kelompok 3 presentasi gogo rancah

advertisement
Kelompok 3 :
Tanti yosefa C 011 07 092
Harun C 511 09 153
Mochammad Mulia Haryanto C 511 09197
Ursula guntur c 511 09 159
Misnawati c 511 09 92
Febriana D.( Tidak hadir)
Alita C 011 08119
Latar belakang
 Padi (bahasa latin: Oryza sativa L.) merupakan salah satu tanaman budidaya terpenting
dalam peradaban. Meskipun terutama mengacu pada jenis tanaman budidaya, padi juga
digunakan untuk mengacu pada beberapa jenis dari marga (genus) yang sama, yang
biasa disebut sebagai padi liar. Padi diduga berasal dari India atau Indocina dan masuk
ke Indonesia dibawa oleh nenek moyang yang migrasi dari daratan Asia sekitar 1500
SM. [1]
 Produksi padi dunia menempati urutan ketiga dari semua serealia, setelah jagung dan
gandum. Namun demikian, padi merupakan sumber karbohidrat utama bagi mayoritas
penduduk dunia.
 Hasil dari pengolahan padi dinamakan beras
Padi Gogorancah
 Awal Gogo yaitu tidak digenagi
 Pertengahan dan akhir yaitu digenangi
 Jadi gogorancah ...........
 Sistem bertanam padi gogorancah salah adalahUpaya
yang dilakukan untuk mengatasi ancaman kekeringan
pada lahan sawah tadah hujan. Sistem ini berarti
bercocok tanam padi di sawah pada musim hujan,
dengan menerapkan gabungan antara sistem gogo dan
padi sawah. Sistem ini juga cocok untuk lahan
beririgasi yang mendapat pengairan terlambat.
Penyiapan lahan
1. Tanpa olah tanah :
Tanpa olah tanah adalah suatu sistem olah tanah untuk budidaya pertanian
dimana
solum tanah dibiarkan seperti semula tanpa disentuh alat olah tanah. Dalam
sisten ini
tanah dibiarkan tidak terganggu kecuali untuk sekedar membuat alur kecil atau
lobang
tegalan untuk menempatkan benih.
2. Pengolahan tanah sempurna:
Waktu mengolah tanah sebaiknya dilakukan sebelum hujan turun atau segera
turun
satu sampai dua kali tanah segera dihaluskan dan kemudian diratakansetelah
tanaman
padi gadu atau palawija.
Tanah diolah dengan menggunakan bajak dan cangkul, dengan kedalaman 15-20
cm.
Setelah hujan
Di buat saluran pembuangan air setiap jarak 5 m atau menurut kebutuhan
memanjang
sesuai dengan petakan sawah.
Penanaman
1. Waktu tanam
Waktu penugalan benih yaitu pada awal musim hujan, kira- kira setelah
turun
hujan 2-3 kali, atau apabila kelembaban tanah telah memungkinkan
Apabila sebelumnya masih ada tanaman palawija, penugalan benih dapat
dilakukan yaitu 1-1.5 bulan menjelang palawija di panen.
2. Cara tanam
Dapat dilakukan secara tugal ataupun larikan
Agar penugalan / larikan lurus gunakanlah bantuan tali
3.Jarak tanam :
 Cara tugal 20 x 20 cm atau 25 x 25 cm - cara larik, jarak antar barisan
20-30 cm
 Setelah benih dimasukkan lobang egera ditutup dengan tanah yang
gembur.
Penyiangan
 Penyiangan dilakukan seawal mungkin sesuaikan
dengan keadaan gulma
 Penyiangan secara kering dapat dilakukan pada umur
15 dan 30 hst.
 Penyiangan secara basah dilakukan pada minggu
pertama dan minggu ketiga setelah penggenangan.
 Pengendalian gulma dapat dilakukan dengan
menggunakan herbisida yang sesuai rekomendasi
setempat
Pemupukan
 Pemupukan pertama 50 kg urea, 50 kg ZA, 50 kg SP-36 dan 50 kg KCI




diberikan pada saat tanaman berumur 7 hari setelah tumbuh.
Sisa dosis (50 kg urea) diberikan pada saat primordia bunga, yaitu
umur 40-45 hari untuk umur genjah dan umur 55-65 hari untuk umr
sedang
Cara pemupukan yaitu disebarkan kedalam alur atau larikan yang
dibuat diantara barisan tanaman padi
Setelah pupuk ditabur kedalam larikan, segera ditutup dengan tanah
dan diusahakan pemupukan pada keadaan tanah cukup lembab.
Jika air telah cukup untuk menggenangi pertanaman, pemupukan
dapat dilakukan dengan cara ditebar merata.
Penggenangan atau perancahan
Pada tahap permulaan selam 35-45 hari tanaman
padi dipelihara dengan sistem gogo.
Apabila curah hujan diperkirakan telah mencukupi
untuk penggenangan sawah secara terus- menerus,
pertanaman digenangi setinggi 5-10 cm atau
disesuaikan dengan tinggi tanaman dan padi
dipelihara dengan sistem padi sawah.
Pengendalian organisme
pengganggu
Tanda- tanda serangan organisme pengganggu
sama dengan tanda- tanda serangan pada padi
sawah. Demikian pula cara- cara
pengendaliannya mengikuti anjuran setempat
Panen

• Dilakukan sebaiknya pada fase masak panen dengan
ciri kenampakan 90% gabah sudah menguning.
• Panen pada fase masak lewat panen, yaitu saat jerami
mulai mengering, pangkal malai mulai patah, dapat
mengakibatkan banyak gabah rontok saat panen.
• Sebaiknya panen dilakukan dengan sabit bergerigi
dan perontokan dengan pedal tresher.
• Perontokan dengan memukul-mukul batang padi
pada papan sebaiknya dihindari, karena menyebabkan
kehilangan hasil yang cukup besar sampai 3,4%.
Kesimpulan

1. Padi gogorancah adalah padi yang ditanam dengan
menerapkan gogo dan sawah.
2. Teknik budidaya padi gogo rancah yaitu: penyiapan
lahan/pengolahan tanah, penanaman, pemupukan,
penyiangan, penggenangan/perancahan,
pengendalian organisme pengganggu dan pemanenan.
GOGORANCAH
TERIMA KASIH
SEE YOU NEXT TIME
Download