kebijakan pengawasan inspektorat provinsi dki

advertisement
1.
Undang Undang Republik
Pemerintahan Daerah
Indonesia
Nomor
23
Tahun
2014
tentang
2.
Undang Undang Republik Indonesia Nomor 30 Tahun 2014 tentang Administrasi
Pemerintahan
3.
Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 79 Tahun 2005 tentang
Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Penyelanggara Pemerintahan
Daerah
4.
Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem
Pengendalian Intern Pemerintah.
5.
Peraturan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor 196 Tahun 2014 tentang
Organisasi dan Tata Kerja Inspektorat.
6.
Peraturan Gubernur Nomor 142 Tahun 2013 tentang Sistem dan Prosedur
Pengelolaan Keuangan Daerah.
Pemerintah Daerah
Kepala Daerah sebagai Unsur Penyelenggaran
Pemerintah Daerah yang memimpin
pelaksanaan urusan pemerintahan yang
menjadi kewenangan daerah otonom
Pembinaan dan Pengawasan Kepala
Daerah terhadap Perangkat Daerah
 Gubernur sebagai Kepala Daerah Provinsi berkewajiban
melaksanakan pembinaan dan pengawasan terhadap
Perangkat Daerah Provinsi
 Dalam melaksanakan pembinaan dan pengawasan
Gubernur dibantu oleh Inspektorat Provinsi

Pembinaan atas Penyelenggara Pemerintah Daerah adalah upaya yang
dilakukan oleh Pemerintah dan/atau Gubernur selaku Wakil Pemerintah di
Daerah untuk mewujudkan tercapainya tujuan penyelenggaraan otonomi
Daerah.

Pengawasan atas Penyelenggaraan Pemerintah Daerah adalah proses kegiatan
yang ditujukan untuk menjamin agar pemerintahan daerah berjalan secara
efisien dan efektif sesuai dengan rencana dan ketentuan peraturan perundangundangan.

Aparat Pengawasan terhadap Urusan Pemerintahan di Daerah dilaksanakan
oleh Aparat Pengawas Intern Pemerintah sesuai dengan fungsi dan
kewenangannya.

Inspektorat merupakan
pemerintahan daerah.

Inspektorat mempunyai tugas pengawasan pengolahan sumberdaya daerah,
penyelenggaraan urusan pemerintahan daerah, pengelolaan BUMD,
pencegahan dan investigasi.
unsur
pengawasan
internal
penyelenggaraan
Tujuan Pengawasan
Menjamin
Penyelenggaraan
urusan oleh SKPD/UKPD
dan Aparatur sesuai
RPJMD, RKPD dan
Perundang - Undangan
Pengelolan sumber daya
oleh SKPD/UKPD dan
Aparatur yang patut,
layak, efektif, efisien,
transparan, akuntabilitas
dan Perundang Undangan
Target Pengawasan Mewujudkan
Asas – Asas Umum Pemerintahan
yang baik
• Kepastian hukum
• Kemanfaatan
• Ketidakberpihakan
• Kecermatan
• Tidak menyalahgunakan
kewenangan
• Keterbukaan
• Kepentingan Umum
• Pelayanan yang baik
Asas Penyelenggaraan
Pemerintahan Negara
• Kepastian hukum
• Tertib penyelenggara negara
• Kepentingan Umum
• Keterbukaan
• Proporsionalitas
• Profesionalitas
• Akuntabilitas
• Efisiensi
• Efektivitas
• Keadilan
 Norma Susila
 Kode Etik
 Norma Sosial
 Kode Perilaku
 Norma Agama
 Norma Hukum
 Kecerdasan :
- Intelektual
- Emosional
- Spiritual
Sama penting dengan
Perencanaan dan
Pelaksanaan
Alat Uji Keandalan,
Kesesuaian dan
Keakuratan
HAKEKAT
PENGAWASAN
Apresiasi dan
Koreksi
Jaminan
Mutu
KEGIATAN






Audit
Reviu
Evaluasi
Pemantauan
Pembinaan
Pengendalian
SIFAT
 Pencegahan
 Kinerja
 Pemeriksaan dengan
tujuan tertentu
 Pemeriksaan Tertentu
 Pembinaan
 Deteksi Dini
Sistem Pengendalian Intern
Proses yang integral pada tindakan dan kegiatan
yang dilakukan secara terus-menurus oleh Pimpinan
dan seluruh pegawai yang memberikan keyakinan
memadai atas tercapainya tujuan organisasi melalui
kegiatan efektif dan efisien, keandalan pelaporan
keuangan, pengamanan aset negera dan ketaatan
terhadap peraturan perundang-undangan.
Sistem Pengendalian Intern Pemerintah berfungsi
untuk memberikan arahan yang jelas atas
tercapainya tujuan organisasi dengan membangun
5 unsur yang ada dalam SPIP tersebut yaitu :
1. Lingkungan Pengendalian;
2. Penilaian Resiko;
3. Kegiatan Pengendalian;
4. Informasi dan Komunikasi;
5. Pemantauan.
Tujuan yang dicapai dengan
dibangunnya SPIP, yaitu :
1. Kegiatan yang efektif dan efisien;
2. Laporan keuangan yang dapat diandalkan;
3. Pengamanan Aset-aset yang diperoleh;
4. Ketaatan terhadap peraturan perudang-undangan;
Siklus Pengelolaan Keuangan Daerah
Perencanaan &
Penganggaran
Pelaksanaan
Rancangan
DPA-SKPD
RPJMD
RKPD
KUA
Penatausahaan
PPAS
Verifikasi
• Bendahara penerimaan wajib
menyetor penerimaannya ke
rekening kas umum daerah
selambat-lambatnya 1 hari kerja
• Penerbitan SPM-UP, SPM-GU,
SPM-TU dan SPM-LS oleh Kepala
SKPD
• Penerbitan SP2D oleh PPKD
Pendapatan
Pembiayaan
Evaluasi Raperda
APBD oleh Gubernur/
Mendagri
APBD
Kekayaan dan
Kewajiban daerah
Perubahan APBD
•
•
•
•
LRA
Neraca
Lap. Arus Kas
CaLK
Laporan Keuangan
diperiksa oleh BPK
• Dilakukan oleh PPKD
RAPBD
Laporan Realisasi
Semester Pertama
Laporan Keuangan
Pemerintah Daerah
Penatausahaan
Pembiayaan
Belanja
RKA-SKPD
Disusun Sesuai SAP
Penatausahaan
Belanja
Nota
Kesepakatan
Pedoman
Penyusunan
RKA-SKPD
Pemeriksaan
Penatausahaan
Pendapatan
DPA-SKPD
Pelaksanaan APBD
Pertgjwban
•
•
•
•
•
•
Kas Umum
Piutang
Investasi
Barang
Dana Cadangan
Utang
Raperda Pertanggungjawaban APBD
Akuntansi
Keuangan Daerah
14
1.
2.
Kepala SKPD/UKPD menyelenggarakan pengawasan
melekat atas pelaksanaan penggunaan anggaran
dalam lingkungannya;
Kepala SKPD/UKPD mengadakan pemeriksaan kas
atas pengurusan kas penerimaan dan kas belanja
secara periodik sekurang-kurangnya 1 (satu) kali
dalam 3 (tiga) bulan dengan membuat berita acara
pemeriksaan kas dengan tembusan BPKD dan
Inspektorat, untuk tingkat Kota Administrasi/Kabupaten
Administrasi
disampaikan
kepada
BPKD
dan
Itbanko/Itbankab yang bersangkutan;
3. Kepala
SKPD/UKPD
mengadakan
pemeriksaan
atas
pengurusan barang secara periodik sekurang-kurangnya 1
(satu) kali dalam 3 (tiga) bulan dengan membuat berita acara
pemeriksaan barang, dengan tembusan BPKD dan
Inspektorat, untuk tingkat Kota Administrasi/Kabupaten
Administrasi disampaikan kepada BPKD dan Itbanko/Itbankab
yang bersangkutan;
4. Kepala
SKPD/UKPD melakukan pengawasan melekat
terhadap pelaksana kegiatan yang menjadi tanggung
jawabnya dengan berpedoman pada DPA-SKPD/DPA-UKPD;
dan
5. Inspektorat/Itbanko/Itbankab mengadakan pengawasan atas
pelaksanaan program Pendapatan dan Belanja yang
dilakukan oleh SKPD/UKPD.
Download