BUku ekosistem (isi)

advertisement
Maulana Sidik
Sumber: www.sentra-edukasi.com
Setiap makhluk hidup tidak dapat hidup sendiri, baik hewan,
maupun tumbuhan. Selain makhluk hidup (komponen biotik),
disekitar kita terdapat makhluk tak hidup (komponen abiotik)
seperti cahaya, udara, air, tanah, dan sebagainya. Komponen
biotik
dan
abiotik
saling
berinteraksi
membentuk
ekosistem.Perhatikan contoh ekosistem pada Gambar 1.1
Gambar 1.1 Ekosistem Darat
Pada gambar 1.1 tampak tumbuhan, hewan, matahari, da
tanah. Cobalah ingat kembali bahwa hewan saat berna- pas
mengeluarkan gas karbon dioksida, sedangkan untuk
mempertahankan hidupnya, tumbuhan melakukan proses
fotosintesis yang memerlukan cahaya matahari dan karbon
dioksida. Dan dari hasil fotosintesis tumbuhan menghasilkan gas
oksigen dan zat makanan. Hasil fotosintesis itu digunakan oleh
manusia dan hewan untuk kelangsungan hidupnya.
Ada hubungan timbal balik antara manusia, tumbuhan, dan
tempat tumbuhnya. Interaksi atau hubungan antara makhluk
hidup dengan lingkungannya yang membentuk suatu sistem
ekologi inilah yang disebut dengan ekosistem.
Pada kenyataanya, makhluk hidup tidak dapat lepas dari
lingkungannya, baik itu makhluk hidup lainnya (biotik) maupun
maakhluk tak hidup (abiotik). Dengan interaksi antara kedua
komponen tersebut, ekosistem akan selalu tumbuh berkembang
sehingga menimbulkan perubahan ekosistem. Dan sumber
utama ekosistem adalah cahaya matahari.
Apa sajakah satuan-satuan dalam ekosistem ? apa saja
komponen penyusun ekosistem ? apakah keseimbangan
ekosistem ? Bagaimanakah saling ketergantungan makhluk
hidup ? Mari kita simak uraian berikut ini.
1
Ekosistem untuk SMA/MA
EKOSISTEM
Apa Sajakah Satuan-Satuan
Dalam Ekositem ?
Ekositem ?
Dalam ekosistem terdapat satuan-satuan makhluk hidup yang
dapat dipelajari melaui enam tingkatan yang berbeda. tingkatan
tersebut adalah individu, populasi, komunitas, ekosistem, bioma,
dan biosfer. Perhatikan Gambar 1.2
1. Individu
Individu merupakan organisme tunggal. Contoh individu adalah
seekor semut, seekor monyet, seekor domba atau sebatang
pohon (Gambar 1.3)
Dalam kehidupan sehari-hari, terkadang kita menemukan
sekelompok tanaman, misalnya tanaman padi atau tanaman
temu lawak yang menjadi satu sehingga tampak sebagai satu
kesatuan. Untuk mempermudah penentuan individu, kriteria
yang harus diperhatikan adlah bahwa individu selalu
menggambarkan sifat tunggal dan memiliki proses hidup sendirisendiri. Jadi, walaupun hidup berkelompok, jika satuannya
memiliki kriteria tersebut, organisme ini dapat disebut individu.
2. Populasi
Populasi adalah sekelompok individu sejenis (satu spesies)
yang menempati habitat tertentu. Binatang jarang sekali hidup
menyendiri. Biasanya, binatang-binatang berkumpul membentuk
kelompok yang disebut populasi.
Setiap individu dalam populasi bersaing satu dengan yang
lainnya dalam usaha untuk memenuhi kebutuhannya, seperti
makanan atau tempat berlindung. Makhluk hidup dalam suatu
populasi berkembang biak agar dapat bertahan dan
melestarikan keturunannya.
Populasi berubah sepanjang waktu. Hal tersebut terjadi
karena adanya perubahan dari lingkungannya, seperti bencana
alam dan serangan penyakit. Setiap populasi memiliki
karakteristik tertentu, antara lain kepadatan (densitas), laju
kelahiran (natalitas), laju kematian (mortalitas), umur, dan
pertumbuhan dari populasi.
Ekosistem untuk SMA/MA
2
Maulana Sidik
3. Komunitas
Komunitas adalah kumpulan beberapa populasi yang saling
berinteraksi dan hidup pada daerah tertentu. Dalam komunitas
terjadi hubungan antara komponen yang satu dan komponen
lainnya. setiap jenis organisme memiliki tugas (jabatan) tertentu
secara alami maupun buatan. Tugas organisme dalam suatu
komunitas disebut niche (nisia/relung ekologi). Komunitas
meliputi komuntas air dan komunitas darat, komunitas yang
dapat Anda temui, seperti komunitas rawa, komunitas hutan dan
komunitas sawah. Perhatikan Gambar 1.4
4. Ekosistem
Komunitas selalu berhubungan dengan komponen abiotiknya
seperti air, udara, tanah, dan sisnar matahari. Komunitas tidak
dapat terlepas dari pengaruh lingkungan yang tidak hidup di
sekitarnya. Antara komunitas an lingkungan tak hidupnya
terbentuk suatu interaksi atau hubungan yang saling
memengaruhi satu sama lain dalam membentuk suatu sistem
ekologi yang disebut ekosistem.
Ekosistem adalah kesatuan komunitas dan lingkungan
hidupnya yang saling berinteraksi dan memebentuk hubungan
timbal balik. Oleh karena itu, ekosistem disebut juga sistem
lingkungan.
Berdasarkan proses terjadinya, ekosistem dapat dibedakan
menjadi dua, yaitu ekosistem alami dan ekosistem buatan.
Ekosistem alami adalah ekosistem yang terbentuk karena
pengaruh alam sekitar dan bukan karena campur tangan
manusia, contohnya sungai, laut, danau, hutan, dan gunung,
sedangkan ekosistem buatan adalah ekosistem yang dibentuk
oleh manusia, contohnya kolam ikan, akuarium, waduk, dan
sawah.
5. Bioma
Bioma ialah ekosistem daratan luas yang digolongkan
berdasarkan vegetasi dominan di wilayah tersebut, seperti taiga,
tundra, padang rumput, atau gurun. Semua bioma di bumi
dengan berbagai macam dan ragamnya membentuk tingkatan
tertinggi dalam jenjang kehidupan ini yaitu biosfer.
3
Ekosistem untuk SMA/MA
EKOSISTEM
6. Biosfer
Biosfer merupakan kumpulan berbagai ekosistem yang
membentuk suatu rangkaian kehidupan secara global atau
merupakan semua kehidupan yang ada dimuka bumi ini.
Apa Saja Komponen Penyusun
Ekositem ?
Ekositem ?
Dari sebuah lingkungan kita dapat menemukan komponen
penyusun ekoisem, yaitu komponen yang terdiri dari makhluk
hidup dan lingkungannya. Lingkungan yang menyertai suatu
orgaisme hidup (biotik) dapat pula bukan organisme. Secara
garis besar komponen penyusun ekositem terdiri atas komponen
biotik dan abiotik.
1. Komponen Abiotik
Baik hewan maupun tumbuhan berhubungan dengan faktor fisik
dan faktor kimia. Faktor fisika dan kimia yang penting bagi
makhluk hidup, diantaranya sinar matahari, suhu, air, udara,
tanah, garam mineral, keasaman dan topografi.
Setiap faktor lingkungan yang memengaruhi makhluk hidup
dapat diukur kekuatannya. Akan tetapi, semua faktor fisik yang
memengaruhi tidaak dapat bekerja seniri-sendiri, tetapi
merupakan suatu perpaduan antara semua faktor.
a. Sinar Matahari
Semua energi yang digunakan oleh makhluk hidup pada
dasarnya berasal dari energi matahari. Energi yang berasal dari
sinar matahari dapat berubah wujudnya, tetapi tidak dapat
dimusnahkan.
Tumbuhan hijau yang mengandung klorofil yang mampu
menangkap energi dari sinar matahari untuk digunakan dalam
proses fotosintesis. Pada proses fotosintesis, terbentuk
karbohidrat yang berasal dari CO2 dan H2O. Karbohidrat
mengandung energi kimia. Pada fotosintesis terjadi perubahan
energi cahaya menjadi energi kimia. Energi kimia akan
dikonsumsi oleh organisme lain dan diubah menjadi energi
organik berupa ATP dalam bentuk panas.
Ekosistem untuk SMA/MA
4
Maulana Sidik
b. Temperatur (Suhu)
Suhu merupakan komponen yang berpengaruh proses fisiologi
yang berlangsung dalam tubuh makhluk hidup. Proses fisiologi
makhluk hidup memerlukan enzim, dan untuk aktifasi enzim
sangat di pengaruhi oleh suhu. Enzim akan bekerja dalam
kisaran suhu yang sempit. Oleh karena itu makhluk hidup selalu
berupaya untuk mendapatkan suhu yang optimal agar tidak
mengganggu proses fisiologi dalam tubuhnya.
c. Kadar Garam
Di daerah yang berkadar garam tinggi hanya hidup tumbuhan
tertentu. Misalnya pohon bakau di pantai tahan terhadap
lingkungan berkadar garam tinggi.
d. Derajat Keasaman (pH)
Keasaman berpengaruh terhadap makhluk hidup. Biasanya,
makhluk hidup memerlukan lingkungan yang memiliki pH netral.
Makhluk hidup tidak dapat hidup di lingkungan yang terlalu asam
ataupun terlalu basa. Sebagai contoh, lahan gambut yang
bersifat asam memiliki keanekaragaman yang lebih rendah di
bandingkan dengan daerah yang tanahnya netral.
e. Air
Air merupakan penyusun utama makhluk hidup, sekitar 80-90%
tubuh makhluk hidup tersusun atas air. Air digunakan sebagai
pelarut dalam sitoplasma, untuk menjaga tekanan osmosis sel,
dan mencegah sel dari kekeringan.
Selain itu air juga merupakan tempat hidup makhluk hidup
yang hidup dalam air. Oleh karena itu, air merupakn salah satu
komponen yang menentukan kelangsungan makhluk hidup
penyusun ekosistem.
f. Tanah
Tanah merupakan faktor abiotik dominan bagi kehidupan
makhluk hidup. Tanah berfungsi sebagai tempat hidup berbagai
makhluk hidup dalam suatu ekosistem. Di dalam tanah terdapat
zat hara yang merupakan mineral penting untuk pertumbuhan
tumbuhan. Tanah juga dijadikan tempat berlindung bagi.
g. Topografi
Topografi merupakan keadaan muka bumi suatu daerah yang
akan mempengaruhi distribusi makhluk hidup. Topografi meliputi
5
Ekosistem untuk SMA/MA
EKOSISTEM
keadaan daratan dan lautan. Keadaan daratan yang berupa
gunung, pegunungan, lembah, atau daratan rendah ternyata
memiliki organisme yang berlainan. Kondisi topografi dapat
menyebabkan adanya organisme endemis. Artinya, organisme
yang hanya ada dalam wilayah tertentu secara alamiah.
2. Komponen Abiotik
Komponen biotik adalah komponen ekosistem yang hidup.
Semua hewan dan tumbuhan yang terdapat dalam suatu
ekosistem merupakan suatu biotik. Komponen biotik suatu
ekosistem meliputi berbagai jenis makhluk hidup. Berdasarkan
fungsi atau tingkatan trofiknya, komponen biotik dapat dibedakan
menjadi tiga jenis, yaitu produsen, konsumen, dan dekomposer
(pengurai).
a. Produsen
Produsen adalah makhluk hidup yang dapat menghasilkan
makanan sendiri, yaitu tumbuhan. Tumbuhan dapat membuat
makanan sendiri melalui proses fotosintesis. Energi yang
digunakan dalam fotosintesis diperoleh dari energi matahari,
sehingga matahari merupakan sumber energi utama bagi
kehidupan di bumi.
Bakteri yang hidup di lautan dalam dapat mengambil energi
dari bahan-bahan kimia yang ada di sekitarnya untuk melakukan
kemosintesis.
Proses
fotosintesis
dan
kemosintesis
menghasilkan gula sederhana. Gula sederhana ini digunakan
untuk menyusun komponen-komponen sel, menghasilkan
energi, dan sebagian digunakan sebagai cadangan makanan.
Bila produsen dimakan oleh makhluk hidup lain, maka terjadi
perpindahan makanan dari produsen ke hewan tersebut.
Jadi hanya produsen yang dapat membuat makanan sendiri
dan dikatakan bersifat autotrof. Konsumen memperoleh energi
dari bahan makanan yang dibuat oleh produsen.
b. Konsumen
Manusia dan hewan tidak dapat membuat makanan sendiri. Oleh
karena itu, manusia dan hewan memperoleh makanan dari
tumbuhan
sehingga
disebut
konsumen.
Konsumen
sangattergantung pada produsen, begitu juga sebaliknya,
konsumen mempengaruhi kelangsungan hidup produsen.
Karbon dioksidadari sisa pernapasan hewan dan manusia
Ekosistem untuk SMA/MA
6
Maulana Sidik
dibutuhkan tumbuhan untuk proses fotosintesis (membuat
makanan). Berdasarkan jenis makanannya, konsumen dibagi
menjadi tiga macam, yaitu herbivora, karnivora, dan omnivora.
1) Herbivora
Herbivora adalah hewan pemakan tumbuhan. Hidupnya sangat
bergantung pada tumbuhan secara langsung. Makhluk hidup
yang memakan langsung tumbuhan disebut juga sebagai
konsumen tingkat pertama. Contoh hewan-hewan pemakan
tumbuhan adalah kerbau, domba, kambing, kelinci, sapi, dan lain
sebagainya.
2) Carnivora
Carnivora adalah makhluk hidup yang memakan daging makhluk
hidup yang lain. Biasanya, carnivora memakan makhluk hidup
herbivora. Dengan kata lain, carnivora adalah konsumen tingkat
kedua. Contoh hewan yang termasuk carnivora adalah singa,
harimau, dan buaya.
3) Omnivora
Makhluk hidup yang memakan tumbuhan dan daging makhluk
hidup lain disebut omnivora. Hewan omnivora merupakan
pemakan segalanya (tumbuhan dan hewan). Contohnya adalah
babi dan itik
Karena tidak dapat membuat makanan sendiri dan selalu
bergantung pada makhluk hidup lain, maka konsumen bersifat
heterotrof. Berdasarkan jenis makanannya, konsumen dapat
dibagi menjadi empat jenis seperti pada Tabel 8.1 berikut ini.
Latihan mandiri
Apa perbedaan :
1.
2.
3.
Konsumen I dan herbivor
Autotrof dan Heterotrof
Habitat dan Nisia
www.sentra-edukasi.com
c. Pengurai
Pengurai atau dekomposer adalah organisme atau makhluk
hidup yang berfungsi menguraikan sampah atau sisa-sisa
makhuk hidup yang mati. Pengurai berfungsi sebagai
7
Ekosistem untuk SMA/MA
EKOSISTEM
penghubung peredaran zat dari konsumen ke produsen. Zat
yang telah diambil oleh konsumen dari produsen akan kembali
lagi ke produsen melalui proses penguraian oleh pengurai.
Dengan peristiwa pembusukan ini, zat-zat yang dulu menjadi
bagian dari tumbuhan dan hewan diuraikan dan dirombak.
Hasilnya digunakan oleh tumbuhan untuk membuat makanan.
Pengurai terdiri atas makhluk hidup berukuran kecil yang hidup
di tanah, air, maupun di udara. Contohnya bakteri dan jamurjamur saprofit.
Setelah kalian memerhatikan semua komponen abiotik,
kalian juga harus mengetahui sumber makanan yang diperoleh.
Berdasarkan sumber makanan makhluk hidup, komponen biotik
dapt dibedakan menjadi dua, yaitu sebagai berikut :
1) Organisme Autotrof : Organisme ini memperoleh
makanan dengan cara mengubah bahan anorganik
menjadi bahan organik menggunakan energi yang
berasal dari sinar matahari.
2) Organisme Heterotrof : Organisme ini memperoleh
makanan yang telah dibentuk oleh makhluk hidup lain.
Contohnya kupu-kupu mengisap madu bunga, tikus
makan padi, elang makan tikus, dan lain-lain
Berdasarkan sumber energi, organisme autotrof dibedakan
menjadi dua.
a) Organisme fotoautotrof, menggunakan sumber energi
dari sinar matahari
Contohnya alga, tumbuhan berklorofil seperti tanaman
jeruk, padi, mangga, kelapa, dan sebagainya.
b) Organisme kemoautotrof, menggunakan sumber
energi yang berasal dari energi hasil reaksi kimia.
Contohnya bakteri besi dan bakteri nitrit.
Bagaimanakah Interaksi yang
ditimbulkan antar komponen ekositem ?
Anda telah mengetahui bahwa di dalam ekositem terjadi
hubungan timbal balik dan saling ketergantungan antara
komponen hidup (biotik) dan komponen tak hidup (abiotik) atau
dengan lingkungan. Di dalam ekositem tersebut dapat dijelaskan
terjadi saling ketergantungan antara komponen biotik dengan
komponen abiotik dan diantara komponen biotik sebagai berikut :
Ekosistem untuk SMA/MA
8
Maulana Sidik
1. Interaksi Antar Komponen Biotik
Interaksi antarkomponen biotik dapat terjadi antara individu
dalam populasi maupun individu dalam komunitas
a. Interaksi Antar Individu
1)
Netral
Netral adalah hubungan tidak saling menggangu antar
makhluk hidup dalam habitat yang sama. Sifat hubungan ini tidak
saling menguntungkan dan tidak saling merugikan kedua belah
pihak. Contoh : kambing dengan capung, semut dengan kupukupu.
2) Simbiosis
Simbiosis adalah hubungan antar makhluk hidup dari spesies
yang berbeda yang hidup bersama. Simbiosis dibedakan
menjadi 4 (empat) yaitu :
1) Simbiosis Komensalisme, adalah hubungan antar dua organisme
yang hidup bersama dimana yang satu pihak mendapat
keuntungan dan yang satu pihak tidak dirugikan. Contoh :
 Ikan remora mempunyai alat penempel pada punggungnya untuk
menempel pada tubuh ikan hiu. Dengan menempel pada tubuh
ikan hiu, ikan remora terbawa ke mana-mana. Selain mendapat
perlindungan, daerah untuk mencari makan ikan remora menjadi
lebih luas, sedangkan ikan hiu tidak mendapat untung, juga tidak
dirugikan.
 Dengan menempel pada pohon yang tinggi, anggrek
memperoleh cahaya matahari dan air (kelembapan tinggi).
Anggrek dapat berfotosintesis, dan bahan-bahannya diambil dari
zat-zat yang terlarut dalam air. Pohon yang ditumpanginya tidak
untung dan tidak dirugikan. Anggrek hidup secara epifit.
2) Simbiosis Mutualisme, adalah hubungan antar dua organisme
yang hidup bersama, dimana antar keduanya terjalin hubungan
saling menguntungkan. Contoh :
 Burung jalak hinggap pada punggung kerbau untuk
memakan kutu. Burung mendapat makanan dan kerbau
lepas dari gangguan kutu.
9
Ekosistem untuk SMA/MA
EKOSISTEM
 Rayap tak mampu mencerna kayu yang menjadi
makanannya. Di dalam
perut rayap terdapat protozoa (hewan bersel satu) yang
membantu mencerna kayu (selulosa). Hasil pencernaan itu
digunakan oleh rayap dan protozoa sebagai sumber energi.
Protozoa tak dapat mencari makan sendiri.
 Lumut kerak merupakan simbiosis antara alga dan jamur.
Alga dapat membuat makanan karena berklorofil, sedangkan
jamur mampu mengikat nitrogen bebas dari udara dan
menyerap air. Bahan fotosintesis diambil oleh jamur,
sedangkan fotosintesis
3) Predasi, adalah hubungan antar pemangsa dengan mangsa.
Pemangsa disebut sebagai predator dan yang dimangsa
disebut mangsa. Contoh : elang dengan anak ayam, singa
dengan kijang, burung hantu dengan tikus.
4) Parasitisme, adalah hubungan dua organisme yang hidup
bersama, yang mana satu pihak merugikan dan mengambil
makanan dari inangnya. Contoh : cacing pita pada usus
manusia, plasmodium pada darah manusia, benalu pada
inangnya.
 Tali putri adalah tanaman berbentuk benang berwarna
kuning. Benang-benang ini membelit tumbuhan inang untuk
mengisap zat-zat makanan yang sudah jadi dari tubuh inang
 Benalu menempel pada tumbuhan inang, mengisap air dan
garam-garam mineral dari tumbuhan inang untuk fotosintesis.
Benalu mempunyai klorofil, jadi dapat membuat makanan
sendiri.
b. Interaksi antar populasi
Interaksi antar populasi debadakan menjadi 2 (dua) yaitu :
 Kompetisi, adalah hubungan antar populasi dan di antara
populasi terdapat kepentingan yang sama, sehingga terjadi
persaingan untuk mendapatkan apa yang diperlukan. Contoh
: persaingan antar populasi lembu dan populasi kambing di
padang rumput.
 Alelopati, merupakan interaksi antar populasi, bila populasi
yang satu menghasilkan zat yang dapat menghalangi
timbulnya populasi lain. Contoh : disekitar pohon wahut
(juglans) jarang ditumbuhitumbuhan lain karena tumbuhan ini
menghasilkan zat bersifat toksik.
Ekosistem untuk SMA/MA
10
Maulana Sidik
c. Interaksi antar Komunitas
Komunitas adalah kumpulan polulasi yang berbeda di
suatu daerah yang sama dan saling berinteraksi.
Contoh : misalnya komunitas sawah dan sungai. Komunitas
sawah disusun oleh bermacam-macam organisme, misalnya
padi, belalang, burung, ular, dan gulma. Sedangkan komunitas
sungai terdiri dari ikan, ganggang, zooplankton, fitoplankton, dan
dekomposer. Antara komunitas sungai dan sawah terjadi
interaksi dalam bentuk peredaran nutrien dari air sungai ke
sawah dan peredaran organisme hidup dari kedua komunitas
tersebut.
a.
Macam-macam interaksi antar komponen biotik ini
mebentuk rantai makanan, jaring-jaring makanan dan piramida
makanan :
Rantai makanan
Rantai makanan adalah
peristiwa makan dan
dimakan antara makhluk
hidup dengan urutan
tertentu. Dalam rantai
makanan ada makhluk
hidup yang berperan
sebagai
produsen,
konsumen,
dan
dekomposer.
Berikut
adalah contoh sebuah
rantai makanan.
Pada rantai makanan tersebut terjadi proses makan dan
dimakan dalam urutan tertentu yaitu rumput dimakan belalang,
belalang dimakan katak, katak dimakan ular dan jika ular mati
akan diuraikan oleh jamur yang berperan sebagai dekomposer
menjadi zat hara yang akan dimanfaatkan oleh tumbuhan untuk
tumbuh dan berkembang. Tiap tingkat dari rantai makanan dalam
suatu ekosistem disebut tingkat trofik. Pada tingkat trofik pertama
adalah organisme yang mampu menghasilkan zat makanan
sendiri yaitu tumbuhan hijau atau organisme autotrof dengan kata
lain sering disebut produsen. Organisme yang menduduki tingkat
tropik kedua disebut konsumen primer (konsumen I). Konsumen
11
Ekosistem untuk SMA/MA
EKOSISTEM
biasanya diduduki oleh hewan herbivora. Organisme yang
menduduki tingkat tropik ketiga disebut konsumen sekunder
(Konsumen II), diduduki oleh hewan pemakan daging (carnivora)
dan seterusnya. Organisme yang menduduki tingkat tropik
tertinggi disebut konsumen puncak.
Pada umumnya, tipe rantai makanan dibedakan menjadi
tiga macam, yaitu sebagai berikut:
1) Rantai Makanan PerumputPada tipe ini, mata rantai makanannya
berawal dari tumbuhan, maka tingkat trofik 1 diduduki oleh
tumbuhan hijau (produsen), tingkat trofik 2 diduduki oleh
herbivora (konsumen 1), tingkat trofi 3 diduduki oleh karnivora
(konsumen 2), dan seterusnya.
Ekosistem untuk SMA/MA
12
Maulana Sidik
2)
Rantai Makanan Detritus
Mata rantai makanan pada tipe ini berawal dari organisme
perombak. Ingat kembali, detritus merupakan hancuran (fragmen)
dari bahan-bahan sudah terurai yang dikonsumsi hewan-hewan
kecil seperti rayap, cacing tanah, tripang, dan sebagainya.
3) Rantai Makanan Parasit
Pada tipe rantai makanan parasit, terdapat organisme lebih
kecil yang memangsa organisme lebih besar.
b.
Jaring-jaring makanan
Rantai makanan merupakan gambar peristiwa makan dan
dimakan yang sederhana. Kenyataannya dalam satu ekosistem
tidak hanya terdapat satu rantai makanan, karena satu produsen
tidak selalu menjadi sumber makanan bagi satu jenis herbivora,
sebaliknya satu jenis herbivora tidak selalu memakan satu jenis
produsen. Dengan demikian, di dalam ekosistem terdapat rantai
makanan yang saling berhubungan membentuk suatu jaringjaring makanan.
13
Ekosistem untuk SMA/MA
EKOSISTEM
c.
Piramida Makanan
Piramida makanan merupakan suatu gambaran tentang rantai
makanan yang menunjukkan suatu trofik atau tingkatan.
Tingkatan trofik yang paling bawah adalah produsen. Diatasnya
adalah konsumen tingkat I (herbivora), kemudian konsumen
tingkat II (karnivora) sampai tingkat yang paling atas disebut
karnivora puncak. Ada tiga macam piramida ekologi yaitu
piramida jumlah, piramida biomassa, dan piramida energi .
1) Piramida Jumlah
Piramida
jumlah
menunjukkan perhitungan
jumlah individu persatuan
luar (per m2). Jadi, makin
ke
atas,
individunya
jumlah
makin
berkurang.
Ekosistem untuk SMA/MA
14
Maulana Sidik
2) Piramida biomassa
Piramida biomassa dihitung berdasarkan pengukuran massa
individu dalam berat kering (gram/m2). Makin ke atas
biomassanya juga makin sedikit.
3) Piramida energi
Piramida energi (produktivitas) dihitung berdasarkan pada energi
yang dikeluarkan oleh individu (mg/m2/hari). Makin ke atas,
energinya makin berkurang.
2. Interaksi Antar Komponen Biotik dengan Abiotik
Interaksi antar kompone abiotik dengan biotik ini membentuk
suatu daur, yang disebut dengan Daur Biogeokimia :
Daur biogeokimia merupakan perpindahan unsur-unsur kimia
melalui makhluk hidup dan lingkungan abiotik (tanah dan air).
Dalam daur biogeokimia dikenal ada dua macam daur, yaitu daur
edafik dan daur atmosferik. Daur edafik adalah daur yang unsur
kimia pada daur tersebut tidak pernah membentuk gas diudara.
Adapun daur atmosferik adalah daur yang unsur kimia pada daur
tersebut mengalami fase berbentuk gas di udara.
Dalam suatu ekosistem, materi pada setiap tingkat trofik tidak
hilang. Materi berupa unsur-unsur penyusun bahan organik
tersebut didaur-ulang. Unsur-unsur tersebut masuk ke dalam
15
Ekosistem untuk SMA/MA
EKOSISTEM
komponen biotik melalui udara, tanah, dan air. Daur ulang materi
tersebut melibatkan makhluk hidup dan batuan (geofisik)
sehingga disebut Daur Biogeokimia.
Fungsi Daur Biogeokimia adalah sebagai siklus materi yang
mengembalikan semua unsur-unsur kimia yang sudah terpakai
oleh semua yang ada di bumi baik komponen biotik maupun
komponen abiotik, sehingga kelangsungan hidup di bumi dapat
terjaga. Unsur-unsur kimia yang dapat mengalami daur
biogeokimia meliputi karbon, nitrogen, hidrogen dan oksigen,
serta fosfor.
a. Daur Air
Air di atmosfer berada dalam bentuk uap air. Uap air
berasal dari air di daratan dan laut yang menguap karena panas
cahaya matahari. Sebagian besar uap air di atmosfer berasal
dari laut karena laut mencapai tigaperempat luas permukaan
bumi. Uap air di atmosfer terkondensasi menjadi awan yang
turun ke daratan dan laut dalam bentuk hujan. Air hujan di
daratan masuk ke dalam tanah membentuk air permukaan tanah
dan air tanah. Tumbuhan darat menyerap air yang ada di dalam
tanah. Dalam tubuh tumbuhan air mengalir melalui suatu
pembuluh. Kemudian melalui tranpirasi uap air dilepaskan oleh
tumbuhan ke atmosfer. Transpirasi oleh tumbuhan mencakup
90% penguapan pada ekosistem darat. Hewan memperoleh air
langsung dari air permukaan serta dari tumbuhan dan hewan
yang dimakan, sedangkan manusia menggunakan sekitar
Ekosistem untuk SMA/MA
16
Maulana Sidik
seperempat air tanah. Sebagian air keluar dari tubuh hewan dan
manusia sebagai urin dan keringat.
Air tanah dan air permukaan sebagian mengalir ke
sungai, kemudian ke danau dan ke laut. Siklus ini di sebut Siklus
Panjang. Sedangkan siklus yang dimulai dengan proses
Transpirasi dan Evapotranspirasi dari air yang terdapat di
permukaan bumi, lalu diikuti oleh Presipitasi atau turunnya air ke
permukaan bumi disebut Siklus Pendek.
b. Daur Karbon dan Oksigen
Di atmosfer terdapat kandungan CO2 sebanyak 0.03%.
Sumber-sumber CO2 di udara berasal dari respirasi manusia dan
hewan, erupsi vulkanik, pembakaran batubara, dan asap pabrik.
Karbon dioksida (CO2)di udara dimanfaatkan oleh tumbuhan
untuk ber Fotosintesis dan menghasilkan oksigen yang nantinya
akan digunakan oleh manusia dan hewan untuk ber Respirasi.
Hewan dan tumbuhan yang mati, dalam waktu yang lama akan
membentuk batubara di dalam tanah. Batubara akan
dimanfaatkan lagi sebagai bahan bakar yang juga menambah
kadar CO2 di udara.
Di ekosistem air, pertukaran CO2 dengan atmosfer
berjalan secara tidak langsung. Karbon dioksida berikatan
dengan air membentuk asam karbonat yang akan terurai menjadi
ion bikarbonat. Bikarbonat adalah sumber karbon bagi alga yang
memproduksi makanan untuk diri mereka sendiri dan organisme
17
Ekosistem untuk SMA/MA
EKOSISTEM
heterotrof lain. Sebaliknya, saat organisme air berespirasi, CO2
yang mereka keluarkan menjadi bikarbonat. Jumlah bikarbonat
dalam air adalah seimbang dengan jumlah CO2 di air.
c. Daur Nitrogen
Di alam, Nitrogen terdapat dalam bentuk senyawa organik
seperti urea, protein, dan asam nukleat atau sebagai senyawa
anorganik seperti ammonia, nitrit, dan nitrat.
Tahap pertama
Daur nitrogen adalah transfer nitrogen dari atmosfir ke dalam
tanah. Selain air hujan yang membawa sejumlah nitrogen,
penambahan nitrogen ke dalam tanah terjadi melalui proses
fiksasi nitrogen. Fiksasi nitrogen secara biologis dapat dilakukan
oleh bakteri Rhizobium yang bersimbiosis dengan polongpolongan, bakteri Azotobacter dan Clostridium. Selain itu
ganggang hijau biru dalam air jug memiliki kemampuan
memfiksasi nitrogen.
Ekosistem untuk SMA/MA
18
Maulana Sidik
Tahap kedua
Nitrat yang di hasilkan oleh fiksasi biologis digunakan oleh
produsen (tumbuhan) diubah menjadi molekul protein.
Selanjutnya jika tumbuhan atau hewan mati, mahluk pengurai
merombaknya menjadi gas amoniak (NH3) dan garam
ammonium yang larut dalam air (NH4+). Proses ini disebut
dengan amonifikasi. Bakteri Nitrosomonas mengubah amoniak
dan senyawa ammonium menjadi nitrat oleh Nitrobacter. Apabila
oksigen dalam tanah terbatas, nitrat dengan cepat
ditransformasikan menjadi gas nitrogen atau oksida nitrogen
oleh proses yang disebut denitrifikasi.
d. Daur Belerang/Sulfur
Sulfur banyak terdapat di kerak bumi. Sulfur dapat
diserap oleh tumbuhan dalam bentuk sulfat. Sulfur diperlukan
dalam sintesis senyawa protein. Sulfat dalam tanah diserap oleh
tumbuhan, selanjutnya digunakan untuk sintesis protein. Melalui
rantai makanan sulfur berpindah ke konsumen. Jika organisme
mati, senyawa sulfur dalam organisme akan terurai secara aerob
membentuk sulfat kembali, dan bila penguraian berlangsung
secara anaerob menghasilkan gas sulfur dan sulfida. Gas sulfur
dan sulfida juga berasal dari hasil reduksi senyawa sulfat secara
anaerob oleh bakteri pereduksi sulfur. Oleh bakteri sulfur, gas
sulfur dan sulfida di udara dioksidasi menghasilkan sulfur,
selanjutnya sulfur dioksidasi lagi membentuk sulfat dalam tanah.
19
Ekosistem untuk SMA/MA
EKOSISTEM
e. Daur Fosfor
Daur
fosfor
merupakan daur
yang
lebih
sederhana
dibandingkan
dengan
daur
karnon
atau
daur nitrogen.
Pergerakan
fosfor
dalam
daur fosfor tidak
terdapat pada
atmosfer. Daur
fosfor
terjadi
diawali
dari
daratan hingga
sedimen di lautan. Air akan membawa fosfor yang terdapat di
batuan daam bentuk fosfat (PO4). Fosfat akan diserap oleh
tumbuhan dan digunakan untuk sintesis zat organik, misal asam
nukleat. Hewan akan memperoleh fosfat dari tumbuhan yang
dimakannya. Selanjutnya, apabila tumbuhan dan hewan tersebut
mati, fosfat akan dirombak oleh dekomposer menjadi fosfat
kembali.
Aliran energi terbentuk karena interaksi.
Apa sih Aliran energi itu ?
Aliran
Energi
dalam
Ekosistem
adalah
proses
berpindahnya
energi dari suatu
tingkat trofik ke
tingkat
trofik
berikutnya yang dapat digambarkan dengan rantai makanan atau dengan piramida
Ekosistem untuk SMA/MA
20
Maulana Sidik
biomasa. Ekosistem mempertahankan diri dengan siklus energi
dan nutrisi yang diperoleh dari sumber eksternal. Pada tingkat
trofik pertama, produsen primer (tumbuhan, alga, dan beberapa
bakteri) menggunakan energi matahari untuk menghasilkan bahan
tanaman organik melalui fotosintesis. Hewan Herbivora yang
makan hanya pada tanaman membuat tingkat trofik kedua.
Predator yang memakan herbivora terdiri dari tingkat trofik
ketiga, jika predator yang lebih besar hadir, mereka mewakili
tingkat trofik lebih tinggi lagi. Organisme yang makanan pada
beberapa tingkat trofik (misalnya, beruang grizzly yang memakan
buah dan salmon) diklasifikasikan pada tertinggi tingkat trofik di
mana mereka makan. Dekomposer, yang meliputi bakteri, jamur,
jamur, cacing, dan serangga,
memecah limbah dan organisme mati dan kembali nutrisi ke
dalam tanah.
Aliran energi dalam ekosistem mengalami tahapan proses sebagai
berikut :
a) Energi masuk ke dalam ekosistem berupa energi matahari, tetapi
tidak semuanya dapat digunakan oleh tumbuhan dalam proses
fotosintesis. Hanya sekitar setengahnya dari rata-rata sinar
matahari yang sampai pada tumbuhan diabsorpsi oleh mekanisme
fotosintesis, dan juga hanya sebagian kecil, sekitar 1-5 %, yang
diubah menjadi makanan (energi kimia). Sisanya keluar dari
sistem berupa panas, dan energi yang diubah menjadi makanan
oleh tumbuhan dipakai lagi untuk proses respirasi yang juga
sebagai keluaran dari sistem.
21
Ekosistem untuk SMA/MA
EKOSISTEM
b) Energi yang disimpan berupa materi tumbuhan mungkin
dilakukan melalui rantai makanan dan jaring-jaring makanan
melalui herbivora dan detrivora. Seperti telah diungkapkan
sebelumnya, terjadinya kehilangan sejumlah energi diantara
tingkatan trofik, maka aliran energi berkurang atau menurun ke
arah tahapan berikutnya dari rantai makanan. Biasanya herbivora
menyimpan sekitar 10 % energi yang dikandung tumbuhan,
demikian pula karnivora menyimpan sekitar 10 % energi yang
dikandung mangsanya.
1. Apabila materi tumbuhan tidak dikonsumsi, maka akan
disimpan dalam sistem, diteruskan ke pengurai, atau diekspor
dari sistem sebagai materi organik.
2. Organisme-organisme pada setiap tingkat konsumen dan juga
pada setiap tingkat pengurai memanfaatkan
sebagian energi untuk pernafasannya, sehingga terlepaskan
sejumlah panas keluar dari system
3. Dikarenakan ekosistem adalah suatu sistem terbuka, maka
beberapa materi organik mungkin dikeluarkan menyeberang
batas dari sistem. Misalnya akibat pergerakan sejumlah
hewan ke wilayah, ekosistem lain, atau akibat aliran air
sejumlah gulma air keluar dari sistem terbawa arus.
Produktivitas ekosistem merupakan salah satu wujud dari
gatra ekosistem, selain aliran energi dan daur materi. Terbagi
menjadi:
Ekosistem untuk SMA/MA
22
Maulana Sidik
 Produktivitas Primer: kecepatan mengubah energi cahaya
matahari menjadi energi kimia dalam bentuk bahan organik oleh
organisme autotrof
 Produktivitas Primer Kotor: seluruh bahan organik yang
dihasilkan dari proses fotosintesis pada organisme autotrof
 Produktivitas Primer Bersih: berat kering dari bahan organik yang
tersimpan
 Produktivitas Sekunder: kecepatan energi kimia mengubah bahan
organik menjadi simpanan energi kimia baru oleh organisme
heterotrof. Contohnya Urea dan feses.
 Efisiensi Ekologi: perbandingan produktivitas bersih antara satu
tingkat trofik ke tingkat trofik berikutnya
Apa sajakah tipe-tipe ekosistem yang
ada ?
ada ?
Secara garis besar ekosistem dibedakan menjadi ekosistem
darat dan ekosistem perairan. Ekosistem perairan dibedakan
atas ekosistem air tawar dan ekosistem air laut.
1. Ekosistem darat (Terestial)
Ekosistem darat ialah ekosistem yang lingkungan fisiknya
berupa daratan. Berdasarkan letak geografisnya (garis
lintangnya), ekosistem darat dibedakan menjadi beberapa
bioma, yaitu sebagai berikut.
a. Bioma gurun
Beberapa Bioma gurun terdapat di daerah tropika
(sepanjang garis balik) yang berbatasan dengan padang rumput.
Ciri-ciri bioma gurun adalah gersang dan curah hujan rendah (25
cm/tahun). Suhu slang hari tinggi (bisa mendapai 45°C) sehingga
penguapan juga tinggi, sedangkan malam hari suhu sangat
rendah (bisa mencapai 0°C). Perbedaan suhu antara siang dan
malam sangat besar. Tumbuhan semusim yang terdapat di
23
Ekosistem untuk SMA/MA
EKOSISTEM
gurun berukuran kecil. Selain itu, di gurun dijumpai pula
tumbuhan menahun berdaun seperti duri contohnya kaktus, atau
tak berdaun dan memiliki akar panjang serta mempunyai
jaringan untuk menyimpan air. Hewan yang hidup di gurun
antara lain rodentia, ular, kadal, katak, dan kalajengking.
b. Bioma padang rumput
Bioma ini terdapat di daerah yang terbentang dari daerah
tropik ke subtropik. Ciri-cirinya adalah curah hujan kurang lebih
25-30 cm per tahun dan hujan turun tidak teratur. Porositas
(peresapan air) tinggi dan drainase (aliran air) cepat. Tumbuhan
yang ada terdiri atas tumbuhan terna (herbs) dan rumput yang
keduanya tergantung pada kelembapan. Hewannya antara lain:
bison, zebra, singa, anjing liar, serigala, gajah, jerapah,
kangguru, serangga, tikus dan ular.
c. Bioma hutan basah
Bioma Hutan Basah terdapat di daerah tropika dan
subtropik. Ciri-cirinya adalah, curah hujan 200-225 cm per tahun.
Species pepohonan relatif banyak, jenisnya berbeda
antara satu dengan yang lainnya tergantung letak geografisnya.
Tinggi pohon utama antara 20-40 m, cabang-cabang pohon
tinngi dan berdaun lebat hingga membentuk tudung (kanopi).
Dalam hutan basah terjadi perubahan iklim mikro (iklim yang
langsung terdapat di sekitar organisme). Daerah tudung cukup
mendapat sinar matahari. Variasi suhu dan kelembapan
tinggi/besar; suhu sepanjang hari sekitar 25°C. Dalam hutan
basah tropika sering terdapat tumbuhan khas, yaitu liana (rotan),
kaktus, dan anggrek sebagai epifit. Hewannya antara lain, kera,
burung, badak, babi hutan, harimau, dan burung hantu.
d. Bioma hutan gugur
Bioma hutan gugur terdapat di daerah beriklim sedang,
Ciri-cirinya adalah curah hujan merata sepanjang tahun.
Terdapat di daerah yang mengalami empat musim (dingin, semi,
panas, dan gugur). Jenis pohon sedikit (10 s/d 20) dan tidak
terlalu rapat. Hewannya antara lain rusa, beruang, rubah, bajing,
burung pelatuk, dan rakoon (sebangsa luwak).
e. Bioma taiga
Bioma taiga terdapat di belahan bumi sebelah utara dan
di pegunungan daerah tropik. Ciri-cirinya adalah suhu di musim
dingin rendah. Biasanya taiga merupakan hutan yang tersusun
Ekosistem untuk SMA/MA
24
Maulana Sidik
atas satu spesies seperti konifer, pinus, dap sejenisnya. Semak
dan tumbuhan basah sedikit sekali. Hewannya antara lain
moose, beruang hitam, ajag, dan burung-burung yang bermigrasi
ke selatan pada musim gugur.
f.
Bioma tundra
Bioma tundra terdapat di belahan bumi sebelah utara di
dalam lingkaran kutub utara dan terdapat di puncak-puncak
gunung tinggi. Pertumbuhan tanaman di daerah ini hanya 60
hari. Contoh tumbuhan yang dominan adalah Sphagnum, liken,
tumbuhan biji semusim, tumbuhan kayu yang pendek, dan
rumput. Pada umumnya, tumbuhannya mampu beradaptasi
dengan keadaan yang dingin. Hewan yang hidup di daerah ini
ada yang menetap dan ada yang datang pada musim panas,
semuanya berdarah panas. Hewan yang menetap memiliki
rambut atau bulu yang tebal, contohnya muscox, rusa kutub,
beruang kutub, dan insekta terutama nyamuk dan lalat hitam.
2. Ekosistem Air (Akuatik)
Ekosistem air ialah ekosistem yang lingkungan fisiknya berupa
daratan.
a. Ekosistem air tawar
Ciri-ciri ekosistem air tawar antara lain variasi suhu tidak
menyolok, penetrasi cahaya kurang, dan terpengaruh oleh iklim
dan cuaca. Macam tumbuhan yang terbanyak adalah jenis
ganggang, sedangkan lainnya adalah tumbuhan biji. Hampir
semua filum hewan terdapat dalam air tawar. Organisme yang
hidup di air tawar pada umumnya telah beradaptasi.
Beberapa jenis adaptasi organisme air tawar adalah sebagai
berikut:
a.
Adaptasi tumbuhan
Tumbuhan yang hidup di air tawar biasanya bersel satu
dan dinding selnya kuat seperti beberapa alga biru dan alga
hijau. Air masuk ke dalam sel hingga maksimum dan akan
berhenti sendiri. Tumbuhan tingkat tinggi, seperti teratai
(Nymphaea gigantea), mempunyai akar jangkar (akar sulur).
Hewan dan tumbuhan rendah yang hidup di habitat air, tekanan
osmosisnya sama dengan tekanan osmosis lingkungan atau
isotonis.
25
Ekosistem untuk SMA/MA
EKOSISTEM
b.
Adaptasi hewan
Ekosistem air tawar dihuni oleh nekton. Nekton merupakan
hewan yang bergerak aktif dengan menggunakan otot yang kuat.
Hewan tingkat tinggi yang hidup di ekosistem air tawar, misalnya
ikan, dalam mengatasi perbedaan tekanan osmosis melakukan
osmoregulasi untuk memelihara keseimbangan air dalam
tubuhnya melalui sistem ekskresi, insang, dan pencernaan.
Habitat air tawar merupakan perantara habitat laut dan
habitat darat. Penggolongan organisme dalam air dapat
berdasarkan aliran energi dan kebiasaan hidup:
a. Berdasarkan aliran energi, organisme dibagi menjadi autotrof
(tumbuhan), dan fagotrof (makrokonsumen), yaitu karnivora
predator, parasit, dan saprotrof atau organisme yang hidup
pada substrat sisa-sisa organisme.
b. Berdasarkan kebiasaan hidup, organisme dibedakan sebagai
berikut.
1) Plankton; terdiri atas fitoplankton dan zooplankton; biasanya
melayang-layang (bergerak pasif) mengikuti gerak aliran air.
2) Nekton; hewan yang aktif berenang dalam air, misalnya ikan.
3) Neuston; organisme yang mengapung atau berenang di
permukaan air atau bertempat pada permukaan air, misalnya
serangga air.
4) Perifiton; merupakan tumbuhan atau hewan yang
melekat/bergantung pada tumbuhan atau benda lain,
misalnya keong.
5) Bentos; hewan dan tumbuhan yang hidup di dasar atau hidup
pada endapan. Bentos dapat sessil (melekat) atau bergerak
bebas, misalnya cacing dan remis.
Ekosistem air tawar digolongkan menjadi air tenang dan
air mengalir. Termasuk ekosistem air tenang adalah danau dan
rawa, termasuk ekosistem air mengalir adalah sungai.
a) Danau
Danau merupakan suatu badan air yang menggenang
dan luasnya mulai dari beberapa meter persegi hingga ratusan
meter persegi. Di danau terdapat pembagian daerah
berdasarkan penetrasi cahaya matahari. Daerah yang dapat
ditembus cahaya matahari sehingga terjadi fotosintesis disebut
daerah fotik. Daerah yang tidak tertembus cahaya matahari
Ekosistem untuk SMA/MA
26
Maulana Sidik
disebut daerah afotik. Di danau juga terdapat daerah perubahan
temperatur yang drastis atau termoklin. Termoklin memisahkan
daerah yang hangat di atas dengan daerah dingin di dasar.
Komunitas tumbuhan dan hewan tersebar di danau sesuai
dengan kedalaman dan jaraknya dari tepi. Berdasarkan hal
tersebut danau dibagi menjadi 4 daerah sebagai berikut:
1)
Daerah litoral
Daerah ini merupakan daerah dangkal. Cahaya matahari
menembus dengan optimal. Air yang hangat berdekatan dengan
tepi. Tumbuhannya merupakan tumbuhan air yang berakar dan
daunnya ada yang mencuat ke atas permukaan air. Komunitas
organisme sangat beragam termasuk jenis-jenis ganggang yang
melekat (khususnya diatom), berbagai siput dan remis,
serangga, krustacea, ikan, amfibi, reptilia air dan semi air seperti
kura-kura dan ular, itik dan angsa, dan beberapa mamalia yang
sering mencari makan di danau.
2)
Daerah limnetik
Daerah ini merupakan daerah air bebas yang jauh dari tepi dan
masih dapat ditembus sinar matahari. Daerah ini dihuni oleh
berbagai fitoplankton, termasuk ganggang dan sianobakteri.
Ganggang berfotosintesis dan bereproduksi dengan kecepatan
tinggi
selama
musim
panas
dan
musim
semi.
Zooplankton yang sebagian besar termasuk Rotifera dan udangudangan kecil memangsa fitoplankton. Zooplankton dimakan
oleh ikan-ikan kecil. Ikan kecil dimangsa oleh ikan yang lebih
besar, kemudian ikan besar dimangsa ular, kura-kura, dan
burung pemakan ikan.
27
Ekosistem untuk SMA/MA
EKOSISTEM
3)
Daerah profundal
Daerah ini merupakan daerah yang dalam, yaitu daerah afotik
danau. Mikroba dan organisme lain menggunakan oksigen untuk
respirasi seluler setelah mendekomposisi detritus yang jatuh dari
daerah limnetik. Daerah ini dihuni oleh cacing dan mikroba.
4)
Daerah bentik
Daerah ini merupakan daerah dasar danau tempat terdapatnya
bentos dan sisa-sisa organisme mati.
Danau juga dapat dikelompokkan berdasarkan produksi
materi organik-nya, yaitu sebagai berikut :
1)
Danau Oligotropik
Oligotropik merupakan sebutan untuk danau yang dalam
dan kekurangan makanan, karena fitoplankton di daerah limnetik
tidak produktif. Ciricirinya, airnya jernih sekali, dihuni oleh sedikit
organisme, dan di dasar air banyak terdapat oksigen sepanjang
tahun.
2)
Danau Eutropik
Eutropik merupakan sebutan untuk danau yang dangkal
dan kaya akan kandungan makanan, karena fitoplankton sangat
3)
Danau oligotrofik dapat berkembang menjadi danau
eutrofik akibat adanya materi-materi organik yang masuk
dan endapan. Perubahan ini juga dapat dipercepat oleh
aktivitas manusia, misalnya dari sisa-sisa pupuk buatan
pertanian dan timbunan sampah kota yang memperkaya
danau dengan buangan sejumlah nitrogen dan fosfor.
Akibatnya terjadi peledakan populasi ganggang atau
blooming, sehingga terjadi produksi detritus yang
berlebihan yang akhirnya menghabiskan suplai oksigen di
danau tersebut. Pengkayaan danau seperti ini disebut
“eutrofikasi”. Eutrofikasi membuat air tidak dapat
digunakan lagi dan mengurangi nilai keindahan danau.
b) Sungai
Sungai adalah suatu badan air yang mengalir ke satu arah.
Air sungai dingin dan jernih serta mengandung sedikit sedimen
dan makanan. Aliran air dan gelombang secara konstan
memberikan oksigen pada air. Suhu air bervariasi sesuai dengan
ketinggian dan garis lintang.
Komunitas yang berada di sungai berbeda dengan danau. Air
sungai yang mengalir deras tidak mendukung keberadaan
Ekosistem untuk SMA/MA
28
Maulana Sidik
komunitas plankton untuk berdiam diri, karena akan terbawa
arus. Sebagai gantinya terjadi fotosintesis dari ganggang yang
melekat dan tanaman berakar, sehingga dapat mendukung
rantai makanan.
Komposisi komunitas hewan juga berbeda antara sungai,
anak sungai, dan hilir. Di anak sungai sering dijumpai Man air
tawar. Di hilir sering dijumpai ikan kucing dan gurame. Beberapa
sungai besar dihuni oleh berbagai kura-kura dan ular. Khusus
sungai di daerah tropis, dihuni oleh buaya dan lumba-lumba.
Organisme sungai dapat bertahan tidak terbawa arus karena
mengalami adaptasi evolusioner. Misalnya bertubuh tipis
dorsoventral dan dapat melekat pada batu. Beberapa jenis
serangga yang hidup di sisi-sisi hilir menghuni habitat kecil yang
bebas dari pusaran air.
b. Ekosistem air laut
Ekosistem air laut dibedakan atas lautan, pantai, estuari,
dan terumbu karang.
1)
Ekosistem Laut
Habitat laut (oseanik) ditandai oleh salinitas (kadar
garam) yang tinggi dengan ion CI- mencapai 55% terutama di
daerah laut tropik, karena suhunya tinggi dan penguapan besar.
Di daerah tropik, suhu laut sekitar 25°C. Perbedaan suhu bagian
atas dan bawah tinggi. Batas antara lapisan air yang panas di
bagian atas dengan air yang dingin di bagian bawah disebut
daerah termoklin. Di daerah dingin, suhu air laut merata
sehingga air dapat bercampur, maka daerah permukaan laut
tetap subur dan banyak plankton serta ikan. Gerakan air dari
29
Ekosistem untuk SMA/MA
EKOSISTEM
pantai ke tengah menyebabkan air bagian atas turun ke bawah
dan sebaliknya, sehingga memungkinkan terbentuknya rantai
makanan yang berlangsung balk. Habitat laut dapat dibedakan
berdasarkan kedalamannya dan wilayah permukaannya secara
horizontal.
Menurut kedalamannya, ekosistem air laut dibagi sebagai
berikut:
a) Litoral merupakan daerah yang berbatasan dengan darat.
b) Neretik merupakan daerah yang masih dapat ditembus
cahaya matahari sampai bagian dasar dalamnya ± 300
meter.
c) Batial merupakan daerah yang dalamnya berkisar antara
200-2000 m.
d) Abisal merupakan daerah yang lebih jauh dan lebih dalam
dari pantai (1.800-10.000 m).
Menurut wilayah permukaannya secara horizontal,
berturut-turut dari tepi laut semakin ke tengah, laut dibedakan
sebagai berikut:
Ekosistem untuk SMA/MA
30
Maulana Sidik
1) Epipelagik merupakan daerah antara permukaan dengan
kedalaman air sekitar 200 m.
2) Mesopelagik merupakan daerah dibawah epipelagik dengan
kedalam an 200-1000 m. Hewannya misalnya ikan hiu.
3) Batiopelagik merupakan daerah lereng benua dengan
kedalaman 200-2.500 m. Hewan yang hidup di daerah ini
misalnya gurita.
4) Abisalpelagik merupakan daerah dengan kedalaman mencapai
4.000m; tidak terdapat tumbuhan tetapi hewan masih ada. Sinar
matahari tidak mampu menembus daerah ini.
5) Hadal pelagik merupakan bagian laut terdalam (dasar).
Kedalaman lebih dari 6.000 m. Di bagian ini biasanya terdapat
lele laut dan ikan Taut yang dapat mengeluarkan cahaya.
Sebagai produsen di tempat ini adalah bakteri yang bersimbiosis
dengan karang tertentu.
Berdasarkan intensitas cahaya matahari, ekosistem laut
dipisah menjadi dua, yaitu:
1) Daerah fotik
Daerah yang secara efektif dapat ditembus oleh cahaya
matahari, dari permukaan laut sampai kedalaman 200m. Disini
hidup produsen paling besar ragam dan jumlahnya sehingga
kecepatan fotosintesis lebih besar.
2) Daerah afotik
Daerah yang tidak tertembus oleh cahaya matahari, tidak ada
produsen, kedalaman lebih dari 2000m.
Di laut, hewan dan tumbuhan tingkat rendah memiliki
tekanan osmosis sel yang hampir sama dengan tekanan
osmosis air laut. Hewan tingkat tinggi beradaptasi dengan cara
banyak minum air, pengeluaran urin sedikit, dan pengeluaran air
dengan cara osmosis melalui insang. Garam yang berlebihan
diekskresikan melalui insang secara aktif.
2) Ekosistem pantai
Ekosistem pantai letaknya berbatasan dengan ekosistem
darat, laut, dan daerah pasang surut. Ekosistem pantai
dipengaruhi oleh siklus harian pasang surut laut. Organisme
yang hidup di pantai memiliki adaptasi struktural sehingga dapat
melekat erat di substrat keras. Daerah paling atas pantai hanya
terendam saat pasang naik tinggi. Daerah ini dihuni oleh
31
Ekosistem untuk SMA/MA
EKOSISTEM
beberapa jenis ganggang, moluska, dan remis yang menjadi
konsumsi bagi kepiting dan burung pantai. Daerah tengah pantai
terendam saat pasang tinggi dan pasang rendah. Daerah ini
dihuni oleh ganggang, porifera, anemon laut, remis dan kerang,
siput herbivora dan karnivora, kepiting, landak laut, bintang laut,
dan ikan-ikan kecil. Daerah pantai terdalam terendam saat air
pasang maupun surut. Daerah ini dihuni oleh beragam
invertebrata dan ikan serta rumput laut.
3) Ekosistem Estuari
Estuari (muara) merupakan tempat bersatunya sungai
dengan laut. Estuari sering dipagari oleh lempengan lumpur
intertidal
yang
luas
atau
rawa
garam.
Salinitas air berubah secara bertahap mulai dari daerah air tawar
ke laut. Salinitas ini juga dipengaruhi oleh siklus harian dengan
pasang surut aimya. Nutrien dari sungai memperkaya estuari.
Komunitas tumbuhan yang hidup di estuari antara lain rumput
rawa garam, ganggang, dan fitoplankton. Komunitas hewannya
antara lain berbagai cacing, kerang, kepiting, dan ikan. Bahkan
ada beberapa invertebrata laut dan ikan laut yang menjadikan
estuari sebagai tempat kawin atau bermigrasi untuk menuju
habitat air tawar. Estuari juga merupakan tempat mencari makan
bagi vertebrata semi air, yaitu unggas air.
4) Ekosistem Terumbu karang
Di laut tropis, pada daerah neritik, terdapat suatu komunitas
yang khusus yang terdiri dari karang batu dan organismeorganisme lainnya. Komunitas ini disebut terumbu karang.
Daerah komunitas ini masih dapat ditembus cahaya matahari
sehingga fotosintesis dapat berlangsung. Terumbu karang
didominasi oleh karang (koral) yang merupakan kelompok
Cnidaria yang mensekresikan kalsium karbonat. Rangka dari
kalsium karbonat ini bermacammacam bentuknya dan menyusun
substrat tempat hidup karang lain dan ganggang. Hewan-hewan
yang hidup di karang memakan organisme mikroskopis dan sisa
organik lain. Berbagai invertebrata, mikro organisme, dan ikan,
hidup di antara karang dan ganggang. Herbivora seperti siput,
landak laut, ikan, menjadi mangsa bagi gurita, bintang laut, dan
ikan karnivora.
Ekosistem untuk SMA/MA
32
Maulana Sidik
3. Ekosistem Buatan
Ekosistem buatan adalah ekosistem yang diciptakan
manusia untuk memenuhi kebutuhannya. Contoh ekosistem
buatan misalnya bendungan, hutan tanaman produksi seperti
jati, pinus, agroekosistem berupa sawah tadah hujan, sawah
irigasi, perkebunan sawit, perkebunan kopi, serta ekosistem
pemukiman seperti ekosistem kota dan desa.
Bagaimana pemanfaatan komponen
ekosistem dalam kehidupan ?
Komponen ekosistem yang terdidi dari komponen biotik dan
abiotiknya memiliki banyak manfaat bagi kehidupan. Manfaat
komponen abiotik misalnya air. Air merupakan materi yang tidak
dapat di pisahkan dari kehidupan ini, semua makhluk hidup
bergantung pada air tanpa terkecuali.
Sumber : http://www.google.co.id
b. gambar pengairan di sawah
Sumber : http://www.google.co.id
a. gambar PLTA
Banyak sekali manfaat air seperti sarana transportasi, pengairan
di sawah, juga sebagai pembangkit listrik tenaga listrik (PLTA).
Contoh komponen lainnya yang juga memiliki peranan
penting dalam kehidupan adalah cahaya matahari, tanah, dan
suhu. Cahaya matahari merupakan sumber energi utama bagi
seluruh makhluk hidup di bumi ini. Bagi tumbuhan cahaya
matahari di gunakan untuk fotosintesis, dan fotosintesis
menghasilkan zat makanan bagi tumbuhan. Manusia
33
Ekosistem untuk SMA/MA
EKOSISTEM
menggunakan cahaya matahari untuk beberapa kebutuhan
seperti menjemur pakaian, mengeringkan pakaian, menguapkan
garam untuk di ambil garamnya, juga untuk pembangkit listrik
tenaga surya (PLTS).
Komponen abiotik lainnya yang juga memiliki peranan yang
tak kalah pentingnya adalah tanah. Bagi tumbuhan, tanah
merupakan tempat berdirinya tumbuhan, juga sebagai tempat
terdapatnya unsur-unsur hara yang sangat di butuhkan
tumbuhan. Tanah bagi hewan-hewan tertentu berfungsi sebagai
tempat berlindung dari cuaca yang ekstrim.
Komponen biotik seperti produsen, konsumen, dan pengurai
yang di dalamnya mencakup manusia, tumbuhan dan makhluk
hidup lainnya memiliki peranan yang sangat penting bagi
kehidupan. Masing-masing dari komponen saling berinteraksi
dan terlihat dalam perpindahan energi pada suatu rantai
makanan. Apabila salah satu dari komponen biotik musnah,
maka akan terjadi ketidakseimbangan ekosistem.
Manusia sebagai makhluk yang memiliki akal dan pikiran
mencoba memanfaatkan berbagai komponen biotik lainnya untuk
kesejahteraannya. Sejak lama manusia memanfaatkan berbagai
hewan untuk di ternak, di ambil dagingnya, dan juga di gunakan
sebagai alat transportasi. Selain hewan, manusia juga telah
memanfaatkan berbagai tumbuhan di budidayakan seabagai
bahan makanan dan obat-obatan.
Dapat di simpulkan bahwa komponen biotik dan abiotik
memiliki perananan yang sangat penting dalam kehidupan. Dari
uraian di atas yang telah di jelaskan. Anda pasti sudah dapat
menyimpulkan dan mengerti pemanfaatan komponen ekosistem
bagi kehidupan. Sekarang dapatkah anda menyebutkan contoh
lain dari pemanfaatan komponen ekosistem bagi kehidupan?
Ekosistem untuk SMA/MA
34
Maulana Sidik
Rangkuman

Ekosistem terdiri dari komponen biotik (makhluk hidup) dan komponen
abiotik (benda tak hidup).

Tempat hidup organisme di alam di sebut dengan habitat.


Peran organisme dalam habitatnya di sebut nisia
Dalam ekosistem terjadi interaksi antar komponen penyusunnya.
Interaksi antar komponen biotik dengan biotik dalam bentuk netralisme,
predasisme, parasitisme, komensalisme, mutualisme, alelopati, dana
kompetisi.

Aliran energi dalam ekosistem berturut-turut dari energi cahaya
matahari ke produsen dan ke konsumen (tingkat I, II, III) dan
seterusnya.

Daur biogeokimia adalah siklus atau daur unsur-unsur kimia berputar
melalui tubuh makhluk hidup, tanah, atau air dalam bentuk
persenyawaan-persenyawaan kimia. Jadi daur atau siklus ini mengalir
melalui komponen biotik - abiotik - reaksi kimia - dan seterusnya.

Komponen ekosistem yang terdirii dari komponen biotik dan abiotiknya
memiliki banyak manfaat bagi kehidupan. Manfaat komponen abiotik
misalnya air. Air merupakan materi yang tidak dapat di pisahkan dari
kehidupan ini, semua makhluk hidup bergantung pada air tanpa
terkecuali.
35
Ekosistem untuk SMA/MA
EKOSISTEM
LATIHAN SOAL
A. Pilihlah salah satu jawaban yang paling tepat
1.
2.
3.
Kelompok komponen abiotik
yang
merupakan
pembatas
kehidupan
bagi
tumbuhan
adalah ....
a. suhu, cahaya, dan air
b. predator, angin, dan udara
c. air, kelembapan, dan udara
d. tanah, salnitas, dan populasi
e. cahaya, kelembapan, air
Berikut ni yang tidak termasuk
komponen komunitas, adalah ....
a. hewan
b. tumbuhan
c. tanah
d. mikroorganisme
e. dekomposer
Menurut niche-nya organisme
yang
berperan
dalam
mengembalikan unsur hara ke
lingkungan abiotik adalah ....
a. produsen dan detritivor
b. produsen dan konsumen
c. konsumen dan dekomposer
d. detritivor dan dekomposer
e. dekomposer dan produsen
Intensitas
kompetisi
antar
organisme yang paling tinggi
terjadi pada ....
a. biosfer
b. bioma
c. ekosistem
d. komunitas
e. populasi
5. Piramida
yang
berfungsi
menggambarkan
perpaduan
massa seluruh organisme di
habitat tertentu, dan diukur
dalam
gram
dinamakan
piramida....
a. piramida energi
b. piramida makanan
c. piramida biomassa
d. piramida jumlah
e. piramida ekologi
6.
Contoh ekosistem buatan adalah
....
a. kolam
d. laut
b. danau
e. hutan
c. sungai
7.
Kumpulan
dari
berbagai
ekosistem di dunia secara makro
membentuk sistem yang disebut
....
a. bioma
d. nisia
b. habitat
e. biomassa
c. biosfer
8.
Ekositem laut dalam, pantai pasir
dangkal atau litoral, serta daerah
pasang surut termasuk kelompok
...
a. ekositem bahari
b. ekositem perairan
c. ekosistem buatan
d. ekosistem darat alami
e. ekositem air laut
9.
Berikut
merupakan
bukan
konsumen dalam komunitas
lingkungan laut adalah ..
a. zooplankton
4.
Ekosistem untuk SMA/MA
36
Maulana Sidik
b. bakteri
c. fitoplankton
d. bentos
e. nektons
10. Organisme laut yang bergerak
mengapung
mengikuti
arus
adalah ...
a. bentos
b. perifiton
c. plankton
d. nekton
B. Jawablah pertanyaan berikut dengan jelas
e. neuston
1. Sebutkan dua komponen utama dalam suatu ekosistem !
2. Sebutkan lima faktor abiotik yang dapat dijumpai pada suatu ekosistem !
3. Apa yang dimaksud dengan ekologi !
4. Apa yang dimaksud dengan rantai makanan !
5. Sebutkan dua contoh paangan organisme yang bersimbiosis parasistisme !
C. Isilah teka-teki silang dibawah ini
37
Ekosistem untuk SMA/MA
EKOSISTEM
MENDATAR
MENURUN
Ekosistem untuk SMA/MA
38
Maulana Sidik
Daftar Pustaka
Campbell, Reece & Mitchell. 2004. Biologi Edisi Kelima- Jilid 3. Jakarta :
Erlangga.
Jati, Wijaya. 2007. Aktif Biologi pelajaran biologi untuk SMA/MA. Jakarta :
Ganeca exact.
Prawirohartono, Slamet dan Sri Hidayati. 2007. Sains BIOLOGI 1. Jakarta : Bumi
Aksara.
Susilowarno, R. Gunawan. 2007. BIOLOGI untuk SMA/MA kelas X. Jakarta :
Grasindo.
Syamsuri, Istamar, dkk. 2007. BIOLOGI untuk SMA kelas X semester 2. Jakarta :
Erlangga.
http://id.shvoong.com/exact-sciences/biology/latihan-soal-komponen-ekosistem
http://id.wikipedia.org/wiki/Ekosistem
http://id.shvoong.com/exact-sciences/biology/2132323-ekosistem-aliran-energi
http://bebas.ui.ac.id
http://www.sentra-edukasi.com/2010/04/pengertian-jenis-jenis-daurbiogeokimia.html
http://nataliusfau.wordpress.com/2011/04/23/rantai-makanan-fau/
http://www.google.com
39
Ekosistem untuk SMA/MA
Download