Keperawatan Sistem respirasi 1 Pertemuan 1

advertisement
DIET PADA GANGGUAN PERNAFASAN
Tuberkulosis dan kurang gizi sering ditemukan
secara bersamaan.infeksi tuberkulosis
menimbulkan penurunan berat badan dan
penyusutan tubuh.kekurangan makan
meningkatkan resiko infeksi dan meningkatkan
penyebaran penyakit tuberkulosis.
Kita harus memandang keadaan gizi dan makan
dengan perhatian dan kepedulian yang sama
seperti keadaan tuberkulosis itu sendiri.
Saat memeriksa anak-anak,selalu perhatikan
tanda-tanda kurang gizi.timbang berat badan
anak tersebut dan catat berat badannya pada
grafik pertumbuhan barat badan.


Anak yang sakit dan mengalami kurang gizi
karena tidak nafsu makan.berikan makanan
dalam jumblah sedikit tapi sering.NGT
mungkin perlu dipasang sampai nafsu
makan anak pulih. Pada awalnya susu (susu
sapi)dapat digunakan,dengan tambahan gula
50 g/10 sdk teh per liter.
Dalam upaya pemenuhan kebutuhan gizi
untuk gangguan pernafasan dilakukan
melalui pelayannan gizi dengan menyediakan
makanan atau diet.Bagi sejumblah pasien
denga penyakit berat upaya pelayanan gizi
tersebut tidak dapat dilaksanaakan karena
berbagai keterbatasan pada
penerimaan,penernaan,dan penyerapan
berbagai makanan.



Untuk pasien demikian diperlukan pelayanaan
gizi dengan pemberian makanan enteral atau
makanan parenteral.yang dikenal sebagai
pemberian gizi pendukung.Selain itu mungkin
diperlukan pemberian zat gizi pelengkap
dalam bentuk beraneka jenis vitamin dan
mineral.
Adapun diet pada gangguan pernafasan
adalah sebagai berikut:
Diet tinggi kalori tinggi protein adalah diet
yang mengandung energy dan protein diatas
kebutuhan normal.diet diberikan dalan bentuk
makanan cair ditambah bahan makanan
sumber protein tinggi seperti susu telur dan
daging.
Tujuan diet
Tujuan diet tinggi kalori dan tinggi protein
adalah;
-Memenuhi kebutuhan energy dan protein
yang meninggkat untuk menegah dan
mengurangi kerusakan jaringan tubuh.
-Menambah BB hingga menacapai BB normal.
Syarat diet
Syarat-syarat diet tinggi kalori dan tinggi
protein adalah;
1.Tinggi kalori yaitu 40-45kkal/kg BB
2.Tinggi protein yaitu 2-2.5gram/kgBB
3.Lemak cukup yaiti 10-25%dari keb.energi total
4.Karbohidrat cukup yaitu sisa dari keb.energi
totol.
5.Vit dan mineral cukup sesuai keb. normal
6.Makanan diberikan dalam bentuk mudah
dicerna.
Menurut keadaan, pasien dapat diberikan salah
satu dari dua macam diit tinggi kalori tinggi
protein seperti dibawah ini:
1Diet tinggi kalori tinggi protein I :
Energi /kalori 2600 kkal, protein 100 g ( 2 g/kg
BB )
2 . Diet tinggi kalori tinggi protein II :
Energi 3000kkal, protein 125 g ( 2,5 g kg BB )
Bahan makanan yang dianjurkan dan yang tidak
dianjurkan
Bahan makanan
Sumber karbohidrat:
-Nasi,roti,mie,makaroni dan hasil olahan
tepung-tepungan
Sumber protein
-Daging sapi,ayam,ikan,telur susu,keju dan
yoghut
Tidak dianjurkan
Dimasak dengan minyak/santan kental
Sumber protein nabati
Semua kacang2an seperti tempe,tahu
tidak dianjurkan
Dimasak dengan minyak/santan kental
Sayuran:
Semua jenis sayuran ,terutama jenis
bayam,buncis daun singkong kacang panjang
labu siam wortel direbus/kukus.
Tidak dianjurkan
Dimasak dengan minyak/santan kental.
Buah-buahan:
Semua jenis buah segar.
Lemak dan minyak:
Minyak goreng,mentega,margarin,santan
encer,santan encer salad dressing.
Tidak dianjurkan
Santan yang kental.
Minuman:
Soft drink, madu, teh.
Tidak dianjurkan:
Minuman rendah calori.
Bumbu:
Bawang marah,bawang putih,laos salam dan kecap.
Tidak dianjurkan:
Bumbu yang tajam seperti cabe dan merica.
Berhubungan dengan pasien dengan gangguan
pernafasan maka lebih baik diberikan diet
makanan cair.Jenis makanan yang diberikan
bergantung pada pasien.

Tujuan diet makanan cair adalah untuk:
Memberikankan makanan dalam bentuk cair dan
setengah cair yang memenuhi kebutuhan gizi.
Meringankan n kerja saluran cerna.
Syarat-syarat diet makanan cair adalah sbb:
1.Tidak merangsang saluran cerna
2.Bila diberikan lebih dari 3 hari harus dapat
memenuhi kebutuhan calori dan protein.
3.Kandungan calori minimal 1
kkal/ml.konsentrasi caairan dapat diberikan
secara bertahap dari ½ -penuh.
4.Untuk memenuhi kebutuhan vitamin dam
mineral dapat diberikan tambahan vit B
kompleks dan vit C.

Makanan cair dan indikasi pemberian
Makanan cair diberikan kepada pasien yang
mempunyai masalah mengunyah,menelan,atau
mencernakan makanan padat.misalnya operasi
mulut atau tenggorokan atau penurunan
kesadaran.maknan ini dapat diberikan melalui
oral atau NGT.
Thanks tor
extencion
Download