melahirkan suatu struktur organisasi. Ini
mengandung pengertian adanya susunan dan hubungan antara bagianbagian komponen dan posisi dalam suatu koperasi BMT (KJKS) serta
bagaimana mengkoordinasi aktivitas anggota koperasi BMT (Sumiyanto,
2008: 65).
c. Diskripsi kerja
1) Badan Pengurus
Badan pengurus merupakan wakil dari anggota (pendirian) yang
berwenang untuk memastikan jalan tidaknya BMT pengawasan
pelaksanaan kegiatan BMT sehingga sesuai dengan tujuan. Badan
pengurus ini yang melakukan pertanggung jawaban terhadap manejer
umum (pengelola) dan bertanggung jawab kepada Rapat Anggota
Pendiri.
2) Badan penasehat
Anggota dari badan penasehat ini adalah ulama, ilmuan, dan bisa juga
birokrat. Mana, keterlibatan ulama dan ilmuan dapat memberikan
nuansa ruhiah sekaligus ilmiah dalam pengembangan BMT di masa
depan dengan berbagai bentuk kreasi dan inovasi yang bernuansa
islami.
3) Manajer umum
Kualifikasi dan jabatan ini adalah bahwa yang bersangkutan memiliki
jiwa kepemimpinan, memiliki visi sosial dan bisnis, bersifat proaktif,
menguasai ilmu manajemen, jujur, adil, amanah mempunyai pergaulan
yang luas dan mampu menjalin hubungan serta bertanggung jawab.
Sedangkan tugas dan wewenangnya merumuskan dan menetapkan
program BMT, serta membuat kebijakan khusus yang bersumber dari
kebijakan umum pengurus, dan dalam operasionalia, memimpin dan
mengarahkan kegiatan yang dilakukan oleh sifatnya. Di samping itu,
manajer umum harus melakukan jalinan dan jarinagan kerja pada pihak
eksternal baik pemerintah maupun swasta. Manajer umum tentunya
secara hirarki bertanggung jawab kepada badan pengurus (Yunus,
2009 123-124).
4) manajer bidang baitul tamwil
Kualifikasi yang harus dimiliki oleh manajer bidang baitul maal adalah
bahwa ia harus memiliki visi bisnis, kemampuan analisis yang tajam,
menguasai ilmu manajemen, memiliki jiwa wirausaha, memiliki sikap
kehati-hatian dan pengetahuan psikologis serta kreatif, proaktif dan
dinamis yang ditunjang oleh sifat jujur, adil dan amanah (yunus, 2009:
124-126).
5) manajer bidang pengembangan usaha riil
Kualifikasi yang harus dimiliki oleh manajer bidang pengembangan
usaha riil ini adalah bahwa ia harus memiliki jiwa entrepreneurship,
memiliki visi dan analisis bisnis yang tajam, mampu menangkap
peluang, produktif, kreatif, dan dinamis serta memiliki, kejujuran, adil,
dan amanah.
Ada berbagai macam strategi yang dapat dikembangkan dari
perencanaan strategi dan dapat diterapkan untuk KJKS BMT Mandiri
getasan salah satunya. Namun pemanfaatanya harus mengacu pada
kondisi KJKS BMT Mandiri Getasan, baik keunggulan maupun
kelemahan artinya bisa satu strategi yang akan dipilih itu baik buat
sebuah KJKS BMT Mandiri Getasan.
3. Pengawasan
Kelancaran BMT adalah kepentingan utama bagi manajer puncak. Melalui
pengawasan para manajer dapat memastikan tercapai atau tidaknya
harapan bagi para karyawan maupun anggota, pengawasan juga dapat
membantu mengambil keputusan yang lebih baik. Dengan demikian
pengawasan meliputi segala aktivitas yang dilakukan oleh BMT Mandiri
Getasan dari penelitian, pengamatan, dan pengukuran terhadap jalanya
operasi berdasarkan rencana yang telah ditetapkan, penafsiran dan
perbandingan hasil yang dicapai dengan standar yang diminta, melakukan
tindakan koreksi penyimpangan, dan perbandingan hasil (output) yang
dicapai dengan masukan (input) yang digunakan.
a. Proses pengawasan
1) Menentukan standar sebagai ukuran pengawasan
2) Pengukuran dan pengamatan terhadap jalanya operasi berdasarkan
rencana yang telah ditetapkan
3) Penafsiran dan perbandingan hasil yang dicapai dengan standar yang
diminta
4) Melakukan tindakan koreksi terhadap penyimpangan
5) Perbandingan hasil akhir (output) dengan masukan (input) yang
digunakan.
b. Sistem informasi manajemen
Laporan-laporan yang dihasilkan dari proses pengawasan itu harus di
susun dalam suatu format yang sistematis, agar dapat dengan segera dan
mudah di gunakan sebagai bahan pengambilan keputusan secara cepat dan
tepat.
c. Program Audit Internal.
Program audit internal ini harus terus berlanjut, artinya harus dilakukan
secara terus menurus. Pada dasarnya audit internal malakukan dua pola
pemeriksaan yaitu pemeriksaan pasis melalui pemantauan laporan- laporan
yang ada dan pemeriksaan aktif melalui penyelenggaraan kegiatan audit di
tempat bagian-bagian tertentu bank tertentu. Tanggung jawab internal
audit adalah besar, untuk memberikan para nasabah, tentang kebijakan
proteksi kepentingan mereka. Program audit internal yang ketat
marupakan salah satu alat utama yang memberikan keyakinan ini
(Muhammad, 2005 : 213-216).
B. Manajemen Strategi Pemasaran KJKS BMT Mandiri Getasan
1. Menetapkan Arah dan Visi, Misi Organisasi
Setiap lembaga organisasi pasti mempunyai visi, misi dan tujuan. Visi,
misi dan tujuan ini akan menentukan arah yang akan dituju oleh
organisasi. Tanpa adanya visi, misi, dan tujuan maka kinerja organisasi
akan berjalan acak dan kurang jelas serta mudah berubah dan diombangambingkan oleh situasi eksternal. Perubahan yang tidak mempunyai visi,
misi dan tujuan seringkali bertindak spontantitas dan kurang sistematis
seperti yang dilakukan oleh pedagang kecil hanya untuk memperoleh
sesuap nasi. Tentunya hal ini tidak boleh terjadi bagi suatu organisasi
bisnis (perusahaan) apalagi jika perusahaan tersebut boleh dikatakan
skala menengah dan atas.
Adapun Visi, Misi BMT Mandiri Getasan:
a. Visi BMT Mandiri Getasan:
Menjadi lembaga keuangan islam yang mempunyai peran yang
strategis, dalam mengembangkan ekonomi umat.
b. Misi BMT Mandiri Getasan:
Menjadi BMT yang sehat, berkembang dan professional dengan mutu
pelayanan yang baik, resiko usaha minimal dan pengembalian yang
maksima hasil interview dengan manajer BMT Mandiri Getasan
(Diah, 2012).
2. Memahami lingkungan internal dan eksternal
Tujuan analisis lingkungan adalah untuk dapat mengerti dan memahami
lingkungan oraganisasi sehingga manajemen yang ada di dalam BMT
Mandiri Getasan akan dapat melakukan reaksi secara tepat terhadap
setiap perubahan, selain itu agar manajemen mempunyai kemampuan
merespon berbagai isu kritis mengenai lingkungan yang mempunyai
pengaruh yang cukup kuat terhadap perusahaan salah satunya dengan
melihat faktor-faktor internal maupun eksternal.
a. Faktor interna BMT Mandiri Getasan.
Laporan keuangan BMT Mandiri Getasan, dari sisi pendapatan di
bidang produk funding maupun lending mengalami peningkatan dari
tahun ke tahun. Hal ini mungkin disebabkan karena kepercayaan
masyarakat terhadap BMT Mandiri Getsan yang mempercayakan
penyimpanan tabungan maupun peminjaman kepada BMT Mandiri
Getasan.
perusahaan
memperluas
strategi
pemasaran
dengan
memberikan kekeluasaan kepada anggota nasabah untu memilih jenis
produk yang ditawarkan oleh BMT Mandiri Getasan baik funding
maupun lending pembiayaan di berbagai pihak anggota nasabah.
Seperti yang diketahui bahwa berbagai produk BMT Mandiri Getasan
telah banyak di rasakan oleh masyarakat sekitar. Secara ke seluruhan
kondisi BMT Mandiri Getasan, meskipun sudah berada dalam
keadaan matang tetapi terus melakukan ekspansi untuk memperluas
pangsa pasar dan meningkatkan penjualan produk. Hal ini dapat
dilihat dari meningkatnya angka aktivitas investasi yang dilakukan
dari tahun ke tahun, tingkat perputaran modal kerja juga sangat cepat
menandakan internal perusahaan berkembang dan tidak ada dana
yang mengangur. Kemudian dari segi pengendalian internal pun
tentunya semakin meningkat di mana perusahaan dapat membuka
kantor cabang sendiri, ini dapat di lihat dari meningkatnya uang di
bidang aktivitas pembiayaan.
b. Faktor eksternal BMT Mandiri Getasan.
Agar memudahkan peneliti, maka penulis menggunakan analisis
SWOT merupakan singkatan dari strength (kekuatan), weakness
(kelemahan), opportunity (peluang) dan threats (ancaman).
a. Kekuatan (S)
1) Produk yang ditawarkan sangat bervariasi.
2) Pegawai yang berkerja adalah pegawai yang professional .
3) Adanya pengawasan terhadap operasional kinerja pada BMT
Mandiri Getasan.
b. Kelemahan (W)
1) Pelayanan produk masih bersifat manual dan kurangnya teknologi.
2) Sulit mendapatkan SDM yang berkompeten dalam bidang ini.
3) Belum meratanya penyebaran kantor cabang BMT Mandiri
getasan.
4) Image yang terbentuk dimasyarakat adalah lembaga keuangan yang
diperuntuhkan hanya untuk orang islam.
c. Peluang (O)
1) Pertumbuhan yang sangat cepat dengan membangun lembaga
keuangan mikro (BMT) di daerah getasan.
2) Tidak di khususkan bagi orang islam saja.
3) Masyarakat sebagian besar adalah orang islam di daerah getasan.
4) Peluang yang besar untuk penerapan teknologi–tegnologi baru
dengan perkembangan IT.
d. Ancaman (T)
1) Pesaing mempunyai tegnologi canggih.
2) Banyaknya produk yang di tawarkan oleh lembaga keuangan lain
yang bervariasi.
3) Kekuatan nasabah untuk memilih lembaga keuangan cukup tinggi.
4) Banyaknya lembaga keuangan yang ada di daerah Getasan.
Lingkungan terdiri dari lingkungan eksternal dan lingkungan
internal. Lingkungan eksternal berada di luar perusahaan sedangkan
lingkungan internal berada di dalam perusahaan Lingkungan eksternal:
Memiliki dua variabel yakni peluang (opportunity) dan acaman (threats)
Terdiri dari dua bagian yaitu lingkungan tugas dan lingkungan umum
Lingkungan internal: Memiliki dua variabel yakni kekuatan (strength)
dan kelemahan (weakness). Mencakup semua unsur bisnis yang ada di
dalam perusahaan seperti struktur organisasi perusahaan, budaya
perusahaan dan sumber daya.
3. Strategi- strategi BMT mandiri Getasan
strategi melibatkan penetapan serangkaian tindakan yang tepat guna
mencapai tujuan perusahaan. strategi ini meliputi pengembangan visi,
misi bisnis BMT Mandiri Getasan:
a. Menambah kantor cabang baru bagi BMT Mandiri Getasan untuk
mempertahankan
dan
meninggkatkan
variasi
produk
dengan
penerapan teknologi-teknologi terbaru.
b. Memperkuat image dimasyarakat dengan menekankan pringsip
ekonomi syaraiah.
c. Meninkatkan
kualitas
pelayanan
kepada
nasabah
dengan
menyuguhkan pelayanan yang professional.
d. Menjalin kerjasama dengan lembaga keuangan mikro ataupun
perbankan baik lembaga keuangan syariah ataupun non syaraiah.
e. Melakukan
sosialisasi
kemasyarakat,
pasar,
ataupun
instansi
pemerintah sehingga dapat menarik nasabah sebanyak-banyaknya
f. Meningkatkan kualitas dan kuantitas sumber daya manusia yang
berkompeten di bidang ekonomi syariah.
g. Mempetahankan ciri khas produk dengan berbasis ekonomi syaraiah.
h. Melakukan strategi promosi yang lebih gencar di wilayah-wilayah
untuk meningkatkan pangsa pasar.
4. Rencana Pengembangan BMT Mandiri Getasan
a. Dari segi produk yang ditawarkan
Penghimpunan dana yang memberikan rasa aman akibat
dari
kepercayaan masyarakat terhadap kinerja lembaga BMT Mandiri
Getasan dengan cara terus menerus mensosialisasikan lembaga BMT ini
ke masyarakat luas sehingga akan terbentuk Brand Image yang kuat di
dalam benak mereka.
b. Dari segi pendanaan
Pengunaan dana dengan memberikan pembiayaan usaha bagi pelaku
usaha UKM produktif seperti pedagang kecil di pasar, industri rumah,
para petani untuk membeli pupuk atau peralatan, peternak ikan dan
unggas serta hewan yang halal, usaha percetakan, reklame, advertising,
pengusaha di bidang pendidikan dan pelatihan (kursus), kontraktor,
pemborong untuk property, konstruksi, pelaku usaha pengiriman barang
(cargo), pengusaha rumah makan.
Penggunaan dana dengan menyalurkan pembiayaan bagi nasabah
konsumtif (dengan akad Bai Bitsaman Ajil, Musyarokah, murobahah,
atau Mudhorobah), seperti para PNS, Wirausaha dan karyawan swasta
yang dianalisa akan rutin mengangsur pinjaman.
5. Usaha-usaha dalam menetapkan strategi yang dilakukan oleh BMT
Mandiri Getasan ada beberapa tingkatan yaitu:
a. Strategi Tingkat Perusahaan (Corporate Strategy)
Ditetapkan oleh tingkat manajemen tertinggi di dalam organisasi dan
mengarah kepada bisnis apa yang akan dilakukan serta bagaimana
sumber daya dialokasikan di antara bisnis tersebut.
Strategi koperasi secara umum melibatkan tujuan jangka panjang
yang berhubungan dengan organisasi secara keseluruhan dan investasi
keuangan secara langsung.
b. Strategi Tingkat Bisnis (Business Strategy)
Ditetapkan oleh masing-masing unit bisnis strategi (Strategy Business
Unit-SBU). Strategi bisnis biasanya diformulasikan oleh manajer
tingkat bisnis melalui negosiasi dengan manajer korporasi dan
memusatkan kepada bagaimana cara bersaing dalam dunia bisnis
yang ada.
Strategi bisnis harus melalui dan diperoleh serta didukung oleh
strategi korporasi.
c. Strategi Tingkat Fungsional (Functional Strategy)
Mempunyai lingkup yang lebih sempit lagi dibandingkan strategi
korporasi dan strategi bisnis.
Berhubungan dengan fungsi bisnis seperti fungsi produksi, fungsi
pemasaran,
fungsi
SDM,
fungsi
keuangan,
fungsi
riset
dan
pengembangan (R&D)
Strategi fungsional harus mengarah kepada strategi bisnis dan konsep
mereka yang paling utama adalah tergantung kepada hasil jawaban
bagaimana cara menerapkannya (Fetikabisnis.blogspot.com)
6. Strategi Pemasaran BMT Mandiri Getasan Funding Maupun Lending.
Dalam menjalankan kegiatan usahanya sebagai lembaga keuangan
syariah yang menampung dana dari masyarakat dan kemudian di
investasikan atau produktifkan kepada masyarakat ataupun anggota
nasabah diperlukan usaha-usaha pemasaran atau marketing agar mau dan
minat menginvestasikan dananya atau juga melakukan pembiayaan di
BMT Mandiri Getasan, Strategi Pemasaran BMT Mandiri Getasan
Untuk melakukan kegiatan pemasaran, BMT Mandiri
mempunyai
strategi pemasaran yang biasanya di lakukan di masyarakat umum,
pasar-pasar, maupun instansi pemerintah dengan cara pemasaran
tersendiri yaitu sebagai berikut.
a. Bagian marketing
Bagian marketing BMT Mandiri Getasan menjalankan tugas lapangan
baik funding maupun lending sesuai dengang target kinerja yang telah
ditentukan. Target marketing ini biasanya 125 orang yang dilayani
setiap harinya, apabila tidak mencapai target tidak ada sangsi untuk
marketing BMT mandiri Getasan, apabila marketing dapat memenuhi
target atau lebih maka akan mendapatkan bonus yang disediakan oleh
BMT Mandiri. adapun strategi-strategi yang dilakakan oleh BMT
Mandiri Getasan biasanya beroperasi ke masyarakat umum, pasar-
pasar, atau instansi pemerintah yang di lakukan oleh marketing BMT
Mandiri Getasan adalah sebagai berikut:
1) Meluruskan niat
Langkah pertama yang di lakukan oleh BMT Mandiri Getasan
sebelum memasarkan produknya adalah dengan meluruskan niat
dengan selalu menyebut nama allah dan selalu mendekatkan
tindakan dengan visi, misi BMT yang telah di tetapkan, dilandasi
keyakinan bahwa memasarkan produk BMT juga merupakan salah
satu bagian penting dari serangkaian perjuangan menegakan
hukum allah dan dakwah menuju jalan yang benar dengan berusaha
semaksimal mungkin dalam memasarkan produk BMT Mandiri
Getasan dan pantang menyerah menghadapi segala tantangan
karena pertolongan Allah pasti akan datang
2) Sistem jemput bola
Sama seperti BMT lainnya, BMT Mandiri Getasan juga
menggunakan
sistem jemput
bola
yaitu
petugas
langsung
mendatangi nasabah di rumah-rumah pasar-pasar atau ditempat
mereka berusaha. Karena petugas lebih leluasa dalam menjelaskan
dan memasarkan produk BMT Mandiri kepada calon nasabah
Seluruh karyawan di BMT Mandiri Getasan bisa difungsikan
sebagai karyawan dengan control utama adalah manajer marketing,
yang bertujuan selain membantu marketing BMT, supaya seluruh
pegawai BMT Mandiri bisa terjadi transfer ilmu antar pegawai
BMT Mandiri Getasan hasi interview dari BMT Mandir Getasan
salah satu manajer tingkat bisnin (Arifin, 2012).
3) Sosialisasi
Untuk menjaga eksistensi lembaga agar semakin kukuh, BMT
Mandiri menambah dan memperluas jaringan dengan menjalin
kerjasama
saling
menguntungkan
dengan
berbagai
pihak,
sepanjang tidak mengingkari prinsip-prinsip syariah yang sejak
awal ditetapkan sebagai landasan utama BMT. Dan terus menjalin
silaturrahim dengan mitra lama hasi interview dari BMT Mandir
Getasan salah satu bagian marketing (Heri, 2012).
Media
yang
sering
digunakan
menggunakan
brosur
dan
pengajian. Dalam memasarkan produk, BMT Mandiri lebih sering
menggunakan brosur, pengajian majelis ta’lim, door to door
(langsung mendatangi tempat usaha) dan sponsor utama kegiatan
sosial. Karena selain bersedekah secara tidak langsung kita
memasarkan nama BMT Mandiri dengan mengenalkan produk
BMT lebih dekat pada masyarakat, lebih efisien, menghemat biaya
pemasaran dan yang lebih penting lagi harta dapat difungsi alihkan
sebagaimana sosial bukan untuk biaya pemasaran saja dan
diberikan kepada yang berhak mendapatkannya hasi interview dari
BMT Mandir Getasan salah satu manajer tingkat bisnin (Arifin,
2012).
b. Bagian pembiayaan
Bagian pembiayaan yang ada di BMT Mandiri Getasan dilakukan
oleg marketing dan kabag. Pembiayaan. Kabag. pembiyaan juga
menjalankan pencapaian target- target pembiayaan dari kantor pusat
maupun kantor cabang, target yang harus di penuhi 50-60 perbulan.
Apabila tidak memenuh target yang telah ditetapkan oleh BMT
Mandiri Getasan seperti halnya dengan marketing tidak dikenakan
sangsi atupun pengurangang gaji dan sebaliknya apabila mencapai
target atau lebih akan diberikan bonus yang telah disiapkan oleh BMT
Mandiri Getasan, strategi-strategi yang dilakukan tidak jauh berbeda
dengan marketing ,hasi interview dari BMT Mandir Getasan salah
satu manajer tingkat bisnin (Arifin, 2012).
Adapun cara penghitungan pembiyaan BMT Manadiri Getasan.
Contoh perhitungan pembiyaan missal:
Seorang nasabah mengajukan pembiyaan sebesar Rp 10.000,000 yang
akan digunakan untuk modal usaha yang akan di angsur selama 10
bulan dengan Jumlah Angsuran Rp 1. 250.000 tiap bulanya.
Contoh perhitungan:
Pinjaman = Rp 10.000.00
ADM = Rp 6.200
Anggsuran= 1.250.000 x 10 bulan
Rincian 1.000.000 Angsuran Pokok (AP)
50.000 Cadangan Resiko (CR)
200.000 Bagi Hasil (BH)
hasi interview dari salah satu karyawan dari BMT Mandir Getasan
salah satu bagaian marketing (Heri, 2012).
7. Strategi pemasaran produk simpanan.
Dalam memasarkan produk simpanan, ada beberapa strategi yang dapat
diterapkan KJKS BMT, antara lain:
a. Penetapan target dan intensifnya. dalam hal ini harus ditetapkan berapa
target funding (nominal per-produk dan simpanan dan jumlah
custumer) adapun target pembiyaan yang dilakukan BMT Mandiri
Getasan Sekitar 50-60 orang atau dengan jumlah nominal sebesar Rp
300.000.000 sedangkan funding 120 orang yang dilayani setiap
harinya dengan jumlah nominal sebesar Rp 12.500.000 Yang akan
dihimpun hingga target per-individu market agar jelas arah kebijakan
Funding maupun lending-nya. Dengan demikian harus diformulasikan
pola intensif untuk funding yang adil (fair) dan trasparan. Ini agar
market termotivasi untuk melakukan kinerja yang maksimal hasi
interview dari BMT Mandir Getasan salah satu manajer tingkat bisnin
(Arifin, 2012).
b. Melakukan inovasi pendanaan.
c. Pencitraan (bran image). Mewujudkan bahwa KJKS BMT Mandiri
Getasan dikelola secara profisional (baik SDM, pembukuan, dan
pelayanan).
d. Keunggulan produk. Misalnya; bagi hasil simpanan bersaing dengan
lembaga lain, minimal sama. Dari segi pelayanan, prosedur pembiyaan
dan simpanan aman, mudah dan professional.
e. Transparasi dan akuntabilitas. Membuktikan bahwa simpanan anggota
aman dan pengelola bersikap amanah.
f. Eskpansi pendanaan. membuka diri menggelang kerja sama dan
proaktif (sehingga memungkinkan mendapat dana-dana dari lembaga
lain).
8. Strategi pemasaran produk funding
a. Promosi atau iklan. Ini dapat dilakuakan dengan mengirim surat-surat
baik berisi informasi, laporan perkembangan, permohonan modal, dan
lain-lain. Atau mengucapkan selamat pada tokoh-tokoh, pengusaha
muslim, penyebaran brosur dan formulir simpanan. Menempelkan
informasi KJKS BMT di tempat strategis seperti masjid, pasar, lembaga
islam dan lainya.
b. Pendekatan. Ini dapat dilakukan dengan, aktif mengadakan pertemuan
dan pengajian yang menghimpun potensi umat islam, menyebarkan
opini tentang ekonomi syariah, zakat dan haramnya riba, presentasi di
setaip waktu dan kesempatan dikalangan umat islam (masyarakat
umum,
pedagang,
pengusaha,
tokoh,
birokrat,
dan
lain-lain),
pendekatan langsung ke calon anggota potensial.
c. Menjalin kerja sama. Ini dapat dilakukan dengan, membuat proposalproposal kerja sama dengan lembaga terkait lain seperti BAZDA dan
pemda,
melakukan penjajagan dengan pihak perbankan untuk
melakukan execukuting atau channeling pembiayaan.
9. Manfaat Manajemen Strategi pemasaran
a. Aktivitas formulasi strategi akan mempertinggi kemampuan perusahaan
dalam menyelesaikan masalah yang dihadapi perusahaan.
b. Proses manajemen strategi akan memberikan hasil keputusan terbaik
dikarenakan interaksi kelompok mengumpulkan berbagai strategi yang
lebih besar.
c. Keterlibatan karyawan di dalam formulasi strategi akan dapat
memperbaiki pengertian mereka atas penghargaan produktivitas di
dalam setiap perencanaan strategi dan dengan demikian dapat
mempertinggi motivasi kerja mereka.
Penerapan manajemen strategi membuat manajemen perusahaan menjadi
lebih peka terhadap ancaman yang datang dari luar perusahaan
(http://en.wikipedia.org).
BAB V
Kesimpulan dan Saran
A. Kesimpulan
Berdasarkan penelitian maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:
Manajemen Strategi Pemasaran adalah pengambilan keputusankeputusan tentang biaya pemasaran, bauran pemasaran, alokasi pemasaran
dalam hubungan dengan keadaan lingkungan yang diharapkan dan kondisi
persaingan.
Strategi Pemasaran yang digunakan oleh BMT mandiri Getasan:
1. Meluruskan niat.
Langkah pertama yang di lakukan oleh BMT Mandiri Getasan sebelum
memasarkan produknya adalah dengan meluruskan niat dengan selalu
menyebut nama allah dan selalu mendekatkan tindakan dengan visi, misi
BMT Mandiri Getasan.
2. Sistem jemput bola.
Sama seperti BMT lainnya, BMT Mandiri Getasan juga menggunakan
sistem jemput bola yaitu petugas langsung mendatangi nasabah di rumahrumah, pasar-pasar atau ditempat mereka berusaha.
3. Sosialisasi.
Untuk menjaga eksistensi lembaga agar semakin kukuh, BMT Mandiri
menambah dan memperluas jaringan dengan menjalin kerjasama
B. SARAN
1. KJKS BMT Mandiri Getasan hendaklah selalu bernuansa islami dan
mengikutkan karyawan dalam pelatihan-pelatihan untuk meningkatkan
kualitas SDI.
2. Pengetahuan manajemen strategi pemasaran dalam bisnis hendaklah perlu
diasah lagi. Hal ini diperlukan untuk meningkatkan profesionalisme BMT.
3. Strategi pemasaran hendaklah perlu diperhatikan lagi dan dikembangkan
untuk mensosialisasikan produk-produk BMT di luar masyarakat di mana
BMT
itu berada.
Guna mengembangkan BMT maka upaya-upaya
meningkatkan teknik pemasaran perlu dilakakan, untuk memperkenalkan
eksistensi BMT di tengah-tengah masyarakat.
Download