TUTOR GUIDE BASIC MEDICAL SCIENCE 1 (BMS1

advertisement
TUTOR GUIDE
BASIC MEDICAL SCIENCE 1 (BMS1)
KASUS 1
TIM BLOK BMS 1
Dr.drg.Sri Tjahajawati,MKes., Dr.drg.Marry S.Mariam,MS , Dr. Winny
Yohana,drg.,SPKGA, Drg.Nani Murniati,MKes., drg.Moch.Rodian,MKes., drg.Tadeus
Arufan Yasrin,MM., drg.Rosiliwati Wihardja MDSc., drg.Ervin Rizali.,MKes.,
drg.Kartika Indah Sari,MKes.,
Fakultas Kedokteran Gigi
Universitas Padjadjaran
Bandung- 2016
Kasus BMS 1
Kasus 1:
Rani seorang remaja berumur 18 tahun datang bersama ibunya ke RSGMP FKG Unpad. Tadi
pagi pasien jatuh dari sepeda motornya. Keluhan yang diutarakan adalah satu gigi rahang
bawah sebelah kiri lepas serta gusi dan bibir berdarah akibat terbentur pada permukaan jalan.
Dokter gigi yang bertugas ingin memeriksa rongga mulut pasien, tetapi pasien
mengeluhsakit. Dokter gigi menemukan adanya luka terbuka di daerah rahang
bawahkiripasien.
Pertanyaan:
1. Masalah apa yang dialami remaja ini?
2. Buat hypotesanya.
3. Buatlah learning issues dari kasus ini
Kasus 1 Tutor Guide
TulangdanOtot
Identitas pasien
Pasien remaja perempuan, bernama Rani, usia 18 th.
Masalah pasien: trauma pada jaringan lunak dan keras pada daerah mandibula.
Pemeriksaan klinis:
Ekstra oral: luka terbuka di daerah rahang bawah kiri
Intra oral :satu gigi rahang bawah kiri lepas, gusi dan bibir berdarah
Hipotesis: Gigi rahang bawah kiri lepas serta luka pada jaringan lunak karena trauma
mekanis
Mekanisme: Pasien terjatuh mengalami trauma mekanis menyebabkan satu gigi rahang
bawah kiri lepas dan luka terbuka pada jaringan lunak.
Trauma
Jaringan Keras
Jaringan Lunak
Gigi Lepas
Luka Terbuka
Learning issues:
Anatomi:
1.
2.
3.
4.
Arahkan mahasiswa pada anatomi tulang cranium
Menyebutkan anatomi rahang bawah
Menyebutkan anatomi otot wajah
Vaskularisasi dan persarafan rahang bawah
Kuliah: menjelaskan cervicalis vertebrae dan fascia daerah leher (drg.Nani Murniati,
MKes)
Histologi:
1. Arahkan mahasiswa dengan pertanyaan yang menjelaskan secara mikroskopis jaringan tulang
dan kartilago meliputi jenis pembentukannya (histogenesis)
2. Arahkan mahasiswa pada struktur mikroskopis dan jenis jaringan otot.
3. Arahkan mahasiswa untuk menjelaskan penyembuhan jaringan lunak dan tulang
secara histologi
Kuliah: menjelaskan sistem kontraksi jaringan otot
Fisiologi:
1. Arahkan organisasi sistem kerangka dan otot dan
2. Menjelaskan mekanisme kerja kerangka otot
3. Menjelaskan fungsi kerangka dan otot
Kuliah: Menjelaskan karakteristik kontraksi otot polos, otot lurik dan otot jantung
Menjelaskan kelainan fungsi sistem kerangka dan otot
Praktikum :
1. Anatomi : cranium, vertebra servikalis, otot-otot leher dan wajah (Tim)
2. Histologi: tulang, kartilago, dan otot (Tim)
3. Fisiologi: Refleks (Tim)
ANATOMI
TULANG DAN OTOT
Rangka manusia terbagi dalam 3 golongan besar yaitu :
1. Cranium
2. Sceletum trunci / Batang badan
3. Sceletum ekstrimitas
Cranium terbagi 2 kelompok
1. Neuro cranium
Yaitu tulang-tulang yang melindungi otak terdiri :
2.
-
Os frontalis
-
Os ethemoidalis
-
Os occipitalis
-
Os sphenoidalis
-
Os temporalis
-
Os parietalis
Splanchno cranium
Yaitu tulang-tulang yang membentuk wajah, terdiri dari :
-
Os maxilla
-
Os mandibula
-
Os Nasalis
-
Os zygomaticus
-
Os lacrimalis
-
Concha nasalis inferior
-
Os vomer
Os palatum merupakan tulang yang tidak termasuk kedalam kedua kelompok karena terletak
antara neuro cranium dan splanchnocranium.
1. Gambar cranium
2. Gambar maxilla dan mandibula
Otot-otot daerah wajah
I.
Kelompok Ortbital
1. M.Orbicularis occuli
o Pars palpebral
o Pars Orbitalis
2. M. Crorrugator supercilli
II.
Kelompok Nasalis
1. M. Nasalis
o Pars transversa
o Pars alar
2. M. Procerus
3. M. Depressor septi
III.
Kelompok Rongga Mulut
1.
M. Depresor angguli oris
2.
M. Depresor labii inferior
3.
M. Mentalis
4.
M.Risorius
5.
M. zygomaticus mayor
6.
M. zygomaticus minor
7.
M. Levator labii superior
8.
M. Lavetor labii superior alaquenasi
9.
M. Lavetor anguli oris
10. M. Orbicularis oris
11. M. Buccinator
IV.
Kelompok Lain
1. M. Auricularis anterior
2. M. Auricularis superior
3. M. Auricularis posterior
4. M. Occipito frontalis
-
Frontal belly
-
Occipital belly
Gambar Otot Wajah
Leher
Merupakan sebuah tabung yang berkesinambungan dari kepala sampai badan pada bagian
dalam leher terdpat vertebra cervicalis otot pembuluh darah, saraf dan kelenjar endokren.
Gambar : Vertabra Cervicalis terdiri dari 7 buah, C1 – C7.
Batas-batas Leher
Cranial :
-
Mentum
-
Margo inferior mandibulea
-
Angulus mandibulea
-
Proc Mastoidus
-
Linea nuchae superior
Caudal :
-
Incisura yugularis sterni
-
Clavicula sinistra dan dextra
-
Articulatio clavico acromialis
-
Garis yang menghubungkan articulation claviculo acromialis dengan proc.
spinosus vert. cervialis VII
Pembagian Regioner Leher
A. Regio anterior colli
Os hyoid membagi otot-otot leher menjadi :
1. Otot-otot suprahyoid yaitu :
- M. Stylohyoid
- M. Digastricus venter anterior
- M. Digastricus venter posterior
- M. Mylohyoid
- M. Geniohyoid
2. Otot-otot infrahyoid
-
M. Omohyoid
-
M. Sternohyoid
-
M. Thyrohyoid
-
M. Sternothyroid
B. Regio anterior colli
Daerah ini tertutup oleh :
-
M. Trapezius
-
M. Splenus capitis
-
M. Splenus cervicis
-
M. Levator scapulae
Lapisan Fasia dileher :

Superfisial fasia, adalah lapisan tipis yang mengelilingi otot platisma. Saraf
cutaneous, pembuluh dan limp node terletak dalam fasia ini.

Deep fasia, terletak dibawah superfisial fasia, yang akan membentuk investing
layer di deep fasia, pretracheal fasia, prevertebral fasia dan carotid sheath.
Histologi
Bone
Bone is one the hardest tissues of the human body, second only to cartilage in its ability to
with stand stress
Functions :
1. Support fleshly structures
2. Protect such vital organs
3. Harbors the bone marrow
4. Reservoir of calcium phosphat and others ions
Composed :
I.
Bone Matrix
II.
Cells :
•
Osteocytes
•
Osteoblasts
•
Osteoclasts
Bone Matriks
1. INORGANIC MATTER
• Calcium Phosphat
• Bicarbonaat
• Citrate
• Magnesium
• Pottasium
• Sodium
2. ORGANIC MATTER
• Collagen Fibers
• Amorphous Ground substance :
a. Chondroitin 4-sulfate
b. Chondroitin 6-sulfate
c. Keratan Sulfate
BONE CELLS
1. OSTEOBLASTS
• Synthesis of bone matrix
a. Type I Collagen
b. Proteoglycans
c. Glycoprotein
• Located at the surfaces of bone tissue, side by side, in away that resembles
simple epithelium
• When actively : Cuboidal to columnar shape
• When actively declines : Flatten
OSTEOCYTES
•
Lie in the lacunae
•
One osteocytes in each lacuna
•
Canaliculi house cytoplasmic process
•
Processes of adjucent cell make contact via gap junction
This figure is section of bone tissue showing an osteocyte with its cytoplasmic processes
surrounded by matrix. Ultrastructure compatible with a low level of synthetic activity is
apparent in both nucleus and cytoplasm.
3. OSTEOCLASTS
• Very large
• 5 to 50 contain nuclei
• Lie in howship’s lacunae
• Derived from the fusion of monocytes
• Secrete :
a. Acid
b. Collagenase
c. Other proteolytic enzymes
PERIOSTEUM AND ENDOSTEUM
External and intrnal surfaces of bone are covered by layers of bone forming cells and connective
tissue called periosteum and endosteum.
1. Periosteum
 Outer Layer
-
Collagen fibers
Bundle : Sharpey’s fibers
- Fibroblasts
 Inner Layer
More celllular (oteoprocenitor cells) is composed of
flattened cells to divided into osteoblasts
2. cells (single layer)
a. Small amount of connective tissue
Therefore, the endosteum is consider ably thinner than the
3. periosteumEndosteum
 Lines all internal surfaces of cavities with in the bone
 Composed :
Osteoprogenitor
Functions of periosteum and endosteum :
1. Nutrition of osseus tissue
2. Supply of new osteoblasts for repair or growth of bone
Schematic drawing of the wall of a long bone diaphsis.
Type of bone
A. MICROSCOPIC EXAMINATION
1. Primary, immature or woven bone
2. Secondary, mature or lamellar bone
B. GROSS OBSERVATION (CROSS SECTION)
1. Dense area without cavities : Compact Bone
2. Areas with numerous interconecting cavities : Cancellous (spongy)
bone
In long Bones :
1. Bulbous ends : Epiphyses
Spongy bone covered by a thin layer of compact bone
1. Cylindrical Part : Diaphysis
Almost totally composed of compact bone, with a small component of spongy
bone on its inner surface around the bone marrow cavity.
In Short Bones :
Usually have a core of spongy bone completely surrounded by compact bone.
In Flat Bones (Calvaria)
Have two layers of compact bone called plated (tables), separated called the diploe.
PRIMARY BONE TISSUE
 First bone tissue
 Temporary, replace by secondary bone tissue, except :
- Near the sutures of the flat bones of the skull
- In tooth sockets
- In the insertion some tendons
 Characteristics :
- Irregular array of collagen fibers
- Smaller mineral content
- Higher proportion of osteocytes than in secondary bone tissue
SECONDARY BONE TISSUE
- Collagen fibers : Lamellae
- Haversian canals
- Haversian system or osteon
- Lacunae
The lamellae exhibit a typical organization consisting of :
1. Haversian system
2. Outer circumferential lamellae
3. Inner circumferential lamellae
4. Intertitial lamellae
The haversian canal communicate with :
1. The narrow cavity
2. The periosteum
3. The volkman’s canals (do not have concentric
lamellae)
Schematic drawing of the wall of a long bone diaphsis.
HISTOGENESIS
Bone can be formaed in two ways :
I. Direct mineralization of matrix secreted
by osteoblasts (intra membranous
ossification)
II. Deposition of bone matrix preexiting
cartilage matrix (endochondral
ossification)
I. Intramembranous Ossification formed by intramembranous
ossification :
• The frontal and parietal bones of the skull
• The occipital and temporal bones of the skull
• The mandible and maxilla
The Beginning of Intramembranous Ossification
II. Endochondral Ossification
Takes place within a piece of Hyalin Cartilage whose shape
resembles a small version or model of the bone to be formed.
Endochondral ossification consists of two phases :
1. The first phase
Hypertrophy and destruction of the chondrocytes of
the model of the bone, leaving expanded lacunae
separated by septa of calcified cartilage matrix.
2. The second phase
THE OSSIFICATION CENTRE
1. Primary ossification centre appears in the diaphysis
2. Secondary ossification centre arises at the centre of each
epiphysis
When the bone tissue that originated at the secondary centres
occupies the epiphysis, cartilage remains restricted to 2 places:
1. Articular cartilage
- Persist throughout adult life
- Does not contribute to bone formation
2. Epiphyseal cartilage or the epiphyseal plate
- Connect epiphysis to diaphysis
- As the cartilage grows, it is replace continously by
newly formed bone matrix mainly from the diaphyseal
centre
Schematic drawings showing the 3-dimensional shape of bone spicules
in the epiphyseal plate area. Hyaline cartilages is stipple, calcifed
cartilage is black, and bone tissue is shown in color. The upper
drawing shown the region represented 3-dimensionally in the lower
drawing.
Epiphyseal cartilage, divided into five zones :
1. Resting zone
• With out morphologic changes in the cells
2. Proliferative zone
• Chondrocytes devided rapidly
• Form columns of stacked cells parallel to the long
axis of the bone
3. Hypertrophic cartilage zone
• Large chondrocytes who cytoplasm has accumulated
glycogen
• The resorbed matrix is reduced to thin septa
4. Calcified cartilage zone
• Simultaneous with the death of chondrocytes
• The thin septa become calcified
5. Ossification zone
• Endochondral bone tissue appears
• Blood capillaries and osteoprogenitor cells formed by
mitosis of cells originating from the periosteum
invade the cavities
• The osteoprogenitor cells form osteoblasts
• Osteoblasts turn form a discontinuous layer over the
septa
• Over these septa, the osteoblasts deposit matrix
MECHANISMS OF CLASSIFICATION
Bone calcium is mobilized by two mechanisms :
1. Rapid Mechanism
The simple transference of ions from hydroxyapatite crystal
to interstitial fluid  into the blood
2. Slow Mechanism
Depends on the action hormones
a. Parathyroid hormone
Activates and increases the number of cells (osteoclasts)
promoting resorption of the bone matrix with the
consequent liberation of calcium
b. Calcitonin
Inhibits matrix resorption (its effect, is the opposite of
parathyroid hormone)
FRACTURE REPAIR
When fractures :
• The damaged blood vessels product a blood clot
• Destruction of bone cells
• Death of Bone cells
During repair :
• The blood clot, cells and damaged bone matrix are
removed by macrophages
Repair of a fractured bone by formation of new bone tissue through periosteal
and endosteal cell proliferation
MUSCLE TISSUE
Muscle tissue is composed of differentiated cell containingcontractile proteins. The structural
biology of these proteinsgenerates the forces necessary for cellular contraction,
which drives movement within certain organs and the body
as a whole muscle kinds
- Smooth muscle
- Skeletal muscle
- Cardiac muscle
Smooth muscle ; consists of collection of fusiform cells that in the light microscope, do not
show striatims Their contraction process is slow and not show subyect to voluntary control.
The cytoplasm of muscle cells (exluding the Myofibri) is called sarcoplasm, and the smooth
endoplasmic reticulum is called sarcoplasmic reticulum. The sarcolemma is the cell
membrane or plasmalemma
Skeletal muscle : is composed of bundles of very long,Cylindrical, multinucleated cells that
show cross-striations. Their contraction is quick, forceful, and usually under voluntary,
control. It is caused by the interacrions of this actin filaments and thick myosin filaments
whose molecular configuration allow them to slide upon one another.
The forces necessary for sliding are generated by weak interactions in the bridges that bind
actin to myosin.
Cardiac muscle : also has cross-striations, and is composed of elongated, branched individual
cells that lie parallel to each other. At sites of end to end contract are the intercalated disks,
structures found only in cardiac muscle. Cardiac muscle contraction is involuntary vigorous,
and rhythmic
INNERVASI
1. MULTI - UNIT
2. TYPE – VISCERAL
SKELETAL MUSCLE
Macroscopic
- Muscle fibre of red
- Muscle fibre of white
- Muscle fibre of transition
Shape :to lie diagonal
Drawing of to lie diagonal line multynuclear nucleus in the side
Shape of to lie diagonal skeletal muscle sheaf
Diagram of a segment of mammalian skeletal muscle. The sarcolemma and muscle fibrils are
partially cut,showing the following components:
The invagination of the T system (show in color: T and 5) occur at the level of transition between the
A and I bands twice in every sacomere. They associate with terminal cisternae of the
sarcoplasmic reticulum (3), formingtriads. Abundant mitochondria (4) lie between the
myofibrils. The cut surface of the myofibrils (1) shows the thin and thick filaments. Surrounding the
sarcolemma are a basal lamina (7) and reticular fibers (8). (Reproduced, with permission, from Krstic
RV:Ultrastructure of the Mammalian Cell Springer-Verlag, 1979)
Initiation of muscle contraction occurs by the binding of Ca2+ to the TnC unit of troponin, which
exposes the myosin binding site on action (cross-hatched area). In a second step, the myosin head
binds to action and the ATP breaks down ADP, yielding energy, which produces a movement of the
myosin head. As a consequence of this change in myosin, the bound thin filaments
slide over the thick filaments. This process, which repeats itself many times during a single
contraction, leads to a complete overlapping of the action and myosin a resultant shortening of the
whole myofiber
Diagram of a section of heart muscle, showing central nuclei and intercalated disks
HISTOGENESIS AND REGENERATION
OF MUSCLE TISSUE
Histogenesis
• Smooth muscle : mesenchym tissue --->myoblast
• Skeletal muscle : myoblast ---> sinsytium
• Cardiac muscle : splanchnopleura (myoblast)
Regeneration
• Smooth muscle : - muscle cell
- mesenchym cell
• Skeletal muscle : - nucleus + sarcoplasma
- in charge myoblast
• Cardiac muscle : - very difficult
3.Fisiologi Sistem Rangka dan Otot
3.1 Pendahuluan
Sistem rangka bersama-sama sistem otot membangun dan membentuk tubuh secara
keseluruhan. Sistem kerangka dibungkus oleh sistem otot yang bertanggung jawab dalam
fungsi gerakan tubuh melalui fungsi khusus, yaitu kontraksi otot.
3.2 Maksud dan Tujuan
Mahasiswa harus mengetahui dan mempunyai kompetensi dalam :
1. Organisasi sistem kerangka dan otot.
2. Menjelaskan mekanisme kerja dan fungsi sistem kerangka dan otot.
3. Karakteristik kontraksi otot polos, otot lurik dan otot jantung.
4. Menjelaskan kelainan fungsi sistem kerangka dan otot.
3.3 Kegiatan
3.3.1 Sistem Kerangka
Sistem kerangka dibangun oleh struktur tulang yang terdiri dari : tulang tengkorak, tulang
belakang, tulang dada, tulang rusuk, tulang bahu, tulang belikat, tulang ekstremitas atas dan
bawah, serta tulang panggul.
3.3.1.1 Fungsi Sistem kerangka
Sistem kerangka berfungsi :
1. Sebagai penyokong struktur tubuh dan memberikan bentuk pada tubuh
2. Melindungi organ organ dalam yang lunak dan penting
3. Sebagai pengungkit yang pasif dalam pergerakan tubuh
4. Sebagai gudang penyimpan mineral seperti kalsium dan fosfor.
3.3.1.2 Fungsi sendi
Sendi adalah jaringan penyambung yang berfungsi menghubungkan tulang dengan tulang,
sebagai tempat pertemuan tulang dengan tulang yang befungsi untuk pergerakan sistem
kerangka tubuh.
Jenis pergerakan sendi yaitu :
1. Fleksi: gerak membengkok ke depan
2. Ekstensi: gerak meluruskan dari gerak fleksi
3. Abduksi: gerak ekstremitas menjauhi garis tengah tubuh.
4. Aduksi: gerak mendekat garis tengah tubuh
5. Rotasi: gerak memutar pada sumbu sentral.
3.3.1.3 Kelainan Tulang
Kelainan yang terjadi pada tulang diakibatkan beberapa faktor, diantaranya :
1. Gangguan hormon pertumbuhan : dwarfism, gigantism
2. Gangguan hormon tiroid : kretinisme, goiter
3. Gangguan hormon paratiroid : gangguan. kalsifikasi
4. Gangguan metabolisme kalsium : rakhitis, osteomalasia, osteoporosia
5. Gangguan sikap kerja : deformitas tulang belakang
3.3.2 Sistem Otot
Otot adalah jaringan yang melekat pada tulang yang mengisi hampir setengah dari berat
badan. Otot adalah alat gerak aktif yang berfungsi menggerakkan tubuh dan organ dalam
manusia.
3.3.2.1Fungsi Spesifik Sistem Otot
Kemampuan bergerak adalah aktivitas esensial tubuh manusia yang dimungkinkan oleh
fungsi unik dari otot yaitu fungsi kontraksi. Semua jenis otot pada umumnya memiliki tiga
karakteristik :
1. Sifat kontrakbilitas : Bila otot berkontaksi maka jarak atau ruang antar jaringan
berkurang.
2. Sifat ekstensibilitas : kemampuan otot untuk meregang.
3. Sifat elastisitas : kemampuan otot untuk kembali ke panjang semula bila otot berelaksasi.
Ke-3 sifat otot tersebut menghasilkan gerakan tubuh.
3.3.2.2 Jenis Otot
Pada prinsipnya semua gerakan tubuh ditentukan oleh tiga jenis otot, yaitu : otot rangka,
otot polos, otot jantung.
1. Otot Rangka
Otot rangka, adalah otot sadar melekat pada tulang rangka. Dibentuk oleh sejumlah serat
yang diameternya berkisar dari 10 – 80 mikrometer. Bagian-bagian dari otot rangka meliputi:
a. Sarkolema: membran sel dari serat otot yang terdiri dari membran plasma dan lapisan
tipis bahan polisakarida yg mengandung serat kolagen tipis.
b. Miofibril; filamen aktin dan miosin :
Serat otot mengandung ratusan sampai ribuan miofibril yg terletak berdampingan dan
memiliki filamen miosin dan aktin. Filamen tsb merupakan molekul protein polimer besar
yg bertanggung jawab untuk kontraksi otot. Filamen-filamen tsb saling bertautan
menyebabkan miofibril memiliki pita terang dan gelap.
c. Sarkoplasma
Sarkoplasma adalah miofibril-miofibril yang terpendam dalam serat otot di suatu matriks.
Cairan sarkoplasma mengandung kalium, magnesium, fospat, dan enzim protein
Gambar 1 Otot Rangka dan Gelendong Otot (potongan transversal).
( Sumber : Marieb, E.N; Hoehn, K. 2007. Human Anatomy & Physiology )
Gambar 2. Otot Rangka dan Motor Endplate ( Sumber : Marieb, E.N;
Hoehn, K. 2007. Human Anatomy & Physiology )
2. Otot polos,
Otot polos adalah otot tak sadar ditemukan pada dinding organ dalam seperti lambung,
usus, pembuluh darah. Jaringan otot polos mempunyai serabut-serabut (fibril) yang homogen
sehingga bila diamati di bawah mikroskop tampak polos atau tidak bergaris-garis, ukuran
berdiameter 2 sampai 5 mikrometer dan panjang hanya 20
sampai 500 mikrometer. Nukleusnya terdapat di tengah. Terdiri dari kumpulan sel
fusimormis. Bila otot polos dirangsang, reaksinya lambat.
Otot polos berkontraksi secara refleks dan dibawah pengaruh saraf otonom. Otot polos
mendapat inervasi dari saraf simpatis dan parasimpatis. Otot polos terdapat pada saluran
pencernaan, dinding pembuluh darah, saluran pernafasan. Fungsi otot polos biasanya
mempunyai kegiatan spontan bila tidak ada perangsangan syaraf, karena itu suplai sarafnya
berfungsi untuk mengubah kegiatan tersebut dan tidak untuk memulainya. Sel otot polos
tesebar dalam jaringan penyambung tertentu, misalnya prostat.
Gambar 3 Lapisan Otot Polos Usus Halus ( Sumber : Marieb, E.N;
Hoehn, K. 2007. Human Anatomy & Physiology )
Pengaturan Saraf Terhadap Kontraksi Otot Polos
Walaupun otot rangka diaktifkan secara eksklusif oleh sistem saraf, tetapi otot polos dapat
dirangsang untuk berkontraksi oleh berbagai jenis sinyal: sinyal saraf, rangsangan hormonal,
regangan otot, dan lain-lain. Penyebab utama ini adalah karena membran otot polos
mengandung banyak jenis protein reseptor yang dapat menimbulkan proses kontraksi.
Serat-serat saraf otonomik yang mempersarafi otot polos umumnya bercabang secara difus
pada puncak lembaran serat otot. Substansi transmiter yang disekeresi oleh saraf otonom
yang memepersarafi otot polos adalah asetikolin dan norepinefrin, tetapi keduanya tidak
pernah disekresi oleh serat saraf yang sama.
3. Otot Jantung
Otot jantung adalah otot tak sadar ditemukan hanya pada jantung.
3.3.3 Kelainan Otot
Jenis kelainan yang terjadi pada otot rangka diantaranya : atrofi otot, hipertrofi otot,
spasme otot, tetanus, distrofi otot, myasthenia gravis.
Download