Resonansi 3_mulai 3 Nov09 final

advertisement
Resonansi Edisi 3—2009
>> Kolom Redaksi
T
ak terasa, bulan syawal telah berakhir. Segala prosesi bulan Ramadhan
dan Syawal, yang merupakan bulan saling meminta maaf, telah berganti dengan rutinitas yang lain, walaupun tidak ada larangan untuk
saling meminta maaf pada bulan selain Syawal. Masih terngiang dan segar diingatan kita, awal September yang masih merupakan bulan Puasa, gempabumi
melanda sebagian ibu pertiwi, dengan korban nyawa dan harta benda yang cukup
besar. Belum lagi korban berupa trauma psikologi dan luka Bencana alam,
khususnya gempabumi secara bergantian melanda bumi pertiwi, Indonesia.
Gempabumi dengan skala cukup besar seakan-akan berlompatan; Jawa, Sumatra,
Dewan Pengurus
HAGI 2008-2010
President
Elan Biantoro
Email : [email protected]
[email protected]
Sulawesi, Indonesia Timur balik Jawa. Orang awam mengaitkan kejadian
gempabumi dengan kejadian, khususnya kejadian politik yang ada di negara kita,
mulai pemilihan Presiden, Legislatif dan pelantikan Presiden.
Kita patut bersyukur dan juga sedih. Bersedih, karena ketika terjadi bencana
Secretary General
Yosi Hirosiadi
Email : [email protected]
[email protected]
alam, banyak korban yang menderita. Sebenarnya, adanya bencana alam selama
daerah tersebut tidak ada hunian dan manusia, tidaklah bermasalah. Bersyukur,
karena ilmu kebumian khususnya Geofisika mulai dikenal di masyarakat awam.
Dahulu, masyarakat mengenal kata-kata Geofisika (BMG) identik dengan rama-
Treasurer
Dian Nugrahaningsih
Email : [email protected]
[email protected]
lan cuaca, yang sifat prediksinya bisa akurat dan bisa tidak. Namun saat ini, perkataan Geofisika banyak difahami oleh mastarakat dengan adanya gempabumi.
Tidaklah mengapa, lambat laun masyarakat dengan adanya sosialisasi mengenai
ilmu kebumian, khususnya geofisika, kejadian lain atau prospek kekayaan yang
VP Organization
Martinus Sembiring
Email : [email protected]
[email protected]
ada di bumi bisa lebih membumi lagi di masyarakat. Geofisika tidak hanya
diidentikkan dengan besarnya Skala Richter, prakiraan Cuaca atau seismogram
dari gempa bumi dan gunungapi yang sering diperlihatkan di TV, namun sudah
mulai memahami bahwa ilmu geofisika bisa untuk deteksi arkeologi yang meru-
VP PIT & Special Event
Muharram J. Panguriseng
Email : [email protected]
[email protected]
pakan kekayaan budaya yang masih banyak terpendam, deteksi sungai bawah
tanah dan masih banyak lagi manfaat dari ilmu geofisika untuk kesejahteraan
masyarakat dan lainnya yang sifatnya menguntungkan masyarakat.secara langsung dengan manusia juga penting, agar masyarakat merasa tertolong dengan
VP Science & Technology
Prof. Dr. Sri Widiantoro
Email : [email protected]
[email protected]
peringatan-peringatan yang diberikan oleh ahli geofisika.
Semoga, bencana alam dapat dikurangi dampak resikonya secara signifikan dan
pemahaman masyarakat mengenai ilmu geofisika bisa bertambah, serta kekayaan
bumi Indonesia bisa dilihat secara oleh parageofisikawan Indonesia. Selamat
berseminar, selamat berbagi ilmu dan jangan lupa bahwa masyarakat dan pemer-
VP External Affair
Dicky Rahmadi
Mobile : +62.812.1007791
Email : [email protected]
[email protected]
intah menanti pemikiran unggul dari anggota HAGI. Bravo.
- Adi Susilo -
SEKRETARIAT HAGI :
Patra Office Tower Lt. 20 Suite 2045 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav 32-34 Jakarta, Indonesia
Phone / Fax : +62-21-5250040; Email : [email protected]
HAGI I Resonansi I 2009 I Edisi– 3
VP Certification
Dr. Abdul Haris
Mobile : +62.815.950848
Email : [email protected]
[email protected]
1
>> Kolom President
Meningkatkan Kebijakan Lokal dan Tetap Optimis Menatap ke Depan
Bencana yang terus datang beruntun menimpa kita,
khususnya gempa bumi begitu membuat ‘paranoid’
masyarakat kita. Setelah gempa Tasikmalaya, Padang dan
Ujung Kulon, masyarakat awam begitu mudahnya
terpengaruh oleh informasi yang menyesatkan -melalui sms,
email, facebook, dan sebagainya- bahwa gempa besar akan
kembali mengguncang Jakarta pada hari dan jam yang telah
ditentukan. Sepertinya penjelasan para ahli gempa baik dari
BMKG maupun dari HAGI tidak membuat masyarakat
faham bahwa dalam skala waktu detil sampai saat ini belum
ada yang bisa meramal kapan gempa terjadi. Peran kita
sebagai asosiasi yang menyatakan diri mempunyai
pengetahuan bidang kebumian menjadi tertantang lebih
berat untuk dapat menenangkan masyarakat mengenai
bencana kebumian. Ketakutan masyarakat ini tentunya
sangat mengganggu ketenangan hidup, sehinggan
menghambat produktivitas semua aspek kegiatan di negara
kita.
Ada hal yang menarik yang bisa diambil dari hasil luncheon
talk HAGI-IAGI di Bidakara beberapa waktu yang lalu,
yang kebetulan saat itu dihadiri oleh salah seorang pejabat
Pemerintah Daerah DKI, dimana ternyata para pejabat
pemerintah daerahpun sangat awam terhadap potensi
bencana yang bisa terjadi di wilayah yang dikelolanya.
Bencana kebumian tidak melulu hanya berupa gempa bumi
saja yang mungkin terjadi di tanah air kita, namun bencana
lain seperti banjir, tanah longsor, angin topan dan lainnya
mungkin saja terjadi. Dalam diskusi tersebut ditekankan
bahwa mensosialisasikan local wisdom (kearifan lokal)
merupakan hal yang sangat penting agar masyarakat akan
selalu siap bila bencana terjadi. Sosialisasi kearifan lokal
tidak hanya kepada masyarakat saja, tetapi kepada semua
aparat pemerintah pusat-daerah, antar departemen, tokoh
masyarakat, tokoh agama dan yang paling penting adalah
para guru dan institusi pendidikan . Kearifan lokal tidak
hanya sekadar dimengerti, namun juga diterapkan dan
merubah budaya dan pola kebiasaan hidup yang berorientasi
kepada kearifan lokal tersebut seperti menyiapkan bangunan
tahan gempa, memperbaiki infrastruktur yang kedap
bencana sampai kepada kebijakan.
Dalam skala internal, HAGI harus tetap optimis menatap ke
depan. Untuk jangka pendek kita akan memilih presiden
baru. Ada dua kandidat yang kualitas dan dedikasinya selama
ini sudah tidak diragukan lagi yaitu Yosi Hirosiadi, yang saat
ini menjabat Sekjen HAGI dan Satria Bijaksana, seorang
penggiat pendidikan dan juga sebagai Chief Editor HAGI.
Marilah kita laksanakan pemilu dengan demokratis. Hal lain
adalah intensi kita untuk mengadakan Joint Conference &
Exhibition dengan SEG di Bali Juli 2010. Perjanjian
kerjasama Joint Conference & Exhibition telah
ditandatangani tanggal 26 Oktober 2009 di Houston Texas,
bersamaan dengan penyelenggaraan SEG Annual
Convention. Di bawah kepemimipnan ketua panitia
Adriansyah, Ph. D. marilah kita dukung sepenuhnya kegiatan
ini agar dapat minimal sesukses event yang sama yang telah
kita adakan tahun 1996 dan 2006.
Untuk membangun HAGI lebih ke depan lagi, kembali kita
telah meresmikan dan melantik komwil baru yaitu
Komisariat Wilayah Nangroe Aceh Darusalam. Dengan
terbentuknya Komwil HAGI NAD, diharapkan misi HAGI
menjadi sumber informasi mengenai kebencanaan dan
postensi sumber daya alam bagi pemerintah daerah menjadi
semakin meluas.
Pada Pertemuan Ilmiah Tahunan HAGI mendatang di
Yogyakarta, diharapkan juga bisa menjadi pendorong yang
kuat dalam menatap masa depan secara optimis mengingat
tema dari PIT kali ini adalah menekankan kepada aspek
Pendidikan Geofisika, dimana pada even PIT ini juga
digabungkan dengan Simposium Pendidikan Geofisika yang
akan meninjau kembali kurikulum pendidikan geofisika,
sesuai dengan perkembangan kemajuan ilmu geofisika dan
aspek lain yang terkait dengan geofisika. Kita semua sadar
bahwa peningkatan kualitas pendidikan adalah fondasi yang
kuat untuk regenerasi dan perbaikan bangsa.
Optimisme menatap masa depan hidup di negara yang punya
banyak potensi bencana harus terus ditingkatkan sejalan
denganpeningkatan kearifan lokal. Kita bisa melihat
masyarakat dan pemerintah Jepang yang sudah lebih dulu
menerapkan kearifan lokal secara komprehensif, sehingga
jika bencana datang mereka suadah siap dan masyarakatnya
tidak mengalami trauma. Mudah-mudahan pemerintahan
Salam HAGI,
periode kedua dari Presiden Susilo Bambang Yudoyono
Elan Biantoro
yang baru saja dilantik dapat mencermati pentingnya President HAGI
menerapkan kearifan lokal secara komprehensif dalam
semua rencana kegiatan selama lima tahun ke depan.
HAGI I Resonansi I 2009 I Edisi– 3
2
>> Rubrik Profesional - Awang H. Satyana ( BPMIGAS)
KEKUATAN TERSEMBUNYI BUMI :
YANG MELINDUNGI DAN MEMBIMBING
K
etika ia hadir, ia melindungi Bumi dan makhluk di atasnya
dari serbuan zarah (partikel) kosmik bermuatan yang
berbahaya. Ketika ia hadir, ia membimbing para pengelana di
seluruh permukaan Bumi menemukan jalannya, atau
membimbing hewan besar dan kecil melintasi ribuan kilometer
melalui daratan, lautan atau udara. Namun ketika ia melemah,
maka kepunahan massa makhluk dalam skala besar terjadi sebab
tidak ada lagi yang melindungi mereka dari serbuan zarah
kosmik. Siapakah ia ini ? Ia adalah medan magnetik Bumi, yang
membungkus Bumi dari sentuhan luar Alam Semesta.
Medan Magnetik Bumi
Kebanyakan dari kita pernah menggunakan kompas yang
jarumnya selalu menunjuk ke arah utara. Dari manakah gaya atau
kekuatan yang menyebabkan jarum tersebut selalu berputar dan
akhirnya menunjuk ke arah utara ? Kekuatan itu berasal dari
suatu gaya yang disebut medan magnetik Bumi. Dari pelajaran
fisika, kita tahu bahwa sebuah magnet batang dikelilingi oleh
Gambar 1 - Garis-garis gaya magnet Bumi membentuk medan magnetik sekeliling Bumi.
(Dorling Kindersley, 2003a)
garis-garis gaya magnet yang tidak bisa kita lihat tetapi bisa kita
gambarkan saat kita menabur serbuk pasir bersifat magnetik di
atas kertas yang di bawahnya didekatkan magnet batang. Garisgaris gaya magnet ini melakukan pengutuban (polarisasi) pada
kedua ujung magnet batang yang kita sebut kutub utara dan
selatan. Bisa kita sebutkan bahwa magnet batang ini dikelilingi
medan magnetik.raksasa.
HAGI I Resonansi I 2009 I Edisi– 3
Demikian pula Bumi. Jarum-jarum kompas saat kita pegang
di mana pun di atas muka Bumi selalu melakukan polarisasi
ke arah utara. Ini disebabkan Bumi dikelilingi medan
magnetik raksasa dengan garis-garis gaya magnetnya yang
terpolarisasi pada kutub utara dan kutub selatan Bumi. Bumi
ibarat sebuah magnet batang raksasa.
Dari mana Bumi mendapatkan medan magnetnya adalah suatu
pertanyaan yang pernah sangat sulit dijawab selama 400 tahun
(Ravat, 2000). Albert Einstein, fisikawan kawakan penemu
teori relativitas, menganggap asal medan magnetik Bumi
sebagai salah satu problem fisika sangat penting tetapi belum
bisa dijawab. Namun berkat kemajuan-kemajuan ilmu
pengetahuan modern, sekarang kita tahu bahwa medan
magnetik Bumi berasal dari efek elektromagnetik di dalam
inti luar Bumi yang bergerak seperti fluida. Sirkulasi material
penyusun inti luar ini (leburan nikel dan besi) terjadi secara
konveksi dan membangkitkan arus/medan listrik. Arus/medan
listrik ini, sesuai dengan prinsip elektromagnetik, kemudian
membangkitkan medan magnetik (hipotesis dinamo Elsasser Dott dan Batten, 1976)
Harus diakui bahwa bagaimana tepatnya mekanisme konveksi
ini dapat membangkitkan medan listrik dan magnetik belum
diketahui. Tetapi, prosesnya dianggap seperti proses yang
terjadi di dalam dinamo, yang dihasilkan oleh interaksi antara
fluida konduktif, gravitasi, rotasi Bumi, perbedaan temperatur
antara batas bagian atas dan bawah inti luar, gerakan fluida
secara konvektif dan mungkin masih ada faktor-faktor
lainnya.
Selain membangkitkan medan magnetnya sendiri (medan
magnetik internal), yang terjadi akibat efek dinamika fluida
inti luar Bumi secara elektromagnetik, Bumi pun dikelilingi
oleh medan magnetik eksternal yang terbentuk oleh prosesproses di luar Bumi (Ravat, 2000). Medan magnetik eksternal
terbentuk oleh proses-proses fisika rumit yang terjadi di
sekitar Bumi, melibatkan interaksi antara angin Matahari (arus
deras zarah bermuatan dari Matahari melaju dengan kecepatan
400 km/detik), radiasi Matahari, medan magnetik Bumi
internal dan atmosfer Bumi. Interaksi ini telah menutup dan
menekan medan magnetik internal pada sisi dari mana angin
Matahari berasal dan menyeretnya pada arah menjauhi
Matahari membentuk magnetosfer (lapisan magnetik) yang
unik. Zarah bermuatan yang menyembur dari Matahari
tertangkap oleh magnetosfer Bumi membentuk suatu kawasan
bernama sabuk radiasi van Allen.
Begitulah, Bumi mempunyai kekuatan tersembunyi berupa
gaya-gaya magnet yang dibentuk secara internal dan eksternal
membangun semacam perisai tidak kasat mata di
sekelilingnya. Kekuatan tersembunyi ini telah jutaan tahun
melindungi Bumi dan makhluk di atasnya dari serbuan zarahzarah berbahaya sekaligus menunjukkan arah kepada para
pengelana entah manusia atau hewan dalam mengembara atau
bermigrasi. lenyapnya banyak makhluk dalam kepunahan
massa.
3
>> Rubrik Profesional - Awang H. Satyana ( BPMIGAS)
Gambar 2 - Medan magnetik Bumi membentuk lapisan magnetik (magnetosfer) yang
mengelilingi Bumi, melindungi Bumi dari angin Matahari dengan sabuk radiasi van Allen
menangkap zarah-zarah bermuatan dari Matahari. (Dorling Kindersley, 2003b)
Tahun 1975, baru terkuak rahasianya, rupanya mereka
menggunakan medan magnetik Bumi sebagai pedoman
navigasi. Para peneliti menemukan semacam miniatur
magnetit (mineral bersifat magnetik) membentuk kristal
tersebar dalam berbagai jaringan tubuh hewan ini.
Mereka menemukan kristal magnetit pada hampir semua
hewan yang melakukan migrasi, misalnya lebah, kupu-kupu,
ikan tuna, mamalia pengerat dan banyak jenis burung.
Berbagai burung yang suka bermigrasi ribuan km melintasi
daratan dan lautan diketahui mempunyai indra magnetik yang
tersembunyi di matanya. Ikan hiu dan pari menggunakan
medan magnetik Bumi untuk bermigrasi dengan cara unik.
Ikan hiu terkenal punya pendria listrik (electro-receptor)
Namun, sebuah misteri terjadi, secara periodik medan magnetik yang sangat sensitif dalam dunia hewan yang digunakan
ini melemah, yang telah mengakibatkan lenyapnya banyak untuk menemukan mangsanya berdasarkan medan listrik.
Rupanya, ikan hiu ini menggunakan sensor yang sama untuk
makhluk dalam kepunahan massa.
mendeteksi medan magnetik Bumi berdasarkan prinsip
dinamo-listrik. Karena begitu pekanya ikan-ikan ini terhadap
Medan Magnetik yang Melindungi
perubahan kecil medan magnetik Bumi, maka mereka dapat
Kita tidak menyangkal hukum gravitasi yang membuat kita tidak mendeteksi perubahan-perubahan lokal medan magnetik
melayang-layang di atas Bumi. Kita juga tidak menafikan hukum akibat proses-proses geologi, misalnya magma yang tengah
yang mengatur listrik dan magnetisme. Tetapi tidak ada hukum naik ke dasar lautan sebagai pertanda erupsi gunungapi
yang mengatakan bahwa Bumi harus punya medan magnetik bawah laut akan segera terjadi.
yang menjadi perisai pelindung. Ini suatu keajaiban. Medan
magnetik Bumi membentengi kita terhadap radiasi proton dan Badai magnetik yang terjadi secara periodik akibat angin
elektron yang berlebihan dari Matahari yang bila tidak tertahan Matahari akan mengganggu medan magnetik Bumi, yang
akan merusak rantai makanan global dan menyebar epidemi selanjutnya akan mengacaukan navigasi hewan-hewan yang
menggunakan geomagnetisme.
kanker.
Medan magnetik Bumi memantulkan zarah-zarah bermuatan dari
Matahari dan menyalurkannya ke dalam dua sabuk radiasi van
Allen. Sabuk ini lebar, terbentang di ketinggian 1000 – 25.000
km. Sabuk bagian dalam sebagian besar menangkap proton
Matahari, sabuk bagian luar terutama menangkap elektron
Matahari. Tanpa perisai geomagnetik, kehidupan di Bumi
mungkin tidak akan pernah punya kesempatan untuk berevolusi.
Medan Magnetik yang Melemah : Kepunahan Massa
Bumi mempunyai kebiasaan membalikkan medan
magnetiknya berdasarkan rekaman data paleomagnetik.
Berapa lama siklusnya antara yang normal dan terbalik, tidak
diketahui sebab periode yang tercatat tidak menunjukkan pola
tertentu. Periode yang telah tercatat adalah antara 100.000
tahun – puluhan juta tahun (Ravat, 2000). Apa yang
menyebabkan pembalikan itu, juga tidak diketahui dengan
Medan Magnetik yang Membimbing
pasti. Sebagian besar peneliti menduga penyebabnya terletak
Jarum kompas yang selalu menunjuk ke utara telah sekian lama pada instabilititas gerak konveksi fluida inti luar (Creer dan
membimbing manusia menemukan jalannya di daratan, lautan Pal, 1988).
dan udara. Tanpa garis-garis gaya magnet yang tersembunyi itu,
jarum kompas akan kehilangan polarisasinya dan navigasi Beberapa peneliti kepunahan massa (mass extinction)
mengaitkan saat-saat pembalikan medan magnetik Bumi
manusia akan terganggu.
(dapat berlangsung selama 1000-10.000 tahun –Ravat, 2000)
Medan magnetik Bumi tidak hanya membimbing manusia dengan melemahnya medan magnetik Bumi (Dott dan Batten,
bernavigasi, tetapi juga banyak membimbing makhluk pengelana 1976). Melemahnya medan magnetik Bumi ini akan sangat
lainnya seperti serangga, ikan dan burung ketika mereka mengurangi daya tahan perisai Bumi tersebut terhadap
melakukan migrasi sampai ribuan km jauhnya (Downer, 1999). serbuan zarah bermuatan berbahaya dari Matahari. SabukBagaimana hewan-hewan ini menemukan jalannya saat sabuk radiasi van Allen selama waktu pembalikan tersebut
melakukan migrasi, telah sekian lama menjadi misteri ilmu tidak dapat menangkap zarah-zarah berbahaya. Akibatnya, jet
stream angin Matahari akan menghujani Bumi dan segenap
pengetahuan. berbagai jaringan tubuh hewan ini.
makhluknya menyebabkan kepunahan massa dalam skala
besar.
HAGI I Resonansi I 2009 I Edisi– 3
4
>> Rubrik Profesional - Awang H. Satyana ( BPMIGAS)
Beberapa peneliti mempercayai bahwa pembalikan medan
magnetik Bumi disebabkan pecahnya batas termal mantel bagian
bawah oleh suatu mantle plume yang menembus lapisan kritis
(Loper et al., 1988). Proses ini telah mempercepat sirkulasi
konveksi fluida inti luar Bumi yang mengganggu stabilitas
elektromagnetisme. Akibat tidak langsung kejadian ini adalah
terjadinya mantle degassing yang menyebabkan volkanisme
melimpah di permukaan Bumi yang kemudian menyebabkan
kepunahan massa.
>> Special Event
Buka Puasa Bersama HAGI
Pada tanggal 09 September 2009, beberapa Pengurus HAGI me
ngadakan silaturrahim rapat konsolidasi untuk membahas progress kegiatan dan rencana kerja yang telah dan akan dilakukan
oleh HAGI. Rapat ini juga dihadiri oleh beberapa perwakilan
mahasiswa dari HMGI guna membahas agenda kegiatan bersama
yang akan dilakukan oleh HAGI dan HMGI yaitu “ National Geophysics Paper Contest 2009” .
Demikian sekilas uraian hubungan antara lingkungan geofisika
Bumi seperti medan magnetik dengan makhluk yang hidup di
atasnya. ***
Bahan Bacaan
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
Creer dan Pal, 1988, On the frequency of reversals of the
geomagnetic dipole, Royal Astronomical Society.
Dorling Kindersley, 2003a, Earth, Dorling Kindersley Ltd.
Dorling Kindersley, 2003b, Pocket Visual Dictionary,
Dorling Kindersley Ltd.
Dott dan Batten, 1976, Evolution of the Earth, McGraw-Hill.
Downer, 1999, Supernatural : The Unseen Powers of
Animals, BBC.
Loper et al., 1988, A model for correlated epidocity in
magnetic field reversals, climate, and mass extinction,
Journal of Geology.
Ravat, 2000, Geomagnetism : internal and external fields,
The Oxford Companion to the Earth, Oxford University
Press.
Gambar 1 - President HAGI sedang membuka rapat Konsolidasi .
Awang H. Satyana
BPMIGAS
Gambar 2 - Diskusi antara President HAGI dengan beberapa perwakilan dari HMGI
Agenda lain yang tidak kalah penting adalah pembahasan pelaksanaan Joint Convention HAGI-SEG 2010 yang akan dilaksanakan di Pulau Bali, bulan Juli tahun 2010. Dengan suasana bulan
suci Ramadhan, presiden HAGI, Bapak Elan Biantoro memberikan pembekalan semangat dan tekad kepada pengurus HAGI untuk mensukseskan seluruh agenda yang telah ditetapkan dalam
program kerja pengurus HAGI pusat tahun 2008-2010.
Sekretariat HAGI Pusat.
HAGI I Resonansi I 2009 I Edisi– 3
5
>> Rubrik Organisasi -Catatan Perjalanan Delegasi HAGI Mengikuti Konvensi SEG 2009 di Houston Texas
P
ada Konvensi Tahunan Society of Exploration
Geophysicists 2009, HAGI mengirimkan delegasinya
yang terdiri dari Elan Biantoro (President HAGI) dan
Martinus Sembiring (VP Organization HAGI). Awalnya
direncanakan Adrianyah, Ph.D. (Chairman Joint Convention
HAGI-SEG Bali 2010) dan Yosi Hirosiadi (Sekjen HAGI) juga
akan hadir, namun karena kesibukan lain dan ada kendala
pengurusan visa, maka kedua aktivis HAGI tersebut urung
berangkat ke Houston. Kunjungan mengikuti konvensi ini
sekaligus untuk melakukan penandatangan Perjanjian antara
HAGI dengan SEG mengenai Joint Convention di Bali bulan
Juli 2009. Tiga orang anggota HAGI yang kebetulan hadir di
Houston sengaja kami undang untuk turut bertemu dengan
Board of SEG Committee, mereka adalah Parada Devi
Silitonga (Pertamina-ExxonMobil Cepu dan juga sekaligus
Sekjen Joint Convention HAGI-SEG 2006 di Jakarta), Mac
Swardhahana (ExxonMobil), dan Toronata Tambun (Regional
Manager Asia Pacific Bergen Oilfields Services).
Penandatanganan Agreement of Intent to Coorporate between SEG and HAGI
oleh President SEG Larry Lines dan President HAGI Elan Biantoro
Berdasarkan
diskusi
yang
dilakukan
sebelum
penandatanganan, Board of SEG Committee sangat terkesan
dengan dua Joint Convention terdahulu di Jakarta tahun 1996
dan 2006, yang berjalan dengan sukses, sehingga mereka begitu
antusias dengan rencana penyelenggaraan di Bali mendatang.
Melihat sukses kedua even terdahulu, SEG sepakat untuk Berdiri : Kerry Cosby, Mac Swardhahana, Parada Devi Silitonga, Peter Pangman,
Tambun, Jim Lawnick..
mengkatagorikan level konvensi di Bali nanti masuk dalam Duduk : Mary Fleming,Toronata
Elan Biantoro, Larry Lines, Martinus Sembiring, Steve
level IV. Hal ini cukup membanggakan sekaligus tantangan
Hill
untuk seluruh jajaran HAGI agar penyelenggaraan di Bali
mendatang minimal akan mengulang sukses dua kegiatan mensosialisasikan rencana blok-blok yang akan ditenderkan
serupa sebelumnya.
akhir tahun 2009 ini. Ternyata banyak sekali peserta konvensi
SEG yang sangat berminat. Penempatan Bali sebagai venue
Disamping membicarakan rencana joint convention, Board of acara ini membuat tidak hanya orang yang pernah ke Bali dan
SEG Committee menawarkan kepada HAGI untuk menjadi wilayah Indonesia lainnya yang menyatakan ingin hadir,
associate SEG di Indonesia. Pengertian associate di sini banyak anggota SEG yang belum pernah ke Indonesia pun
berbeda dengan afiliasi, mengingat beberapa negara di Asia banyak yang menyatakan akan hadir di Bali Juli 2010
Pasifik seperti Australia, Jepang dan Cina, mereka membentuk mendatang.
afiliasi SEG berupa ASEG (Australia), CSEG (Cina) dan SEGJ
(Jepang). Perbedaan afiliasi dengan associate adalah masalah
independensinya, Board of SEG Committee sangat mengerti
bahwa HAGI didirikan secara independen oleh para
geofisikawan di Indonesia, sehingga mereka menawarkan
ikatan kerjasamanya dalam bentuk associate, pada pertemuan
tersebut HAGI menyatakan akan meninjau dahulu kebijakan
organisasi berdasarkan AD/ART, dan HAGI akan
menyampaikan keputusannya dalam beberapa bulan
mendatang. Bila semuanya berjalan lancar, rencananya
penandatanganan kerjasama berbentuk associate tersebut akan
Poster informasi HAGI-SEG Joint Convention di SEG Pavillion
dilakukan padsa saat Joint Convention di Bali bulan Juli 2010.
Dalam konvensi SEG ini, HAGI diberikan tempat tersendiri di
Pavilion SEG untuk dapat menampilkan poster informasi
mengenai rencana Joint Convention di Bali. Di samping
menampilkan poster dan brosur, HAGI juga menitipkan brosur
informasi HAGI-SEG Joint Convention Bali 2006 pada booth
Direktorat Jenderal Migas, yang membuka booth untuk
HAGI I Resonansi I 2009 I Edisi– 3
Salah seorang begawan ilmu geofisika yang sangat terkenal
yang kebetulan mengunjungi booth Ditjen Migas, yaitu Prof.
Dr. Robert Sheriff beserta istri sudah menyatakan akan
mengikuti Joint Comvention HAGI-SEG di Bali 2010.
6
The 34th HAGI Annual Conference, Exhibition and
Geophysics Education Symposia
Foto bersama President HAGI Elan Biantoro, Yunan M (Ditjen Migas),
Toronata Tambun (BOS) bersama Prof. Dr. Robert Sheriff dan istri di depan
Booth Direktorat Jenderal Migas
Himpunan Ahli Geofisika Indonesia will held its 34th Annual Meeting in
Jogjakarta , 8-13th November 2009. This event will take place at Sheraton
Hotel, Jl. Solo, Jogjakarta. There are two main parallel events; HAGI Annual Convention and Exhibition, and Geophysics Education Seminar. We
encourage participation from students, researchers, teachers, professionals
from all institutions include government and privates.
For this year Annual Meeting, the theme will be "Empowering Geophysics
Education Toward Global Changes Era". As we know, geophysics education
for sustainability, have two main aspect; geophysics curriculum systems at
higher educations and Indonesian human resources. The great basics education would be increased for Global changes and also for Renewable energy.
Program
9 November 2009
•
•
•
Golf Tournament, venue : Merapi View Golf & Country Club, shot
gun at 07.00 WIB (Cost: IDR 1.500.000)
Geo Photo Hunting, venue : Bebeng - Candi Prambanan - Taman Sari,
06.00 - 18.00 WIB (Cost : IDR 500.000)
Ice Breaker Party, venue: Pagelaran, Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, 19.00 – 21.00 WIB
10 November 2009
Opening Ceremony, Mataram Room - Sheraton Mustika Hotel, 08.30
– 09.45 WIB
•
Opening by : Dr. Ing. Evita H. Legowo (Director General Of Oil and Gas)
and Sri Sultan Hamengku Buwono X (Governor of Yogyakarta Special
Region)
Keynote speaker : Karen Agustiawan (President Director of Pertamina)
•
Panel Discussion, 10.00 – 12.00 WIB
Panelist :
− Dr. Kirbani Sri Brotopuspito (UGM)
− Prof. Manfred P. Hochstein (University of Auckland)
− Syamsu Alam, Ph.D (Pertamina)
Moderator : Adriansyah, Ph.D (Pertamina)
Suasana makan malam bersama para peserta Konvensi SEG dari Indonesia di Kim
Son Restaurant, Houston
•
Geophysics Education Symposium, 13.00 – 16.30 WIB
11-12 November 2009
Oral Session, 08.30 – 16.00 WIB
•
Selanjutnya pada hari kedua, delegasi HAGI banyak bertemu
dengan anggota HAGI lainnya yang mengikuti SEG Annual
Convention di Houston, mereka ada yang datang dari Indonesia
seperti rombongan BPMIGAS (ada tiga orang), rombongan
Ditjen Migas (3 orang), KKKS, Elnusa, dan ada juga anggota
HAGI yang sedang berada di Amerika untuk bekerja maupun
menempuh pendidikan. Malam harinya President HAGI
mengundang semua warga Indonesia yang hadir pada SEG
Annual Convention untuk mengikuti makan malam bersama di
Kim Son Restaurant, sebuah rumah makan Vietnam yang terletak
tidak jauh dari lokasi convention. (EB).
HAGI I Resonansi I 2009 I Edisi– 3
10-12 November 2009
Poster Session, 08.30 – 16.00 WIB
Exhibition, 08.00 – 16.00 WIB
Student Forum
Ladies Programs
•
•
•
•
13 November 2009
•
Field Trip to Dieng Plateau, (Cost: Free of charge bagi yang terdaftar
sebagai participant PIT, tempat terbatas)
13-14 November 2009
•
Post-Convention Course: Data & Knowledge Management: From
Assessment, Implementation and Auditing. (Cost : IDR 10.000.000)
7
>> Rubrik Organisasi—Martinus Sembiring
Pengukuhan HAGI Komisariat Wilayah Aceh & Seminar Nasional Potensi Kebencanaan dan Sumber
Daya Alam Aceh
S
etelah HAGI berhasil membentuk komisariat wilayah di
ujung timur Indonesia pada bulan April 2009, kini giliran
bagian barat negeri ini juga akhirnya dapat terbentuk komisariat
wilayah HAGI.
Pembentukan HAGI Komwil Aceh didasari oleh pentingnya sebuah wadah organisasi profesi sebagai tempat para ahli dan pemerhati masalah kebumian untuk berbagi ilmu dan komunikasi
mengingat semakin meningkatnya kebutuhan informasi kebumian
di daerah Aceh dan sekitarnya yang dikenal mempunyai potensi
sumber daya alam maupun potensi kebencanaan yang sangat besar.
Patut dibanggakan sumber daya manusia di NAD sendiri yang
semakin meningkat, terlihat dari banyaknya ahli geofisika yang
berpendidikan magister maupun doktoral yang bekerja di perguruan tinggi seperti Universitas Syiah Kuala maupun di beberapa
instansi negeri dan swasta di NAD.
Berdirinya HAGI Komwil Aceh juga disambut baik oleh Rektor
Universitas Syiah Kuala, seperti sambutan yang dibacakan oleh
Wakil Rektor, Bapak Prof. Dr. Syamsul Rizal.
Pengurus HAGI Pusat juga memberikan apresiasi yang tinggi
kepada komunitas ahli kebumian di NAD yang telah membentuk
komisariat wilayah di Aceh.
HAGI berharap instansi dan perusahaan yang berhubungan dengan organisasi ini dapat saling
berbagi informasi dan bekerjasama dalam membangun kembali
serta
mengembangkan
daerah Aceh dengan segala potensi yang ada. HAGI Pusat akan
memberikan dukungan untuk
mengimplementasikan
tujuan
tersebut dengan melakukan pelatihan di Aceh, seperti kursus
maupun
workshop
bidang
geofisika.
Demikian
sambutan
Sesi tanya jawab acara seminar
Bapak Martinus Sembiring yang
mewakili President HAGI yang berhalangan hadir pada kesempatan tersebut.
Rencana pembentukan Komwil Aceh sudah dilakukan beberapa
bulan sebelumnya antara Secretary General, Bapak Yosi Hirosiadi (Pertamina Hulu) dengan Bapak Didik Sugiyanto, MT yang
merupakan dosen di Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh. Setelah semua persyaratan dan administrasi untuk berdirinya sebuah
komwil terpenuhi, barulah diputuskan untuk melakukan pengukuhan komwil tersebut.
Acara pengukuhan Komwil Aceh dipimpin langsung oleh Vice
President Organization, Bapak Martinus Sembiring (NGC) dan
dihadiri oleh para pengurus HAGI Pusat lainnya, serta pejabat di
HAGI I Resonansi I 2009 I Edisi– 3
lingkungan Universitas Syiah Kuala dan Dinas Pertambangan
dan Energi NAD, juga para peserta seminar nasional.
Acara diselenggarakan di kampus Universitas Syiah Kuala,
Banda Aceh pada tanggal 10 Oktober 2009 dan diikuti dengan
Seminar Nasional dengan tema “Potensi Kebencanaan dan
Sumber Daya Alam di Wilayah Aceh dan sekitarnya”. Ketua
acara ini adalah Dr. Nazli Ismail (Unsyiah). Acara ini dibuka
oleh Wakil Rektor Universitas Syiah Kuala, Prof. Dr. Syamsul
Rizal
mewakili Rektor yang berhalangan hadir. Dalam
Penyerahan Memento dari Bapak Prof. Dr. Syamsul Rizal (Unsyiah) kepada bapak
Martinus Sembiring (HAGI Pusat)
sambutannya, Rektor Universitas Syiah Kuala sangat antusias
dan menyambut baik berdirinya HAGI Komwil Aceh. Beliau
sangat berharap potensi sumber daya alam di NAD dan
sekitarnya dapat dikelola dengan baik oleh Putra Indonesia
sendiri maupun dengan melakukan kerjasama dengan pihak
asing, tetapi juga harus memperhatikan budaya setempat
sehingga dapat memberikan kontribusi yang signifikan untuk
kemajuan rakyat NAD. Demikian juga dengan pemahaman
Foto bersama para pengurus HAGI Komwil Aceh dengan pengurus HAGI Pusat
potensi bencana di wilayah Aceh dan sekitarnya untuk
mengantisipasi bencana yang dapat menimbulkan kerugian
moril dan materil, serta dapat digunakan untuk perencanaan
pengembangan dan pembangunan daerah Aceh.
8
>> Rubrik Organisasi—Martinus Sembiring
>> Rubrik Organisasi
Laporan Pengumpulan dan Penyaluran
Dana Bantuan Korban Gempa Tasikmalaya dan Sumatera Barat 2009
Unsyiah juga berencana untuk meresmikan Jurusan Teknik
Geofisika dan akan menerima mahasiswa angkatan pertama
pada tahun ajaran 2010-2011. Dengan berdirinya jurusan tersebut, diharapkan semakin banyak tenaga ahli bidang geofisika
Pengumpulan dana disosialisasikan melalui milis HAGI pada
yang handal di negeri ini untuk menjawab tantangan dalam
periode 12-17 September 2009 yang berhasil menggalang dana
pengelolaan potensi kebencanaan maupun potensi sumber daya
Rp 4.550.000,- dari anggota dan HAGI menambahkan Rp
alam yang melimpah di tanah air.
6.450.000,- sehingga menjadi Rp 11.000.000,-.
Pengurus HAGI Pusat yang hadir pada acara ini adalah
Secretary General Yosi Hirosiadi (Pertamina Hulu), VP
Organization Martinus Sembiring (NGC), Advisory Board
Yusuf Surachman (BPPT) yang merupakan tenaga ahli HAGI
dan Katrin Leksandri (Secretariat).
Dari 14 kabupaten dan kota di Jawa Barat yang terkena dampak
bencana, HAGI memilih untuk menyalurkan dana bantuan
tersebut ke dua lokasi yang ditetapkan Satkorlak Jabar sebagai
daerah dengan tingkat kerusakan paling parah.
a.
Pembicara pada acara seminar tersebut adalah Yusuf Surachman, Ph. D. (BPPT), Dr. Dirhamsyah (Universitas Syiah Kuala)
dan Yosi Hirosiadi (Pertamina Hulu). Acara seminar ini
dimoderatori oleh Dr. M. Syukri (Universitas Syiah Kuala) dan
b.
dihadiri oleh sekitar 80 peserta.
Ketua HAGI Komwil Aceh yang telah terpilih secara aklamasi
adalah Bapak Didik Sugiyanto, MT dari Universitas Syiah
c.
Kuala. Surat pengukuhan Komwil Aceh telah ditandantangani
sebelumnya oleh President HAGI.
Lokasi pertama, Desa Lengkongjaya Kecamatan Cigalontang Kabupaten Tasikmalaya. Dana sejumlah Rp
5.000.000,- disalurkan pada tanggal 21 September 2009
dan diterima langsung oleh Kepala Desa Cigalontang.
Lokasi kedua, Desa Sumberjaya Kecamatan Cihaurbeuti
Kabupaten Ciamis. Dana sejumlah Rp 5.000.000,disalurkan pada tanggal 22 September 2009 dan diterima oleh
Lurah Sumberjaya.
Lokasi ketiga, Kecamatan Pangalengan Kabupaten Ban
dung. Dana sejumlah Rp 1.000.000,- disalurkan pada tanggal 29 September 2009 melalui para relawan dengan koordinasi LSM Kemanusiaan.
Foto bersama para pengurus HAGI Komwil Aceh dengan pengurus HAGI Pusat, pembicara
dan moderator seminar.
Penyerahan Bantuan HAGI kepada Kepala Desa Kecamatan Cigalontang
Kabupaten Tasikmalaya
HAGI menyampaikan selamat bekerja dan berkarya kepada
Pengurus HAGI Komwil Aceh dan menyampaikan
dukungannya untuk penyelenggaraan program-program Pengumpulan dana untuk korban gempa Sumatera Barat 30
pengurus untuk 2 tahun ke depan. (MS)
September 2009 melalui milis HAGI dan Luncheon Talk HAGI
-IAGI sampai pada tanggal 3 November 2009 telah berhasil
menggalang dana sejumlah Rp 2.833.024,- kemudian ditambahkan HAGI sehingga menjadi Rp 12.833.024,-. Penyaluran
bantuan ini akan dilakukan setelah penyelenggaraan acara PIT
34 HAGI di Jogjakarta pada 9-12 November 2009 dengan harapan jumlah sumbangan yang terkumpul dari anggota HAGI
akan bertambah pada acara tersebut.
Andi M. Adiwiarta.
HAGI I Resonansi I 2009 I Edisi– 3
9
Reguler Course HAGI 2009
ada Minggu ke-3 bulan Juli 2009 Himpunan Ahli
Geofisika Indonesia (HAGI) menggelar kursus
Reguler yang bertempat di Melia Purosani Hotel,
Yogyakarta. Kali ini 2 (dua) kursus diselenggarakan secara
bersamaan, yaitu :
P
Sedangkan “Carbonate Reservoir and Seismology for
Exploration and Development” yang berlangsung 5 (lima) hari
terdiri dari 4 (empat) hari dikelas dan 1 (satu) hari field trip.
Materi kursus mencakup aspek geologi dan aspek geofisika
karbonat :
1. How To Get A Better Seismic Data for Shallow and
Deep Targets
Instructor: I.S.Aji Ronoatmojo (ELNUSA) & A.D.Guntara
(PERTAMINA)
Day 1 :
Day 2 :
2.Carbonate Reservoir and Seismology for Exploration
and Development
Instructor: N. Alit Ascaria, Ph.D (Premier Oil) & Wahyu
Tryoso, Ph.D (ITB )
Kursus dibuka oleh Ketua Komwil HAGI Yogya, Dr. Wiwit
Suryanto. Peserta kursus berasal dari BPMIGAS, dan
beberapa perusahaan minyak nasional maupun internasional
yaitu PT. Bumi Resources, ConocoPhillips, JOB PPS,
Petrochina, PT Pertamina EP, PT Pertamina EP Reg. KTI,
dan JOB PPEJ, serta perusahaan oil services yaitu dari PT.
Saripari Geosains dan PT Fairfield Indonesia.
Day 3 :
Day 4 :
Day 5 :
Introduction for carbonate sedimentology and
reservoir: Carbonate Components, Carbonate Pore
Classification
Classification of Carbonate Rocks According to
Depositional Texture, Environmental Controls, Depositional Environments, Facies and Depositional
Systems of Carbonates
Sedimentary Facies Patterns, Depositional Models
and Nomenclature, Carbonate Stratigraphy of Platform
Field Trip to Carbonate Complex Parangtritis: Evolution from Sediment to Rock: Carbonate, Sedimentation Diagenetic-Reservoir
Carbonate Seismology Data Processing Aspects
Interpretation Aspects: resolution and reservoir
imaging, Petrophysical Properties Advance Interpretation Tools Reservoir Characterization: Inversion and AVO (Amplitude Versus Offset).
Kursus “How To Get A Better Seismic Data for Shallow and
Deep Targets” yang dilaksanakan dalam 4 (empat) hari berturut-turut dengan materi kursus terdiri dari :
Day 1 :
Geophysical Introduction, Sampling and Quantization, Vibroseis, Air Gun Uncertainty in the
Non Linear Accelerated Sensor, Geophone Coupling Case, Point Receiver (Un Array), Vibroseis
QC and Cases
Day 2 :
Geophysical Sampling Theory, Basic Modeling,
Parameter Estimation, Land Simulation, TZ Simulation, Marine Simulation
Day 3 :
Land Simulation Workshop, Marine Simulation
Workshop, Plan & Budgeting, Operational Handling, Data QC
Day 4 :
Workshop, Case Study
Bersama peserta dan instruktur (Wahyu Triyoso, Ph.D) pada Carbonate Reservoir and
Seismology for Exploration and Development.
Peserta dan instruktur kursus “How To Get A Better Seismic Data for Shallow and Deep
Targets” foto bersama Ketua Komwil HAGI Yogya, Dr. Wiwit Suryanto sebelum
kursus dimulai.
Peserta dan instruktur (N. Alit Askaria, Ph.D) dalam suasana makan malam seusai field
trip seharian di Parangtritis Complex.
HAGI I Resonansi I 2009 I Edisi– 3
10
Reguler Course HAGI 2009
>> Special Event -National Geophysics Paper Contest
Pada tanggal 27-31 Juli 2009, Himpunan Ahli Geofisika
Indonesia (HAGI) kembali mengadakan kursus reguler dengan mengusung tema ‘Preserved Amplitude Seismic Data
Processing and Modeling for Exploration and Development’ bertempat di Hotel Sheraton Bandung. Peserta kursus
berasal PT. Pertamina (Hulu), BPMIGAS, Expan Petrogas,
JOB Pertamina – Petrochina East Java, BOB Bumi Siak
Pusako – Pertamina Hulu, Conoco Phillips dan Pertamina
EP. Kursus tersebut dibuka oleh Vice Secretary General
HAGI yaitu Roy Baroes, kemudian dilanjutkan dengan sesi
kursus dengan 2 (dua) intruktur secara bergantian yaitu Wahyu Tryso, PhD dan Sonny Winardhie, Ph.D dari ITB. Kursus ini dilaksanakan selama 4 hari berturut-turut dengan
cakupan materi yang disampaikan, yaitu :
N
•
•
Para Finalis National Geophysics Paper Cobntest 2009 adalah :
•
•
Reviews on the basic seismic processing steps.
Preserved amplitude processing procedures including
preserved amplitude pre-stack time (PSTM) and prestack depth migration (PSDM) processing.
How to make the best use of the preserved amplitude
data to deliver optimal subsurface model for field exploration utilizing conventional and recent technologies
in direct hydrocarbon indicator (DHI), Spectral Decomposition, Wave-shape Classification and Relative
Impedance Inversion.
How to integrate the available information (wells and
seismic) to deliver integrated subsurface model for field
development using Amplitude versus Offset (AVO)
Modeling, Seismic Inversion including Simultaneous
Angle Dependant Inversion and Geo-statistical approaches.
ational Geophysics Paper Contest (NGPC) merupakan
kontes paper pertama yang dibuat oleh HMGI. Acara
puncak berlangsung pada tanggal 3 September 2009 di
Bandung. Pada tahap pertama, panitia NGPC memanggil peserta
dari seluruh Indonesia untuk mengirimkan abstrak untuk paper
dengan tema, “Geophysics: A Contribution For Indonesia”.
Total ada 40 abstrak yang diterima panitia dari seluruh Indonesia.
Seluruh abstrak itu diseleksi menjadi 8 finalis untuk maju ke tahap
berikutnya dengan mengirimkan Full Paper dan diundang oleh
panitia untuk melakukkan presentasi terhadap paper yang diterima.
Reviewer dan penjurian abstrak dipercayakan kepada ahli-ahli
kebumian dari Institut Teknologi Bandung yaitu : Dr. Agus
Laesanpura, Dr. Susanti Alawiyah, Sabri. ST.
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
Final NGPC diadakan di ruangan auditorium CC Timur Institut
Teknologi Bandung, pada pukul 07.30 WIB. Diawali dengan
pembukaan dari ketua pelaksana : Almira Alodia B, kemudian oleh
Ketua HMGI : Abdul Rachim Winata, lalu oleh Ketua HAGI :
Bpk. Elan Biantoro dan penjurian terhadap para finalis dilakukan
oleh :
1.
2.
3.
4.
Suasana kursus yang berlangsung dengan sistem interactive learning
Cholisina Anik, Kartika Andryana (Unibraw).
Andika Perbawa, Indah Hermansyah Putri, (ITB).
David Sahara, Adrianto Widi Kusumo, (ITB)
Samson Handiwan Sinaga, Pasca T. S. Siburian, Einstein
Situmorang, (Unpad).
Rian Amukti, Suharno, (Unila).
Herlan Darmawan, Ilham Nurdien, Abdul Jabar (UGM)
Mawar Indah Nursina, Fajar Rubyanto, Wahid Seetiadi
(UGM).
Annas Budi Astuti, Diego Syafaat R (UGM)
Dr. Hendra Grandis dari ITB
Dr. Wahyu Srigutomo dari ITB
Dr. Abdul Haris dari UI
Dr. Eko Widianto VP Pertamina EPTC
Acara presentasi ini selesai pada pukul 16.00. Dan dewan juri
mengumumkan 3 finalis terbaik yaitu :
•
Juara 1, memperoleh hadiah sebesar Rp. 5.000.000,- ialah :
Andika Perbawa & Indah Hermansyah Putri dari ITB
•
Juara 2, memperoleh hadiah sebesar Rp. 3.000.000,- ialah :
Cholisina Anik & Kartika Andryana dari Unibraw
•
Juara 3, memperoleh hadiah sebesar Rp. 2000.000,- ialah :
David Sahara & Adrianto Widi Kusumo dari ITB
Sebagai acara penutup, seluruh peserta dan panitia diundang untuk
menghadiri acara malam, saling diskusi dan tukar pikiran terhadap
pelaksanaan seluruh kegiatan NGPC 2009 sebagai evaluasi dan
masukan bagi pelaksanaan agenda serupa di tahun-tahun
mendatang.
Panitia NGPC 2009.
Peserta kursus “ Preserved Amplitude Seismic Data Processing and Modeling for
Exploration and Development”.
HAGI I Resonansi I 2009 I Edisi– 3
11
Special Event HAGI
Luncheon Talk HAGI – IAGI
Gempa Indonesia 2009: Setelah Tasikmalaya, Padang dan Jambi
G
empa bumi yang beberapa waktu lalu terjadi dibeberapa
daerah di negeri kita cukup membawa duka yang cukup
dalam bagi kita semua. Tindakan pencegahan terhadap bencana gempa bumi itu sendiri hampir mustahil dilakukan, yang
bisa kita lakukan adalah melakukan upaya mitigasi terhadap
bencana gempa, yaitu meminimalisir kerusakan-kerusakan
yang diakibatkan gempa tersebut.
Agar dapat meminimalisir dampak negatif dari gempa, kita
harus memahami perilaku dari gempa tersebut. Dalam upaya
untuk memahami fenomena kegempaan di Indonesia, HAGI
bersama IAGI menyelenggarakan Luncheon Talk. Tema
utama yang dibicarakan pada bincang-bincang tersebut adalah
Potensi "Gempa Indonesia: Setelah Tasikmalaya, Padang, dan
Jambi 2009". Acara yang berlangsung pada 8 Oktober 2009
bertempat di Hotel Bumi Karsa Bidakara, Jakarta Selatan.
Kemudian dengan memahami perilaku seismotektonik tersebut dan mengkombinasikannya dengan data GPS serta shallow crustal earthquake data, pemetaan terhadap estimasi displacement dapat dilakukan sepanjang permukaan yang diteliti.
Beliau memaparkan hal ini dalam rangkain riset beliau sepanjang tahun 2006 kemarin.
Pak Fauzi, Ph.D., dari BMKG, dalam presentasi di sesi ketiga
acara siang itu memaparkan analisa terhadap beberapa gempa
yang terjadi belakangan ini antara lain gempa Jawa Barat
yang terjadi pada tangal 2 September 2009, Sumatra Barat
yang terjadi tanggal 30 September 2009, serta gempa Jambi,
pada tanggal 1 Oktober 2009 yang lalu. Analisa ini meliputi
analisa mekanika fokus berdasarkan data seismogram yang
diterima oleh BMKG. Di akhir presentasi beliau, beliau
Hadir sebagai pemakalah pada siang itu antara lain, Wahyu
Triyoso, Ph.D. (HAGI-ITB), Dr. Yusuf Surachman Djajadihardja (HAGI-BPPT), dan Fauzi, Ph.D (BMKG). Diskusi
Dengan moderator Dr. Hery Harjono (HAGI-LIPI).
Peserta Luncheon Talk sedang menyimak paparan materi yang disampaikan oleh
narasumber.
Para Pembicara dan Moderator
merincikan fakta-fakta yang sekitar gempa yang terjadi belakangan ini, antara lain bahwa, Gempa di Jawa Barat adalah
gempa interplate, berada pada lempeng kontinen. Berbeda
dengan gempa Sumatra Barat yang merupakan gempa yang
terjadi di lempeng lautan. Sementara itu, gempa Jambi yang
terjadi di Sesar Sumatra pada segmen Seblat/Kerinci.
Tampil sebagai pembicara pertama, Pak Iyung, begitu Dr.
Yusuf Surachman biasa dipanggil, memaparkan presentasi
mengenai Geometri Subduksi Lempeng Indo-Australia di
Perairan Barat Sumatra. Beliau juga menampilkan penampang
data seismik duntuk beberapa lintasan yang memotong subduksi Sumatra tersebut. Data seismik ini dihasilkan dari suvey
oleh Kapal Barujana Jaya VIII.
Pada sesi kedua, Wahyu Triyoso Ph.D, dari ITB, memaparkan
presentasinya mengenai mekanika sesar dan hubungannya
dengan potensi kegempaan. Presentasi beliau adalah sari-sari
dari hasil riset unggulan terpadu yang dilakukan beliau pada
tahun 2003-2007. Dari beberapa kejadian gempa besar yang
terjadi di Indonesia, menurut beliau, magnitude dari gempa
akan berkorelasi dengan konstanta elastik dan dimensi dari
sesar. Tempat kejadian gempa akan terjadi di sekitar bidang
sesar dan bergantung pada slip-rate-nya. Selain itu, gempa
memiliki tendensi perulangan, dan akan terjadi lagi setelah
beberapa saat.
HAGI I Resonansi I 2009 I Edisi– 3
Sambutan oleh President HAGI Bpk. Elan Biantoro
Beberapa diskusi dan pertanyaan juga sempat disampaikan
oleh hadirin yang ada di ruangan tersebut antara lain dari pemerintah DKI Jakarta mengenai perlunya informasi yang
akurat kepada pemerintah daerah dari para ahli kebumian tentang potensi bencana sehingga bisa diantisipasi oleh Pemda
melalui kebijakan perencanaan pembangunan yang terpadu.
Sosialisasi dan penerangan kepada para siswa serta masyarakat dirasa sangat perlu melalui media yang komunikatif
seperti poster dan karikatur – karikatur yang menjelaskan
mengenai antisipasi menghadapi bencana. (FM)
12
>> PEMILU HAGI 2009—PROFIL KANDIDAT PRESIDEN HAGI PERIODE 2010-2012
Satria Bijaksana
Yosi Hirosiadi
Visi
HAGI sebagai organisasi profesi sekaligus
organisasi keilmuan di bidang geofisika yang
bermartabat di tingkat nasional, regional, dan
internasional
Visi
Menjadikan HAGI sebagai Organisasi Profesi Ilmu
Kebumian yang kompeten, terpercaya dan mandiri
Misi
Misi
1. Menyempurnakan sistem organisasi yang mampu 1.
mendukung pengembangan HAGI sebagaiorganisasi profesi
dan organisasi keilmuan yang mengacu pada standar dan
kaidah internasional.
2. Meningkatkan kepakaran dan reputasi anggota melalui
pelatihan, kolaborasi riset, penerbitan
karya bermutu dan 2.
hubungan kerjasama dengan oranisasi sejenis di tingkat
internasional.
3. Meningkatkan peran dan reputasi HAGI di dalam
masyarakat melalui
•
Kesetaraan (engagement) dalam memecahkan masalahmasalah yang dihadapi oleh masyarakat Indonesia, 3.
khususnya yang terkait dengan bidang kebumian,
•
Pengenalan bidang keilmuan pada masyarakat, khususnya
generasi muda,
•
Penanganan isu kesetaraan dalam komunitas geofisika,
baik itu yang terkait dengan gender (jenis kelamin),
geografis kewilayahan, etnisitas, lapangan pekerjaan, dan 4.
penghargaan.
Personal & Contact Details
•
•
•
•
•
•
•
Full Name and Title: Satria Bijaksana, Ph.D.
Date of Birth: March 24, 1965
Nationality: Indonesian
Country of Residence: Indonesian
Institution: Faculty of Mathematics and Natural Science
Bandung Institute of Technology, Bandung 40132 Indonesia.
(tel :+62-22-2500834) (Fax: +62-22-2506452 )
Email : [email protected]
Mobile Phone : +62-816-617228
HAGI I Resonansi I 2009 I Edisi– 3
Membuat keanggotaan HAGI menjadi lebih bermanfaat
kepada seluruh Anggota HAGI, serta mengupayakan
pengembangan dan pemanfaatan ilmu geofisika secara
menyeluruh baik untuk kepentingan umum, pendidikan/
akademik, maupun industri.
Meningkatkan peran HAGI dalam kehidupan bermasyarakat
dan menjadikan HAGI sebagai organisasi profesi yang
menjadi sumber informasi dan tenaga ahli dalam upaya untuk
penanggulangan/mitigasi dan informasi bencana alam,
pengembangan sumber daya alam, industri dan riset ilmu
kebumian.
Meningkatkan peran dan reputasi HAGI di dalam masyarakat
melalui :
•
Menjembatani
antara, riset/litbang dan pendidikan
dengan industri.
•
Aktif meningkatkan pendidikan ilmu kebumian untuk
mencetak kader HAGI yang lebih kompeten.
Membawa HAGI lebih berperan di area Regional dan
Internasional.
Personal & Contact Details
•
•
•
•
Full Name: Yosi Hirosiadi
Contact details: JOB Pertamina – Petrochina East Java Patra
Office Tower 5th floor, Jl. Gatot Subroto Kav 32 – 34 Jakarta 12950 Ph : 62-21-5201680 ext. 205
E-mail : [email protected]
Mobile : +62-812-8171824
13
Kalender Kursus Himpunan Ahli Geofisika—2009
Title
Start
End
Instructors
Venue
Fee
4D Microgravity Technology for Reservoir
Monitoring
Nov 18, 2009
Nov 20, 2009
Dr Eko Widianto
Dr. Gunawam A.K
Bandung
Seismic Acquisition for Non-Geophysicist
Nov 16, 2009
Nov 20, 2009
Elan Biantoro
I. S. Ajironoatmojo
Bandung
USD 1850
Bengkulu Field Trip: Forearc Basin, HC
Potential, Tsunami Observation
Nov 30, 2009
Des 4, 2009
Elan Biantoro
Bengkulu
USD 2500
Petroleum Geology of Indonesia:
Current Knowledge
Des 7, 2009
Des 11, 2009
Awang H. Satyana
Bali
USD 2250
Reservoir Characterization Using Seismic
Inversion
Des 7, 2009
Des 9, 2009
Dr. Leonard Lisapaly
Yogyakarta
USD 1750
USD 1600
Kalender Kursus Himpunan Ahli Geofisika—2010
Title
Start
End
Instructors
Venue
Fee
Petroleum Geochemistry: Essential Concepts & Methods for Exploration & Production
Feb 8, 2010
Feb 12, 2010
Awang H. Satyana
Bali
USD 2250
How To Get A Better Seismic Data for Shallow and Deep Targets
Apr 19, 2010
Apr 23, 2010
I. S. Aji Ronoatmojo
A. D. Guntara
Bali
USD 2000
Carbonate Reservoir and Seismology for
Exploration and Development
Apr 19, 2010
Apr 23, 2010
N. Alit Ascaria, Ph.D
Adriansyah, Ph.D
Bali
USD 2000
Non-Seismic Exploration Technology : Principle and Practise of Electromagnetic
Methods
Jun 21, 2010
Jun 4, 2010
Hendra Grandis, Ph.D
Dr. Djedi S. Widarto
Bandung
USD 2000
Preserved Amplitude Seismic Data
Processing and Modelling for Exploration and Development
Jun 19, 2010
Jun 23, 2010
Wahyu Tryoso, Ph.D
Sony Winardhie, Ph.D
Bandung
USD 3000
Seismic Modeling: Seismic Inversion
and AVO for Exploration
and Development
Jun 19, 2010
Jun 23, 2009
Adriansyah, Ph.D
Dr. Leonard Lisapaly
Lombok
USD 2000
Petroleum Geology of Indonesia: Current
Knowledge
Jun 19, 2010
Jun 23, 2010
Awang H. Satyana
Lombok
USD 2000
Practice Geodetic and Remote Sensing Technology in Exploration Activities
Aug 16, 2010
Aug 20, 2009
Ketut Wikantika, Ph.D
Dr. Irwan Meilano
Bandung
USD 2000
Data & Knowledge Management: From
Assessment, Implementation and Auditing
Aug 16, 2010
Aug 20, 2010
Prajuto
Bandung
IDR
10000000
Field Trip Satonda, NTB
Sep 20, 2010
Sep 23, 2010
Awang H. Satyana
Heryadi Rachmad
Pulau Satonda, NTB
USD 2750
4D Microgravity Technology for Reservoir
Monitoring
Oct 18, 2010
Oct 22, 2010
Dr. Eko Widianto
Dr. Wawan G.A. Kadir
Bandung
USD 1600
Seismic Acquisition for Non-Geophysicist
(3 days class, 2 days field trip)
Oct 18, 2010
Oct 22, 2010
Elan Biantoro
I. S. Aji Ronoatmojo
Bandung
USD 1850
Bengkulu Field Trip: Forearc Basin,
HC Potential, Tsunami Observation
Nov 15, 2010
Nov 18, 2010
Dr. Eko Widianto
Dr. Wawan G.A. Kadir
Bengkulu
USD 2500
PLEASE REGISTER AS SOON AS POSSIBLE TO:
HAGI SECRETARIAT
Patra Office Tower lt.20 Suite 2045; Jl. Jend. Gatot Subroto, Kav. 32– 34
Phone: +62.21.5250040 Fax: +62.21.5250040 E-mail address: [email protected]
Download