Bio Psikologi - Universitas Mercu Buana

advertisement
Bio Psikologi
Modul ke:
Fakultas
Psikologi
Program Studi
Psikologi
SISTEM SENSORI MOTOR
1. Tiga Prinsip Fungsi Sensorimotor
2. Korteks Asosiasi Sensorimotor
3. Korteks Motorik Sekunder
4. Korteks Motorik Primer
5. Serebelum dan Ganglis Basalis
6. Jalur-jalur Motorik
7. Sirkuit Spinal Sensorimotor
8. Program-program Sensorimotor Sentral
Firman Alamsyah, MA
TIGA PRINSIP FUNGSI SENSORIMOTOR
1. System sensorimotor terorganisasi secara hierarkis. Keunggulan organisasi hierarkis ini adalah tingkat‐tingkat yang lebih tinggi dalam hierarki dibiarkan bebas melakukan fungsi‐fungsi yang lebih kompleks. Sistem sensorimotor adalah sistem hierarki yang bersifat paralel dan terorganisasi secara fungsional. 2. Output motorik dipandu oleh input sensori Sistem sensorimotor yang meliputi mata, organ‐organ keseimbangan dan reseptor‐reseptor di kulit, otot, dan persendian semuanya memantau respon‐respon tubuh dan mereka mengumpanbalikkan informasi itu ke dalam sirkuit‐sirkuit sensorimotor. 3. Belajar mengubah sifat dan lokus control sensorimotor Terjadi perubahan dalam proses belajar sensorimotor • Model umum fungsi system sensorimotor, digambarkan sebagai berikut: • Gambar, ilustrasi beberapa prinsip organisasi system sensorimotor. Korteks Asosiasi Sensorimotor
• Korteks asosiasi berada di puncak hierarki sensorimotor. Terdapat dua daerah korteks asosiasi sensorimotor utama yaitu: • Korteks asosiasi parietal posterior Sebelum sebuah gerakan efektif dapat diawali informasi tertentu dibutuhkan. Sistem saraf harus tahu posisi awal bagian‐bagian tubuh yang akan digerakkan dan ia juga harus tahu posisi objek eksternal dengan siapa tubuh akan berinteraksi. Korteks asosiasi parietal posterior (porsi neokorteks parietal yang letaknya posterior terhadap korteks somatosensori primer>PENTING>Integrasi kedua macam informasi u/ mngrhkan perhatian. banyak output korteks parietal posterior menuju daerah‐daerah korteks motorik, yang berlokasi di kortesk frontal>korteks asosiasi prefrontal dorsolateral > korteks motorik sekunder dan ke medan mata frontal Kerusakan pada korteks parietal posterior dapat mengakibatkan yang paling utama adalah: 1. Apraxia (apraksia), gangguan gerakan disengaja yang tidak dapat diatribusikan pada sebuah defisit motorik sederhana atau pada defisit apapun dalam komprehensi atau motivasi. 2. Contralateral neglect, gangguan pada kemampuan pasien untuk merespon stimuli pada satu sisi tubuh yang berlawanan (kontralateral) dengan sisi lesi otak, tanpa disertai adanya defisit sensorik atau defisit motorik sederhana. Korteks asosiasi prefrontal
dorsolateral
•
Daerah besar lain di korteks asosiasi yang memiliki fungsi sensorimotor penting adalah korteks asosiasi prefrontal dorsolateral yang menerima proyeksi‐proyeksi dari korteks parietal posterior dan mengirimkan proyeksi‐
proyeksi ke daerah‐daerah korteks motorik sekunder, ke korteks motorik primer dan ke medan mata frontal. Korteks prefrontal dorsolateral tampaknya berperan dalam evaluasi stimuli eksternal dan inisiasi reaksi‐
reaksi yang disengaja terhadapnya. Gambar input kortikal utama dan jalu‐jalur output korteks asosiasi prefrontal dorsolateral
Korteks Motorik Sekunder
• Daerah‐daerah korteks motorik sekunder adalah daerah‐
daerah yang menerima banyak inputnya dari korteks asosiasi dan mengirimkan banyak outputnya ke korteks motorik primer. • Dua daerah korteks motorik sekunder yang diketahui dan terlihat jelas di permukaan lateral lobus frontal, tepat pada posisi anterior terhadap korteks motorik primer, yaitu: 1. Daerah motorik suplementer Daerah tersebut menutupi bagian puncak lobus frontal dan memanjang, menuruni permukaan medialnya ke dalam fisura longitudinal 1. Korteks premotorik Yang mengalir ke dalam bentuk strip dari daerah motorik suplementer ke fisura lateral. Gambar Empat daerah korteks motorik sekunder dan output mereka ke korteks motorik primer Korteks Motorik Primer
• Korteks motorik primer terletak di girus prefrontal lobus frontal yang merupakan titik konvergensi utama dari sinyal‐
sinyal sensorimotor kortikal sebagai titik awal, tetapi bukan satu‐satunya dari sinyal‐sinyal sensorimotor dari korteks serebral. Terdapat dua pandangan tentang fungsi korteks motorik primer, yaitu: • Pandangan konvensional • Pandangan ini menemukan bahwa korteks motorik primer terorganisasi secara somatotopik yaitu menurut peta tubuh • Pandangan mutakhir • memetakan korteks motorik primer telah menggunakan sebuah teknik stimulasi baru. Efek-efek Lesi Korteks Motorik
Primer
• Kerusakan ekstensif pada korteks motorik primer memiliki efek yang lebih sedikit daripada yang mungkin kita duga, mengingat korteks ini merupakan titik awal utama serabut‐serabut saraf dari korteks serebral. Lesi besar pada korteks motorik primer dapat mendisrupsi kemampuan pasien untuk menggerakkan salah satu bagian tubuhnya secara independen, yang dapat menghasilkan astereognosia (defisit dalam stereognosis) dan dapat mengurangi kecepatan, keakuratan dan kekuatan gerakan pasien. E. SEREBELUM DAN
GANGLIA BASALIS
• Serebelum dan ganglia basalis > struktur sensorimotor yang penting> bukan merupakan bagian utama jalur yang dilalui sinyal‐sinyal yang turun melalui hierarki sensorimotor. • Interkoneksi di antara daerah‐daerah sensori dan motorik melalui serebelum dan ganglia basalis > alasan mengapa kerusakan yang terjadi pada penghubung kortikal di antara daerah korteks visual dan daerah motorik frontal tidak meniadakan respon‐
respon yang dipandu secara visual. Serebelum
• Kompleksitas cerebellum (serebelum) ditunjukkan oleh strukturnya. • Serebelum menerima informasi dari korteks motorik primer dan sekunder, informasi tentang sinyal‐sinyal motorik yang turun dari nuklei motorik batang otak, dan umpan balik dari respon‐respon motorik melalui sistem somatosensorik dan vestibuler. • Serebelum diduga membandingkan ketiga sumber input ini dan mengoreksi gerakan‐gerakan yang sedang berlangsung, yang menyimpang dari sumber yang diinginkan. Dengan menjalankan fungsi ini, ia diyakini memainkan peran utama dalam belajar motorik Ganglia Basalis
• Basal ganglia (Ganglia Basalis) tidak mengandung neuron sebanyak serebelum, tetapi dalam arti tertentu mereka lebih kompleks. Berbeda dengan serebelum, yang diorganisasikan secara sistematis dalam berbagai lobus, kolom dan lapisan; ganglia basalis merupakan sekumpulan nuklei heterogen yang saling terhubung secara kompleks. • Anatomi ganglia basalis > menjalankan fungsi modulatorik. • Bagian loops neural yang menerima input kortikal dari berbagai daerah kortikal dan mentransmisikan kembali melalui talamus ke berbagai daerah korteks motorik. F. JALUR-JALUR MOTORIK YANG MENGALIR
DARI ATAS KE BAWAH
Sinyal‐sinyal neural dikonduktasikan dari korteks motorik primer ke neuron‐neuroan motorik sumsum tulang belakang melalui empat jalur yang berbeda, yaitu: 1. Dua jalur berjalan dari atas ke bawah di daerah dorsalateral sumsum tulang belakang 2. Dua jalur berjalan dari atas ke bawah di daerah ventromedial sumsum tulang belakang. G. SIRKUIT-SIRKUIT SUMSUM TULANG
BELAKANG SENSORIMOTOR
• Tingkat paling bawah dari hierarki sensorimotor adalah sirkuit‐sirkuit sumsum tulang belakang dan otot‐otot yang mereka kendalikan. Sirkuit‐sirkuit motorik sumsum tulang belakang menunjukkan kompleksitas yang cukup tinggi dalam fungsinya, terlepas dari sinyal‐sinyal yang datang dari otak. • Otot‐otot Unit‐unit motorik adalah unit‐unit terkecil aktivitas motorik. Setiap unit motorik terdiri atas sebuah neuron motorik tunggal dan semua serabut otot skeletal individual yang diinervasinya. • Meskipun terlalu disederhanakan, serabut‐ serabut otot skeletal sering dianggap terdiri atas dua tipe dasar yaitu: 1. Serabut otot cepat Berkontraksi dan kendur dengan cepat. Meskipun mampu menghasilkan tenaga yang besar, mereka cepat lelah karena tidak tervaskularisasi dengan baik (yang membuat mereka berwarna pucat). 2. Serabut otot lambat Meskipun lebih lamban dan lebih lemah, mereka mampu melakukan kontraksi lebih lama karena vaskularisasinya lebih kaya (yang membuat mereka tampak lebih merah). Organ-organ Reseptor Tendon dan Otot
Aktivitas otot‐otot skeletal dipantau oleh dua jenis reseptor yaitu: • Organ‐organ tendon Golgi Golgi tendon organs (organ tendon Golgi) melekat pada tendon yang menghubungkan seyiap otot skeletal ke tulang. • Gelendong otot Muscel spindles (gelendong otot) melekat pada jaringan otot itu sendiri. Gelendong‐ gelendong otot merespon perubahan pada panjang otot, tetapi tidak merespon ketegangan otot. Refleks Perentangan
• Stretch Reflex (Refleks Perentangan) adalah refleks yang dibangkitkan oleh kekuatan perentangan eksternal pada sebuah otot. Ekstensi tungkai yang diakibatkan oleh ketukan itu disebut dengan patellar tendon reflex (refleks tendon patelar). Refleks Menarik Diri
• Withdrawal Reflex (Refleks Menarik Diri) tidak monosinaptik. Ketika sebuah stimulus menyakitkan mengenai tangan, respon pertama direkan di neuron‐neuron motorik otot‐otot fleksor lengan selama sekitar 1,6 milisekon, kira‐kira sama dengan waktu yang dibutuhkan oleh sebuah sinyal neural untuk menyeberangi dua sinapsis. Terima Kasih
Firman Alamsyah AB, MA
Download