PRESENTASI BISNIS INTERNASIONAL

advertisement
PRESENTASI BISNIS INTERNASIONAL
Kelompok 6
Anggota
Topik/Judul
Dosen Penaduh
: Suhendi (P05609101.3.34E) dan Arlan Adrianda (P05609081.3.34E)
: Business-Government Trade Relations
: Dr. Ir. Arief Daryanto, M.Ec dan Dr. Ir. Harianto, M.Ec
RINGKASAN PRESENTASI:
MOTIF PERDAGANGAN INTERNASIONAL
Dalam melakukan perdagangan internasional terdapat 3 motif yang dijalankan suatu
negara yaitu motif politik, ekonomi dan budaya.
1. Motif Politik
Pemerintah seringkali membuat keputusan hubungan perdagangan berdasarkan motif
politik, yang terpenting dari motif politik dibalik campur tangan pemerintah dalam
perdagangan adalah untuk melindungi pekerjaan, untuk menjaga keamanan nasional,
merespon kepada praktek perdagangan yang tidak adil dan untuk mendapatkan pengaruh
dari negara lain.
Untuk Melindungi Pekerjaan. Pemerintah akan melibatkan diri dalam perdagangan
internasional bila lapangan kerja dalam perekonomian domestik terancam. Contohnya,
Presiden Guyana di Amerika Selatan menghimbau warganya untuk membeli produk
dalam negeri daripada produk luar negeri.
Untuk Menjaga Keamanan Nasional. Industri menyadari pentingnya keamanan nasional
dengan menerima perlindungan dari pemerintah. Dalam hal ini termasuk ekspor dan
impor
Merespon Pada Praktek Perdagangan Tidak Adil. Perdagangan bebas tidak akan terjadi
apabila negara-negara lain aktif melindungi industri domestiknya. Pemerintah seringkali
mengancam membatasi impor dengan tarif yang tinggi pada produknya, jika negara
tersebut dianggap membatasi impornya sendiri. Dengan kata lain jika suatu pemerintah
berfikir negara lain bermain tidak adil maka sering kali akan mengancam bermain tidak
adil juga kecuali ada kelonggaran yang disetujui.
Untuk Mendapatkan Pengaruh. Negara-negara terbesar di dunia akan melibatkan diri
dalam perdagangan untuk mendapatkan pengaruh dari negara-negara yang lebih kecil.
Contohnya, Jepang yang memiliki pengaruh yang cukup besar di Asia.
2. Motif Ekonomi
Umumnya alasan ekonomi diberikan oleh suatu negara untuk menyelamatkan pengaruh
perdagangan internasional dengan melindungi industri-industri baru dari persaingan
internasional dan mendorong kebijakan perdagangan strategik.
Untuk Melindungi Industri Baru. Munculnya industri baru memerlukan perlindungan
negaranya dari persaingan internasional selama masa perkembangannya sampai industri
tersebut memiliki daya saing internasional. Industri baru membutuhkan perlindungan
karena merupakan tahapan dari kurva pembelajaran. Kekurangan pemerintah dalam
melindingi indistri baru diantaranya, 1) Pemerintah sulit membedakan antara industri
mana yang membutuhkan perlindungan dan industri yang tidak memerlukan
perlindungan (salah dalam memberikan perlindungan); 2) Persaingan internasional dapat
menyebabkan perusahaan domestik menjadi puas dengan dirinya sendiri terhadap
inovasi; 3) Ketiga, perlindungan dapat lebih merusak ekonomi daripada memperbaiki
ketika konsumen tidak mau membayar lebih untuk produknya karena kurangnya
persaingan dengan memotong biaya produksi dan mengembangkan kualitas; 4) tidak
selalu perusahaan kecil dan menjanjikan untuk mendapatkan pendanaan dari pasar modal,
mereka tidak hanya membutuhkan dukungan finansial dari pemerintah akan tetapi
mereka juga bisa mendapatkannya dari swasta.
Untuk Melaksanakan Kebijakan Perdagangan Strategis. Adengan adanya campur tangan
pemerintah dapat mendorong perusahaan untuk memanfaatkan skala ekonomi dan
menjadi pendatang pertama dalam industrinya. Keuntungan dari pendatang pertama
adalah karena skala ekonomi membatasi jumlah perusahaan yang dapat ditampung dalam
industri tersebut.
Keuntungan dari Kebijakan Perdagangan Strategik. Pendukung kebijakan perdagangan
strategik berpendapat bahwa hal ini dapat menghasilkan peningkatan pendapatan
nasional. Perusahaan seharusnya mendapat keuntungan yang bagus jika menjadi
pendatang pertama dan mendapatkan posisi yang baik di pasar dunia. Kekurangan dari
Kebijakan Perdagangan. Bantuan pemerintah yang berlebihan dapat menyebabkan
perusahaan domestik inefisien dan biaya tinggi.
3. Motif Budaya
Negara terkadang membatasi perdagangan barang dan jasa demi suatu tujuan negara dan
yang paling umum adalah untuk melindungi identitas nasional. Budaya dalam
perdagangan memberikan pengaruh yang signifikan antara satu negara dengan yang lain.
Kebudayaan suatu negara dapat dengan mudah diubah oleh seseorang maupun produk
dari negara lain. Yang tidak diinginkan dari pengaruh budaya dalam suatu bangsa adalah
dapat menyebabkan bahaya besar dan inilah yang menyebabkan pemerintah untuk
memblokir produk-produk impor.
METODE DALAM MEMPERKENALKAN PERDAGANGAN
Umumnya alat yang digunakan pemerintah dapat dilihat pada tabe1l dibawah ini:
Tabel 1. Metoda Promosi dan Pembatasan Perdagangan
Promosi Perdagangan
Pembatasan Perdagangan
Subsidi
Tarif
Pembiayaan Ekspor
Kuota
Zona Perdagangan Asing
Embargo
Badan Pemerintah Khusus
Penundaan Administrasi
Persyaratan Kandungan Lokal
Kontrol Mata Uang
1. Subsidi
Subsidi merupakan bantuan keuangan untuk perusahaan domestik dalam bentuk
pembayaran tunai, pinjaman bunga rendah dan beberapa bentuk lainnya disebut subsidi.
Subsidi bertujuan untuk membantu perusahaan domestik untuk mengimbangi pesaing
internasional. Hal ini bertujuan agar perusahaan tersebut menjadi lebih berdaya saing
dalam pasar domestik atau meningkatkan daya saing pada pasar internasional.
Kekurangan subsidi yaitu dapat mendorong inefisiensi dan cepat puas karena umumnya
pemerintah mendapat dana subsidi dari pajak pendapatan dan pajak penjualan. Sejauh ini
dipercaya bahwa subsidi memberikan keuntungan bagi perusahaan dan industri tetapi
merugikan konsumen.
2. Pembiayaan Ekspor
Pemerintah kerap kali mendorong ekspor dengan membantu perusahaan mendanai
kegiatan ekspornya. Pemerintah menawarkan pinjaman pada perusahaan dengan bunga
rendah daripada bunga yang berlaku di pasar. Selain itu pemerintah juga memberikan
garansi jika perusahaan gagal dalam pembayaran hutang, hal ini disebut pinjaman
bergaransi. Beberapa negara memiliki agen khusus yang berfungsi untuk membantu
perusahaan domestik dalam mendanai kegiatan ekspornya. Contohnya institusi yang telah
dikerahkan dengan bank yang disebut Export-Import Bank of The United States atau
pendeknya Bank Ekspor-Impor (www.exim.gov) yang mendanai aktivitas ekspor
perusahaan di Amerika. Agen pemerintah Amerika yang lain adalah Overseas Private
Insurance Corporation (OPIC) juga memberikan pelayanan asuransi, kemudian OPIC
(www.opic.gov) termasuk eksportir dan perusahaan membantu perusahaan yang akan
berinvestasi ke luar negeri dapat mengasuransikan perusahaannya agar terhindar dari tiga
faktor yaitu (1) pengambilalihan, (2) perubahan mata uang dan (3) perang revolusi dan
huru hara.
3. Zona Perdagangan Luar Negeri
Beberapa negara mendukung perdagangannya dengan negara lain yang disebut dengan
zona perdagangan luar negeri yaitu desain daerah geografis dimana produk diperbolehkan
masuk dengan pajak yang rendah atau dengan prosedur kepabean yang lebih sedikit.
Seringkali zona perdagangan luar negeri ini meningkatkan jumlah karyawan dengan
meningkatnya perdagangan produk. Sebagai contoh adalah Turki dengan “The Aegean
Free Zone” yang mana pemerintah turki memperbolehkan perusahaan untuk mengadakan
perdagangan manufaktur yang bebas pajak.
4. Agen Khusus Pemerintahan
Pemerintahan disetiap negara mempunyai badan khusus yang bertanggung jawab untuk
mendorong ekspor suatu negara. Badan-badan tersebut mendorong bisnis-bisnis kecil
dan menengah yang memiliki sumber daya finansial yang terbatas. Badan pemerintah
perdagangan promosi ini sering mengatur perjalanan untuk petugas perdagangan dan
pengusaha untuk mengunjungi beberapa negara agar bertemu dengan rekan bisnis yang
potensial dan membuat kontrak dengan bisnis baru. Badan pemerintah perdaganganpromosi juga membuka kantor perdagangan di beberapa negara yang didesain untuk
mempromosikan ekspor dalam negeri dan memperkenalkan bisnis dengan partner bisnis
di negara tuan rumah. Badan pemerintah perdagangan-promosi biasanya memegang
peranan pada iklan di beberapa negara untuk mempromosikan ekspor. Pemerintah tidak
hanya mendorong perdagangan ekspor tetapi juga mendorong impor ketika dinegara
tersebut tidak terdapat produk barang-barang tertentu.
5. Tarif
Tarif adalah pajak pemerintah yang dibebankan pada suatu produk yang masuk atau
keluar dari suatu negara. Tarif dapat dikelompokkan ke dalam tiga kategori, yaitu
pertama, tarif ekspor adalah suatu tarif yang diadakan oleh pemerintah dari suatu negara
yang sedang mengekspor suatu produk. Negara dapat mengenakan tarif ekspor manakala
harga ekspor lebih rendah dari yang seharusnya terutama bagi negara yang sedang
bekembang yang produk ekspornya merupakan sumber alam yang belum diolah (bahan
mentah) sering menggunakan tarif ekspor. Kedua, tarif transit (tarif pemindahan) adalah
suatu tarif yang diadakan oleh suatu pemerintah dari suatu negara atas suatu produk yang
melintas pada suatu negara ke negara tujuan akhir. Tarif transit hampir dihapuskan di
seluruh dunia dalam menunjang perdagangan internasional. Ketiga, tarif impor adalah
tarif yang dikenakan terhadap produk yang masuk ke suatu negara.
Tarif impor lebih lanjut dibagi ke dalam tiga kelompok, yaitu pertama, tarif ad valorem
adalah tarif yang dibebankan sebagai suatu persentase harga yang tertera pada suatu
produk impor. Kedua, tarif spesifik adalah tarif yang dibebankan sebagai biaya spesifik
pada tiap unit (diukur oleh jumlah, berat, ukuran) sebuah produk impor. Ketiga, tarif
majemuk adalah tarif yang dihitung sebagian sebagai prosentase harga yang tertera pada
sebuah produk impor dan sebagian sebagai biaya spesifik tiap unit. Ada dua alasan bagi
suatu negara dalam memberlakukan tariff yaitu untuk Melindungi Produsen Domestik
dan untuk menciptakan penerimaan. Namun demikian tarif dapat menaikkan harga efektif
suatu produk, oleh karena itu importir secara khusus membebankan pada pembeli harga
yang lebih tinggi untuk mengembalikan pajak tambahan tersebut. Hal ini nampak
merugikan bagi konsumen. Ketika disebut lebih awal, itulah kerugian tarif yang akan
menciptakan ketidakefisienan bagi produsen domestik.
6. Kuota
Kuota adalah pembatasan jumlah (diukur dalam unit atau berat) barang yang dapat masuk
atau keluar dari suatu negara dalam jangka waktu tertentu. Pemerintah mengelola sistem
kuota dengan memberikan lisensi kuota kepada perusahaan atau pemerintah negaranegara lain (kuota impor) dan produsen domestik (kuota ekspor).
Alasan Kuota Impor. Suatu pemerintahan mungkin ingin melindungi produsen
domestiknya dengan membatasi jumlah barang yang diperbolehkan masuk ke dalam
suatu negara. Pemerintahan mungkin memberlakukan kuota impor untuk memaksa
perusahaan negara-negara lain bersaing satu sama lain untuk sejumlah tertentu impor
yang diperbolehkan..
Alasan Kuota Ekspor. Pemerintah mengharapkan untuk mempertahankan pasokan
produk untuk pasar lokal. Pemerintah membatasi ekspor untuk membatasi pasokan di
pasar dunia sehingga dapat meningkatkan harga produk di tingkat internasional.
7. Embargo
Embargo adalah larangan total pada perdagangan (impor dan ekspor) satu atau lebih
produk dengan negara tertentu. Embargo dapat dikenakan atas satu atau beberapa barang
atau melarang perdagangan seluruh produk. Embargo merupakan hambatan non tarif
yang sifatnya paling membatasi atau penghalang terbesar dalam perdagangan yang
diberlakukan dengan alasan politik. Embargo dapat ditetapkan oleh negara-negara secara
individu atau oleh organisasi-organisasi supranasional seperti PBB. Salah satu contoh
yaitu embargo Amerika Serikat terhadap Kuba yang mencakup semua bidang dan bahkan
tidak memperbolehkan warga negara Amerika Serikat berlibur ke Kuba.
8. Persyaratan Kandungan Lokal
Persyaratan kandungan lokal merupakan peraturan yang mengharuskan sejumlah tertentu
barang atau jasa harus dipasok oleh produsen-produsen dalam pasar domestik.
Persyaratan ini menyatakan bahwa suatu porsi tertentu harus dipenuhi untuk
memproduksi barang-barang domestik atau suatu porsi tertentu yang menyangkut biaya
akhir suatu produk harus mempunyai kandungan domestik.Tujuan penerapan persyaratan
kandungan lokal adalah untuk memaksa perusahaan-perusahaan dari negara lain
menggunakan sumberdaya lokal dalam proses produksinya terutama tenaga kerja. Hal
serupa dengan pengekangan pada impor atau ekspor, persyaratan seperti ini dapat
melindungi produk domestik melalui keuntungan harga dibanding perusahaan lain dan
upah rendah. Saat ini, banyak negara berkembang menggunakan persyaratan kandungan
lokal sebagai strategi untuk menaikkan persaingan dalam industrialisasi.
9. Penundaan Administratif
Penundaan administratif merupakan ketentuan pengendali atau peraturan birokratik yang
dirancang untuk menghambat arus impor yang deras ke dalam suatu negara. Penundaan
administratif dapat mencakup berbagai kebijakan pemerintah seperti mengharuskan
pesawat kargo internasional mendarat di bandara-bandara yang tidak nyaman,
memberlakukan pemeriksaan produk yang merusak produk itu sendiri, dengan sengaja
mengurangi tenaga kerja di kantor pabean untuk menyebabkan penundaan waktu serta
mengharuskan ijin tertentu yang untuk mendapatkannya butuh waktu lama. Tujuan utama
penundaan administrasi adalah sebagai bentuk proteksionisme.
10. Pengendalian Mata Uang
Pengendalian mata uang adalah pembatasan daya konversi suatu mata uang ke dalam
mata uang lainnya. Sebuah negara dapat membatasi siapa saja yang diperbolehkan
mengkonversi mata uang dalam negeri atau menetapkan nilai tukar yang tidak
menguntungkan bagi pengimpor.
SISTEM PERDAGANGAN GLOBAL
1. General Agreement On Tariffs And Trade (GATT)
General Agreement on Tariffs and Trade (GATT) merupakan sebuah kesepakatan yang
dirancang untuk mendorong perdagangan bebas dengan mengurangi hambatan dalam
perdagangan baik hambatan tarif maupun non-tarif. GATT didirikan tahun 1947 oleh 23
negara. Kesuksesan yang dialami GATT pada tahun-tahun awal dan mulai menurun
tahun 1980-an.
Putaran Perundingan Uruguay. Peraturan GATT diakibatkan oleh putaran
perundingan yang berkala yang terjadi antar anggotanya. Meskipun demikian secara
langsung dan singkat pada awal tahun, perundingan diperpanjang seperti isu yang tumbuh
semakin rumit. Tabel 6.2 menunjukkan delapan putaran perundingan yang terjadi dalam
pengawasan GATT. Tercatat bahwa tarif merupakan topik yang dibahas dalam lima
putaran perundingan, sedangkan topik lain dibahas pada tahun perundingan berikutnya.
Putaran Perundingan Uruguay, di mulai di Punta del Este, Uruguay yang merupakan
perundingan yang paling besar dalam sejarah. Putaran Perundingan Uruguay merupakan
putaran kedelapan pertemuan GATT dalam 40 tahun. Putaran perundingan ini
membutuhkan waktu tujuh tahun untuk selesai. Putaran Uruguay membuat kemajuan
nyata dalam mengurangi hambatan perdagangan dengan merevisi dan memperbaharui
GATT tahun 1947.
Persetujuan Mengenai Jasa. Oleh karena pentingnya meningkatkan jasa dalam total
volume perdagangan dunia, negara-negara ingin melalui ketentuan GATT di dalam
perdagangan. GATT memperluas prinsip “non-discrimination” di dalam perdagangan
internasional dalam semua jasa, seharusnya pembicaraan mengenai jasa dibicarakan
bersama agar hasilnya lebih sukses Masalahnya bahwa walaupun tukar menukar barang
secara langsung baik barang ekspor maupun barang impor sukar untuk menggambarkan
kenyataan mengenai suatu jasa atau pelayananannya. Meskipun demikian, GATT
menciptakan Perundingan Uruguay yang mengidentifikasi empat format berbeda di
dalam perdagangan internasional yaitu mengenai :
1. Cross-border Supply : Pelayanan yang diberikan dari satu negara ke negara lain.
2. Consumption Abroad : Konsumen atau perusahaan menggunakan pelayanan ketika di
negara lain.
3. Commercial Presence : Perusahaan mendirikan cabang di negara lain untuk
menyediakan pelayanan untuk Negara tersebut.
4. Presence of Natural Persons : Perjalanan individu ke negara lain untuk menyediakan
pelayanan.
Persetujuan Mengenai Kekayaan Intelektual. Seperti halnya pelayanan jasa, produk
terdiri atas seluruh atau sebagian besar hak milik kekayaan intelektual adalah pencatatan
untuk suatu porsi perdagangan internasional. Mengingat pada Bab 3 hak milik
intelektual itu mengacu pada hak milik yang diakibatkan oleh kemampuan dan bakat
masyarakat intelektual. Menggolongkan produk seperti hak milik intelektual adalah
menurut hukum proteksi tentang hak cipta, hak paten dan merek dagang.
Persetujuan Mengenai Subsidi Pertanian. Perdagangan dalam produk pertanian telah
lama menjadi pangkal perselisihan dari mitra dalam perdagangan dunia pada beberapa
waktu. Sebagian dari penggunaan hambatan perdagangan dari suatu negara yang semakin
populer untuk melindungi sektor pertanian mereka meliputi jatah impor dan tunjangan
untuk membayar langsung pada petani. Perundingan Uruguay menujukan masalah pokok
tentang penghalang tarif produk pertanian dan non-tarif dalam persetujuan atas
perdagangan produk pertanian. Hasil ditingkatkan untuk mengekspos sektor agrikultur
nasional dengan kekuatan pasar dan meningkat kemungkinan ramalan di dalam
perdagangan agrikultur internasional.
2. World Trade Organization (WTO)
Hasil yang terbaik dari perundingan Uruguay yang dilakukan pada tanggal 1 Januari
1995 adalah World Trade Organization (WTO) merupakan satu-satunya organisasi yang
mengatur perdagangan antara negara-negara di dunia. Ada tiga tujuan dari WTO, yaitu
membantu jalur perdagangan bebas, membantu merundingkan pembukaan pasar dan
menyelesaikan perselisihan perdagangan antar sesama anggota. Salah satu komponen
kunci WTO adalah hubungan dagang normal atau normal trade relations (sebelumnya
disebut status most-favored nation) persyaratan bahwa anggota GATT (dan WTO)
memberlakukan ketentuan dagang yang sama-sama menguntungkan bagi semua anggota
dengan yang diberikan kepada satu negara anggota tunggal tertentu.
KASUS BISNIS
DOWN WITH DUMPING
Kanada meluncurkan tantangan WTO kepada Amerika Serikat…. Mexico
melebarkan ukuran mengenai anti-dumping…. China mulai melakukan pemeriksaan
terhadap impor karet sintetik… Perselisihan baja meningkatkan isu dari kredibilitas
perdagangan bebas… hal tersebut harus dihentikan”, setiap headline surat kabar dunia
menulisnya.
Teori perdagangan internasional menyatakan bahwa setiap negara seharusnya
membuka pintu bagi perdagangan. Perdagangan bebas konvensional juga berpendapat
bahwa dengan adanya perdagangan dengan negara lain, maka sebuah negara dapat
menawarkan setiap warga negaranya sejumlah besar dari produk barang dengan harga
yang lebih murah bila dibandingkan ketika suatu negara tidak melakukan perdagangan.
Namun, sebenarnya perdagangan bebas masih belum eksis karena adanya campur tangan
pemerintah. Walaupun adanya usaha-usaha yang dilakukan WTO dan kelompok negaranegara, pemerintah suatu negara tetap saja berkepentingan dalam permainan suatu
perdagangan. Di dunia, jumlah kasus mengenai anti-dumping berjumlah rata-rata 234
per tahun.
Dahulu, negara maju biasanya memberikan charge kepada negara berkembang
dengan program dumping. Akan tetapi kini, setiap pasar yang ada, juga melibatkan dalam
keadaan tersebut. China baru saja mengadakan sebuah penyelidikan untuk menentukan
impor karet sintetik (digunakan dalam pembuatan ban dan sepatu) mana yang didumping
apakah dari Jepang, Korea Selatan, dan Russia. Mexico memperluas sistem impor
otamatisnya. Sistem ini mensyaratkan semua importir (dari negara terdaftar) untuk
memberitahukan pada petugas dari Meksiko jumlah dan harga dari setiap pengiriman 10
hari sebelum kedatangan pengiriman tersebut ke Meksiko. Peringatan 10 hari membantu
produsen domestik untuk mengantisipasi jatuhnya harga produk jadi mereka dapat
melaporkan akan melakukan dumping sebelum produk bebas dari bea dan masuk ke
pasaran. India membuat sebuah institusi baru yang menangani kasus anti-dumping.
Argentina, Indonesia, Afika Selatan, Korea Selatan dan Thailand juga menggunakan hal
yang sama dalam usaha melakukan proteksi.
Mengapa dumping sangat populer? Anehnya, WTO memperbolehkan hal itu.
Baru-baru ini WTO membuat serangan dari penggunaan tarif yang diberlakukan setiap
negara, mengecam mereka yang menggunakan tarif melalui hampir semua kategori
produk. Akan tetapi, WTO tidak memiliki wewenang untuk memberikan sangsi kepada
suatu negara, hanya pemerintah saja yang bisa. Jadi, WTO tidak dapat membuat
keputusan untuk melawan negara yang melakukan dumping pada produknya dipasaran.
WTO hanya dapat ikut berperan pada negara yang melakukan anti-dumping. Akan tetapi
WTO memperbolehkan pada negara untuk melawan ketika produsen negara itu diduga
melakukan dumping dan harus dapat ditunjukkan dengan (1) pihak penjual secara
signifikan dapat mengancam produsen domestik dan (2) harga ekspor lebih rendah dari
biaya produksi atau lebih rendah dari harga pasar dalam negeri.
Alternatif cara untuk membawa kasus anti-dumping sebelum WTO eksis di
dalamnya. Presiden Amerika Serikat George W. Bush mempercayakan pada Bagian 202
atau investigasi “pengendalian global” di bawah Undang-Undang Perdagangan Amerika
Serikat tahun 2002 untuk meningkatkan tarif hingga 30 persen pada impor baja. Industri
baja Amerika Serikat telah sangat menderita pada serangan impor baja dari banyak
negara termasuk Brazil, Uni Eropa, Jepang dan Korea Selatan. Kini negara-negara tetap
saja mengeluh tentang aksi tersebut sebelum WTO.
Pendukung tarif anti-dumping menyatakan bahwa mereka mencoba mencegah
pelaku dumping dari pemotongan harga oleh produsen dalam target pasar, mengeluarkan
mereka dari bisnis tersebut. Klaim lain yang dinyatakan oleh pendukung anti-dumping
adalah bahwa hal tersebut adalah cara terbaik untuk mempertahankan proteksi dalam
bahaya yang potensial dari perdagangan bebas. Detraktor tarif anti-dumping menyatakan
bahwa tarif sulit untuk dihilangkan. Mereka juga menyatakan bahwa hal tersebut akan
membuat perusahaan mengeluarkan banyak waktu dan uang untuk mempermasalahkan
hal tersebut. Dan juga ketakutan akan dikenakannya dumping akan menyebabkan
pesaing internasional mempertahankan harga pada tingkat yang tinggi dalam target pasar.
Hal ini dapat membuat perusahaan domestik juga meningkatkan harga produknya dan
tidak akan kehilangan pangsa pasar menekan konsumen untuk membayar lebih untuk
setiap barang yang dikehendaki.
Petanyaan kasus
1. “Anda tidak dapat memberitahukan bahwa harga rendah yang mereka bayarkan untuk
mesin fax atau mobil adalah sesuatu yang tidak adil. Mereka tidak memperdulikan
pada keuntungan yang diterima perusahaan. Bagi mereka, hal tersebut adalah suatu
penawaran yang bagus dan mereka ingin hal tersebut berlanjut.” Apakah anda setuju
dengan pendapat ini? Apakah anda kira orang dari budaya yang berbeda akan
berpandangan berbeda mengenai pendapat ini? Jelaskan jawaban anda!
2. Seperti yang kita lihat, saat ini WTO tidak dapat ikut terlibat dalam memberikan
sangsi hukuman kepada suatu negara. Aksi ini hanya dapat ditujukan melalui
pemerintah suatu negara. Apakah anda pikir ini adalah kebijakan yang baik? Kenapa
dan kenapa tidak? Kenapa anda pikir WTO tidak diberikan wewenang untuk
memberikan sangsi perusahaan dengan dumping? Jelaskan!
3. Identifikasilah kasus anti-dumping yang baru-baru ini dibawa sebelum WTO.
Gunakan banyak artikel agar dapat mendiskusikan kasus tersebut. Identifikasilah
negara, produk, dan ukuran sangsi potensial. Anggaplah anda sebagai bagian dari
anggota penyelesaian persisihan WTO, apakah anda akan memilih negara yang
membalas melakukan dumping? Kenapa atau kenapa tidak?
Jawaban kasus
1. Bila ditinjau sudut konsumen, kami menyetujui pendapat tersebut. Perspektif umum
konsumen memang menginginkan setiap barang yang berada di pasaran, apakah itu
barang yang berasal dari lokal atau pun barang impor berharga murah. Selain itu
konsumen juga akan berpikiran bahwa setiap produk barang yang diproduksi oleh
perusahaan tersebut pastilah dalam jumlah yang besar. Oleh karena itu bila dihitung
secara total profit margin yang akan diterima oleh suatu perusahaan akan lebih besar
dari biaya untuk memproduksi barang tersebut dan tentu saja perusahaan juga akan
menjual produknya di atas dari harga pokok produksinya. Namun demikian dalam
jangka panjang dumping tersebut akan menyebabkan mematikan pasar barang sejenis
dalam negeri, yang diikuti munculnya dampak ikutannya seperti pemutusan hubungan
kerja massal, pengganguran dan bangkrutnya industri barang sejenis dalam negeri.
Kami juga berpendapat bahwa orang dari budaya yang berbeda juga akan berpikiran
yang sama. Karena produk dengan harga murah adalah keinginan dari setiap
konsumen. Seperti pada kasus photo album di Kanada dimana pada awalnya
Desmarais menjual harga produknya $15 hingga $50 dollar Kanada, namun ketika
banjirnya produk impor dari Korea dengan harga yang lebih murah dari harga photo
album Desmarais maka konsumen lebih memilih produk impor tersebut.
2. WTO (World Trade Organization) tidak memiliki wewenang untuk memberikan
sangsi kepada perusahaan suatu negara yang melakukan dumping. Kebijakan tersebut
dinilai benar karena pada dasarnya tujuan utama dari pembentukkan WTO adalah
memudahkan agar produk dan barang dan jasa dari suatu negara dapat diterima di
negara lain. Apabila WTO memberikan sangsi maka sama saja WTO akan
menghambat jalannya suatu perdagangan. Adapun tiga tujuan utama pendirian WTO
adalah (1) menciptakan suatu arus perdagangan dengan memacu suatu negara untuk
mengadaptasi kebijakan perdagangan yang terprediksi dan non-diskriminasi, (2)
mengurangi rintangan perdagangan dengan kesepakatan multilateral dan (3)
menciptakan suatu prosedur yang adil untuk memecahkan setiap masalah
perdagangan di antara negara anggota
Dan tentu saja setiap kebijakan dari dumping tersebut adalah suatu usaha dari setiap
negara untuk memberikan perlindungan kepada produsen domestiknya sehingga
produknya menjadi lebih kompentitif di pasaran internasional. Maka bila akan
dikenakan suatu kewajiban dari produk yang di dumping maka sepenuhnya dalam
tanggung jawab pemerintah suatu negara, biasanya pada badan ekspor dan impornya.
3. Baru-baru ini terdapat kasus dumping yang diajukan pemerintah Indonesia ke WTO.
Kasus dumping tersebut yaitu produsen/eksportir tepung terigu yang berasal dari
Turki telah melakukan praktik dumping di pasar domestik Indonesia. Kasus tersebut
dimulai dengan diajukan oleh Asosiasi Produsen Tepung Terigu Indonesia (Aptindo).
Sebagai petisioner, Aptindo mewakili PT Eastern Pearl Flour Mills, PT Sriboga
Raturaya, PT Pangan Mas Inti Persada yang menguasai pangsa domestik 27,3%.
Bogasari Flour Mills yang memiliki pangsa 57,3% tidak termasuk petisioner, tetapi
hanya sebagai pendukung. Sikap seperti ini memang dimungkinkan oleh aturan
World Trade Organization (WTO).
KADI hanya menemukan bukti dumping dan causal link atas terigu impor dari Turki.
Fakta yang ditemukan antara lain harga terigu di pasar domestik Turki lebih mahal
19,67%-21,98% dibandingkan dengan harga yang berlaku di Indonesia. Dengan harga
yang murah ini, terigu Turki menguasai pangsa impor di pasar Indonesia 35,2% dari
total impor pada periode investigasi (Oktober 2007-September 2008). Ini pangsa yang
cukup besar.
Praktik dumping ini menyebabkan Eastern Pearl, Sriboga dan Pangan Mas
mengalami penurunan produksi rata-rata 8,7 % dan utilisasi turun 7,9% dan stok tak
terjual naik 34,8% yang berdampak pada pengurangan jumlah pekerja sekitar 5,5%
serta cash flow merosot 39,1%.
Karena itu, dalam surat Mendag kepada Menkeu, lima perusahaan Turki diusulkan
pengenaan BMAD yakni Bafra Eris Un Yem Gida San Ve, Tic. A.S. sebesar
21,99%), Erisler Gida Sanayi Ve Ticaret A.S. (19,67%), Marmara Un Sanayi A.S.
(18,69%), Ulas Gida Un Tekstil Nakliye Ticaret Ve Sanayi A.S. (20,86%) dan
Ulusoy Un Sanayi Ve Ticaret A.S. (20,28%). Untuk perusahaan lainnya dikenai
tambahan bea masuk tertinggi sebesar 21,99%.
Bila kami menjadi salah satu anggota dari penyelesaian dari peselisihan ini maka
kami tidak akan memihak pada keduanya (yang melakukan dumping dan antidumping) karena sebagai suatu organisasi yang mengatur hubungan perdagangan
setiap negara di dunia maka WTO sebaiknya dapat bersikap netral dan menyerahkan
sepenuhnya persoalan pada negara bersangkutan yang mengalami kasus tersebut.
Karena bila WTO terlibat dalam kasus ini maka bisa dianggap bahwa WTO ikut
campur dalam urusan dalam negeri suatu negara.
PERTANYAAN FORUM
1. Fauzan Hidayat : saat ini di Indonesia khususnya di Batam telah membuat
infrastruktur yang sangat besar untuk fasilitas perdagangan, namun bila dilihat
infrastruktur tersebut belum teroptimalkan dengan baik. Apakah hal ini
menandakan kesalahan kebijakan pemerintah dalam perdagangan?
Jawaban : menurut kami pada kasus Batam belum bisa dikatakan bahwa hal
tersebut merupakan kesalahan kebijakan pemerintah dalam perdagangan. Hal ini
dikarenakan bagaimana pun infrastruktur perdagangan yang telah dibangun di
Batam tersebut sampai saat ini masih digunakan sebagai penunjang aktivitas
pedagangan walaupun belum teroptimalkan dengan baik. Akan tetapi bila
dianalisis lebih dalam bisa saja kebijakan pembangunan infrastruktur perdagangan
tersebut tidak dilakukan kajian dengan matang atau pun terdapat aspek politik
yang tidak baik sehingga kebijakan untuk membangun infrastruktur tersebut
belum berjalan efektif.
2. Adrin Ramdana Rauf : saat ini di Indonesia terdapat kasus Impor jeroan ternak.
Apakah kasus impor jeroan ternak tersebut dapat dikatakan sebagai kasus
dumping?
Jawaban: Pengertian dumping dalam konteks hukum perdagangan internasional
adalah suatu bentuk diskriminasi harga internasional yang dilakukan oleh sebuah
perusahaan atau negara pengekspor, yang menjual barangnya dengan harga lebih
rendah di pasar luar negeri dibandingkan di pasar dalam negeri sendiri, dengan
tujuan untuk memperoleh keuntungan atas produk ekspor tersebut. Suatu produk
dikatakan dumping apabila memenuhi 3 kriteria :
(1) Produk ekspor suatu negara telah diekspor dengan melakukan dumping.
(2) Akibat dumping tersebut telah mengakibatkan kerugian secara material
(3) Adanya hubungan kausal (causal link) antara dumping yang dilakukan dengan
akibat kerugian (injury) yang terjadi.
Bila merujuk pada definisi tentang dumping tersebut maka kasus impor jeroan
tidak tergolong dumping. Jeroan merupakan produk ternak yang pada negara
pengekspor merupakan produk yang tidak berharga dinegara tersebut, sehingga
harga jual yang diberikan oleh ekportir ke Indonesia merupakan besaran harga
yang tidak lebih rendah dari negara asal jeroan tersebut. Disamping itu produk
jeroan tersebut juga belum terbukti mengakibatkan kerugian material bagi negara
Indonesia
3. Bayu Trisno Arif Setiawan : Pada motif ekonomi yaitu dengan melindungi
industri baru salah satu dampak buruknya adalah menyebabkan terjadinya
kenaikan harga pada konsumen apa maksud pernyataan tersebut?
Jawaban: Perlindungan pada industri baru dapat merusak ekonomi ketika
konsumen tidak mau membayar lebih untuk produknya karena kurangnya
persaingan dengan memotong biaya produksi dan mengembangkan kualitas.
Karena itu perusahaan menjadi lebih percaya pada perlindungan. Contohnya,
perlindungan terhadap industri domestik Jepang menyebabkan timbulnya dua
jenis tingkat ekonom. Pada tingkat pertama adalah perlindungan dan tidak ada
persaingan industri domestik, sedangkan yang lainnya adalah tingginya kompetisi
multinasional. Yang berada dibawah bendera industri domestik adalah bank,
perumahan, konstruksi, retail dan manufactur lokal, tingginya biaya dapat
menyebabkan perlindungan pasar, tingginya gaji, banyaknya peraturan dan
halangan untuk impor. Perusahaan besar menikmati keuntungan biaya rendah
karena adanya efisiensi produksi di Asia Timur, Eropa, Amerika Latin dan
Amerika Serikat. Karena pasar multinasional adalah pasar luar negeri sehingga
mereka memiliki daya saing yang kuat dalam bertahan.
Download