ABSTRAK BESSE NURHASNIATI. 2013.Peningkatan Hasil Belajar Biologi Melalui Penerapan Asesmen Autentik Pada Siswa Kelas XI SMA Negeri 1 Ajangale Kabupaten Bone. Skripsi, Program Studi Pendidikan Biologi, STKIP Puangrimaggalatung Sengkang Kabupaten Wajo. (dibimbing oleh Muhammad Arafah dan Patombongi). Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa melalui penerapan asesmen autentik. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA3 SMA Negeri 1 Ajangale Kabupaten Bone pada tahun ajaran 2013/2014 sebanyak 30 orang. Pelaksanaan penelitian ini terdiri dari dua siklus, setiap siklus terdiri dari beberapa tahap yaitu perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi dan tes hasil belajar (evaluasi). Penelitian ini dilakukan secara kolaboratif antara peneliti bersama guru biologi. Untuk mengumpulkan data tentang hasil pembelajaran biologi maka digunakan lembar observasi kegiatan selama pembelajaran berlangsung dan tes hasil belajar digunakan untuk mengetahui tingkat penguasaan siswa terhadap materi pelajaran. Selanjutnya data yang diperoleh dianalisis dengan kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian mengungkapkan adanya motivasi minat belajar siswa serta peningkatan hasil belajar siswa melalui asesmen autentik. Skor rata-rata penguasaan siswa pada tes awal adalah 7,20 dari skor ideal yaitu 10 dengan standar deviasi 0,95 atau 72% menjadi 8,90 dari skor ideal yaitu 10 dengan standar deviasi 0,65 atau 89% pada tes akhir. Dengan demikian dapat dinyatakan bahwa tingkat penguasaan siswa pada materi sel meningkat dari kategori sedang menjadi kategori tinggi. Hal ini berarti bahwa penerapan asesmen autentik pada kegiatan praktikum pembelajaran biologi telah terbukti. Disamping itu minat belajar siswa juga menunjukkan peningkatan hasil melalui perhatian, kedisiplinan, keaktifan dan tanggung jawab siswa mengikuti pembelajaran, serta siswa dapat menghargai temannya dengan baik. Sehingga memotivasi pada diri siswa untuk bersaing secara sehat dan objektif terhadap setiap aspek pembelajaran. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa penerapan asesmen autentik dapat meningkatkan hasil belajar biologi siswa. ABSTRAK SUKMAWATI.2013. Penerapan Model Pembelajaran Student Facilitator and Explaining Untuk Meningkatkan Penguasaan Konsep Sistem Transportasi Manusia pada Siswa Kelas VIII SMP Negeri 2 Lilirilau (dibimbing oleh Muhammad Nur dan Haerunnisa). Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research). Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII F SMP Negeri 2 Lilirilau Kabupaten Soppeng Semester Ganjil Tahun 2013/2014 yang berjumlah 23 siswa. Setiap siklus dilaksanakan selama 3 pertemuan. Proses pembelajaran setiap pertemuan dirancang dengan model pembelajaran Student Facilitator and Explaining. Pada akhir siklus I, yaitu pertemuan ketiga dan akhir siklus II, yaitu pertemuan keenam dilakukan pengumpulan data dengan menggunakan tes hasil belajar. Selain dengan menggunakan tes hasil belajar, pengumpulan data juga dapat dilakukan dengan menggunakan lembar observasi aktivitas siswa selama proses pembelajaran. Data yang terkumpul dianalisis dengan menggunakan analisis kuantitatif dan analisis kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam menerapkan model pembelajaran Student Facilitator and Explaining merupakan salah satu model pembelajaran yang selektif untuk meningkatkan penguasaan konsep materi belajar siswa kelas VIII F SMP Negeri 2 Lilirilau. Peningkatan tersebut ditunjukkan oleh hasil penelitian dari siklus I ke siklus II, yaitu rata-rata nilai hasil belajar siswa meningkat dari 13,04% menjadi 82,60%. Aktivitas siswa menunjukkan peningkatan dalam ha l menyimak penjelasan guru dalam proses pembelajaran dengan menerapkan model pembelajaran Student Facilitator and Explaining, mengamati dan menyalin apa yang dijelaskan oleh guru, mempresentasikan ide atau pendapat pada siswa lainnya, serta menjawab pertanyaan dan menyanggah pendapat siswa lain. Berdasarkan hasil penelitian, maka disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Student Facilitator and Explaining dapat meningkatkan penguasaan konsep sistem transportasi manusia pada siswa kelas VIII F SMP Negeri 2 Lilirilau. ABSTRAK Irwan. A, 2011. Pemanfaatan Media Sederhana Dalam Percobaan Osmosis Terhadap Pembelajaran Biologi Kelas VIII di SMP Muhammadiyah Sengkang Kabupaten Wajo (dibimbing oleh Muhammad Basir dan Haerunnisa) Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat efektivitas penerapan pemanfaatan media sederhana dalam penyelenggaraan pembelajaran Biologi, khususnya pada siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah Sengkang, dengan harapan agar hasil penelitian ini dapat dijadikan dasar pertimbangan dalam menyelenggarakan aktivitas pembelajaran biologi pada waktu mendatang. Agar tujuan tersebut tercapai, dilakukan penelitian terhadap 21 orang siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah Sengkang, sehingga disenyelenggarakan aktivitas pembelajaran dengan pemanfaatan media sederhana pada kompetensi dasar fotosintesis dan osmosis. Keefektifan penerapan metode pemanfaatan media sederhana, diukur dengan mendasarkan asumsi pada perbedaan hasil belajar siswa sebelum dan sesudah pembelajaran, sehingga dilakukan tes awal (pre-test) dan tes akhir (post-test). Agar diperoleh hasil penelitian yang menyakinkan, dilakukan tes akhir sebanyak dua kali, karena aktivitas pembelajaran diselenggarakan dua kali. Hasil penelitian diolah secara deskriptif untuk mengambarkan perbanding hasil belajar siswa hasil pre-test dan post-test, dengan menunjukkan nilai rata-rata, nilai tertinggi, nilai terendah, dan standar deviasi hasil tes tersebut. Di samping itu, dilakukan pula pengolahan data dengan memanfaatkan fasilitas SPSS, agar diketahui korelasi antara pre-test dengan post-test dan regresi linier sederhana, agar diketahui besarnya pengaruh perlakukan terhadap peningkatan hasil belajar siswa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemanfaatan media sederhana dalam pembelajaran biologi, ternyata dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Terbukti dari terjadinya peningkatan hasil belajar siswa, karena hasil belajar siswa pada post-test pertama lebih tinggi dibanding nilai pre-test, dan nilai post-test kedua lebih tinggi dibanding nilai post-test pertama. Dari penelitian ini pula terungkap bahwa besarnya pengaruh metode pemanfaatan media sederhana terhadap peningkatan hasil belajar siswa sebesar 71.2% dan selebihnya disebabkan oleh faktor lain, seperti kondisi pembelajaran, dan kemampuan pengelola pembelajaran. Oleh karena itu, kepada guru Biologi khususnya, disarankan agar berusaha menggunakan media sederhana dalam penyelenggaraan pembelajaran, karena ternyata dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa dan berakibat pada peningkatan hasil belajar siswa. ABSTRAK JUSNA. 2014. Pengaruh Pupuk Kompos Kulit Kakao (Theobroma cacao L) Terhadap Pertumbuhan Tanaman Tomat (Solanum lycopersicum). (Dibimbing oleh Haerunnisa dan Khaeril Anwar). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian berbagai dosis pupuk kompos Kulit Kakao (Theobroma cacao. L)) terhadap pertumbuhan tomat . Obyek dalam penelitian ini adalah tomat sayur yang disemaikan di Kelurahan Tembo Kecamatan Larompong Kabupaten Luwu, dari 193 pohon tomat ditarik sampel secara random sebanyak 20 pohon. Percobaan ini dilaksanakan pada lahan seluas 4 x 2 meter disusun berdasarkan rancangan acak kelompok yang terdiri dari 4 perlakuan yaitu P0 kontrol (tanpa pupuk), P1: 50 gram, P2: 150 gram, dan P3: 250 gram dan 5 ulangan, sehingga diperoleh 20 lubang plot dengan jarak 60 x 70 cm. Data yang diperoleh dalam penelitian ini selanjutnya di analisis dengan menggunakan analisis statistik ANOVA dan uji Beda Nyata (BNI) pada taraf signifikan 0,5%. Berdasarkan hasil penelitian, maka ditarik beberapa kesimpulan, sebagai berikut: 1) Pemberian pupuk kompos kulit kakao pada media tumbuh berpengaruh positif terhadap pertumbuhan tanaman tomat (Solanum lycopersicum) terutama pertambahan tinggi, jumlah daun, dan lebar daun dan 2). Dosis yang paling optimal pengaruhnya adalah perlakuan P3 (250 gram). Untuk bercocok tanam yang disarankan menggunakan pupuk kompos kulit kakao sesuai dengan dosis 250 gram/pohon. ABSTRAK HALIAH. 2014. Pengaruh Pemberian Keong Mas (Pomacea canaliculata Lamarck) Dalam Ransum Terhadap Produksi Telur Itik (Anas plathyrynchos) (Dibimbing oleh Haerunnisa dan Nurnaningsih). Keong mas sangat potensial untuk dimanfaatkan sebagai bahan campuran pakan itik. Akan tetapi dalam penggunaanya sebaiknya direbus terlebih dahulu selama 15-20 menit untuk menghilangkan zat anti nutrisi berupa enzim thiaminase yang terdapat dalam lendir keong mas. Kandungan thiaminase dalam ransum dapat menurunkan produksi telur dan menghambat pertumbuhan ternak Tujuan penelitian yang diharapkan dalam penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh pemberian keong mas dalam ramsum terhadap produksi telur itik. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Anabanua Kecamatan Maniangpajo dilaksanakan selama tiga bulan dimulai dari bulan Mei sampai bulan Juli 2014. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah RAL dengan 2 perlakuan dan 3 kali ulangan setiap ulangan terdiri atas 1 ekor itik, maka terdapat 6 unit percobaan. Obyek dalam penelitian ini adalah itik yang sudah siap fertilisasi sebanyak 6 itik betina dan 6 itik jantan yang siap bertelur dengan kisaran umur 20 minggu. Dengan asumsi, mengambil itik betina dengan ukuran dan kondisi fisik yang sama untuk dijadikan obyek penelitian. Sedangkan itik jantan hanya untuk proses pembuahan itik betina dan tidak masuk dalam obyek penelitian. Berdasarkan hasil penelitian, maka ditarik beberapa kesimpulan, sebagai berikut: Pemberian pakan keong mas pada ransum makanan berpengaruh positif terhadap produksi telur itik terutama jumlah telur, berat telur, dan kualitas kuning telur. ABSTRAK NURWAHDANIA. 2014. Pengaruh Posisi Stek Terhadap Pertumbuhan Tunas, Batang dan Daun Ubi Kayu (Manihot esculenta) (Dibimbing oleh Haerunnisa dan Nurnaningsih). Ubi kayu merupakan sumber pangan yang cukup penting di Indonesia, selain karena ubi kayu merupakan sumber karbohidrat dan vitamin, ubi kayu juga memliki prospek dan potensi untuk dimanfaatkan sebagai salah satu komoditi andalan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh posisi stek terhadap pertumbuhan tunas, batang, dan daun ubi kayu. Sampel dalam penelitian ini adalah tanaman ubi kayu varietas Adira I dengan warna daging umbi kuning. Metode yang digunakan adalah metode eksprimen dengan tiga jenis perlakuan yaitu (A) Posisi stek miring, (B) Posisi stek tegak lurus dan (C) Posisi mendatar. Hasil analisis data menunjukkan bahwa pada posisi stek miring kurang menghasilkan pertumbuhan tunas, dalam hal ini karena tidak mendapatkan cahaya matahari dengan maksimal. Dimana posisi stek yang menghadap ke timur mendapatkan sinar matahari dengan sempurna, tetapi jika matahari sudah berada di barat, maka batang stek yang sebelahnya, tidak akan mendapatkan sinar matahari yang sempurna lagi, sehingga tunas hanya tumbuh pada batang stek yang mendapatkan sinar matahari yang sempurna. Tetapi pada posisi stek tegak lurus, pertumbuhan tunas pada batang stek sempurna, karena dimanapun posisi matahari berada, baik ditimur maupun dibarat, batang stek yang tegak lurus akan tetap mendapatkan sinar matahari yang sempuna. Sedangkan pada posisi stek mendatar, tunas hanya tumbuh pada batang stek yang menghadap keatas yang terkena sinar matahari.