Revolusi Industri: Latar Belakang, Proses

advertisement
Revolusi Industri: Latar Belakang, Proses Revolusi, & Dampaknya
Didiek Prasetya M.Sn
Revolusi Industri ~ Revolusi bisa diartikan sebagai perubahan secara cepat
atau perubahan yang cukup mendasar dalam suatu bidang atau di suatu tempat.
Sementara Industri artinya proses membuat atau menghasilkan suatu barang.
Perubahan yang terjadi di Inggris pada abad ke-18 merupakan perubahan dalam
memproduksi barang-barang dari penggunaan tenaga manusia kepada mesinmesin.
Jadi Revolusi Industri adalah perubahan cara membuat atau menghasilkan barang
yang semula menggunakan tenaga manusia beralih ke tenaga mesin. Nah, pada
kesempatan kali ini Zona Siswa akan mencoba menghadirkan penjelasan lengkap
mengenai Revolusi Industri baik dari segi latar belakang, proses revolusi dan
dampaknya. Semoga bermanfaat. Check this out!!!
A. Latar Belakang Revolusi Industri
Istilah revolusi industri diperkenalkan untuk pertama kalinya oleh Friedrich
Engels dan Louis-Auguste Blanqui pada pertengahan abad ke-19. Tidak jelas
penanggalan secara pasti tentang kapan dimulainya revolusi industri. Tetapi T.S.
Ashton mencatat permulaan revolusi industri terjadi kira-kira antara tahun 17601830. Revolusi ini kemudian terus berkembang dan mengalami puncaknya pada
pertengahan abad ke-19 , sekitar tahun 1850, ketika kemajuan teknologi dan
ekonomi mendapatkan momentum dengan perkembangan mesin tenaga-uap, rel,
dan kemudian di akhir abad tersebut berkembang mesin kombusi dalam serta mesin
pembangkit tenaga listrik.
Revolusi Industri terjadi pada pertengahan abad ke-18. Awalnya didahului
oleh revolusi agraria. Ada dua tahap revolusi agraria. Revolusi Agraria I adalah
tahapan terjadinya perubahan penggunaan tanah yang semula hanya untuk
pertanian menjadi usaha pertanian, perkebunan, dan peternakan yang terpadu.
Revolusi Agraria II mengubah cara mengerjakan tanah yang semula tradisional
dengan penggunaan mesin-mesin atau mekanisasi. Revolusi Industri terjadi di
Inggris karena sebab-sebab berikut.
1. Situasi politik yang stabil. Adanya Revolusi Glorius tahun 1688 yang
mengharuskan raja bersumpah setia kepada Bill of Right sehingga raja tunduk
kepada undang-undang dan hanya menarik pajak berdasarkan atas
persejutuan parlemen.
2. Inggris kaya bahan tambang, seperti batu bara, biji besi, timah, dan kaolin. Di
samping itu, wol juga yang sangat menunjang industri tekstil.
3. Adanya penemuan baru di bidang teknologi yang dapat mempermudah cara
kerja dan meningkatkan hasil produksi, misalnya alat-alat pemintal, mesin
tenun, mesin uap, dan sebagainya.
4. Kemakmuran Inggris akibat majunya pelayaran dan perdagangan sehingga
dapat menyediakan modal yang besar untuk bidang usaha. Di samping itu, di
Inggris juga tersedia bahan mentah yang cukup karena Inggris mempunyai
banyak daerah jajahan yang menghasilkan bahan mentah tersebut.
5. Pemerintah memberikan perlindungan hukum terhadap hasil-hasil penemuan
baru (hak paten) sehingga mendorong kegiatan penelitian ilmiah. Lebih-lebih
setelah dibentuknya lembaga ilmiah Royal Society for Improving Natural
Knowledge maka perkembangan teknologi dan industri bertambah maju.
6. Arus urbanisasi yang besar akibat Revolusi Agraria di pedesaan mendorong
pemerintah Inggris untuk membuka industri yang lebih banyak agar dapat
menampung mereka.
Kereta Api Tenaga Uap ~ Salah satu penemuan penting dalam revolusi industri
B. Proses Revolusi Industri
Pada akhir abad Pertengahan kota-kota di Eropa berkembang sebagai pusat
kerajinan dan perdagangan. Warga kota (kaum Borjuis) yang merupakan warga
berjiwa bebas menjadi tulang punggung perekonomian kota. Mereka bersaing secara
bebas untuk kemajuan dalam perekonomian. Pertumbuhan kerajinan menjadi
industri melalui beberapa tahapan, seperti berikut.
1. Domestic System
Tahap ini dapat disebut sebagai tahap kerajinan rumah (home
industri). Para pekerja bekerja di rumah masing-masing dengan alat yang
mereka miliki sendiri. Bahkan, kerajinan diperoleh dari pengusaha yang
setelah selesai dikerjakan disetorkan kepadanya. Upah diperoleh berdasarkan
jumlah barang yang dikerjakan. Dengan cara kerja yang demikian, majikan
yang memiliki usaha hanya membayar tenaga kerja atas dasar prestasi atau
hasil. Para majikan tidak direpotkan soal tempat kerja dan gaji.
2. Manufactur
Setelah kerajinan industri makin berkembang diperlukan tempat
khusus untuk bekerja agar majikan dapat mengawasi dengan baik cara
mengerjakan dan mutu produksinya. Sebuah manufactur (pabrik) dengan
puluhan tenaga kerja didirikan dan biasanya berada di bagian belakang
rumah majikan. Rumah bagian tengah untuk tempat tinggal dan bagian depan
sebagai toko untuk menjual produknya. Hubungan majikan dengan pekerja
(buruh) lebih akrab karena tempat kerjanya jadi satu dan jumlah buruhnya
masih sedikit. Barang-barang yang dibuat kadang-kadang juga masih
berdasarkan pesanan.
Factory System
Tahap factory system sudah merupakan industri yang menggunakan mesin.
Tempatnya di daerah industri yang telah ditentukan, bisa di dalam atau di luar kota.
Tempat tersebut untuk untuk tempat kerja, sedangkan majikan tinggal di tempat
lain. Demikian juga toko tempat pemasaran hasil industri diadakah di tempat lain.
Jumlah tenaganya kerjanya (buruhnya) sudah puluhan, bahkan ratusan. Barangbarang produksinya untuk dipasarkan.
Adanya penemuan teknologi baru, besar peranannya dalam proses
industrialisasi sebab teknologi baru dapat mempermudah dan mempercepat kerja
industri, melipatgandakan hasil, dan menghemat biaya. Penemuan-penemuan yang
penting, antara lain sebagai berikut.
1. Kumparan terbang (flying shuttle) cipataan John Kay (1733). Dengan alat ini
proses pemintalan dapat berjalan secara cepat.
2. Mesin pemintal benang (spinning jenny) ciptaan James Hargreves (1767) dan
Richard Arkwright (1769). Dengan alat ini hasilnya berlipat ganda.
3. Mesin tenun (merupakan penyempurnaan dari kumparan terbang) ciptaan
Edmund Cartwight (1785). Dengan alat ini hasilnya berlipat ganda.
4. Cottongin, alat pemisah biji kapas dari serabutnya cipataan Whitney (1794).
Dengan alat ini maka kebutuhan kapas bersih dalam jumlah yang besar dapat
tercukupi.
5. Cap selinder ciptaan Thomas Bell (1785). Dengan alat ini kain putih dapat
dilukisi pola kembang 200 kali lebih cepat jika dibandingkan dengan pola cap
balok dengan tenaga manusia.
6. Mesin uap, ciptaan James Watt (1769). Dari mesin uap ini dapat diciptakan
berbagai peralatan besar yang menakjubkan, seperti lokomotif ciptaan
Richard Trevethiek (1804) yang kemudian disempurnakan oleh George
Stepenson menjadi kereta api penumpang. Kapal perang yang digerakkan
dengan mesin uap diciptakan olehRobert Fulton (1814).
Mesin uap merupakan inti dari Revolusi Industri sehingga James Watt sering
dianggap sebagai Bapak Revolusi Industri I'. Penemuan-penemuan baru selanjutnya,
semakin lengkap dan menyempurnakan. Hal ini merupakan hasil Revolusi Industri
II dan III, seperti mobil, pesawat terbang, industri kimia dan sebagainya.
C. Dampak Revolusi Industri
Revolusi industri telah menimbulkan perubahan besar dalam tatanan
kehidupan masyarakat Inggris. Revolusi Industri memberikan bermacam dampak
positif dalam bidang ekonomi, sosial, politik dan ilmu pengetahuan. Secara umum,
dampak revolusi industri bagi kehidupan penduduk Inggris antara lain sebagai
berikut.
1. Bidang Sosial
Akibat berkembangnya industri, pusat pekerjaan berpindah ke kota.
Terjadilah urbanisasi besar-besaran ke kota. Para buruh tani pergi ke kota
untuk menjadi buruh pabrik. Kota-kota besar pun menjadi padat dan semakin
sesak. Para buruh hidup berjejal-jejal di tempat tinggal yang kumuh dan
kotor. Tidak hanya itu, dalam pekerjaan, mereka menjadi objek pemerasan
majikan. Buruh bekerja rata-rata 12 jam dalam sehari, namun tetap miskin.
Kemiskinan
berakibat
langsung
pada
meningkatnya
kejahatan
dan
ketergantungan pada minuman keras. Dampak lain adalah pengangguran,
wanita dan anak ikut bekerja, dan kurangnya jaminan kesejahteraan.
2. Bidang Ekonomi
Pengaruh Revolusi Industri dalam bidang ekonomi ditandai dengan
pembangunan daerah-daerah industri dilakukan secara besar-besaran.
Revolusi industri juga berpengaruh terhadap munculnya kota-kota industri
seperti Manchester, Liverpool, dan Birmingham. Kemunculan kota-kota
industri tersebut merupakan satu keniscayaan ketika industri berkembang.
Perkembangan pesat dalam bidang industri ternyata tidak hanya bersifat
kuantitas melainkan juga berpengaruh terhadap kualitas barang industri yang
meningkat tajam. Revolusi industri telah banar-benar mendorong warga
Inggris untuk memperbaiki segala sesuatu berhubungan dengan hasil
pekerjaan mereka.
3. Bidang Politik
Dampak Revolusi Industri dalam bidang politik antara lain, (1)
munculnya kaum borjuis sebab kemajuan industri melahirkan orang-orang
kaya baru yang merupakan penguasa industri. (2) Tumbuhnya demokrasi dan
nasionalisme.
(3)
Munculnya
imperialisme
modern,
yaitu
upaya
mengembangkan imperialisme yang berlandaskan kekuatan ekonomi,
mencari tanah jajahan, bahan mentah serta mengembangkan pasar bagi
industrinya. (4) Berkembangnya liberalisme yang awalnya hanya berkembang
di Inggris ketika berlangsung Revolusi Agraria dan Revolusi Industri. Dalam
menentukan
kebijakan
politik
dan
ekonomi,
partai
liberal
sangat
berpengaruh.
Bagi Indonesia, revolusi induestri memiliki dampak tersendiri. Revolusi
Industri menimbulkan adanya imperialisme modern yang bertujuan mencari bahan
mentah, tenaga kerja murah, dan pasar bagi hasil-hasil produksi. Perdagangan bebas
melahirkan konsep liberalisme. Hal ini mengimbas pada negara-negara koloni,
seperti juga wilayah-wilayah di Asia yang menjadi jajahan bangsa Eropa. Termasuk
Indonesia.
Ketika Thomas Stamford Raffles, gubernur jenderal dari Inggris, berkuasa di
Indonesia (1811 – 1816), ia berupaya memperkenalkan prinsip-prinsip liberalisme di
Indonesia. Kebijakan yang diberlakukannya, antara lain, memperkenalkan sistem
ekonomi uang, memberlakukan pajak sewa tanah untuk memberi kepastian siapa
pemilik tanah, menghapus penyerahan wajib, menghapus kerja rodi, serta
menghapus perbudakan. Ketika Inggris menyerahkan Indonesia ke tangan Belanda,
dibuat perjanjian bahwa Belanda akan tetap memberlakukan perdagangan bebas.
Download