ANALISIS NARASI FILM “MY NAME IS KHAN”

advertisement
ANALISIS NARASI FILM “MY NAME IS KHAN” DALAM PERSPEKTIF
KOMUNIKASI ANTARAGAMA DAN BUDAYA
SKRIPSI
Diajukan kepada Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi untuk Memenuhi
Persyaratan Memperoleh Gelar Sarjana Komunikasi Islam (S. Kom. I)
Oleh:
Mega Nur Fitriana
NIM: 109051000238
JURUSAN KOMUNIKASI & PENYIARAN ISLAM
FAKULTAS ILMU DAKWAH DAN ILMU KOMUNIKASI
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA
2014
i
ii
ABSTRAK
Nama
: Mega Nur Fitriana
Judul Skripsi : Analisis Narasi Film My Name Is Khan dalam Perspektif
Komunikasi Antaragama dan Budaya
Karya film adalah ciptaan yang sangat imajinatif, baik lisan maupun setiap
adegannya. Sebagai media komunikasi, film adalah salah satu bentuk karya yang
dapat digunakan untuk menyampaikan pesan atau nilai dari suatu karya.
Kebenaran dalam karya seni adalah kebenaran yang dianggap ideal oleh
pengarangnya. Hal inilah yang menjadikan penulis ingin mengetahui elemen apa
saja yang membuat sebuah film dapat dengan efektif menyampaikan informasi di
dalamnya, khususnya mengenai analisis narasi.
Berdasarkan latar belakang di atas, muncul pertanyaan: Bagaimana pesan
KAB dinarasikan di dalam film “My Name Is Khan” berdasarkan konsep analisis
narasi Tvzetan Todorov? Adapun pertanyaan minornya adalah: Bagaimana
analisis alur narasi menurut awal cerita film „My Name Is Khan’ dikaitkan
dengan KAB? Bagaimana analisis narasi berdasarkan alur tengah cerita film „My
Name Is Khan’ dikaitkan dengan KAB? Bagaimana analisis narasi berdasarkan
alur akhir cerita film „My Name Is Khan’ dikaitkan dengan KAB?
Pesan KAB lebih banyak dinarasikan pengarang dalam bentuk dialog antar
tokoh serta paparan kejadian atau peristiwa yang dialami. Bahasa narasi
digunakan dengan lugas dan sesekali menggunakan perumpamaan. Nilai
komunikasi antaragama dan budaya yang terdapat dalam film ini mengenai aspek
dalam kehidupan sehari-hari.
Model analisis yang digunakan oleh penelitian adalah model Tvzetan
Todorov. Akan tetapi, ada beberapa paparan karakter tokoh-tokoh model Vladimir
Propp. Menurut peneliti narasi tidak cukup hanya didasarkan pada analisis teks
semata. Inti analisis narasi adalah menggabungkan dua dimensi narasi yaitu tokoh
dan alur kedalam satu kesatuan analisis.
Metodologi penelitian yang digunakan skripsi ini adalah kualitatif melalui
analisis narasi yaitu studi tentang struktur pesan atau telaah mengenai analisis
komunikasi antaragama dan budaya pada alur permulaan, pertengahan, dan akhir
cerita. Teori KAB menurut Joseph A. DeVito, yaitu: Komunikasi antaretnis yang
berbeda, komunikasi antarkelompok agama yang berbeda, komunikasi
antarsubkultur yang berbeda, komunikasi antara suatu subkultur dan kultur yang
berbeda, dan komunikasi antarjenis kelamin yang berbeda.
Tokoh-tokoh yang ada dalam film My Name Is Khan adalah Rizvan Khan
dan Mandira. Mereka sebagai tokoh utama. Alur yang diceritakan dalam film My
Name Is Khan menggunakan alur maju dan alur mundur. Namun, lebih banyak
menggunakan alur maju.
Narasi pesan komunikasi antaragama dan budaya pada film My Name Is
Khan adalah suatu kajian dan informasi. Penulis mendeskripsikan dan
menjabarkan ujaran-ujaran melalui paparan cerita yang mengandung pesan-pesan
komunikasi antaragama dan budaya.
Kata kunci: analisis narasi, komunikasi, tokoh, alur, dan budaya.
iii
KATA PENGANTAR
Bismillahirrahmanirrahim.
Alhamdulillahirabbil’alamin, penulis panjatkan puji serta syukur
yang tak terhenti kehadirat Allah SWT yang telah memberikan segala nikmat
iman, sehingga memberikan kekuatan dan kesabaran dalam menghadapi tantangan
dan hambatan dalam penyelesaian skripsi ini. Dengan segala usaha dan doa,
penulis dapat menyelesaikan skripsi ini dengan sebaik-baiknya. Dalam menyusun
skripsi ini, penulis menyadari bahwa tanpa bantuan dari berbagai pihak, penulis
tidak dapat menyelesaikan karya ini dengan baik. Ini semua berkat arahan,
bantuan, petunjuk serta motivasi yang mereka berikan kepada penulis. Tanpa
mereka, dengan keterbatasan yang penulis miliki, maka sulit hidayah Allah SWT
ini dapat terwujud.
Untuk itu, terimakasih kepada orang tua yang penulis sayangi H. Suroso
(Papa) dan Hidayat Yuni Praptomo, MM, (Bapak), Mama yang penulis sayangi
Hj. Janiah (Mama) dan Ibu Susi (Ibu), beserta Nenekku tersayang Hj. Masanih
dan juga Adik-adik penulis tersayang Anggita Wulandari AM, Keb, Ihsani Robby
Wibowo, M. Raihan Naufal, yang selalu memberikan do‟a maupun dukungan dan
juga memberi semangat kepada penulis setiap harinya.
Terima kasih juga disampaikan kepada:
1. Prof. Andi Faisal Bakti, Ph. D, MA, Pembimbing skripsi yang telah
memberikan bimbingan dan pengarahan dengan inspirasinya dan do‟a
yang sangat berharga, dan juga penuh dengan kesabaran. Beliau mau
membaca berkali-kali teks ini.
iv
2. Dr. Arief Subhan, M.Ag, Dekan Fakultas Ilmu Dakwah Dan Ilmu
Komunikasi, Dr. Suparto, M.Ed. Wakil Dekan I; Drs. Jumroni, M.Si.
Wakil Dekan II; Drs. Sunandar, M.Ag. Wakil Dekan III.
3. Rachmat Baihaky, MA, Ketua jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam
dan Ibu Umi Musyarofah, MA, sekretaris jurusan Komunikasi dan
penyiaran Islam.
4. Bapak Fauzun Jamal, Lc, Pembimbing Akademik KPI G 2009 yang selalu
menyempatkan waktu di sela-sela kesibukannya untuk mendengar keluh
kesah kami dan memberikan pengarahan dari semester satu hingga saat
ini.
5. Segenap dosen Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Syarif
Hidayatullah Jakarta yang telah memberikan ilmu pengetahuan kepada
penulis.
6. Pimpinan beserta staf perpustakaan Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu
Komunikasi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, yang selalu ramah melayano
kebutuhan literatur.
7. Pimpinan beserta staff Perpustakaan Utama UIN Syarif Hidayatullah
Jakarta, serta seluruh karyawan Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu
Komunikasi UIN syarif Hidayatullah Jakarta, yang banyak memberikan
bantuan kepada penulis selama menjadi mahasiswa.
8. Adikku tersayang Andi Camil Batie yang membantu menemukan Inggris
skrip film ini. Dan juga Miss. Isabelle, yang selalu menyuruh menyiapkan
makanan ketika bimbingan berlangsung dan mendorong penulis belajar
Bahasa Inggris.
v
9. Dosen sekaligus kakak untukku, ka Ana Sabhana Azmy yang selalu
memberikan do‟a dan support untuk penulis.
10. Tante dan Om penulis, Baba Nunung, Baba Awih, Baba Juki, Baba Uur,
Mama Rom, Budhe Paike, Cing Nisa, Tante Riri, Budhe Tuti, Tante
Nining, Tante Dini, Tante Ria, dan Om Wiwied, Mama Yeni, Bunda Kuki,
yang selalu memberi motivasi.
11. Sepupuku tersayang Fitri Amaliyah, Nurul, Tia, Hana, Fahri, Reza, Azis,
Nanda, Kai, Purity, Unique, Shifa, Dipta, dan Mas Qkie, yang senantiasa
menanyakan kapan penulis selesai.
12. Sahabatku Bolang Lovers, Aisyah Nuraeni, Taufik Halily, Isra Makkiyah,
dan Khoirunnisyah, yang selalu menemani dalam keadaan galau.
13. Teman-Teman dekatku, Hidayati Nur Fajrina, dr. Fatimah Azzahra, Rima
Suciyani, Aini, Sri, Dhidi, Kiki, Bushairi, Hendra Waluyo, Ka Gilang,
Sherly Liyana Lacuba, Kadek, Shita, Dea, Mba puput, dan Feby yang
menghibur penulis ketika kesepian.
14. Sahabatku Abdie Arzuq, Zhi, Anggi, Qonit, Lia, Uyuy, Santi, Iin, Astri,
dan Hani, yang selalu memberikan do‟a tulusnya kepada penulis.
15. Sahabat KKN Sukses Farhan, Dahlia, Ani, Rizal, Nani, Yuli, Aida,
Faizah, Deni, Ridwan, Zaky, Husen, Erik, Dogol, dan Noufal, yang
menjalin keakraban selama di lokasi.
16. Teman kuliah penulis terutama KPI G 2009, dan KPI angkatan 2009 tanpa
terkecuali, mudah-mudahan tidak mengurangi rasa cinta dan sayang
penulis terhadap kawan-kawan semuanya. Yang spesial Syihab, Dewi,
Wulan, Fitri, Semyanka, Wini, Puni, Lina, Agni, Agus, Iskandar, Arief,
vi
Surya, Hakim, Saipul, Mursanih, Ovi, Ade, Yono, Soleh, Tata, Faisal,
Rayando, Rijal, Nida, Aisyah, Isti, Andri, Nisa, dan semua teman penulis
yang tidak bisa disebutkan satu persatu, semoga kita menjadi orang-orangorang yang sukses di masa depan. Amiin… !!!
Pada akhirnya, tiada yang sempurna kecuali kesempurnaan itu milik Allah.
Tentu banyak sekali kekurangan dalam penelitian ini, namun kekurangan itu suatu
saat bisa diperbaiki di kemudian hari. Sehingga skripsi ini bisa bermanfaat bagi
pembaca.
Jakarta, 23 Januari 2014
Mega Nur Fitriana
vii
DAFTAR ISI
ABSTRAK
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB1: PENDAHULUAN .................................................................................1
A.
Latar Belakang Masalah ......................................................................... 1
B.
Batasan dan Rumusan Masalah .............................................................. 5
C.
Tujuan dan Manfaat Penelitian ............................................................... 8
D.
Tinjauan Pustaka .................................................................................... 11
E.
Bingkai Teori dan Metodologi Penelitian ...............................................12
F. Sistematika Penulisan ...............................................................................16
BAB II: TINJAUAN TEORITIS .................................................................... 18
A.
Teori Narasi ........................................................................................... 18
B.
Tinjauan Umum tentang Film................................................................. 23
C.
Komunikasi Antaragama dan Antarbudaya .......................................... 29
D.
Kesukaran Memahiri Komunikasi Antarbudaya ................................... 31
E.
Bentuk-bentuk Komunikasi Antarbudaya ............................................. 32
F.
Pelaku Kebudayaan ............................................................................... 32
G.
Hubungan Antaragama .......................................................................... 35
BAB III: GAMBARAN UMUM FILM „MY NAME IS KHAN‟.................. 42
A.
Sekilas Cerita tentang Islam dalam Film ‘My Name Is Khan’............... 42
B.
Produksi Film „My Name Is Khan‟........................................................ 44
C.
Sinopsis Film „My Name Is Khan‟......................................................... 49
D.
Tanggapan Terhadap Film „My Name Is Khan’.................................... 53
viii
BAB IV: ANALISIS NARASI TERHADAP FILM “MY NAME IS KHAN”
DALAM PERSPEKTIF KAB ......................................................................... 56
A. Pandangan KAB terhadap Analisis Alur Awal Cerita Film My Name Is
Khan ........................................................................................................ 56
B. Pandangan KAB terhadap Analisis Alur Tengah Cerita Film My Name Is
Khan ........................................................................................................ 74
C. Pandangan KAB terhadap Analisis Alur Akhir Cerita Film My Name Is
Khan ........................................................................................................ 95
D. Diskusi: KAB dalam Pesan Islam di dalam Film My Name is Khan
................................................................................................................ 106
BAB V: PENUTUP ..................................................................................... 110
A. Kesimpulan ........................................................................................... 110
B. Saran-saran ............................................................................................ 113
DAFTAR PUSTAKA ......................................................................................114
LAMPIRAN .....................................................................................................117
ix
BAB 1
PENDAHULUAN
A . Latar Belakang Masalah
Komunikasi memainkan peran krusial dalam interaksi antarmanusia.
Sebagian berpendapat, bahwa media massa dapat dilihat sebagai sarana mencari
keuntungan semata demi memperoleh komersialisme.1 Oleh karena itu, mereka
juga akan membuat program acara yang dapat menjaring banyak pemasang modal
untuk mendukung suksesnya sebuah acara. Namun, iklan yang disajikan
cenderung
tidak memiliki nilai positif, karena mereka lebih mengutamakan
keuntungan atau profit.
Selain koran, tabloid, radio dan televisi, film tidak hanya menjadi sarana
hiburan, seni, ataupun bisnis semata. Namun, film juga bisa menjadi bagian dari
komunikasi. Bahkan merupakan salah satu bentuk komunikasi massa yang
menyampaikan pesan dengan menggunakan audio dan visual. Film dapat
menggambarkan dan merefleksikan realitas kehidupan manusia. Selain dapat
menyampaikan pesan kepada masyarakat luas dan secara satu arah, film juga
dapat memberikan efek komunikasi yang sangat besar. Meskipun komunikasi satu
arah tidak memberikan efek secara langsung, namun film dapat memberikan efek
yang sangat mendalam terhadap penonton. Apa yang diproduksi oleh media (film)
1
Gill Branston and Roy Stafford. 2003. The Media Student‟s Book (London and New
York: Routledge), h. 56-57.
1
dalam hal ini merupakan representasi realitas sosial yang merupakan jendela
untuk memahami seperti apa realitas itu dan bagaimana ia bekerja.
Sadar akan kemampuan potensi media film dalam konstruksi pesan, akhirakhir ini di Indonesia muncul film yang bernuansa dakwah atau paling tidak film
tersebut bergenre Islami. Pesan dakwah merupakan pesan agama yang universal.
Hal ini sejalan dengan pemahaman bahwa dakwah merupakan proses yang
berjalan (makro proses) dan holistik.2 Inilah yang menjadikan film bisa lebih
menarik dan berkesan
ketimbang media komunikasi massa lainnya. Adanya
sistem cerita di dalamnya dan bagaimana kisah, pesan-pesan, intrik dan realitas
dikemas di dalam film itulah yang menjadikannya menarik dan berkesan.
Penonton tidak akan mudah bosan menyaksikan film yang dikemas dengan alur
cerita yang baik dan menarik. Tentu saja, dengan berbagi keunggulan dan
keunikan dari media film tersebut, pesan yang ada dalam film akan lebih mudah
diterima dan tersampaikan maknanya.
Film sebagai media komunikasi massa, tentu saja merupakan media untuk
menyampaikan isi pesan kepada khalayak dengan cara menyaksikannya dengan
seksama. Dengan menyaksikan itulah, kita dapat menerima pesan yang
terkandung di dalamnya. Film telah digunakan sebagai media penyampaian pesan
moral, keagamaan, dan juga kritik sosial. Atau dalam beberapa kasus, film juga
dapat menjadi media propaganda. Film juga sebagai sarana penyampaian pesan
kultural, bila di dalam film tersebut disisipkan materi pesan dan nasihat kultural
2
Andi Faisal Bakti, Communication and Family planning in Islam in Indonesia: South
Sulawesi Muslim Perceptions of global Development Program (Jakarta: INIS, 2004), h. 80-81.
2
yang terkandung di dalamnya. Biasanya nasihat itu, divisualisasikan dalam alur
cerita berupa kejadian dalam film ataupun dialog tokoh kultural dalam film.
Begitu juga dalam penyampaian pesan agama, propaganda atau kritik sosial,
pesan divisualisasikan dalam adegan-adegan visual ataupun suara dalam film.
Namun, terkadang makna yang terkandung dalam film tersebut kurang disadari
oleh para penonton pada umumnya. Mengenai makna, Devito mengatakan,
“Isyarat mempunyai kebebasan makna (arbitrary); mereka tidak memiliki
karakteristik atau sifat dari benda atau hal yang mereka gambarkan, suatu kata
memiliki arti atau makna yang mereka gambarkan, karena kitalah yang secara
bebas menentukan arti atau maknanya.”3
Salah satu film yang menarik dikaji karena muatannya sebagai pesan
kultural, moral dan kritik sosial ialah film “My Name Is Khan” dan secara
mengagetkan memecahkan rekor box office. Dengan biaya produksi sekitar Rp.
110 miliar, dalam waktu sepekan saja penjualan karcis sudah mencapai Rp. 185
miliar. Film tersebut diproduksi oleh Dharma Productions, bekerjasama dengan
Red Chillies Entertainment dan didistribusikan oleh Fox Star Studios. Film ini
dirilis di Mumbai, kota utama dan pusat perfilman India. Film ini disutradarai oleh
Karan Johar, beliau adalah sutradara film, produser, dan selebriti India. Karan
Johar berasal dari Mumbai, Maharashtra, India. Beliau juga yang membuat dan
memproduksi film-film terkenal, salah satunya adalah Film “Kuch-Kuch
Hotahai.” Mereka kembali bekerja sama dengan Shahrukh Khan sebagai bintang
3
Joseph A. Devito, Komunikasi AntarManusia (Tangerang Selatan: KARISMA
Publishing Group, 2011), h. 131.
3
utama film tersebut, memerankan Rizvan Khan, seorang muslim India yang
memerankan seseorang yang mengidap sindrom asperger, bagian dari spektrum
autis, sehingga sulit berkomunikasi dalam pergaulan sosial.4
Pada tanggal 9/112001 pada pukul 08:46 pagi waktu New York tiba-tiba
sebuah pesawat American Airlines penerbangan 11 menabrak sisi utara, menara
utara gedung World Trade Center (WTC 1) dengan kecepatan diperkirakan 790
km/jam atau 219 m/detik, di antara lantai 93 dan 99. Pada pukul 09:02 American
Airlines penerbangan 175 menabrak sisi selatan, menara selatan (WTC 2) dengan
kecepatan diperkirakan 950 km/jam atau 298 m/detik, di antara lantai 77 dan 85.
Pada pukul 10:03 United Airlines penerbangan 93 jatuh ke tanah, padahal
penerbangan 93 ini diperkirakan ingin menabrakkan pesawat ke gedung putih.
Sungguh tragedi ini membuat perselisihan antara warga AS (AS) dengan umat
muslim pada saat itu, karena warga AS berpikir bahwa Al-qaidah itu orang Islam.
Atas nama jihad, Al-qaidah melakukan penyerangan WTC tersebut yang
mengakibatkan korban berjatuhan dan mereka yang
tidak bersalah menjadi
sasarannya. Peristiwa ini dikenal dengan tragedi 9/11.5
Film “My Name Is Khan” mengangkat isu rasial keagamaan dan kultural
paska tragedi 9\11, di mana paska pengeboman menara kembar WTC, telah terjadi
diskriminasi dan penyerangan-penyerangan terhadap muslim di AS. Dalam film
ini, digambarkan masyarakat AS seolah menyalahkan warga muslim atas
4
Http://id.globalvoiceonline.org/2 diakses pada tanggal 26 Februari 2013 pukul 19:15
WIB.
5
www.wikipedia.org/wiki/my_name_is_khan. diakses pada tanggal 4 Maret 2013 pukul
20:45 WIB.
4
peristiwa tersebut. Karena adanya peristiwa tersebut, maka terjadilah perpecahan
yang menyebabkan orang Islam dimusuhi. Umat Islam yang tinggal di AS pada
saat itu banyak sekali menerima teror dari masyarakat AS yang tidak menerima
atas kejadian hancurnya menara kembar WTC tersebut. Namun, dengan adanya
Rizvan Khan dalam film ini, telah membuat banyak perubahan dalam pemikiranpemikiran mereka yang salah dan kritis terhadap Islam dan muslim.
Pengangkatan tema mengenai sistem keagamaan dan kebudayaan
merupakan suatu hal yang sangat beresiko tinggi. Karena, jika di dalam tema yang
mengenai sistem keagamaan dan kebudayaan tersebut menyinggung perasaan
pihak lain, maka akan timbul konflik. Konflik yang ditimbulkan menyebabkan
kecaman kepada pihak yang telah membuat film tersebut. Jika banyak protes
mengenai hal tersebut, maka akan timbul konflik, pada akhirnya film tersebut
akan dicabut dari peredaran karena mengandung sistem konflik pada khalayak.6
Karena itu, selain isu SARA, film ini juga memuat isu sosial yang
melibatkan Islam dan warga AS di dalamnya. Serta, itu juga menyebabkan
pemahaman umum terhadap Islam dan berbagai aspek yang mengunggulkan film
ini. Oleh karena itu, penulis tertarik untuk melakukan penelitian mendalam
terhadap film tersebut, khususnya narasi komunikasi antaragama warga sekuler/
atheis barat di dalam film tersebut, dengan kata lain bagaimana umat Islam dan
Hindu digambarkan dalam film tersebut. Lebih jauh , peneliti bermaksud untuk
melakukan penelitian ilmiah yang akan ditulis dalam skripsi yang berjudul:
6
Http://www.bollywoodhungama.com/moviemicro/cast/id/502816 diakses pada tanggal
30 Mei 2013 pukul 14:56 WIB.
5
“Analisis Narasi „Film My Name Is Khan‟ dalam Perspektif Komunikasi
AntarAgama dan Budaya.”
B. Pembatasan dan Rumusan Masalah
1. Identifikasi Masalah
Sebelum membatasi masalah, penulis akan terlebih dahulu memberikan
identifikasi masalah seputar judul yang diangkat. Masalah yang ditemukan penulis
dalam judul ini adalah seputar analisis narasi dalam perspektif komunikasi
Antaragama dan Budaya yang terdapat dalam film “My Name Is Khan.” Untuk
mengetahui narasi yang lebih mendalam dalam perspektif komunikasi antaragama
dan budaya yang ada dalam film tersebut, maka diperlukan suatu analisis, yaitu
analisis narasi.
Penulis menemukan bahwa teori yang tepat untuk dijadikan rujukan
adalah teori komunikasi antaragama dan budaya menurut Joseph A. Devito, yaitu
komunikasi antara etnis yang berbeda, Komunikasi Antarkelompok agama yang
berbeda, Komunikasi Antarsubkultur yang berbeda, komunikasi antara suatu
subkultur dan kultur yang berbeda, dan Komunikasi Antarjenis kelamin yang
berbeda.7 Teori tersebut dapat menjadi pijakan yang kuat untuk mengangkat
permasalahan yang akan diteliti oleh peneliti.
7
Joseph A. Devito, Komunikasi AntarManusia, h. 536-537.
6
2. Batasan Masalah
Untuk membatasi masalah agar tidak terlalu luas pembahasan dalam
skripsi ini, maka permasalahan hanya dibatasi berdasarkan pada analisis narasi
dalam film „My Name Is khan' dengan perspektif komunikasi antaragama dan
budaya dengan menggunakan metode analisis narasi. Menurut Branston dan
Stafford klasifikasi narasi terdiri atas: 8
a) Menurut Joseph Campbell menyatakan bahwa narasi meliputi cerita mitos.
b) Menurut Tvzetan Todorov bahwa suatu cerita pasti memiliki alur cerita awal,
tengah dan akhir.
c) Menurut Vladimir Propp bahwa dalam suatu cerita memiliki delapan karakter
tokoh, yaitu: karakter penjahat, sang pahlawan, sang pendonor, sang penolong,
karakter ayah, yang mengantarkan pertolongan, dan pahlawan palsu.
d) Menurut Claude Levi-Strauss, bahwa suatu cerita memiliki sifat-sifat yang
berlawanan.
Penelitian ini hanya dibatasi pada pada klasifikasi narasi menururt Tvzetan
Todorov. Todorov mengatakan bahwa suatu cerita memiliki bagian awal bagian
tengah dan bagian akhir. Atau disebut dengan istilah alur cerita. Penelitian ini
ingin mengkaji makna bagaimana realitas kehidupan dalam film tersebut
dikhususkan pada bagian adegan yang berkaitan dengan konsep dan nilai-nilai
yang terkandung di dalamnya, yang ditampilkan oleh aktor pemeran utama serta
8
Gill Branston and Roy Stafford, The Media Student‟s Book, h. 32-36.
7
bagaimana kajiannya dalam perspektif bentuk Komunikasi antaragama dan
budaya, menurut Devito di atas. Namun, secara sepintas teori Propp akan
digunakan pada Bab 3, untuk sekedar mengidentifikasi perilaku dan karakteristik
masing-masing.
3. Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah yang akan menjadi objek penelitian ini adalah:
Bagaimana bentuk pesan komunikasi antaragama dan budaya dinarasikan di
dalam film “My Name Is Khan” berdasarkan konsep analisis narasi Tvzetan
Todorov? Adapun pertanyaan turunannya adalah:
a. Bagaimana analisis alur narasi menurut awal cerita film „My Name Is
Khan‟ dikaitkan dengan komunikasi antaragama dan budaya?
b. Bagaimana analisis narasi berdasarkan alur tengah cerita film „My
Name Is Khan‟ dikaitkan dengan komunikasi antaragama dan budaya?
c. Bagaimana analisis narasi mengikuti alur akhir cerita film „My Name
Is Khan‟ dikaitkan dengan komunikasi antaragama dan budaya?
C. Tujuan dan Manfaat Penelitian
1. Tujuan Penelitian
Berdasarkan pokok permasalahan di atas, maka tujuan yang hendak
dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana analisis narasi
terhadap film „My Name Is Khan‟ berdasarkan alur cerita awal, tengah, dan akhir.
Adapun tujuan turunannya adalah sebagai berikut:
8
a. Untuk mengetahui bagaimana analisis narasi menurut alur awal cerita
film „My Name Is Khan‟ dikaitkan dengan komunikasi antaragama dan
budaya.
b. Untuk mengetahui bagaimana analisis narasi berdasarkan alur tengah
cerita film „My Name Is Khan‟ dikaitkan dengan komunikasi antaragama
dan budaya.
c. Untuk mengetahui bagaimana analisis narasi mengikuti alur akhir cerita
film „My Name Is Khan‟ dikaitkan dengan komunikasi antaragama dan
budaya.
Penulis berharap penelitian ini dapat memberikan manfaat bagi
masyarakat dalam menangkap makna-makna yang dinarasikan dalam suatu film.
Selain itu, makna film yang diceritakan dalam film ini dapat menjadi suatu
cerminan akan suatu hal yang baik dan buruk, sehingga dapat diikuti dan tidak
diikuti. Diharapkan juga semoga penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan
kajian yang bermanfaat bagi mahasiswa-mahasiswi UIN Jakarta, khususnya
program studi Komunikasi Penyiaran Islam.
2. Pernyataan Penelitian
Film „My Name Is Khan‟ adalah sebuah film yang mengisahkan tentang
kisah percintaan seorang pemuda Muslim yang mengidap sindrom asperger,
bagian dari spektrum autis yang berasal dari India dengan seorang janda beragama
Hindu beranak satu. Film ini menceritakan bagaimana konflik yang muncul dari
hubungan cinta mereka dan perjuangan membina rumah tangga yang berbeda
keyakinan sehingga mendapatkan jalan keluar yang terbaik dalam permasalahan
9
yang mereka alami. Dalam film ini, banyak sistem komunikasi antaragama dan
budaya yang akan digambarkan oleh sutradara melalui penarasian dalam bentuk
dialog antar tokoh serta paparan dari kejadian yang dialami.
Film „My Name Is Khan‟ berdasarkan analisis narasi Tvzetan Todorov
memiliki alur awal, tengah, dan akhir. Alur awal adalah ketika tokoh utama dalam
film ini saling berkenalan. Alur tengahnya ketika konflik faktor beda agama yang
terjadi, karena mereka menjalin cinta hingga menikah. Dan alur cerita akhir ketika
mereka bisa melewati konflik yang terjadi dari perjalanan cinta mereka hingga
dapat bersatu kembali. Dan film ini mencoba meluruskan stigma negatif Muslim
di AS, di mana Islam dianggap sebagai agama teroris. Film ini juga menjelaskan
tentang pengaruh komunikasi antaragama dan budaya yang muncul di Barat.
3. Manfaat Penelitian
Adapun manfaat penelitian yang dibagi dalam dua aspek yaitu manfaat
akademis dan manfaat praktis.
Manfaat akademis:
a). Penulis berharap penelitian ini dapat memperkaya bidang studi ilmu
komunikasi berkaitan dengan pembelajaran mengenai narasi dan sistem-sistem
dalam sebuah film, khususnya bagi mahasiswa Fakultas Dakwah Komunikasi
Program Studi Komunikasi Penyiaran Islam.
b). Penulis berharap penelitian ini dapat dijadikan pengetahuan terhadap narasi
pesan yang terkandung dalam sebuah film kepada pembaca mengenai kehidupan
10
antar budaya AS dan India, antara Barat dan Timur (Islam) dan juga dapat
memberikan wawasan kepada pembaca mengenai perbedaan antara teologi Hindu
dan Islam. Manfaat ini lebih khusus lagi bagi mahasiswa Fakultas Ilmu Dakwah
dan Ilmu Komunikasi. Program studi Komunikasi Penyiaran Islam, utamanya
tentang analisis narasi film.
Manfaat Praktis:
a). Penulis berharap dapat menambah wawasan mengenai narasi pesan dalam
sebuah film bagi para mahasiswa di bidang penyiaran dan sejenisnya.
b). Penulis berharap dapat menambah ilmu tentang cara penarasian film bagi para
mahasiswa Program Studi Komunikasi Penyiaran Islam, khususnya, serta
mahasiswa lain yang mempunyai minat di bidang penyiaran dan film pada
umumnya.
D. Tinjauan Pustaka
Pada penelitian ini penulis juga menggunakan skripsi yang memiliki
beberapa persamaan dengan penelitian ini. Berbagai referensi atau rujukan
berguna bagi penulis dalam merumuskan permasalahan. Sebagai referensi
tambahan, penulis gunakan koran, artikel, dan buku. Adapun beberapa judul
penelitian yang penulis dapatkan adalah sebagai berikut:
Pertama “Analisis Semiotik Wajah Islam dalam Film „My Name Is Khan‟
oleh Farouk Kahlil Gibran Bagawi tahun 2011, Jurusan Komunikasi dan
Penyiaran Islam, UIN Jakarta. Skripsi tersebut memiliki persamaan dengan
11
penelitian ini dalam objek pembahasannya, yaitu film ini sendiri. Namun, karya
Farouk ini memiliki perbedaan dalam hal penggunaan metode analisis. Bila
Farouk menggunakan analisis semiotik, maka penelitian ini dengan analisis
narasi.9
Titut Yuliastari, menemukan adanya teori yang sama terhadap analisis
narasi makna gaya hidup TKW di Indonesia dalam film “Minggu Pagi di Victoria
Park.” Persamaan dalam penelitian ini adalah menggunakan teori yang sama.
Sebaliknya perbedaan dari penelitian ini adalah pada objek penelitiannya. Titut
Yuliastari membahas film “Minggu Pagi di Victoria Park” yang menekankan
penelitiannya pada gaya hidup TKW di Indonesia. Sedangkan, penulis membahas
film “My Name Is Khan” dalam aspek KAB.10
Meskipun penelitian ini mendapat rujukan dari skripsi di atas dan sama
meneliti tentang film, akan tetapi skripsi ini memiliki perbedaan dari skripsi di
atas yaitu pada fokus penelitiannya. Penelitian ini fokus bagaimana Perspektif
Komunikasi antaragama dan budaya yang ditampilkan dalam film “My Name Is
Khan.” Selain itu, penelitian ini menggunakan analisis narasi menurut Tvzetan
Todorov yang terdiri atas alur cerita awal, tengah, dan akhir. Selain itu, pada Bab
Tiga teori Vladimir Propp digunakan sepintas untuk identifikasi delapan karakter
9
Farouk Kahlil Gibran Bagawi, “Analisis Semiotik Wajah Islam dalam Film „My Name
Is Khan‟ (Skripsi S1 Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi, Jurusan Komunikasi Penyiaran
Islam, 2011).
10
Titut Yuliastari, Analisis Narasi Makna Gaya Hidup TKW di Indonesia dalam film
“Minggu Pagi di Victoria Park.” (Skripsi S1 Fakultas Ilmu Komunikasi, Jurusan Multimedia dan
Jurnalistik. Universitas Pancasila, 2012).
12
tokoh. Penelitian ini ingin mengkaji kehidupan dalam film tersebut yang
dinarasikan dalam film “My Name Is Khan.”
E. Metodologi Penelitian
Dalam penulisan karya ilmiah ini, penulis menyesuaikan pada metodologi
penelitian kualitatif dengan menggunakan metode analisis narasi deskriptif.
Analisis ini merupakan suatu metode analisis narasi pesan dalam suatu film yang
sistematis dan menjadi petunjuk mengamat serta menganalisis pesan-pesan
tertentu yang disampaikan oleh komunikator. Dalam pendekatan ini, penulis
menggunakan metode yang tidak melihat pada angka-angka, tetapi langsung
dinarasikan dalam bentuk penjelasan kualitatif tentang fenomena yang dibahas.
Pendekatan ini bertujuan untuk memahami makna sehingga menghasilkan gaya
deskriptif yang dapat menggambarkan secara luas tentang isi dari film “My Name
Is Khan” sebagai salah satu sarana dakwah.
1. Subjek dan Objek Penelitian
Objek penelitian ini adalah film “My Name Is Khan,” sedang subjek
penelitiannya adalah potongan adegan visual ataupun narasi dialog dalam film
“My Name Is Khan” yang berkaitan dengan komunikasi antarbudaya yang ingin
disampaikan di dalam film “My Name Is Khan.”
1. Tahapan Penelitian
a. Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data dibagi menjadi dua, yaitu: 1) Data primer adalah
berupa data yang diperoleh dari rekaman video film “My Name Is Khan.”
13
Rekaman berasal dari youtube ini kemudian dibagi per scene dan dipilih adeganadegan yang sesuai rumusan masalah, yang digunakan untuk penelitian. 2) Data
sekunder adalah data yang diperoleh dari dokumen atau literatur-literatur yang
mendukung data primer seperti buku-buku, yang sesuai dengan penelitian, artikel
koran, catatan kuliah, kamus, Internet, dan lain sebagainya, yang membahas
tentang film secara umum dan khusus film ini, atau tentang narasi itu sendiri.
b. Teknik pengolahan Data
Pengumpulan data dilakukan dengan dua cara. Pertama adalah observasi, yaitu
melakukan pengamatan secara langsung dan bebas terhadap objek penelitian dan
unit analisis. Ini dilakukan dengan cara menonton dan mengamati adegan-adegan
dan dialog dalam film “My Name Is Khan.” Kemudian, penulis memilih dan
menganalisis sesuai dengan model penelitian yang diinginkan, dalam hal ini,
dikaitkan dengan komunikasi antaragama dan budaya.
Kedua, studi dokumentasi yaitu mengumpulkan data-data melalui telaah dan
mengkaji berbagai literatur yang sesuai, atau ada hubungannya dengan film ini,
yang kemudian dijadikan sebagai bahan argumentasi, seperti buku-buku, artikel
koran, arsip, kamus istilah, Internet, dan sebagainya.
c. Teknik Analisis Data
Setelah terkumpul, maka data primer dan sekunder itu kemudian
diklasifikasikan sesuai dengan pertanyaan penelitian yang telah ditentukan.
Setelah data terklarifikasi, maka dilakukanlah analisis data dengan menggunakan
teknik analisis narasi menurut Tvzetan Todorov. Lihat bagan 1.1 berikut:
14
d. Bagan Penelitian
Bagan 1.1
Bagan Teoritis dan Metodologis Penelitian
Analisis Narasi Tzvetan Todorov
Branston & Stafforrd (1)
Klasifikasi narasi menurut Tzvetan Todorov,
mengatakan bahwa suatu cerita pasti memiliki
alur awal, tengah, dan akhir.
Alur Awal
Alur Tengah
Alur Akhir
Film My Name Is Khan (2)
Komunikasi Antarbudaya
dan Agama
1.Komunikasi
Antarkelompok
yang berbeda.
etnis
2. Komunikasi antara
kelompok & Agama yang
berbeda.
4. Komunikasi antara
subkultur dan kultur
yang dominan.
3. Komunikasi
Antarsubkultur yang
berbeda.
5. Komunikasi Antarjenis
kelamin yang berbeda.
Sumber: (1). Gill Branston and Roy Stafford, The Media Student‟s Book, h. 36.
(2). http://id.wikipedia.org/wiki/My_Name_is_Khan
12 Februari 2010.
15
F. Sistematika Penulisan
Untuk memudahkan pembatasan skripsi ini, secara sistematis penulisannya
dibagi ke dalam lima bab serta sub-babnya sebagai berikut:
Pendahuluan, penulis letakkan pada Bab 1, yang meliputi latar belakang
masalah yang membahas film sebagai media komunikasi, sekilas tentang film
“My Name Is Khan” juga tentang peristiwa 9/11 pengeboman menara kembar
World Trade Center yang melatar belakangi isu rasial pembuatan film tersebut.
Kemudian bab ini juga mencakup pembatasan dan rumusan masalah, tujuan dan
manfaat penelitian, tinjauan pustaka, metodologi penelitian, dan sistematika
penulisan.
Menyusul Tinjauan Teoritis, pada Bab Dua, yang memuat teori-teori yang
menunjang dan mempunyai hubungan dengan permasalahan yang diangkat dalam
skripsi ini. Dimulai dengan penjelasan mengenai konsep sebuah film, jenis-jenis
film, hingga film sebagai media komunikasi massa. Bab ini juga mengandung
penjelasan konsep umum analisis narasi menurut Joseph Campbell, Tvzetan
Todorov, Vladimir Propp, Claude Levi-Strauss, dan teori komunikasi antaragama
dan budaya. Namun, hanya teori Tvzetan Todorov yang akan digunakan dalam
penelitian ini di Bab Empat, dan sepintas teori Propp di Bab Tiga
Selanjutnya, Gambaran Umum Film “My Name Is Khan,” ditempatkan
pada Bab Tiga, yang menjelaskan secara umum segala sesuatu mengenai film
“My Name Is Khan” jalan cerita, penokohan, pemeran dalam film, sinopsis, dan
16
tanggapan mengenai film tersebut. Dan teori Vladimir Propp akan digunakan
sebagai panduan dalam bab ini.
Sebagai inti skripsi, Analisis Data disuguhkan pada bab empat, yaitu
berupa analisis narasi terhadap data dari film “My Name Is Khan,” dan tentang
penarasian pesan mengenai perspektif komunikasi antaragama dalam film
tersebut.
Akhirnya, bab lima sebagai Penutup skripsi ini, penulis merumuskan
kesimpulan dan saran dari penelitian yang telah dilakukan, yang diikuti dengan
saran-saran, sesuai dengan tiga pertanyaan penelitian yang terdapat pada Bab
pendahuluan.
17
BAB II
TINJAUAN TEORITIS
A. Teori Narasi
Menurut Branston and Stafford, narasi terdiri atas empat macam: a) narasi
menurut Todorov, memiliki alur awal, tengah, dan akhir, b) sedangkan menurut
Propp, suatu cerita pasti memiliki karakter tokoh, c) sementara menurut LevisStrauss, suatu cerita memiliki sifat-sifat yang berlawanan, d) terakhir narasi
Joseph Campbell, yang kaitannya membahas narasi dengan mitos. 1 Namun,
penulis hanya menggunakan teori narasi menurut Todorov, karena film ini masuk
kategori drama, ini akan digunakan di Bab empat nanti, sedangkan teori Propp
akan digunakan secara sepintas di Bab tiga.
1. Teori Narasi Menurut Tvzetan Todorov
Narasi berisi penjelasan bagaimana cerita disampaikan, bagaimana materi
dari suatu cerita dipilih dan disusun untuk mencapai efek tertentu kepada
khalayak.2 Narasi adalah proses dan efek dari merepresentasikan waktu dalam
teks.3 Setiap narasi memiliki sebuah plot atau alur yang didasarkan pada
kesinambungan peristiwa dalam narasi itu dalam hubungan sebab akibat. Ada
bagian yang mengawali narasi, ada bagian yang merupakan perkembangan lebih
lanjut dari situasi awal, dan ada bagian yang mengakhiri narasi itu. Alurlah yang
1
Gill Branston and Roy Stafford. 2003. The Media Student’s Book (London and New
York: Routledge), h. 56-57.
2 Gill Branston and Roy Stafford, The Media Student’s, h.38.
3 Tony Thwaites, dkk, Introducing Cultural and Media Studies (Yogyakarta:Jalasutra,
2009), h. 174.
18
menandai kapan sebuah narasi itu mulai dan kapan berakhir.4 Menurut Todorov,
pada bagian awal ada interaksi situasi dasar dan kemudian di tengah menimbulkan
konflik dan pada akhirnya biasanya akan berakhir bahagia. Tentu saja itu melalui
intervensi dari produk yang akan dijual. Tidak perlu dipersoalkan, bahwa akhir
narasi masih menimbulkan persoalan baru lagi. Alur ditandai oleh puncak atau
klimaks dari perbuatan dramatis dalam rentang laju narasi. Secara skematis alur
dapat digambarkan sebagi berikut:
Diagram 2.1
Diagram Alur Film5
Awal
tengah
akhir
Banyak pendapat dan kritikan mengenai pembagian waktu dalam sebuah
cerita, tetapi kritikan tidak bisa meniadakan pembagian waktu itu. Misalnya, ada
pendapat yang mengatakan, bahwa sebenarnya apa yang disebut “penyelesaian”
itu sebenarnya tidak ada, karena akhir dari suatu kejadian atau peristiwa akan
menjadi awal dari kejadian yang lain, atau akhir dari tragedi itu merupakan sebuah
diskusi, yang pada gilirannya menjadi bagian pendahuluan dari kisah berikutnya.6
Sebab itu, narasi harus diberi batasan yang lebih jelas, yaitu rangkaian tindakan
yang terdiri atas tahap-tahap yang penting dalam sebuah struktur yang terikat oleh
4
5
Gill Branston and Roy Stafford, The Media Student’s Book, h. 36.
Gorys Keraf, Argumentasi dan Narasi (Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama, 1997),
h. 145.
6
Gorys Keraf, Argumentasi dan Narasi, h. 146.
19
waktu. Di mana waktu ini dibagi menjadi tiga waktu, yaitu bagian awal atau
pendahuluan, bagian tengah atau perkembangan, dan bagian akhir atau bagian
peleraian. Berikut rincian dari ketiga bagian tadi sebagai berikut:
1. Alur Cerita Awal
Suatu perbuatan atau tindakan tidak akan muncul begitu saja dari
kehampaan. Perbuatan itu lahir dari suatu situasi. Situasi itu harus mengandung
sistem-sistem yang mudah meledak atau mampu meledakkan. Setiap saat situasi
dapat menghasilkan suatu perubahan yang dapat membawa akibat atau
perkembangan lebih lanjut di masa depan. Ada situasi yang sederhana, tetapi ada
juga situasi yang kompleks. Kesederhanaan atau kekompleksannya tergantung
dari matra yang berbeda. Kompleks tidaknya situasi dapat diukur dari kaitankaitan antara satu faktor dengan faktor yang lain, dapat diukur dari jumlah
faktornya, dan dapat pula diukur dari akibat-akibat yang ditimbulkannya serta
rangkaian-rangkaian kejadian selanjutnya.7
Jadi
bagian
pendahuluan
menyajikan
situasi
dasar
yang
harus
memungkinkan pembaca atau penonton memahami adegan-adegan selanjutnya.8
Bagian pendahuluan menentukan daya tarik dan selera pembaca atau penonton
terhadap bagian-bagian berikutnya, maka penulis harus menggarapnya dengan
sungguh-sungguh secara seni. Bagian pendahuluan harus merupakan seni
tersendiri yang berusaha menjaring minat dan perhatian pembaca atau penonton.
7
8
Gorys Keraf, Argumentasi dan Narasi, h. 150-151.
Gill Branston and Roy Stafford, The Media Student’s Book, h.56.
20
2. Alur Cerita Tengah
Bagian perkembangan adalah bagian batang tubuh yang utama dari
seluruh tindak-tanduk para tokoh. Bagian ini merupakan rangkaian dari tahaptahap yang membentuk seluruh proses narasi. Bagian ini mencakup adeganadegan yang berusaha meningkatkan ketegangan, atau menggawatkan komplikasi
yang berkembang dari situasi asli.9
Bagian tubuh cerita sudah melepaskan dirinya dari situasi umum atau
situasi awal, dan sudah mulai memasuki tahap konkritisasi.10 Konkritisasi
diungkapkan dengan menguraikan secara terperinci peranan semua sistem narasi,
perbuatan atau tindak-tanduk tokoh-tokoh, interelasi antara tokoh-tokoh dan
tindakan mereka yang menimbulkan benturan kepentingan. Konflik yang ada
hanya dapat dimengerti dan dipahami dengan baik, jika situasi awal dalam bagian
pendahuluan sudah disajikan secara jelas.
3. Alur Cerita Akhir
Akhir suatu cerita bukan hanya menjadi titik yang menjadi pertanda
berakhirnya suatu tindakan. Lebih tepat jika dikatakan, bahwa akhir dari
perbuatan merupakan titik di mana tenaga-tenaga atau kekuatan-kekuatan yang
diemban dalam situasi yang tercipta sejak semula membersit keluar dan
menemukan pemecahannya.11
Bila seorang pembuat film ingin membuat sebuah cerita, ia menganggap
bagian akhir cerita sebagai titik di mana perbuatan dan tindak-tanduk dalam
9
10
11
Gorys Keraf, Argumentasi dan Narasi, h. 153.
Gill Branston and Roy Stafford, The Media Student’s Book, h. 56.
Gorys Keraf, Argumentasi dan Narasi, h. 154.
21
seluruh narasi itu memperoleh maknanya yang bulat dan penuh.12 Bagian ini
merupakan titik di mana para penonton terangsang untuk melihat seluruh makna
cerita. Bagian ini sekaligus merupakan titik di mana struktur dan makna
memperoleh fungsi sepenuhnya. Dengan kata lain, bagian penutup merupakan
titik di mana penonton sepenuhnya merasa, bahwa struktur dan makna sebenarnya
merupakan sistem dari persoalan yang sama.
Nama teknis bagian terakhir dari suatu narasi disebut juga peleraian atau
denouement.13 Dalam bagian ini konflik akhirnya dapat diatasi dan diselesaikan.
Namun demikian tidak selalu terjadi, bahwa bagian peleraian benar-benar
memecahkan masalah yang dihadapi. Pada bagian ini dalam pengertian alur,
dalam peleraian tetap dicapai akhir dari rangkaian tindakan. Bahwa akhir dari
tindakan ini menjadi awal dari persoalan berikutnya dan itu merupakan alur dari
peristiwa berikutnya.
Secara sederhana, skema pembagian tiga waktu alur cerita dalam narasi dapat
digambarkan sebagai berikut:
Skema 2.1
Skema pembagian tiga waktu dalam narasi
Ekuilibrium
Kekacauan
12
Ekuilibrium14
Gill Branston and Roy Stafford, The Media Student’s Book, h. 56.
Gorys Keraf, Argumentasi dan Narasi, h. 155.
14
Tony Thwaites, dkk, Introducing Cultural and Media Studies (Yogyakarta: Jalasutra,
2009), h. 184.
13
22
Sekilas tentang Tvzetan Todorov
Tzvetan Todorov, lahir 1 Maret 1939 di Sofia Bulgaria. Ia seorang filsuf
dan kritikus budaya. Dia tinggal di Perancis sejak 1963 dan sekarang tinggal di
sana bersama istrinya Nancy Huston dan dua anak mereka. Ia menulis buku dan
esai tentang teori sastra, berpikir sejarah dan budaya teori.15
Dua karya utama Todorov pada semiotika adalah Teori Simbol dan
Interpretasi. Teorinya mendefinisikan hubungan antara sejarah, wacana dan
ucapan, dan mengusulkan definisi simbolisme bahasa didasarkan pada pembedaan
ia membuat antara bahasa dan wacana. Todorov juga mendefinisikan perbedaan
antara tanda dan simbol, yang didasarkan pada makna langsung teks dan konten
langsung, masing-masing.
Gambar 2.116
Tvzetan Todorov
15
Tzvetan Todorov, Tata Sastra, Jakarta (Jakarta: IKAPI, 1985).
16
Tzvetan Todorov, Http://en.wikipedia.org/wiki/File:Tzvetan_TodorovStrasbourg_2011_%283%29.jpg, diakses 20 November 2013.
23
B. Tinjauan Umum Tentang Film
1. Film
Film merupakan karya seni yang diproduksi secara kreatif dan
mengandung suatu nilai baik positif ataupun negatif, sehingga mengandung suatu
makna yang sempurna. Namun, terkadang makna yang terkandung dalam film
tersebut itu kurang disadari oleh para penonton pada umumnya.
Makna yang terkandung dalam suatu film, kita dapat melihat dari sistemsistem pembentuk film itu sendiri. Seperti apa yang digambarkan oleh Thompson
dan Bordwell17 sebagai berikut:
Bagan 2.1
Sistem-sistem dalam film
Film form
Interacts with
Formal system
Non-narrative
Stylistic system
Narrative
Patterned and significant use of techniques:
Categorial
Mise en scene
Rhetorical
Cinematography
Abstract
Editing
Associational
Sound
Sumber: (Thompson and Bordwell, 2006:118).
Bagan 2.1 di atas merupakan unsur-unsur pembentuk film yang pada
dasarnya dapat dikelompokkan menjadi dua bagian yaitu sistem formal dan sistem
17
Bordwell, David and Thompson Kristin. Film Art an Introduction, Fourth Edition
(Singapore: McGraw-Hill Companies Inc, 2006), h. 118.
24
gaya (stylistic). Sistem formal mencakup film dalam sistem naratif (cerita) dan
non naratif (non cerita). Film naratif merupakan kategori film yang memiliki
rangkaian suatu sebab-akibat yang terjadi dalam sewaktu-waktu. Kemudian, film
non naratif, sebaliknya merupakan kategori film yang tidak memiliki susunan
cerita tertentu, seperti film dokumentasi, film experimental, dan sebagainya.
Namun, penulis tidak menggunakan unsur sistem non-naratif ini, karena film yang
diteliti ini adalah masuk kategori naratif. Suatu film, baik formal atau gaya
biasanya memiliki cerita dramatik, yaitu memiliki problem-problem yang kuat
dan menarik.18
Sistem gaya (stylistic) atau bisa disebut dengan unsur sinematis terdiri atas
empat macam sistem sinematis pembangun film, yakni mise en scene,
cinematography, editing, dan sound. Mise en scene merupakan segala hal yang
terletak di depan kamera yang akan diambil gambarnya dalam sebuah produksi
film. Mise en scene terdiri atas empat aspek utama yaitu: Setting (latar), kostum
dan tata rias wajah (make-up), pencahayaan (lighting), dan pelakonan (acting).19
Cinematography merupakan hal-hal yang dilakukan para pekerja film
berkaitan dengan kamera dan stok roll film mereka. Dalam hal ini bisa dikatakan
para pekerja film menggambar apa yang terjadi di luar kamera menjadi sebuah
satuan cerita secara utuh melalui alat kamera. Cinematography terdiri atas aspek
18
Sumarno, Marseli. Dasar-Dasar Apresiasi Film (Jakarta: Gramedia Widiasarana
Indonesia, 2005), h. 48-49.
19
Sumarno, Marseli. Dasar-Dasar Apresiasi Film, h. 121.
25
pengambilan gambar (shot), framing setiap adegan, dan durasi (duration)
adegan.20
Editing merupakan tahap pemilihan shot-shot yang telah diambil dipilih,
diolah, dan dirangkai sehingga menjadi suatu film yang utuh.21 Dalam tahap
editing, shot merupakan materi utama dalam proses editing. Berdasarkan
aspeknya, editing dibagi menjadi dua jenis yaitu: dialog, musik, efek suara.
Sound merupakan aspek sinematis yang tidak kalah pentingnya dengan
aspek lain. Melalui sound adegan yang terekam dalam kamera akan terasa lebih
hidup dan nyata. Sound memiliki beberapa aspek yaitu: dialog, musik, dan efek
suara.22
Namun, penulis tidak menggunakan sistem gaya (stylistic) dalam
penelitian ini sebagai alat analisis. Selain itu, dalam sistem gaya (stylistic) peneliti
merasa adanya keterbatasan untuk menganalisis sistem gaya ini. Tidak hanya itu,
hal ini dikarenakan dalam penelitian ini lebih kepada analisis narasi film “My
Name Is Khan” dalam perspektif komunikasi antaragama dan budaya.
2. Jenis dan Klasifikasi Film
Pada dasarnya film telah terbagi menjadi beberapa jenis, karakter-karakter
yang ditampilkan pun mengakibatkan munculnya pengelompokan tersebut. Jenis
film menurut penelitian Askrufai Baksin yaitu:
20
Sumarno, Marseli. Dasar-Dasar Apresiasi Film, h. 168.
Pratista, Himawan, Memahami Film (Yogyakarta: Homerian Pustaka, 2008), h. 123.
22 Sumarno, Marseli. Dasar-Dasar Apresiasi Film, h. 272.
21
26
1. Drama
Drama ini merupakan tema yang mengetengahkan aspek-aspek human
interest, sehingga yang dituju adalah perasaan penonton untuk dapat meresapi
setiap kejadian yang menimpa tokoh dalam adegan tersebut. Tema ini pula bisa
dikaitkan dengan latar belakang kejadiannya. Jika kejadiannya tersebut di sekitar
keluarga, maka disebut dengan drama keluarga.
2. Action
Pada istilah ini action seringkali berkaitan dengan adegan berkelahi,
bertengkar, dan tembak-menembak. Sehingga, tema ini bisa dikatakan sebagai
film yang berisi “pertarungan” atau “perkelahian” fisik yang dilakukan oleh peran
protagonis dengan antagonis.
3. Komedi
Komedi ini merupakan tema yang sebaiknya bisa dibedakan dengan lawakan.
Sebab, jika dalam lawakan biasanya yang berperan adalah para pelawak. Dalam
komedi itu tidak dilakonkan oleh para pelawak, melainkan pemain film biasa saja.
Inti dari tema komedi selalu menawarkan sesuatu yang membuat penontonnya
tersenyum bahkan tertawa terbahak-bahak. Biasanya juga, film yang berkaitan
dengan komedi ini merupakan suatu sindiran pada fenomena sosial atau kejadian
tertentu yang sedang terjadi.
4. Horor
Jika sebuah film menawarkan suasana yang menakutkan, menyeramkan, dan
membuat penontonnya merinding, itulah yang disebut dengan film horor. Suasana
27
horor dalam film itu bisa dibuat dengan cara animasi, special effect, atau bisa
langsung diperankan oleh tokoh-tokoh dalam film tersebut.
5. Tragedi
Pada tema ini, tragedi menitikberatkan pada nasib manusia. Jika sebuah film
dengan akhir cerita sang tokoh selamat dari kekerasan, perampokan atau bencana
alam dan lainnya, bisa disebut dengan tragedi.
6. Drama Action
Tema ini merupakan gabungan dari dua tema, yaitu: drama dan action. Pada
tema drama action ini biasanya menyuguhkan suasana drama dan juga adeganadegan berupa “petengkaran fisik.” Untuk menandainya, dapat dilihat dengan cara
melihat alur cerita film. Biasanya film dimulai dengan suasana drama, lalu setelah
itu alur meluncur dengan menyuguhkan suasana tegang, biasanya berupa
pertengkaran-pertengkaran.
7. Komedi tragis
Suasana komedi biasanya ditonjolkan terlebih dahulu, kemudian menyusul
dengan adegan-adegan yang tragis. Suasana yang dibangun memang getir,
sehingga penonton terbawa dengan emosinya dalam suasana tragis. Akan tetapi
terbungkus dalam suasana komedi.
8. Komedi horor
Komedi horor sama dengan seperti komedi tragis. Suasana komedi horor juga
merupakan gabungan antara tema komedi dan horor. Biasanya film dengan tema
28
ini menampilkan film horor yang berkembang, kemudian diplesetkan menjadi
komedi.
9. Parodi
Tema parodi ini merupakan duplikasi dari tema film tertentu. Tetapi
diplesetkan, sehingga ketika film parodi ditayangkan, para penonton akan melihat
satu adegan film tersebut dengan tersenyum dan tertawa. Penonton berbuat
demikian tidak sekedar karena film yang ditayangkan itu lucu, tetapi karena
adegan yang ditonton pernah mucul di film-film sebelumnya. Tentunya para
penikmat film parodi akan paham kalau sering menonton film, sebab parodi selalu
mengulang adegan film yang lain dengan pendekatan komedi. Jadi, tema parodi
itu berdimensi duplikasi film yang sudah ada, kemudian dikomedikan.
Adapun film My Name Is Khan masuk pada kategori film drama, karena
aktor dan aktrisnya berkisar pada cerita keluarga, antara Rizvan dengan adiknya
Zakir, juga pacarnya yang kemudian menjadi istrinya. Mandira, seorang janda
beranak satu, kemudian terjadi konflik, karena anaknya meninggal akibat stigma
agama (Islam) yang melekat padanya. Mereka pun pisah, lalu akhirnya rujuk lagi.
C. Komunikasi Antarbudaya
Komunikasi antarbudaya biasanya juga mencakup komunikasi antaragama.
1. Pentingnya Komunikasi Antarbudaya
Kebudayaan adalah cara pandang seseorang mengenai nilai-nilai yang ada
pada suatu golongan sehingga akan diwariskan dari generasi ke generasi
29
berikutnya.23 Saat ini komunikasi antarbudaya semakin penting dan semakin vital
daripada di masa-masa sebelumnya. Menurut Joseph Devito, beberapa faktor yang
menyebabkan komunikasi antarbudaya ini penting adalah:24
a. Mobilitas
Mobilitas masyarakat di seluruh dunia sekarang sedang mencapai puncaknya.
Perjalanan dari satu negara ke negara lain dan dari satu benua ke benua lain
banyak dilakukan. Saat ini orang sering kali mengunjungi budaya-budaya lain
untuk mengenal daerah baru dan orang-orang yang berbeda serta untuk menggali
peluang-peluang ekonomis. Hubungan antarpribadi kita semakin menjadi
hubungan antarbudaya.
b. Saling Kebergantungan Ekonomi
Saat ini, kebanyakan negara bergantung pada negara lain secara ekonomi.
Hubungan ekonomi suatu negara bergantung pada kemampuan suatu bangsa
untuk berkomunikasi secara efektif dengan kultur-kultur yang berbeda itu. Hal
yang sama juga terjadi pada bangsa-bangsa di dunia, termasuk Indonesia.
c. Teknologi Komunikasi
Adanya kemajuan teknologi komunikasi telah membawa kultur luar yang
adakalanya asing masuk ke kebudayaan kita. Film-film impor yang ditayangnya
di televisi telah membuat kita mengenal adat kebiasaan dan riwayat bangsabangsa lain. Kita juga setiap hari membaca di media-media berita tentang
23
24
Ilya Sunarwinadi, Komunikasi Antar Budaya (Jakarta:UI), h. 9.
Joseph A. DeVito, Komunikasi Antarmanusia, h. 530.
30
ketegangan rasial, pertentangan agama, diskriminasi seks, dan secara umum,
masalah-masalah yang disebabkan kegagalan komunikasi antarbudaya.
d. Pola Imigrasi
Di hampir setiap kota besar di seluruh dunia kita menjumpai orang-orang dari
bangsa lain. Kita bergaul, bekerja, atau bersekolah dengan orang-orang yang
sangat berbeda dari kebudayaan kita. Pengalaman sehari-hari itulah yang
membuat kita telah menjadi semakin terlibat dalam komunikasi antarbudaya.
e. Kesejahteraan Politik
Kesejahteraan politik suatu bangsa sekarang ini sangat bergantung pada
kesejahteraan politik kultur atau negara lain. Komunikasi dan saling pengertian
antarbudaya saat ini terasa lebih penting daripada sebelumnya.25
D. Kesukaran Memahami Komunikasi Antarbudaya
Komunikasi antarbudaya merupakan bidang yang sulit untuk dipelajari dan
diriset serta lebih sukar lagi dimahiri. Menurut Joseph DeVito, dua kesulitan
utama mengapa komunikasi antarbudaya sulit dipahami dan dimahari adalah
sebagai berikut:26
a. Etnosentrisme
Etnosentrisme adalah kecenderungan untuk mengevaluasi nilai, kepercayaan,
dan perilaku dalam kultur sendiri sebagai lebih baik, lebih logis, dan lebih wajar
25
26
Joseph A. DeVito, Komunikasi Antarmanusia, h. 530-532.
Joseph A. DeVito, Komunikasi Antarmanusia, h. 532-533.
31
daripada kultur lain. Yang perlu kita sadari adalah bahwa kita dan orang lain
memang berbeda tetapi setara, tidak ada yang lebih rendah atau lebih tinggi.
b. Kesadaran (Mindfulness) dan Ketidaksadaran (Mindlessness)
Saat kita berhubungan dengan orang lain dari kultur yang berbeda kita sering
kali berada dalam keadaan ketidaksadaran (mindlessness) diri dan karenanya
bertindak tidak rasional dalam banyak hal. Kita menyadari bahwa orang lain dan
sistem kultur lain memang berbeda, tetapi tidak lebih buruk atau lebih baik
daripada sistem kita. Inilah yang disebut dengan kesadaran (mindfulness).27
E. Persepsi dan Budaya
Faktor-faktor internal bukan saja mempengaruhi atensi sebagai salah satu
aspek persepsi, twtapi juga mempengaruhi persepsi kita secara keseluruhan,
terutama
penafsiran
atas
suatu
rangsangan.
Agama,
ideologi,
tingkat
intelektualitas, tingkat ekonomi, pekerjaan, dan cita rasa sebagai faktor-faktor
internal jelas mempengaruhi persepsi orang terhadap realitas. Dengan demikian,
persepsi itu terikat budaya (culture-bound).28
F. Bentuk-bentuk Komunikasi Antarbudaya
Istilah komunikasi antarbudaya secara luas untuk mencakup semua bentuk
komunikasi di antara orang-orang yang berasal dari kelompok yang berbeda selain
juga secara lebih sempit yang mencakup bidang komunikasi antara kultur yang
27
28
Joseph A. DeVito, Komunikasi Antarmanusia, h. 534.
Deddy Mulyana, Ilmu Komunikasi Suatu Pengantar (Bandung: Rosda, 2008), h. 213
214.
32
berbeda. Model komunikasi antarbudaya dapat digambarkan dengan gambar
berikut:
Skema 2.2
Model Komunikasi Antarbudaya dan Agama29
Pesan
S/P
Keterangan:
S: Sumber
S/P
P: Penerima
Dari gambar model gambar di atas, komunikasi antarbudaya mencakup semua
bentuk berikut:
a. Komunikasi antarwarganegara, misalnya, komunikasi antara orang Cina dan
Portugis, atau antara orang Prancis dengan orang Norwegia.
b. Komunikasi antarras yang berbeda (kadang-kadang dinamakan komunikasi
antarras), misalnya, komunikasi antara orang kulit hitam dan orang kulit
putih.
c. Komunikasi antarkelompok etnis yang berbeda (kadang-kadang dinamakan
komunikasi antaretnis), misalnya, komunikasi antara orang AS keturunan
Italia dan orang AS keturunan Jerman.
29
Joseph A. DeVito, Komunikasi Antarmanusia, h. 536.
33
d. Komunikasi antarkelompok agama yang berbeda, misalnya, antara orang
Katolik Roma dan Episkopal, atau antara orang Islam dan orang Yahudi.
e. Komunikasi
antarbangsa
yang
berbeda
(kadang-kadang
dinamakan
komunikasi internasional), misalnya, komunikasi antara AS dan Meksiko,
atau antara Prancis dan Italia.
f. Komunikasi antarsubkultur berbeda, misalnya, komunikasi antara dokter dan
pengacara, atau antara tunanetra dan tunarungu.
g. Komunikasi antara suatu subkultur dengan kultur yang dominan, misalnya,
komunikasi antara kaum homoseks dan kaum heteroseks, atau antara kaum
manula dan kaum muda.
h. Komunikasi antarjenis kelamin berbeda, misalnya, komunikasi antara pria dan
wanita.
Dari delapan bentuk aktor komunikasi antarbudaya dan agama karena sesuai
dengan objek penelitian penulis. Devito juga mengatakan bahwa setidaknya ada
lima bentuk dari delapan bentuk aktor komunikasi antarbudaya dan agama yang
dapat terjadi dalam hubungan antarbudaya dan agama.30
Dalam penelitian skripsi ini, penulis hanya menggunakan lima bentuk yaitu:
1. Komunikasi antarkelompok etnis yang berbeda.
2. Komunikasi antarkelompok agama yang berbeda.
3. Komunikasi antarsubkultur yang berbeda.
4. Komunikasi antara suatu subkultur dengan kultur yang dominan.
30
Joseph A. DeVito, Komunikasi Antarmanusia, h. 538.
34
5. Komunikasi antarjenis kelamin yang berbeda.
G. Pelaku Kebudayaan
Di dalam film My Name Is Khan terjadi interaksi antara orang-orang yang
berbeda kebudayaan dan berbeda agama. Orang-orang yang berinteraksi tersebut
disebut juga sebagai pelaku kebudayaan. Terjadi hubungan komunikasi antara
para tokoh yang memiliki agama dan latar belakang budaya yang berbeda.
Agama-agama yang saling berinteraksi itu adalah Islam, Kristen Katolik, dan
Hindu. Sedangkan kebudayaan yang saling berinteraksi dalam film ini adalah
budaya Pusthun (India dan campuran Pakistan) dan Barat (AS). Kedua budaya ini
yang paling sering muncul dalam film ini. Penulis akan menjelaskan unsur agama
dan budaya tersebut sebagai berikut:
H. Hubungan Antaragama
1. Islam
Secara bahasa, Islam berarti damai dan tunduk.31 Yang dimaksud damai
adalah kedamaian dengan alam sekitar sebagai makhluk Allah dan yang dimaksud
dengan tunduk adalah tunduk hanya kepada Allah SWT. Al-qur’an adalah kitab
suci agama Islam. Secara garis besar isi seluruh Al-qur’an dapat dibagi dalam dua
tugas pokok, yakni:
1) Bagaimana berdamai dengan sesama manusia dan alam sekitar.
2) Bagaimana beriman (tunduk) yang benar kepada Allah.
Setiap pemeluk agama Islam wajib mengetahui dan mempercayai enam
perkara, yaitu:
31
Hasbullah Bakry, Ilmu Perbandingan Agama (Jakarta: PT. Bumi Restu, 1986), h. 152-157.
35
1. Percaya kepada Allah, Tuhan yang menciptakan.
2. Percaya kepada Rasul-rasul dan Nabi-nabi yang diutus Allah.
3. Percaya kepada para Malaikat Allah.
4. Percaya adanya (kiamat) Hari Akhirat.
5. Percaya adanya Kitab-kitab suci Allah.
6. Percaya kepada Takdir baik dan buruk Allah.
2. Hindu
Dalam agama Hindu terdapat lima keyakinan dan kepercayaan yang disebut
dengan Pancasradha. Pancasradha merupakan keyakinan dasar umat Hindu.
Kelima keyakinan itu adalah:32
1) Widhi Tattwa yaitu percaya kepada Tuhan Yang Maha Esa dan segala
aspeknya.
2) Atma Tattwa yaitu percaya dengan adanya jiwa dalam setiap makhluk.
3) Karmaphala Tattwa yaitu percaya dengan adanya hukum sebab akibat
dalam setiap perbuatan.
4) Punarbhava Tattwa yaitu percaya dengan adanya proses kelahiran kembali
(reinkarnasi).
5) Moksa Tattwa yaitu percaya bahwa kebahagiaan tertinggi merupakan
tujuan akhir manusia.
3. Kristen Katolik
Agama Kristen adalah sebuah kepercayaan yang berdasar pada ajaran,
hidup, sengsara, wafat, dan kebangkitan Yesus Kristus atau Isa Almasih. Agama
32
I Gusti Putu Phalgunadi, “Evolusi Agama Hindu dan Budayanya,”
Http://www.padmabhuana.com/Evolusi-Agama-Hindu-di-India-dan-budayanya.html. diakses pada
tanggal 16 Mei 2013 pukul 23:52 WIB.
36
ini meyakini Yesus Kristus sebagai anak Tuhan. Mereka beribadah di gereja dan
Kitab Suci mereka adalah Alkitab. Agama Kristen dalam garis besar dibagi
menjadi dua, yaitu: Kristen Katolik dan Kristen Protestan. Karena dalam film My
Name Is Khan pelaku kebudayaannya beragama Kristen Katolik, maka penulis
akan merinci beberapa ajaran pokok Kristen Katolik, yaitu:33
-
Menganggap bahwa Paus dan pendeta berhak menerima penebusan dosa
dengan pembayaran yang disukainya.
-
Melarang pendeta-pendetanya menikah.
-
Mengorganisir gereja Katolik dan semua penganutnya tunduk kepada
seorang Paus di Roma.
-
Terdapat perbedaan antara orang biasa dan pendeta-pendeta dalam
perjamuan suci.
4. Sikh
Sejarah Sikh bermula ketika anak benua Indo-Pakistan tercatat sebagai tempat
kelahiran berbagai agama besar. Salah satu diantaranya ialah agama Sikh,
tepatnya wilayah bagian Punjab, yang dalam literatur-literatur Barat disebut The
Sikh Religion atau The Religion of Sikh atau Sikhism yang bisa diterjemahkan
menjadi
Sikhisme.
Agama-agama
lainnya
adalah
Hinduisme,
Jainisme,
Buddhisme, dan sejumlah besar aliran atau sekte keagamaan lainnya.34
33
Bs. Mariatmaja SJ, Teologi Katolik, Http://id.m.wikipedia.org/wiki/Teologikatolik .
diakses pada tanggal 16 Mei 2013 pukul 23:59 WIB.
34
Mukti Ali, Pengantar Agama-Agama Dunia (Yogyakarta: IAIN Sunan Kalijaga
Press,1988 Cet.I), h. 183.
37
Tempat ini pula Ahmadiyah muncul pada pertengahan abad ke-19. Hingga
sekarang daerah Punjab merupakan wilayah kediaman sebagian besar pengikut
agama Sikh atau Sikha, yang menurut catatan paling akhir berjumlah sekitar 16
juta jiwa atau sekitar 2% dari seluruh penduduk India saat ini.35
Orang-orang Sikh adalah suatu ras yang luar biasa. Jumlah seluruhnya di
dunia ini kurang lebih ada 10 juta orang. Segala sesuatu tentang mereka ini luar
biasa, pakaian mereka, sejarah mereka, dan terutama sekali adalah kelahiran
mereka.
Sebelum diadakan pemisahan India, kebanyakan orang Sikh hidup di daerah
Punjab (daerah yang mempunyai lima sungai), suatu propinsi yang luas, terletak
di bagian utara India. Sejak pemisahan India di tahun 1974, lebih dari 2 juta orang
Sikh harus meninggalkan rumah dan kampung halaman dan kekayaan mereka di
daerah yang diserahkan kepada Pakistan. Mayoritas orang Sikh sekarang berada
di Punjab Timur yang menjadi milik India.
Agama Sikh bermula di Sultanpur, berhampiran Amritsar di wilayah Punjab,
India. Pengasas agama ini ialah Guru Nanak (1469-1539), Selepas beliau
meninggal dunia, penggantinya juga diberi pangkat guru. Sebanyak sepuluh guru
telah mengambil alih tempat beliau dan secara perlahan-lahan. Rangkaian ini
berakhir pada tahun 1708 selepas kematian Gobind Singh yang tidak
meninggalkan pengganti manusia tetapi meninggalkan satu himpunan skrip suci
yang dipanggil Adi Granth. Skrip ini kemudian diberi nama Guru Granth Sahib.
35
Mukti Ali, Pengantar Agama-Agama Dunia, h. 185.
38
Gobind Singh juga telah menumbuhkan sebuah persatuan “Persaudaraan Khalsa
Sikh” dan memulakan pemakaian seragam untuk lelaki Sikh yang taat kepada
agamanya yang diberi gelaran “Lima K.”Agama Sikhisme adalah agama keenam
terbesar di dunia, dengan lebih daripada 23 juta penganut.36
Kepercayaan Sikh, atau lebih dikenal dengan nama “Khlasa” atau “yang
murni” berasal dari agama Hindu, muncul dalam tahun 1699 M dan dianggap
sebagai kepercayaan yang paling kontemporer di dunia ini.37
Agama Sikh lahir dan mulai berkembang bersamaan waktunya dengan
kelahiran agama Protestan di Eropa, yaitu di akhir abad ke-19 M. Guru Nanak
sendiri hanya empat belas tahun lebih tua dari pada Martin Luther, pendiri Agama
Protestan itu. motivasi kelahirannya juga senada dengan kelahiran Protestan.
Kalau Protestan lahir sebagai reaksi terhadap eksistensi dan kekuasaan gereja
Katolik Roma di daratan Eropa, maka Agama Sikh lahir sebagai reaksi terhadap
Agama Brahma atau Hinduisme.
Agama Sikh semenjak kelahirannya sekitar lima abad yang lalu, sampai
sekarang masih tetap menarik perhatian para peminat penelitian agama. Hal ini
bukan
saja
karena
keunikan
tokoh
36
pendirinya,
perjalanan
sejarah
Sagita Catur Pamungkas, “Pengetahuan Agama Sikh,” Http://pengetahuan-mengenaiagama-sikh.html diakses pada tanggal 5 Mei 2013 Pukul 13:45 WIB.
37
Nyoman S. Pendit, Guru Nanak dan Agama Sikh (Jakarta: Yayasan Sikh Gurdwara
Mission: 1988, Cet.II), h. 26.
39
perkembangannya dan seluk-beluk hubungannya dengan berbagai agama lain,
tetapi juga karena peristiwa-peristiwa sejarah, baik yang bersifat keagamaan
maupun politik, yang langsung diperankannya.
Agama Sikh itu bermakna: para murid. Agama Sikh bermakna Agama para
Murid. Dimaksudkan ialah para murid dari pembangun agama Sikh itu. Oleh
karena sang Guru itu pada masa belakangan dikultuskan sebagai penjelmaan
Tuhan di bumi maka pengertian para Murid itu dimaknakan dengan Murid Tuhan.
Sikh berarti murid, dan Sikha berarti murid atau pengikut Sikh. Ada juga yang
mengartikan Sikh sebagai “suatu masyarakat agama di India dan Pakistan” atau
suatu sekte keagamaan yang berasal dari penyelewengan terhadap “Bramanis-
Hinduisme.” Agama Sikh dikatakan juga sebagai agama “sinkretis” karena ia
didirikan dengan maksud “memperdamaikan antara Islam dan Hinduisme.” Di
India Islam menggabungkan diri dengan agama Hindu dengan menciptakan
agama Sikh.38
Agama Sikh bersifat sinkronisasi antara agama Hindu dengan agama Islam.
Dewasa ini, anak benua India berada di bawah kekuasaan imperium Moghul
(1526-1858 M), imperium Islam yang berkedudukan di ibukota Delhi. Sebelum
kedatangan Guru Nanak itu maka ikhtiar ke arah sinkronisasi antara agama Hindu
38
Joesoef Sou’yb, Agama-agama Besar di Dunia (Jakarta: Al Husna Zikra, 1996) ,
h.144.
40
dengan agama Islam itu telah dimulai lebih dahulu oleh Kabir (1488-1512 M),
seorang penyair India, hingga himpunan sajaknya dimasukkan menjadi bagian di
dalam Kitab Suci agama Sikh itu.39
Lambang khusus para penganut agama Sikh itu adalah Lima Kukka, yaitu:
Kes (rambut- panjang tak dicukur, yang dililit dengan kain), Kunga (sisir-kayu,
bagi keperluan rambut tersebut), Kach (celana-dalam berwarna putih, celana
panjang lutut yang khusus untuk kelincahan), Kara (gelang besi di tangan untuk
pengekangan diri), dan Khanda (pisau belati bermata dua untuk pertahanan diri).
Lambang khusus itu ditaati oleh setiap penganut agama Sikh.
Memang, baik dari segi sosial dan politik, maupun dari sudut pandangan
agama, agama Sikh sungguh-sungguh menentang pengaruh Brahmana dan sistem
kasta yang diajarkannya. Mungkin pendapat yang mengatakan bahwa ia lebih
dekat kepada Islam daripada Hinduisme ada benarnya.40
39
40
Joesoef Sou’yb, Agama-agama Besar di Dunia, h.145.
Joesoef Sou’yb, Agama-agama Besar di Dunia, h.144.
41
BAB III
GAMBARAN UMUM FILM ‘MY NAME IS KHAN’
A. Sekilas cerita tentang Islam dalam Film ‘My Name Is Khan’
1. Islam di AS
Pada paska peristiwa 9/11 itu, di AS sedang terjadi gelombang
ketidakpercayaan terhadap komunitas Muslim,. Rizvan merupakan imigran
muslim yang tak luput dari kecurigaan, terlebih dengan Sindrom Asperger yang
dideritanya menyebabkan perilakunya tampak aneh dan semakin memancing
kecurigaan dari otoritas bandara dan ketidaknyamanan orang-orang yang berada
di sekelilingnya. Oleh karena itu AS sangat waspada terhadap pengunjung yang
datang ke negaranya dan melalakukan pemeriksaan yang sangat ketat terhadap
semua orang yang mereka curigai. Pada saat itu ada beberapa petugas bandara
yang mencurigai sikap aneh Rizvan, ketika Rizvan ingin melakukan perjalanan ke
AS untuk menemui Presiden AS.1
Lalu para petugas menangkap dan memeriksa Rizvan. Oleh karena tingkah
lakunya yang mencurigakan. Rizvan diperiksa didalam ruangan tertutup oleh
otoritas bandara, dan melalui proses yang sangat menyudutkan dirinya. Ia
diperlakukan layaknya sebagai seorang kriminal yang tertangkap basah. Pada
scene ini terungkap sistem keamanan di AS yang menyudutkan Rizvan sebagai
seorang muslim yang dianggap sebagai teroris. Prosedur standar pemeriksaan
1
Widya Prasty N, Analisis Film My Name Is Khan,
Http://Widyasemua.blogspot.com/2013/01/analisis_film_my_name_is_khan.html?m=1, diakses
pada tanggal 17 Januari 2014 pukul 29:13 WIB.
42
bandara di AS meliputi pemeriksaan sinar X untuk sepatu, baju, sepatu, jaket
hingga pemeriksaan online. Penumpang melepas sepatu beberapa kali dan
dilakukan juga pemeriksaan terpisah untuk komputer/laptop.
2. Islam di India
Sejak kecil, Rizvan terlahir dengan latar belakang hidup yang penuh
dengan kerusuhan antara Hindu dan Muslim di India pada tahun 1983. Hal seperti
itu mengisahkan bahwa konflik antaragama sudah sering terjadi di dunia. Dalam
film ini tergambar tentang kehidupan Rizvan yang menjadi ironi nantinya. Pada
tahap berikutnya, di masa yang akan datang, Rizvan harus mengalami konflik
seperti ini lagi, dan ternyata ia mengalami hal yang serupa ketika ia pindah ke AS.
Pada scene ini pula Rizvan diajarkan dan ditanamkan nilai-nilai kebaikan oleh
ibunya. Ia dididik untuk memahami bahwasanya kebaikan tidak dibatasi oleh
agama tetapi lebih condong kepada tingkah laku manusia. Begitulah nasihat yang
dilontarkan ibunya Rizvan terhadap Rizvan. “ ... In this world there are only two
kinds of people, Good people who does good things. And bad people who does
bad things. That’s the only difference between human. Nothing else. Good people
and bad peolple and there is no difference.”
Lalu setelah kejadian ini banyak imigran pindah ke AS, di mulai oleh adik
Rizvan yang pada saat itu pergi karena ingin mencari pengalaman hidup yang
baru dan setelah itu disusul oleh Rizvan setelah kematian ibunya.
43
B. Produksi Film ‘My Name Is Khan’
1. Sekilas Alur Cerita Film ‘My Name Is Khan’
Film “My Name Is khan” ini diproduksi oleh Dharma Productions,
bekerjasama
dengan Red Chillies Entertainment dan didistribusikan oleh Fox
Star Studios. Film ini dirilis pada tanggal 12 Februari 2010 di India. Produser film
“My Name Is Khan” adalah Hiroo Yash Johar,2 beliau juga yang mendirikan
Dharma Productions pada tahun 1976, dan telah memproduksi film-film India
yang lainnya, di antaranya: Dostna (1980), Kuch Kuch Hota Hai (1998).
Kemudian, disusul dengan film yang lainnya, diantaranya: Kabhi Khusi Kabhi
Gham (2001), Kaal Ho Na Ho (2003), dan Kabhi Alvida Na Kehna (2006).
Film “My Name Is Khan” disutradarai oleh Karan Johar yang sebelumnya
pernah sukses menggarap film box office India “Kuch Kuch Hota Hai” yang
kemudian kembali untuk bekerjasama dengan Sharukh Khan sebagai bintang
utama film tersebut, dengan memerankan sebagai Rizvan Khan, seorang muslim
India yang mengidap sindrom asperger, bagian dari spektrum autis yang tinggal
di AS.
Film “My Name Is Khan” mengangkat isu rasial keagamaan paska
peristiwa 9\11, ketika paska pengeboman menara kembar WTC, telah terjadi
diskriminasi dan penyerangan-penyerangan terhadap muslim di AS. Dalam film
ini, digambarkan bahwa masyarakat AS seolah menyalahkan warga muslim atas
peristiwa tersebut 9\11. Karena adanya peristiwa tersebut, maka terjadilah
2
My Name Is Khan, http://www.bollywoodhungama.com/moviemicro/cast/id/502816
diakses pada tanggal 30 Januari 2014 pukul 14:56 WIB.
44
perpecahan yang menyebabkan orang Islam dimusuhi. “My Name Is Khan” dirilis
pertama kali di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, pada tanggal 10 Februari 2010. Dua
hari kemudian barulah film ini beredar di Eropa, AS, Kanada, Australia, dan
belahan bagian dunia lainnya. Diputar di berbagai tempat, film ini dikabarkan
memecahkan rekor penonton film India terbesar di dunia, seperti di Inggris,
Australia, Asia dan AS.
2. Klasifikasi Tokoh Pemeran dalam Film ‘ My Name Is Khan’
Menurut Vladimir Propp ada delapan karakter tokoh, diantaranya:
 The Villain atau Penjahat (Arif Zakaria).
Menurut Vladimir Propp, The Villain atau Penjahat dalam cerita rakyat adalah
seorang tokoh yang memerankan peran penjahat atau antagonis.3
Dalam film My Name is Khan, Arif Zakaria berperan sebagai Dr. Faisal
Rahman yang menjadi pemimpin retorika kekerasan atau provokator.
 The Hero atau Pahlawan (Shahrukh Khan)
Menurut Vladimir Propp, The Hero atau pahlwan, yaitu salah satu istilah yang
tidak berarti sama dalam teori seperti halnya dalam kehidupan di luar, di mana
pahlawan biasanya mengacu pada laki-laki, dan heroik, memiliki konotasi moral
mengagumkan atau baik moralnya.4
3
4
Gill Branston and Roy Stafford, The Media Student’s Book, h. 32-36.
Gill Branston and Roy Stafford, The Media Student’s Book, h. 32-36.
45
Di dalam film ini Shahrukh Khan berperan sebagai Rizvan Khan, tokoh utama
dalam film ini. Shahrukh Khan telah dua dekade berada di industri hiburan India.
Dia pernah menjadi aktor televisi sampai bintang Bollywood dan produser. Ketika
memutuskan untuk kembali ke televisi pada tahun 2007, ia menjadi pembawa
acara di salah satu acara televisi paling populer sepanjang masa. Dia mendapatkan
penghargaan, pengakuan, dan popularitasnya yang tidak perlu dipertanyakan.
Shahrukh Khan lahir di Delhi pada 2 November 1965, anak dari Taj
Mohammed Khan, seorang pejuang kemerdekaan dari Peshawar dan Lateefa
Mohammed dari Rawalpindi seorang anak angkat dari Mayor Jenderal Shah
Nawaz Khan. Debutnya sebagai seorang aktor bermula pada tahun 1988, pada
serial televisi berjudul Fauji, yang bercerita tentang tentara India. Kemudian
debutnya pada layar lebar adalah pada film Deewana, pada tahun 1992.5
 The Helper atau Sang Penolong (Sonya Jehan)
Menurut Vladimir Propp, The Helper atau Sang Penolong, yang membantu
pahlawan.6
Dalam film ini,
Sonya Jehan berperan sebagai Haseena, istrinya Zakir.
Haseena membantu Rizvan dalam menganalisis penyakit yang ia derita yaitu
sindrom asperger.
5 Si Tampan dari Bollywood, www.chakpak.com diakses pada tanggal 12 Februari 2013
pukul 07:55 WIB
6 Gill Branston and Roy Stafford, The Media Student’s Book, h. 32-36.
46
 The Donor atau donor (Jimmy Shergill)
Menurut Vladimir Propp, The Donor atau donor, yang menyediakan sebuah
objek dengan beberapa properti.7
Dalam film ini, Jasjit Shergill lahir pada tanggal 3 Desember 1970 di Punjab
India. Dia belajar di Hindu College, New Delhi. Ia menikah dengan Priyanka Puri
dan memiliki anak, Vir. Jimmy memulai debutnya di film Glulzar’s Maachis
(1996) sebagai Jimmy. Dalam Mohabattein (2000), ia bermain sebagai Karan
seorang mahasiswa dan pada film My Name Is Khan, ia berperan sebagai Zakir
sebagai adik Rizvan Khan (Shahrukh Khan).8
 The Princess atau Sang Putri (Kajol Devgan Mukherjee)
Menurut Vladimir Propp, The Princess atau Sang Putri, hadiah untuk
pahlawan dan objek skema yang penjahat ini.9
Di dalam film ini, Kajol berperan sebagai Mandira. Kajol lahir dari aktris dan
produser film Tanuja Shomu Mukherjee pada tanggal 5 Agustus 1975. Dia
dilahirkan dalam sebuah keluarga Bengali-Marathi. Dia bersekolah di St. Joseph
di Panchgani sampai berusia tujuh belas tahun, ia berhenti bersekolah untuk
menjadi seorang aktris. Dia menikah dengan Ajay Devgan pada tahun 1999 dan
telah di karuniai seorang anak bernama Nysa. Dia mengambil cuti dari syuting
film pada tahun 2003 lalu kembali berkarier pada tahun 2006.
7
Gill Branston and Roy Stafford, The Media Student’s Book, h. 32-36.
Si Tampan dari Bollywood,www.chakpak.com diakses pada tanggal 12 Februari 2013
pukul 08:13 WIB
9 Gill Branston and Roy Stafford, The Media Student’s Book, h. 32-36.
8
47
Film pertama yang ia bintangi adalah Bekhudi pada tahun 1992. Pada
tahun 1995 film-filmnya tidak ada yang menjadi hits, namun pada tahun 1997 ia
berakting menjadi penjahat pada film Gupt, lalu ia memenangkan penjahat terbaik
pada penghargaan Film Fare. Pada tahun 1998 semua film yang diperankannya
menjadi hits.10
 Her Father atau ayahnya (Zarina Wahab)
Menurut Vladimir Propp, Her Father atau ayahnya, yang memberikan
penghargaan kepada pahlawan.11
Namun dalam adegan ini Razia Khan berperan sebagai ibunya Rizvan dengan
kata lain dia menjadi tokoh Her Father. Zarina lahir di Vishakhapatnam. Dia telah
melatih di Institute Film dan Televisi bergengsi India, Pune. Dia menikah dengan
aktor Bollywood Aditya Pancholi pada tahun 1986, dan telah memiliki dua orang
anak, seorang putra dan seorang putri, Sana Suraj. Film pertama Zarina adalah
Ishq Ishq (1974). Yang disutradarai oleh Dev Anand. Dia berperan sebagai ibunya
Rizvan Khan dan Zakir yang bernama Razia Khan dalam film My Name Is
Khan.12
10
Si Tampan dari Bollywood,www.chakpak.com diakses pada tanggal 12 Februari 2013
pukul 08:13 WIB
11 Gill Branston and Roy Stafford, The Media Student’s Book, h. 32-36.
12
Si Tampan dari Bollywood, www.chakpak.com diakses pada tanggal 12 Februari 2013
pukul 08:13 WIB
48
 The Dispatcher atau orang yang menyuruh, yang mengirimkan
pahlawan dalam perjalanan (Arjun Mathur, Sugandha Garg, dan
Parvin Dabas)
Menurut Vladimir Propp, The Dispatcher atau orang yang menyuruh, yang
mengirimkan pahlawan dalam perjalanan.13
Mereka adalah beberapa mahasiswa wartawan India yang menolong Rizvan
untuk menginformasikan kepada FBI tentang Dr. Faisal Rahman. Diantaranya:
Raj (Arjun Mathur), Komal (Sugandha Garg), dan Bobby Ahuja (Parvin Dabas).
 The False Hero atau Pahlawan palsu
Menurut Vladimir Propp, The False Hero atau Pahlawan palsu
Dalam film ini, Jennifer Echols atau Mama Jenny dan Adrian Kali Turner atau
Funny Hair Joel menjadi The False Hero.14
C. Sinopsis Film ‘My Name Is Khan’
Film ini dimulai saat seorang anak yang bernama Rizvan Khan. Dan dia
adalah seorang muslim yang menderita Asperger’s syndrome atau spektrum autis.
Rizvan hidup bersama ibu dan adiknya, Zakir. Kelainan yang dialami Rizvan
membuatnya menjadi sulit berinteraksi dengan kebanyakan orang. Saat ibunya
telah meninggal, Rizvan memutuskan untuk pindah ke AS. Di Fransisco, dia
tinggal bersama Zakir, adiknya. Lalu, atas bantuin adiknya, Rizvan bekerja
13
14
Gill Branston and Roy Stafford, The Media Student’s Book, h. 32-36.
Gill Branston and Roy Stafford, The Media Student’s Book, h. 32-36.
49
sebagai pramuniaga atau sales produk kecantikan yang terbuat dari herbal. Semua
tampak berjalan dengan lancar. Rizvan, Zakir, dan istrinya. Haseena sebagai istri
Zakir adalah seorang psikolog yang memakai jilbab, mereka tampak hidup rukun
dan bahagia. Mereka juga taat beribadah.15
Ketika sedang menawarkan produk kecantikan yang dijualnya, Rizvan
bertemu dan berkenalan dengan seorang perawat kecantikan. Mandira yang
diperankan oleh Kajool Devgan. Mandira, menjalani kehidupan sebagai seorang
janda dengan satu anak laki-laki, Sameer alias Sam. Rizvan dan Mandira telah
menjalin hubungan, lalu mereka memutuskan untuk menikah, meski mendapat
tantangan dari kedua belah pihak keluarga karena perbedaan agama. Mereka
akhirnya menikah dan menetap di San Fransisco, di mana mereka membuka salon
kecantikan kecil. Mandira dan Sameer menambahkan Khan di belakang nama
mereka. Keluarga kecil ini sangat akrab dengan tetangganya, Mark. Dia seorang
wartawan, dan nama istrinya Sarah. Mereka memiliki seorang anak laki-laki yang
bernama Resse, yang menjadi teman baik Sam.
Ketika terjadi peristiwa 9\11 atau tragedi 11 September. Penduduk Muslim AS
mengalami diskriminasi, toko dirusak, rumah dilempari batu, dan mereka
mengalami penyerangan-penyerangan. Tidak sedikit dari penganut Sikh (India),
yang menggunakan serban di kepala turut menjadi korban, karena mereka
15
Andika Sanjaya, My Name is Khan dan Analisis Kultural Komunikasi Antar budaya,.
http://abstractive-sense.blogspot.com/2010/09/my-name-is-khan-simbol-simbol-dan.html diakses
pada tanggal 19 Maret 2013 pukul 14:08 WIB.
50
disangka orang Afghanistan muslim.16 Nasib Haseena justru lebih parah, karena
dia dikeroyok sejumlah laki-laki di jalan, hanya karena dia mengenakan jilbab.17
Mark, tetangga mereka yang seorang wartawan, ditugaskan untuk meliput
perang yang sedang terjadi di Afghanistan, dan ia terbunuh disana. Sejak itu
anaknya, Resse, teman akrab Sammer menjadi berubah, dia memusuhi Sameer.
Yang menjadi penyebab utama adalah karena ada “Khan” dibelakang namanya.
Lalu, Resse menganggap Sameer sebagai orang Afghanistan. Orang lain pun turut
memusuhi Sameer Khan.
Nasib paling parah yang dialami oleh Sameer. Bermula diawali pertengkaran
dengan Resse. Lalu, Sammer dikeroyok oleh sejumlah remaja bule hanya karena
kulitnya hitam. Sebenarnya Resse telah mencoba menyelamatkan Sameer, namun
ia tidak berhasil. Sameer akhirnya sekarat dan dia sempat dibawa ke rumah sakit,
namun Tuhan berkendak lain, nyawa Sameer tidak dapat tertolong lagi dan
akirnya Sameer meninggal dunia.
Rizvan sangat sedih karena ia telah akrab dengan putera tirinya tersebut.
Namun, yang paling terguncang adalah istrinya, Mandira. Ia menganggap bahwa
“bencana” yang telah menimpa mereka itu tejadi karena ada nama “Khan” di
belakang namanya dan Sameer.18 Rizvan yang dianggap sebagai biang bencana
Subtittle and scene My Name is Khan, http://ryekoplock.heck.in/my-name-is-khansubtitle-indonesia.xhtml pada scene ke Scene 7: 49.52- 52.18.
17
Subtittle and scene My Name is Khan, http://ryekoplock.heck.in/my-name-is-khansubtitle-indonesia.xhtml pada Scene ke 12: 01.04.00 – 01.06.42.
16
18
Solpamili Pratama, Positive freedom My Name is Khan,
http://tamachopa.blogspot.com/2010/04/my-name-is-khan-review.html diakses pada tanggal 7
agustus 2013 pukul 13:56 WIB.
51
bagi sameer dan dirinya telah diusir dari rumahnya. Lalu ia memerintahkan
kepada Rizvan, agar mengatakan kepada seluruh orang AS dan juga kepada
Presiden AS: bahwa dia bernama Khan, dan saya bukan teroris (My name is Khan,
and I am not a terorist).
Rizvan pun dengan penuh ikhlas melakukan semua yang diperintahkan oleh
mandira. Ia mengembara seorang diri. Dalam pengembaraannya, ia sempat
menghadiri acara terbuka yang dihadiri Presiden George W. Bush. Lalu ia
berusaha mendekati Presiden AS tersebut sembari berteriak: “My name is Khan,
and I am not a terorist.” Belum sempat teriakannya didengar oleh Presiden, ia
sudah ditangkap oleh para pengawal Presiden karena ia dicurigai sebagai teroris.
Apa yang dialaminya sungguh menyakitkan dan menyayat hatinya, belum selesai
masalah yang ia hadapi, ia mendapat masalah baru yang pada akhirnya ia
dihukum dengan dimasukkan ke dalam ruangan dengan suhu yang panas, setelah
itu ia dimasukkan ke ruangan yang sangat dingin. Berbagai siksaan yang
dialaminya harus ia terima. Akhirnya, ia pun dibebaskan karena tidak terbukti
sebagai teroris. Itu semua berkat dukungan dan bantuan tiga wartawan asal India
yang menolongnya. Diantaranya: Raj, Komal, dan Bobby Ahuja, yang
membuktikan bahwa dirinya tidak bersalah. Dengan menggali bukti yang mereka
dapatkan, upaya untuk menginformasikan FBI tentang Dr. Faisal Rahman. Setelah
dibebaskan, ia kembali ke Wilhemina untuk membantu Mama Jenny dan putranya
yang terkena musibah badai Molly. Ternyata, upaya yang ia lakukan menarik
perhatian warga AS.
52
Lalu, nama Rizvan kemudian melambung menjadi pahlawan, karena banyak
stasiun televisi yang menyorotnya. Karena, ia menolong sebuah penduduk desa di
Georgia yang mengalami banjir bandang. Mayoritas korban banjir adalah orang
berkulit hitam. Berhari-hari mereka tidak mendapat bantuan sosial dari
pemerintah. Melalui peristiwa ini Presiden Bush mendapat kecaman keras dari
masyarakat berkulit hitam AS. Setelah ramai berita yang ditayangkan di televisi,
barulah bantuan sosial itu datang, yang lebih mengejutkan adalah mereka
mendapat bantuan dari orang-orang Muslim yang telah dikoordinasikan oleh
Haseena dan suaminya, Zakir (adik Rizvan).19
Saat berada di tempat pengungsian korban banjir, Rizvan didatangi oleh
sesama muslim yang tidak sepaham dengannya, di sana Rizvan pun diserang,
mereka menganggap bahwa tindakan Rizvan membantu korban banjir telah
merusak perjuangan umat Islam dalam melawan AS. Setelah melewati masa
perawatan, Rizvan selamat dan impiannya bertemu Presiden AS pun terwujud
pada masa pemerintahan Obama.
D. Tanggapan Terhadap Film ‘My Name Is Khan’
Film My Name Is Khan dapat berbagai tanggapan positif dan negatif dari
khalayak. Di Negara India sendiri ada seruan boikot terhadap film tersebut oleh
kelompok Hindu militan bukan hanya karena adanya unsur SARA di dalam film
tersebut, tetapi karena Shahrukh Khan yang memiliki tim Liga Utama Kriket di
19
Andika Sanjaya, “My Name is Khan dan Analisis Kultural Komunikasi Antarbudaya,”
http://abstractive-sense.blogspot.com/2010/09/my-name-is-khan-simbol-simbol-dan.html diakses
pada tanggal 6 November 2013 pukul 15:17 WIB.
53
India, pernah menyatakan ingin mengikutsertakan Abdul Razak, pemain kriket
Pakistan yang terkenal dalam timnya.
Sejumlah gedung bioskop pun tidak berani memutar film My Name Is Khan.
Tapi kemudian film ini dirilis di Mumbai, kota utama dan pusat perfilman India.
Pada tanggal 12 Februari 2010 lalu, ribuan polisi dikerahkan mengawal gedung
bioskop dari aksi Shiv Sena. Kelompok itu sempat menurunkan pamflet dan
poster film dari gedung bioskop, guna mengamankan pada saat pemutaran film,
oleh karena itu sekitar dua ribu orang pengikut partai radikal itu terpaksa
diamankan polisi.20
Kejadian serupa pun ditemui juga di AS, karena AS sebagai setting lokasi
kejadian cerita yang dirilis pada film ini. My Name Is Khan mendapat berbagai
macam
sambutan
dari
sejumlah
media
massa
AS.
Seperti
dikutip
mediaindonesia.com.21
“Yang terbaik dari My Name Is Khan, terutama untuk AS, adalah sebuah
cerita tentang risiko kebaikan,” tulis The New York Times. Sebagai arus utama
pers AS, koran ini juga mencatat badai yang mengepung pada rilis film ini, Jum’at
(12/2/2010) di India.
“Khan adalah salah satu dari beberapa film Hindi (New York, Kurbaan)
tentang orang India yang paranoid setelah peristiwa 9\11 di AS. Ada sesuatu yang
20
My Name is Khan, http://en.m.wikipedia.org/wiki/My_Name_Is_Khan diakses pada
tanggal 30 November 2013 pukul 13:27 WIB.
21
My Name is Khan-Srk&Kajol, www.Lautanindonesia.com/mynameiskhan diakses pada
tanggal 14 November 2013 pukul 13:13 WIB.
54
menarik melihat negara ini melalui kacamata Bollywood, bahkan ketika ceritanya
semacam dongeng, kata US Daily, Sabtu (13/2/2010).”22
“Film itu menampilkan kehidupan seorang lelaki muslim india yang tinggal
di San Fransisco, melalui perjalanan yang luar biasa di AS, menginspirasi orang
yang mengundang perdebatan dan menciptakan sebuah revolusi spontan,” kata
The Washington Post. (IANS/OL-04).23
Rachel Saltz dari The New York Times mengungkapkan, “Film ini bercerita
tentang kehidupan warga India yang hidup dalam ketakutan pasca 9\11. Ada
sesuatu yang menarik disimak untuk melihat negara ini (AS) dari kacamata
Bollywood kendati ceritanya mirip dongeng, yaitu hubungan yang terjalin antara
warga kulit hitam AS dan India, terutama orang Muslim. Khan mampu
menyentuh seraya mengajarkan tentang Agama Islam dan toleransi.”24
Produser Raam Punjabi mengomentari film ini yang dikutip oleh
Tempointeraktif.com, My Name Is Khan yang diputar di Jaringan 21 dan 3 Idiots
dapat bertahan lebih dari tiga bulan. Semenjak pemutaran perdananya pada
tanggal 25 Desember, film 3 Idiots masih tayang. Di Jakarta film ini hanya diputar
di Blitz, namun di luar Jakarta film ini diputar dijaringan bioskop 21. Pendapatan
dari penonton, awalnya hanya masuk satu kopy, dengan performa 150 ribu
22
Aries Adinata, “My Name is Khan” Sebuah Kampanye Damai, Islam bukan Agama
Terorist, Http://ariesadenata.blogspot.com diakses pada tanggal 14 November 2013 pukul 16:08
WIB.
23
Aries Adinata, “My Name is Khan” Sebuah Kampanye Damai, Islam bukan Agama
Terorist, Http://ariesadenata.blogspot.com diakses pada tanggal 14 November 2013 pukul 17:36
WIB.
24
Amoy Khan, “My Name is Khan,” Http://amoy-khan69.blogspot.com/?m=1 diakses
pada tanggal 18 November 2013 pukul 15:58 WIB.
55
penonton di Jakarta, Bandung, Makassar, dan Palembang. Sekarang sudah tujuh
kopy film, itu semua juga masih dalam perhitungan kasar. Berikutnya film ini
diputar di Jambi dan Lampung. Film My Name Is Khan mempunyai unsur daya
tarik yang universal. Selain itu juga, penampilannya yang menarik dan tidak
dimiliki oleh semua film India. Dengan temanya yang mengena di hati, dan
memberikan kesan positif di benak para penonton.
Selain berbagai tanggapan dari media, film ini juga mencatat beberapa
pencapaian yang cukup baik dengan menembus box office Inggris pada posisi ke
enam. Pada awal minggu pemutaran di Inggris (12 Februari 2010), film ini telah
meraup keuntungan US$ 1,4 Juta. Kemudian di AS sendiri hingga 17 Februari
2010, film My Name Is Khan memperoleh keuntungan hingga US$ 20 miliar.
Kemudian di Berlin Jerman, melalui penjualan ebay situs tiket online, habis
terjual hanya dalam lima menit. Padahal harga tiket dibandrol dengan harga 1.000
euro atau setara dengan Rp. 12 juta.25
25
My Name is Khan-Srk&Kajol, www.Lautanindonesia.com/mynameiskhan diakses pada
tanggal 14 November 2013 pukul 13:53 WIB.
56
BAB IV
ANALISIS NARASI TERHADAP FILM “MY NAME IS KHAN” DALAM
PERSPEKTIF KOMUNIKASI ANTARAGAMA DAN ANTARBUDAYA
Dalam bab ini peneliti menguraikan analisis narasi dalam film My Name Is
Khan. Menurut Tvzetan Todorov di dalam buku Branston dan Stafford1 dan Gorys
Keraf,2 analisis narasi film ini terbagi menjadi tiga bagian, yaitu alur awal, tengah,
dan akhir, yang semuanya saling berhubungan dan saling melengkapi satu sama
lain. Selanjutnya hasil dari analisis narasi film My Name Is Khan dikaitkan
dengan perspektif komunikasi antaragama dan budaya yang ada di dalam
ceritanya.
A. Analisis KAB terhadap Alur Awal Cerita Film My Name Is Khan
Setelah peneliti menganalisis narasi alur awal dari film My Name Is Khan,
maka di dalam alur awal ini terjadi komunikasi antaragama dan budaya dari para
tokohnya berdasarkan konsep pelaku komunikasi antaragama dan budaya Joseph
D. Vito sebagai berikut:
1. Komunikasi Antarkelompok Agama yang Berbeda3
Komunikasi antarkelompok agama yang berbeda sudah lazim terjadi dalam
kehidupan kita sehari-hari. Misalnya saja hubungan komunikasi antara orang
1
Gill Branston and Roy Stafford, The Media Student‟s Book (London and New York:
Routledge, 2003), h. 36.
2
Gorys Keraf, Argumentasi dan Narasi (Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama, 1997),
h. 146.
3 Joseph A. DeVito, Komunikasi Antarmanusia (Tangerang Selatan: Karisma Publishing
Group, 2011), h. 131.
57
Islam dan Yahudi yang bekerja satu kantor. Di alur awal, komunikasi
antarkelompok agama yang berbeda digambarkan dari komunikasi yang terjalin
antara Mandira dengan Rizvan. Rizvan adalah penganut agama Islam dan Mandira
penganut Hindu. Juga komunikasi antara Zakir, Haseena dengan Mandira dan
Rizvan, itu semua menggambarkan komunikasi yang terjadi antara kelompok
agama yang berbeda. Zakir dan Haseena yang beragama Islam, Rizvan dan
pemilik motel, dan Mandira beragama Hindu.
Contoh percakapan:
1. Rizvan (Muslim), Mandira (Hindu), dan Sarah (Kristen)
Sarah: “This 3500 dollars.”
Rizvan: “Duty in Islam.”
Mandira: “In Islam they set aside a several percent from them wealth for
charity.”
Rizvan: “That‟s accurate 3502 dollars and 50 cents.”
2. Rizvan (Muslim) dengan Owner of inn (Sikh)
Owner of inn: Today is Saturday, honeymoon couples booked all rooms.
Everyone get marry on Saturday here. One night marriage, but you don‟t
worry, you can stay in my room. And I have nude channel in my room.”
(Terjadi keributan)
Owner of inn: “It‟s all hapenning because of Muslims. They blow up WTC
few years back. And we are tolerating here.”
Rizvan: “I know I can't come back without meeting Mr. President. I
couldn't meet him in Washington.”
Bagian pendahuluan adalah bagian awal dari sebuah cerita yang memaparkan
kejadian-kejadian yang akan berkesinambungan dengan cerita selanjutnya.
Namun, bagian pendahuluan dalam cerita harus berisi dengan cerita-cerita yang
menarik sehingga penonton lebih tertarik untuk menonton dan menyimak alur
cerita yang telah disajikan dalam adegan-adegan dalam film tersebut. Berikut ini
58
adalah pembahasan dan penjelasan dari bagian pendahuluan atau alur awal dari
cerita dari film „My Name Is Khan.‟
Pada suatu hari sebuah kejadian yang menceritakan tentang masa kecil Rizvan
sebagai anak yang berbeda dari anak lain. Berawal dari Rizvan Khan, seorang
pemuda asal Borivali, wilayah dari Mumbai, India yang ingin mengadu nasib ke
San Fransisco, AS Serikat. Hal ini ia lakukan beberapa saat setelah ia kehilangan
ibunya, seseorang yang selalu mengajarkan kepada Rizvan kecil bahwa semua
orang adalah sama. Hanya status dan perilakulah yang membedakannya.
Walaupun pengidap Asperger Syndrome, Rizvan adalah seorang yang memiliki
kemampuan memperbaiki berbagai barang mekanis yang rusak. Di AS, Rizvan
bekerja di perusahaan adiknya, Zakir, sebagai salesman kosmetik.

Scene 1: 00.00-05.58
Adegan pada kejadian awal film ketika film ini dimulai, setting di bandara San
Fransisco. Pada adegan ini sebelum pengenalan tokoh utama, lalu disuguhkan
situasi yang dianggap mencerminkan apa yang dialami oleh warga Muslim di AS
dalam hal pelayanan publik pasca peristiwa 9/11. Beberapa warga AS juga
tampak phobia terhadap Islam, mereka menunjukkan dengan rasa tidak nyaman
dan selalu waspada terhadap warga Muslim.
59
Gambar 4.1
Pesan visual: Pandangan curiga petugas bandara terhadap Rizvan.
Gambar 4.2
Pesan visual: salah satu pengunjung bandara yang menunjukkan rasa
tidak nyaman akan kehadiran Rizvan.
Rizvan Khan berada di bandara untuk perjalanan ke Washington DC dan
menanyakan tujuan penerbangan kepada petugas. Kemudian ketika ia melalui
pemeriksaan dokumen perjalanannya, ia berdiri di belakang salah seorang
penumpang, Rizvan sambil terus berdzikir. Kemudian, penumpang itu tersenyum
kepada Rizvan. Setelah itu, datang seorang petugas keamanan bandara dan
membawa Rizvan ke suatu tempat untuk melakukan pemeriksaan khusus.
Petugas yang melayani Rizvan tersebut tampak menaruh curiga kepada
Rizvan, karena Rizvan terlihat seperti orang Timur Tengah dan berperilaku aneh.
Namun Rizvan tidak menyadari kecurigaan petugas itu. Hal itu terjadi karena
60
Rizvan yang mengidap Asperger Syndrome. Penumpang, yang berdiri di depan
Rizvan pada saat menunggu pemeriksaan dokumen perjalanan, terlihat merasa
tidak nyaman dengan kehadiran Rizvan. Penumpang tersebut tidak nyaman karena
Rizvan terlihat sedang berdzikir. Senyum yang diberikan untuk Rizvan juga
terlihat sangat terpaksa. Sebenarnya, penumpang tersebut merasa takut dan tidak
nyaman dengan dzikir yang dilakukan oleh Rizvan.
Pada saat itu, AS sedang terjadi gelombang ketidakpercayaan terhadap
komunitas Muslim di AS, paska peristiwa 9/11. Rizvan merupakan imigran
muslim yang tak luput dari kecurigaan, terlebih dengan Asperger Syndrom yang
dideritanya menyebabkan perilakunya tampak aneh dan semakin memancing
kecurigaan dari otoritas bandara dan ketidaknyamanan orang-orang yang berada
di sekelilingnya. Oleh karena itu, AS sangat waspada terhadap pengunjung yang
datang ke negaranya dan melalakukan pemeriksaan yang sangat ketat terhadap
semua orang yang mereka curigai.

Scene 2:05.59-07.46
Adegan ini menceritakan awal perjalanan Rizvan menemui Presiden AS dan
juga adanya konflik dengan otoritas bandara yang mencurigai Rizvan. Pada
adegan ini menampilkan ketidakadilan yang diterima oleh Rizvan sebagai warga
imigran dan sebagai juga seorang Muslim ketika berada di bandara. Perlakuan
otoritas bandara terhadap warga muslim yang dianggap mencurigakan. Petugas
lalu mengangkat peci putih yang Rizvan gunakan, ia menunjukkan simbol bahwa
Rizvan Khan adalah seorang muslim.
61
Pada adegan kedua ini digambarkan proses pemeriksaan Rizvan setelah
ditangkap oleh otoritas bandara karena tingkah lakunya yang mencurigakan, ia
diperiksa di dalam ruangan tertutup dan melalui proses yang sangat menyudutkan
dirinya. Ia diperlakukan layaknya seorang kriminal yang tertangkap basah. Pada
adegan ini terungkap sistem keamanan di AS yang menyudutkan Rizvan sebagai
seorang muslim yang dianggap sebagai teroris. Prosedur standar pemeriksaan
bandara di AS berupa pemeriksaan sinar X untuk sepatu, baju, sepatu, jaket,
hingga pemeriksaan online. Penumpang melepas sepatu beberapa kali dan
dilakukan juga pemeriksaan terpisah untuk komputer/laptop.
Pada gambar 4.1 ditampakkan perlakuan yang diterima Rizvan dari pihak
otoritas bandara yang sangat memojokkan Rizvan. Pemeriksaaan dilakukan di
ruang gelap dan tertutup yang minim pencahayaan untuk menjatuhkan psikologis
orang yang diperiksa. Sistem memberi pesan tidak ada jalan untuk lolos.
Pemeriksaan dilakukan oleh banyak orang juga untuk mendiskriminasi tersangka
yang diperiksa. Pemeriksaan Rizvan dilakukan dengan metode seperti interogasi
penjahat, pengedar narkoba, dan teroris.
Pada gambar 4.2 seorang petugas mengambil peci milik Rizvan dan
memperlihatkan pada petugas yang lain. Dari sinilah ada penegasan kepada
penonton, bahwa Rizvan adalah seorang Muslim. Dan dari situ juga, para petugas
mengetahui identitas Rizvan yang seorang Muslim dan menimbulkan kecurigaan
yang lebih kepada Rizvan. Diperkuat pertanyaan petugas kepada Rizvan
mengenai pesan yang ingin disampaikan Rizvan pada presiden, “Apa pesanmu
kepada presiden? Kau tau di mana Osama??” Walaupun disampaikan dengan nada
62
gurau, ini mencerminkan, bahwa bagi beberapa warga AS semua penganut Islam
berkomplot dengan Osama atau setuju dengan yang dilakukan Osama.
Lalu setelah peristiwa 9/11 warga AS dicekam rasa takut akan terulangnya
kembali peristiwa seperti WTC. Hal tersebut menyebabkan pemerintah AS
mengkaji kembali sistem keamanannya khususnya dalam hal transportasi. Karena
itu, peningkatan sarana menuju WTC dilakukan dengan sarana transportasi publik
yaitu pesawat sehingga tidak terdeteksi. Karena bandara-bandara di AS
meningkatkan kewaspadaaannya. Sebelum menaiki pesawat, seorang penumpang
akan melewati beberapa lapis pemeriksaan. Dan jika ditemui sesuatu yang
mencurigakan, akan dilakukan tindakan lebih lanjut, seperti yang dialami Rizvan.
Pada adegan ini dibahas terjadinya konflik antara AS dan Muslim. Hal
tersebut digambarkan melalui adegan Rizvan pada saat pemeriksaan, dengan
pertanyaan-pertanyaan yang diajukan kepadanya, oleh petugas keamanan bandara
tentang simbol Islam (memakai peci putih dan berdzikir) yang digunakan oleh
Rizvan. Dari sanalah penonton dapat menarik kesimpulan bahwa sedang terjadi
konflik antaragama (KAB) antara AS dengan Muslim. Sehingga, ini berdampak
pada pemerintah AS yang semakin memperketat penjagaan negaranya dari warga
Muslim.

Scene 3: 07.47-13.21
Adegan
ini
adalah
flashback dari kehidupan Rizvan. Adegan
ini
memperlihatkan cerita masa kecil dan lingkungan tempat Rizvan Khan
dibesarkan, terlihat juga bagaimana penggambaran tentang ibunya Rizvan
63
menanamkan nilai-nilai kebaikan dan pendidikan yang baik kepadanya. Pada
masa kecilnya, Rizvan hidup saat terjadi kerusuhan antara Hindu dan Muslim di
India pada tahun 1983. Hal tersebut mengisahkan bahwa konflik antaragama
sudah sering terjadi di India. Dalam film ini, tergambar tentang kehidupan Rizvan
yang menjadi ironi nantinya, bahwa di masa yang akan datang Rizvan harus
mengalami konflik seperti ini lagi. Dan ternyata ia mengalami hal yang serupa
ketika ia pindah ke AS. Pada adegan ini pula Rizvan diajarkan dan ditanamkan
nilai-nilai kebaikan oleh Razia khan, ibunya. Ia dididik untuk memahami
bahwasanya kebaikan tidak dibatasi oleh agama tetapi lebih condong kepada
tingkah laku manusia. Begitulah nasihat yang dilontarkan ibunya Rizvan terhadap
Rizvan. “ ... In this world there are only two kinds of people, Good people who
does good things. And bad people who does bad things. That‟s the only difference
between human. Nothing else. Good people and bad peolple and there is no
difference.”
Gambar 4.3
Gambar 4.3: Gambaran lingkungan masyarakat Islam yang ada di India pada masa
kecil Rizvan Khan. Saat itu terjadi konflik antara Muslim dan Hindu.
Dialog Gambar 4.3, “Mereka semua harus ditembak mati, tak peduli anakanak ataupun wanita.”
64
Gambar 4.4
Gambar 4.4: Gambar ibu dari Rizvan Khan sedang mendidik anaknya
mengenai nilai kebaikan.
Dialog Gambar 4.4, Razia Khan: “Di dunia ini hanya ada dua macam
manusia, orang baik yang melakukan hal baik, dan orang jahat yang
melakukan hal buruk.”
Pada gambaran satu, ditampilkan gambar suatu jalan di suatu daerah yang
kumuh dengan api yang menyala-nyala, dan orang-orang yang berkumpul tampak
waspada. Seperti itulah lingkungan masa kecil Rizvan digambarkan. Kesan
kumuh sudah tampak pada jalanan yang berantakan dan sudut pandang yang
berantakan dan sudut pandang yang diambil dari balik sebuah gerobak.
Sedangkan dialog yang diucapkan adalah Setting waktu yang diambil adalah
ketika terjadi bentrokan antara umat Muslim dan Hindu pada tahun 1983 di India.
Digambarkan juga ibu Rizvan yang sedang berbicara pada Rizvan dengan
menanamkan nilai kebaikan, keburukan, dan juga persamaan hakikat tiap
manusia. Kemudian api yang menyala mengesankan suatu kekacauan atau suatu
yang buruk. Kata-kata yang mengandung arti kekerasan kembali menegaskan
65
situasi kekacauan sedang terjadi. Pesan mengenai Islam yang digambarkan pada
adegan saat ibu Rizvan mendidik Rizvan. Di sini Islam digambarkan melalui ibu
Rizvan yang memandang bahwa semua manusia pada hakikatnya sama, hanya
perbuatan yang membedakan mereka yaitu baik dan jahat.
Di India pada tahun 1983 sering terjadi bentrokan yang didasari alasan agama
terutama antara Hindu dan Muslim terutama mulai dari daerah Hyderabad,
Andhra Pradesh, yang kemudian meluas ke berapa tempat lain di India. Dalam
majalah India Today, 15 Oktober 1943 malah menyatakan, bahwa kerusuhan
antargolongan itu menjadi ciri tetap Hyderabad. Pertumpahan darah ini
merupakan peristiwa paling buruk yang pernah terjadi di kota itu. Tak kurang dari
43 orang tewas selama 18 hari berturut-turut, ketika berlangsung perayaan
tahunan Hindu, Ganesh Chaturthi. Peristiwa tersebut dialami Rizvan pada masa
kecil, dan banyak memberikan pelajaran baginya.
Adegan ketiga menceritakan lingkungan masa kecil Rizvan yang berlatar
kerusuhan Hindu dan Muslim di India tahun 1983. Hal tersebut mengisahkan
bahwa konflik antar agama sudah sering terjadi di India. Dalam film ini,
kehidupan Rizvan yang kemudian menjadi ironi nantinya bahwa Rizvan harus
mengalami lagi konflik semacam itu di masa mendatang ketika ia pindah ke AS.
Pada adegan ini juga ditanamkan nilai-nilai kebaikan kepada Rizvan, dan
menceritakan bagaimana Rizvan dididik untuk memahami bahwa kebaikan tidak
dibatasi oleh agama tetapi pada tingkah laku manusia.
66

Scene 6: 25.37-26.34
Adegan ini menggambarkan ketika Rizvan baru saja pindah ke AS dan
bertemu dengan Haseena istrinya Zakir. Haseena memberikan saran kepada Zakir
agar memberikan pekerjaan kepada Rizvan, dan akhirnya Zakir menyetujui.
Rizvan mendapatkan pekerjaan sebagai tenaga penjual kosmetik atau sales
kosmetik di perusahaan tempat Zakir bekerja. Adegan ini menggambarkan
kejujuran Rizvan ketika ia menjual sebuah produk kosmetik kepada pelanggan. Ia
selalu menjelaskan kekurangan dan kelebihan produk yang ia jual. Seolah-olah
menjelaskan prinsip berdagang dalam Islam. Ia tidak hanya menjelaskan dengan
menggunakan brosur akan tetapi sekaligus ia mempraktikan dengan cara mencoba
sendiri produknya. Rizvan mengatakan apa yang sebenarnya, walaupun terkadang
dapat terdengar merugikan produk yang ia jual. Adegan ini menceritakan bahwa
kejujuran telah tertanam baik dan mendarah daging dalam diri Rizvan Khan
sehingga menjadikannya orang yang jujur.
Gambar 4.5
67
Gambar 4.5: Rizvan: “Di sini tertulis bahwa produk yang Anda pesan akan
dikirim dalam tujuh hari, tetapi itu bohong karena pesanan Anda akan
dikirim dalam sepuluh hari.”
Pada adegan ini digambarkan kejujuran Rizvan mengenai produk yang ia
jual. Rizvan tidak menutupi kebohongan waktu pengiriman. Dengan demikian,
kejujuran dari Rizvan sebagai pemeran utama, yang bisa dianggap mewakili
akhlak yang baik dari seorang pemeluk Islam yang mengutamakan kejujuran dan
tidak menghalalkan segala cara untuk meraih yang diinginkan termasuk
kebohongan.
Kejujuran sangat dijunjung tinggi dalam Islam seperti di dalam hadits:
“Penjual dan pembeli memiliki hak pilih selama belum berpisah. Apabila
mereka jujur dan mau menerangkan (keadaan barang) mereka akan
mendapat berkah dalam jual beli mereka. Dan jika mereka bohong dan
menutupi (cacat barang) akan dihapuskan keberkahan jual beli mereka.
(Shahih Muslim No. 2825).“4

Scene 7: 49.52- 52.18
Adegan ini mengandung pesan yang jelas bahwa penyerangan yang dilakukan
oleh warga AS terhadap muslim yang tinggal di wilayah AS adalah hanya
ketidaktahuan mereka terhadap Islam. Dalam film ini, mereka tidak memahami
dan mengenal Islam dengan baik, terbukti dengan mereka tidak dapat
membedakan antara Muslim dengan penganut ajaran Sikh karena sorban yang
dipakai. Mereka mendasarkannya dengan generalisasi ras. Mereka sebenarnya
4
Suyanto, M, Muhammad Bussines Strategy & Ethic, Etika dan Strategi Bisnis Nabi
Muhammad SAW (Yogyakarta: Penerbit Andi, 2008), h. 194.
68
menjeneralisasikan orang-orang Timur Tengah dan India sebagai penganut Islam,
sama saja dengan mereka menjeneralisasikan semua orang Islam adalah teroris.
Gambar 4.6
Gambar 4.6: Rizvan singgah di sebuah motel milik seorang India. “Owner
of inn: Today is Saturday, honeymoon couples booked all rooms. Everyone get
marry on Saturday here. One night marriage, but you don‟t worry, you can stay in
my room. And I have porn channel in my room.”
Setelah itu datang orang berkulit putih melakukan penyerangan di penginapan
tersebut, hingga kaca motel itu pecah. Setelah itu, pemilik penginapan tersebut
segera membalas serangan mereka dengan menggunakan senapan, dan
mengeluarkan tembakan peringatan. Pemilik penginapan itu marah-marah dan
mengatakan: “It‟s all hapenning because of Muslims. They blow up WTC few
years back. And we are tolerating here.”
Pada adegan ini diceritakan Rizvan mendatangi penginapan yang pemiliknya
merupakan orang India beragama Sikh. Kemudian terjadi penyerangan di
penginapan tersebut. Pemilik penginapan tersebut segera membalas serangan
mereka dengan menggunakan senapan dan mengeluarkan tembakan peringatan.
Setelah itu, pemilik penginapan itu mengatakan bahwa ia bukanlah bagian dari
69
teroris, bukan pula seorang Muslim. Kemudian dia mulai menyalahkan orang
Muslim sebagai penyebab terjadinya penyerangan terhadap orang-orang yang
disangka Muslim.
Sebenarnya, penyerangan tersebut didasari atas generalisasi ras kaum Muslim,
seperti: India, Arab Saudi, dan Negara-negara Timur Tengah lainnya. Padahal,
tidak
semuanya
beragama
Islam.
Namun
mereka
tetap
mendapatkan
diskriminisasi yang dialami oleh kaum Muslim yang ada di AS. Hal tersebut di
temukan pada kalimat yang diucapkan pemilik motel, “Semua orang kulit putih
itu buta. Mereka tidak bisa membedakan antara orang India pengikut Ghandi dan
orang Islam radikal.” Padahal serangan tersebut hanyalah serangan salah sasaran
yang didasari oleh generalisasi ras.
AS merupakan salah satu negara yang sejak lama menyerang negara-negara
Islam seperti Afghanistan dan Palestina. Peristiwa 9/11 dianggap sebuah serangan
balasan dari kelompok pembela Islam yang melakukan serangkaian terorisme baik
di negaranya sendiri maupun Negara penjajah. Sehingga, banyak yang
beranggapan bahwa semua Muslim adalah teroris.
2. Hubungan Antaretnis yang Berbeda5
Dalam film My Name Is Khan terdapat hubungan antara warga India yang
berasal dari suku dan daerah yang berbeda. Dari hasil analisis narasi berdasarkan
model analisis narasi Tvzetan Todorov, maka model komunikasi antara kelompok
5 Joseph A. DeVito, Komunikasi Antarmanusia (Tangerang Selatan: Karisma Publishing
Group, 2011), h. 131.
70
etnis berbeda yang terjadi di alur awal film ini adalah komunikasi intensif antara
tokoh Mandira dan Rizvan. Kedua tokoh ini masing-masing berasal dari latar
belakang daerah dan budaya yang berbeda. Rizvan berasal dari Borivali, wilayah
Mumbai yang kental dengan tradisi Muslim. Sedangkan Mandira berasal dari
India juga, tapi di dalam film ini tidak disebutkan wilayahnya. Mandira hidup
dengan latar belakang dan kebudayaan yang berbeda karena ia menganut agama
Hindu. Selain menceritakan komunikasi yang terjalin antara Mandira dan Rizvan,
di alur awal ini juga terjadi komunikasi antara Rizvan dengan Sameer dan
Haseena.
Contoh percakapan:
Rizvan (Borivali, India) dengan Petugas keamanan bandara (AS)
John Marshall: “Well, tell the President
something from me too then.
Rizvan: Okay. Okay.
John Marshall: Tell him I said, howdy.
Rizvan: Howdy? How.. Okay.
Pen? J. Marshall.
John Marshall: John.
- John.
Rizvan: John.
- John. John Marshall says howdy.
Howdy. Okay. Howdy.
John Marshal: Yes. Okay. Okay.”
3. Komunikasi Antara suatu Subkultur dengan Kultur yang Dominan6
Komunikasi antara suatu subkultur dengan kultur yang dominan misalnya
adalah komunikasi yang terjadi antara kaum manula dengan kaum muda. Dalam
film My Name Is Khan di alur awal terjadi komunikasi antara suatu subkultur
6
Joseph A. DeVito, Komunikasi Antarmanusia, h. 131.
71
dengan kultur yang dominan digambarkan dengan adanya komunikasi antara
Rizvan dan Ibunya, komunikasi antara Razia dengan Zakir. Juga antara Mandira
dengan puteranya Sameer.
Contoh percakapan:
1. Razia Khan (Rizvan‟s mother) dengan Rizvan (son)
Razia: “I told you not to go out, Now have your meal?”
Rizvan: “They all are bastards, You should shoot them all.”
Razia: “What did you said? Where did you hear? Look at this.
He is you Rizvan, Who?”
Rizvan: “Rizvan! Yes.”
Razia: “And he's that person. Who's carrying a stick and he is beating you.
Bad thing. And he is again you Rizvan. And he is that person. Who is
carrying lollipop. And he is giving you. Lollipop is a sweet thing.”
2. Wadia (old teacher) dengan Razia Khan (Rizvan‟s mother (younger than
Wadia))
Razia Khan: “Greetings! I am Razia, and his my son Rizvan. I have heard
about you that you are well educated. You have many degrees. People says
that you don't do anything. It's a nice thing.”
Wadia: “I am telling you the truth.”
3. Razia Khan (mother) dengan Zakir (son)
Zakir: “Mom! Haseena teaches in university. She can't come and leave
everything middle of the year.”
Razia Khan: “After marriage. We didn't see her yet. Come!”
Zakir: “Don't worry. Within few days your immigration will be done. Then
you have to stay with us.”
Razia Khan: ”I can't leave Rizvan alone.”
4. Mandira (mother) dengan Sameer (son)
Sameer: “Mom! Let's go.
Mandira: One minute.”
72
4. Komunikasi Antarjenis Kelamin yang Berbeda7
Komunikasi antarjenis kelamin yang berbeda adalah komunikasi yang terjadi
antara laki-laki dan perempuan. Dalam film My Name Is Khan di alur awal terjadi
Komunikasi antarjenis kelamin yang berbeda digambarkan dengan adanya
komunikasi antara Rizvan dengan istrinya Mandira, komunikasi antara Zakir
dengan istrinya Haseena, komunikasi antara Rizvan dengan Ibunya Razia Khan,
dan lain-lain.
Contoh Percakapan:
Rizvan (husband) dengan Mandira (wife)
Mandira: “Take me along with you.”
Rizvan: “I am slim, I won't take much space.”
Mandira: ”And I will look after Sam, I will never leave his hand.
Rizvan: ”I am afraid from many things. But I am most afraid to lose you.”
5. Komunikasi Antarsubkultur yang Berbeda8
Komunikasi antarsubkultur yang berbeda adalah komunikasi yang biasa
terjadi antara orang yang berbeda profesi atau antara orang dengan kemampuan
fisik yang berbeda. Misalnya komunikasi antara orang yang berprofesi sebagai
dokter dengan pengacara atau antara tunarungu dengan tunanetra. Komunikasi
antarsubkultur yang berbeda di alur awal film My Name Is Khan digambarkan
dengan adanya komunikasi antara Mandira dan Rizvan yang memiliki profesi
berbeda. Rizvan adalah seorang marketing produk kecantikan dan Mandira adalah
7
Joseph A. DeVito, Komunikasi Antarmanusia, h. 131.
8
Joseph A. DeVito, Komunikasi Antarmanusia, h. 131.
73
pemilik salon dan lebih condong terhadap penataan rambut. Juga komunikasi
antara Rizvan dengan Haseena yang berprofesi sebagai psychiatrist.
Contoh percakapan:
1. Rizvan (marketing) dengan Mandira (owner of beauty treatment)
Rizvan: “I do good things. I come here to sale Mehnaz Beauty Products. I
dont know how to sale, but my brother Zakir said: “That this only my job.
Mehnaz Beauty Products, are very good Products.” I have tried on my
self. That‟s why make me shinning.”
Mandira: “From which product, I will look pretty?”
Rizvan: “You can‟t be pretty from any product. Beauty product only shine
your face.”
2. Rizvan (medical patient) dengan Haseena (psychiatrist)
Haseena: “Hi, Rizvan I want to say with you about your Asperger
Syndrome. You are afraid with fear of new places and new faces, and also
you hate yellow and loud voices. The reason what makes you different
from others, was hidden two words „Asperger Syndrome. Ok now take it
(handycam) if you will watch from it, then you will feel that you are
watching Television. Then you won‟t be afraid from new places and new
faces.”
Rizvan: “Rizvan (He is nod the head).”
3. Rizvan (marketing) dengan Zakir (owner Mehnaz Beauty Products)
Zakir: “It‟s our office, come and have a look. What are you doing? Come
here.”
Rizvan: “(Rizvan arround the office and Zakir call him).”
Zakir: “When I coming to America, what I had? Nothing. But today see for
youself. I am the biggest dealer of Mehnaz Beauty Products. And why?
Because this is America. As much you will work hard here, you will get
more success. America work had a lot. These are our products, and these
are details. You will get all saloon names and adresses. You will visit there
and sale them, understood?”
Rizvan: “No! You will soon.”
Zakir: “Scared!”
Rizvan: “Look! There is no problem to scared, but dont make you fear
bigger, that ist should stop you to move on.”
74
B. Analisis KAAB terhadap Alur Tengah Cerita Film My Name Is Khan
Bagian tengah cerita merupakan rangkaian dari tahapan-tahapan yang
membentuk seluruh proses narasi. Pada bagian ini mulai muncul adegan-adegan
yang menegangkan karena adanya konflik, yang merupakan pengembangan dari
situasi awal di bagian pendahuluan. Berikut ini penjelasan bagian perkembangan
dari analisis narasi film My Name Is Khan:

Scene 8: 54.44 – 55.09
Pada adegan ini masih menceritakan flashback ketika Rizvan membicarakan
tentang pernikahannya dengan Mandira. Yang kemudian ditentang oleh Zakir
adiknya karena mereka berdua berbeda agama. Adegan ini mengandung pesan
yang sangat jelas untuk tidak membedakan orang-orang berdasarkan latar
belakang agama, akan tetapi untuk mengenal mereka dan menilai mereka
berdasarkan baik atau tidak baik dengan apa yang mereka lakukan. Hal tersebut
menjadi perbedaan pendapat di antara Zakir dan Rizvan. Pada gambar di atas
Zakir telah melihat banyaknya perbedaan antara Muslim dengan Hindu,
sedangkan Rizvan menyederhanakannya dengan melihat baik atau tidaknya
tingkah laku seseorang.
Gambar 4.7
75
Gambar 4.7: Pembicaraan Rizvan mengenai pernikahannya dengan
Mandira.
Percakapan gambar 4.7:
Zakir: “You cannot marry her. It's blasphemy! And if you do, I will
sever all ties with you. You will have no place in my house. She is a
Hindu. There's a lot of difference between them and us,
understood?
Rizvan: “No. There's no difference. There is no difference. Good
people. Bad people. And there is no other difference.”
Rizvan berbicara kepada adiknya bahwa ia akan menikahi Mandira yang
beragama Hindu. Namun, Zakir tidak menyetujuinya karena hal tersebut dilarang
agama. Rizvan bersikeras untuk tetap menikahi Mandira, karena menurutnya tidak
salah jika ia menikahi seseorang yang penting baik.
Gambar tersebut memperlihatkan ketika Rizvan mendapatkan tantangan dari
Zakir mengenai pernikahannya dengan Mandira. Pada dialog yang diucapkannya,
Zakir menyebutkan bahwa haram bagi Rizvan menikahi Mandira karena ia
seorang Hindu dan menyatakan bahwa banyak perbedaan di antara mereka.

Scene 9: 55.36 – 01.00.15
Adegan ini menceritakan tentang pernikahan antara Rizvan dengan Mandira.
Mereka mengundang para tetangga yang tinggal di sekitar rumah mereka yang
terdiri atas warga AS dan pada umumnya mereka yang beragama nonmuslim.
Pada adegan ini, disampaikan dengan jelas yaitu dengan pesan pluralisme, bahwa
semua agama dapat menghormati, hidup rukun bersama, dan menghargai tanpa
memandang perbedaan-perbedaan di antara mereka. Hal tersebut seperti yang
76
dialami oleh Rizvan setelah menikah dengan Mandira, dan kejadian ini terjadi
sebelum terjadinya pengeboman WTC di AS.
Gambar 4.8
Gambar 4.8: Suasana pesta pernikahan Rizvan dan Mandira.
Gambar 4.9
Gambar 4.9: Rizvan dan Mandira melakukan ibadah sesuai dengan
keyakinannya.
Gambar 4.8 adalah pada saat pesta pernikahan Rizvan dan Mandira yang
dihadiri oleh tetangga-tetangga dan teman dekat Mandira dan Rizvan yang
keturunan India dan warga AS Muslim dan nonmuslim.
Gambar 4.9 adalah keadaan di rumah baru Rizvan dan Mandira di mana
mereka tetap melakukan ibadahnya masing-masing dengan penuh toleransi.
Gambar adegan tersebut menggambarkan adanya konotasi positif dengan
adanya toleransi keragaman dan kebersamaan antara keluarga Rizvan, warga
77
keturunan India dan warga AS lainnya yang semuanya dapat berbaur dengan baik
di pesta pernikahan Rizvan.
Sebelum peristiwa 9/11, di AS antara warga Muslim dan nonmuslim masih
ada toleransi yang cukup baik. Belum ada diskriminasi yang berlebihan terhadap
warga Muslim.

Scene 11: 01.01.58 – 01.04.00
Adegan ini menceritakan ketika keluarga Garrick mengadakan penggalangan
dana untuk keluarga pemadamkebakaran yang tewas pada peristiwa 9/11. Dalam
adegan ini mengandung pesan bahwa Islam adalah agama yang peduli dengan
sesama dan memiliki jiwa sosial, karena di dalam Islam diajarkan dengan adanya
perintah untuk berzakat atau bershodaqoh bagi seseorang Muslim untuk
membantu orang lain yang lebih membutuhkan.
Gambar: Pemberian sumbangan sekaligus zakat oleh Rizvan kepada keluarga
Garrick yang mengadakan malam amal bagi korban 9/11.
Gambar 4.10
Percakapan Gambar 4.10:
Sarah: “This 3500 dollars.”
Rizvan: “Duty in Islam.”
78
Mandira: “In Islam they set aside a several percent from them
wealth for charity.”
Rizvan : “That‟s accurate 3502 dollars and 50 cents.”
Rizvan datang ke acara penggalangan dana yang diadakan oleh keluarga
Garrick dan memberikan sumbangan dengan niat untuk berzakat. Dan membuat
terkejut karena jumlah sumbangannya yang mencapai 3500 dolar.
Dalam adegan ini jumlah zakat Rizvan yang cukup besar mengejutkan
keluarga Garrick, ini menggambarkan Islam yang memiliki kebiasaan baik dalam
mengamalkan hartanya melalui kewajiban berzakat.
Tepat setelah peristiwa 9/11 timbul gelombang simpati kepada para korban
WTC dari warga AS yang bersatu membantu meringankan beban para korban.
Rizvan menyumbangkan hartanya untuk para keluarga korban sebagai zakat harta
baginya, zakat itu wajib bagi seorang Muslim.

Scene 12: 01.04.00 – 01.06.42
Adegan ini menceritakan tentang penyerangan terhadap Muslim di AS
termasuk pada keluarga Khan. Adegan ini menjelaskan bahwa warga AS yang
salah kaprah atau salah menilai kepada warga Muslim yang memberikan dampak
negatif dan kesalahpahaman. Itu berlanjut seperti salah satu kepada orang lain,
seperti pada seorang guru yang mengajarkan kepada muridnya mengenai Islam
secara salah.
79
Gambar 4.11: Guru Sam sedang mengajar di kelas
Gambar 4.11: Sam‟s Teacher: “Of all the religions in the world. Islam is
the most violent and aggressive. It encourages killing or 'Jihad'
as they call it, in the name of God.”
Gambar 4.12
Gambar 4.12: Penyerangan terhadap Haseena
Gambar 4.12: Penyerang: “Keluar dari Negaraku!!”
Gambar pertama menarasikan situasi dalam kelas Sam di mana guru Sam
sedang menerangkan tentang Islam kepada murid-muridnya.
Gambar kedua adalah penyerangan yang dialami oleh Hasena di Universitas di
mana ia menjadi dosen. Jilbabnya ditarik hingga terlepas ketika ia sedang berjalan
sendiri.
Gambar pertama, menceritakan seorang guru di AS bahkan mengajarkan
kebencian terhadap Islam kepada murid-muridnya. Sedangkan sebenarnya tidak
80
ada ilmu yang membahas pengetahuan tentang keburukan dari agama lain. Hal itu
dikarenakan kurangnya informasi atau wawasan ilmiah mengenai agama Islam.
Guru tersebut hanya memandang Islam dari sudut pemikiran umum masyarakat
AS pada saat itu. Sehingga pencitraan buruk tentang Islam kemudian diterima
oleh murid-muridnya. Hal tersebut menyebabkan anak-anak di bawah umur juga
melakukan diskriminasi terhadap temannya yang beragama Islam.
Gambar kedua, terlihat Haseena adik ipar Rizvan yang tidak luput dari
penyerangan. Jilbab yang ia kenakan ditarik secara paksa ketika ia berjalan
menuju tempat kerjanya. Hal tersebut merupakan bentuk diskriminasi dan
penghinaan secara kasar. Sehingga membuat wanita tersebut ragu untuk
menggunakan jilbab sebagai identitas agama Islam sekaligus kewajiban untuk
menutup aurat.
Gambar-gambar di atas menceritakan situasi paska peristiwa 9/11. Tudingan
AS bahwa pelaku peledakan tersebut adalah jaringan Osama bin Laden Islam dan
penyerangan tersebut yang berdasarkan atas ajaran keagamaan (Islam),
menyebabkan kaum Muslim di wilayah AS dan Eropa mengalami pelecehan dan
diskriminasi.

Scene 13: 01.35 – 01.37.00
Potongan film ini, terlihat Rizvan yang taat dalam menjalankan ibadah di
manapun dia berada. Tetapi, muslim lain yang ia temui dalam perjalanannya tidak
melakukan ibadah. Mereka beralasan karena ingin menyesuaikan diri dengan
lingkungan nonMuslim. Pada adegan ini, disampaikan bahwa Islam mewajibkan
81
kepada penganutnya untuk selalu melakukan shalat, di manapun dan
bagaimanapun lingkungannya. Dalam adegan ini juga lebih mempertegas pesan
dalam film ini, yaitu ketidaktahuan warga AS terhadap Islam. Hal tersebut
ditampilkan oleh Rizvan yang sedang mendirikan shalat menjadi sesuatu yang
asing bagi warga AS.
Gambar 4.13
Gambar 4.13: Dialog Rizvan dengan Muslim, yang ia temui di perjalanan.
Percakapan Gambar 4.13:
Imran: “Kamu mau pergi ke mana? Mobilnya mau berangkat.”
Rizvan: “Waktu Shalat.”
Imran: “Waktu Shalat? Sekarang? Di sini? Kamu harus shalat
tergantung tempat dan orang-orang di sekitarmu.”
Rizvan: “Tidak, shalat tidak boleh tergantung tempat dan orangorang. Itu hanya tergantung keyakinanmu.”
82
Gambar 4.14
Gambar 4.14: Rizvan shalat.
Rizvan bertemu Sahida dan Imran, sepasang suami istri Muslim yang
menolong Rizvan. Mereka juga menawarkan makanan untuk Rizvan. Ketika di
tempat peristirahatan, Rizvan berkenalan dengan Imran dan Sahida. Kemudian,
Rizvan mengambil kopyahnya dan bersiap untuk shalat. Imran mengatakan bahwa
shalat harus melihat situasi. Namun, Khan menjawab, “Shalat harus berdasarkan
keyakinan bukan berdasar situasi ataupun di mana kau berada tetapi pada
keimananmu.”
Adegan dalam adegan ini menegaskan betapa pentingnya shalat bagi umat
Islam, dalam dialog yang diucapkan Imran bahwa shalat harus dilakukan
tergantung situasi dan tempat. Hal ini dengan pertimbangan mereka sedang situasi
perjalanan dan tempat mayoritas nonmuslim terlebih paska 9/11 ada antipati oleh
warga AS terhadap Islam dan hal-hal yang berbau Islam.
Namun, hal itu tidak disetujui oleh Rizvan, bahwa shalat adalah wajib dan
mutlak.
Shalat
tidak
harus
dilakukan
berdasarkan
lingkungan
yang
memungkinkan tetapi pada seberapa besar keimanan seseorang untuk melakukan
shalat. Sehingga akhirnya, Rizvan tetap shalat di tempat itu juga. Baginya, shalat
83
dalam islam adalah wajib bagi seorang muslim. Shalat merupakan bagian dari
rukun Islam.
Setelah peneliti menganalisis narasi alur tengah dari film My Name Is Khan,
maka di dalam alur tengah ini terjadi komunikasi antaragama dan budaya dari
para tokohnya berdasarkan konsep pelaku komunikasi antaragama dan budaya
Joseph D. Vito sebagai berikut:
1. Komunikasi Antarkelompok Agama yang Berbeda9
Komunikasi antarkelompok agama yang berbeda sudah lazim terjadi dalam
kehidupan kita sehari-hari. Misalnya saja, hubungan komunikasi antara orang
Islam dan Yahudi yang bekerja satu kantor. Di alur tengah, komunikasi
antarkelompok agama yang berbeda digambarkan dari komunikasi yang terjalin
antara Mandira dengan Rizvan. Rizvan adalah penganut agama Islam dan Mandira
penganut Hindu. Juga komunikasi antara Zakir, Haseena dengan Mandira dan
Rizvan, itu semua menggambarkan komunikasi yang terjadi antara kelompok
agama yang berbeda. Zakir dan Haseena yang beragama Islam dan Mandira
beragama Hindu.
Contoh percakapan:
1. Rizvan (Muslim) dengan Mandira (Hindu)
Mandira: “What does it makes difference if he's name has changed... If its
Khan became his sure name... but i was wrong it does makes difference...
I'd never had to marry a Muslim. If Sam would had been a Rathore, so
9
Joseph A. DeVito, Komunikasi Antarmanusia, h. 131.
84
he'd be alive now... he died because he was Khan, he died because of your
name.
Rizvan: “I dont understand what you are saying”
Mandira: “I want to die.”
2. Rizvan (Muslim) dengan Mama Jenny (Kristen)
Mama Jenny: “Tell me about your Sam.”
Rizvan: “Mama Jenny had asked me about Sameer .
It has been 179 days passed, Sam leaved us... and first time someone has
asked me about him...”
”In this village 204 peoples lives here and 754 cows exactly...
here's everybody works on the farm... goes to church for pray...”

Scene 14: 01.38.10 – 01.45.30
Pada adegan ini, Rizvan bertemu dengan mama Jenny, seorang wanita yang
menganut agama Kristiani namun memperlakukan Rizvan dengan sangat baik.
Meskipun perbedaan agama seringkali menjadi pemicu konflik pada masyarakat
dunia, namun seringkali terjadi menjadi hal yang dapat menyatukan mereka pula.
Dalam film ini, digambarkan kedua sisi tersebut sehingga bisa dijadikan pelajaran
bagi audience yang menyaksikan film ini. Tayangan di atas juga merupakan
wujud dari rasa persatuan, toleransi, dan solidaritas bagi persatuan antarumat
manusia yang berbeda agama ataupun keyakinan. Dan dalam film ini, rasa
toleransi, solidaritas, dan rasa persatuan dinarasikan melalui film ini.
85
Gambar 4.15
Gambar 4.15: Khan dihibur oleh nyanyian gereja.
Rizvan bertemu dengan mama Jenny, seorang Kristen yang tinggal di Gereja.
Ia memberi Rizvan penginapan di rumahnya karena Rizvan sudah menolong
anaknya. Mama Jenny merupakan korban dari perang Irak, anak pertamanya
gugur dalam perang tersebut.
Sekalipun ia bukan seorang Muslim, mama Jenny tetap bersikap baik kepada
Rizvan dan bersimpati terhadapnya. Ketika Rizvan menceritakan tentang Sam
kepada seluruh jemaat Gereja Rock yang berada di pemukiman tersebut, ia
mendapatkan simpati yang sama dari jemaat gereja tersebut. Mereka mencoba
untuk menghibur dan bernyanyi bersama. Nyanyian tersebut mengandung arti
untuk percaya bahwa mereka dapat melewati kesedihan itu bersama.
Toleransi yang dilakukan oleh mama Jenny merupakan gambaran lain dari
sikap nonmuslim terhadap warga Muslim. Terlihat dari berbaurnya Rizvan di
Gereja tempat mama Jenny beribadah dan melakukan ucapan peringatan korban
perang Irak. Lagu yang dinyanyikan Joel, anak mama Jenny dan jemaat lainnya
merupakan lagu rohani yang dinyanyikan untuk mengangkat semangat para
jemaatnya.
86
Paska penyerangan AS ke Irak banyak warga AS mulai sadar bahwa
perjuangan ini sudah bukan lagi peperangan terhadap teroris, mereka mulai sadar
bahwa perang bukanlah solusi terbaik. Ini terutama karena banyak warga AS
mulai bosan dengan tema terorisme setelah banyaknya korban yang jatuh akibat
peperangan.
Kemudian mereka mulai lebih terbuka untuk mengenal Islam. Pada tayangan
ini juga, tergambar realitas yang terjadi pada saat itu, yaitu kampanye untuk
menghentikan perang, karena beban yang ditanggung AS sangatlah besar mulai
dari anggaran perang Presiden Bush yang membengkak, juga karena banyaknya
korban jatuh dari tentara AS.
2. Komunikasi Antara suatu Subkultur dengan Kultur yang Dominan10
Komunikasi antara suatu subkultur dengan kultur yang dominan misalnya
adalah komunikasi yang terjadi antara kaum manula dengan kaum muda. Dalam
film My Name Is Khan di alur tengah terjadi komunikasi antara suatu subkultur
dengan kultur yang dominan digambarkan dengan adanya komunikasi antara
Rizvan dan Ibunya, komunikasi antara Mandira dengan teman seprofesinya yang
lebih tua umurnya, komunikasi antara Rizvan dengan Mama Jenny, dan antara
Mandira dengan putranya Sameer, juga Faisal Rahman yang sudah dengan para
jamaah yang lainnya yang masih muda.
10
Joseph A. DeVito, Komunikasi Antarmanusia, h. 131.
87
Contoh percakapan:
Rizvan (young man) dengan Faisal Rahman (old man)
Faisal Rahman: “I have said it before... neither I got problem with
Christians notjews I got no problem with my Hindu brothers... Some
patients of mine are being treated in my hospital I got furious when,
Muslims can‟t gain this vitue...”
“My blood goes boiled... When Israels Jews, brutly... savage on our
Palestine brothers... or India's cruel Hindu, kills our Muslim women and
child. Then my blood boils... Dont your blood boils. so do something... I...
dr. Faisal Rahman... taking the oath that I'm ready... are you ready?”
Rizvan: “You're lying.”
Faisal Rahman: “Why? dont you belive that God asked for Ismail's
sacrification.”
Rizvan: “My mother also told me that, the moral of the story is... The way
of God is... the way of love...”

Scene 15: 01.47.39 – 01.51.50
Adegan ini menceritakan tentang pertemuan Rizvan dengan sekelompok
Muslim yang berbicara tentang pembalasan kepada pihak AS dengan
mengatasnamakan jihad. Terjadi debat adu pendapat tentang kisah Ismail AS
kepada Allah SWT. Dalam adegan ini diceritakan bahwa perbuatan Dr. Faisal
Rahman merupakan bentuk terorisme, ia memengaruhi orang lain untuk
membalas dendam. Hal ini bukan cara terbaik untuk menyelesaikan masalah,
bahkan lebih buruk. Rizvan pun mencegah hal tersebut terjadi, ia menyadarkan
para pemuda bahwa Islam tidak pernah mengajarkan kekerasan dan dendam
melainkan Islam mengajarkan kasih sayang dengan cinta kasih.
88
Gambar 4.16
Gambar 4.16: Dr. Faisal Rahman melakukan sebuah propaganda
terhadap beberapa pemuda Muslim yang ada di sebuah masjid.
Gambar 4.16: Dr. Faisal Rahman: “Dengar saudara-saudaraku,
tidak ada masalah dengan Kristen atau Yahudi.”
“Nyatanya aku juga tidak ada masalah dengan saudara-saudara
Hindu.”
“Aku banyak merawat pasien Hindu di Rumah sakit St. Benedict.”
“Aku Cuma marah ketika kebaikan ini tidak timbal balik kepada
kita, Muslim.”
“Darahku mendidih ketika Yahudi Israel menindas saudarasaudaraku di Palestina atau ketika orang-orang Hindu di India membantai
wanita-wanita dan anak-anak kita dengan pedang mereka.”
“Ketika itulah darahku mendidih. Jadi, lakukan sesuatu. Aku Dr.
Faisal Rahman bersumpah bahwa aku sudah siap.”
“Apakah kalian siap??”
Pemuda: “Aku siap. Aku siap..!!”
Dr. Faisal Rahman: “Ini tuntutan Allah!! Ini tuntutan Islam!!”
89
Gambar 4.17:
Gambar 4.17: Rizvan: “tidak.. tidak.. kau pendusta.”
Dr. Faisal Rahman: “Kenapa saudara? Apakah saudara tidak
percaya dengan pengorbanan Ismail?”
Rizvan: “Tidak, ibuku pernah menyampaikan kisah Ibrahim AS
tidak pernah ragu dalam melaksanakan perintah Tuhan.”
“Kisah itu adalah contoh kekuatan iman dan keyakinan.”
Ibuku berkata, “Rizvan, kisah ini menunjukkan jalan Allah adalah
jalan kasih sayang, bukan kebencian dan perang.”
Pemuda: “dia benar!!” (menunjuk kepada Rizvan).
Gambar 4.18
Gambar 4.18: Rizvan: “Syaitan!!! Syaitan!!! Syaitan!!!”
Ketika Rizvan sedang menunggu kedatangan Presiden George Bush, ia
menuju sebuah masjid. Di situ terdapat beberapa orang laki-laki yang sedang
berkumpul dan berdiskusi.
90
Pemimpin dari perkumpulan ini adalah Dr. Faisal Rahman yang lebih tua
umurnya. Ia mencoba memengaruhi beberapa pemuda untuk melalukan serangan
balasan terhadap AS atas nama jihad.
Rizvan yang tidak sependapat dengan yang dikatakan oleh Dr. Faisal marah
dan menyebutnya setan.
Gambar pertama adalah gambar Dr. Faisal Rahman yang lebih tua umurnya,
yang sedang memberikan ceramah kepada para pemuda dalam dialog Dr. Faisal
membakar semangat pemuda akan kekejaman yang dialami umat Muslim yang
terjadi Palestina dan India lalu merujuk pada perang AS, Taliban dan Irak yang
sedang terjadi di mana secara tidak langsung ditafsirkan sebagai perang antara AS
melawan Islam.
Dr. Faisal Rahman sengaja membangkitkan semangat berjuang para pemuda
untuk berjihad terlebih pada saat itu adalah tiga hari sebelum kedatangan Presiden
Bush ke Universitas tersebut.
Dr. Faisal menggunakan kisah Ibrahim As yang mengorbankan anaknya
Ismail As sebagai acuan untuk mengorbankan diri dan meneteskan darah demi
melawan ketidakadilan yang diterima umat Muslim. Hal tersebut sangat ditentang
Rizvan, dia menganggap bahwa kisah Ibarahim As bukanlah kisah mengenai
ajakan untuk berperang melainkan ajakan untuk berkasih sayang karena tak ada
darah yang menetes dalam kisah tersebut. Dalam artian Allah SWT
menyelamatkan Ismail As. Melalui tayangan ini, Rizvan menegaskan bahwa jalan
Islam (Millah Ibrahim) bukanlah jalan kekerasan. Islam tidak pernah
91
mendahulukan kekerasan tetapi Islam adalah ajaran yang mengajarkan berkasih
sayang, dimana perang hanyalah pilihan terakhir.
Serangan balasan AS terhadap teroris yang diwujudkan dengan pasukan
keamanan atau militer AS ke Afghanistan dan Irak memang sering dianggap
sebagai serangan AS terhadap Islam. Hal tersebut menimbulkan reaksi kontroversi
Negeri AS sendiri. Fakta yang terjadi adalah meningkatnya jumlah aksi terorisme
selama perang tersebut berlangsung, kampanye di AS dan di seluruh dunia.
3. Komunikasi Antarkelompok Etnis yang Berbeda11
Komunikasi antarkelompok etnis yang berbeda sering juga disebut sebagai
komunikasi antaretnis. Komunikasi antaretnis adalah komunikasi yang terjadi
antara orang dari negara yang sama tetapi dari keturunan yang berbeda. Misalnya
komunikasi antara warga AS keturunan Italia dengan warga AS keturunan
Jerman.
Dalam film My Name Is Khan, terdapat hubungan antara warga India yang
berasal dari suku dan daerah yang berbeda. Dari hasil analisis narasi berdasarkan
model analisis narasi Tvzetan Todorov, maka model komunikasi antara kelompok
etnis berbeda yang terjadi di alur tengah film ini ketika ada komunikasi intensif
antara tokoh Mandira dan Rizvan. Kedua tokoh ini adalah orang yang berlatar
belakang daerah dan budaya yang berbeda. Rizvan berasal dari Borivali, wilayah
dari Mumbai dengan kebudayaan India. Namun dalam tradisi Muslim, dan
11
Joseph A. DeVito, Komunikasi Antarmanusia, h. 131.
92
Mandira berasal dari India juga namun di dalam film ini tidak disebutkan
wilayahnya. Mandira hidup dengan latar belakang dan kebudayaan yang berbeda
karena ia menganut agama Hindu. Selain menceritakan komunikasi yang terjalin
antara Mandira dan Rizvan, di alur tengah ini juga terjadi komunikasi antara
Mandira dengan Sameer dan Haseena.
Contoh percakapan:
Garrick Mark (AS), Sarah (AS), Mandira (India), and Rizvan (Borivali, India)
Sarah: “Rizvan, how is the chicken?
Do you like it?
Rizvan: No, not at all.
Mandira: Did I.. did I say a joke?
Sarah: Yes you did, Rizvan.
Garrick Mark: And a very good one indeed.
Rizvan: Thank you Mark.
But the chicken is not good.
Sarah: It's a new recipe. I..
Rizvan: Don't make it ever again.”
4. Komunikasi Antara suatu Subkultur dengan Kultur yang Dominan12
Komunikasi antara suatu subkultur dengan kultur yang dominan misalnya
adalah komunikasi yang terjadi antara kaum manula dengan kaum muda. Dalam
film My Name Is Khan di alur awal terjadi komunikasi antara suatu subkultur
dengan kultur yang dominan digambarkan dengan adanya komunikasi antara
Rizvan dan Ibunya, komunikasi antara Mandira dengan teman seprofesinya yang
lebih tua umurnya, komunikasi antara Rizvan dengan Mama Jenny, Zakir yang
lebih muda umurnya dengan Rizvan yang lebih tua umurnya (kakak dan adik).
12 Joseph A. DeVito, Komunikasi Antarmanusia (Tangerang Selatan: Karisma Publishing
Group, 2011), h. 131.
93
Contoh percakapan:
Rizvan (old brother) and Zakir (young brother)
Zakir: “You cannot marry her. It's blasphemy! And if you do, I will sever all
ties with you. You will have no place in my house. She is a Hindu. There's a lot
of difference between them and us, understood?
Rizvan: “No. There's no difference. There is no difference. Good people. Bad
people. And there is no other difference.”
5. Komunikasi Antarjenis Kelamin yang Berbeda13
Komunikasi antarjenis kelamin yang berbeda adalah komunikasi yang terjadi
antara laki-laki dan perempuan. Dalam film My Name Is Khan di alur tengah
terjadi komunikasi antarjenis kelamin yang berbeda digambarkan dengan adanya
komunikasi antara Rizvan dengan Mandira, komunikasi antara Zakir dengan
Haseena, komunikasi antara Rizvan dengan Sahida, yang menolong dan memberi
makanan kepada Rizvan, dan lain-lain.
Contoh percakapan:
Mandira (women) dengan Zakir (man)
Mandira: “I‟m Mandira. I heard
about Hasina, so..
Zakir: She is upstairs,
bhabi (sister-in-law).
Mandira: He won't come in.”
C. Analisis KAAB terhadap Alur Akhir Cerita Film My Name Is Khan
Bagian penutup sering juga disebut alur akhir atau alur peleraian. Pada bagian
ini konflik-konflik yang muncul di bagian perkembangan atau di alur tengah dapat
13
Joseph A. DeVito, Komunikasi Antarmanusia, h. 131.
94
diselesaikan dan menemukan jalan keluarnya. Berikut penjelasan dari analisis
narasi film My Name Is Khan pada bagian penutup (alur akhir):

Scene 17: 02.06.10 – 02.08.20
Dalam potongan gambar ini diceritakan efek dari siaran berita mengenai
pembebasan Rizvan yang tidak bersalah dan membuktikan bahwa tidak semua
muslim adalah teroris. Dan Haseena kembali memakai jilbabnya. Dengan
Keadaan seperti ini menyebabkan keadaan muslimah di AS pada kenyataannya
sangat memprihatinkan. Banyaknya kasus kekerasan yang dialami kaum
muslimah tidak semuanya tercatat. Beberapa dari mereka dapat keluar dan bangkit
dari kesulitan tersebut. Seperti yang digambarkan pada adegan ini, Haseena
kembali menggunakan jilbabnya.
Gambar 4.19
Gambar 4.19: Haseena kembali mengajar dengan mengenakan
jilbab.
Gambar 4.19: Haseena: “For a while now I have been fighting with myself.
I teach you about identity when my own has been changed so drastically.
My hijab (veils) is not just my religious identity. It is a part of my
existence. It's me.”
95
Haseena kembali mengenakan jilbabnya dan menegaskan dirinya sebagai
seorang Muslim di depan mahasiswa-mahasiswanya. Setelah sebelumnya ia takut
mengenakan jilbabnya karena banyak terjadi penyerangan anti Islam.
Adegan ini menggambarkan dampak yang terjadi setelah pemberitaan
mengenai penangkapan Rizvan banyak yang mulai mengetahui dan memahami
kisahnya dan mulai menginspirasi banyak orang, karena Rizvan menegaskan
identitasnya sebagai seorang Muslim dan memberi pesan bahwa tidak semua
Muslim adalah teroris.
Jilbab merupakan simbol wanita Muslim. Jilbab digunakan untuk menutupi
aurat wanita Muslim. Di AS, penggunaan jilbab bagi kaum Muslimah tidak
dilarang. AS adalah Negara sekuler yang menjamin kebebasan warga negaranya
untuk beragama. Setelah peristiwa 9/11 memang terdapat beberapa kejadian buruk
yang menyangkut Muslimah yang menggunakan jilbab. Namun, hal tersebut tidak
berlangsung lama.
Setelah peneliti menganalisis narasi alur akhir dari film My Name Is Khan,
maka di dalam alur akhir ini terjadi komunikasi antaragama dan budaya dari para
tokohnya berdasarkan konsep pelaku komunikasi antaragama dan budaya Joseph
D. Vito sebagai berikut:
96
1. Komunikasi Antarkelompok Agama yang Berbeda14
Komunikasi antarkelompok agama yang berbeda sudah lazim terjadi dalam
kehidupan kita sehari-hari. Misalnya saja hubungan komunikasi antara orang
Islam dan Yahudi yang bekerja satu kantor. Di alur akhir, komunikasi
antarkelompok agama yang berbeda digambarkan dari komunikasi yang terjalin
antara Mandira dengan Rizvan. Rizvan adalah penganut agama Islam dan Mandira
penganut Hindu. Juga komunikasi antara Zakir, Haseena dengan Mandira dan
Rizvan. Itu semua menggambarkan komunikasi yang terjadi antara kelompok
agama yang berbeda. Zakir dan Haseena yang beragama Islam dan Mandira
beragama Hindu.
1. Haseena (Muslim) and University Students (Christians)
Haseena: “For a while now I have been fighting with myself. I teach you
about identity when my own has been changed so drastically. My hijab
(veils) is not just my religious identity. It is a part of my existence. It's
me.”
University Students: “yes...”
2. Mandira (Hindu) and Rizvan (Muslim)
Mandira: “I thought you loved me so much. Loved Sam so much. What
difference would it make...
If his name is changed? What difference would it make...
If a 'Khan' was added to his name? But I was wrong. It makes a difference.
It does make a difference. I should never have married a Muslim man! lf
Sam had been a Rathod (Hindu), he would have been alive today.
He was a Khan, so, he died. He died because of you. Because of your
surname!
Rizvan: I don't understand what you are saying. I don't understand what
you are saying. You are not well.”
14
Joseph A. DeVito, Komunikasi Antarmanusia, h. 131.
97

Scene 18: 02.09.03 – 02.17.35
Adegan ini adalah ketika badai Molly menerjang Georgia tempat tinggal
Mama Jenny, kemudian Rizvan menunda pertemuannya dengan Presiden Bush
kemudian pergi ke Georgia untuk menemui Mama Jenny, karena dengan
semangat kemanusiaan. Dinarasikan bahwa adegan itu melewati batas agama,
setelah berita tersiar berbondong-bondong bantuan datang kepada para korban
badai. Dari berbagai agama, ras, dan etnis diceritakan kondisi saling bergotongroyong dalam semangat kebersamaan. Hal tersebut menunjukkan bahwa rasa
kemanusiaan tidak dibatasi oleh agama.
Gambar 4.20
Gambar 4.20: Keadaan pengungsi di dalam Gereja yang mayoritas
kulit hitam.
Gambar 4.20: Pemberitaan mengenai Rizvan yang membantu
pengungsi di dalam gereja.
98
Gambar 4.20: Raj Burman: “Hadits menyatakan bahwa Allah SWT
tidak melihat warna kulit atau bangsa tapi amal dan perbuatan jika ini
adalah suatu kebenaran lalu Rizvan Khan dengan kekuatan tindakannya
semata lelah mengangkat kemanusiaan di mata Tuhan.”
Bobby Ahuja: “Dia baru saja ditahan dan disiksa karena dituduh
menjadi musuh bangsa ini. Saya bertanya apakah pemerintah tetap akan
menyebutnya musuh Muslim yang melanggar Negara?”
Gambar 4.21
Gambar 4.21: Bantuan dari masyarakat Muslim yang dikoordinasi Zakir.
Gambar pertama adalah ketika Rizvan menemui Mama Jenny yang juga
mengungsi di dalam sebuah Gereja. Kemudian datang reporter dari beberapa
media yang mencari Rizvan dan menemukannya di dalam Gereja sedang
membantu memperbaiki gereja agar tidak roboh sampai akhirnya datang bantuan
dari komunitas Muslim dikoordinasi oleh Zakir.
Gambar di atas menyiratkan apa yang dialami korban badai Molly yang
berlindung di dalam gereja sebagai perlindungan terakhir yang masih berdiri. Para
korban dalam keadaan mengenaskan, banyak yang luka dan tewas dan dalam
keadaan kekurangan makanan dan obat-obatan. Terlebih karena belum adanya
campur tangan pemerintah dalam mengatasi situasi tersebut.
99
Sebelum pemerintah AS membantu, pers terlebih dahulu dan menyiarkan
berita yang sesungguhnya terjadi dan bagaimana keadaan para korban yang
kemudian menemui Rizvan yang membantu para korban dengan memperbaiki
bangunan gereja yang hampir roboh. Semangat kemanusiaan digambarkan pada
adegan ini, karena kegiatan ini melewati batas agama. Setelah berita tersiar,
berbondong-bondonglah bantuan datang kepada para korban badai. Dari berbagai
agama ras dan etnis, mereka digambarkan saling bergotong-royong dalam
semangat kebersamaan. Hal tersebut menunjukkan bahwa ras kemanusiaan tidak
dibatasi oleh agama.
Badai Molly pada film ini tampaknya dilhami tragedi banjir bandang di New
Orleans, Lousiana. Akibat badai Katrina pada tahun 2005. Peristiwa ini
merupakan salah satu bencana alam terbesar di AS, dengan hampir 2000 korban
jiwa. Mayoritas korban adalah masyarakat kulit hitam dan berhari-hari tidak dapat
bantuan dari pemerintah. Pemerintahan Bush saat itu mendapat kritikan tajam dari
pihak demokrat. Bush dituduh lebih mengutamakan demokrasi di Irak dari pada
memperkuat tanggul di New Orleans. Hal ini menyusul pemotongan dana
pembangunan infrastruktur di kota tersebut semasa perang dengan Irak.
100

Scene 19: 02.25.30 – 02.30.46
Perjalanan Rizvan akhirnya ia bertemu dengan presiden AS Barrack Obama.
Gambar 4.22
Gambar 4.22: Tak ada dialog.
Gambar 4.23
Gambar 4.23: Gambar Rizvan yang berbicara dengan presiden
Barrack Obama bahwa ia bukan seorang teroris.
Gambar 4.23: Rizvan: “Kamu sudah tahu namaku.”
Obama: “Ya tentu saja namamu Khan dan kamu bukan teroris.”
Pada akhirnya Rizvan menemui presiden, ia hadir pada pidato Presiden
Obama di Georgia paska badai Molly.
101
2. Komunikasi Antarsubkultur yang Berbeda15
Komunikasi antarsubkultur yang berbeda adalah komunikasi yang biasa
terjadi antara orang yang berbeda profesi atau antara orang dengan kemampuan
fisik yang berbeda. Misalnya, komunikasi antara orang yang berprofesi sebagai
dokter dengan pengacara atau antara tunarungu dengan tunanetra. Komunikasi
Antarsubkultur yang berbeda di alur akhir film My Name Is Khan dinarasikan
dengan adanya komunikasi antara Mandira dan Rizvan yang memiliki profesi
berbeda. Rizvan adalah seorang marketing produk kecantikan
dan Mandira
adalah pemilik salon dan lebih condong terhadap penataan rambut. Juga
komunikasi antara Rizvan dengan Haseena yang berprofesi sebagai psichyatrist.
Contoh percakapan:
Rizvan (Society) dengan Barack Obama (President)
Rizvan: “ You already know my name?
Obama : Yes, I do
Your name is Khan.
Rizvan: Yes,
Obama: And you are not a terrorist.
Rizvan: Oh no, I‟m not a terrorist.
Obama: Yes, your name is Khan and you not a terorist.”
Adegan ini menceritakan akhir perjalanan Rizvan ketika ia akhirnya berhasil
menemui Presiden. Pada adegan ini pula,
digambarkan bahwa usaha pada
akhirnya akan mencapai hasil. Pada gambar ini presiden yang berhasil ditemui
Rizvan adalah Presiden Obama, ia adalah presiden pertama AS yang berkulit
hitam. Ini menandakan bahwa Presiden yang baru dengan pandangan politik yang
15
Joseph A. DeVito, Komunikasi Antarmanusia, h. 131.
102
baru mengenal Islam. Akhir dari film ini menggambarkan akan adanya suatu
bentuk hubungan baru antara AS di bawah kepemimpinan Obama dengan Islam.
Presiden Obama adalah Presiden kulit hitam yang pertama, ia memiliki
pandangan politik baru yang sedikit berbeda dari pendahuluannya. Karena seperti
yang juga diangkat oleh lawan politiknya latar belakang agama keluarga Obama
adalah Islam, ia selalu dianggap dapat menjembatani antara dunia barat dengan
Islam.
Pembuktian Rizvan bahwa ia bukan teroris diakui oleh Presiden Obama.
Digambarkan, Rizvan berhasil ketika Presiden Obama berkuasa karena ia
merupakan Presiden yang memiliki misi untuk menghentikan konflik di Irak.
Sebelumnya pada masa presiden Bush, Rizvan tidak berhasil menemuinya dan
ditangkap karena diduga seorang teroris.
3. Komunikasi Antarkelompok Etnis yang Berbeda16
Komunikasi antaretnis yang berbeda sering juga disebut sebagai komunikasi
antaretnis. Komunikasi antaretnis adalah komunikasi yang terjadi antara orang
dari negara yang sama tetapi dari keturunan yang berbeda. Misalnya komunikasi
antara warga AS keturunan Italia dengan warga AS keturunan Jerman.
Dalam film My Name Is Khan terdapat hubungan antara warga India yang
berasal dari suku dan daerah yang berbeda. Dari hasil analisis narasi berdasarkan
model analisis narasi Tvzetan Todorov, maka model komunikasi antara kelompok
16
Joseph A. DeVito, Komunikasi Antarmanusia, h. 131.
103
etnis berbeda yang terjadi di alur akhir film ini adalah dengan adanya komunikasi
intensif antara tokoh Mandira dan Rizvan, di mana kedua tokoh ini adalah orang
dengan latar belakang daerah dan budaya yang berbeda. Rizvan berasal dari
Borivali, wilayah dari Mumbai dengan kebudayaan India namun dalam tradisi
Muslim dan Mandira berasal dari India juga namun di dalam film ini tidak
disebutkan wilayahnya, Mandira hidup dengan latar belakang dan kebudayaan
yang berbeda karena ia menganut agama Hindu. Selain menceritakan komunikasi
yang terjalin antara Mandira dan Rizvan, di alur awal ini juga terjadi komunikasi
antara Rizvan dengan Sameer dan Haseena.
Contoh percakapan:
Sameer (India) dengan Resse (AS)
Sameer: “Reese, you haven't
spoken in eight days now.
Resse: Just leave me alone.
Sameer: What's with you? You
know I loved your dad.
Resse: Just.. don't talk about my dad.
Sameer: Come on, Reese, we're best friends.
Our moms are best friends.
Resse: You know what you people
are nobody's best friends.”
4. Komunikasi Antara suatu Subkultur dengan Kultur yang Dominan17
Komunikasi antara suatu subkultur dengan kultur yang dominan misalnya
adalah komunikasi yang terjadi antara kaum manula dengan kaum muda. Dalam
film My Name Is Khan di akhir awal terjadi Komunikasi Antara suatu subkultur
dengan kultur yang dominan digambarkan dengan adanya komunikasi antara
17
Joseph A. DeVito, Komunikasi Antarmanusia, h. 131.
104
Rizvan dan Ibunya, komunikasi antara Mandira dengan teman seprofesinya yang
lebih tua umurnya, komunikasi antara Rizvan dengan Mama Jenny.
Contoh percakapan:
Rizvan (young man) and mama Jenny (old woman)
Mama Jenny: “Kaan!”
Rizvan: “No... No... Khan...
From the epiglottis ma'am...
Mama Jenny: Khan....
Rizvan: “Yes... Yes... Khan...”
1. Komunikasi Antarjenis Kelamin yang Berbeda18
Komunikasi antarjenis kelamin yang berbeda adalah komunikasi yang terjadi
antara laki-laki dan perempuan. Dalam film My Name Is Khan di alur akhir terjadi
Komunikasi antarjenis kelamin yang berbeda digambarkan dengan adanya
komunikasi antara Rizvan dengan Mandira, komunikasi antara Zakir dengan
Haseena, komunikasi antara Rizvan dengan Ibunya, dan lain-lain.
Contoh percakapan:
Rizvan (husband) dengan Mandira (wife)
Mandira: “Because of me... we got separated but today in love of
him...”
Rizvan: “Has merged us that we can remember you with new hope.”
Mandira: “I'll never let him go anywhere.”
Rizvan: “I will keep this love with me.....
18
Joseph A. DeVito, Komunikasi Antarmanusia, h. 131.
105
D. Diskusi: Komunikasi Antaragama dan Budaya dalam Pesan Islam di
dalam Film My Name is Khan
Film
juga
merupakan
salah
satu
bentuk
komunikasi
massa
yang
menyampaikan pesan dengan menggunakan audio dan visual. “My Name is
Khan” merupakan penggambaran secara visual dan verbal dari berbagia ekspresi
dan karakter pemainnya yang kemudian menyampaikan pesan kepada khalayak
baik secara tersirat maupun tersurat. Melalui isi pesan yang dikandungnya, film
dapat menyampaikan nilai-nilai budaya, ideologi, politik, sosial dan sebagainya.
Film My Name is Khan juga memiliki pesan yang terkandung di dalamnya.
Salah satu pesan yang ingin disampaikan adalah bahwa Islam bukanlah teroris dan
tidak semua Muslim melakukan terorisme. Film ini menjelaskan bahwa Islam
adalah agama yang menggunakan jalan cinta. Penjelasan mengenai nilai-nilai
kejujuran, prinsip dalam hubungan sosial dan kepercayaan seorang umat kepada
Tuhan. Penggambaran kejadian dan dampak yang diterima Muslim di AS setelah
peristiwa 9/11 menunjukkan bahwa terdapat persepsi buruk dan generalisasi
terhadap semua Muslim sebagai teroris.
Rizvan Khan, tokoh utama dalam film in merupakan fokus yang menunjukkan
akhlak yang baik seorang Muslim. Rizvan yang mengidap Sindrom Asperger,
menunjukkan prinsip murni ajaran Islam. Adegan ibadah Rizvan yang dilakukan
di manapun dia berada dan kejujuran serta kebaikannya menolong orang lain
tanpa melihat status agama maupun ras. Secara tidak langsung film ini berusaha
menampilkan Islam melalui kepribadian Rizvan.
106
Film ini menyampaikan pesan bahwa Islam tidaklah seperti yang digambarkan
ketika peristiwa 9/11 khususnya di AS. Setelah peristiwa pengeboman WTC dan
pengumuman pemerintah bahwa serangan itu dilakukan oleh Al-Qaeda yang
berlatar belakang agama. Kebanyakan warga AS dan dunia memandang Islam
sebagai agama teroris yang mengajarkan kekerasan dan menjanjikan surga dalam
peperangan yang menghalalkan cara.
Dalam film ini, disampaikan pesan yang berbeda melalui Rizvan. Penonton
juga disuguhkan wajah Islam yang lain yang berbelas kasih, bahwa Islam tidak
mengajarkan kekerasan dan ditegaskan bahwa tindakan terorisme adalah tindakan
ekstrimisme yang salah menerapkan nilai Islam. Seperti ditunjukkan pada adegan
Rizvan dengan Dr. Faisal Rahman.
Jalan perdamaian Islam juga ditunjukkan ketika Rizvan menolong Mama
Jenny yang tinggal di pemukiman yang mayoritas adalah Kristen. Rizvan
mendatangi daerah tersebut yang saat banjir besar dan belum mendapat bantuan
dari pemerintah AS. Kemudian disusul dengan kedatangan teman-teman dan
kerabat Rizvan lainnya yang beragama Islam datang untuk menolong mereka.
Narasi tersebut membuktikan bahwa Islam datang untuk menolong mereka. ;ebih
jauh narasi tersebut membuktikan bahwa Islam mengajarkan kebaikan yang sama
dengan ajaran agama lain. Karena, semua agama ada untuk menyebarkan dan
mengajarkan kebaikan kepada manusia.
My Name is Khan menceritakan bagaimana citra Islam hancur dan kemudian
bangkit kembali melalui perbuatan yang dilakukan seorang Muslim, yaitu Rizvan
107
Khan. Film ini menceritakan tahapan dan perjalanan seorang Muslim untuk
membuktikan kepada masyarakat AS dan dunia bahwa ia bukanlah teroris.
Secara garis besar narasi KAB yang ingin ditampilkan dalam film “My Name
is Khan” adalah:
1. Islam adalah agama yang memiliki toleransi terhadap sesama manusia
tanpa membedakan ras, ataupun agama lain.
2. Islam adalah agama yang mengajarkan pemeluknya untuk saling
menghormati.
3. Islam adalah agama yang mewajibkan pemeluknya untuk selalu
berbuat baik.
4. Islam adalah agama yang mengajarkan cinta kasih sesama manusia
5. Islam adalah agama yang haus darah agresif ataupun menghalalkan
pembunuhan atas nama Tuhan.
6. Islam bukan agama teroris.
Pada peristiwa 9/11, Islam ditampilkan dalam pandangan warga AS sebagai
agama agresif yang diperintahkan untuk membunuh atas nama Tuhan. Sedangkan
pemeran utama menggambarkan sisi lain dari Islam yang berbeda dengan apa
yang dipahami oleh warga AS dalam film tersebut. Islam yang ditampilkan
Rizvan ialah agama yang menjadi jalan hidup yang mengajarkan umatnya untuk
selalu berbuat baik, bertoleransi, jujur dan memegang teguh prinsip yang
didasarkan pada nilai kebaikan.
108
Sedangkan menurut analisis narasi pesan Islam dalam film “My Name is
Khan” adalah bahwa berbeda dengan pandangan umum tentang Islam paska
peristiwa pengeboman WTC, Islam adalah agama agresif dan penuh teror, tetapi
sebaiknya Islam tidak pernah mengajarkan kekerasan. Film ini ingin mengatakan
bahwa tidak semua Muslim adalah teroris. Seperti judul dari film ini pesan yang
tegas disampaikan adalah Islam bukan agama teroris.
109
BAB V
PENUTUP
A. Kesimpulan
Setelah mendeskripsikan dan menganalisis data dari film “My Name is Khan”
yang telah dikemukakan pada bab-bab sebelumnya maka dapat ditarik kesimpulan
berupa penggambaran citra Islam dalam film “My Name Is Khan” dilihat dari
perspektif komunikasi antaragama dan budaya adalah sebagai berikut:
Narasi mengenai agama Islam disampaikan melalui para tokoh dalam film
tersebut teutama tokoh utama dalam bentuk perilaku, dialog, karakter dan
kejadian dalam film tersebut. Dalam film tersebut, ditemukan dua narasi tentang
Islam yaitu Islam di mata masyarakat nonMuslim Paska serangan pengeboman
Menara Kembar WTC, dan Islam yang ditampilkan oleh tokoh utama dan tokoh
lain yang beragama Muslim. Ditemukan juga bahwa ada dua pandangan mengenai
Islam. Pertama Islam sebagai agama yang penuh dengan kekerasan dan terorisme,
kedua Islam agama yang penuh kasih sayang dan toleransi antara sesama.
1. KAB terhadap Alur Awal Cerita Film My Name Is Khan
Pada alur awal ini, diceritakan adanya Banyak ideologi yang diangkat dalam
film ini. Salah satunya yang bisa kita lihat adalah dimana di dalam film ini,
golongan Islam terbagi-bagi. Rizvan digambarkan sebagai penganut Islam yang
moderat dan terbuka. Di mana tidak membeda-bedakan agama lain. Dan bahkan
menikah dengan wanita yang beragama Hindu. Tetapi dalam film ini juga
110
diperlihatkan bahwa ada golongan Islam yang tidak bisa menerima perbedaan.
Yang memiliki pandangan bahwa selain Islam adalah musuh.
Untuk alur awal film My Name is Khan, menurut unsur-unsur KAB adalah:
a. Islam mengajarkan untuk saling bertoleransi, mengasihi, dan mencintai.
b. Tenggang rasa dan perdamaian sangat ditekankan dalam film ini.
c. Saling menghargai dengan pemeluk agama lain.
d. Perbedaan antaretnis tidak menjadi penghalang untuk berbuat kebaikan.
e. Perbedaan agama seharusnya tidak memicu permusuhan dan peperangan.
2. KAB terhadap Alur Tengah Cerita Film My Name Is Khan
Kejadian Black September sangat memengaruhi alur cerita dari film ini. Hidup
dari Khan yang semula tentram dan tanpa masalah berarti, berubah 180 derajat
sejak kejadian Black September. Pasca kejadian itu, citra Islam yang tercoreng,
ikut merusak hidup Khan yang juga seorang Muslim. Di sini seakan-akan
diperlihatkan bahwa masyarakat masih kaku dalam menghadapi isu-isu seperti ini.
Media Barat selalu mengaitkan apapun yang berhubungan dengan Islam sebagai
teroris. Padahal tidak semuanya seperti itu.
Untuk alur tengah film My Name is Khan, menurut unsur-unsur KAB adalah:
a. Toleransi antaragama harusnya lebih ditonjolkan daripada berfikir negatif.
b. Seharusnya tidak menjudge buruk etnis atau agama lain
c. Persaudaran antaragama seharusnya tidak dirusak dengan adanya kejadian
9/11.
d. Hubungan baik antarsubkultur dengan kultur dominan digambarkan pada
alur tengah film ini.
111
e. Perbedaan antaragama tidak menghalangi untuk membantu sesama.
3. KAB terhadap Alur Akhir Cerita Film My Name Is Khan
Hingga akhirnya dalam film ini, Khan sebagai tokoh sentral berusaha untuk
membersihkan namanya. Cara yang diambil melalui cara yang sangat dramatis.
Khan berusaha menemui Presiden Amerika Serikat, Barack Obama,
untuk
membersihkan namanya. Dan ini sedikit mencitrakan secara keseluruhan
bagaimana konflik Islam dan Barat diselesaikan dalam film ini. Khan dari pihak
Islam berusaha untuk membersihkan namanya dan membuka pikiran orang-orang
“Barat” untuk membedakan antara Islam teroris dan Islam yang bukan teroris.
Karena, tidak semua orang Islam itu teroris. Itu adalah pikiran yang sangat
dangkal.
Secara keseluruhan, film ini memperlihatkan kita pada realita bahwa masih
banyak orang-orang di dunia ini yang mempunyai pikiran seperti ini. Dangkal dan
menilai seseorang hanya berdasarkan identitas yang dimilikinya tanpa mau tahu
apa yang sebenarnya. Hubungan yang baik pun bisa rusak hanya karena hal yang
dibuat oleh orang lain yang hanya kita tahu sama secara identitas keagamaannya
saja. Masih sering terjadi dalam kehidupan kita, orang-orang yang didiskriminasi
hanya karena agamanya yang dianggap salah. Padahal belum tentu semuanya
seperti itu. Semakin lama, masyarakat harus semakin pintar dalam menghadapi
isu-isu yang sedang berkembang saat ini.
Untuk alur akhir film My Name is Khan, menurut unsur-unsur KAB adalah:
a. Toleransi antaretnis dan agama bersatu kembali setelah tokoh Khan
membantu korban Badai Molly tanpa membedakan status agama.
112
b. Pelajaran penting untuk tidak mendiskriminasi orang lain karena perbedaan
agama.
c. Konflik Islam di Barat selesai karena citra Islam yang baik.
d. President tidak membeda-bedakan masyarakat karena faktor perbedaan
agama dan etnis.
e. Komunikasi antaragama kembali membaik pada alur akhir film ini.
B. Saran-saran
Saran yang ingin disampaikan mengenai film ini adalah:
1. Saat menonton sebuah film dibutuhkan sikap kritis untuk tidak hanya
menerima cerita yang disuguhkan dengan apa adanya penonton harus
lebih aktif dalam menggali pesan-pesan yang tersirat dalam sebuah
cerita atau adegan sehingga penonton tidak hanya menjadi korban
cerita tetapi dapat aktif memahami pesan komunikatif yang
disampaikan melalui film tersebut.
2. Film “My Name is Khan” memakai alur film maju dan mundur sampai
ke pertengahan film, setelah itu alur film selalu maju hal ini cukup
membingungkan karena adegan-adegan flashback memiliki durasi
yang cukup panjang dan tidak dijelaskan dengan baik sehingga awal
film tampak seperti sebuah cerita yang kacau. Sebaiknya adegan
flashback diberi ciri khusus atau dijelaskan dengan lebih baik sehingga
tidak seperti cerita yang kacau.
113
114
DAFTAR PUSTAKA
Buku:
Bakti, Andi Faisal. Communication and Family Planning in Islam in Indonesia: South Sulawesi
Muslim Perceptions of Global Development Program. Jakarta: INIS, 2004, h. 80-81.
Berger, Asa, Arthur. Media Analysis Techniques. London: Sage Publication, Inc. 2005.
Berger, Peter L. And Thompson Luckmann. Tafsir Sosial atas Kenyataan: Risalah tentang
Sosiologi Pengetahuan. Jakarta: LP3ES, 2012.
Bordwell, David and Thompson Kristin. Film Art an Introduction/fourth edition, Singapore:
McGraw-Hill Companies Inc, 2006.
Branston. Gill and Roy Stafford. 2003. The Media Student’s Book. London and New York:
Routledge.
Bungin, Burhan. Sosiologi Komunikasi. Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2006.
Chaney, David. Lifestyles. Yogyakarta: Jalasutra, 2011.
Fiske, John. Television Culture. London and New York: Rouledge, 2010.
Hasbullah Bakry. Ilmu Perbandingan Agama. Jakarta: PT. Bumi Restu, 1986.
Joseph A. Devito. Komunikasi AntarManusia. Tangerang Selatan: Karisma Publishing
Group, 2011.
Joseph, M. Boggs. The Art of Watching Film, Mayfield Publishing Company, Edisi 2000.
McQuail, Dennis. Teori Komunikasi Massa edisi ke-6. Jakarta: Salemba Humanika, 2011.
Pratista, Himawan, Memahami Film. Yogyakarta: Homerian Pustaka, 2008.
Sihabudin, Ahmad. Komunikasi Antarbudaya. Jakarta; PT. Bumi Aksara, 2011.
Sumarno, Marseli. Dasar-Dasar Apresiasi Film. Jakarta: Gramedia Widiasarana Indonesia,
2005.
Tony Thwaites, dkk, Introducing Cultural and Media Studies. Yogyakarta: Jalasutra, 2009.
114
Wacana/ Jurnal:
Fariastuti, Ida. “Apresiasi Film.” Wacana Jurnal Komunikasi. Vol. II (8). (Mei 2004): hal.
32-35.
Hermawan, Herry, “Realitas Simbol Keislaman dalam Film Televisi.” Wacana Jurnal
Komunikasi, Vol. VIII. (Juni 2009): hal. 1-39.
Novianti, Dewi. “Tinjauan Teoritis Realitas Simbolik dalam Kajian Konstruksi Realitas
Sosial.” Jurnal Ilmu Komunikasi Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta:
Vol. 5 (2). (Mei-Agustus 2007): hal.115-123.
Wiryanto, Dr. “Konstruksi Sosial di Media Massa.” Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi. Vol. 3-4,
hal. 1-20.
Skripsi
Farouk Kahlil Gibran Bagawi, “Analisis Semiotik Wajah Islam dalam Film “My Name Is
Khan,” Skripsi S1 Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi, Jurusan Komunikasi
Penyiaran Islam, 2011.
Titut Yuliastari, Analisis Narasi Makna Gaya Hidup TKW di Indonesia dalam Film “Minggu
Pagi di Victoria Park.” Skripsi S1 Fakultas Ilmu Komunikasi, Jurusan Multimedia dan
Jurnalistik. Universitas Pancasila, 2012.
Website:
Bs. Mariatmaja SJ, “Teologi Katolik,” Http://id.m.wikipedia.org/wiki/Teologikatolik .
diakses pada tanggal 16 Mei 2013 pukul 23:59 WIB.
Http://id.globalvoiceonline.org/2 diakses pada tanggal 26 Februari 2013 pukul 19:15 WIB.
I
Gusti
Putu
Phalgunadi,
“Evolusi
Agama
Hindu
dan
Budayanya,”
Http://www.padmabhuana.com/Evolusi-Agama-Hindu-di-India-dan-budayanya.html. diakses
pada tanggal 16 Mei 2013 pukul 23:52 WIB.
www.wikipedia.org/wiki/my_name_is_khan. diakses pada tanggal 4 Maret 2013 pukul 20:45
WIB.
115
Sagita Catur Pamungkas, “Pengetahuan Agama Sikh,” Http://pengetahuan-mengenai-agamasikh.html diakses pada tanggal 5 Mei 2013 Pukul 13:45 WIB.
“Si Tampan dari Bollywood,” www.chakpak.com diakses pada tanggal 12 Februari 2013
pukul 07:55 WIB.
“My Name Is Khan,” http://www.bollywoodhungama.com/moviemicro/cast/id/502816
diakses pada tanggal 30 Januari 2014 pukul 14:56 WIB.
116
Lampiran-Lampiran
117
118
119
120
121
Download